Berkas Edukasi

Berkas Edukasi
Juknis Bantuan Sarana Praktik Kursus dan Sanggar Kegiatan Belajar Tahun 2017

Diposting oleh Pada 5/27/2017 04:27:00 PM dengan No comments

Berikut ini adalah berkas Juknis Bantuan Sarana Praktik Kursus dan Sanggar Kegiatan Belajar Tahun 2017. Download file format  PDF.

Juknis Bantuan Sarana Praktik Kursus dan Sanggar Kegiatan Belajar Tahun 2017
Juknis Bantuan Sarana Praktik Kursus dan Sanggar Kegiatan Belajar Tahun 2017

Juknis Bantuan Sarana Praktik Kursus dan Sanggar Kegiatan Belajar Tahun 2017

Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Juknis Bantuan Sarana Praktik Kursus dan Sanggar Kegiatan Belajar Tahun 2017:

Latar Belakang
Peningkatan layanan pendidikan baik formal maupun nonformal merupakan salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan pendidikan nasional.

Layanan pendidikan keterampilan (vokasi) sebagai bagian pendidikan nonformal juga harus terus ditingkatkan baik dari aspek akses maupun mutunya.Pendidikan keterampilan sangat dibutuhkan tidak hanya oleh masyarakat yang tidak memiliki keterampilan dan putus sekolah, tetapi juga oleh masyarakat terdidik yang membutuhkan ket erampilan tertentu untuk merebut peluang kerja yang ada.

Namun, fakta menunjukkan bahwa kondisi Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) sebagai penyelenggara pendidikan nonformal belum mampu memenuhi ekspektasi masyarakat dalam memberikan layanan pendidikan keterampilan. Sama halnya dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang juga masih memiliki sarana praktik yang sangat terbatas dan tidak sesuai dengan sarana di Dunia Usaha dan Dunia Industri ( DUDI ).

Keterbatasan sarana pembelajaran praktik merupakan salah satu penyebab rendahnya mutu dan daya saing lulusan kursus dan pelatihan, ketika memasuki dunia kerja.

Dasar Hukum
  1. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 dan telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2015;
  4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 tahun 2008 tentang Uji Kompetensi bagi Peserta Didik Kursus dan Pelatihan dari Satuan Pendidikan Nonformal atau warga masyarakat yang belajar mandiri;
  5. Peraturan Presiden Nomor 14 tahun 2015 tentang Struktur Organisasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
  6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 11 tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kemendikbud;
  7. Peraturan Menteri Keuangan No. 173/PMK.05/2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan No. 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah Pada Kementerian Negara/Lembaga;
  8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 6 tahun 2016 tentang Pedoman Umum Penyaluran Bantuan Pemerintah di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
  9. DIPA Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Tahun 2017.

Tujuan Juknis
Tujuan JuknisPenyelenggaraan Bantuan Sarana Praktik Kursus dan SKB adalah:
  1. memberikan acuan teknis kepada semua pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan program bantuan sarana praktik kursus dan SKB sehingga program ini dapat diakses dan dilaksanakan dengan prinsip-prinsip tepat sasaran, tepat guna, tepat waktu, bermutu, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan (akuntabel);
  2. sebagai rujukan bagi auditor dalam melakukan pengendalian dan pengawasan pemanfaatan dana bantuan sarana praktik kursus dan SKB tahun 2017.

    Download Juknis Bantuan Sarana Praktik Kursus dan Sanggar Kegiatan Belajar Tahun 2017

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Juknis Bantuan Sarana Praktik Kursus dan Sanggar Kegiatan Belajar Tahun 2017 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:



    Download File:
    Petunjuk Teknis Bantuan Sarana Praktik Kursus dan Sanggar Kegiatan Belajar Tahun 2017.pdf

    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Juknis Bantuan Sarana Praktik Kursus dan Sanggar Kegiatan Belajar Tahun 2017. Semoga bisa bermanfaat.

    Sumber: http://www.paud-dikmas.kemdikbud.go.id

    Lihat juga beberapa informasi dan berkas dengan kategori Juknis (Petunjuk Teknis) lainnya di bawah ini.


    Permendikbud yang berhubungan dengan Penjaminan Mutu Pendidikan

    Diposting oleh Pada 5/27/2017 02:40:00 PM dengan No comments

    Berikut ini adalah berkas Peraturan Menteri Pendidikan yang berhubungan dengan Penjaminan Mutu Pendidikan. Download file format PDF.

    Permendikbud yang berhubungan dengan Penjaminan Mutu Pendidikan
    Permendikbud yang berhubungan dengan Penjaminan Mutu Pendidikan

      Download Permendikbud yang berhubungan dengan Penjaminan Mutu Pendidikan

      Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Permendikbud yang berhubungan dengan Penjaminan Mutu Pendidikan ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:



      Download File:

      Permendikbud Nomor 28 tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Pendidikan Dasar dan Menengah.pdf
      Permendikbud Nomor 54 tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan.pdf
      Permendikbud Nomor 54 tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan (Lampiran).pdf
      Salinan Permendikbud Nomor 65 tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.pdf
      Salinan Permendikbud Nomor 65 tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah (Lampiran).pdf
      Permendikbud Nomor 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian.pdf
      Permendikbud Nomor 16 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.pdf
      Permendikbud Nomor 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian (Lampiran).pdf
      Permendiknas Nomor 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan.pdf
      Permendikbud Nomor 12 tentang Standar Pengawas Sekolah.pdf
      Permendikbud Nomor 13 tentang Standar Kepala Sekolah.pdf
      Permendiknas Nomor 26 tahun 2008 tentang Standar Tenaga Laboratorium.pdf
      Permendiknas Nomor 69 tahun 2009 tentang Standar Biaya Operasi Nonpersonalia untuk Sekolah.pdf
      Permendikbud Nomor 24 tentang Standar Sarana dan Prasarana.pdf
      Permendikbud Nomor 40 tahun 2008 tentang Sarana dan Prasarana SMK (Lampiran).pdf


      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Permendikbud yang berhubungan dengan Penjaminan Mutu Pendidikan. Semoga bisa bermanfaat.

      Sumber: http://pmp.dikdasmen.kemdikbud.go.id

      Lihat juga beberapa informasi dan berkas lainnya terkait dengan kategori PMP (Penjaminan Mutu Pendidikan) di bawah ini.


      Aplikasi Manajemen Penilaian Digital (MPD) SMK

      Diposting oleh Pada 5/26/2017 11:59:00 PM dengan No comments

      Berikut ini adalah berkas dan informasi yang kami kutip dari sumber laman resmi Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengenai Aplikasi Manajemen Penilaian Digital (MPD) SMK Aplikasi Gratis dari Guru untuk SMK di Indonesia.

      Aplikasi Manajemen Penilaian Digital (MPD) SMK
      Aplikasi Manajemen Penilaian Digital (MPD) SMK

      Aplikasi Manajemen Penilaian Digital (MPD) SMK Aplikasi Gratis dari Guru untuk SMK di Indonesia

      Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan mengamanatkan bahwa penilaian oleh Pendidik harus melalui tahap perencanaan, penilaian, dan laporan hasil penilaian. Maka tugas seorang pendidik adalah melakukan proses pengumpulan dan pengolahan informasi sebagai dasar dalam mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik, dan digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik, bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran, sebuah tugas yang cukup berat. Oleh karenanya dalam rangka untuk peningkatan kualitas pendidikan dan membantu tugas pendidik dalam melakukan proses penilaian sangat dibutuhkan adanya tools/alat bantu sehingga proses pengolahan dan pelaporan penilaian dapat dilakukan dengan lebih transparan, cepat dan akurat.

      Berangkat dari kebutuhan tersebut, seorang pendidik dan praktisi pendidikan dari Kabupaten Karangasem, Propinsi Bali, I Nyoman Pasek, S.Pd, M.Pd dengan dibantu timnya telah mengembangkan suatu aplikasi manajemen penilaian yang kemudian diberi nama “Aplikasi Manajemen Penilaian Digital (MPD)” SMK. Aplikasi ini dikembangkan berdasarkan pengalamannya sebagai seorang pendidik dengan membuat fitur-fitur yang komunikatif, informatif, dan komprehensif (menyeluruh) memberikan gambaran tentang hasil belajar peserta didik.

      Jadi Aplikasi Manajemen Penilaian Digital (MPD) SMK adalah aplikasi/perangkat lunak berbasis web yang berfungsi sebagai manajemen penilaian yang komperehensif dan terpadu untuk menyusun laporan capaian kompetensi peserta didik (Rapor) pada satuan pendidikan di tingkat satuan pendidikan SMK. Aplikasi Manajemen Penilaian Digital (MPD) SMK dikembangkan dengan mengacu pada kaidah-kaidah sistem penilaian pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dikeluarkan oleh Direktorat Pembinaan SMK dan dapat diimplementasikan pada satuan pendidikan pelaksana Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013. Dan aplikasi ini dimaksudkan sebagai pengaya, pendukung dan sekaligus alternatif dari Aplikasi e-Rapor SMK yang telah dirilis oleh Direktorat Pembinaan SMK.

      Secara teknis Aplikasi Manajemen Penilaian Digital (MPD) SMK didesain terintegrasi dengan Aplikasi Dapodik yang dikeluarkan oleh Setditjen Dikdasmen. Aplikasi Manajemen Penilaian Digital (MPD) SMK menggunakan data dari Aplikasi Dapodik sebagai sumber data/referensi dan juga dapat mengirimkan nilai akhir (Rapor) ke dalam Aplikasi Dapodik. Pada saat ini telah dirilis Aplikasi Manajemen Penilaian Digital (MPD) SMK versi 2017 yang dapat terintegrasi dengan Aplikasi Dapodik versi 2017. Aplikasi Manajemen Penilaian Digital (MPD) SMK akan terus dikembangkan dan dilakukan penyesuian sejalan dengan perkembangan Aplikasi Dapodik.

      Dengan mengusung moto “dari guru, oleh guru, dan untuk guru” I Nyoman Pasek, S.Pd, M.Pd, dan timnya mendedikasikan sepenuhnya aplikasi ini sebagai wujud sumbangsih untuk kemajuan dunia pendidikan khususnya SMK di Indonesia secara Gratis. Oleh karenanya pengembang menghibahkan Aplikasi Manajemen Penilaian Digital (MPD) SMK kepada Direktorat Pembinaan SMK untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi SMK di seluruh Indonesia.

      Konsultasi Gratis :
      Pengembang Aplikasi
      I Nyoman Pasek, S.Pd, M.Pd --> nympasek3@gmail.com

      Dibantu oleh:
      1. Suyudi Suhartono, S.Pd --> suyudimawon@gmail.com (Programming)
      2. I Komang purwata, S.Pd, M.Pd --> komangpur@gmail.com ( Alur proses, Sistem penilaian dan Pembelajaran)

        Download Aplikasi Manajemen Penilaian Digital (MPD) SMK

        Selengkapnya mengenai Aplikasi Manajemen Penilaian Digital (MPD) SMK ini silahkan lihat Panduan dan unduh pada link di bawah ini:



        Download File:

        Download Aplikasi dan Buku Manual:
        Aplikasi Manajemen Penilaian Digital (MPD) SMK

        MPD-SMK V.2017.exe
        PANDUAN SINGKAT MPD VERSI 2017.pdf


        Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Aplikasi Manajemen Penilaian Digital (MPD) SMK. Semoga bisa bermanfaat.

        Sumber:
        http://psmk.kemdikbud.go.id/konten/2460/aplikasi-gratis-dari-guru-untuk-smk-di-indonesia-aplikasi-manajemen-penilaian-digital-mpd-smk

        Lihat juga beberapa informasi dan berkas dengan kategori Aplikasi lainnya di bawah ini.


        Silabus RPP SMA Kelas X, XI, XII Semester 1 dan 2

        Diposting oleh Pada 5/26/2017 04:12:00 PM dengan No comments

        Berikut ini adalah berkas Silabus RPP SMA Kelas X, XI, XII Semester 1 dan 2. Download file format .docx Microsoft Word.

        Silabus RPP SMA Kelas X, XI, XII Semester 1 dan 2
        Silabus RPP SMA Kelas X, XI, XII Semester 1 dan 2

          Download Silabus RPP SMA Kelas X, XI, XII Semester 1 dan 2

          Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Silabus RPP SMA Kelas X, XI, XII Semester 1 dan 2 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

          Download File:

          Silabus Bahasa Indonesia Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          Silabus Bahasa Inggris Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          Silabus Biologi Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          Silabus Ekonomi Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          Silabus Fisika Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          Silabus Geografi Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          Silabus Kimia Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          Silabus Matematika Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          Silabus PAI SMA Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          Silabus PJOK Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          Silabus PKn Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          Silabus Sejarah Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          Silabus Seni Budaya Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          Silabus Sosiologi Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          Silabus TIK Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip

          RPP Bahasa Indonesia Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          RPP Bahasa Inggris Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          RPP Biologi Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          RPP Ekonomi Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          RPP Fisika Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          RPP Geografi Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          RPP Kimia Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          RPP Matematika Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          RPP PAI SMA Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          RPP PJOK Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          RPP PKn Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          RPP Sejarah Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          RPP Seni Budaya Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          RPP Sosiologi Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip
          RPP TIK Kelas X, XI, XII Semester I dan II.zip

          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Silabus RPP SMA Kelas X, XI, XII Semester 1 dan 2. Semoga bisa bermanfaat.

          Lihat juga beberapa informasi dan berkas dengan kategori Silabus, RPP dan Perangkat Pembelajaran lainnya di bawah ini.


          Revisi Juknis Penyaluran TPG Bagi Guru Madrasah (Kemenag) Tahun 2017

          Diposting oleh Pada 5/26/2017 02:17:00 PM dengan No comments

          Berikut ini adalah berkas Revisi Juknis Penyaluran TPG Bagi Guru Madrasah (Kemenag) Tahun 2017. Surat Nomor: 1838.A/DJ. I/ PP.00/05/2017 tentang Revisi Juknis Penyaluran TPG Bagi Guru Madrasah (KEMENAG) Tahun 2017. Download file format PDF.

          Revisi Juknis Penyaluran TPG Bagi Guru Madrasah (Kemenag) Tahun 2017
          Revisi Juknis Penyaluran TPG Bagi Guru Madrasah (Kemenag) Tahun 2017

          Revisi Juknis Penyaluran TPG Bagi Guru Madrasah (Kemenag) Tahun 2017

          Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Revisi Juknis Penyaluran TPG Bagi Guru Madrasah (Kemenag) Tahun 2017:

          Sehubungan dengan telah ditetapkannya Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2611 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7394 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi Guru bagi Guru Madrasah Tahun 2017, bersama ini kami sampalkan beberapa perubahan dimaksud sebagai berlkut:

          1. Pada BAB III huruf A angka 3 yang awalnya tertulis: "Memenuhi Kualifikasl Akademik S-1 atau D-IV. Khusus Guru PNS yang masih golongan II namun sudah lulus S-1/D-IV sebelum tanggal 31 Desember 2015 dan telah memenuhi persyaratan yang dlatur melalui Surat Sekjen Kementerian Agama Nomor 7362/SJ/Kp.01.1/10/2016." Direvisi sehingga berbunyi sebagai berikut: Memenuhi kualifikasi akademik 51/0-IV, belum memenuhi kualifikasi akademik S1/D-IV, dan/atau Guru PNS yang saat ini berada dalam golongan ruang II.
          2. Pada BAB III huruf A angka 6 yang awalnya tertulis: "Bertugas pada satuan pendidikan yang memiliki izin operasional penyelenggaraan pendldlkan dan memenuhi rasio peserta didik terhadap guru sesuail ketentuan Pasal 17 Peraturan Pemerlntah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Rasio peserta didik terhadap guru adalah 15 : 1 untuk jenjang RA/MI/MTs/MA dan 12 : 1 untuk jenjang MAK. Raslo dihitung berdasarkan jumlah rata-rata peserta didik dari seluruh kelas/rombongan belajar yang diampu oleh setiap guru. Pemenuhan rasio dimaksud dapat diberikan dispensasi jika guru bertugas di madrasah pada kondisi (Dispensasi 1): a. terletak di daerah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal). b. terletak di daerah yang secara geografis dan/atau demografis menyebabkan jumlah penduduknya sangat minim, yang ditunjukkan melalui surat keterangan yang diterbitkan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. c. madrasah yang menyelenggarakan pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus (MILB, MTsLB, MALB atau yang sejenis)." Direvisi sehingga berbunyi sebagal berikut: "Bertugas pada satuan pendidikan yang memiliki izin operasional penyelenggaraan pendidikan dan memenuhi rasio peserta didik terhadap guru sesual ketentuan Pasat 17 Peraturan Pemerintah Nomor 74: Tahun 2008 tentang Guru. Rasio peserta didik terhadap guru adalah 15 : 1 untuk jenjang RA/MI/MTs/MA dan 12 : 1 untuk jenjang MAK. Rasio dihitung berdasarkan jumlah rata-rata peserta didik dari seluruh kelas/rombongan belajar yang diampu oleh setiap guru. Pemenuhan rasio dimaksud dapat diberikan dispensasi jika guru bertugas di madrasah pada kondisi (Dispensasi 1): a. terletak di daerah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal). b. terletak di daerah yang secara geografis dan/atau demografis menyebabkan jumlah penduduknya dan/atau peserta didiknya sangat minim, yang ditunjukkan melalui surat keterangan yang diterbitkan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. c. madrasah yang menyelenggarakan pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus (MILB, MTsLB, MALB atau yang sejenis)".
          3. Pada Bab IV huruf A angka 8 poin b yang awalnya tertulis "fotokopi Surat Keputusan pengangkatan sebagai Guru Tetap yang diketahui oleh Kepala Kemenag Kabupaten/Kota (bagi Guru Bukan PNS)." Direvisi sehingga berbunyi sebagai berikut: "fotokopi Surat Keputusan pengangkatan sebagai Guru yang diketahui oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota (bagi Guru Bukan PNS)."
          4. Pada BAB III huruf A angka 10 poin d yang awalnya tertulis: "Mendapat tugas tambahan sebagai wakil kepala satuan pendidikan pada MTs dan MNMAK atau koordinator bidang pendidikan madrasah pada MI, mengajar paling sedikit 12 (dua belas) jam tatap muka per minggu di satminkal atau membimbing 80 (delapan puluh) peserta didik paling sedikit 40 (empat puluh) peserta didik di satminkalnya bagi wakil kepala satuan pendidikan yang bersertifikat pendidik sebagai guru bimbingan dan konseling/konselor atau TIK." Direvisi sehingga berbunyi sebagai berikut: "Mendapat tugas tambahan sebagai wakil kepala satuan pendidikan pada MTs dan MA/MAK atau koordinator bidang pendidikan madrasah pada MI, mengajar paling sedikit 12 (dua belas) jam tatap muka per minggu atau membimbing 80 (delapan puluh) peserta didik bagi wakil kepala satuan pendidikan yang bersertifikat pendidik sebagai guru bimbingan dan konseling/konselor atau paling sedikit 40 (empat puluh) peserta didik bagi wakil kepala satuan pendidikan yang bersertifikat pendidik sebagai guru TIK."

            Download Revisi Juknis Penyaluran TPG Bagi Guru Madrasah (Kemenag) Tahun 2017

            Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Revisi Juknis Penyaluran TPG Bagi Guru Madrasah (Kemenag) Tahun 2017, serta berkas Juknis sebelum revisi ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:







            Download File:

            Revisi Juknis Penyaluran TPG Bagi Guru Madrasah (KEMENAG) Tahun 2017.PDF
            Petunjuk Teknis (Juknis) Penyaluran Tunjangan Profesi Guru Bagi Guru Madrasah Tahun 2017.PDF
            Revisi Lampiran Petunjuk Teknis (Juknis) Penyaluran Tunjangan Profesi Guru Bagi Guru Madrasah Tahun 2017.pdf


            Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Revisi Juknis Penyaluran TPG Bagi Guru Madrasah (Kemenag) Tahun 2017. Semoga bisa bermanfaat.

            Lihat juga beberapa informasi dan berkas lainnya dari Kemenag di bawah ini.


            Contoh Program Kerja PASKIL (Pesantren Kilat) Sekolah Madrasah

            Diposting oleh Pada 5/25/2017 07:00:00 PM dengan No comments

            Berikut ini adalah berkas Contoh Program Kerja PASKIL (Pesantren Kilat) Sekolah/Madrasah (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK). Download file format .doc atau .docx Microsoft Word.

            Contoh Program Kerja PASKIL (Pesantren Kilat) Sekolah Madrasah
            Contoh Program Kerja PASKIL (Pesantren Kilat) Sekolah/Madrasah

            Contoh Program Kerja PASKIL (Pesantren Kilat) Sekolah/Madrasah

            Contoh Program Kerja PASKIL (Pesantren Kilat) Sekolah/Madrasah ini diharapkan bisa menjawab pencarian anda di internet terkait dengan Contoh Program Kerja PASKIL (Pesantren Kilat) seperti pencarian dengan kara kunci jadwal kegiatan pesantren kilat, kegiatan pesantren kilat ramadhan, program pesantren kilat 2017, kumpulan proposal pesantren kilat ramadhan, kegiatan pesantren kilat sekolah dasar, susunan acara pesantren kilat, materi pesantren kilat yang menarik, proposal pesantren kilat doc dan lain-lain.

            Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Contoh Program Kerja PASKIL (Pesantren Kilat) Sekolah/Madrasah:

            Bulan suci Ramadhan merupakan satu bulan diman seluruh umat muslim di dunia diwajibkan untuk melaksanakan ibadah shaum. Dalam pelaksanaannya, tak hanya ibadah shaum yang wajib untuk dilaksanakan, namun juga amalan-amalan lainnya, yang dapat menyempurnakan ibadah pada bulan suci Ramadhan. Segala amal kebaikan yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan dapat berpahala yang berlipat ganda bagi yang melaksanakannya. 

            Bagi pelajar yang tak luput dari kegiatan utamanya yaitu belajar di lingkungan sekolah, dituntut pula untuk melaksanakan amalan-amalan sunnah pada bulan Ramadhan untuk lebih menyempurnakan ibadahnya. Salah satu nya dengan pelaksanaan kegiatan khusus bulan Ramadhan sebagai tambahan kegiatan intra kurikulernya.

            Kegiatan ini diberi nama dengan kegiatan Pesantren Kilat (sanlat), yang dilaksanakan secara khusus di sekolah-sekolah dengan ketentuan dari dinas pendidikan nasional ataupun unit pendidikan di setiap daerah.

            Melalui kegiatan Pesantren Kilat ini, siswa mendapatkan materi keagamaan sekitar ibadah shaum dan amalan lainnya, serta melaksanakan amalan-amalan sunnah yang dapat berpahala dan menyempurnakan ibadah shaumnya.

            Tujuan kegiatan Pesantern kilat ini antara lain:
            1. Menambah Pengetahuan Keagamaan bagi siswa.
            2. Membiasakan siswa melaksanakan amalan-amalan shalih pada bulan suci Ramadhan.
            3. Menjadikan bertambahnya pahala shaum dengan diiringi kegiatan islami dan ilmiah.

              Download Contoh Program Kerja PASKIL (Pesantren Kilat) Sekolah Madrasah

              Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Contoh Program Kerja PASKIL (Pesantren Kilat) Sekolah Madrasah ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

              Contoh Program Kerja PASKIL (Pesantren Kilat) Sekolah Madrasah



              Download File:

              Contoh Program Kerja (PASKIL) Pesantren Kilat SD-MI.doc
              Contoh Program Kerja (PASKIL) Pesantren Kilat SMP-MTs.doc
               Contoh Program Kerja (PASKIL) Pesantren Kilat SMA-MA.doc


              Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Contoh Program Kerja PASKIL (Pesantren Kilat) Sekolah Madrasah. Semoga bisa bermanfaat.

              Lihat juga beberapa informasi dan berkas dengan kategori Program Kerja lainnya di bawah ini.


              Model Silabus RPP Kurikulum 2013 SMP MTs

              Diposting oleh Pada 5/25/2017 03:04:00 PM dengan No comments

              Berikut ini adalah berkas Model Silabus RPP Kurikulum 2013 SMP MTs. Download file format .docx Microsoft Word dan PDF.

              Model Silabus RPP Kurikulum 2013 SMP MTs
              Model Silabus RPP Kurikulum 2013 SMP MTs

              Download Model Silabus RPP Kurikulum 2013 SMP MTs

              Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Model Silabus RPP Kurikulum 2013 SMP MTs ini silahkan lihat preview salah satu file dan unduh berkas lainnya pada link di bawah ini:



              Download File:

              Silabus Matematika SMP.pdf
              Silabus Matematika SMP.docx 
              Silabus Bahasa Inggris SMP.pdf
              Silabus Bahasa Inggris SMP.docx 
              Silabus Bahasa Indonesia SMP.pdf
              Silabus Bahasa Indonesia SMP.doc 
              Silabus IPA SMP.pdf
              Silabus IPA SMP.docx 
              Silabus IPS SMP.pdf
              Silabus IPS SMP.docx 
              Silabus PPKn SMP.pdf
              Silabus PPKn SMP.docx 
              Silabus Seni Budaya SMP.pdf
              Silabus Seni Budaya SMP.docx 
              Silabus Prakarya SMP.pdf
              Silabus Prakarya SMP.docx 
              Silabus PJOK SMP.pdf
              Silabus PJOK SMP.docx 
              Silabus Pendidikan Agama Islam Budi Pekerti SMP.pdf
              Silabus Pendidikan Agama Islam Budi Pekerti SMP.docx 
              Silabus Pendidikan Agama Kristen Budi Pekerti SMP.pdf
              Silabus Pendidikan Agama Kristen Budi Pekerti SMP.docx 
              Silabus Pendidikan Agama Katolik Budi Pekerti SMP.pdf
              Silabus Pendidikan Agama Katolik Budi Pekerti SMP.docx 
              Silabus Pendidikan Agama Hindu Budi Pekerti SMP.pdf
              Silabus Pendidikan Agama Hindu Budi Pekerti SMP.docx 
              Silabus Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti SMP.pdf
              Silabus Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti SMP.docx 
              Silabus Pendidikan Agama Khonghucu Budi Pekerti SMP.pdf

              Silabus Pendidikan Agama Khonghucu Budi Pekerti SMP.pdf

              Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Model Silabus RPP Kurikulum 2013 SMP MTs. Semoga bisa bermanfaat.

              Lihat juga beberapa informasi dan berkas dengan kategori Silabus, RPP dan Perangkat Pembelajaran lainnya di bawah ini.


              Silabus RPP Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti SMP Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX

              Diposting oleh Pada 5/25/2017 11:55:00 AM dengan No comments

              Berikut ini adalah berkas Silabus RPP Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti SMP Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX. Download file format .docx Microsoft Word dan PDF.

              Silabus RPP Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti SMP Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX
              Silabus RPP Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti SMP Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX

              Silabus RPP Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti SMP Kurikulum 2013 Kelas 7, 8, 9

              Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Silabus RPP Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti SMP Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX:

              Daftar Isi

              BAB. I PENDAHULUAN
              A. Rasional
              B. Kompetensi yang diharapka Setelah Siswa Mempelajarai Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Dasar Pendidikan Menengah
              C. Kompetensi yang diharapka Setelah Siswa Mempelajarai Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Dasar Pendidikan Menengah
              D. Kerangka Pegembangan Kurikulum Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Sekolah Menenggah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan
              E. Pembelajaran dan Penilaian
              F. Kontekstualisasi Pembagian Sesuai dengan Kondisi Lingkungan dan Siswa

              BAB. II KOMPETENSI DASAR, MATERI POKOK, DAN PEMBELAJARAN
              A. Kelas VII
              B. Kelas VIII 
              C. Kelas IX

              BAB. III MODEL SILABUS SATUAN PENDIDIKAN
              A. Kelas VII
              B. Kelas VIII 
              C. Kelas IX

              BAB. IV MODEL RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
              A. Kelas VII
              B. Kelas VIII 
              C. Kelas IX

              Rasional
              Tema pengembangan Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan,dan pengetahuan yang terintegrasi. Dalam rangka mewujudkan insan Indonesia tersebut, proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberkan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa.

              Kompetensi, materi, dan pembelajaran Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti dikembangkan melalui pertimbangan kepentingan hidup bersama secara damai dan harmonis (to live together in peace and harmony). Pembelajaran dilaksanakan berbasis aktivitas pada kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Penumbuhan dan pengembangan sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran, pembiasaan, keteladanan, dan pembudayaan untuk mengembangkan karakter siswa lebih lanjut. Sekolah sebagai taman yang menyenangkan untuk tumbuh berkembangnya pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa yang menempatkan pengetahuan sebagai perilaku (behavior), tidak hanya berupa hafalan atau verbal.

              Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah. Pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud meliputi mengamati, mengamati, menanya, menalar, mencoba, membentuk jejaring untuk semua mata pelajaran.

              Pendekatan saintifik ini sangat sejalan dengan apa yang diajarkan Nabi Kongzi tentang pendekatan belajar sebagaimana tersurat dalam kitab Zhongyong Bab XIX pasal 19. “Banyak-banyaklah belajar; pandai-pandailah bertanya; hati-hatilah memikirkannya; dan sungguh-sungguhlah melaksanakannya.”

              Banyak-banyaklah belajar (Mengamati) Pandai-pandailah bertanya (Menanya)

              Hati-hatilah memikirkannya (Menalar/eksplorasi) Jelas-jelaslah menguraikannya (Mengasosiasi) Sungguh-sungguhlah melaksanakannya (Mengomunikasikan)

              Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti berfokus pada pembentukan karakter siswa menuju pribadi yang luhur mulia (Junzi). Sebagaimana dikatakan Nabi Kongzi, bahwa mendidik berarti menumbuhkan sifat-sifat baik, dan menolong dari kekhilafan.

              “Di antara pelajar, ada empat kekhilafan (Si Shi) yang wajib difahami seorang pelajar. Khilaf terlalu banyak yang dipelajari (Duo Shi); khilaf karena terlalu sedikit yang dipelajari (Gua Shi), Khilaf karena menggampangkan (Yi Shi); dan khilaf karena ingin segera berhenti belajar (Zhi Shi). Keempat masalah ini timbul di hati yang tidak sama. Bila diketahui akan hatinya, kemudian akan dapat menolong mereka dari kekhilafan itu. Mendidik ialah menumbuhkan sifat-sifat baiknya dan menolong dari kekhilafannya.” (Li Ji XVI: 14)

              Hal tersebut menekankan adanya suatu pandangan bahwa watak sejati manusia itu pada dasarnya baik. Sekiranya sifat manusia itu jahat, maka pendidikan tidak akan terlaksana tanpa sebuah pemaksaan, dan pendidikan yang dilaksanakan dengan sebuah pemaksaan pasti tidak akan membuahkan hasil yang baik. Pendidikan, sebagaimana ditegaskan dalam kitab Li Ji adalah ‘membimbing berjalan dan bukan menyeret’. Pendidikan adalah usaha sadar yang terencana, dan segalanya harus dilakukan dengan wajar, membukakan jalan lalu mengarahkan, memberi penguatan namun tidak mendikte.

              Siswa diharapkan mampu menjadi remaja yang memiliki karakter dan kepribadian yang luhur mulia. Mampu berpikir kritis, kreatif, dan inovatif yang dilandasi dengan keyakinan bahwa manusia memiliki potensi untuk menjadi manusia luhur dan mulia sebagaimana yang dikehendaki Tian.

              Pendidikan Agama Khonghucu menetapkan akhlak mulia dan etika sebagai landasan dasar pengembangan nilai-nilai karakter. Landasan dasar yang paling utama adalah (keyakinan) tentang ke-Maha-Esaan Tuhan sebagai sumber utama bagi kesatuan nilai- nilai yang berlaku bagi satu kesatuan manusia dan alam semesta.

              Pemahaman remaja akan sifat dasar manusia, bahwa Tian mengaruniakan manusia watak sejati (xing) yang di dalamnya terkandung benih-benih kebajikan ren, yi, li, zhi. Xunzi mengatakan bahwa manusia tidak sekedar makhluk yang memiliki energi (qi) dan hidup (bernyawa), namun manusia juga memiliki perasaan dan tahu akan kebenaran, maka termulialah dia. Kesadaran remaja akan hakikat manusia sebagai makhluk termulia dan berpotensi menempati puncak kebaikan dan mencapai puncak kebajikan.

              Bagaimana remaja menangani dan mengolah gejolak rasa (emosi) yang ada di dalam dirinya sehingga tetap berada di batas tengah (zhong)? Bagaimana remaja menghadapi tantangan dari luar dirinya, tentang keadaan buruk yang memberi tekanan untuk bertindak negatif? Bagaimana membentuk kebiasaan (habit) sehingga terbentuk karakter yang unggul?

              Dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila, perlu menjadi sarana utama pembudayaan nilai-nilai pemersatu (perekat) bangsa. Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti tidak terbatas pada pengetahuan secara verbal saja, namun juga harus dilaksanakan melalui pembiasaan, refleksi, dan aktualisasi diri siswa dalam pembelajaran intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan pembudayaan nilai-nilai akhlak atau karakter di sekolah. Proses pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti bukan sekedar menghafalkan informasi mengenai fakta, konsep, dan prinsip-prinsip agama saja, melainkan sebagai pemaknaan terhadap pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-hari. Makna-makna yang diajarkan agama tersebut akan menjadi pengarah dan pengendali perilaku siswa sehari-hari.

              Silabus ini disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format dimaksudkan agar penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) materi dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh siswa (learnable); terukur pencapaiannya (measurable), dan bermakna untuk dipelajari (worth to learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan siswa.

              Silabus ini merupakan acuan bagi guru dalam melakukan pembelajaran agar siswa mampu mempraktikkan ajaran agama Khonghucu dengan melakukan pembiasaan, penghayatan, dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.

              Silabus ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran, serta mengakomodasi keungulan-keunggulan lokal. Atas dasar prinsip tersebut, komponen silabus mencakup kompetensi dasar, materi pembelajaran, dan penilaian. Uraian pembelajaran yang terdapat dalam silabus merupakan alternatif kegiatan yang dirancang berbasis aktivitas. Pembelajaran tersebut merupakan alternatif dan inspiratif sehingga guru dapat mengembangkan berbagai model yang sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran. Dalam melaksanakan silabus ini guru diharapkan kreatif dalam pengembangan materi, pengelolaan proses pembelajaran, penggunaan metode dan model pembelajaran, yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat serta tingkat perkembangan kemampuan siswa.

              Kompetensi yang Diharapkan Setelah Siswa Mempelajari Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti di Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
              Pendidikan agama Khonghucu diberikan sebagai bimbingan/tuntunan manusia untuk dapat hidup menempuh Jalan Suci, yaitu agar dapat hidup selaras dengan Watak Sejati yang telah difirmankan/dikodratkan Tian kepadanya, mengerti, dan dapat menjalankan tugas kewajiban hidup sebagaimana layaknya manusia.

              Pendidikan Agama Khonghucu diharapkan menghasilkan manusia berbudi luhur (Junzi) yang mampu menggemilangkan Watak Sejatinya, mengasihi sesama dan berhenti pada Puncak Kebaikan. Dalam kehidupan kesehariannya diharapkan mampu berhenti pada Tempat Hentian sesuai dengan kedudukannya sehingga mampu memuliakan lima hubungan kemanusiaan (Wulun), yaitu: hubungan antara orang tua dengan anak, hubungan antara pimpinan dengan pengikut, hubungan suami dengan istri, hubungan kakak dengan adik, hubungan kawan dengan sahabat.

              Harapan dari pendidikan agama Khonghucu seperti disebutkan di atas selaras dengan Pendidikan Nasional yang bertujuan mengembangkan potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahklak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratif, serta bertanggungjawab. Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya melalui olah hati, olah pikir, olah rasa dan olah raga, agar memiliki daya saing dalam menghadapi globalisasi.

              Maka diharapkan Kompetensi Lulusan SMP sebagai berikut:
              • sikap: memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
              • pengetahuan: memiliki pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata.
              • keterampilan: memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang dipelajari disekolah dan sumber lain sejenis.
              Berikut ini adalah Kompetensi-kompetensi yang harus dicapai oleh siswa selama belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti tingkat Sekolah Menengah Pertama.
              1. Memahami tentang dirinya sebagai makhluk ciptaan Tian dengan melakukan ibadah sebagai ungkapan iman dan rasa syukur kepada-Nya.
              2. Melaksanakan Firman Tuhan dalam hidup sehari-hari sebagai cerminan ketaqwaan kepada-Nya.
              3. Memahami akan ajaran Agama Khonghucu sebagai dasar. pengembangan diri menjadi manusia Junzi (berbudi luhur).
              4. Memiliki kecakapan dan kecerdasan spiritual sehingga mampu hidup dalam Cinta Kasih (saling menyayangi sesama), menjunjung tinggi kebenaran, berbuat susila, bijaksana, dan menjadi insan yang dapat dipercaya dalam hidup.
              5. Meneladani sifat, sikap, dan kepribadian Nabi Kongzi.
              6. Hidup berbakti/bermakna bagi keluarga. 
              7. Hidup berbakti/bermakna bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

                Download Silabus RPP Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti SMP Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX

                Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Silabus RPP Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti SMP Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

                Silabus RPP Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti SMP Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX



                Download File:

                Silabus RPP Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti SMP Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX.pdf
                Silabus RPP Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti SMP Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX.docx


                Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Silabus RPP Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti SMP Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX. Semoga bisa bermanfaat.

                Lihat juga beberapa informasi dan berkas dengan kategori Silabus, RPP dan Perangkat Pembelajaran lainnya di bawah ini.


                Silabus RPP Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti SMP Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX

                Diposting oleh Pada 5/25/2017 11:05:00 AM dengan No comments

                Berikut ini adalah berkas Silabus RPP Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti SMP Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX. Download file format .docx Microsoft Word dan PDF.

                Silabus RPP Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti SMP Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX
                Silabus RPP Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti SMP Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX

                Silabus RPP Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti SMP Kurikulum 2013 Kelas 7, 8, 9

                Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Silabus RPP Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti SMP Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX:

                DAFTAR ISI
                I. PENDAHULUAN 
                A. Rasional 
                B. Kompetensi yang Diharapkan Setelah Siswa Mempelajari Pendidikan Agama
                Buddha dan Budi Pekerti di Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah 
                C. Kompetensi yang Diharapkan Setelah Siswa Mempelajari Mata Pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti di Sekolah Menengah Pertama 
                D. Kerangka Pengembangan Kurikulum Mata Pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Sekolah Menengah Pertama 
                E. Pembelajaran dan Penilaian 
                F. Kontekstualisasi Pembelajaran Sesuai dengan Kondisi Lingkungan dan Siswa 

                II. KOMPETENSI DASAR, MATERI POKOK, DAN PEMBELAJARAN 
                A. Kelas VII
                B. Kelas VIII 
                C. Kelas IX 

                III. MODEL SILABUS SATUAN PENDIDIKAN 

                IV. MODEL RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 

                Rasional
                Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, melalui penguatan sikap, keterampilan,dan pengetahuan yang terintegrasi. Hal tersebut diwujudkan melalui proses pembelajaran pada satuan pendidikan yang diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. Dalam pendidikan agama Buddha, pendidikan diartikan suatu hal yang dilatih untuk menghasilkan kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan sesuai dengan ajaran agama Buddha. Dalam melaksanakan pendidikan pasti memiliki tujuan, baik tujuan dalam menjalankan hidup maupun tujuan dari pendidikan agama Buddha itu sendiri.

                Pendidikan berasal dari istilah latihan (sikkhā), tersirat bahwa pendidikan merupakan proses belajar, latihan pelajaran, mempelajari, mengembangkan, dan pencapaian penerangan. Pada istilah ini termasuk juga disiplin moral (sīla), konsentrasi (samādhi), dan kebijaksanaan (pañña) yang dilaksanakan untuk mengikis keserakahan, kebencian, dan kebodohan batin sehingga dapat mencapai nibbāna. Disiplin moral dilakukan terus menerus dengan perhatian pendidikan sebagai sifat fungsional dari latihan, praktik, dan kemajuan setahap demi setahap. Dengan demikian, pendidikan agama Buddha berperan aktif dalam mengikis sifat intoleran, radikalisme, fanatisme sempit, dan eksklusivisme. Sebaliknya, agama Buddha menekankan pengembangan tolerensi, inklusif, dan pluralis. Pendidikan dalam agama Buddha didasarkan pada empat kebenaran mulia (cattāriariya saccāni), yaitu mengidentifikasi adanya dukkha, sebab dukkha, terhentinya dukkha, dan jalan terhentinya dukkha . Dari rumusan ini Buddha memberikan petunjuk bagaimana sebaiknya mengatasi masalah secara sistematis. Mengatasi masalah secara sistematis menunjukkan ada suatu nilai pendidikan, yaitu dari mengidentifikasiadanya penderitaan, asal penderitaan,terhentinya penderitaan dapat dihasilkan pengalaman mengatasi penderitaan. Pengalaman mengatasi penderitaan ini, bisa diartikan sebagai ilmu atau pengalaman baru dari proses pembelajaran mengatasi penderitaan.

                Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti dilakukan dalam rangka mencapai kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Sikap spiritual dan sikap sosial dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran langsung (direct teaching) maupun tidak langsung (indirect teaching).

                Silabus ini disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format dimaksudkan agar penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) materi dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh siswa (learnable); terukur pencapainnya (measurable), dan bermakna untuk dipelajari (worth tolearn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan siswa. Kompetensi, materi, dan pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti dikembangkan melalui pertimbangan kepentingan hidup bersama secara damai dan harmonis (to live together in peace and harmony). Pembelajaran dilaksanakan berbasis aktivitas pada kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler. Penumbuhan dan pengembangan sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran, pembiasaan, keteladanan, dan pembudayaan untuk mengembangkan karakter siswa lebih lanjut. Sekolah sebagai taman yang menyenangkan untuk tumbuh berkembangnya sikap, pengetahuan, dan keterampilan, siswa yang menempatkan pengetahuan sebagai perilaku (behavior), tidak hanya berupa hafalan atau verbal.

                Silabus ini merupakan acuan bagi guru dalam melakukan pembelajaran agar siswa mampu memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan ajaran Buddha. Silabus ini disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format dimaksudkan agar penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) materi dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh siswa (learnable); terukur pencapainnya (measurable), dan bermakna untuk dipelajari (worth to be learned) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan siswa. Silabus ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran, serta mengakomodasi keunggulan-keunggulan lokal. Atas dasar prinsip tersebut, komponen silabus mencakup kompetensi dasar, materi pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran. Uraian pembelajaran yang terdapat dalam silabus merupakan alternatif kegiatan yang dirancang berbasis aktivitas. Pembelajaran tersebut merupakan alternatif dan inspiratif sehingga guru dapat mengembangkan berbagai model yang sesuai dengan karakteristik masing- masing mata pelajaran. Dalam melaksanakan silabus ini guru diharapkan kreatif dalam pengembangan materi, pengelolaan proses pembelajaran, penggunaan metode dan model pembelajaran, yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat serta tingkat perkembangan kemampuan siswa.

                Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti di Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
                Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti di sekolah diharapkan dapat menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangakan sikap, pengetahuan, dan keterampilan .

                Kerangka Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Sekolah Menengah Pertama
                Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti diberikan sejak SD sampai SMA/K sebagai mata pelajaran dan nilai-nilai yang terintegrasi dalam proses pembelajaran di sekolah. Nilai-nilai tersebut diperkuat melalui pengkondisian aktivitas siswa di lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat. Pada jenjang SMP, Kurikulum Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti dikembangkan untuk mengembangkan praktik-praktik dalam pengamalan ajaran agama dan budi pekerti siswa.

                Kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial dicapai melalui kegiatan pembelajaran langsung (direct teaching) maupun tidak langsung (indirect teaching),yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut.

                Ruang lingkup Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti adalah ajaran mengenai cara-cara memahami penderitaan dan mengakhirinya yang tercermin dalam Empat Kebenaran Mulia yang mencakup ajaran tentang cara-cara memahami:
                a. Hubungan manusia dengan Triratna;
                b. Hubungan manusia dengan dirinya sendiri;
                c. Hubungan manusia dengan sesama manusia; dan
                d. Hubungan manusia dengan makhluk lain dan lingkungan alam.

                Ruang lingkup Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti meliputi aspek-aspek sebagai berikut:(1) keyakinan (saddhā); (2) perilaku/moral (sīla); (3) meditasi (samādhi); (4) kebijaksanaan (pañña); (5) kitab suci agama Buddha Tripitaka (Tipitaka); dan (6) sejarah. Keenam aspek di atas merupakan kesatuan yang terpadu dari materi pembelajaran agama Buddha yang mencerminkan keutuhan ajaran Buddha dalam rangka mengembangkan potensi spiritual siswa. Aspek keyakinan yang mengantar ketakwaan, moralitas, dan spiritualitas maupun penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan budaya luhur akan terpenuhi.

                Pembelajaran
                Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan materi. Pendekatan-pendekatan pembelajaran tersebut adalah:
                a. Pendekatan pembelajaran yang diterapkan oleh Buddha, yang terdiri dari pendekatan bertahap (gradual approach), pendekatan adaptasi(adaptation approach), pendekatan ilustratif (illustrative approach), pendekatan analitis (analytical approach), dan pendekatan eksperimen (experimental approach).
                b. Pendekatan ilmiah (scientific), yang terdiri dari proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasi.
                c. Pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). 
                d. Pembelajaran kooperatif (cooperative learning).
                e. Pembelajaran langsung (direct learning).
                f. pembelajaran berbasis masalah (problem based learning).
                g. Pembelajaran berbasis penyingkapan/penelitian(discovery/inquiry learning).

                Keterampilan abad 21 (21st Century Skills) adalah (1) keterampilan hidup dan berkarir (life and career skills), (2) Keterampilan belajar dan inovasi (learning and innovation skills), dan (3) Keterampilan literasi informasi,media dan teknologi (Information media and technology skills).

                Keterampilan hidup dan berkarir (life and career skills) meliputi (a) fleksibilitas dan adaptabilitas (flexibility and adaptability), (b) inisiatif dan mengatur diri sendiri (initiative and self-direction), (c) interaksi sosial dan budaya (social and crosscultural interaction), (d) produktivitas dan akuntabilitas (productivity and accountability). Keterampilan belajar dan inovasi (learning and innovation skills) meliputi (a)berpikir kritis dan mengatasi masalah (critical thinking and problem solving), (b) komunikasi dan kolaborasi (communication and collaboration), (c) kreativitas dan inovasi (creativity and innovation).

                Keterampilan literasi informasi,media dan teknologi (information media and technology skills) meliputi (a) literasi informasi (information literacy), (b) literasi medi (medialiteracy) dan (c) literasi ICT (information and communication technology literacy).

                Penilaian
                Peniaian mencakup tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian sikap spiritual antara lain: (1) ketaatan beribadah (puja bakti); (2) mensyukuri apa yang dimiliki; (3) berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, makan, tidur, bepergian; dan (4) toleransi dalam beribadah; (5) konsentrasi/sadar penuh (duduk hening sebelum dan sesudah pembelajaran, serta konsentrasi saat proses pembelajaran).

                Penilaian sikap sosial: (1) jujur (jujur dalam ucapan, perbuatan, mengerjakan ulangan atau ujian); (2) disiplin (disiplin melaksanakan tata tertib sekolah, belajar, puja bakti); (3) tanggung jawab (tanggung jawab dalam belajar, mengerjakan pekerjaan rumah, melaksanakan piket kelas); (4) santun (hormat terhadap orang yang patut dihormati, sopan dalam perkataan dan perbuatan, menerima dan memberi dengan sopan, serta berterima kasih); (5) peduli (meminjamkan alat tulis, menjenguk teman yang sakit, membantu teman yang susah, membantu guru, membuang sampah pada tempatnya); (6) percaya diri (percaya diri saat tampil di kelas, diskusi, menjawab pertanyaan, percaya diri dalam ujian).

                Penilaian pengetahuan pada Sekolah Menengah Pertama mencakup pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural tentang ajaran Buddha, antara lain: (1) keyakinan (saddhā); (2) perilaku/moral (sīla); (3) meditasi (samādhi); (4) kebijaksanaan (pañña); (5) kitab suci Agama Buddha Tripitaka (Tipitaka); dan (6) sejarah.

                Penilaian keterampilan mencakup dua aspek, yaitu keterampilan abstrak dan keterampilan konkret. Keterampilan abstrak adalah bentuk kemampuan dalam hal mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/data, menalar/mengasosiasi, dan mengomuniksikan. Keterampilan konkret adalah kemampuan persepsi, dan gerak yang dapat diamati seperti: (1) melakukan puja bakti; (2) mewarnai gambar; (3) menyanyi lagu budhis; (4) membaca paritta; (5) membaca ayat-ayat Dhammapada; (6) membuat puisi; (7) membuat bagan/skema/diagram; (8) memberi penghormatan (añjali, namaskara, utthana, dan pradaksina).

                Kontekstualisasi Pembelajaran Sesuai dengan Kondisi Lingkungan dan Siswa
                Sejalan dengan karakteristik pendidikan abad 21 yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti dalam Kurikulum 2013 juga memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media dan sumber belajar. Pemanfaatan TIK mendorong siswa dalam mengembangkan kreativitas dan berinovasi serta meningkatkan pemahaman dan pengetahuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti. Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti memanfaatkan berbagai sumber belajar seperti buku teks yang tersedia dalam bentuk buku guru dan buku siswa. Sesuai dengan Karakteristik Kurikulum 2013, buku teks bukan satu-satunya sumber belajar. Guru dapat menggunakan buku pengayaan atau referensi lainnya dan mengembangkan bahan ajar sendiri seperti LKS (Lembar Kerja Siswa). Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti, LKS bukan hanya kumpulan soal.

                Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti diajarkan pada siswa dengan memperhatikan keungulan lokal dan kebutuhan daerah. Keunggulan lokal sebagai realisasi peningkatan nilai berupa potensi setempat sehingga menjadi karya yang bernilai tinggi, mengandung keunikan/kekhasan serta potensi dalam pengembangan spiritual. Dalam masyarakat Buddha terdapat beberapa budaya yang bercirikan Buddhis seperti upacara/puja bhakti, bentuk penghormatan, bahasa dalam puja (Pali, Jawa, Sansekerta, Mandarin). Peran guru Pendidikan Agama Buddha mengakomodasi budaya tersebut sebagai potensi kontekstual Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti.

                Landasan dalam mengembangkan kemampuan siswa yang berbasis keunggulan lokal diajarkan Buddha kepada para siswa. Dalam mengajarkan ajaran di tempat yang berbeda dengan memperhatikan dialek/bahasa setempat. Buddha mengajarkan dalam Aranavibhanga Sutta bahwa seseorang seharusnya tidak memaksakan bahasa setempat dan tidak mengabaikan penggunaan umum (M.III.236). Pemahaman ajaran ini akan melepas pandangan bahwa hanya ini yang benar, dan yang lainnya adalah salah.’ seperti sebuah piring di tempat yang berbeda diucapkan ‘pãti’ dan ‘plate’. Bagi siswa dapat mengunakan budaya lokal seperti bahasa setempat sebagai sarana pembelajaran “aku mengijinkan kalian, wahai bhikkhu, untuk mempelajari kata-kata Buddha dalam dialek masing-masing” (Vin. II.139).

                Pembelajaran kontekstual yang memperhatikan keunggulan dan kebutuhan daerah dalam Pendidikan Agama Buddha dapat memanfaatkan juga berbagai sumber dari peninggalan sejarah seperti candi-candi Buddha. Guru berperan dalam pelestarian budaya bercorak Buddhis (kearifan lokal) melalui pembelajaran di sekolah seperti Dhammayatra. Buddha berpesan kepada Bhikkhu Ananda, para siswa yang berbakti menyatakan sujud dengan penuh hormat mengunjungi tempat suci setelah kehidupan ini akan terlahir di alam surga (sagga loka) (D.II.142).

                Hal ini diharapkan secara khusus peserta didik meningkatkan keyakinan, mengenali peninggalan-peninggalan buddhis sehingga dapat melestarikannya. Secara umum siswa dapat lebih akrab dengan lingkungan alam (maritin, agraris, Niaga/jasa), sosial, dan budaya daerah tempat mereka berada, memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerah, serta melestarikan dan mengembangkan nilai- nilai luhur budaya daerah dalam rangka sebagai habitat, sebagai sumber penghidupan dan kehidupan, sumber kesejahteraan dan kejayaan bangsa, serta menunjang pembangunan nasional.

                  Download Silabus RPP Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti SMP Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX

                  Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Silabus RPP Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti SMP Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

                  Silabus RPP Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti SMP Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX



                  Download File:

                  Silabus RPP Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti SMP Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX.pdf
                  Silabus RPP Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti SMP Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX.docx

                  Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Silabus RPP Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti SMP Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX. Semoga bisa bermanfaat.

                  Lihat juga beberapa informasi dan berkas dengan kategori Silabus, RPP dan Perangkat Pembelajaran lainnya di bawah ini.


                  Formulir Kontak

                  Nama

                  Email *

                  Pesan *