Berkas Edukasi

Berkas Edukasi
Contoh Profil Sekolah Format Excel

Diposkan oleh Pada 4/25/2017 07:42:00 AM dengan No comments

Berikut ini adalah berkas Contoh Profil Sekolah. Download file format .xlsx Microsoft Excel.

Contoh Profil Sekolah Format Microsoft Excel
Contoh Profil Sekolah Format Microsoft Excel

Contoh Profil Sekolah Format Microsoft Excel

Contoh Profil Sekolah Format Microsoft Excel ini lengkap sekali, bisa dijadikan database untuk sekolah. Biasanya akan bermanfaat dalam setiap mengajukan program atau bantuan, karena sekolah akan diminta Profil Sekolah lengkap. Pihak sekolah tinggal menyesuaikan format yang diminta, karena terkadang format profil sekolah yang diperlukan dalam setiap program atau bantuan berbeda-beda. Contoh Profil Sekolah Format Microsoft Excel ini antara lain berisi data:
  1. Identitas Sekolah
  2. Data Kesiswaan
  3. Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan
  4. Data Sarana Ruang dan Lapangan
  5. Data Prestasi Sekolah/Siswa 3 Tahun Terakhir
  6. Data Sumber Dana dan Alokasi Dana 2 Tahun Terakhir
  7. Data Inventaris Sekolah
  8. dan lain-lain.

    Download Contoh Profil Sekolah Format Microsoft Excel

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas ini silahkan lihat pada file preview di bawah ini:

    Contoh Profil Sekolah Format Microsoft Excel



    Download File:
    Contoh Format Profil Sekolah.xlsx

    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Contoh Profil Sekolah Format Microsoft Excel. Semoga bisa bermanfaat.

    Lihat juga informasi dan berkas terkait dengan kategori Format Excel lainnya:


    Persyaratan Program SM3T Diubah

    Diposkan oleh Pada 4/23/2017 02:32:00 PM dengan No comments

    Berikut ini adalah informasi tentang Persyaratan Program SM3T (Program Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal).

    Persyaratan Program SM3T Diubah
    Persyaratan Program SM3T Diubah

    Persyaratan Program SM3T Diubah


    Pemerintah mengubah persyaratan program Sarjana Mendidik di Daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (SM3T) dengan persyaratan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Persyarakat baru itu sesuai dengan UU 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta UU 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

    Direktur Pembelajaran Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Paristiyanti Nurwardani menuturkan, pemerintah telah mengkaji ulang persyaratan untuk program SM3T pada 2016. Selama ini, ia menjelaakan, Kemristekdikti menyiapkan 3.000 guru SM3T setiap tahun. Kemudian, pemerintah menilai regulasi dalam PPG memenuhi pesyaratan penyiapan calon guru SM3T, yakni pendidikan formal setelah S1 dengan tambahan proses pembelajaran selama satu tahun.

    "Kemristekdikti berupaya untuk memproduksi lebih dari 3.000 guru per tahun," kata dia kepada wartawan, Ahad (16/4).

    Ia menuturkan, persyaratan baru memberi kesempatan pada lulusan S1 baik yang baru lulus ataupun yang sudah berpengalaman untuk menjadi mahasiawa PPG. Sebelumnya, pemerintah mensyaratkan program SM3T, calon mahasiswa PPG harus fresh graduate atau baru lulus.

    Paristiyanti menyebut, pemerintah tengah menggenjot ketersediaan guru produktif untuk SMK. Hal itu sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Inpres Nomor 9 Tahun 2016 untuk menyiapkan 91.861 guru produktif SMK. Apabila ditambah dengan kekurangan guru SD, maka Indonesia membutuhkan lebih kurang 300 ribu guru baru. Ia meyakini, jumlah tersebut sulit dipenuhi apabila melalui persyaratan calon SM3T.

    Kemudian, ia melanjutkan, pada 2017 keluarlah program penggganti yang disebut PPG melalui Hybrid atau Blanded Learning. Program Hybrid Learning, ia menjelaskan, tidak hanya bisa menyediakan 3.000 guru, tetapi bisa sampai 10 ribu guru dalam satu tahun.

    Pertama, ia menjelaskan, pemerintah akan memanggil lagi 3.007 sarjana yang mengikuti SM3T untuk mengikuti PPG selama satu tahun. Ia berujar, pemerintah ingin menggabungkan induk-induk pembelajaran yang bagus supaya mendapat turunan pembelajaran yang lebih bagus.

    Kedua, Kemenristekdikti akan bekerja sama dengan pemerintah provinsi untuk memanggil calon guru SMK dari daerah yang kekurangan guru. Pemerintah akan menyiapkan bantuan pendidikan untuk kembali bersekolah di politeknik selama tiga bulan agar mendapat pengakuan, penyetaraan atau pendidikan keahlian atau keterampilan level V pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Setelah selesai, peserta akan dikirim untuk mengikuti PPG di LPTK selama sembilan bulan.

    Ia mengatakan, Kemristekdikti akan menyeleksi 3.500 calon guru SD dari masing-masing kabupaten/kota. Salah satu kandidatnya, yakni mereka yang sebelumnya belum memenuhi kualifikasi jenjang pendidikan profesi guru (PPG). Para calon guru akan dididik selama enam bulan di LPTK, dan menjalankan PPL ke daerah selama enam bulan sebagai calon guru SD profesional. Setelah lulus ujian tulis nasional PPG, calon guru SM3T dapat mendaftar di Kemendikbud untuk memperoleh Nomor Registrasi Guru (NRG).

    Sumber: Republika

    Penerimaan Peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) SM-3T Angkatan V Tahun 2017
    Berikut ini berkas Pengumuman Penerimaan Peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) SM-3T Angkatan V Tahun 2017 dari Kemenristekdikti.
    Lampiran:
    Pengumuman Penerimaan Peserta PPG SM3T Tahun 2017

    Sumber:
    Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi 

    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai informasi tentang Persyaratan Program SM3T Diubah. Semoga bisa bermanfaat.

    Lihat juga informasi atau berkas terkait dengan kategori Perguruan Tinggi lainnya:


    Contoh Administrasi Kelulusan SD Lengkap

    Diposkan oleh Pada 4/22/2017 10:25:00 AM dengan No comments

    Berikut ini adalah berkas Contoh Administrasi Kelulusan SD Lengkap. Download file format .docx Microsoft Word.

    Contoh Administrasi Kelulusan SD Lengkap
    Contoh Administrasi Kelulusan SD Lengkap

      Download Contoh Administrasi Kelulusan SD Lengkap

      Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Contoh Administrasi Kelulusan SD ini silahkan lihat atau unduh di bawah ini:

      Download File:

      Berita Acara Kelulusan SD.docx
      Daftar Hadir Rapat Kelulusan SD.docx
      Lampiran SK Lulus SD.docx
      SK Lulus SD.docx


      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Contoh Administrasi Kelulusan SD Lengkap. Semoga bisa bermanfaat.

      Lihat juga informasi atau berkas terkait dengan Sekolah Dasar (SD) lainnya:


      Persyaratan Jabatan Administrasi dan Jabatan Fungsional Bagi PNS serta Mekanisme dan Persyaratan CPNS Terbaru Sesuai PP Nomor 11 Tahun 2017

      Diposkan oleh Pada 4/22/2017 08:40:00 AM dengan No comments

      Berikut ini adalah berkas Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dalam PP ini diatur mengenai Persyaratan Jabatan Administrasi dan Jabatan Fungsional Bagi PNS serta Mekanisme dan Persyaratan CPNS Terbaru Sesuai PP Nomor 11 Tahun 2017 dan lain-lain.

      Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS)
      Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS)

      Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS)

      Berikut ini kutipan keterangan penting yang diambil dari isi Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS):

      Persyaratan Jabatan Administrasi dan Jabatan Fungsional Bagi PNS

      Dalam PP ini, pangkat merupakan kedudukan yang menunjukan tingkatan Jabatan berdasarkan tingkat kesulitan, tanggung jawab, dampak, dan persyaratan kualifikasi pekerjaan yang digunakan sebagai dasar penggajian. “Pangkat sebagaimana dimaksud diatur dalam Peraturan Pemerintah yang mengatur mengenai gaji, tunjangan dan fasilitas bagi PNS,” bunyi Pasal 46 ayat (2) PP tersebut.

      Jabatan PNS terdiri atas: a. Jabatan Administrasi (JA); b. Jabatan Fungsional (JF); dan c. Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT).

      Nomenklatur Jabatan dan pangkat JPT utama dan JPT madya, ditetapkan oleh Presiden atas usul Instansi Pemerintah terkait setelah mendapat pertimbangan Menteri. Sementara nomenklatur Jabatan dan pangkat JPT pratama, JA, dan JF untuk masing-masing satuan organisasi Instansi Pemerintah ditetapkan oleh pimpinan Instansi Pemerintah setelah mendapat persetujuan Menteri. Pengisian Jabatan pelaksana, JF keahlian jenjang ahli pertama, JF keterampilan jenjang pemula, dan JF keterampilan jenjang terampil, dapat dilakukan melalui pengadaan PNS. Adapun pengisian Jabatan administrator, Jabatan pengawas, JF keahlian jenjang ahli utama, JF keahlian jenjang ahli madya, JF keahlian jenjang ahli muda, JF keterampilan jenjang penyelia, JF keterampilan jenjang mahir, dan/atau JPT, menurut PP ini, dapat dilakukan melalui rekrutmen dan seleksi dari PNS yang tersedia, baik yang berasal dari internal Instansi Pemerintah maupun PNS yang berasal dari Instansi Pemerintah lain.

      Mekanisme dan Persyaratan CPNS Terbaru Sesuai PP Nomor 11 Tahun 2017
      Pada Pasal 2 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia PP Nomor 11 Tahun 2017 disebukan bahwa Manajemen PNS meliputi: a. penyusunan dan penetapan kebutuhan; b. pengadaan CPNS/PNS; c. pangkat dan Jabatan; d. pengembangan karier; e. pola karier; f. promosi; g. mutasi; h. penilaian kinerja; i. penggajian dan tunjangan; j. penghargaan; k. disiplin; l. pemberhentian; m. jaminan pensiun dan jaminan hari tua; dan n. perlindungan.

      Berdasarkan Pasal 12 (1) PP Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil dinyatakan bahwa Kebutuhan PNS secara nasional ditetapkan oleh Menteri pada setiap tahun, setelah memperhatikan pendapat menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan dan pertimbangan teknis Kepala BKN.

      Terkait mekanisme pengadaan CPNS / PNS atau Penerimaan CPNS dijelaskan secara rinci dalam PP Nomor 11 Tahun 2017 Manajemen Pegawai Negeri Sipil, antara lain:
      • Pengadaan PNS di Instansi Pemerintah dilakukan berdasarkan pada penetapan kebutuhan PNS
      • Untuk menjamin kualitas PNS, pengadaan PNS dilakukan secara nasional.
      • Dalam rangka menjamin obyektifitas pengadaan PNS secara nasional, Menteri membentuk panitia seleksi nasional pengadaan PNS.
      • Dalam rangka pelaksanaan pengadaan PNS di Instansi Pemerintah, PPK membentuk panitia seleksi instansi pengadaan PNS
      • Panitia seleksi nasional pengadaan PNS dan panitia seleksi instansi pengadaan PNS menyusun dan menetapkan perencanaan pengadaan PNS.
      • Panitia seleksi nasional pengadaan PNS mengumumkan lowongan Jabatan PNS secara terbuka kepada masyarakat.
      • Setiap warga negara Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi PNS dengan memenuhi persyaratan.

      Adapun Persyaratan CPNS terbaru sesuai pasal 23 PP Nomor 11 Tahun 2017 adalah sebagai berikut:
      1. usia paling rendah 18 (delapan belas) tahun dan paling tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun pada saat melamar;
      2. tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara 2 (dua) tahun atau lebih;
      3. tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;
      4. tidak berkedudukan sebagai calon PNS, PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia;
      5. tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis;
      6. memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan Jabatan;
      7. sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan Jabatan yang dilamar;
      8. bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh Instansi Pemerintah; dan
      9. persyaratan lain sesuai kebutuhan Jabatan yang ditetapkan oleh PPK. Batas usia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dapat dikecualikan bagi Jabatan tertentu, yaitu paling tinggi 40 (empat puluh) tahun. Jabatan tertentu yang dimaksud ditetapkan oleh Presiden.

      Batas Usia Pensiun dan Skema Pemberhentian PNS Menurut PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS)

      Dalam PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini diatur juga mengenai beberapa skema pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan penanganannya. Skema-skema itu di antaranya pemberhentian atas permintaan sendiri, karena mencapai batas usia pensiun, dan karena perampingan organisasi atau kebijakan pemerintah.

      PNS yang mengajukan permintaan berhenti, diberhentikan dengan hormat sebagai PNS. Permintaan berhenti sebagaimana dimaksud dapat ditunda untuk paling lama 1 (satu) tahun, apabila PNS yang bersangkutan masih diperlukan untuk kepentingan dinas.

      Permintaan berhenti ditolak apabila: a. sedang dalam proses peradilan karena diduga melakukan tindak pidana kejahatan; b. terikat kewajiban bekerja pada Instansi Pemerintah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan; c. dalam pemeriksaan pejabat yang berwenang memeriksa karena diduga melakukan pelanggaran disiplin PNS; d. sedang mengajukan upaya banding administratif karena dijatuhi hukuman disiplin berupa pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS; e. sedang menjalani hukuman disiplin; dan/ atau f. alasan lain menurut pertimbangan PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian). - Pasal 238 ayat (3).

      PNS yang telah mencapai Batas Usia Pensiun diberhentikan dengan hormat sebagai PNS. Batas Usia Pensiun sebagaimana dimaksud yaitu: a. 58 (lima puluh delapan) tahun bagi pejabat administrasi, pejabat fungsional ahli muda, pejabat fungsional ahli pertama, dan pejabat fungsional keterampilan; b. 60 (enam puluh) tahun bagi pejabat pimpinan tinggi dan pejabat fungsional madya; dan c. 65 (enam puluh lima) tahun bagi PNS yang memangku pejabat fungsional ahli utama.

      Batas Usia Pensiun bagi PNS yang menduduki JF (Jabatan Fungsional) yang ditentukan dalam undang-undang, berlaku ketentuan sesuai dengan Batas Usia Pensiun yang ditetapkan dalam undang-undang yang bersangkutan,” - Pasal 240.

        Download Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS)

        Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini silahkan lihat di bawah ini:



        Download File:
        Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.pdf
        Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS). Semoga bisa bermanfaat.

        Sumber: Kementerian Sekretariat Negara RI
        Surat Edaran Mendikbud tentang Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter

        Diposkan oleh Pada 4/22/2017 07:02:00 AM dengan No comments

        Berikut ini adalah berkas Surat Edaran Mendikbud tentang Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter.

        Surat Edaran Mendikbud tentang Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter
        Surat Edaran Mendikbud tentang Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter

        Surat Edaran Mendikbud tentang Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter

        Surat Edaran Mendikbud tentang Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter ini ditujukan kepada seluruh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi/Kabupaten/Kota di Seluruh Indonesia untuk dilanjutkan kepada seluruh kepala sekolah PAUD/SD/SMP/SMA/SMK di seluruh Indonesia.

        Berikut ini kutipan isi dari Surat Edaran Mendikbud tentang Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter tertanggal 11 April 2017:

        Menindaklanjuti arahan Presiden RI untuk mengutamakan dan membudayakan pendidikan karakter di dalam dunia pendidikan sebagai implementasi dari Nawacita yang dicanangkan melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengharapkan seluruh satuan/lembaga pendidikan/sekolah baik di tingkat PAUD/SD/SMP/SMA/SMK untuk dapat bersama-sama mendorong upaya penguatan pendidikan karakter pada seluruh jenis dan jenjang pendidikan antara lain mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti dan petunjuk teknis lainnya.

        Selanjutnya untuk membangun/membangkitkan nasionalisme dan patriotisme, diharapkan dapat menginstruksikan kepada seluruh satuan/lembaga pendidikan/sekolah baik di tingkat PAUD/SD/SMP/SMA/SMK untuk:
        1. Memasang Naskah Pancasila, Foto Presiden RI dan Wakil Presiden RI di setiap ruang kelas, serta beberapa foto Pahlawan Nasional dalam bingkai/pigura yang baik dan rapi.
        2. Menyiapkan setiap kelas agar menyanyikan lagu Indonesia Raya di setiap pagi awal Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan menyanyikan salah satu lagu kebangsaan/nasional sebelum pulang.

          Download Surat Edaran Mendikbud tentang Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter

          Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Surat Edaran Mendikbud tentang Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter ini silahkan lihat di bawah ini:



          Download File:
          Surat Edaran Mendikbud tentang Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter

          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Surat Edaran Mendikbud tentang Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter. Semoga bisa bermanfaat.
          Buku Guru dan Siswa SD Kelas I (1) Kurikulum 2013

          Diposkan oleh Pada 4/21/2017 10:58:00 PM dengan No comments

          Berikut ini adalah berkas Buku Guru dan Siswa SD Kelas I (1) Kurikulum 2013. Buku sekolah elektronik atau buku sekolah digital ini merupakan buku pegangan guru mata pelajaran dan pegangan siswa sebagai salah satu sumber media pembelajaran pada Kurikulum 2013 SD.

          Buku Guru SD Kelas I (1) Kurikulum 2013
          Buku Guru SD Kelas I (1) Kurikulum 2013
          Buku Siswa SD Kelas I (1) Kurikulum 2013
          Buku Siswa SD Kelas I (1) Kurikulum 2013


          Buku Guru dan Siswa SD Kelas I (1) Kurikulum 2013

          Berikut ini kutipan keterangan dari kata pengantar dalam Buku Guru dan Siswa SD Kelas I (1) Kurikulum 2013:

          Buku guru disusun sebagai pemandu penggunaan buku teks siswa di lapangan. Sebagaimana diketahui bahwa buku teks siswa yang berbasis aktivitas disusun sebagai salah satu penunjang penerapan Kurikulum 2013 yang disempurnakan, yang sangat mengedepankan pencapaian kompetensi siswa sesuai dengan standar kelulusan yang ditetapkan. Karena hanya sebagai salah satu penunjang penerapan Kurikulum 2013 yang disempurnakan, guru tidak diharapkan menggunakan buku ini sebagai satu-satunya buku panduan yang menjadi acuan dalam proses belajar mengajar di kelas. Isi dari Buku Guru hanyalah contoh aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan di kelas. Guru memiliki keleluasaan untuk membangun kegiatan pembelajaran sendiri yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa. Guru juga tetap harus membuka dan mempelajari Peraturan Pemerintah khususnya berkaitan dengankonsep penilaian dan pelaporan yang tidak dapat diurai secara detil dalam buku ini.

          Meski buku ini juga dilengkapi dengan materi tambahan untuk pengayaan guru, kehadiran buku-buku penunjang guna memperkaya wawasan dan keterampilan peserta didik tetap dibutuhkan. Jika perlu, bisa saja guru memanfaatkan buku-buku KTSP yang sudah dimiliki sekolah sebagai penunjang, mengingat ia memang didisain sebagai buku teks yang sarat materi. Guru maupun peserta didik juga dapat memanfaatkan bahan-bahan belajar lainnya yang relevan, termasuk ensiklopedia, berbagai buku yang membahas topik terkait pembelajaran, majalah, suratkabar, dan sebagainya.

          Buku ini dibuat dengan berlandaskan pada Kompetensi Dasar yang telah disusun oleh Kemendikbud. Demikian pula, buku ini telah melalui proses review, evaluasi, editing, oleh dan mendapatkan catatan serta saran-saran perbaikan yang dilakukan oleh penelaah maupun tim editor di bawah pengawasan Kemendikbud.

          Berbeda dengan Buku Guru sebelumnya, atas arahan dari Kemendikbud, kali ini Buku Guru tidak lagi dilengkapi dengan KI 1 dan KI 2 kecuali untuk PPKn. Namun demikian, dalam kesehariannya guru tetap melakukan proses pengamatan perkembangan sikap spiritual dan sikap social peserta didik.

          Tentang Buku Guru Pembelajaran Tematik Terpadu Kelas I
          Buku Guru disusun untuk memudahkan para guru dalam melaksanakan pembelajaran tematik terpadu. Buku ini mencakup hal-hal sebagai berikut.
          1. Jaringan tema yang memberi gambaran kepada guru tentang suatu tema yang melingkupi empat subtema dengan kompetensi dasar (KD) dan indikator dari berbagai mata pelajaran.
          2. Ruang lingkup pembelajaran yang memberikan gambaran tentang kegiatan dan kemampuan yang dikembangkan dalam satu subtema.
          3. Tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada setiap kegiatan pembelajaran.
          4. Media dan alat pembelajaran yang akan digunakan pada setiap kegiatan pembelajaran.
          5. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran tematik terpadu yang terdiri dari Kegiatan Pembuka, Kegiatan Inti dan Kegiatan Penutup yang disusun untuk menggambarkan kegiatan pembelajaran yang menyatu dan mengalir.
          6. Pengalaman belajar yang bermakna untuk membangun sikap dan perilaku positif, penguasaan konsep, keterampilan berpikir saintifik, berpikir tingkat tinggi, kemampuan menyelesaikan masalah, inkuiri, kreativitas, dan pribadi reflektif.
          7. Berbagai teknik penilaian siswa.
          8. Informasi yang menjadi acuan kegiatan remedial dan pengayaan.
          9. Petunjuk penggunaan buku siswa.

          Kegiatan pembelajaran di buku ini dirancang untuk mengembangkan kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) siswa melalui aktivitas yang bervariasi. Aktivitas tersebut mencakup hal-hal sebagai berikut.
          1. Membuka pelajaran dengan cara yang menarik perhatian siswa, seperti membacakan cerita, bertanya jawab, bernyanyi, melakukan permainan, demonstrasi, dan pemecahan masalah.
          2. Menginformasikan tujuan pembelajaran sehingga siswa dapat mengorganisir informasi yang disampaikan (apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dikerjakan).
          3. Menggali pengetahuan siswa yang diperoleh sebelumnya agar siswa bisa mengaitkan pengetahuan terdahulu dengan yang akan dipelajari.
          4. Memberi tugas yang bertahap guna membantu siswa memahami konsep.
          5. Memberi tugas yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
          6. Memberi kesempatan untuk melatih keterampilan atau konsep yang telah dipelajari.
          7. Memberi umpan balik yang akan menguatkan pemahaman siswa. 

          Bagaimana Menggunakan Buku Guru?
          Buku Guru memiliki dua fungsi, yaitu sebagai petunjuk penggunaan Buku Siswa dan sebagai acuan kegiatan pembelajaran di kelas. Mengingat pentingnya buku ini, disarankan memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
          1. Bacalah halaman demi halaman dengan teliti.
          2. Pahamilah setiap Kompetensi Dasar dan Indikator yang dikaitkan dengan tema.
          3. Upayakan untuk mencakup kompetensi pada sikap spiritual dan sikap sosial dalam semua kegiatan pembelajaran. Guru diharapkan melakukan penguatan untuk mendukung pembentukan sikap, pengetahuan, dan perilaku positif.
          4. Dukunglah ketercapaian kompetensi pada sikap spiritual dan sosial dengan kegiatan pembiasaan, keteladanan, dan budaya sekolah.
          5. Cocokkanlah setiap langkah kegiatan yang berhubungan dengan buku siswa sesuai dengan halaman yang dimaksud.
          6. Mulailah setiap kegiatan pembelajaran dengan memberikan pengantar sesuai tema pembelajaran. Lebih baik lagi jika dilengkapi dengan kegiatan pembukaan yang menyenangkan dan membangkitkan rasa ingin tahu siswa. Misalnya bercerita, mengajukan pertanyaan yang menantang, menyanyikan lagu, menunjukkan gambar dan sebagainya. Demikian juga pada saat menutup pembelajaran. Pemberian pengantar pada setiap perpindahan subtema dan tema, menjadi faktor yang sangat penting untuk memaksimalkan manfaat dan keberhasilan pendekatan tematik terpadu yang diuraikan dalam buku ini.
          7. Kembangkan ide-ide kreatif dalam memilih metode pembelajaran. Termasuk di dalamnya menemukan kegiatan alternatif apabila kondisi yang terjadi kurang sesuai dengan perencanaan (misalnya siswa tidak bisa mengamati tanaman di luar kelas pada saat hujan).
          8. Pilihlah beragam metode pembelajaran yang akan dikembangkan (misalnya bermain peran, mengamati, bertanya, bercerita, bernyanyi, menggambar, dan sebagainya). Penggunaan beragam metode tersebut, selain melibatkan siswa secara langsung, diharapkan juga dapat melibatkan warga sekolah dan lingkungan sekolah.
          9. Kembangkanlah keterampilan berikut ini: a. Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM), b. Keterampilan bertanya yang berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat tinggi, c. Keterampilan membuka dan menutup pembelajaran, dan d. Keterampilan mengelola kelas dan pajangan kelas. 
          10. Gunakanlah media atau sumber belajar alternatif yang tersedia di lingkungan sekolah.
          11. Pada setiap semester terdapat 4 tema. Tiap tema terdiri atas 4 subtema. Setiap subtema diurai ke dalam 6 pembelajaran. Satu pembelajaran dialokasikan untuk 1 hari.
          12. Perkiraan alokasi waktu dapat merujuk pada struktur kurikulum. Meskipun demikian, alokasi waktu menurut mata pelajaran hanyalah sebagai petunjuk umum. Guru diharapkan menentukan sendiri alokasi waktu berdasarkan situasi dan kondisi di sekolah dan pendekatan tematik terpadu.
          13. Hasil unjuk kerja siswa yang berupa karya dan bukti penilaian dapat berfungsi sebagai portofolio siswa.
          14. Buatlah catatan refleksi setelah satu subtema selesai, sebagai bahan untuk melakukan perbaikan pada proses pembelajaran selanjutnya. Misalnya faktor-faktor yang menyebabkan pembelajaran berlangsung dengan baik, kendala-kendala yang dihadapi, dan ide-ide kreatif untuk pengembangan lebih lanjut.
          15. Libatkan semua siswa tanpa kecuali dan yakini bahwa setiap siswa cerdas dengan keunikan masing-masing. Dengan demikian, pemahaman tentang kecerdasan majemuk, gaya belajar siswa serta beragam faktor penyebab efektivitas dan kesulitan belajar siswa, sangat dibutuhkan.
          16. Demi pencapaian tujuan pembelajaran, diperlukan komitmen guru untuk mendidik sepenuh hati (antusias, kreatif, penuh cinta, dan kesabaran).

          Kegiatan Bersama Orang Tua
          Secara khusus, di setiap akhir pembelajaran pada Buku Siswa, terdapat kolom untuk orang tua dengan subjudul ‘Kegiatan Bersama Orang Tua’. Kolom ini berisi informasi tentang aktivitas belajar yang dapat dilakukan siswa bersama orang tua di rumah. Orang tua diharapkan berdiskusi dan terlibat dalam aktivitas belajar siswa. Guru perlu membangun komunikasi dengan orang tua sehubungan dengan kegiatan pembelajaran yang akan melibatkan orang tua dan siswa di rumah.

          Buku teks yang berbasis aktivitas ini disusun sebagai salah satu penunjang penerapan Kurikulum 2013 yang disempurnakan yang sangat mengedepankan pada pencapaian kompetensi siswa sesuai dengan standar kelulusan yang ditetapkan. Karena hanya sebagai salah satu penunjang, peserta didik maupun guru tidak diharapkan menggunakan buku ini sebagai satu-satunya buku teks yang menjadi acuan dalam proses belajar mengajar di kelas. Buku ini lebih sebagai buku aktivitas siswa, yang membutuhkan buku-buku penunjang guna memperkaya wawasan dan keterampilan peserta didik. Jika perlu, bisa saja guru memanfaatkan buku-buku KTSP yang sudah dimiliki sekolah sebagai penunjang, mengingat ia memang didisain sebagai buku teks yang sarat materi. Guru maupun peserta didik juga dapat memanfaatkan bahan-bahan belajar lainnya yg relevan, termasuk ensiklopedia, berbagai buku yang membahas topik terkait pembelajaran, majalah, surat kabar, dan sebagainya.

          Buku ini dibuat dengan berlandaskan pada Kompetensi Dasar yang telah disusun oleh Kemendikbud. Demikian pula, buku ini telah melalui proses review, evaluasi, editing, oleh dan mendapatkan catatan serta saran-saran perbaikan yang dilakukan oleh penelaah maupun tim editor di bawah pengawasan Kemendikbud.

          Berbeda dengan Buku Siswa sebelumnya, berdasarkan kesepakatan para penulis dan pihak Puskurbuk, Buku Siswa kali ini tidak dilengkapi dengan lembar latihan. Hal ini dilakukan agar guru lebih memaksimalkan kegiatan dan latihan-latihan sepanjang kandungan buku siswa selama proses pembelajaran berlangsung, dan bukannya meloncat langsung pada latihan-latihan penyelesaian soal. Jika diperlukan, guru juga dapat berkreasi sendiri membuat soal-soal latihan-latihan dan bahan-bahan penilaian yang diperlukan, yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik.

          Tentang Buku Siswa Pembelajaran Tematik Terpadu Kelas I
          1. Buku siswa merupakan buku panduan sekaligus buku aktivitas yang akan memudahkan para siswa terlibat aktif dalam pembelajaran.
          2. Buku siswa didesain penuh gambar dan warna untuk menstimulasi imajinasi dan minat siswa.
          3. Buku siswa dilengkapi dengan penjelasan lebih rinci tentang isi dan penggunaan sebagaimana dituangkan dalam Buku Panduan Guru.
          4. Kegiatan pembelajaran yang ada di buku siswa lebih merupakan contoh kegiatan yang dapat dipilih guru dalam melaksanakan pembelajaran. Guru diharapkan mampu mengembangkan ide-ide kreatif lebih lanjut dengan memanfaatkan alternatif-alternatif kegiatan yang ditawarkan di dalam Buku Panduan Guru, atau mengembangkan ide-ide pembelajaran sendiri.
          5. Buku Kelas III terdiri dari empat tema. Setiap tema terdiri dari empat subtema. Tiap subtema diuraikan ke dalam enam pembelajaran. Satu pembelajaran dialokasikan untuk satu hari. Penjelasan lebih rinci tentang aktivitas pembelajaran dituangkan pada Buku Panduan Guru.
          6. Struktur penulisan buku semaksimal mungkin diusahakan memfasilitasi pengalaman belajar yang bermakna yang diterjemahkan melalui subjudul berdasarkan pendekatan saintifik sebagai berikut: • Mengamati : Ayo mengamati, Ayo membaca; • Mencoba : Ayo mencoba, Ayo berlatih, Ayo berkreasi, Ayo bernyanyi, Ayo menari, Ayo bermain peran; • Menalar : Ayo berdiskusi; • Mengomunikasikan : Ayo bercerita, Ayo menulis. 
          7. Buku ini bersifat serba-mencakup (self contained) agar dapat digunakan oleh siswa secara mandiri di rumah.
          8. Buku siswa berbasis kegiatan (activity based) sehingga memungkinkan bagi siswa dan guru untuk melengkapi dan memperjaya materi dari berbagai sumber.
          9. Di setiap akhir pembelajaran, terdapat kolom untuk orang tua dengan subjudul Kegiatan Bersama Orang Tua. Kolom ini berisi aktivitas belajar yang dapat dilakukan siswa bersama orang tua di rumah. Orang tua diharapkan terlibat aktif dalam proses belajar siswa sesuai dengan pengalaman yang dimilikinya.
          10. Pada setiap akhir subtema terdapat lembar refleksi diri dengan ikon “Sekarang Aku Bisa”. Lembar ini merupakan penilaian pada diri sendiri yang bertujuan membantu siswa dan guru mengetahui apa yang telah dicapai dan apa yang harus ditingkatkan.

          Download Buku Guru dan Siswa SD Kelas I (1) Kurikulum 2013

          Selengkapnya mengenai Buku Guru dan Siswa SD Kelas I (1) Kurikulum 2013 ini silahkan lihat dan unduh file melalui link di bawah ini:

          Download File:

          Buku Guru:

          Buku Siswa:


          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku Guru dan Siswa SD Kelas I (1) Kurikulum 2013. Semoga bisa bermanfaat.
          Buku Guru dan Siswa SD Kelas II (2) Kurikulum 2013

          Diposkan oleh Pada 4/21/2017 07:20:00 PM dengan No comments

          Berikut ini adalah berkas Buku Guru dan Siswa SD Kelas II (2) Kurikulum 2013. Buku sekolah elektronik atau buku sekolah digital ini merupakan buku pegangan guru mata pelajaran dan pegangan siswa sebagai salah satu sumber media pembelajaran pada Kurikulum 2013 SD.

          Buku Guru SD Kelas II (2) Kurikulum 2013
          Buku Guru SD Kelas II (2) Kurikulum 2013

          Buku Siswa SD Kelas II (2) Kurikulum 2013
          Buku Siswa SD Kelas II (2) Kurikulum 2013

          Buku Guru dan Siswa SD Kelas II (2) Kurikulum 2013

          Berikut ini kutipan keterangan dari kata pengantar dalam Buku Guru dan Siswa SD Kelas II (2) Kurikulum 2013:

          Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi. Di dalamnya dirumuskan secara terpadu kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dikuasai peserta didik. Juga dirumuskan proses pembelajaran dan penilaian yang diperlukan untuk memastikan ketercapaian kompetensi yang diinginkan tersebut. Buku yang ditulis dengan mengacu pada kurikulum ini harusnya dirancang dengan menggunakan proses pembelajaran yang sesuai untuk mencapai kompetensi yang sesuai dan diukur dengan proses penilaian yang sesuai.

          Pertanyaannya adalah seperti apa bentuk ideal Buku Siswa Kelas II SD/MI yang pada hakekatnya baru setahun belajar membaca dan menulis? Rentang jawaban atas pertanyaan ini dapat sangat ekstrim. Dalam hal isi ada yang menginginkan tanpa buku, tetapi juga ada yang menginginkan satu buku terpisah untuk setiap mata pelajaran. Dalam hal penyajian ada yang menginginkan berbasis kegiatan yang harus dilakukan peserta didik, tetapi ada juga yang menginginkan berbasis materi yang harus dikuasai peserta didik. Perdebatan semacam ini tidak akan pernah selesai.

          Buku Seri Pembelajaran Tematik Terpadu untuk Siswa Kelas II SD/MI ini ditulis sebagai jalan tengah diantara keinginan-keinginan tersebut. Bukannya tanpa buku, melainkan ada buku yang memuat materi minimal berisi kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan peserta didik Kelas II SD/ MI untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Pendekatan pembelajaran tematik terpadu dipilih dengan beberapa alasan. Pertama, peserta didik Kelas II SD/MI, yang sesuai perkembangannya lebih mudah memahami pengetahuan faktual, diajak melalui tema-tema mengikuti proses pembelajaran transdisipliner dimana kompetensi yang diajarkan dikaitkan dengan konteks peserta didik dan lingkungannyanya. Kedua, melalui pendekatan terpadu, pembelajaran multidisiliner-interdisipliner diwujudkan agar tumpang tindih antar materi pembelajaran yang selama ini terjadi dapat dihindari demi tercapainya efisensi materi pembelajaran dan efektivitas penyerapannya oleh peserta didik.

          Sebagaimana lazimnya sebuah buku teks pelajaran yang mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi, buku ini memuat rencana pembelajaran berbasis aktivitas. Di dalamnya dirancang urutan pembelajaran yang dinyatakan dalam kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan peserta didik. Dengan demikian buku ini mengarahkan yang harus dilakukan peserta didik bersama guru dan teman- teman sekelasnya untuk mencapai kompetensi tertentu; buku yang pemanfaatannya adalah dengan peserta didik mempraktikkan materi-materi kegiatan yang tercantum didalamnya secara mandiri atau kelompok, bukan buku yang materinya dibaca, diisi, ataupun dihafal.

          Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, peserta didik diajak menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap peserta didik dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.

          Sebagai edisi pertama, buku ini sangat terbuka dan perlu terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Untuk itu, kami mengundang para pembaca memberikan kritik, saran, dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045).

          Tentang Buku Panduan Guru Pembelajaran Tematik Terpadu Kelas II

          Buku Panduan Guru disusun untuk memudahkan para guru dalam melaksanakan pembelajaran tematik terpadu. Buku ini mencakup hal-hal sebagai berikut.

          1. Jaringan tema yang memberi gambaran kepada guru tentang suatu tema yang melingkupi beberapa kompetensi dasar (KD) dan indikator dari berbagai mata pelajaran.
          2. Tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada setiap kegiatan pembelajaran.
          3. Kegiatan pembelajaran tematik terpadu untuk menggambarkan kegiatan pembelajaran yang menyatu dan mengalir.
          4. Pengalaman belajar yang bermakna untuk membangun sikap dan perilaku positif, penguasaan konsep, keterampilan berpikir saintifik, berpikir tingkat tinggi, kemampuan menyelesaikan masalah, inkuiri, kreativitas, dan pribadi reflektif.
          5. Berbagai teknik penilaian siswa.
          6. Informasi yang menjadi acuan kegiatan remedial dan pengayaan.
          7. Kegiatan interaksi guru dan orang tua, yang memberikan kesempatan kepada orang tua untuk ikut berpartisipasi aktif melalui kegiatan belajar siswa di rumah.
          8. Petunjuk penggunaan buku siswa.
          Kegiatan pembelajaran di buku ini dirancang untuk mengembangkan kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) siswa melalui aktivitas yang bervariasi. Aktivitas tersebut mencakup hal-hal sebagai berikut.
          1. Membuka pelajaran dengan cara yang menarik perhatian siswa, seperti membacakan cerita, bertanya jawab, bernyanyi, melakukan permainan, demonstrasi, dan pemecahan masalah.
          2. Menginformasikan tujuan pembelajaran sehingga siswa dapat mengorganisir informasi yang disampaikan (apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dikerjakan).
          3. Menggali pengetahuan siswa yang diperoleh sebelumnya agar siswa bisa mengaitkan pengetahuan terdahulu dengan yang akan dipelajari.
          4. Memberi tugas yang bertahap guna membantu siswa memahami konsep.
          5. Memberi tugas yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
          6. Memberi kesempatan untuk melatih keterampilan atau konsep yang telah dipelajari.
          7. Memberi umpan balik yang akan menguatkan pemahaman siswa.

          Bagaimana Menggunakan Buku Panduan Guru?

          Buku Panduan Guru memiliki dua fungsi, yaitu sebagai petunjuk penggunaan Buku Siswa dan sebagai acuan kegiatan pembelajaran di kelas.

          Mengingat pentingnya buku ini, disarankan memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
          1. Bacalah halaman demi halaman dengan teliti.
          2. Pahamilah setiap Kompetensi Dasar dan Indikator yang dikaitkan dengan tema.
          3. Upayakan untuk mencakup Kompetensi Inti (KI) I dan (KI) II dalam semua kegiatan pembelajaran. Guru diharapkan melakukan penguatan untuk mendukung pembentukan sikap, pengetahuan, dan perilaku positif.
          4. Dukunglah ketercapaian Kompetensi Inti (KI) I dan (KI) II dengan kegiatan pembiasaan, keteladanan, dan budaya sekolah.
          5. Cocokkanlah setiap langkah kegiatan yang berhubungan dengan buku siswa sesuai dengan halaman yang dimaksud.
          6. Mulailah setiap kegiatan pembelajaran dengan memberikan pengantar sesuai tema pembelajaran. Lebih baik lagi jika dilengkapi dengan kegiatan pembukaan yang menyenangkan dan membangkitkan rasa ingin tahu siswa. Misalnya bercerita, mengajukan pertanyaan yang menantang, menyanyikan lagu, menunjukkan gambar dan sebagainya. Demikian juga pada saat menutup pembelajaran. Pemberian pengantar pada setiap perpindahan subtema dan tema, menjadi faktor yang sangat penting untuk memaksimalkan manfaat dan keberhasilan pendekatan tematik terpadu yang diuraikan dalam buku ini.
          7. Kembangkan ide-ide kreatif dalam memilih metode pembelajaran. Termasuk di dalamnya menemukan kegiatan alternatif apabila kondisi yang terjadi kurang sesuai dengan perencanaan (misalnya siswa tidak bisa mengamati tanaman di luar kelas pada saat hujan).
          8. Pilihlah beragam metode pembelajaran yang akan dikembangkan (misalnya bermain peran, mengamati, bertanya, bercerita, bernyanyi, menggambar, dan sebagainya). Penggunaan beragam metode tersebut, selain melibatkan siswa secara langsung, diharapkan juga dapat melibatkan warga sekolah dan lingkungan sekolah.
          9. Kembangkanlah keterampilan berikut ini: a. Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM), b. keterampilan bertanya yang berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat tinggi, c. keterampilan membuka dan menutup pembelajaran, dan d. keterampilan mengelola kelas dan pajangan kelas.
          10. Gunakanlah media atau sumber belajar alternatif yang tersedia di lingkungan sekolah.
          11. Pada semester I terdapat 4 tema. Tiap tema terdiri atas 4 subtema. Setiap subtema diuraikan ke dalam 6 pembelajaran. Satu pembelajaran dialokasikan untuk 1 hari.
          12. Perkiraan alokasi waktu dapat merujuk pada struktur kurikulum. Meskipun demikian, alokasi waktu menurut mata pelajaran hanyalah sebagai petunjuk umum. Guru diharapkan menentukan sendiri alokasi waktu berdasarkan situasi dan kondisi di sekolah dan pendekatan tematik terpadu.
          13. Pada akhir subtema buku siswa, dilengkapi dengan bahan-bahan latihan yang sejalan dengan pencapaian kompetensi. Meskipun demikian, guru dianjurkan untuk menambah bahan-bahan latihan bagi siswa dari sumber-sumber yang lain.
          14. Hasil unjuk kerja siswa yang berupa karya dan bukti penilaian dapat berfungsi sebagai portofolio siswa.
          15. Buatlah catatan refleksi setelah satu subtema selesai, sebagai bahan untuk melakukan perbaikan pada proses pembelajaran selanjutnya. Misalnya faktor- faktor yang menyebabkan pembelajaran berlangsung dengan baik, kendala-kendala yang dihadapi, dan ide-ide kreatif untuk pengembangan lebih lanjut.
          16. Libatkan semua siswa tanpa kecuali dan yakini bahwa setiap siswa cerdas dengan keunikan masing-masing. Dengan demikian, pemahaman tentang kecerdasan majemuk, gaya belajar siswa serta beragam faktor penyebab efektivitas dan kesulitan belajar siswa, sangat dibutuhkan.
          17. Demi pencapaian tujuan pembelajaran, diperlukan komitmen guru untuk mendidik sepenuh hati (antusias, kreatif, penuh cinta, dan kesabaran).

          Kegiatan bersama Orang Tua
          Secara khusus, di setiap akhir pembelajaran pada Buku Siswa, terdapat kolom untuk orang tua dengan subjudul ‘Kegiatan bersama Orang Tua’. Kolom ini berisi informasi tentang materi yang dipelajari dan aktivitas belajar yang dapat dilakukan siswa bersama orang tua di rumah. Orang tua diharapkan berdiskusi dan terlibat dalam aktivitas belajar siswa. Guru perlu membangun komunikasi dengan orang tua sehubungan dengan kegiatan pembelajaran yang akan melibatkan orang tua dan siswa di rumah.

          Tentang Buku Siswa Pembelajaran Tematik Terpadu Kelas II
          1. Buku siswa merupakan buku panduan sekaligus buku aktivitas yang akan memudahkan para siswa terlibat aktif dalam pembelajaran.
          2. Buku siswa didesain penuh gambar dan warna untuk menstimulasi imajinasi dan minat siswa.
          3. Buku siswa dilengkapi dengan penjelasan lebih rinci tentang isi dan penggunaan sebagaimana dituangkan dalam Buku Panduan Guru.
          4. Kegiatan pembelajaran yang ada di buku siswa lebih merupakan contoh kegiatan yang dapat dipilih guru dalam melaksanakan pembelajaran. Guru diharapkan mampu mengembangkan ide-ide kreatif lebih lanjut dengan memanfaatkan alternatif-alternatif kegiatan yang ditawarkan di dalam Buku Panduan Guru, atau mengembangkan ide-ide pembelajaran sendiri.
          5. Pada semester 1 terdapat 4 tema. Setiap tema terdiri atas 4 subtema. Tiap subtema diuraikan ke dalam 6 pembelajaran. Satu pembelajaran dialokasikan untuk 1 hari. Penjelasan lebih rinci tentang aktivitas pembelajaran dituangkan pada Buku Panduan Guru.
          6. Struktur penulisan buku semaksimal mungkin diusahakan memfasilitasi pengalaman belajar yang bermakna yang diterjemahkan melalui subjudul Ayo Beraktivitas, Ayo Bercerita, Ayo Berdiskusi, Ayo Berkreasi, Ayo Berlatih, Ayo Bermain Peran, Ayo Bernyanyi, Ayo Membaca, Ayo Menanya, Ayo Mengamati, Ayo Menulis, dan Belajar di Rumah.
          7. Buku ini bersifat serba-mencakup (self contained) agar dapat digunakan oleh orang tua secara mandiri untuk mendukung aktivitas belajar siswa di rumah.
          8. Di setiap akhir pembelajaran, terdapat kolom untuk orang tua dengan subjudul Belajar di Rumah. Kolom ini berisi aktivitas belajar yang dapat dilakukan orang tua bersama siswa. Orang tua diharapkan berdiskusi dan terlibat aktif dalam aktivitas belajar siswa.
          9. Kecuali sangat sedikit teks pelajaran membaca yang merupakan konsumsi siswa, wacana-wacana yang ada di buku siswa diperuntukkan bagi guru, bukan siswa. Meskipun demikian, mengingat siswa akan terpapar dengan teks-teks itu, khusus untuk buku kelas II penggunaan tanda baca hanya pada yang bersifat dasar dan seperlunya saja, seperti penggunaan huruf kapital di awal kalimat, penulisan nama dan penggunaan tanda titik (.), tanda koma (,), tanda hubung (-) dan tanda tanya (?). Namun harus dipastikan bahwa tanda-tanda baca tersebut belum diajarkan kepada siswa.
          10. Pada setiap akhir subtema terdapat lembar refleksi diri dengan ikon “Sekarang Aku Bisa”. Lembar ini bertujuan membantu siswa dan guru mengetahui apa yang telah dicapai dan apa yang harus ditingkatkan.
          11. Lembar Penilaian merupakan bagian akhir subtema yang dapat digunakan sebagai alat penilaian pencapaian kompetensi. Namun guru dapat mengembangkan alat penilaian sendiri sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

          Download Buku Guru dan Siswa SD Kelas II (2) Kurikulum 2013

          Selengkapnya mengenai Buku Guru dan Siswa SD Kelas II (2) Kurikulum 2013 ini silahkan lihat dan unduh file melalui link di bawah ini:

          Download File:

          Buku Guru:

          Buku Siswa:

          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku Guru dan Siswa SD Kelas II (2) Kurikulum 2013. Semoga bisa bermanfaat.
          Program Beasiswa Unggulan Tahun 2017 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

          Diposkan oleh Pada 4/18/2017 11:43:00 AM dengan No comments

          Berikut ini adalah informasi mengenai Program Beasiswa Unggulan Tahun 2017 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

          Beasiswa Unggulan Kemdikbud RI
          Beasiswa Unggulan Kemdikbud RI

          Program Beasiswa Unggulan Tahun 2017 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

          Berikut ini kutipan keterangan mengenai Beasiswa Unggulan Kemdikbud:

          Program Beasiswa Unggulan mempunyai visi untuk melahirkan insan cerdas dan kompetitif yang dapat berkontribusi kepada daya saing bangsa. Sedangkan tujuan utama dari program Beasiswa Unggulan adalah melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi di perguruan tinggi dalam dan/atau luar negeri sesuai dengan Permendikbud No. 95 Tahun 2013.
          Melalui website program Beasiswa Unggulan ini, informasi tentang program-program Beasiswa Unggulan diharapkan dapat diketahui dengan baik oleh masyarakat. Kami berharap masyrakat mendapatkan informasi yang benar dan terbaru tentang program-program Beasiswa Unggulan.
          Salam hangat,
          Jakarta, 11 Mei 2016
          Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri
          Ir. Suharti M.A., Ph.D

          Pengumuman Program Beasiswa Unggulan Tahun 2017

          Diberitahukan kepada seluruh calon pelamar Beasiswa Unggulan 2017:
          1. bagi pendaftar tahun 2016 (batch 1 dan 2) yang belum lulus diharuskan mendaftar akun baru mulai tanggal 15 februari 2017;
          2. bagi pendaftar yang mendaftarkan akun sebelum tanggal 15 februari 2017 diharuskan mendaftarkan akun baru mulai tanggal 15 februari 2017;
          3. Petunjuk teknis/Panduan teknis (Juknis) tahun 2016 tidak berlaku untuk program Beasiswa Unggulan tahun 2017.
          Pendaftaran dan jadwal:

          Batch 1: 
          Pendaftaran: 15 Februari -15 April 2017
          Seleksi administrasi dan wawancara: 16 April - 10 Mei 2017
          Pengumuman: 12 Mei 2017 

          Batch 2: 
          Pendaftaran: 1 Juni - 31 Juli 2017
          Seleksi administrasi dan wawancara: 1 Agustus- 31 Agustus 2017
          Pengumuman: 1 September 2017


          Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi
          Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi terdiri dari Beasiswa Degree dan Beasiswa Bantuan Non-Degree. 

          Beasiswa Degree (Dalam Negeri), ditujukan kepada: 
          1. Peraih medali/penghargaan olimpiade/kompetisi internasional di bidang: sains, penelitian ilmiah, keterampilan, seni, olah raga, dan bahasa yang dilaksanakan dan difasilitasi oleh Kemendikbud dan/atau oleh Lembaga llmu Pengetahuan Indonesia (LIPI);
          2. Masyarakat berprestasi tingkat nasional atau internasional di segala bidang dan umum (kecuali dosen).
          Komponen beasiswa degree dapat berupa: 
          1. Biaya pendidikan (Tuition fee) 
          2. Biaya hidup
          3. Biaya buku
          Beasiswa Bantuan Non-Degree (Pendaftaran Offline), ditujukan kepada: guru, tenaga kependidikan pada tingkat PAUD sampai dengan SMA/SMK, pegiat budaya, seniman dan pegiat sosial kecuali dosen untuk mengikuti program residensi, menjadi pembicara dalam workshop atau konferensi, utamanya bidang pendidikan dan kebudayaan.

          PERSYARATAN DAN KELENGKAPAN BERKAS BEASISWA DEGREE
          Beasiswa Degree Dalam Negeri Jenjang S1:
          Mahasiswa Baru 
          1. Maksimal 22 Tahun
          2. Memiliki LoA Unconditional (akreditasi universitas minimal B) 
          Mahasiswa On-Going 
          1. Maksimal 22 Tahun
          2. Maksimal semester 3
          3. IPK, PTN 3.00 PTS 3.25 
          Beasiswa degree jenjang S1 tidak diwajibkan memiliki sertifikat TOEFL/IELTS

          Beasiswa Degree Dalam Negeri Jenjang S2:
          Mahasiswa Baru 
          1. Maksimal 32 Tahun
          2. Memiliki LoA Unconditional (akreditasi universitas minimal B) 
          3. IPK S1, PTN 3.25 PTS 3.50
          4. TOEFL ITP 500/IBT 61, IELTS 5.5 
          Mahasiswa On-Going 
          1. Maksimal 32 tahun
          2. Maksimal semester 3 
          3. IPK S1, PTN 3.25 PTS 3.50
          4. TOEFL ITP 500/IBT 61, IELTS 5.5 
          Beasiswa Degree Dalam Negeri Jenjang S3:
          Mahasiswa Baru 
          1. Maksimal 37 Tahun
          2. Memiliki LoA Unconditional (akreditasi universitas minimal B) 
          3. IPK S2, PTN 3.25 PTS 3.50
          4. TOEFL ITP 500/IBT 61, IELTS 5.5 
          Mahasiswa On-Going 
          1. Maksimal 37 tahun
          2. Maksimal semester 3 
          3. IPK S2, PTN 3.25 PTS 3.50
          4. TOEFL ITP 500/IBT 61, IELTS 5.5 
          Kelengkapan Berkas Beasiswa Degree: 
          1. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
          2. Kartu Tanda Mahasiswa (khusus On-Going) 
          3. LoA Unconditional (Untuk On-Going ganti dengan surat tanda aktif kuliah)
          4. Kartu Hasil Studi (KHS) terakhir (Khusus On-Going) 
          5. ljazah dan transkrip nilai terakhir
          6. Sertifikat TOEFL/IELTS (TOEFL/IELTS untuk S1 tidak diwajibkan)
          7. Proposal rencana studi (rencana perkuliahan dan sks per-semester yang akan ditempuh hingga selesai studi, topik apa yang akan ditulis dalam skripsi/tesis/disertasi, deskripsikan aktivitas di luar perkuliahan yang akan dilakukan selama studi dan bagaimana implementasi hasil studi di masyarakat)
          8. Surat rekomendasi dari civitas akademik atau institusi terkait
          9. Surat pernyataan tidak sedang menerima beasiswa sejenis dari sumber lain (download)
          10. Sertifikat prestasi Nasional atau lnternasional
          11. Esai menggunakan Bahasa Indonesia dengan judul: "Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia" ditulis sebanyak 3-5 halaman pada kertas A4 dengan format huruf Times New Roman ukuran huruf 12 dengan spasi 1.5 line
          Pendaftaran dan Jadwal:
          Batch 1: 
          Pendaftaran: 15 Februari -15 April 2017
          Seleksi administrasi dan wawancara: 16 April - 10 Mei 2017
          Pengumuman: 12 Mei 2017 

          Batch 2: 
          Pendaftaran: 1 Juni - 31 Juli 2017
          Seleksi administrasi dan wawancara: 1 Agustus- 31 Agustus 2017
          Pengumuman: 1 September 2017

          PERSYARATAN DAN PENDAFTARAN BEASISWA BANTUAN NON-DEGREE
          Persyaratan Beasiwa Bantuan Non-Degree:
          1. Surat permohonan kepada Kepala Biro PKLN Kemendikbud.
          2. Daftar riwayat hidup (Curriculum Vitae).
          3. Surat undangan dari penyelenggara (undangan residensi/pembicara).
          4. Materi/bahan/proposal yang relevan dengan penyelenggaraan kegiatan.
          5. Esai minimal 500 kata tentang manfaat dari kegiatan.
          6. Usulan rincian biaya. 

          Pendaftaran Beasiswa Bantuan Non-Degree: 
          Mengirimkan seluruh dokumen persyaratan kepada:
          Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri
          Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
          Gedung C Lantai 7 
          Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, 10270 

          Jadwal:
          Beasiswa bantuan non-degree tidak terikat jadwal batch 1 dan 2

          Beasiswa Unggulan Pegawai Kemendikbud
          Dalam merespon perubahan bidang teknologi, budaya, sosial dan ekonomi di era global perlu adanya peningkatan kompetensi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP). Pengembangan kompetensi dilakukan dengan memberikan kesempatan yang luas untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi pada perguruan tinggi didalam maupun diluar negeri atau pelatihan di luar negeri (short course).

          Komponen beasiswa degree dapat berupa: 
          1. Biaya pendidikan (Tuition fee) 
          2. Biaya hidup
          3. Biaya buku
          4. Biaya penelitian
          PERSYARATAN DAN KELENGKAPAN BERKAS BEASISWA DEGREE
          Beasiswa Degree Jenjang S2:
          Mahasiswa Baru
          1. Maksimal 37 Tahun
          2. IPK S1, 2.75
          3. TOEFL ITP 450/IBT 45, IELTS 5.0
          4. LN dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar : TOEFL ITP 550/IBT 79, IELTS 6.5 (Tujuan luar negeri hanya untuk mahasiswa baru)
          5. LN bukan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar : TOEFL ITP 500/IBT 61, IELTS 6.0 (Tujuan luar negeri hanya untuk mahasiswa baru) 
          Mahasiswa On-Going
          1. Maksimal 37 Tahun
          2. Maksimal semester 3
          3. IPK On Going, 2,75
          4. TOEFL ITP 450/IBT 45, IELTS 5.0
          Beasiswa Degree Jenjang S3: 
          Mahasiswa Baru
          1. Maksimal 40 Tahun
          2. IPK S2, 3.00
          3. TOEFL ITP 450/IBT 45, IELTS 5.0
          4. LN dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar : TOEFL ITP 550/IBT 79, IELTS 6.5 (Tujuan luar negeri hanya untuk mahasiswa baru)
          5. LN bukan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar : TOEFL ITP 500/IBT 61, IELTS 6.0 (Tujuan luar negeri hanya untuk mahasiswa baru) 
          Mahasiswa On Going
          Maksimal 40 Tahun
          1. Maksimal semester 3
          2. IPK On Going, 3,00
          3. TOEFL ITP 450/IBT 45, IELTS 5.0 
          Kelengkapan Berkas:
          Mahasiswa Baru
          1. Kartu Tanda Penduduk (KTP).
          2. LoA Unconditional ( Pegawai dapat mendaftar dan mengikuti seleksi Beasiswa Unggulan, dan apabila dinyatakan lulus namun belum memiliki LoA, pegawai diberikan waktu selama 3 bulan dari tanggal surat lulus untuk mendapatkan LoA).
          3. ljazah dan transkrip nilai terkahir.
          4. Sertifikat TOEFL/IELTS.
          5. Proposal rencana studi.
          6. Surat rekomendasi dari pejabat unit utama atau setingkat eselon II.
          7. Program Beasiswa Unggulan dapat diikuti oleh pegawai yang melebihi batas usia yang ditentukan khusus untuk program studi yang disetujui oleh atasan langsung serta surat persetujuan penerbitan tugas belajar dari Kepala Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kemendikbud.
          8. Surat keterangan sehat.
          9. SKP bernilai baik. 
          Mahasiswa On Going
          1. Kartu Tanda Penduduk (KTP).
          2. LoA ganti dengan surat tanda aktif kuliah.
          3. Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).
          4. Kartu Hasil Studi (KHS) terakhir.
          5. Sertifikat TOEFL/IELTS.
          6. Proposal rencana studi.
          7. Surat rekomendasi dari pejabat unit utama atau setingkat eselon II.
          8. Program Beasiswa Unggulan dapat diikuti oleh pegawai yang melebihi batas usia yang ditentukan khusus untuk program studi yang disetujui oleh atasan langsung serta surat persetujuan penerbitan tugas belajar dari Kepala Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kemendikbud.
          9. Surat keterangan sehat.
          10. SKP bernilai baik.
          Pendaftaran dan Jadwal:
          Batch 1: 
          Pendaftaran: 15 Februari -15 April 2017
          Seleksi administrasi dan wawancara: 16 April - 10 Mei 2017
          Pengumuman: 12 Mei 2017 
          Batch 2: 
          Pendaftaran: 1 Juni - 31 Juli 2017
          Seleksi administrasi dan wawancara: 1 Agustus- 31 Agustus 2017
          Pengumuman: 1 September 2017

          PERSYARATAN DAN PENDAFTARAN BEASISWA BANTUAN PELATIHAN (SHORT COURSE)
          Persyaratan:
          Surat permohonan kepada Kepala Biro PKLN Kemendikbud.
          1. Surat rekomendasi dari pimpinan setara Esselon II.
          2. Masa kerja minimal 2 tahun.
          3. SKP minimal 1 tahun bernilai baik.
          4. Daftar riwayat hidup (Curriculum Vitae).
          5. Surat undangan dari penyelenggara.
          6. Esai minimal 500 kata tentang manfaat program yang akan diikuti bagi unit kerja.
          7. Usulan rincian biaya.
          8. Jangka waktu pelatihan maksimal selama 1 bulan.
          Pendaftaran Beasiswa Bantuan Pelatihan (Short Course): 
          Mengirimkan seluruh dokumen persyaratan kepada:
          Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri
          Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
          Gedung C Lantai 7 
          Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, 10270 

          Jadwal:
          Beasiswa bantuan pelatihan (short course) tidak terikat jadwal batch 1 dan 2

          Beasiswa Unggulan Mahasiswa Asing
          Beasiswa Unggulan Mahasiswa Asing ditujukan untuk jenjang pendidikan S2 dan S3 di Indonesia pada bidang pendidikan Bahasa Indonesia, seni dan budaya. Beasiswa Unggulan Mahasiswa Asing ditujukan bagi siswa alumni Darmasiswa dan negara-negara yang memiliki kerjasama pendidikan dengan Indonesia.

          Komponen maksimal beasiswa berupa: 
          1. Biaya pendidikan (Tuition fee) 
          2. Biaya hidup
          3. Biaya buku
          4. Biaya penelitian 
          PERSYARATAN DAN KELENGKAPAN BERKAS
          Jenjang S2: 
          Mahasiswa Baru
          1. Maksimal 32 Tahun
          2. LoA Unconditional
          3. IPK S1, 3.00 
          Jenjang S3: 
          Mahasiswa Baru
          1. Maksimal 37 Tahun
          2. LoA Unconditional
          3. IPK S2, 3.00 
          Kelengkapan Berkas: 
          1. Paspor
          2. LoA Unconditional
          3. ljazah dan transkrip nilai terakhir
          4. Proposal rencana studi
          5. Surat rekomendasi dari kedutaan besar Indonesia di negara asal
          6. Surat keterangan sehat
          7. Esai minimal 500 kata tentang motivasi belajar di Indonesia
          Pendaftaran dan Jadwal:
          Batch 1: 
          Pendaftaran: 15 Februari -15 April 2017
          Seleksi administrasi dan wawancara: 16 April - 10 Mei 2017
          Pengumuman: 12 Mei 2017 
          Batch 2: 
          Pendaftaran: 1 Juni - 31 Juli 2017
          Seleksi administrasi dan wawancara: 1 Agustus- 31 Agustus 2017
          Pengumuman: 1 September 2017

          Berita terkait Program Beasiswa Unggulan Tahun 2017 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI:

          Kemendikbud: 3.164 Pelamar Perebutkan Beasiswa Unggulan

          Sebanyak 3.164 pelamar beasiswa unggulan tahap pertama akan memperebutkan beasiswa unggulan yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

          "Jumlah pelamar yang memasukkan aplikasi sebanyak 3.164 pelamar untuk jenjang sarjana, pascasarjana dan doktoral," ujar Kepala Biro Perencanaan dan Kerja sama Luar Negeri (PKLN) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Suharti, Senin (17/4). 

          Beasiswa unggulan untuk tahap pertama dibuka mulai 15 Februari hingga 15 April. Sementara seleksi administrasi 16 April hingga 10 Mei dan wawancara. Selanjutnya pengumuman pada 12 Mei. Sementara, untuk beasiswa unggulan tahap kedua pendaftaran dibuka pada 1 Juni hingga 31 Juli. Seleksi administrasi dan wawancara pada 1 Agustus hingga 31 Agustus, sementara pengumuman pada 1 September.

          Beasiswa unggulan 2017 diperuntukkan bagi masyarakat berprestasi (gelar dan nongelar), beasiswa unggulan pegawai Kemdikbud (gelar dan nongelar) dan beasiswa unggulan masyarakat asing (gelar).

          "Jumlah kuota untuk tahun ini sebanyak 2.000 beasiswa baik gelar dan nongelar."

          Dia menjelaskan berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, jumlah kuota sebanyak itu tidak terpenuhi pada pendaftaran tahap pertama. Oleh karena itu, pihak Kemdikbud akan membuka seleksi tahap kedua. Sementara untuk masyarakat asing, terdapat sebanyak 50 pelamar pada tahun ini.

          "Program beasiswa unggulan ini mempunyai visi untuk melahirkan insan cerdas dan kompetitif yang dapat berkontribusi kepada daya saing bangsa," lanjut Suharti.

          Sedangkan tujuan utama dari program beasiswa itu memberikan kesempatan pada masyarakat untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi di perguruan tinggi dalam dan atau luar negeri sesuai dengan Permendikbud 95/2013 tentang Beasiswa Unggulan.


          Permendikbud Nomor 95 Tahun 2013 tentang Beasiswa Unggulan

          Selengkapnya mengenai Permendikbud Nomor 95 Tahun 2013 tentang Beasiswa Unggulan silahkan lihat di bawah ini:



          Download File:
          Permendikbud Nomor 95 Tahun 2013 tentang Beasiswa Unggulan.pdf

          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai informasi Program Beasiswa Unggulan Tahun 2017 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Semoga bisa bermanfaat.

          Formulir Kontak

          Nama

          Email *

          Pesan *