Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP-MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018

Diposting oleh Pada 6/11/2018 04:33:00 PM dengan No comments

Berikut ini adalah berkas Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018. Download file format  PDF.

Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018
Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018

Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP-MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018

Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi berkas Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018:

Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Keutuhan tersebut menjadi dasar dalam perumusan kompetensi dasar tiap mata pelajaran, sehingga kom- petensi dasar tiap mata pelajaran mencakup Kompetensi Dasar kelompok sikap, kompetensi dasar kelompok pengetahuan, dan Kompetensi Dasar kelompok keterampilan. Semua mata pelajaran dirancang mengikuti rumusan tersebut.

Seni Budaya untuk Kelas IX SMP/MTs yang disajikan dalam buku ini juga tunduk pada ketentuan tersebut. Seni Budaya bukan aktivitas dan materi pembelajaran yang dirancang hanya untuk mengasah kompetensi keterampilan siswa sebagaimana dirumuskan selama ini. Seni Budaya harus mencakup aktivitas dan materi pembelajaran yang memberikan kompetensi pengetahuan tentang karya seni budaya dan kompetensi sikap yang terkait dengan seni budaya. Seni Budaya dalam Kurikulum 2013 dirumuskan untuk mencakup sekaligus studi karya seni budaya untuk mengasah kompetensi pengetahuan, baik dari karya maupun nilai yang terkandung di dalamnya, praktik berkarya seni budaya untuk mengasah kompetensi keterampilan, dan pembentukan sikap apresiasi terhadap seni budaya sebagai hasil akhir dari studi dan praktik karya seni budaya.

Pembelajarannya dirancang berbasis aktivitas dalam sejumlah ranah seni budaya, yaitu seni rupa, tari, musik, dan teater yang diangkat dari tema-tema seni yang merupakan warisan budaya bangsa. Selain itu juga mencakup kajian warisan budaya yang bukan berbentuk praktik karya seni budaya. Aktivitas- aktivitas tersebut tidak hanya terkait dengan studi dan praktik karya seni budaya, melainkan juga melalui pelibatan aktif tiap siswa dalam kegiatan seni budaya yang diselenggarakan oleh kelas maupun sekolah. Sebagai mata pelajaran yang mengandung unsur muatan lokal, tambahan materi yang digali dari kearifan lokal dan relevan sangat diharapkan untuk ditambahkan sebagai pengayaan dari buku ini.

Sesuai dengan konsep Kurikulum 2013, buku ini disusun dengan mengacu pada pembelajaran Seni Budaya secara terpadu dan utuh. Keterpaduan dan keutuhan tersebut diwujudkan dalam setiap pengetahuan yang diajarkan, pembelajarannya harus dilanjutkan sampai siswa terampil dalam menyajikan pengetahuan yang dikuasainya secara konkret dan abstrak dalam bentuk atau terkait dengan karya seni budaya, dan bersikap sebagai manusia dengan rasa penghargaan yang tinggi terhadap karya-karya seni warisan budaya dan warisan budaya bentuk lainnya. 

Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diajak untuk berani mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.

Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP-MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018 berisi:

Pembelajaran Seni Lukis
  • Kompetensi Inti (KI) Kompetensi Dasar (KD)
  • Tujuan Pembelajaran
  • Peta Konsep
  • Proses Pembelajaran
  • Evaluasi dan Penilaian
  • Pengayaan

Pembelajaran Seni Patung
  • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
  • Tujuan Pembelajaran
  • Peta Konsep
  • Proses Pembelajaran
  • Evaluasi dan Penilaian
  • Pengayaan
  • Remedial
  • Interaksi dengan Orang Tua

Pembelajaran Menyanyikan Lagu Solo/Tunggal 
  • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
  • Tujuan Pembelajaran
  • Peta Konsep
  • Proses Pembelajaran
  • Evaluasi dan Penilaian
  • Pengayaan
  • Remedial
  • Interaksi dengan Orang Tua Peserta Didik

Pembelajaran Lagu Populer Dalam Sajian Vokal Grup
  • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
  • Tujuan Pembelajaran
  • Peta Konsep
  • Proses Pembelajaran
  • Evaluasi 
  • Pengayaan
  • Remedial
  • Interaksi dengan Orang Tua Peserta Didik

Pembelajaran Tari Kreasi
  • Kompetensi Inti (KI) dan Kompentsi Dasar (KD)
  • Tujuan Pembelajaran
  • Peta Konsep
  • Proses Pembelajaran
  • Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran
  • Remedial
  • Pengayaan Pembelajaran

Pembelarajan Unsur Pendukung Tari Kreasi 
  • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
  • Tujuan Pembelajaran
  • Peta Konsep
  • Proses Pembelajaran
  • Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran
  • Remedial
  • Pengayaan Pembelajaran

Pembelajaran Dasar Pemeranan Teater 
  • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
  • Proses Pembelajaran
  • Interaksi dengan Orang Tua
  • Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran
  • Rubrik Guru
  • Pengayaan Pembelajaran

Pembelajaran Perancangan Pementasan
  • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
  • Informasi untuk Guru
  • Proses Pembelajaran
  • Interaksi dengan Orang Tua
  • Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran
  • Rubrik Guru
  • Pengayaan pembelajaran

Pembelajaran Seni Grafis
  • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
  • Tujuan Pembelajaran
  • Peta Konsep
  • Proses Pembelajaran
  • Evaluasi dan Penilaian
  • Pengayaan
  • Remedial
  • Interaksi Orang Tua

Pembelajaran Pameran 
  • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
  • Tujuan Pembelajaran Pameran
  • Peta Konsep Pembelajaran
  • Proses Pembelajaran
  • Evaluasi dan Penilaian
  • Pengayaan
  • Remedial
  • Interaksi Orang Tua

Pembelajaran Bernyanyi Lagu Populer
  • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
  • Tujuan Pembelajaran
  • Peta Konsep
  • Proses Pembelajaran
  • Evaluasi
  • Pengayaan
  • Remedial
  • Interaksi dengan Orang Tua Peserta Didik

Pembelajaran Ansambel Lagu Populer
  • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
  • Tujuan Pembelajaran
  • Peta Konsep
  • Proses Pembelajaran
  • Evaluasi
  • Pengayaan
  • Remedial
  • Interaksi dengan Orang Tua

Pembelajaran Pola Lantai Tari Kreasi
  • Kompetensi Inti (KI)
  • Kompetensi Dasar (KD)
  • Tujuan Pembelajaran
  • Peta Konsep
  • Proses Pembelajaran I
  • Proses Pembelajaran II
  • Informasi untuk Guru
  • Interaksi dengan Orang Tua
  • Evaluasi Penilaian Pembelajaran
  • Remedial
  • Pengayaan Pembelajaran

Pembelajaran Meragakan Tari Kreasi
  • Kompetensi Inti (KI)
  • Kompetensi Dasar (KD)
  • Tujuan Pembelajaran
  • Peta Konsep
  • Proses Pembelajaran
  • Informasi untuk Guru
  • Interaksi dengan Orang Tua
  • Remedial
  • Pengayaan Pembelajaran

Pembelajaran Penulisan Lakon 
  • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
  • Informasi untuk Guru
  • Proses Pembelajaran
  • Materi dan Aktivitas Pembelajaran
  • Interaksi dengan Orang Tua
  • Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran
  • Rubrik Guru
  • Pengayaan Pembelajaran

Pembelajaran Pementasan Teater Berdurasi Pendek
  • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
  • Informasi untuk Guru
  • Interaksi dengan Orang Tua
  • Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran
  • Rubrik Guru
  • Pengayaan Pembelajaran

    Download Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

    Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018



    Download File:
    Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP-MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018.pdf

    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018. Semoga bisa bermanfaat.
    Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013

    Diposting oleh Pada 6/11/2018 03:24:00 PM dengan No comments

    Berikut ini adalah berkas Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013. Download buku format PDF.

    Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013
    Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013

    Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013

    Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi berkas Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013:

    Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Keutuhan tersebut menjadi dasar dalam perumusan kompetensi dasar tiap mata pelajaran, sehingga kompetensi dasar tiap mata pelajaran mencakup kompetensi dasar kelompok sikap, kompetensi dasar kelompok pengetahuan, dan kompetensi dasar kelompok keterampilan. Semua mata pelajaran dirancang mengikuti rumusan tersebut.

    Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) untuk Kelas IX SMP/MTs yang disajikan dalam buku ini juga tunduk pada ketentuan tersebut. PJOK bukan berisi materi aktivitas yang dirancang hanya untuk mengasah kompetensi keterampilan peserta didik, atau mata pelajaran yang membaginya menjadi pengetahuan tentang kesehatan dan keterampilan berolahraga. PJOK adalah mata pelajaran yang membekali siswa dengan pengetahuan tentang gerak jasmani dalam berolahraga serta faktor kesehatan yang dapat mempengaruhinya, keterampilan dalam melakukan gerak jasmani dalam berolahraga dan menjaga kesehatannya, serta sikap perilaku yang dituntut dalam berolahraga dan menjaga kesehatan sebagai suatu kesatuan yang utuh sehingga terbentuk peserta didik yang sadar kebugaran jasmani, sadar olahraga, dan sadar kesehatan.

    Aktivitasnya dirancang berbasis aktivitas terkait dengan sejumlah jenis gerak jasmani/olahraga dan usaha-usaha menjaga kesehatan yang sesuai untuk peserta didik Kelas IX SMP/MTs. Aktivitas-aktivitas tersebut dirancang untuk membuat peserta didik terbiasa melakukan gerak jasmani dan berolahraga dengan senang hati karena merasa perlu melakukannya dan sadar akan pentingnya menjaga kesehatan jasmani baik melalui gerak jasmani dan olahraga maupun dengan memperhatikan faktor-faktor kesehatan yang mempengaruhinya. Sebagai mata pelajaran yang mengandung unsur muatan lokal, tambahan materi yang digali dari kearifan lokal dan relevan dengan mata pelajaran ini sangat diharapkan untuk ditambahkan sebagai pengayaan dari buku ini.

    Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diajak menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.

    Gambaran Pelaksanaan Pembelajaran Penjasorkes
    Proses pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah-sekolah Indonesia saat ini masih memprihatinkan. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya ialah terbatasnya sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar mengajar, dan kemampuan guru PJOK yang kurang memadai. Salah satu dampak yang sangat jelas dengan kondisi ini adalah tingkat kebugaran peserta didik yang sangat rendah. 

    Seperti halnya kemampuan guru yang mengajar mata pelajaran PJOK pada satuan pendidikan SMP/MTs yang memiliki latar belakang pendidikan di luar bidang pendidikan jasmani, ada yang tamat SMA, D3 non Penjas, S1 Teknik, S1 IAIN, dan lain sebagainya. Kondisi ini pada dasarnya kurang tepat, tapi kita masih harus bersyukur mereka masih mau mengajar mata pelajaran PJOK. 

    Guru PJOK tradisional cenderung menekankan pada penguasaan keterampilan cabang olahraga yang sasaran akhirnya adalah prestasi. Pendekatan yang dilakukan seperti halnya pendekatan pelatihan olahraga. Dalam pendekatan ini, guru menentukan tugas-tugas ajarnya kepada siswa melalui kegiatan fisik tak ubahnya seperti melatih suatu cabang olahraga. Kondisi seperti ini mengakibatkan tidak optimalnya fungsi pengajaran pendidikan jasmani sebagai media pendidikan dalam rangka pengembangan kebugaran jasmani dan pribadi anak seutuhnya. 

    Penerapan model pembelajaran PJOK tradisional sering mengabaikan tugas- tugas ajar yang sesuai dengan taraf perkembangan anak. Mengajar SMP/MTs disamakan dengan anak-anak SMA. Bentuk-bentuk modifikasi baik dalam peraturan, ukuran lapangan maupun jumlah pemain kurang diterapkan di dalam proses pembelajaran, hal ini menyebabkan peserta didik tidak mampu dan gagal untuk melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru. 

    Sebagai akibat dari kondisi seperti ini, anak dapat menjadi kurang senang terhadap Pelajaran PJOK. Tugas-tugas ajar yang merupakan keterampilan kompleks itu sesungguhnya hanya mampu dilakukan oleh anak-anak yang berbakat dan berminat dalam olahraga serta anak-anak yang memiliki tingkat keterampilan gerak dasar yang tinggi. Tidak ada upaya-upaya memodifikasi tugas gerak yang kompleks menjadi tugas gerak yang sederhana, dapat diramalkan tingkat keberhasilan siswa dalam menyelesaikan tugas yang harus dipelajari akan tergolong rendah.

    Untuk itu kebutuhan akan modifikasi olahraga sebagai suatu pendekatan alternatif dalam mengajar PJOK mutlak perlu dilakukan. Guru harus memiliki kemampuan untuk melakukan modifikasi keterampilan yang hendak diajarkan agar sesuai dengan tingkat perkembangan anak.

    Karakteristik Proses Belajar Mengajar (PBM) yang Efektif
    Pembelajaran merupakan suatu proses pengembangan potensi dan pembangunan karakter setiap peserta didik sebagai hasil dari sinergi antara pendidikan yang berlangsung di sekolah, keluarga, dan masyarakat. Proses tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka menjadi kemampuan yang semakin lama semakin meningkat dalam sikap (spiritual dan sosial), pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan dirinya untuk hidup dan untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan hidup umat manusia.

    Tujuan utama pembelajaran PJOK di sekolah adalah mengembangkan kesadaran tentang arti penting aktivitas fisik untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan tubuh serta gaya hidup aktif sepanjang hayat, mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani, mengelola kesehatan dan kesejahteraan dengan benar serta pola hidup sehat, mengembangkan keterampilan gerak dasar, motorik, keterampilan, konsep/ pengetahuan, prinsip, strategi dan taktik permainan dan olahraga, meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai percaya diri, sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerja sama, pengendalian diri, kepemimpinan, dan demokratis dalam melakukan aktivitas fisik, menciptakan iklim sekolah yang lebih positif, mengembangkan kearifan lokal yang berkembang di masyarakat Indonesian, dan menciptakan suasana yang rekretif, berisi tantangan, ekspresi diri.

    Proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, menyenangkan, menantang, inspiratif, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

    Prinsip Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
    Untuk memperoleh manfaat yang optimal dari proses pembelajaran, para guru hendaknya memperhatikan prinsi-prinsip pembelajaran PJOK sebagai berikut.
    1. Di dalam mata pelajaran PJOK terdapat kompetensi dasar pengetahuan dan keterampilan. Kedua jenis kompetensi ini diajarkan tidak terpisah harus diajarkan secara bersamaan. Hal ini berarti tidak ada alokasi waktu khusus untuk belajar teori, kecuali materi kesehatan. Teori-teori berkaitan dengan konsep dan prinsip gerak diajarkan saat praktik.
    2. Dalam pembelajaran PJOK, intensitas biasanya diukur oleh perubahan denyut nadi ketika peserta didik SMP/MTs melakukan aktivitas fisik. Intensitas gerak pada pembelajaran minimal di antara 50 – 60 % (persen) dari Denyut Nadi Maksimal (DNM). Sedangkan para atlet biasanya berada di antara 70-90% DNM.
    3. Idealnya, jumlah siswa yang terlibat dalam pembelajaran di antara 20-30 peserta didik. Tetapi ukuran di Indonesia biasanya lebih tinggi, karena satu kelas biasanya terdiri dari 40 peserta didik. Selama guru mampu mengelola baik alat maupun formasi serta pengaturan kelas yang memungkinkan, rasanya tidak terlalu bermasalah jika terdapat 40 peserta didik dalam satu kelas. 
    4. Semakin banyak peserta didik mengulang satu jenis gerakan, maka semakin baik hasilnya. Oleh karena itu, guru dituntut untuk mengoptimalkan kemampuannya dalam mendayagunakan waktu, alat, fasilitas, serta kemampuannya dalam mengatur unit pembelajaran seefektif mungkin.
    5. Pengalaman “berhasil” akan muncul manakala peserta didik merasa berhasil menampilkan tugas gerak yang diberikan kepadanya karena akan teramati oleh peserta didik lain atau guru. Keberhasilan ini dapat muncul apabila tugas gerak yang tidak terlalu sulit. Di samping itu, guru juga harus menyediakan tugas gerak alternatif bagi peserta didik atau siswa yang kemampuannya belum sampai. Tugas gerak alternatif ini maksudnya adalah tugas gerak yang dimodifikasi tingkat kesulitannya, sehingga membuat peserta didik yang belum menguasainya menjadi mampu melakukannya. 
    6. Lingkungan pembelajaran PJOK harus bersuasana aman, nyaman, dan menyenangkan. Meskipun tugas gerak yang diberikan cukup menantang dan dapat membuat peserta didik lelah dan berkeringat, tetapi suasana aman, nyaman, dan menyenangkan itu tetap harus dipertahankan. Sebaliknya, suasana yang tidak mendukung sebaiknya dapat dihilangkan, di antaranya kebiasaan mengejek antarpeserta didik, kebiasaan merendahkan dari guru kepada peserta didik, kebiasaan panggilan alias yang negatif, dan sebagianya.
    7. Ketersediaan alat dan fasilitas untuk pembelajaran PJOK merupakan satu keharusan, namun apabila di sekolah tidak tersedia maka guru sebaiknya memiliki pemikiran mencari cara untuk memperbanyak alat pada saat belajar, termasuk di dalamnya dengan memodifikasi alat sederhana yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Di samping itu faktor keselamatan dalam penggunaan alat olahraga harus diperhatikan oleh guru. 
    8. Keriangan peserta didik dalam pembelajaran PJOK dapat didorong oleh berbagai sebab, di antaranya guru memberikan tugas gerak yang memang menyenangkan, permainan yang melibatkan semua peserta didik dalam suasana kompetisi yang tinggi, dengan iringan musik, atau menyediakan kesempatan bagi peserta didik mengembangkan kreativitas mereka, dan lain-lain. 
    9. Setiap unit pembelajarannya agar menyeimbangkan pengembangan aspek gerak dan keterampilan, aspek kebugaran, aspek pengetahuan, serta aspek spiritual dan sosial peserta didik.
    10. Pembelajaran PJOK dalam Implementasi Kurikulum 2013 di Satuan Pendidikan SMP/MTs Pembelajaran PJOK adalah memanfaatkan aktivisi fisik/olahraga untuk mengembangan keutuhan manusia. Artinya, bahwa melalui pembelajaran yang melibatkan unsur fisik dan aktivitas jasmani, aspek mental, emosional, sosial dan moral pun turut terkembangkan.

    Pengembangan domain keterampilan secara umum dapat diarahkan pada dua tujuan utama, pertama mencapai perkembangan aspek perseptual motorik (keterampilan gerak), dan kedua, mencapai perkembangan kebugaran jasmani. Ini menegaskan bahwa pembelajaran pendidikan jasmani harus melibatkan aktivitas fisik yang mampu merangsang kemampuan penguasaan gerak keterampilan serta sekaligus bersifat pembentukan kebugaran jasmani. 

    Pengembangan domain keterampilan gerak merujuk pada proses penguasaan suatu keterampilan atau tugas gerak yang melibatkan proses mempersepsi rangsangan dari luar, kemudian rangsangan itu diolah dan diprogramkan sampai terjadinya respons berupa tindakan yang sesuai dengan rangsangan itu (Schmidt and Wrisberg, 2000). Penekanan dari proses pembelajarannya lebih banyak ditujukan pada proses perangsangan yang bervariasi, sehingga setiap kali peserta didik akan selalu mengerahkan kemampuannya dalam mengolah informasi, ketika akan menghasilkan gerak. Dengan cara itu, kepekaan sistem saraf peserta didik semakin dikembangkan.

    Kebugaran jasmani merupakan aspek penting dari domain keterampilan, yang bertumpu pada perkembangan kemampuan biologis organ tubuh. Konsentrasinya lebih banyak pada persoalan peningkatan efisiensi fungsi faal tubuh dengan segala aspeknya sebagai sebuah sistem (misalnya sistem peredaran darah, sistem pernapasan, sistem metabolisme, dan lain-lain) (Lutan, Rusli, 2001). Kebugaran jasmani menunjuk pada aspek kualitas tubuh dan organ-organnya, seperti kekuatan (otot), daya tahan (jantung-paru), kelentukan (otot dan persendian); sedangkan kebugaran motorik menekankan aspek penampilan yang melibatkan kualitas gerak sendiri seperti kecepatan, kelincahan, koordinasi, power, keseimbangan (Baumgartner and Jackson, 1995). 

    Pengembangan domain pengetahuan mencakup pengetahuan tentang fakta, konsep, dan lebih penting lagi adalah penalaran dan kemampuan memecahkan masalah. Aspek pengetahuan dalam pendidikan jasmani, tidak saja menyangkut penguasaan pengetahuan faktual semata-mata, tetapi meliputi pula pemahaman terhadap gejala gerak dan prinsipnya, termasuk yang berkaitan dengan landasan ilmiah. Salah satu simpul dalam domain pengetahuan ini adalah peserta didik memiliki pengetahuan tentang arti penting pendikan jasmani untuk hidup sepanjang hayat. 

    Pengembangan domain sikap mencakup sifat-sifat psikologis yang menjadi unsur kepribadian yang kukuh, yakni pengendalian diri, kemampuan memotivasi diri, ketekunan, dan kemampuan untuk berempati. Tidak hanya tentang sikap sebagai kesiapan berbuat yang perlu dikembangkan, tetapi yang lebih penting adalah konsep diri dan komponen kepribadian lainnya, seperti intelegensia emosional dan watak, serta meningkatkan keteguhan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai peneguhan sikap spiritual. Konsep diri menyangkut persepsi diri atau penilaian seseorang tentang kelebihannya. Pengendalian diri merupakan kualitas pribadi yang mampu menyelaraskan pertimbangan akal dan emosi yang menjadi sifat penting dalam kehidupan sosial dan pencapaiannya untuk sukses hidup di masyarakat. Demikian juga dengan ketekunan; tidak ada pekerjaan yang dapat dicapai dengan baik tanpa ada ketekunan. Ini juga berlaku sama dengan kemampuan memotivasi diri, kemandirian untuk tidak selalu diawasi dalam menyelesaikan tugas apapun.

    Isi Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013
    Pendahuluan
    • Gambaran Pelaksanaan Pembelajaran Penjasorkes
    • Karakteristik Proses Belajar Mengajar (PBM) yang Efektif
    • Prinsip Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
    • Pembelajaran PJOK dalam Implementasi Kurikulum 2013di Satuan Pendidikan SMP/MTs
    • Penggunaan Sarana dan Prasana
    • Keamanan dan Keselamatan dalam Pembelajaran
    • Pengorganisasian Kelas (Langkah-Langkah Pembelajaran)
    • Penilaian Pembelajaran
    BAB I Aktivitas Permainan Bola Besar
    • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
    • Aktivitas Permainan Bola Besar melalui Permainan Sepak Bola
    • Aktivitas Permainan Bola Besar melalui Permainan Bola Voli
    • Aktivitas Permainan Bola Besar melalui Permainan Bola Basket
    • Penilaian Pembelajaran

    BAB II Aktivitas Permainan Bola Kecil
    • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
    • Aktivitas Permainan Bola Kecil melalui Permainan Rounders
    • Aktivitas Permainan Bola Kecil melalui Permainan Bulu Tangkis
    • Aktivitas Permainan Bola Kecil melalui Permainan Tenis Meja
    • Contoh Penilaian Pembelajaran Permaian Bola Kecil melalui Permainan Rounders 
    • Contoh Penilaian Pembelajaran Permaian Bola Kecil melalui Permainan Bulu Tangkis
    • Contoh Penilaian Pembelajaran Permainan Bola Kecil melalui Permainan Tenis Meja 
    • Umpan Balik dan Tindak Lanjut
    • Instrumen Remedial dan Pengayaan 

    BAB III Aktivitas Atletik
    • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan ndikator Pencapaian Kompetensi 
    • Aktivitas Atletik melalui Aktivitas Jalan Cepat
    • Aktivitas Atletik melalui Aktivitas Lari Jarak Pendek
    • Aktivitas Atletik melalui Aktivitas Lompat Jauh
    • Aktivitas Atletik melalui Aktivitas Lempar Cakram
    • Contoh Penilaian Pembelajaran Aktivitas Atletik melaluiAktivitas Jalan Cepat
    • Contoh Penilaian Pembelajaran Aktivitas Atletik melalui Jalan Cepat
    • Contoh Penilaian Pembelajaran Aktivitas Atletik melalui Aktivitas Lari Sambung/Estafet 
    • Aktivitas Lari Sambung/Estafet
    • Contoh Penilaian Pembelajaran Aktivitas Atletik melalui Aktivitas Lompat Jauh

    BAB IV Aktivitas Bela Diri
    • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
    • Aktivitas Bela Diri melalui Aktivitas Pencak Silat
    • Penilaian Pembelajaran Aktivitas Bela Diri melalui Pencak Silat

    BAB V Aktivitas Kebugaran Jasmani
    • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
    • Aktivitas Kebugaran Jasmani
    • Penilaian Pembelajaran Aktivitas Kebugaran Jasmani

    BAB VI Aktivitas Senam
    • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
    • Aktivitas Senam 
    • Penilaian Pembelajaran Aktivitas Senam

    BAB VII Aktivitas Gerak Berirama
    • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
    • Aktivitas Gerak Berirama
    • Aktivitas Pembelajaran Inti
    • Aktivitas Pembelajaran Gerakan Penenangan
    • Penilaian Pembelajaran Aktivitas Kebugaran Jasmani

    BAB VII Aktivitas Gerak Berirama
    • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
    • Aktivitas Gerak Berirama
    • Aktivitas Pembelajaran Inti
    • Aktivitas Pembelajaran Gerakan Penenangan
    • Penilaian Pembelajaran Aktivitas Kebugaran Jasmani

    BAB IX Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
    • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
    • Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
    • Penilaian Pembelajaran Aktivitas Air

    BAB X Aktivitas Fisik Dalam Pencegahan Penyakit 
    • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
    • Budaya Hidup Sehat
    • Hakikat Aktivitas Fisik dalam Pencegahan Penyakit
    • Penilaian Pembelajaran Pola Hidup Sehat

      Download Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013

      Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

      Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013



      Download File:
      Buku Guru PJOK Kelas 9 SMP-MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018.pdf

      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013. Semoga bisa bermanfaat.
      Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) PAUD

      Diposting oleh Pada 6/09/2018 05:26:00 PM dengan No comments

      Berikut ini adalah berkas Buku Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) PAUD. Download file format PDF. Buku ini diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Tahun 2015.

      Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) PAUD
      Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) PAUD

      Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) PAUD

      Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi berkas Buku Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) PAUD:

      Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, terdapat dua dimensi kurikulum. Dimensi pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

      Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mencakup pengembangan pada aspek struktur kurikulum, proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik, dan penilaian yang bersifat autentik. Kurikulum 2013 mengusung pengembangan pembelajaran konstruktivisme yang lebih bersifat fleksibel dalam pelaksanaan sehingga memberi ruang pada anak untuk mengembangkan potensi dan bakatnya. Model pendekatan kurikulum tersebut berlaku dan ditetapkan di seluruh tingkat serta jenjang pendidikan sejak Pendidikan Anak Usia Dini hingga Pendidikan Menengah. Keajegan model pendekatan di semua jenjang ditujukan untuk membentuk sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik yang lebih konsisten sejak awal sehingga diharapkan peserta didik mampu berkembang menjadi sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sikap beragama, kreatif, inovatif, dan berdaya saing dalam lingkup yang lebih luas.

      Sebagai jenjang paling dasar, Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini diharapkan menjadi fundamen bagi penyiapan peserta didik agar lebih siap dalam memasuki jenjang pendidikan lebih tinggi. Mengantarkan anak usia dini yang siap melanjutkan pendidikan tidak hanya terbatas pada kemampuan anak membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga dalam keseluruhan aspek perkembangan. Tanggung jawab ini harus dipikul bersama antara pemerintah, pengelola dan pendidikan PAUD, orang tua, serta masyarakat.

      Untuk menyamakan langkah, khususnya bagi para pelaksana layanan program PAUD, guna perlu diberikan pedoman, pelatihan, dan acuan-acuan yang dapat dijadikan sebagai rujukan para pendidik dalam menerapkan kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini di satuan pendidikannya.

      Pencapaian pendidikan yang lebih baik melalui penerapan Kurikulum 2013 PAUD merupakan suatu keniscayaan jika dilaksanakan bersama-sama oleh seluruh komponen.

      Pedoman Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan acuan pelaksanaan kurikulum PAUD 2013 sesuai dengan teori, filosofi, dan landasan pengembangan kurikulum tersebut yang disertai dengan contoh-contoh penerapannya.

      Pedoman disusun secara sederhana, menarik, ramah, dan aplikatif agar dapat dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan PAUD yang kondisi dan potensinya beragam, serta dapat dijadikan rujukan sesuai dengan kajian-kajian yang melandasinya.

      Pedoman implementasi Kurikulum 2013 PAUD ini merupakan contoh yang memungkinkan penyesuaian lebih lanjut degan kondisi, potensi, dan budaya setempat. Hal penting dalam Kurikulum 2013 PAUD adalah keterbukaan dalam menerima perubahan, baik perubahan dalam cara berpikir, kebiasaan, sikap, maupun cara kerja. Perubahan tersebut akan berimbas pada perubahan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. 

      Apa, Mengapa, dan Bagaimana KTSP?

      Apa Pengertian Kurikulum?
      Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab I Pasal 1 angka 19)

      Apa itu KTSP?
      Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk PAUD adalah kurikulum operasional yang dikembangkan dan dilaksanakan sesuai dengan karakteristik satuan PAUD. Artinya, kurikulum ini dibuat oleh satuan pendidikan disesuaikan dengan karakteristik satuan PAUD seperti keadaan lingkungan, peserta didik, pendidik, sarana dan prasarana, biaya, dan nilai-nilai yang mendasari, serta program yang akan dilakukan oleh satuan PAUD.

      Mengapa KTSP?
      KTSP diperlukan sebagai acuan atau panduan lembaga untuk:
      1. menyelenggarakan program lembaga
      2. melaksanakan berbagai layanan dilembaga 
      3. melaksanakan proses pembelajaran dan melakukan evaluasi hasil belajar

      Faktor-faktor Apa Saja yang Harus Diperhatikan dalam Mengembangkan KTSP?
      Dalam melakukan pengembangan KTSP memperhatikan:
      • keragaman geografis,
      • keragaman potensi sumber daya,
      • ketersediaan sarana dan prasarana yang berbeda antarsatuan pendidikan,
      • keragaman latar belakang dan kondisi sosial budaya,
      • karakteristik lembaga (misal: lingkungan, sosial, peserta didik, visi, misi, keagamaan, inklusif),
      • dll.

        Download Buku Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) PAUD

        Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) PAUD ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

        Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) PAUD



        Download File:
        Buku Pedoman Penyusunan KTSP PAUD.pdf

        Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) PAUD. Semoga bisa bermanfaat.
        Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KI & KD) SMK-MAK

        Diposting oleh Pada 6/08/2018 07:53:00 AM dengan No comments

        Berikut ini adalah berkas Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KI & KD) SMK-MAK. Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3). Download file format PDF.

        Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KI & KD) SMK-MAK
        Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KI & KD) SMK-MAK

        Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KI & KD) SMK-MAK

        Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 330/D.DS/KEP/KR/2017 Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3):

        Menimbang: 
        a. bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan jenis program pendidikan pada Sekolah Menengah Kejuruan dalam bentuk bidang/program/kompetensi keahlian, beserta dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasarnya, dengan mempertimbangkan Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan;

        b. bahwa kompetensi inti clan kompetensi dasar pendidikan menengah kejuruan yang saat ini berlaku sudah tidak sesuai dengan tuntutan perkembangan, ilmu pengetahuan, teknologi dan kebutuhan dunia kerja;

        c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3);

        Mengingat:
        1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
        2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
        3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 4496) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670); 
        4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5157);
        5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1868);
        6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 953);
        7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 21 tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 954);
        8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 955);
        9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 897);
        10. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 4678/D/KEP/MK/2016 Tahun 2016 tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan; 
        11. Keputusan KeputusanDirektur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 130/D/KEP/KR/2017 Tentang Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah Kejuruan.

        MEMUTUSKAN:

        Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH TENTANG KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN MUATAN NASIONAL (A), MUATAN KEWILAYAHAN (B), DASAR BIDANG KEAHLIAN (C1), DASAR PROGRAM KEAHLIAN (C2), DAN KOMPETENSI KEAHLIAN (C3)

        KESATU : Menetapkan Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar Pendidikan Menengah Kejuruan sebagaimana terlampir dalam keputusan ini.

        KEDUA : Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar sebagaimana dimaksud merupakan acuan dalam penyelenggaraan pembelajaran di SMK/MAK.

        KETIGA : Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar sebagaimana dimaksud terdiri dari Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3).

        KEEMPAT : Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Muatan Nasional (A) adalah kompetensi inti dan kompetensi dasar dasar yang berlaku secara nasional.

        KELIMA : Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Muatan Kewilayahan (B) adalah kompetensi inti dan kompetensi dasar yang bisa dikembangkan sesuai dengan wilayahnya.

        KEENAM : Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Dasar Bidang Keahlian (C1), adalah kompetensi inti dan kompetensi dasar yang ruang lingkup dan kedalaman materi serta beban belajarnya berlaku sama untuk seluruh kompetensi keahlian yang berada di dalam satu bidang keahlian 

        KETUJUH : Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Program Keahlian (C2), adalah kompetensi inti dan kompetensi dasar yang ruang lingkup dan kedalaman materi serta beban belajarnya berlaku sama untuk seluruh kompetensi keahlian yang berada di dalam satu program keahlian

        KEDELAPAN : Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Kompetensi Keahlian (C3), adalah kompetensi inti dan kompetensi dasar keahlian spesifik yang mewadahi kompetensi keahlian, berlaku khusus untuk kompetensi keahlian yang bersangkutan.

        KESEMBILAN : Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3) adalah bagian integral dari struktur kurikulum SMK/MAK untuk masing-masing kompetensi keahlian.

        KESEPULUH : Penyesuaian terhadap kebutuhan peningkatan kompetensi peserta didik dan pemenuhan tuntutan kompetensi di dunia kerja dan dunia industri (DU/DI) oleh masing-masing SMK/MAK atau kelompok SMK/MAK dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
        a. Penyesuaian dilakukan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dan institusi pasangan (dunia kerja/ dunia industri) agar kompetensi yang dipelajari lebih sesuai (link and match) dengan kebutuhan dunia kerja.

        b. Penyesuaian yang dilakukan berupa penambahan kompetensi dasar dan atau materi pokok dalam satu mata pelajaran, tidak boleh mengurangi ruang lingkup, kedalaman, dan bobot kompetensi dasar dan materi pokok yang telah ada.

        c. Pelaksanaan penyesuaian kompetensi dasar dan materi pokok sebagaimana dimaksud dilaksanakan sesuai dengan ketentuan penyusunan kurikulum dan ketentuan penyusunan muatan lokal bersama dengan dunia usaha/ dunia industri atau sesuai dengan Standar Kompetensi Nasional Indonesia (SKKNI). 

        KESEBELAS : Dengan ditetapkannya keputusan ini maka keputusan Direktur Jenderal Dikmen Nomor l464/D3.3/KEP/KP/2014 tentang Mata Pelajaran dan Kompetensi Dasar Kelompok Dasar Program Keahlian (C2) dan Paket Keahlian (C3) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/ Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) dinyatakan tidak berlaku untuk tahun pelajaran 20l7/2018. 

        KEDUABELAS : Keputusan Direktur Jenderal ini rnulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

        KETIGABELAS: Apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalarn keputusan ini dan atau terjadi perubahan dan perkembangan kebutuhan, akan dilakukan pdrubahan/ perbaikan sebagaimana mestinya.

          Download Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KI & KD) SMK-MAK

          Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 330/D.DS/KEP/KR/2017 Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3) ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

          Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 330/D.DS/KEP/KR/2017



          Download File:
          Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 330/D.DS/KEP/KR/2017 Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3).pdf

          Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KI-KD):

          1. Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa

          1.1 Program Keahlian Teknologi Konstruksi dan Properti

          1.2 Program Keahlian Teknik Geomatika dan Geospasial

          1.3 Program Keahlian Teknik Ketenagalistrikan

          1.4 Program Keahlian Teknik Mesin

          1.5 Program Keahlian Teknologi Pesawat Udara

          1.6 Program Keahlian Teknik Grafika

          1.7 Program Keahlian Teknik Instrumentasi Industri

          1.8 Program Keahlian Teknik Industri

          1.9 Program Keahlian Teknologi Tekstil

          1.10 Program Keahlian Teknik Kimia

          1.11 Program Keahlian Teknik Otomotif

          1.12 Program Keahlian Teknik Perkapalan

          1.13 Program Keahlian Teknik Elektronika

          2. Bidang Keahlian Energi dan Pertambangan

          2.1 Program Keahlian Teknik Perminyakan

          2.2 Program Keahlian Geologi Pertambangan

          2.3 Program Keahlian Teknik Energi Terbarukan

          3. Bidang Keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi

          3.1 Program Keahlian Teknik Komputer dan Informatika
          3.1.3 Multimedia

          3.2 Program Keahlian Teknik Telekomunikasi

          4. Bidang Keahlian Kesehatan dan Pekerjaan Sosial

          4.1 Program Keahlian Keperawatan

          4.2 Program Keahlian Kesehatan Gigi

          4.3 Program Keahlian Teknologi Laboratorium Medik

          4.4 Program Keahlian Farmasi

          4.5 Program Keahlian Pekerjaan Sosial
          4.5.2 Caregiver

          5. Bidang Keahlian Agribisnis dan Agroteknologi

          5.1 Program Keahlian Agribisnis Tanaman

          5.2 Program Keahlian Agribisnis Ternak

          5.3 Program Keahlian Kesehatan Hewan

          5.4 Program Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian

          5.5 Program Keahlian Teknik Pertanian

          5.6 Program Keahlian Kehutanan

          6. Bidang Keahlian Kemaritiman

          6.1 Program Keahlian Pelayaran Kapal Penangkap Ikan

          6.2 Program Keahlian Pelayaran Kapal Niaga

          6.3 Program Keahlian Perikanan

          6.4 Program Keahlian Pengolahan Hasil Perikanan

          7. Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen

          7.1 Program Keahlian Bisnis dan Pemasaran

          7.2 Program Keahlian Manajemen Perkantoran

          7.3 Program Keahlian Akuntansi dan Keuangan

          8. Bidang Keahlian Pariwisata

          8.1 Program Keahlian Perhotelan dan Jasa Pariwisata
          8.1.2 Perhotelan

          8.2 Program Keahlian Kuliner
          8.2.1 Tata Boga

          8.3 Program Keahlian Tata Kecantikan

          8.4 Program Keahlian Tata Busana

          9. Bidang Keahlian Seni dan Industri Kreatif

          9.1 Program Keahlian Seni Rupa
          9.1.1 Seni Lukis
          9.1.5 Animasi

          9.2 Program Keahlian Desain dan Produk Kreatif Kriya

          9.3 Program Keahlian Seni Musik

          9.4 Program Keahlian Seni Tari
          9.4.1 Seni Tari

          9.5 Program Keahlian Seni Karawitan

          9.6 Program Keahlian Seni Pedalangan

          9.7 Program Keahlian Seni Teater
          9.7.1 Pemeranan

          9.8 Program Keahlian Seni Broadcasting dan Film


          Sumber: https://psmk.kemdikbud.go.id

          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KI & KD) SMK-MAK sesuai Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 330/D.DS/KEP/KR/2017 Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3). Semoga bisa bermanfaat.
          Kurikulum PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Apa Mengapa dan Bagaimana

          Diposting oleh Pada 6/08/2018 06:07:00 AM dengan No comments

          Berikut ini adalah berkas Buku Kurikulum PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Kurikulum 2013 - Apa Mengapa dan Bagaimana. Download file format PDF. Buku pedoman kurikulum PAUD ini diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat - Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini - Tahun 2015 .

          Kurikulum PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Apa Mengapa dan Bagaimana
          Kurikulum PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Apa Mengapa dan Bagaimana

          Kurikulum PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Apa Mengapa dan Bagaimana

          Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi berkas Buku Kurikulum PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Apa Mengapa dan Bagaimana:

          Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, terdapat dua dimensi kurikulum. Dimensi pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

          Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mencakup pengembangan pada aspek struktur kurikulum, proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik, dan penilaian yang bersifat autentik. Kurikulum 2013 mengusung pengembangan pembelajaran konstruktivisme yang lebih bersifat fleksibel dalam pelaksanaan sehingga memberi ruang pada anak untuk mengembangkan potensi dan bakatnya. Model pendekatan kurikulum tersebut berlaku dan ditetapkan di seluruh tingkat serta jenjang pendidikan sejak Pendidikan Anak Usia Dini hingga Pendidikan Menengah. Keajegan model pendekatan di semua jenjang ditujukan untuk membentuk sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik yang lebih konsisten sejak awal sehingga diharapkan peserta didik mampu berkembang menjadi sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sikap beragama, kreatif, inovatif, dan berdaya saing dalam lingkup yang lebih luas.

          Sebagai jenjang paling dasar, Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini diharapkan menjadi fundamen bagi penyiapan peserta didik agar lebih siap dalam memasuki jenjang pendidikan lebih tinggi. Mengantarkan anak usia dini yang siap melanjutkan pendidikan tidak hanya terbatas pada kemampuan anak membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga dalam keseluruhan aspek perkembangan. Tanggung jawab ini harus dipikul bersama antara pemerintah, pengelola dan pendidikan PAUD, orang tua, serta masyarakat.

          Untuk menyamakan langkah, khususnya bagi para pelaksana layanan program PAUD, guna perlu diberikan pedoman, pelatihan, dan acuan-acuan yang dapat dijadikan sebagai rujukan para pendidik dalam menerapkan kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini di satuan pendidikannya.

          Pencapaian pendidikan yang lebih baik melalui penerapan Kurikulum 2013 PAUD merupakan suatu keniscayaan jika dilaksanakan bersama-sama oleh seluruh komponen.

          Pada Buku Kurikulum PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Apa Mengapa dan Bagaimana ini berisi antara lain mengenai:
          1. Apa yang mendasari pemikiran K 13 PAUD?
          2. Apakah Makna PAUD Dalam Pembangunan Bangsa? 
          3. Ke manakah Arah Pembangunan PAUD Di Indonesia?
          4. Mengapa PAUD Memerlukan Kurikulum Berkualitas?
          5. Perlukah Kurikulum Untuk Pendidikan Anak Usia Dini?
          6. Apa sajakah yang menjadi Landasan Pengembangan Kurikulum PAUD di Indonesia?
          7. Bagaimanakah Posisi Kurikulum PAUD dalam Rangka Pendidikan Nasional?
          8. Bagaimanakah Kedudukan K-13 PAUD dengan Kurikulum Pendidikan di Level Atasnya? 
          9. Bagaimanakah Keterkaitan Standar PAUD dan Kurikulum 2013 PAUD?
          10. Bagaimanakah Karakteristik Kurikulum PAUD Indonesia?
          11. Ke manakah Arah Kurikulum PAUD Indonesia?
          12. Arah Kurikulum 2013 PAUD? 
          13. Apa sajakah Karakteristik Kurikulum PAUD Indonesia?
          14. Apa Prasyarat dalam Menerapkan Kurikulum PAUD Indonesia?
          15. Bagaimana Ketentuan Pemerintah Daerah dalam Penerapan Kurikulum PAUD?
          16. Bagaimana Ketentuan Setiap Satuan PAUD dalam Penerapan Kurikulum PAUD ? 


            Download Buku Kurikulum PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Apa Mengapa dan Bagaimana

            Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Kurikulum PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Apa Mengapa dan Bagaimana ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

            Buku Kurikulum PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Apa Mengapa dan Bagaimana



            Download File:
            Buku Kurikulum PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Kurikulum 2013 - Apa Mengapa dan Bagaimana.pdf

            Sumber: http://anggunpaud.kemdikbud.go.id

            Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku Kurikulum PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Apa Mengapa dan Bagaimana. Semoga bisa bermanfaat.

            Formulir Kontak

            Nama

            Email *

            Pesan *