Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia

Diposting oleh Pada 8/12/2017 05:43:00 PM dengan 1 comment

Berikut ini adalah berkas Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia. Download file PDF untuk bahan media pembelajaran SKI (Sejarah dan Kebudayaan Islam), IPS, Sejarah, Geografi dan lain-lain. Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia ini diterbitkan oleh Direktorat Geografi Sejarah Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Tahun 2015.

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia

Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi berkas Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia:

Islam, kebudayaan, dan Ke-Indonesia-an adalah tema menarik untuk didiskusikan secara akademik dan secara praksis. Secara akademik para akademisi bisa mempelajari bagaimana Islam, kebudayaan dan Ke-Indonesia-an itu bisa berinteraksi secara damai, bahkan berlangsung melalui proses konvergensi, tanpa melalui benturan-benturan sebagaimana terjadi di negara-negara lain. Secara praksis, proses itu terus menjadi pijakan bagi pembentukan dan penguatan indonesia, untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan meskipun terdapat keragaman.

Penulisan buku Sejarah Kebudayaan Islam di Indonesia sengaja dilakukan, karena itu, bukan hanya untuk kepentingan akademik, juga untuk kepentingan praksis, yakni untuk memperkokoh jatI diri bangsa Indonesia. Sebagai agama yang dianut oleh mayoritas penduduk Indonesia, Islam telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jati diri bangsa Indonesia. Mengingat Islam yang dianut di Indonesia tidak lepas dari konteks budaya lokal, Islam yang berkembang memiliki karakteristik tersendiri tanpa kehilangan warna Islam universal yang dianut oleh bangsa-bangsa lain.

Buku sejarah Kebudayaan Islam di Indonesia yang hadir di hadapan pembaca saat ini berupaya mengidentifikasi warisan kebudayaan Islam di Indonesia dan merumuskan isu-isu penting dan strategis menyangkut sejarah dan warisan kebudayaan Islam Indonesia; Menjadi sarana dialog antarbudaya di kalangan antaranak bangsa untuk menumbuhkan saling pemahaman dan sikap toleransi; Memberdayakan warisan kebudayaan Islam Indonesia sebagai kontribusi untuk kebudayaan/peradaban dunia.

Buku yang ditulis oleh tim sejarawan ini memberikan gambaran pokok kepada kita mengenai dimensi kebudayaan Islam di Indonesia dari masa ke masa. Pada akhirnya, selamat membaca dan semoga buku ini bermanfaat bagi pengembangan karakter budaya bangsa Indonesia.

    Download Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

    Download File:
    Sejarah Kebudayaan Indonesia Jilid 1 Akar Historis dan Awal Pembentukan Islam.pdf
    Sejarah Kebudayaan Indonesia Jilid 2 Tradisi, Intelektual dan sosial.pdf
    Sejarah Kebudayaan Indonesia Jilid 3 Institusi dan Gerakan.pdf
    Sejarah Kebudayaan Indonesia Jilid 4 Sastra dan Seni.pdf
    Sejarah Kebudayaan Indonesia Jilid 5 Khasanah Budaya Bendawi.pdf

    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia. Semoga bisa bermanfaat.
    Atlas Prasejarah Indonesia - Persebaran Situs Prasejarah Indonesia

    Diposting oleh Pada 8/11/2017 02:33:00 PM dengan No comments

    Berikut ini adalah berkas buku Atlas Prasejarah Indonesia - Persebaran Situs Prasejarah Indonesia. Download file PDF untuk bahan media pembelajaran IPS, Sejarah, Geografi dan lain-lain. Buku Atlas Prasejarah Indonesia - Persebaran Situs Prasejarah Indonesia ini diterbitkan oleh Direktorat Geografi Sejarah Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Tahun 2019, Kontributor Utama: Harry Widianto, Sofwan Noerwidi; Penyeleksi Materi: Endjat Djaenuderadjat; Penyelaras: Andi Syamsu Rijal, Fider Tendiardi; Layouter: Iwan Setiawan Bimas.

    Atlas Prasejarah Indonesia - Persebaran Situs Prasejarah Indonesia
    Atlas Prasejarah Indonesia - Persebaran Situs Prasejarah Indonesia

    Atlas Prasejarah Indonesia - Persebaran Situs Prasejarah Indonesia

    Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi berkas buku Atlas Prasejarah Indonesia - Persebaran Situs Prasejarah Indonesia:

    Dalam dua dasawarsa terakhir ini, salah satu keluhan para pendidik bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) khususnya sejarah, adalah tereduksinya alokasi waktu mata pelajaran sejarah di setiap jenjang pendidikan di sekolah. Hal ini mendorong para penggiat sejarah dan para pengelola bidang kesejarahan membuat peluang lain, agar masyarakat terutama generasi muda tetap dapat lebih mengerti dan memahami sejarah bangsanya, baik melalui jalur pendidikan sekolah maupun jalur non formal. Selama ini karya-karya sejarah dengan pelbagai aspek yang dikaji dan ditulis oleh para pakar sebagian besar memilih topik peristiwa tertentu yang dipandang menarik perhatian publik. Dilain pihak masih banyak kesenjangan yang perlu dipenuhi dan disampaikan kepada masyarakat untuk pengayaan sejarah diantaranya melalui aspek kesejarahan masa pra-sejarah.

    Setelah kemerdekaan telah banyak dihasilkan temuan-temuan baru oleh para ilmuwan tentang peninggalan pra-sejarah yang melahirkan berbagai teori tentang persebaran etnik, bentuk dan berbagai jenis peninggalannya yang merupakan keragaman dari pelangi peradaban masyarakatnya. Namun publikasi Atlas Pra-sejarah Indonesia yang komprehensif belum banyak diterbitkan. Pemerintah melalui Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional (ISDN) pada tahun 1980-an pernah menerbitkan Peta Sejarah tiap provinsi di Indonesia. Karena peta tersebut dibuat dengan pendekatan wilayah provinsi dan kronologis maka informasinya masih terbatas. Hal ini juga yang menyebabkan benang merah dari persebaran peninggalan pra-sejarah tersebut terlihat sepotong-potong dan tidak komprehensif.

    Berdasarkan hasil-hasil penulisan peta tersebut maka sudah saatnya dikaji kembali asal-usul keberadaan manusia dengan mengungkapkan bukti-bukti peninggalan masa lalu dengan menggunakan pendekatan deskriptif naratif sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih lengkap baik secara virtual maupun tekstual. Dengan pendekatan tersebut diharapkan materi ini dapat menjadi sumbangan penting untuk menambah pengetahuan dan wawasan terutama pembangunan nation and character building yang meliputi kesadaran sejarah dan budaya di Indonesia.

    Berdasarkan pengamatan secara tidak mendalam terhadap karya-karya tersebut maka Direktorat Geografi Sejarah sebagai salah satu unit di bawah Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala, Kementeriaan Kebudayaan dan Pariwisata, yang dalam visinya “Terwujudnya pemahaman dan pemanfataan geografi kesejarahan dalam rangka memperkokoh ketahanan nasional dan integritas bangsa”, maka salah satu kegiatan penyusunan buku “Atlas Pra-sejarah Indonesia” sangat penting.

    Buku “Atlas Pra-sejarah Indonesia” ini berisi tentang sebaran artefak, ekofak, situs pra-sejarah di tanah air dengan berbagai bentuknya, serta gambaran wilayah geografis Indonesia sejak ribuan bahkan jutaan tahun lalu yang terbentuk melalui proses evolusi. Selain itu juga menjelaskan sejak kapan manusia mendiaminya, bagaimana proses penghunian dan perkembangan budayanya sebagai wujud dari strategi adaptasi terhadap lingkungan, dan lain sebagainya. 

    Namun demikian, atlas pra-sejarah ini masih jauh dari lengkap, kendati kami sudah berusaha mengisi ruang-ruang kosong kajian dengan melakukan penulisan yang mencakup hampir seluruh provinsi di Indonesia. Pilihan sumber yang kemudian diolah dilakukan melalui pilihan yang dianggap mewakili dan menonjol di masing-masing provinsi di Indonesia. Namun pilihan tersebut mungkin saja tidak jauh lebih baik dengan yang tidak terpilih sehingga tidak tercantum dalam atlas ini. Kealpaan itu disebabkan data yang diterima memiliki kualitas yang tidak baik, seperti ketiadaan foto, gambaran umum tentang benda peninggalan yang minim, cakupan dan kandungan benda peninggalan jauh dari lengkap. Mungkin saja data yang lebih lengkap ada di daerah atau instansi lain. Keterbatasan waktu dan ketiadaan alokasi kunjungan ke daerah dalam proses penyusunan atlas juga menjadi kendala sehingga pengumpulan sumber lebih bertumpu pada studi dokumen atau pustaka.

    Terlepas dari kendala yang dihadapi, sajian ini dapat menggambarkan sebaran dominan peninggalan pra-sejarah tertentu di tanah air. Diantaranya adalah lukisan cap di dinding gua pra-sejarah (rock art painting) yang sebarannya banyak terdapat di wilayah Indonesia bagian timur, meskipun akhir- akhir ini telah ditemukan pula di Sumatera Selatan. Sebaliknya sebaran punden berundak lebih banyak dijumpai di wilayah Indonesia bagian barat. Kjoeekenmoddinger lebih spesifik lagi hanya dijumpai di Sumatera bagian utara termasuk pulau Bintan.

    Buku atlas pra-sejarah Indonesia ini memberikan gambaran umum tentang jenis kekayaan budaya, meskipun ada provinsi yang belum memiliki indikasi adanya peninggalan pra-sejarah, seperti di Bangka Belitung. Dengan hadirnya buku “Atlas Pra-sejarah Indonesia” ini diharapkan akan mendorong penelitian-penelitian lain dalam rangka menemukan peninggalan pra-sejarah, khususnya pada daerah yang memiliki sedikit temuan atau bahkan belum ditemukan indikasi adanya peninggalan pra-sejarah sehingga dapat memperkaya khasanah budaya bangsa. Kekosongan data pra-sejarah di daerah tertentu bukan merupakan hal yang final, karena penelitian yang dilakukan baik oleh instansi pusat maupun instansi daerah masih dilakukan sehingga suatu saat akan terkuak berbagai temuan baru.

      Download Buku Atlas Prasejarah Indonesia - Persebaran Situs Prasejarah Indonesia

      Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas buku Atlas Prasejarah Indonesia - Persebaran Situs Prasejarah Indonesia ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

      Download File:
      Atlas Prasejarah Indonesia - Persebaran Situs Prasejarah Indonesia.pdf

      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file buku Atlas Prasejarah Indonesia - Persebaran Situs Prasejarah Indonesia. Semoga bisa bermanfaat.
      Atlas Sejarah Indonesia Masa Islam

      Diposting oleh Pada 8/10/2017 09:22:00 PM dengan No comments

      Berikut ini adalah berkas buku Atlas Sejarah Indonesia Masa Islam. Download file PDF untuk bahan media pembelajaran IPS, Sejarah, Geografi dan lain-lain. Buku Atlas Sejarah Indonesia Masa Islam ini diterbitkan oleh Direktorat Geografi Sejarah Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Tahun 2011, Penulis: Bambang Budi Utomo, Editor: Endjat Djaenuderadjat, Layout dan Desain:  Andi Syamsu Rijal, Fider Tendiardi, Syukur Asih Suprodjo.

      Atlas Sejarah Indonesia Masa Islam

      Atlas Sejarah Indonesia Masa Islam

      Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi berkas buku Atlas Sejarah Indonesia Masa Islam):

      Buku yang berjudul Atlas Sejarah Indonesia Masa Islam menguraikan salah satu babakan sejarah Indonesia yang berlangsung mulai abad ke-13 hingga ke-17 Masehi. Pada kurun waktu empat abad ini banyak bangsa asing yang datang ke Nusantara guna keperluan dagang. Mereka datang dari jauh hanya untuk mencari komoditi yang sangat laku dijual pada kala itu, yaitu rempah-rempah. Pada waktu itu rempah-rempah, seperti cengkeh dan pala hanya dihasilkan di bumi Nusantara, khususnya di Kepulauan Maluku (Ternate, Tidore, Bacan, dan Banda).

      Implikasi dari kedatangan bangsa-bangsa asing ke Nusantara adalah masuk dan berkembangnya kebudayaan asing yang mereka bawa, termasuk juga agama dan sistem/bentuk pemerintahan, dari suatu komunitas kerajaan yang mendapat pengaruh kebudayaan India dan penganut ajaran Buddha/Hindu menjadi kerajaan yang bernuansa Islam. Di bagian timur Nusantara terdapat bentuk pemerintahan yang bernuansa Islam, sementara itu rakyatnya ada yang beragama Islam, dan ada juga yang beragama Nasrani (Katolik dan Protestan).

      Dalam penulisan sebuah buku sejarah, dihadapkan pada hambatan dalam hal sistematika penulisan. Tuntutan menguraikan kesejarahan berdasarkan wilayah provinsi sangat tidak tepat, karena pada masa lampau batasan wilayah politik/kekuasaan sebuah kerajaan tidak sama seperti wilayah provinsi sekarang. Bisa jadi wilayah kekuasaan sebuah kerajaan melampaui batas-batas provinsi sekarang. Bahkan wilayah sebuah kerajaan, dapat mencakup dua atau tiga provinsi.

      Nusantara adalah sebuah wilayah yang terdiri dari pulau-pulau. Di masing-masing pulau berdiam kelompok-kelompok masyarakat dengan corak budaya yang berbeda. Mungkin karena didorong suatu kebutuhan bersama, pada suatu saat kelompok-kelompok masyarakat ini membentuk sebuah kerajaan dan mengangkat salah seorang pemimpinnya. Bermula dari sebuah kerajaan yang kecil dengan luas wilayahnya kira-kira seluas sebuah desa, lama kelamaan menjadi besar dengan cakupan melebihi batasan alamiah seperti sungai, gunung,dan laut.

      Nusantara menerima kedatangan bangsa-bangsa asing sudah berlangsung lama. Berdasarkan data arkeologis dan data sejarah yang sampai kepada kita, bangsa asing datang ke Nusantara sejak abad pertama Masehi. Bangsa India sudah lebih dulu datang ke Nusantara, kemudian menyusul bangsa Tionghoa, Persia, Arab, dan bangsa-bangsa Eropa. Semuanya mempunyai tujuan yang sama, yaitu berdagang. Dari aktivitas perdagangan ini lama-kelamaan dibarengi dengan aktivitas penyebaran ajaran/agama. Ketika bangsa-bangsa Asia melakukan aktivitas dagang yang dibarengi dengan penyebaran agama, bangsa Eropa melakukan penjajahan di bumi Nusantara. Dimulai dari monopoli perdagangan rempah dengan cara menetapkan harga yang rendah kemudian berkembang menjadi penjajahan.

      Sekitar abad ke-15 adalah suatu masa dimana pengaruh kebudayaan asing masuk dan berkembang di Nusantara. Sebagian besar masyarakat menganggap bahwa masa itu adalah suatu masa dimana agama Islam berkembang luas di Nusantara. Akibat dari keyakinan itu banyak buku sejarah yang kajiannya dari sekitar abad ke-15 hanya menguraikan tentang agama Islam dan tinggalan budayanya. Dalam kenyataannnya, ada agama Nasrani yang juga masuk dan berkembang di wilayah tertentu di Nusantara. Dengan demikian, kajian mengenai masuk dan berkembangnya agama Nasrani di Nusantara sangat jarang dilakukan para peneliti/penulis. Ditambah lagi tinggalan budaya materinya sangat jarang ditemukan.

      Berdasarkan hal-hal yang telah dikemukakan tadi, buku Atlas Sejarah Indonesia Masa Islam ditulis dengan sistematikanya menurut pulau-pulau besar dan kelompok pulau-pulau kecil yang ada di Nusantara. Pulau-pulau besarnya terdiri dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, Papua, dan Kepulauan Sunda Kecil.

      Buku Atlas Sejarah Indonesia Masa Islam berisikan tujuh bab yang terdiri dari Bab 1. Pendahuluan, Bab 2. Sumatra: Dikenal Karena Harumnya Kapur dari Barus, Bab 3. Pulau Jawa: Tanah Para Wali, Bab 4. Kepulauan Sunda Kecil Bab 5. Kalimantan: Penghasil Batu Permata dan Kapal Kayu, Bab 6. Sulawesi: Asalnya Pelaut Pengawal Amanagappa, dan 7.Kepulauan Maluku dan Papua.

      Bab Pendahuluan berisikan tentang indikasi awal masuknya agama Islam di Nusantara melalui data artefak dan sumber-sumber tertulis. Menurut data tersebut keberadaan Islam di Nusantara dimulai sejak sekitar abad ke-10 Masehi, yaitu ketika di Nusantara sedang berjaya kerajaan yang menganut ajaran Buddha, yaitu Śrīwijaya dan Matarām. Ditulis juga corak warna Islam yang berkembang di Nusantara sebagaimana tampak dari adat istiadat dan tinggalan budayanya. Masuknya budaya Eropa juga berimplikasi pada kebudayaan di Nusantara. Selain masuknya agama Islam juga masuk agama Nasrani, meskipun jauh sebelumnya telah hadir agama Nasrani aliran Nestorian.

      Dalam Bab 2. Sumatra diuraikan tentang hasil hutan Sumatra yang menjadikan bangsa-bangsa asing untuk datang ke Sumatra. Kapur Barus merupakan barang komoditi yang menarik perhatian para saudagar karena sangat laku dipasaran. Akibat dari datangnya pengaruh asing di bumi Sumatra, maka pada abad ke-13 muncul sebuah kerajaan yang bernuansa Islam, yaitu Samudra Pasai. Setelah kerajaan ini muncul, di daerah lain muncul juga kerajaan-kerajaan yang bernuansa Islam seperti Aceh, Palembang-Darussalam, Siak-Gasib, dan Minangkabau.

      Uraian Bab 3. Pulau Jawa lebih mengetengahkan peranan bandar-bandar yang ada di pantai utara Jawa dalam kaitannya dengan penyebaran agama Islam. Bandar-bandar tersebut di kemudian hari berkembang menjadi kerajaan yang bernuansa Islam, seperti Kerajaan Demak, Banten, Cirebon, Pajang, dan Mataram. Bandar Kerajaan Sunda setelah pengislaman kemudian menjadi bandar Jakarta. Meskipun tidak pernah menjadi kerajaan, bandar ini terus berkembang dan akhirnya mencapai bentuknya sebagai kota yang terbesar di Nusantara. Gresik merupakans alah satu bandar yang tersibuk dan pernah menjadi pusat pengajaran Islam. Banyak mubaligh yang kemudian mengembangkan Islam di kawasan timur Nusantara belajar di Gresik.

      Uraian Bab 4. Rangkaian kepulauan yang juga menjadi dayatarik Nusantara bagi bangsa-bangsa asing adalah Kepulauan Sunda Kecil. Rangkaian kepulauan ini terdiri dari Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Flores dan pulau-pulau kecil lain baik yang berpenghuni maupun tidak. Sejarah mencatat hasil hutan dari daerah ini adalah sejenis kayu-kayuan, seperti kayu cendana dan kayu gaharu yang dipakai sebagai bahan pewangi. Dari sisi agama, jika dibandingkan dengan kawasan lain di Nusantara, penduduk dari kepulauan ini berbeda dengan penduduk dari pulau/kepulauan lain di Nusantara. Di Bali sebagian besar penduduknya menganut ajaran Hindu, di Lombok dan Sumbawa menganut agama Islam, dan di pulau Flores dan Sumba menganut agama Nasrani/Katolik. Keberadaan Katolik di Kepulauan Sunda Kecil dengan pusat pendidikannya di Solor, diawali ketika Portugis terdesak dari Ternate. Di daerah ujung Pulau Timur inilah para padri Katolik menyebarkan agama pada penduduk lokal. 

      Kalimantan merupakan pulau yang terbesar di Nusantara, tetapi dalam percaturan sejarah Indonesia (sejarah masa pengaruh kebudayaan India dan masuknya Islam dan kolonial) kurang dikenal meskipun kebudayaan asing yang pertama di Nusantara pernah hadir di Kalimantan. Keberadaan Islam di Kalimantan relatif belum lama. Banyak matarantai yang terputus setelah kehadiran kerajaan yang mendapat pengaruh kebudayaan India. Tiba-tiba muncul kerajaan yang bernuansa Islam seperti Kesultanan Banjar, Kesultanan Sambas, dan Kesultanan Kutai Kertanegara. Pada masa berkembangnya kerajaan yang bernuansa Islam, Kalimantan dikenal sebagai daerah penghasil batu permata dan produsen perahu/kapal. Uraian mengenai Kalimantan terdapat dalam Bab 5 Kalimantan.

      Dari Sulawesi dikenal pelaut-pelaut penjelajah Nusantara. Orang selalu mengatakan bahwa para pelaut itu berasal dari suku Bugis. Dalam kesehariannya, Suku Bugis adalah sukubangsa yang hidup dari pertanian. Pada masa berkembangnya Islam di Nusantara, di Sulawesi hadir sebuah kerajaan bahari yang bernuansa Islam, yaitu Kerajaan Gowa-Tallo. Wilayah kekuasaannya cukup luas, hampir seluas sepertiga Nusantara. Pada masa kejayaannya telah lahir semacam undang-undang kelautan/perdagangan laut yang dikenal dengan nama Amannagappa. Demikian pula dengan wilayah Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo. Dalam Bab 6 buku ini menguraikan tentang kerajaan bahari di Sulawesi dan peranannya dalam penyebaran Islam di Nusantara.

      Sejak awal millenium pertama tarikh masehi, Nusantara dikenal oleh bangsa-bangsa lain karena rempah- rempahnya. Dan hasil rempah ini konon hanya tumbuh di bumi Maluku, sebuah kepulauan yang terdapat di bagian timur Nusantara. Bersamaan itu pula, bahkan sebelumnya Islam sudah masuk. Bab 7 buku ini sebagian menguraikan tentang rempah-rempah dan pulau mana saja yang menghasilkan komoditi ini dan kerajaan-kerajaan Islam “pemilik” dari kebun rempah. Demikian pula ulasan Islam di Papua yang mayoritas pengaruh dari Kerajaan Tidore.

        Download Buku Atlas Sejarah Indonesia Masa Islam

        Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas buku Atlas Sejarah Indonesia Masa Islam ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

        Download File:
        Atlas Sejarah Indonesia Masa Islam.pdf

        Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file buku Atlas Sejarah Indonesia Masa Islam. Semoga bisa bermanfaat.
        Atlas Sejarah Indonesia Masa Klasik (Hindu - Buddha)

        Diposting oleh Pada 8/10/2017 08:26:00 PM dengan No comments

        Berikut ini adalah berkas buku Atlas Sejarah Indonesia Masa Klasik (Hindu - Buddha). Download file PDF untuk bahan media pembelajaran IPS, Sejarah, Geografi dan lain-lain. Buku Atlas Sejarah Indonesia Masa Klasik (Hindu - Buddha) ini diterbitkan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Direktorat Geografi Sejarah Tahun 2010, Penulis: Bambang Budi Utomo, Editor: Endjat Djaenuderadjat, Layout dan Desain:  Habib Subagio, Andi Syamsu Rijal, Fider Tendiardi.

        Atlas Sejarah Indonesia Masa Klasik (Hindu - Buddha)
        Atlas Sejarah Indonesia Masa Klasik (Hindu - Buddha)

        Atlas Sejarah Indonesia Masa Klasik (Hindu - Buddha)

        Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi berkas buku Atlas Sejarah Indonesia Masa Klasik (Hindu - Buddha):

        Masa Klasik Indonesia adalah suatu masa yang rentang waktunya antara sekitar abad ke-5 hingga abad ke-15 Masehi. Masa ini ditandai dengan awal masuknya beberapa unsur kebudayaan India di Nusantara (Kepulauan Indonesia), antara lain sistem pemerintahan (bentuk kerajaan atau kadātuan), religi (termasuk di dalamnya ajaran Hindu dan Buddha), bahasa dan tulisan, serta kesenian (seni pahat dalam bentuk arca dan relief, serta arsitektur dalam bentuk pertirtaan, ). Hingga saat ini awal masuknya kebudayaan India ditandai dengan prasasti yang dipahatkan pada tujuh buah yūpa (abad ke-5 Masehi) dari Kutai, Kalimantan Timur.

        Hasil-hasil budaya dalam bentuk bangunan dan arsitekturnya pada umumnya masyarakat menyebutkannya dengan nama caṇḍi. Dalam buku ini pengertian yang sudah terlanjur melekat di benak masyarakat tersebut perlu diluruskan. Arti sebenarnya kata “caṇḍi” ini kurang jelas. Dalam bahasa Jawa Kuno istilah cinaṇḍi berarti 'dimakamkan', padahal arti harfiahnya adalah 'dicaṇḍikan'. Berdasarkan pengertian itu, ada yang mengartikan bahwa caṇḍi itu tidak lain adalah bangunan pemakaman. Ada pula yang menafsirkan bahwa kata 'candi' itu berasal dari bahasa Sansekerta caṇḍikā, yaitu nama dewi Durgā dalam kedudukannya sebagai dewi kematian.

        Di Nusantara pada masa klasik Indonesia, bangunan caṇḍi dipakai sebagai bangunan suci umat Hindu. Di dalam bilik-bilik bangunan biasanya ditempatkan arca-arca pantheon (kelompok) Hindu, seperti arca Śiwa, Brāhma, Wiṣṇu, dan Ganeśa. Arca-arca ini ditempatkan pada bilik-bilik bangunan sesuai arah penjuru angin. Pada dindingnya biasanya dipahatkan relief cerita yang bersifat Hindu, seperti Ramayana dan Krĕṣṇayana.

        Pada awalnya, ketika Buddha Gautama masih hidup atau setelah kematiannya, stūpa adalah tempat penyimpanan benda suci (termasuk juga bagian anggota badan seperti rambut, kuku, dan gigi) yang pernah digunakan atau dimiliki oleh Buddha Gautama atau arhat (orang yang dianggap suci) terkemuka dalam ajaran Buddha. Stupa berbentuk setengah bulatan yang pada puncaknya diberi hiasan semacam tiang yang disebut yaṣṭi. Di bagian dasar/alas dari bentuk bulatan itu terdapat lapik.

        Bangunan-bangunan suci umat Buddha yang disebut stupa itu, di Indonesia ditemukan di Sumatera, Jawa, dan Bali. Ini bukan berarti hanya ditemukan di tiga pulau tersebut, di pulau lain juga ditemukan, tetapi dalam bentuk relief seperti di Kalimantan Barat dan Sumbawa. Di dalam bangunan stupa yang mempunyai bilik (ruangan) dan pada dinding-dindingnya biasanya ditempatkan arca-arca Buddha dan pantheonnya, seperti arca Buddha dalam berbagai sikap tangan (mudrā), Bodhisattwa, dan manusia Buddha. Dalam bentuk relief biasanya mengambil cerita-cerita Buddha, seperti Jātaka, Awadhana, dan Lalitawistara. Ada juga bangunan stupa yang masif dalam artian tidak mempunyai ruangan seperti Stupa Mahligai di Muara Takus (Riau), Unur Jiwa di Batujaya (Jawa Barat), dan Stupa Sumberawan (Jawa Timur).

        Bangunan-bangunan lain yang sering disebut candi adalah petirtaan (pemandian). Bangunan jenis ini kebanyakan ditemukan di Pulau Jawa, antara lain Candi Tikus di Trowulan, Jalatunda di Penanggungan, dan Candi Kepung di Kediri (Jawa Timur). Di Bali bangunan petirtaan ditemukan di depan Gua Gajah. Bangunan jenis ini berupa sebuah kolam dengan pancuran-pancuran air yang disebut jaladwara. Pancuran-pancuran air biasanya ditempatkan pada dinding kolam. Kadangkala pancuran air keluar dari dalam bokor yang dipegang oleh arca wanita/pria, atau kadang-kadang keluar dari payudara arca wanita.

        Buku yang berjudul Atlas Sejarah Indonesia Masa Klasik (Hindu-Buddha) ini menguraikan beberapa tinggalan budaya masa lampau yang mendapat pengaruh budaya India. Sistematika penulisannya dibagi dalam beberapa bagian menurut provinsi di Indonesia. Tidak semua provinsi di Indonesia yang jumlahnya 33 menyimpan tinggalan budaya yang mendapat pengaruh India. Provinsi-provinsi di kawasan tengah dan timur Indonesia dapat dikatakan nyaris tidak ada tinggalan budaya berciri seperti itu. Provinsi yang ada tinggalan budaya pengaruh India, seluruhnya ada 22 dan terdapat di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Sumbawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Provinsi-provinsi yang tidak mempunyai -- atau belum ditemukan-- tinggalan candi dan stupa, seperti Nangroe Aceh Darussalam, Lampung, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Barat, untuk sementara yang dituliskan hanya temuan berupa prasasti, arca, atau tinggalan budaya lain yang mendapat pengaruh budaya India.

          Download Buku Atlas Sejarah Indonesia Masa Klasik (Hindu - Buddha)

          Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas buku Atlas Sejarah Indonesia Masa Klasik (Hindu - Buddha) ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

          Atlas Sejarah Indonesia Masa Klasik (Hindu - Buddha)



          Download File:
          Atlas Sejarah Indonesia Masa Klasik (Hindu - Buddha).pdf

          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file buku Atlas Sejarah Indonesia Masa Klasik (Hindu - Buddha). Semoga bisa bermanfaat.
          RPP Silabus Geografi SMA MA Kelas 10 Semester 1 2 KTSP Berkarakter

          Diposting oleh Pada 1/23/2017 04:33:00 PM dengan No comments

          Berikut ini adalah berkas RPP Silabus Geografi SMA MA Kelas 10 Semester 1 2 KTSP Berkarakter. Download file dalam format .docx Microsoft Word dan PDF. Berkas ini mudah-mudahan berguna sebagai referensi perangkat pembelajaran ditujukan untuk Guru Mata Pelajaran Geografi di SMA dan MA atau sederajat.

          RPP Silabus Geografi SMA MA Kelas 10 Semester 1 2 KTSP Berkarakter
          RPP Silabus Geografi SMA MA Kelas 10 Semester 1 2 KTSP Berkarakter

          RPP Silabus Geografi SMA MA Kelas 10 Semester 1 2 KTSP Berkarakter

          Sebenarnya di internet sudah banyak website atau blog yang membagikan file perangkat pembelajaran berupa RPP dan silabus mata pelajaran Geografi untuk SMA dan MA ini. Tapi setidaknya ini bisa menambah sumber referensi bagi anda para pendidik yang mungkin ingin melakukan perbandingan susunan atau isi perangkat pembelajaran dengan yang sudah anda susun untuk kegiatan pembelajaran di sekolah masing-masing.

            Download RPP Silabus Geografi SMA MA Kelas 10 Semester 1 2 KTSP Berkarakter

            Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas ini silahkan lihat pada pratinjau atau file preview di bawah ini:

            RPP Silabus Geografi SMA MA Kelas 10 Semester 1 2 KTSP Berkarakter



            Download File:

            RPP Geografi SMA MA Kelas 10 Semester 1 2 KTSP Berkarakter.docxSilabus Geografi SMA MA Kelas 10 Semester 1 2 KTSP Berkarakter.docx
            Silabus Geografi SMA MA Kelas 10 Semester 1 2 KTSP Berkarakter.pdfRPP Silabus Geografi SMA MA Kelas 10 Semester 1 2 KTSP Berkarakter.pdf


            Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file RPP Silabus Geografi SMA MA Kelas 10 Semester 1 2 KTSP Berkarakter Semoga bisa bermanfaat.

            Formulir Kontak

            Nama

            Email *

            Pesan *