Pedoman Pelaksanaan Kegiatan UKS di Sekolah dan Madrasah

Diposting oleh Pada 10/09/2017 03:08:00 PM dengan No comments

Berikut ini adalah berkas Pedoman Pelaksanaan Kegiatan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) di Sekolah/Madrasah . Download file format .docx Microsoft Word dan PDF.

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan UKS di Sekolah dan Madrasah
Pedoman Pelaksanaan Kegiatan UKS di Sekolah dan Madrasah 

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan UKS di Sekolah/ Madrasah 

Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Pedoman Pelaksanaan Kegiatan UKS di Sekolah dan Madrasah:

Keberhasilan pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah/madrasah (UKS) pada akhirnya akan terlihat/tercermin pada perilaku hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik, dan ini merupakan dampak yang diharapkan dari keseluruhan pola pembinaan dan pengembangan UKS. Hal ini dikarenakan UKS merupakan wadah dan program untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik sedini mungkin, yang dilakukan secara terpadu oleh 4 Kementerian terkait beserta seluruh jajarannya baik di pusat maupun di daerah. Adapun landasannya, yaitu SKB 4 Menteri, yaitu Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri.

Usaha membina, mengembangkan, dan meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik dilaksanakan melalui program pendidikan di sekolah/madrasah dengan berbagai kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikulernya, serta melalui usaha-usaha lain diluar sekolah/madrasah yang dilakukan dalam rangka pembinaan dan pemeliharaan kesehatan masyarakat.

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh Tim Pembina UKS Pusat ternyata masih cukup banyak sekolah/madrasah yang belum melaksanakan UKS secara baik dan benar, terutama disebabkan kurangnya buku-buku/pedoman pelaksanaan UKS di sekolah/madrasah. Dengan adanya buku ini diharapkan dapat membantu Tim Pelaksana UKS dalam melaksanakan program UKS di sekolah/madrasah

Sasaran Pedoman Pelaksanaan UKS ini adalah Tim Pelaksana UKS di sekolah/madrasah baik negeri maupun swasta.

Tujuan dari Pedoman Pelaksanaan UKS ini ialah agar UKS dapat dilaksanakan di sekolah/madrasah sesuai dengan panduan dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Tim Pembina UKS. Secara rinci tujuan yang hendak dicapai adalah sebagai berikut:

  1. Membantu guru dan kepala sekolah/madrasah sebagai Tim Pelaksana UKS dalam memahami berbagai informasi tentang UKS dan dapat melaksanakannya disekolah/madrasah masing-masing; 
  2. Membantu guru dan kepala sekokah sebagai Tim Pelaksana UKS dalam memahami cara menyusun dan melaksanakan rencana kegiatan UKS di sekolah/madrasah masing-masing;
  3. Membantu guru dan kepala sekolah/madrasah sebagai Tim Pelaksana UKS dalam memahami dan menguasai cara melaksakan tiga program pokok UKS (Trias UKS);
  4. Membantu guru dan kepala sekolah/madrasah sebagat Tim Pelaksana UKS dalam memahami dan menguasai cara melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan UKS.

Ruang lingkup buku ini adalah bagaimana melaksanakan UKS secara benar yang meliputi bagaimana pembentukan Tim Pelaksana UKS, penyusunan rencana/program UKS bagi Tim Pelaksana UKS, dan cara melaksanakan program UKS serta bagaimana cara melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporannya.

Tujuan UKS
a. Tujuan Umum
Tujuan Usaha Kesehatan Sekolah/madrasah adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta derajat kesehatan peserta didik dan menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan Yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya.

b. Tujuan Khusus
Memupuk kebiasaan hidup sehat dan meningkatkan derajat kesehatan peserta didik yang di dalamnya mencakup:
  1. Memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip hidup sehat serta berpartisipasi aktif di dalam usaha peningkatan kesehatan;
  2. Sehat, baik dalam arti fisik, mental maupun sosial dan;
  3. Memiliki daya hayat dan daya tangkal terhadap Pengaruh buruk penyalahgunaan narkotika, Obat-obatan dan bahan bebahaya, alkohol (minuman keras), rokok dan sebagainya. 

Sasaran UKS
Sasaran UKS adalah peserta didik dari tingkat pendidikan dasar sampai dengan tingkat pendidikan menengah (TK, SD, SMP, dan SMA/SMK) termasuk peserta didik di perguruan agama beserta lingkungannya.

Sasaran Pembinaan UKS
Adapun sasaran Pembinaan UKS adalah sebagai berikut:
  1. Peseta didik;
  2. Pembina teknis (guru dan petugas kesehatan);
  3. Pembina nonteknis (pengelola pendidikan, karyawan sekolah/madrasah);
  4. Sarana dan prasarana pendidikan serta pelayanan kesehatan;
  5. lingkungan (lingkungan sekolah/madrasah, lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat sekitar sekolah/madrasah).

Ruang Lingkup UKS di Sekolah/madrasah
Ruang lingkup UKS adalah ruang lingkup yang tercermin dalam Tiga Program pokok Usaha Kesehatan Sekolah/madrasah (disebut Trias UKS) meliputi;
  1. Penyelenggaraan Pendidikan Kesehatan;
  2. Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan;
  3. Pembinaan lingkungan Sekolah/madrasah Sehat.

Ruang Lingkup Pembinaan UKS
  1. Penyusunan perencanaan program;
  2. Pelaksanaan program; 
  3. Pengendalian program; 
  4. Penilaian dan penelitian;
  5. Manajemen dan organisasi termasuk ketenagaan, sarana dan prasarana serta pembiayaan.

Tim Pembina UKS dan Tim Pelaksana UKS
Untuk melaksanakan tugas pembinaan dan pengembangan UKS secara terpadu dan terkoordinasi, maka dibentuk Tim Pembina UKS pada setiap jenjang Pemerintahan, yaitu:
  1. Tim Pembina UKS Tingkat Pusat;
  2. Tim Pembina UKS Tingkat Provinsi;
  3. Tim Pembina UKS Tingkat Kab/Kota; 
  4. Tim Pembina UKS Tingkat Kecamatan.

    Download Pedoman Pelaksanaan Kegiatan UKS di Sekolah dan Madrasah 

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Pedoman Pelaksanaan Kegiatan UKS di Sekolah dan Madrasah  ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:



    Download File:

    Pedoman Pelaksanaan Kegiatan UKS di Sekolah dan Madrasah .pdf
    Pedoman Pelaksanaan Kegiatan UKS di Sekolah dan Madrasah .docx


    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Pedoman Pelaksanaan Kegiatan UKS di Sekolah dan Madrasah . Semoga bisa bermanfaat.
    Juknis Sekolah Penerima Bantuan Peralatan Produksi Film Tahun 2017

    Diposting oleh Pada 8/28/2017 12:53:00 PM dengan No comments

    Berikut ini adalah berkas Juknis Sekolah Penerima Bantuan Peralatan Produksi Film Tahun 2017 untuk SMA/SMK. Download file PDF. Menurut informasi dari laman resmi Pusat Pengembangan Perfilman Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Pengajuan Proposal diterima paling lambat tanggal 8 September 2017, Formulir dan Proposal dapat dikirim melalui email pusbangfilm@kemdikbud.go.id.

    Juknis Sekolah Penerima Bantuan Peralatan Produksi Film Tahun 2017
    Juknis Sekolah Penerima Bantuan Peralatan Produksi Film Tahun 2017

    Juknis Sekolah Penerima Bantuan Peralatan Produksi Film Tahun 2017

    Berikut ini kutipan teks dari isi berkas JJuknis Sekolah Penerima Bantuan Peralatan Produksi Film Tahun 2017 untuk SMA/SMK:

    Dalam rangka mewadahi dan meningkatkan prestasi siswa, sekolah sebagai lembaga pendidikan bagi generasi penerus bangsa diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang memiliki dan menghayati nilai-nilai budaya, kearifan lokal, dan pembangunan karakter bangsa. Hal itu selayaknya ditopang dengan sarana pendukung yang memadai untuk mencapai sasaran yang maksimal.

    Banyak sekolah yang memberikan pelajaran ekstrakurikuler di bidang seni budaya dan film. Namun, tidak semua sekolah atau satuan pendidikan memiliki laboratorium dan peralatan produksi film (jikapun ada sangat minim) untuk dapat mengapresiasi kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Laboratorium yang menjadi skala prioritas bagi banyak sekolah adalah laboratorium di bidang eksakta, seperti laboratorium Kimia, Fisika, dan Biologi. Sementara itu, Laboratorium Seni, Budaya dan Film masih belum memadai.

    Untuk mewadahi bakat para generasi muda tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pusat Pengembangan Perfilman pada tahun 2017 mengalokasikan Bantuan Peralatan Produksi Film untuk sekolah (SMK/SMA) baik negeri maupun swasta. Sekolah yang menjadi sasaran kegiatan Bantuan Peralatan Produksi Film adalah sekolah yang memiliki potensi lebih dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, dalam hal ilmu pegetahuan maupun keterampilan, namun memiliki keterbatasan untuk mengakses sarana perfilman.

    Dalam rangka melaksanakan kegiatan Bantuan Peralatan Produksi Film di tahun 2017, dirasa perlu untuk membuat petunjuk teknis dan spesifikasi teknis, yang berfungsi sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan. Petunjuk teknis disusun sebagai acuan pelaksanaan untuk kegiatan Bantuan Peralatan Produksi Film, yang mengatur antara lain tentang ketentuan kriteria penerima bantuan peralatan produksi film, serta proses penetapan dan penyaluran bantuan, dengan demikian diharapkan dapat memberikan hasil sesuai dengan tujuan. 

    Latar Belakang
    Sekolah sebagai wadah bagi siswa untuk menimba berbagai disiplin ilmu, selayaknya harus ditopang dengan sarana pendukung yang memadai, untuk mencapai sasaran yang maksimal. Salah satu contoh, disiplin ilmu Seni Budaya dan Film, banyak sekolah yang memberikan pelajaran ekstra kurikuler di bidang seni budaya dan film. Namun, tidak semua sekolah atau satuan pendidikan memiliki laboratorium seni budaya dan film (jika pun ada sangat minim) untuk dapat mengapresiasi kegiatan ekstra kurikuler tersebut. Laboratorium yang menjadi skala prioritas bagi banyak sekolah adalah laboratorium di bidang eksakta, seperti laboratorium Kimia, Fisika, dan Biologi, sementara Laboratorium Seni Budaya dan Film (LSBF) hampir terabaikan, meskipun sekolah tersebut dikategorikan sekolah unggulan.

    Untuk mewadahi bakat para generasi muda tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2017, melalui Pusat Pengembangan Perfilman, menyediakan Bantuan Peralatan Produksi Film bagi Satuan Pendidikan Tingkat Menengah. Adapun sekolah yang menjadi sasaran kegiatan bantuan alat produksi film adalah Sekolah Menengah (SMA/SMK-N/S) yang sudah memiliki LSBF dan Sekolah Menengah Kejuruan Jurusan Perfilman/Broadcasting/Multimedia (SMK N/S).

    Salah satu contoh, penggunaan sarana seni budaya dan film untuk generasi muda adalah menyampaikan pesan pendidikan melalui pertunjukan seni budaya dan pemutaran film yang berbasis nilai budaya, kearifan lokal, dan pembangunan karakter bangsa di satuan pendidikan. Sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang tercantum pada pasal 28C ayat 1 serta pasal 31 ayat 1 dan 2, pada prinsipnya semua lapisan masyarakat Indonesia baik yang tinggal di wilayah perkotaan maupun di pedesaan berhak mendapatkan sarana hiburan serta pendidikan melalui pertunjukan seni budaya dan film. Namun, karena terbatasnya sarana pertunjukan tersebut, maka perlu adanya program untuk mewadahi sarana tersebut. Tujuanya adalah untuk meningkatkan apresiasi serta penanaman nilai-nilai budi pekerti dan moral di masyarakat, terutama pelajar.

    Dipilihnya sekolah sebagai sasaran di bidang peningkatan apresiasi seni budaya dan film, karena sekolah memiliki fungsi dan peran sebagai lembaga pendidikan bagi generasi penerus bangsa. Diharapkan, ke depan sekolah dapat menjadi ekosistem yang tepat untuk tumbuh kembangnya rasa menghargai, memiliki, dan menghayati nilai-nilai budaya dan peradaban bangsa Indonesia. Untuk itu, program bantuan peralatan produksi film ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi siswa dalam produksi film.

    Dasar Hukum
    1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
    2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
    3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
    4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);
    5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman;
    6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 103, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5423);
    7. Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2015 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 15);
    8. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015;
    9. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2010; 
    10. Keputusan Presiden Nomor 83/P Tahun 2016 Tentang Pengangkatan Beberapa Menteri Negara Kabinet Kerja Periode Tahun 2014-2019;
    11. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/PMK.05/2012 tentang Tata Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;
    12. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 33/PMK.02/2016 tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2017;
    13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 73 Tahun 2015 tentang Penanganan Konflik kepentingan di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
    14. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 173/PMK.05/2016 Perubahan Atas PMK No. 168/PMK.05/2015 Tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah Pada K/L;
    15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 11 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
    16. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 11 Tahun 2017 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pedoman Umum Penyaluran Bantuan Pemerintah Di Lingkungan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan.

    Maksud dan Tujuan
    Kegiatan ini dimaksudkan sebagai bentuk pemberian bantuan bagi satuan pendidikan tingkat menengah yang mempunyai potensi lebih, namun memiliki keterbatasan peralatan produksi film. Adapun tujuan dari kegiatan ini dalah:
    1. Meningkatkan apresiasi dan literasi pelajar terhadap nilai budaya, kearifan lokal, dan pembangunan karakter bangsa melalui kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler di bidang seni budaya dan film yang dilaksanakan di sekolah;
    2. Meningkatkan fungsi dan peran satuan pendidikan sebagai lembaga pendidikan bagi generasi penerus bangsa yang diharapkan dapat menghargai, memiliki dan menghayati nilai- nilai peradaban bangsa Indonesia;
    3. Memberi kesempatan secara maksimal bagi sekolah yang memiliki potensi lebih dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, baik dalam hal ilmu pengetahuan, keterampilan, maupun nilai-nilai budi pekerti dan moral;
    4. Memberi kesempatan bagi masyarakat yang berada di sekitar sekolah penerima bantuan untuk mengakses seni budaya dan film;
    5. Meningkatkan distribusi dan pemerataan pembangunan di bidang kebudayaan melalui bantuan sarana apresiasi seni, budaya, dan film di satuan pendidikan yang berada di daerah.

    Sasaran
    Sasaran Sekolah Penerima Bantuan Peralatan Produksi Film di Satuan Pendidikan Menengah adalah Satuan Pendidikan Menengah (SMA/SMK-N/S) yang:
    1. membuka jurusan perfilman/broadcasting/multimedia, ekstrakurikuler perfilman, sebanyak 10 sekolah, atau;
    2. memiliki Laboratorium Seni Budaya dan Film (LSBF), sebanyak 10 Sekolah.

    Hasil Yang Diharapkan
    Hasil yang diharapkan dari Program Bantuan Peralatan Produksi Film ini antara lain sebagai berikut:
    1. Sekolah penerima bantuan diharapkan dengan adanya peralatan ini dapat meningkatkan kompentensi siswa dalam hal pembuatan/ produksi film;
    2. Sekolah penerima bantuan dapat mengimbaskan pemanfaatan alat tersebut kepada sekolah di sekitarnya, komunitas, dan stakeholder lainnya;
    3. SMA dan atau SMK terpilih menjadi pusat kegiatan perfilman;
    4. Pemerintah Daerah dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi siswa dan komunitas lainnya;
    5. Sekolah, komunitas, dan masyarakat lainnya dapat berkontribusi dalam pembuatan karya- karya melalui film.

      Download JJuknis Sekolah Penerima Bantuan Peralatan Produksi Film Tahun 2017 untuk SMA/SMK

      Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Juknis Sekolah Penerima Bantuan Peralatan Produksi Film Tahun 2017 untuk SMA/SMK ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:



      Download File:
      Juknis Sekolah Penerima Bantuan Peralatan Produksi Film Tahun 2017.pdf

      Sumber: http://pusbangfilm.kemdikbud.go.id

      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Juknis Sekolah Penerima Bantuan Peralatan Produksi Film Tahun 2017 untuk SMA/SMK. Semoga bisa bermanfaat.
      Buku dan Materi Seputar Kepramukaan

      Diposting oleh Pada 8/02/2017 10:34:00 PM dengan No comments

      Berikut ini adalah berkas Buku dan Materi Seputar Kepramukaan. Download file format .docx Microsoft Word dan PDF.

      Buku dan Materi Seputar Kepramukaan
      Buku dan Materi Seputar Kepramukaan

      Buku dan Materi Seputar Kepramukaan

      Buku dan Materi Seputar Kepramukaan ini terdiri dari Petunjuk Pelaksanaan Baris Berbaris, Pedoman Penggunaan Tongkat Pramuka, Petunjuk Pelaksanaan Gugus Depan Gerakan Pramuka yang Berpangkalan di Perguruan Tinggi, Rangkuman Materi Pramuka (Materi tentang Seragam Pramuka, Siaga, Penggalang, Penegak, Pembina, Pelatih, Permainan Pramuka, Yel-Yel dan lain-lain).

        Download Buku dan Materi Seputar Kepramukaan

        Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku dan Materi Seputar Kepramukaan ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:









        Download File:

        Petunjuk Pelaksanaan Baris Berbaris.pdf
        Pedoman Penggunaan Tongkat Pramuka.pdf
        Petunjuk Pelaksanaan Gugus Depan Gerakan Pramuka yang Berpangkalan di Perguruan Tinggi.pdf
        Rangkuman Materi Pramuka.docx

        Sumber: https://pramuka.or.id (Gerakan Pramuka Kwartir Nasional)

        Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku dan Materi Seputar Kepramukaan. Semoga bisa bermanfaat.
        Buku SKU Pramuka Siaga dan Buku Panduan Penyelesaian SKU (Syarat Kecakapan Umum) Pramuka Siaga

        Diposting oleh Pada 7/31/2017 08:41:00 PM dengan No comments

        Berikut ini adalah berkas Buku SKU (Syarat Kecakapan Umum) Pramuka Golongan Siaga dan Buku Panduan Penyelesaian SKU (Syarat Kecakapan Umum) Pramuka Siaga (Pegangan untuk Pembina) yang diterbitkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Download file buku format PDF.

        Buku SKU (Syarat Kecakapan Umum) Pramuka Golongan Siaga
        Buku SKU (Syarat Kecakapan Umum) Pramuka Golongan Siaga

        Buku Panduan Penyelesaian SKU (Syarat Kecakapan Umum) Pramuka Siaga (Pegangan untuk Pembina)
        Buku Panduan Penyelesaian SKU (Syarat Kecakapan Umum) Pramuka Siaga (Pegangan untuk Pembina)

        Download Buku SKU (Syarat Kecakapan Umum) Pramuka Golongan Siaga dan Buku Panduan Penyelesaian SKU (Syarat Kecakapan Umum) Pramuka Siaga (Pegangan untuk Pembina)

        Selengkapnya mengenai susunan dan isi kedua buku ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:





        Download File:

        Buku Panduan Penyelesaian SKU (Syarat Kecakapan Umum) Pramuka Golongan Siaga (Pegangan untuk Pembina).pdf
        SKU (Syarat Kecakapan Umum) Pramuka Golongan Siaga.pdf

        Sumber: Kwartir Nasional Gerakan Pramuka

        Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku SKU (Syarat Kecakapan Umum) Pramuka Golongan Siaga dan Buku Panduan Penyelesaian SKU (Syarat Kecakapan Umum) Pramuka Siaga (Pegangan untuk Pembina). Semoga bisa bermanfaat.
        Tema dan Logo Resmi Hari Pramuka Ke-56 Tahun 2017

        Diposting oleh Pada 7/12/2017 06:27:00 AM dengan No comments

        Berikut ini adalah berkas Tema dan Logo Resmi Hari Pramuka Ke-56 Tahun 2017 yang diterbitkan oleh Kwartir Nasional melalui laman resmi Gerakan Pramuka Indonesia pramuka.co.id.

        Tema dan Logo Resmi Hari Pramuka Ke-56 Tahun 2017
        Tema dan Logo Resmi Hari Pramuka Ke-56 Tahun 2017

        Tema dan Logo Resmi Hari Pramuka Ke-56 Tahun 2017

        Berikut ini keterangan mengenai Tema dan Logo Resmi Hari Pramuka Ke-56 Tahun 2017:

        Gerakan Pramuka
        Pramuka adalah kependekan dari Praja Muda Karana. Dahulu gerakan ini juga terkenal dengan nama kepanduan. Organisasi Pramuka terdapat di berbagai penjuru dunia dan bertujuan untuk melatih fisik, mental dan spiritual para pesertanya dan mendorong mereka untuk melakukan kegiatan positif di masyarakat.

        Gerakan Pramuka mengganti istilah kepanduan secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 melalui Apel Besar, yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta.

        Gerakan Kepaduan secara resmi menjadi Gerakan Pramuka pada tanggal 14 Agustus 1961 yang ditandai dengan pelantikan anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, oleh Presiden RI di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Peristiwa ini dilanjutkan dengan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta.

        Peristiwa pada tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai Hari Pramuka, yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka.

        Logo Hari Pramuka Ke-56 Tahun 2017
        Logo Hari Pramuka Ke-56 Tahun 2017 terbentuk dari kombinasi gambar pita warna warni yang membentuk angka "56". Warna-warna pembentuknya meliputi hijau, merah, kuning, dan cokelat. Warna-warna dalam logo ini, tampaknya merujuk pada kode warna dalam penggolongan anggota pramuka berdasarkan usia didik peserta.

        Selain itu terdapat tulisan "th", "Gerakan Pramuka", "1961-2017", serta gambar lambang gerakan pramuka dan logo WOSM (World Organization of the Scout Movement; Organisasi Kepanduan Sedunia).

        Di bagian bawah logo turut disertakan tema Hari Pramuka ke-56 Tahun 2017. Adapun logo tersebut adalah sebagai berikut.

        Logo Resmi Hari Pramuka Ke-56 Tahun 2017
        Logo Resmi Hari Pramuka Ke-56 Tahun 2017

        Logo 56 th Gerakan Pramuka (Hitam-Putih)
        Logo 56 th Gerakan Pramuka (Hitam-Putih)


        Ukuran gambar yang lebih besar, dapat diunduh di bagian akhir artikel ini.

        Makna Logo Hari Pramuka
        Pada saat rilis atau diterbitkan logo dan tema ini belum disertakan makna yang terkandung dalam logo Hari Pramuka Tahun 2017.

        Tema Hari Pramuka 2017
        Tema Hari Pramuka ke-56 Tahun 2017 adalah "Bekerja untuk Kaum Muda Mewariskan yang Terbaik Bagi Bangsa".

          Download Logo Resmi Hari Pramuka Ke-56 Tahun 2017

          Selengkapnya mengenai Logo Resmi Hari Pramuka Ke-56 Tahun 2017 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

          Download File:

          Logo 56 th Gerakan Pramuka.png
          Logo 56 th Gerakan Pramuka (hitam-putih).png


          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Tema dan Logo Resmi Hari Pramuka Ke-56 Tahun 2017. Semoga bisa bermanfaat.
          Panduan Teknis Kegiatan Ekstrakurikuler di SD

          Diposting oleh Pada 5/16/2017 05:00:00 PM dengan No comments

          Berikut ini adalah berkas buku Panduan Teknis Kegiatan Ekstrakurikuler di SD (Sekolah Dasar). Diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar 2016.

          Panduan Teknis Kegiatan Ekstrakurikuler di SD
          Panduan Teknis Kegiatan Ekstrakurikuler di SD

          Berkas ini merupakan salah satu bahan materi suplemen dalam Materi Diklat Guru Sasaran Implementasi Kurikulum 2013 Tahun 2017 untuk SD.

          Pada tahun 2013 Implementasi Kurikulum 2013, sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A Tahun 2013, dilaksanakan secara bertahap. Implementasi tersebut dilaksanakan pada 295 Kabupaten/ Kota dengan sasaran sekolah 2.598 sekolah dasar. Pada tahun 2014 implementasi Kurikulum 2013 dilaksanakan di semua sekolah dasar. Untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan Kurikulum 2013 ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melaksanakan program pendampingan bagi guru di sekolah dasar agar memiliki pemahaman, sikap, dan keterampilan yang sejalan dengan Kurikulum 2013. Dalam pelaksanaannya, keberhasilan program pendampingan perlu didukung oleh ketersediaan panduan yang secara teknis mampu membimbing dan mengarahkan guru melaksanakan praktik pembelajaran sesuai dengan Kurikulum 2013 tersebut. Panduan teknis yang disusun adalah :
          1. Kurikulum 2013 Di Sekolah Dasar
          2. Panduan Teknis Memahami Buku Guru dan Buku Siswa Sekolah Dasar
          3. Panduan Teknis Penyusunan RPP di Sekolah Dasar.
          4. Panduan Teknis Pembelajaran dan Penilaian di Sekolah Dasar.
          5. Panduan Teknis Penilaian dan Pengisian Rapor di Sekolah Dasar.
          6. Panduan Teknis Pembelajaran Remedial dan Pengayaan di Sekolah Dasar.
          7. Panduan Praktis Orang Tua dalam Mendampingi Peserta Didik.
          8. Panduan Teknis Pengembangan Muatan Lokal di Sekolah Dasar.
          9. Panduan Teknis Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah Dasar.
          10. Panduan Teknis Transisi KTSP ke Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar
          Panduan tersebut disusun sebagai acuan bagi guru, kepala sekolah, pengawas, para pembina pada Dinas Pendidikan, orang tua, serta masyarakat dalam melaksanakan, membina, dan memfasilitasi pelaksanaan Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar. Sesuai dengan dinamika yang ada, upaya perbaikan panduan ini perlu terus dilakukan. Oleh karena itu saran dari berbagai pihak sangat diharapkan.

          Panduan Teknis Kegiatan Ekstrakurikuler di SD

          Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi buku Panduan Teknis Kegiatan Ekstrakurikuler di SD:

          DAFTAR ISI 
          BAB I PENDAHULUAN 
          A. Latar Belakang 
          B. Tujuan 

          BAB II KONSEP KEGIATAN EKSTRAKURIKULER 
          A. Pengertian 
          B. Komponen Kegiatan Ekstrakurikuler 

          BAB III PENGEMBANGAN PROGRAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER 
          A. Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib 
          B. Kegiatan Ekstrakurikuler Pilihan 

          BAB IV PENUTUP 

          DAFTAR PUSTAKA 
          LAMPIRAN - LAMPIRAN 

          Latar Belakang
          Akar permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat adalah terjadinya demoralisasi dalam kehidupan masyarakat yang ditandai dengan semakin meningkat perilaku menyimpang dari etika, norma agama, sosial, dan hukum. Indikator yang nampak yakni tingginya jumlah kasus kenakalan remaja khususnya siswa sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa proses sosialisasi norma-norma di sekolah dan masyarakat belum berdampak positif terhadap perkembangan fisik, psikis, dan sosial anak.

          Dalam Pasal 3, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Fungsi ini kemudian diperkuat dengan tujuan pendidikan pendidikan nasional yakni untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.

          Gayut dengan pernyataan di atas sarat akan nilai dan makna filosofis yang dalam, artinya bahwa dalam pendidikan bukan semata-mata mengejar keterampilan intelektual tetapi juga soft skill. Dalam pengembangan soft skill peserta didik tidak hanya dilakukan di dalam kelas yang telah terstruktur dengan jelas melalui kurikulum tetapi juga dilakukan di luar struktur kurikulum atau yang sering disebut dengan kegiatan ekstrakurikuler.

          Menurut hasil penelitian di bidang neorologi, ternyata 50% perkembangan kapasitas intelektual anak sudah selesai pada usia empat tahun pertama, dan mencapai 80 persen pada usia delapan tahun (Bahar, 2007). Hal ini berarti, penyiapan mutu pendidikan yang prima dan penyiapan generasi penerus yang tangguh hanya akan dicapai jika anak sejak usia dini sudah mendapatkan stimulasi pendidikan yang tepat, yakni stimulasi yang sesuai dengan tingkat usia dan perkembangan psikologis serta kebutuhan spesifiknya, yang berlangsung dalam suasana menggembirakan dan mengasyikkan. Oleh karena itu, sekolah tidak hanya memberikan stimuli dalam aktivitas kurikuler yang sudah digariskan dalam kurikulum saja, tetapi juga menyediakan ladang yang subur di luar kurikuler dalam bentuk aktivitas ekstrakurikuler.

          Ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/ madrasah (Depdiknas, 2006:13). Kegiatan kurikuler merupakan wahana untuk mengembangkan kompetensi peserta didik yang bertujuan memberikan kesempatan untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan proses yang sistematis dan sadar dalam membudayakan peserta didik agar memiliki kedewasaan sebagai bekal kehidupannya. kegiatan ekstrakurikuler memberikan ruang yang tepat kepada peserta didik untuk mempraktikkan secara langsung (learning by doing) berbagai aktivitas yang dapat diarahkan pada upaya pembentukan karakter tertentu.

          Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu jalur pembinaan kesiswaan. Kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti dan dilaksanakan oleh siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah, bertujuan agar siswa dapat memperkaya dan memperluas diri. Memperluas diri ini dapat dilakukan dengan memperluas wawasan pengetahuan dan mendorong pembinaan sikap dan nilai-nilai.

          Berdasarkan paparan di atas maka sudah selayaknya jika disusun dan dikembangkan panduan teknis kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dasar, sehingga memberikan kemudahan bagi pemangku kepentingan pendidikan dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler khususnya di sekolah dasar. Upaya ini perlu dilakukan secara terus menerus karena kegiatan ekstrakurikuler bukan menjadi pelengkap semata dalam proses pendidikan secara menyeluruh di sekolah. Sekolah perlu menyusun rencana, pelaksanaan, evaluasi, pengembangan, dan tindak lanjut agar ekstrakurikuler tidak hanya sekedar pengisi waktu luang siswa akan tetapi merupakan sarana yang penting dalam mengembangan potensi peserta didik.

          Tujuan
          Panduan teknis pengembangan kegiatan ekstrakuriler di sekolah dasar bertujuan:
          1. Memberikan acuan operasional dalam mengembangkan program kegiatan ekstrakurikuler khususnnya di sekolah dasar.
          2. Memberikan acuan operasional dalam pelaksanaan dan penilaian kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dasar.
          3. Memberikan acuan operasional dalam pembinaan berkelanjutan dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dasar.
          4. Sebagai acuan kepada satuan pendidikan dalam menyelenggarakan Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan agar pelaksanaannya dapat menjadi efektif.

          Konsep Kegiatan Ekstrakurikuler
          Pengertian
          1. Ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kurikulum standar sebagai perluasan dari kegiatan kurikulum dan dilakukan di bawah bimbingan sekolah dengan tujuan untuk mengembangkan kepribadian, bakat, minat, dan kemampuan peserta didik yang lebih luas atau di luar minat yang dikembangkan oleh kurikulum.
          2. Ekstrakurikuler wajib merupakan program ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh peserta didik, terkecuali bagi peserta didik dengan kondisi tertentu yang tidak memungkinkannya untuk kegiatan ekstrakurikuler tersebut.
          3. Ekstrakurikuler pilihan merupakan program ekstrakurikuler yang dapat diikuti oleh peserta didik sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing.

          Komponen Kegiatan Ekstrakurikuler
          1. Visi
          Ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kurikulum standar sebagai perluasan dari kegiatan kurikulum dan dilakukan di bawah bimbingan sekolah dengan tujuan untuk mengembangkan kepribadian, bakat, minat, dan kemampuan peserta didik yang lebih luas atau di luar minat yang dikembangkan oleh kurikulum. Visi kegiatan ekstra kurikuler adalah berkembangnya potensi, bakat dan minat secara optimal, serta tumbuhnya kemandirian dan kebahagiaan peserta didik yang berguna untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

          2. Misi
          Misi kegiatan ekstarkurikuler adalah menyediakan sejumlah kegiatan yang dapat dipilih oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat peserta didik, menyelenggarakan kegiatan yang memberikan kesempatan peserta didik mengespresikan diri secara bebas melalui kegiatan mandiri dan atau kelompok.

          3. Fungsi
          Kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan memiliki fungsi pengembangan, sosial, rekreatif, dan persiapan karir.
          1. Fungsi pengembangan, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mendukung perkembangan personal peserta didik melalui perluasan minat, pengembangan potensi, dan pemberian kesempatan untuk pembentukan karakter dan pelatihan kepemimpinan.
          2. Fungsi sosial, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. Kompetensi sosial dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperluas pengalaman sosial, praktek keterampilan sosial, dan internalisasi nilai moral dan nilai sosial.
          3. Fungsi rekreatif, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dilakukan dalam suasana rileks, menggembirakan, dan menyenangkan sehingga menunjang proses perkembangan peserta didik. Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat menjadikan kehidupan atau atmosfer sekolah lebih menantang dan lebih menarik bagi peserta didik.
          4. Fungsi persiapan karir, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik melalui pengembangan kapasitas.
          4. Tujuan
          Tujuan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dasar adalah sebagai berikut:
          a. Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik.
          b. Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat mengembangkan potensi, bakat dan minat peserta didik dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya.

          5. Prinsip
          Untuk itu maka kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dasar dikembangkan dengan prinsip sebagai berikut :
          1. Bersifat individual, yaitu bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan sesuai dengan potensi, bakat, dan minat peserta didik masing-masing.
          2. Bersifat pilihan, yaitu bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan sesuai dengan minat dan diikuti oleh peserta didik secara sukarela.
          3. Keterlibatan aktif, yaitu bahwa kegiatan ekstrakurikuler menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh sesuai dengan minat dan pilihan masing-masing.
          4. Menyenangkan, yaitu kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan dalam suasana yang menggembirakan bagi peserta didik.
          5. Membangun etos kerja, yaitu bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan dan dilaksanakan dengan prinsip membangun semangat peserta didik untuk berusaha dan bekerja dengan baik dan giat.
          6. Kemanfaatan sosial, yaitu bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan dan dilaksanakan dengan tidak melupakan kepentingan masyarakat

          6. Jenis dan Format Kegiatan Ekstrakurikuler
          Jenis Kegiatan ekstrakurikuler adalah sebagai berikut.
          a. Krida, yang meliputi kepramukaan, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Dokter Kecil, Palang Merah Remaja (PMR), Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), dan lain-lain. Khusus untuk kegiatan Pramukawajib bagi siswa untuk semua jenjang pendidikan (Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Atas/Sederajat).
          b. Karya Ilmiah, meliputi Kegiatan Karya Ilmiyah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian, dan lain-lain.
          c. Latihan/Olah bakat/prestasi, meliputi pengembangan bakat olahraga,seni dan budaya, cinta alam, jurnalistik, teather, keagamaan, dan lain-lain.
          d. Jenis lainnya, yang disesuikan dengan karakteristik dan potensi sekolah atau lingkungan sekitar, serta daerah.

          Format kegiatan ekstrakurikuler dapat dilaksanakan melalui berbagai bentuk kegiatan diantaranya:
          a. Individual, yaitu kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh peserta didik secara perorangan.
          b. Kelompok, yaitu kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik
          c. Klasikal, yaitu kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh peserta didik dalam satu kelas.
          d. Gabungan, yaitu kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh peserta didik antar kelas.
          e. Lapangan, yaitu kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar sekolah atau kegiatan lapangan.

            Download Buku Panduan Teknis Kegiatan Ekstrakurikuler di SD

            Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas buku Panduan Teknis Kegiatan Ekstrakurikuler di SD ini silahkan lihat di bawah ini:

            Panduan Teknis Kegiatan Ekstrakurikuler di SD



            Download File:
            Panduan Teknis Kegiatan Ekstrakurikuler di SD (Sekolah Dasar).pdf

            Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file buku Panduan Teknis Kegiatan Ekstrakurikuler di SD. Semoga bisa bermanfaat.
            Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

            Diposting oleh Pada 5/15/2017 10:10:00 AM dengan No comments

            Berikut ini adalah berkas Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

            Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
            Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

            Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

            Berikut ini kutipan keterangan dari isi Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah:

            PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TENTANG PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN SEBAGAI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER WAJIB PADA PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH.

            Pasal 1
            Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
            1. Pendidikan Kepramukaan adalah proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia pramuka melalui penghayatan dan pengamalan nilai nilai kepramukaan;
            2. Satuan Pendidikan adalah Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), dan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK).
            3. Gerakan Pramuka adalah organisasi yang dibentuk oleh pramuka untuk menyelenggarakan pendidikan kepramukaan;
            4. Pramuka adalah warga negara Indonesia yang aktif dalam pendidikan kepramukaan serta mengamalkan Satya Pramuka dan Darma Pramuka;
            5. Kepramukaan adalah segala aspek yang berkaitan dengan pramuka;
            6. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan; 

            Pasal 2
            (1) Pendidikan Kepramukaan dilaksanakan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler wajib pada pendidikan dasar dan menengah.

            (2) Kegiatan Ekstrakurikuler wajib merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik;

            Pasal 3
            (1) Pendidikan Kepramukaan dilaksanakan dalam 3 (tiga) Model meliputi Model Blok, Model Aktualisasi, dan Model Reguler.

            (2) Model Blok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kegiatan wajib dalam bentuk perkemahan yang dilaksanakan setahun sekali dan diberikan penilaian umum.

            (3) Model Aktualisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kegiatan wajib dalam bentuk penerapan sikap dan keterampilan yang dipelajari didalam kelas yang dilaksanakan dalam kegiatan Kepramukaan secara rutin, terjadwal, dan diberikan penilaian formal.

            (4) Model Reguler sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kegiatan sukarela berbasis minat peserta didik yang dilaksanakan di Gugus depan.

            Pasal 4
            Pendidikan Kepramukaan berisi perpaduan proses pengembangan nilai sikap dan keterampilan.

            Pasal 5
            (1) Pola Kegiatan Pendidikan Kepramukaan diwujudkan dalam bentuk upacara dan keterampilan Kepramukaan dengan menggunakan berbagai metode dan teknik.

            (2) Upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi upacara pembukaan dan penutupan.

            (3) Keterampilan Kepramukaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sebagai perwujudan komitmen Kepramukaan dalam bentuk pembiasan dan penguatan sikap dan keterampilan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

            (4) Metode dan teknik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan dalam bentuk belajar interaktif dan progresif disesuaikan dengan kemampuan fisik dan mental peserta didik.

            Pasal 6
            (1) Penilaian dalam Pendidikan Kepramukaan dilaksanakan dengan menggunakan penilaian yang bersifat otentik mencakup penilaian sikap dan keterampilan.

            (2) Penilaian sikap sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan menggunakan penilaian berdasarkan pengamatan, penilaian diri, dan penilaian teman sebaya.

            (3) Penilaian keterampilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan menggunakan penilaian unjuk kerja.

            (4) Penilaian sikap dan keterampilan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) menggunakan jurnal pendidik dan portofolio.

            Pasal 7
            (1) Pengelolaan Pendidikan Kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib pada satuan pendidikan dasar dan menengah merupakan tanggung jawab kepala sekolah dengan pelaksana pembina pramuka. 

            (2) Pembina Pramuka sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Guru kelas/Guru mata pelajaran yang telah memperoleh sertifikat paling rendah kursus mahir dasar atau Pembina Pramuka yang bukan guru kelas/guru mata pelajaran.

            (3) Guru kelas/guru mata pelajaran yang melaksanakan tugas tambahan sebagai Pembina Pramuka dihitung sebagai bagian dari pemenuhan beban kerja guru dengan beban kerja paling banyak 2 jam pelajaran per minggu.

            Pasal 8
            (1) Pendidikan Kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib merujuk pada Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib dan Prosedur Operasi Standar (POS) Penyelenggaraan Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib.

            (2) Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

            (3) Prosedur Operasi Standar (POS) Penyelenggaraan Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

            Pasal 9
            Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

              Download Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

              Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:



              Download File:

              Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.pdf
              Lampiran I Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 - Pedoman Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah .pdf
              Lampiran II Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 - Prosedur Operasi Standar (POS) Penyelenggaraan Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib.pdf

              Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Semoga bisa bermanfaat.
              Contoh Program Kerja Ekstrakurikuler Kesenian (Seni Budaya) SMP

              Diposting oleh Pada 5/14/2017 07:59:00 PM dengan No comments

              Berikut ini adalah berkas Contoh Program Kerja Ekstrakurikuler Kesenian (Seni Budaya) SMP.

              Contoh Program Kerja Ekstrakurikuler Kesenian (Seni Budaya) SMP
              Contoh Program Kerja Ekstrakurikuler Kesenian (Seni Budaya) SMP

              Contoh Program Kerja Ekstrakurikuler Kesenian (Seni Budaya) SMP

              Berikut ini kutipan teks dari isi Contoh Program Kerja Ekstrakurikuler Kesenian (Seni Budaya) SMP:

              Program ekstra kurikuler kesenian ini dibuat sebagai acuan bagi kami selaku pembina dan pelatih kegiatan ekstra kurikuler kesenian selama satu tahun. Program kerja ini memuat tujuan dan manfaat, materi,dan jadwal kegiatan ekstrakurikuler kesenian.

              Latar Belakang
              Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban manusia.

              Sehubungan dengan hal tersebut diatas yang tersurat pula dalam Struktur Kurikulum mata pelajaran Seni Budaya yakni penanaman nilai edukasi dan estetika yang berakar pada tradisi seni budaya.

              Salah satu tujuan Pendidikan Seni Budaya adalah menggali kemampuan, bakat, dan minat siswa dalam berolah seni dan rasa, baik rasa musikal, peran, gerak maupun rupa.Karena tidak seimbangnya kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa dengan alokasi waktu yang tersedia, maka diperlukan waktu ekstra di luar jam pelajaran sebagai sarana pengembangan diri dari kemampuan yang harus dimiliki dalam Intra Kurikuler.

              Dasar Hukum
              1. Program Kerja Sekolah
              2. Program Kerja OSIS
              Tujuan Kegiatan
              1. Memperhalus rasa yang ada pada siswa agar mampu mengapresiasi dan mengekspresikan nilai-nilai seni yang ada pada dirinya.
              2. Sebagai pengembangan kegiatan Intra Kurikuler Seni Musik.
              3. Mengenalkan dan menanamkan rasa cinta siswa terhadap seni musik yang ada di Indonesia terutama seni tradisional Jawa Barat.
              4. Sebagai sarana dan wadah untuk menggali ekspresi, potensi bakat dan minat siswa dalam berolah seni.
              Sasaran Kegiatan
              Sasaran utama dari kegiatan ektra kurikuler seni musik ini adalah peserta didik SMP kelas VII, VIII dan IX yang berminat untuk mengembangkan potensi seni yang dimilikinya untuk lebih berkembang dan berdaya saing.

                Download Contoh Program Kerja Ekstrakurikuler Kesenian (Seni Budaya) SMP

                Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Contoh Program Kerja Ekstrakurikuler Kesenian (Seni Budaya) SMP ini silahkan lihat atau unduh pada link di bawah ini:

                Contoh Program Kerja Ekstrakurikuler Kesenian (Seni Budaya) SMP



                Download File:
                Contoh Program Kerja Ekstrakurikuler Kesenian (Seni Budaya) SMP.docx

                Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Contoh Program Kerja Ekstrakurikuler Kesenian (Seni Budaya) SMP. Semoga bisa bermanfaat.
                Permendikbud Tentang Kegiatan Ekstrakurikuler Sekolah

                Diposting oleh Pada 5/08/2017 04:29:00 PM dengan No comments

                Berikut ini adalah berkas Permendikbud Tentang Kegiatan Ekstrakurikuler Sekolah yaitu Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 Tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

                Permendikbud Tentang Kegiatan Ekstrakurikuler Sekolah
                Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 Tentang Kegiatan Ekstrakurikuler

                Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 Tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

                Berikut ini kutipan keterangan dari isi Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 Tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah:

                PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TENTANG KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PADA PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH

                Pasal 1
                Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
                1. Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler, di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan.
                2. Satuan pendidikan adalah Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), dan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK).

                Pasal 2
                Kegiatan Ekstrakurikuler diselenggarakan dengan tujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional.

                Pasal 3
                (1) Kegiatan Ekstrakurikuler terdiri atas:
                a. Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib; dan
                b. Kegiatan Ekstrakurikuler Pilihan.

                (2) Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan Kegiatan Ekstrakurikuler yang wajib diselenggarakan oleh satuan pendidikan dan wajib diikuti oleh seluruh peserta didik. 

                (3) Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a berbentuk pendidikan kepramukaan.

                (4) Kegiatan Ekstrakurikuler Pilihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b merupakan Kegiatan Ekstrakurikuler yang dikembangkan dan diselenggarakan oleh satuan pendidikan sesuai bakat dan minat peserta didik.

                (5) Kegiatan Ekstrakurikuler Pilihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dapat berbentuk latihan olah-bakat dan latihan olah-minat.

                Pasal 4
                (1) Pengembangan berbagai bentuk Kegiatan Ekstrakurikuler Pilihan dilakukan dengan mengacu pada prinsip:
                a. partisipasi aktif; dan b. menyenangkan.

                (2) Pengembangan berbagai bentuk Kegiatan Ekstrakurikuler Pilihan dilakukan melalui tahapan:
                a. identifikasi kebutuhan, potensi, dan minat peserta didik;
                b. analisis sumber daya yang diperlukan untuk penyelenggaraannya;
                c. pemenuhan kebutuhan sumber daya sesuai pilihan peserta didik atau menyalurkannya ke satuan pendidikan atau lembaga lainnya;
                d. penyusunan program Kegiatan Ekstrakurikuler; dan e. penetapan bentuk kegiatan yang diselenggarakan;

                Pasal 5
                (1) Satuan pendidikan wajib menyusun program Kegiatan Ekstrakurikuler yang merupakan bagian dari Rencana Kerja Sekolah.

                (2) Program Kegiatan Ekstrakurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat:
                a. rasional dan tujuan umum;
                b. deskripsi setiap kegiatan ekstrakurikuler;
                c. pengelolaan;
                d. pendanaan; dan e. evaluasi.

                (3) Program Kegiatan Ekstrakurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disosialisasikan kepada peserta didik dan orangtua/wali pada setiap awal tahun pelajaran.

                Pasal 6
                (1) Pelaksanaan program Kegiatan Ekstrakurikuler mempertimbangkan penggunaan sumber daya bersama yang tersedia pada gugus sekolah atau klaster sekolah.

                (2) Penggunaan sumber daya bersama sebagaimana dimaksud pada ayat (4) difasilitasi oleh pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya.

                Pasal 7
                (1) Satuan pendidikan memberikan penilaian terhadap kinerja peserta didik dalam Kegiatan Ekstrakurikuler secara kualitatif dan dideskripsikan pada rapor peserta didik. 

                (2) Satuan pendidikan melakukan evaluasi Program Kegiatan Ekstrakurikuler pada setiap akhir tahun ajaran untuk mengukur ketercapaian tujuan pada setiap indikator yang telah ditetapkan.

                (3) Hasil evaluasi Program Kegiatan Ekstrakurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (2) digunakan untuk penyempurnaan Program Kegiatan Ekstrakurikuler tahun ajaran berikutnya.

                Pasal 8
                Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah menggunakan Pedoman sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

                Pasal 9
                Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, ketentuan dalam Peraturan Menteri Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum yang mengatur mengenai Kegiatan Ekstrakurikuler dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

                Pasal 10
                Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

                  Download Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 Tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

                  Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 Tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah ini silahkan lihat di bawah ini:



                  Download File:
                  Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 Tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.pdf

                  Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 Tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Semoga bisa bermanfaat.
                  Contoh Program Kerja PMR (Palang Merah Remaja)

                  Diposting oleh Pada 5/08/2017 01:34:00 PM dengan No comments

                  Berikut ini adalah berkas Contoh Program Kerja PMR (Palang Merah Remaja). Download file format .doc atau .docx Microsoft Word. Contoh Program Kerja PMR ini bisa disesuaikan untuk digunakan di SMO, SMA, atau SMK dan lain-lain.

                  Contoh Program Kerja PMR (Palang Merah Remaja)
                  Contoh Program Kerja PMR (Palang Merah Remaja)

                  Contoh Program Kerja PMR (Palang Merah Remaja)

                  Berikut ini kutipan teks dari berkas Contoh Program Kerja PMR (Palang Merah Remaja):

                  Latar Belakang
                  Generasi muda adalah suatu masa kehidupan yang dituntut untuk aktif dalam kehidupan berorganisasi, hal ini perlu dalam membekali generasi muda tersebut tentang sikap kepemimpinan, kedisiplinan serta sikap tanggung jawab.

                  Pembinaan kesiswaan sebagai bagian dari pembinaan generasi muda dilaksanakan melalui Intrakulikuler dan Ekstrakulikuler. Kegiatan Ekstrakulikuler dapat dijadikan wadah untuk menampung berbagai aktifitas dan kreatifitas Siswa.

                  Palang Merah Remaja (PMR) yang merupakan satu-satunya Organisasi Siswa di SMP, dapat dijadikan sarana untuk membekali siswa dengan sikap kepemimpinan, kedisiplinan dan tanggung jawab.

                  Agar PMR dapat diselenggarakan secara baik dan dapat mencapai tujuan yang dikehendaki, maka perlu kiranya segala kegiatan yang akan dilaksanakan oleh PMR direncanakan secara matang dan tertib dan sekaligus menyusun program yang baik termasuk bagian untuk menuju kepada sikap kepemimpinan, kedisiplinan dan tanggung jawab.

                  Dasar
                  Penyusunan Program Kerja ini didasarkan kepada :
                  1. Undang undang No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional
                  2. Keputusan Mendikbud RI No. 0323/U/1978 tentang Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda
                  3. Keputusan Mendikbud No. 0661/U/1981 tentang Pembinaan Kesiswaan
                  4. Keputusan Dirjen Dikdasmen Depdikbud RI No. 0226/C/Kep/0/1992 tentang Pedoman Pembinaan Kesiswaan
                  5. Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar
                  6. Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah
                  7. Surat Keputusan Pengurus PMI Cabang Garut No. 78/S.KP/PC/PENG/99 tentang Pengesahan Nomor Register PMR Unit Sewilayah PMI Cabang Garut
                  8. Keputasan Kepala Sekolah No. 421.3/037 Tentang Pembinaan PMR

                  Maksud dan Tujuan
                  1. Sebagai Pedoman Kerja PMR SMPdalam melaksanakan kegiatan-kegiatan jangka waktu satu tahun mendatang
                  2. Untuk mengarahkan kegiatan siswa dalam usaha menumbuhkan sikap kepemimpinan, kedisiplinan dan tanggung jawab
                  3. Upaya untuk memeberikan dorongan kepada PMR agar dapat melaksanakan suatu kegiatan secara terencana dan terkendali
                  4. Memajukan kegiatan keorganisasian di SMP.

                  Ruang Lingkup
                  Ruang Lingkup Penyusunan Program Kerja ini adalah :
                  1. Pelaksanaan dan Evaluasi Program PMR tahun lalu
                  2. Rincian Kegiatan
                  3. Jadwal Kegiatan
                  4. Pembiayaan Kegiatan PMR SMP tahun ..../....

                  Sistematika
                  Program Kerja ini disusun dengan sistematika sebagai berikut :

                  BAB I PENDAHULUAN
                  A Latar Belakang
                  B. Dasar
                  C. Maksud dan Tujuan
                  D. Ruang Lingkup 
                  E. Sistematika

                  BAB II PENGORGANISASIAN
                  A. Susunan Kepengurusan PMR 
                  B. Rincian Tugas dan Tanggung Jawab Pengurus PMR
                  C. Mekasnisme Pembinaan Koordinasi Pengurus PMR SMP Masa Bakti ...../.....
                  D. Rincian Kegiatan PMR Masa Bhakti ..../....
                  E. Jadwal Kegiatan PMR Masa Bhakti ..../.....

                  BAB III P E N U T U P
                  A Saran-saran
                  B Kesimpulan

                  Lampiran-lampiran 

                    Download Contoh Program Kerja PMR (Palang Merah Remaja)

                    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Contoh Program Kerja PMR (Palang Merah Remaja) ini silahkan lihat di bawah ini:

                    Contoh Program Kerja PMR (Palang Merah Remaja)


                    Download File:
                    Contoh Program Kerja PMR.doc

                    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Contoh Program Kerja PMR (Palang Merah Remaja). Semoga bisa bermanfaat.

                    Formulir Kontak

                    Nama

                    Email *

                    Pesan *