Bukti Fisik Akreditasi Sekolah

Diposting oleh Pada 2/12/2018 09:02:00 AM dengan No comments

Berikut ini adalah berkas Bukti Fisik Akreditasi Sekolah. Download file format .docx Microsoft Word, .pptx Microsoft PowerPoint, .xlsx Microsoft Excel dan PDF.

Bukti Fisik Akreditasi Sekolah
Bukti Fisik Akreditasi Sekolah

Bukti Fisik Akreditasi Sekolah

Berikut ini kutipan teks keterangan terkait dengan berkas Bukti Fisik Akreditasi Sekolah:

Saat ini, Akreditasi Sekolah dilakukan secara online pada aplikasi SisPenA, semua instrumen kuisioner dalam akreditasi online memerlukan jawaban berupa berkas file bukti fisik akreditasi, berbagai macam berkas dalam 8 standar nasional pendidikan dan berkas-berkas pendukung lainnya.

  1. Periksalah kelengkapan perangkat Akreditasi SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK yang terdiri atas: a. Instrumen Akreditasi; b. Petunjuk Teknis (Juknis) Pengisian Instrumen Akreditasi; c. Instrumen Pengumpulan Data dan Informasi Pendukung (IPDIP) Akreditasi; dan d. Teknik Penskoran dan Pemeringkatan Hasil Akreditasi. Keempat dokumen ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Oleh karena itu, sebelum memilih jawaban pada butir-butir pernyataan ins- trumen Saudara harus mempelajari/memahami Juknis Pengisian Instrumen Akreditasi dan mengisi Instrumen Pengumpulan Data dan Informasi Pendukung (IPDIP) Akreditasi.
  2. Isilah instrumen akreditasi SMP/MTs dengan cara memberi tanda ceklis (√) pada kotak opsi jawaban “A”, “B”, “C”, “D”, atau “E” pada butir instrumen yang meliputi 8 (delapan) komponen standar nasional pendidikan: a. komponen standar isi nomor 1—9; b. komponen standar proses nomor 10—30; c. komponen standar kompetensi lulusan nomor 31—37; d. komponen standar pendidik dan tenaga kependidikan nomor 38—56; e. komponen standar sarana dan prasarana nomor 57—80; f. komponen standar pengelolaan nomor 81—95; g. komponen standar pembiayaan nomor 96—111; dan h. komponen standar penilaian nomor 112—124. 
  3. Jawablah semua butir secara obyektif dan jujur sesuai dengan keadaan sebenarnya yang ada di Sekolah.
  4. Siapkanlah seluruh bukti fisik yang dipersyaratkan dalam Juknis Pengisian Instrumen Akreditasi dan Instrumen Pengumpulan Data dan Informasi Pendukung (IPDIP) Akreditasi yang akan digunakan oleh Tim Asesor pada saat melakukan klarifikasi, verifikasi, dan validasi.
  5. Sebelum mengisi Instrumen Akreditasi, isilah terlebih   dahulu   (a) pernyataan kepala sekolah/madrasah; dan (b) data identitas sekolah/madrasah.

Selengkapnya mengenai Petunjuk Umum Akreditasi Sekolah, silahkan lihat juga berkas-berkas:
Instrumen dan Perangkat Akreditasi SD/MI
Instrumen dan Perangkat Akreditasi SMP/MTs
Instrumen dan Perangkat Akreditasi SMA/MA
Instrumen dan Perangkat Akreditasi SMK

    Download Bukti Fisik Akreditasi Sekolah

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Bukti Fisik Akreditasi Sekolah ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

    Download File:

    1. FORMAT STANDAR ISI - Bukti Fisik Standar Isi.zip
    2. FORMAT STANDAR PROSES - Bukti Fisik Standar Proses.zip
    3. FORMAT STANDAR KOMPETENSI LULUSAN - Bukti Fisik Standar Kompetensi Lulusan.zip
    4. FORMAT STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN - Bukti Fisik Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan.zip
    5. FORMAT SARANA DAN PRASARANA - Bukti Fisik Standar Sarana dan Prasarana.zip
    6. FORMAT STANDAR PENGELOLAAN - Bukti Fisik Standar Pengelolaan.zip
    7. FORMAT STANDAR PEMBIAYAAN - Bukti Fisik Standar Pembiayaan.zip
    8. FORMAT STANDAR PENILAIAN - Bukti Fisik Standar Penilaian.zip
    Dokumen Pendudukung Lainnya I.zip
    Dokumen Pendukung Lainnya II.rar
    Format Pernyataan Kepala Sekolah.docx
    Juknis Panduan Sispena.pdf
    POS Akreditasi Sekolah.pdf


    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Bukti Fisik Akreditasi Sekolah. Semoga bisa bermanfaat.

    Lihat juga beberapa informasi dan berkas lainnya terkait dengan Akreditasi Sekolah di bawah ini.


    Petunjuk Simulasi UNBK 2018 Sinkronisasi dan Pelaksanaan untuk SMK-MAK

    Diposting oleh Pada 2/01/2018 01:30:00 PM dengan No comments

    Berikut ini adalah berkas data arsip bulan januari dan Februari 2018 yang lalu yaitu Petunjuk Simulasi UNBK 2018 Sinkronisasi dan Pelaksanaan untuk SMK-MAK. Download file format .pptx Microsoft PowerPoint.

    Petunjuk Simulasi UNBK 2018 Sinkronisasi dan Pelaksanaan untuk SMK-MK
    Petunjuk Simulasi UNBK 2018 Sinkronisasi dan Pelaksanaan untuk SMK-MAK

    Petunjuk Simulasi UNBK 2018 Sinkronisasi dan Pelaksanaan untuk SMK-MAK

    Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Petunjuk Simulasi UNBK 2018 Sinkronisasi dan Pelaksanaan untuk SMK-MAK:

    Tujuan Simulasi:
    1. Mengecek kondisi infrastruktur di sekolah 
    2. Latihan proktor dan teknisi mengikuti prosedur UNBK
    3. Latihan melaksanakan ujian UNBK.
    4. Mengecek system dan Prosedur
    5. Latihan siswa dalam pelaksanaan ujian berbasis komputer (bukan latihan materi ujian). 

    Persiapan Sekolah:
    1. Sekolah menyiapkan Server yang tercatat dalam aplikasi pendataan.
    2. Sekolah menyiapkan klien.
    3. Instalasi Jaringan Lokal
    4. Instalasi Internet yang Aktif
    5. Aplikasi Virtual Box
    6. Aplikasi UNBK semi online v12.2.0
    7. Aplikasi Browser Chrome maksimal versi 64
    8. Aplikasi ExambroClient versi 17.0428
    9. Aplikasi ExambroCBTSync 50.170406

    Persiapan Server:
    1. Masuk ke unbk.kemdikbud.go.id
    2. Download dan Cetak kartu peserta
    3. Lihat dan catat ID Server

    Instalasi
    • Instalasi Virtual Box pada server*
    • Pastikan waktu di host sesuai dengan waktu di daerah masing-masing
    • Instalasi VM UNBK ke dalam Virtual Box*
    • Instalasi ExambroCBTSync Admin pada komputer server*
    • Instalasi ExambroClient pada komputer klien*
    • Jalankan Aplikasi ExambroCBTSync
    • Pastikan adapter di virtualbox sudah di setting sesuai topologi yang tersedia di webUNBK
    • Pastikan kabel jaringan internet dan lokal di server sudah terpasang ke NIC (terdapat 2 NIC di setiap server)
    • Jalankan Aplikasi ExambroCBTSync di host server dan pastikan Nama di ExambroCBTSync sudah sesuai dengan nama Virtual, klik Start VM dan tunggu sampai masuk ke Dashboard
    • Pastikan Serial Number sudah terisi
    • Tidak diijinkan untuk menutup ExambrowAdmin selama VHD dijalankan
    • Pastikan VHD yang di gunakan berasal dari Provinsi / download dari link di web ubk.kemdikbud.go.id
    • Tidak ada Auto Patching dan pastikan CBTSync versi 12.2.0
    • Submit ID Server
    • Pastikan serial number di CBTSync telah terisi
    • Submit ID server sesuai data di web UNBK sampai dengan status di CBTSync StandBy dengan keterangan akses server pusat ditutup
    • Tunggu Jadwal Sinkronisasi sesuai info di web Sinkronisasi ( Sesuai Jadwal )
    • Jalankan Aplikasi ExambroCBTSync ( Sama dengan langkah hari sebelumnya )
    • Submit ID Server ( Pastikan tidak salah memasukkan ID Server )
    • Masuk ke Menu Backup & Hapus
    • Klik tombol Backup
    • Download file Backup
    • Klik tombol Hapus
    • Masuk ke Menu Status Download
    • Klik Refresh Status
    • Klik tombol Start Sync

      Download Petunjuk Simulasi UNBK 2018 Sinkronisasi dan Pelaksanaan untuk SMK-MAK

      Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Petunjuk Simulasi UNBK 2018 Sinkronisasi dan Pelaksanaan untuk SMK-MAK ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

      Petunjuk Simulasi UNBK 2018 Sinkronisasi dan Pelaksanaan untuk SMK-MAK



      Download File:
      PETUNJUK SIMULASI 2 SMK.pptx

      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Petunjuk Simulasi UNBK 2018 Sinkronisasi dan Pelaksanaan untuk SMK-MAK. Semoga bisa bermanfaat.
      Cara Menghitung dan Menentukan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)

      Diposting oleh Pada 11/26/2017 11:46:00 AM dengan No comments

      Berikut ini adalah berkas yang berhubungan dengan Cara Menghitung dan Menentukan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Download file format .doc atau .docx Microsoft Word dan .pptx Microsoft PowerPoint.

      Berkas tentang Cara Menghitung dan Menentukan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) ini mudah-mudahan bisa menjawab pencarian anda atau menjadi referensi terkait dengan pertanyaan seputar cara menentukan KKM kurikulum 2013, cara menghitung KKM per indikator, contoh KKM SD, format KKM, cara menentukan KKM SMP, cara menghitung KKM SD, cara menghitung KKM dengan excel, cara menghitung KKM KTSP SMA dan lain-lain.

      Cara Menghitung dan Menentukan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)
      Cara Menghitung dan Menentukan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)

      Cara Menghitung dan Menentukan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)

      Berikut ini kutipan teks dari isi berkas-berkas mengenai Cara Menghitung dan Menentukan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal):

      Pengertian Kriteria Ketuntasan Minimal
      Salah satu prinsip penilaian pada kurikulum berbasis kompetensi adalah menggunakan acuan kriteria, yakni menggunakan kriteria tertentu dalam menentukan kelulusan peserta didik. Kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan dinamakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

      KKM harus ditetapkan sebelum awal tahun ajaran dimulai. Seberapapun besarnya jumlah peserta didik yang melampaui batas ketuntasan minimal, tidak mengubah keputusan pendidik dalam menyatakan lulus dan tidak lulus pembelajaran. Acuan kriteria tidak diubah secara serta merta karena hasil empirik penilaian. Pada acuan norma, kurva normal sering digunakan untuk menentukan ketuntasan belajar peserta didik jika diperoleh hasil rata-rata kurang memuaskan. Nilai akhir sering dikonversi dari kurva normal untuk mendapatkan sejumlah peserta didik yang melebihi nilai 6,0 sesuai proporsi kurva. Acuan kriteria mengharuskan pendidik untuk melakukan tindakan yang tepat terhadap hasil penilaian, yaitu memberikan layanan remedial bagi yang belum tuntas dan atau layanan pengayaan bagi yang sudah melampaui kriteria ketuntasan minimal.

      Kriteria ketuntasan minimal ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mata pelajaran di satuan pendidikan atau beberapa satuan pendidikan yang memiliki karakteristik yang hampir sama. Pertimbangan pendidik atau forum MGMP secara akademis menjadi pertimbangan utama penetapan KKM.

      Kriteria ketuntasan menunjukkan persentase tingkat pencapaian kompetensi sehingga dinyatakan dengan angka maksimal 100 (seratus). Angka maksimal 100 merupakan kriteria ketuntasan ideal. Target ketuntasan secara nasional diharapkan mencapai minimal 75. Satuan pendidikan dapat memulai dari kriteria ketuntasan minimal di bawah target nasional kemudian ditingkatkan secara bertahap.

      Kriteria ketuntasan minimal menjadi acuan bersama pendidik, peserta didik, dan orang tua peserta didik. Oleh karena itu pihak-pihak yang berkepentingan terhadap penilaian di sekolah berhak untuk mengetahuinya. Satuan pendidikan perlu melakukan sosialisasi agar informasi dapat diakses dengan mudah oleh peserta didik dan atau orang tuanya. Kriteria ketuntasan minimal harus dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar (LHB) sebagai acuan dalam menyikapi hasil belajar peserta didik.

      Fungsi Kriteria Ketuntasan Minimal
      Fungsi kriteria ketuntasan minimal:
      1. sebagai acuan bagi pendidik dalam menilai kompetensi peserta didik sesuai kompetensi dasar mata pelajaran yang diikuti. Setiap kompetensi dasar dapat diketahui ketercapaiannya berdasarkan KKM yang ditetapkan. Pendidik harus memberikan respon yang tepat terhadap pencapaian kompetensi dasar dalam bentuk pemberian layanan remedial atau layanan pengayaan;
      2. sebagai acuan bagi peserta didik dalam menyiapkan diri mengikuti penilaian mata pelajaran. Setiap kompetensi dasar (KD) dan indikator ditetapkan KKM yang harus dicapai dan dikuasai oleh peserta didik. Peserta didik diharapkan dapat mempersiapkan diri dalam mengikuti penilaian agar mencapai nilai melebihi KKM. Apabila hal tersebut tidak bisa dicapai, peserta didik harus mengetahui KD-KD yang belum tuntas dan perlu perbaikan;
      3. dapat digunakan sebagai bagian dari komponen dalam melakukan evaluasi program pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Evaluasi keterlaksanaan dan hasil program kurikulum dapat dilihat dari keberhasilan pencapaian KKM sebagai tolok ukur. Oleh karena itu hasil pencapaian KD berdasarkan KKM yang ditetapkan perlu dianalisis untuk mendapatkan informasi tentang peta KD-KD tiap mata pelajaran yang mudah atau sulit, dan cara perbaikan dalam proses pembelajaran maupun pemenuhan sarana-prasarana belajar di sekolah;
      4. merupakan kontrak pedagogik antara pendidik dengan peserta didik dan antara satuan pendidikan dengan masyarakat. Keberhasilan pencapaian KKM merupakan upaya yang harus dilakukan bersama antara pendidik, peserta didik, pimpinan satuan pendidikan, dan orang tua. Pendidik melakukan upaya pencapaian KKM dengan memaksimalkan proses pembelajaran dan penilaian. Peserta didik melakukan upaya pencapaian KKM dengan proaktif mengikuti kegiatan pembelajaran serta mengerjakan tugas-tugas yang telah didesain pendidik. Orang tua dapat membantu dengan memberikan motivasi dan dukungan penuh bagi putra-putrinya dalam mengikuti pembelajaran. Sedangkan pimpinan satuan pendidikan berupaya memaksimalkan pemenuhan kebutuhan untuk mendukung terlaksananya proses pembelajaran dan penilaian di sekolah;
      5. merupakan target satuan pendidikan dalam pencapaian kompetensi tiap mata pelajaran. Satuan pendidikan harus berupaya semaksimal mungkin untuk melampaui KKM yang ditetapkan. Keberhasilan pencapaian KKM merupakan salah satu tolok ukur kinerja satuan pendidikan dalam menyelenggarakan program pendidikan. Satuan pendidikan dengan KKM yang tinggi dan dilaksanakan secara bertanggung jawab dapat menjadi tolok ukur kualitas mutu pendidikan bagi masyarakat.

      Prinsip Penetapan KKM
      Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal perlu mempertimbangkan beberapa ketentuan sebagai berikut:
      1. Penetapan KKM merupakan kegiatan pengambilan keputusan yang dapat dilakukan melalui metode kualitatif dan atau kuantitatif. Metode kualitatif dapat dilakukan melalui professional judgement oleh pendidik dengan mempertimbangkan kemampuan akademik dan pengalaman pendidik mengajar mata pelajaran di sekolahnya. Sedangkan metode kuantitatif dilakukan dengan rentang angka yang disepakati sesuai dengan penetapan kriteria yang ditentukan;
      2. Penetapan nilai kriteria ketuntasan minimal dilakukan melalui analisis ketuntasan belajar minimal pada setiap indikator dengan memperhatikan kompleksitas, daya dukung, dan intake peserta didik untuk mencapai ketuntasan kompetensi dasar dan standar kompetensi;
      3. Kriteria ketuntasan minimal setiap Kompetensi Dasar (KD) merupakan rata-rata dari indikator yang terdapat dalam Kompetensi Dasar tersebut. Peserta didik dinyatakan telah mencapai ketuntasan belajar untuk KD tertentu apabila yang bersangkutan telah mencapai ketuntasan belajar minimal yang telah ditetapkan untuk seluruh indikator pada KD tersebut;
      4. Kriteria ketuntasan minimal setiap Standar Kompetensi (SK) merupakan rata-rata KKM Kompetensi Dasar (KD) yang terdapat dalam SK tersebut;
      5. Kriteria ketuntasan minimal mata pelajaran merupakan rata-rata dari semua KKM-SK yang terdapat dalam satu semester atau satu tahun pembelajaran, dan dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar (LHB/Rapor) peserta didik;
      6. Indikator merupakan acuan/rujukan bagi pendidik untuk membuat soal-soal ulangan, baik Ulangan Harian (UH), Ulangan Tengah Semester (UTS) maupun Ulangan Akhir Semester (UAS). Soal ulangan ataupun tugas-tugas harus mampu mencerminkan/menampilkan pencapaian indikator yang diujikan. Dengan demikian pendidik tidak perlu melakukan pembobotan seluruh hasil ulangan, karena semuanya memiliki hasil yang setara;
      7. Pada setiap indikator atau kompetensi dasar dimungkinkan adanya perbedaan nilai ketuntasan minimal.

      Langkah-Langkah Penetapan KKM
      Penetapan KKM dilakukan oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran. Langkah penetapan KKM adalah sebagai berikut:
      1. Guru atau kelompok guru menetapkan KKM mata pelajaran dengan mempertimbangkan tiga aspek kriteria, yaitu kompleksitas, daya dukung, dan intake peserta didik dengan skema sebagai berikut: Hasil penetapan KKM indikator berlanjut pada KD, SK hingga KKM mata pelajaran;
      2. Hasil penetapan KKM oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran disahkan oleh kepala sekolah untuk dijadikan patokan guru dalam melakukan penilaian;
      3. KKM yang ditetapkan disosialisaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, yaitu peserta didik, orang tua, dan dinas pendidikan;
      4. KKM dicantumkan dalam LHB pada saat hasil penilaian dilaporkan kepada orang tua/wali peserta didik.

      Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal
      Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penentuan kriteria ketuntasan minimal adalah:
      1. Tingkat kompleksitas, kesulitan/kerumitan setiap indikator, kompetensi dasar, dan standar kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik. Suatu indikator dikatakan memiliki tingkat kompleksitas tinggi, apabila dalam pencapaiannya didukung oleh sekurang-kurangnya satu dari sejumlah kondisi sebagai berikut: (a) guru yang memahami dengan benar kompetensi yang harus dibelajarkan pada peserta didik; (b) guru yang kreatif dan inovatif dengan metode pembelajaran yang bervariasi; (c) guru yang menguasai pengetahuan dan kemampuan sesuai bidang yang diajarkan; (d) peserta didik dengan kemampuan penalaran tinggi; (e) peserta didik yang cakap/terampil menerapkan konsep; (f) peserta didik yang cermat, kreatif dan inovatif dalam penyelesaian tugas/pekerjaan; (g) waktu yang cukup lama untuk memahami materi tersebut karena memiliki tingkat kesulitan dan kerumitan yang tinggi, sehingga dalam proses pembelajarannya memerlukan pengulangan/latihan; (h) tingkat kemampuan penalaran dan kecermatan yang tinggi agar peserta didik dapat mencapai ketuntasan belajar.
      2. Kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran pada masing-masing sekolah. a. Sarana dan prasarana pendidikan yang sesuai dengan tuntutan kompetensi yang harus dicapai peserta didik seperti perpustakaan, laboratorium, dan alat/bahan untuk proses pembelajaran; b. Ketersediaan tenaga, manajemen sekolah, dan kepedulian stakeholders sekolah.
      3. Tingkat kemampuan (intake) rata-rata peserta didik di sekolah yang bersangkutan. Penetapan intake di kelas X dapat didasarkan pada hasil seleksi pada saat penerimaan peserta didik baru, Nilai Ujian Nasional/Sekolah, rapor SMP, tes seleksi masuk atau psikotes; sedangkan penetapan intake di kelas XI dan XII berdasarkan kemampuan peserta didik di kelas sebelumnya. 

      Analisis KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)
      Pencapaian kriteria ketuntasan minimal perlu dianalisis untuk dapat ditindaklanjuti sesuai dengan hasil yang diperoleh. Tindak lanjut diperlukan untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam pelaksanaan pembelajaran maupun penilaian. Hasil analisis juga dijadikan sebagai bahan pertimbangan penetapan KKM pada semester atau tahun pembelajaran berikutnya.

      Analisis pencapaian kriteria ketuntasan minimal bertujuan untuk mengetahui tingkat ketercapaian KKM yang telah ditetapkan. Setelah selesai melaksanakan penilaian setiap KD harus dilakukan analisis pencapaian KKM. Kegiatan ini dimaksudkan untuk melakukan analisis rata-rata hasil pencapaian peserta didik kelas X, XI, atau XII terhadap KKM yang telah ditetapkan pada setiap mata pelajaran. Melalui analisis ini akan diperoleh data antara lain:
      1. KD yang dapat dicapai oleh 75% – 100% dari jumlah peserta didik pada kelas X, XI, atau XII;
      2. KD yang dapat dicapai oleh 50% – 74% dari jumlah peserta didik pada kelas X, XI, atau XII;
      3. KD yang dapat dicapai oleh ≤ 49% dari jumlah siswa peserta didik kelas X, XI, atau XII.
      Manfaat hasil analisis adalah sebagai dasar untuk meningkatkan kriteria ketuntasan minimal pada semester atau tahun pembelajaran berikutnya. Analisis pencapaian kriteria ketuntasan minimal dilakukan berdasarkan hasil pengolahan data perolehan nilai setiap peserta didik per mata pelajaran.

        Download Berkas Cara Menghitung dan Menentukan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)

        Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas-berkas yang berkaitan dengan Cara Menghitung dan Menentukan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:



        Download File:
        Penentuan KKM.pptx



        Download File:
        Fungsi KKM.doc



        Download File:
        Cara Menghitung KKM.doc



        Download File:
        KKM.doc

        Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file tentang Cara Menghitung dan Menentukan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Semoga bisa bermanfaat.
        Katalogisasi Monograf Buku Perpustakaan

        Diposting oleh Pada 10/12/2017 03:58:00 PM dengan No comments

        Berikut ini adalah berkas dan paparan mengenai Katalogisasi Monograf Buku Perpustakaan. Download file format .pptx Microsoft PowerPoint, .docx Microsoft Word dan PDF.

        Katalogisasi Monograf Buku Perpustakaan
        Katalogisasi Monograf Buku Perpustakaan

        Katalogisasi Monograf Buku Perpustakaan

        Berikut ini salah satu kutipan teks dari isi berkas dan paparan mengenai Katalogisasi Monograf Buku Perpustakaan:

        Pengertian
        Dalam pengertian umum katalog dikatakan sebagai daftar. Sedangkan menurut terminologi perpustakaan bahwa katalog perpustakaan adalah daftar buku atau bahan pustaka lain (non books material) yang berada di perpustakaan yang disusun dan disusun menurut suatu sistem tertentu sehingga dapat memudahkan pemakai perpustakaan (users/pemustaka) dalam mencari informasi. Sedangkan istilah katalogisasi berasal dari kata dasar katalog dan akhiran sasi. Akhiran sasi menunjukkan suatu kegiatan atau proses. Dengan demikian dapat diartikan bahwa katalogisasi adalah merupakan suatu proses atau kegiatan pembuatan katalog (deskripsi bibliografis).

        Fungsi katalog
        1. Memudahkan pemakai perpustakaan untk menemukan informasi yang mereka cari secara mudah, cepat dan tepat
        2. Memudahkan baik bagi pemakai maupun petugas perpustakaan untuk pengambilan dan penempatan kembali bahan pustaka tersebut
        3. Dapat diketahui secara fisik bahan pustaka tersebut, misalnya: jilid, jumlah halaman dan ukuran bahan pustaka tersebut
        4. Azas keseragaman yatu dapat dipakai untuk kerjasama antar perpustakaan (jaringan informasi) dengan cara tukar menukar informasi hal ini karena dalam penulisan deskripsi bibliografis dari perpustakaan manapun mempunyai bentuk yangv standar (sama)
        5. Dapat diketahui jumlah koleksi yang dimiliki perpustakaan karena dalam katalog terdapat nomor induknya (accession numbernya)

        Bentuk fisik katalog
        Pada dasarnya bentuk fisik katalog terdiri dari berbagai macam, sedangkan penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perpustakaan.
        Adapun jenisnya dapat dirinci sebagai berikut :
        a. Katalog buku
        Katalog buku ini merupakan katalog yang terbua dari lelmbaran-lembaran lepas yang disusun secara sistematis (berdasar sistem tertentu) yang kemudian dijilid menjadi satu dan berbentuk buku. Bentuk katalog semacam itu merupakan bentuk pertama kali yang dikenal masyarakat sebelum diketumukan katalog bentuk lain. Bentuk semacam itu kurang banyak menguntungkan karena kalau ada tambahan buku baru otomatis akan dibuatkan katalog baru sehingga hal ini akan menyulitkan dalam penyususnan kartu katalognya. Oleh karena itu katalog dalam bentuk buku ini dalam batas-batas tertentu sudah mulai ditinggalkan.Namun demikian masih sering digunakan untuk pembuatan laoran tamabahan koleksi/ buku (accession list).

        b. Katalog kartu
        Katalog tersebut memakai media kartu yang mempunyai ukuran standard international yaitu 12,5 x 7,5 cm, pada bagian bawah terdapat lubang kecil yang fungsinya untuk memasukkan kawat sebagai pengunci agar katalog tersebut tidak berserakan atau diambil/ dicabut begitu saja oleh pemakai perpustakaan 

        c. Katalog komputer / katalog berkas
        Bentuk katalog yang ditransformasikan dalam format yang dibuat untuk kepentingan komputer atau yang disebut dengan OPAK (Online Public Access Catalog). Apabila katalog tersebut disimpan dalam data base komputer maka dapat dipakai untuk penelusuran informasi informasi (searching) secara mudah, cepat dan tepat.

        Jenis katalog
        Katalog dapat dibagi menurut jenisnya hal ini dipakai untuk kepentingan penelusuran informasi, jenis tersebut antara lain :
        a. Katalog pengarang
        Katalog pengarang merupakan katalog yang disusun berdasarkan alphabetis nama pengarang, sehingga apabila pemakai perpustakaan hanya mengetahui nama pengarangnya saja, maka mereka dapat menelusur melalui nama pengarang yang dimaksud sehingga mereka dapat memperoleh beberapa informasi tentang bermacam-macam judul buku apa saja yang dikarang oleh orang tersebut.

        b. Katalog judul
        Katalog yang disusun berdasarkan alphabetis judul

        c. Katalog subyek
        Katalog yang disusun berdasarkan alpabetis subyek

        d. Katalog numerik/shelf list katalog
        Dikatakan katalog numerik karena katalog tersebut disusun berdasarkan pada urutan nomor klasifikasi, atau juga dinamakan katalog shlf list adalah katalog yang susunannya didasarkan persis seperti susunan pada jajaran buku di rak.

          Download Berkas dan Paparan Mengenai Katalogisasi Monograf Buku Perpustakaan

          Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas dan paparan mengenai Katalogisasi Monograf Buku Perpustakaan ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:





          Download File:

          Katalogisasi Monograf Buku Perpustakaan.pdf
          Katalogisasi Monograf Buku Perpustakaan (Materi DIKLAT KPS PERPUS 2017).pptx


          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file berkas dan paparan mengenai Katalogisasi Monograf Buku Perpustakaan. Semoga bisa bermanfaat.
          Model Jadwal Belajar 5 Hari Sekolah SMK

          Diposting oleh Pada 7/15/2017 01:41:00 AM dengan No comments

          Berikut ini adalah berkas Model Jadwal Belajar 5 Hari Sekolah SMK dalam Materi Sosialisasi Penumbuhan Budi Pekerti 2017, Penguatan Pendidikan Karakter dengan 5 Hari Sekolah di SMK - Direktorat Pembinaan SMK - Kemdikbud 2017. Download file format .pptx Microsoft PowerPoint.

          Model Jadwal Belajar 5 Hari Sekolah SMK
          Model Jadwal Belajar 5 Hari Sekolah SMK

          Model Jadwal Belajar 5 Hari Sekolah SMK

          Pada Materi Sosialisasi Penumbuhan Budi Pekerti 2017, Penguatan Pendidikan Karakter dengan 5 Hari Sekolah dipaparkan juga mengenai point-point dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 Tentang Hari Sekolah.

          Dan berikut ini kutipan teks dari isi berkas Model Jadwal Belajar 5 Hari Sekolah SMK dalam Materi Sosialisasi Penumbuhan Budi Pekerti 2017, Penguatan Pendidikan Karakter dengan 5 Hari Sekolah di SMK - Direktorat Pembinaan SMK - Kemdikbud 2017:

          MEKANISME PENYETARAAN MODEL PENJADWALAN KURIKULUM SMK 5 (LIMA) HARI SEKOLAH

          Dasar Perhitungan Beban Belajar
          a. Jumlah jam dalam satu hari minimal 8 jam dengan @ 60 menit
          b. Jumlah menit dalam satu jam pelajaran untuk SMK dengan @ 45 menit
          c. Beban kerja guru dan tenaga kependidikan 37,5 jam per minggu, tidak termasuk istirahat.
          d. Beban belajar peserta didik per minggu sesuai kurikulum yang berlaku:
          • Kurikulum 2013 Awal beban belajar adalah 46 jam pelajaran untuk kelas X dan 48 jam pelajaran untuk kelas XI dan kelas XII
          • Kurikulum 2013 Revisi pada program 3 tahun beban belajar adalah 46 jam pelajaran untuk kelas X, kelas XI, dan kelas XII
          • Kurikulum 2013 Revisi pada program 4 tahun beban belajar adalah 46 jam pelajaran untuk kelas X, kelas XI, kelas XII, dan kelas XIII
          • Kurikulum KTSP beban belajar untuk kelas X, XI dan XII adalah 48 jam pelajaran.
          e. Kegiatan untuk peserta didik meliputi intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler.

          Langkah-langkah Pemenuhan Kegiatan Ko & Ekstra Kurikuler
          1. Menghitung alokasi waktu tersedia sesuai 5 hari belajar untuk 40 jam per minggu
          2. Memetakan jumlah beban belajar mata pelajaran per minggu berdasarkan Struktur Kurikulum untuk 5 hari belajar 
          3. Mengkonversi beban belajar @ 45 menit kedalam @ 60 menit
          4. Menentukan selisih antara waktu yangg tersedia dengan waktu berdasarkan struktur Kurikulum
          5. Menghitung selisih pada poin (4) digunakan untuk kegiatan pemenuhan kegiatan Ko-Kurikuler dan Ekstrakurikuler.
          6. Pembelajaran di SMK berdasarkan Kurikulum 2013 adalah 48 jam pelajaran untuk Kurikulum nasional dan 2 jam pelajaran muatan lokal. Kurikulum 2013 revisi jumlah jam pelajaran adalah 46 jam, dan 2 jam pelajaran muatan lokal.
          7. Untuk pengaturan guru agar sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang 5 hari sekolah maka sekolah harus mengatur lama guru berada di sekolah.
          8. Penguatan pendidikan karakter selain dengan Ekstrakulikuler sudah termasuk di dalam pembelajaran muatan peminatan kejuruan (produktif) seperti kedisplinan, tanggung jawab, kerja sama, peduli sesama dan daya juang.
          Model Penjadwalan Kurikulum 2013 Revisi (Tahun 2017/2018)  - Model Jadwal 5 Hari Sekolah SMK (1)
          Model Penjadwalan Kurikulum 2013 Revisi (Tahun 2017/2018)  - Model Jadwal 5 Hari Sekolah SMK (1)

          Model Penjadwalan Kurikulum 2013 Revisi (Tahun 2017/2018)  - Model Jadwal 5 Hari Sekolah SMK (2)
          Model Penjadwalan Kurikulum 2013 Revisi (Tahun 2017/2018)  - Model Jadwal 5 Hari Sekolah SMK (2)

          Model Penjadwalan Kurikulum 2013 Revisi (Tahun 2017/2018)  - Model Jadwal 5 Hari Sekolah SMK (3)
          Model Penjadwalan Kurikulum 2013 Revisi (Tahun 2017/2018)  - Model Jadwal 5 Hari Sekolah SMK (3)

          Keterangan:
          • Model di atas bisa disesuaikan dengan kondisi daerah, terutama mulai jam masuk sekolah.
          • Lama waktu istirahat di sesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing.
          • Kegiatan ekstrakurikuler wajib disesuaikan dengan ketersediaan sumber berdaya yang ada di sekolah maupun sekitarnya.
          • Istirahat hari Jumat disesuaikan dengan daerah dan kondisi sekolah masing-masing

            Download Berkas

            Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Model Jadwal Belajar 5 Hari Sekolah SMK dalam Materi Sosialisasi Penumbuhan Budi Pekerti 2017, Penguatan Pendidikan Karakter dengan 5 Hari Sekolah di SMK - Direktorat Pembinaan SMK - Kemdikbud 2017 ini, silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

            Penguatan Pendidikan Karakter dengan 5 Hari Sekolah di SMK



            Download File:
            Materi Sosialisasi Penumbuhan Budi Pekerti dan Model Jadwal Belajar 5 Hari Sekolah SMK.pptx

            Sumber: 
            Berkas kami peroleh dari laman resmi Direktorat Pembinaan SMK tanggal 13 Juli 2017.
            http://psmk.kemdikbud.go.id

            Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Penguatan Pendidikan Karakter dengan 5 Hari Sekolah di SMK. Semoga bisa bermanfaat.
            Materi Workshop INOBEL (Inovasi Pembelajaran) SD-SMP 2017

            Diposting oleh Pada 7/13/2017 02:31:00 PM dengan No comments

            Berikut ini adalah berkas Materi Workshop INOBEL (Inovasi Pembelajaran) SD-SMP 2017. Download file format .docx Microsoft Word dan .pptx Microsoft PowerPoint.

            Materi Workshop INOBEL (Inovasi Pembelajaran) SD-SMP 2017
            Materi Workshop INOBEL (Inovasi Pembelajaran) SD-SMP 2017
            Baca juga:
            Pedoman Lomba Inovasi Pembelajaran Guru SD Tahun 2017

            Materi Workshop INOBEL (Inovasi Pembelajaran) SD-SMP 2017

            Materi Workshop INOBEL (Inovasi Pembelajaran) SD-SMP 2017 ini kami peroleh dari share Bapak Wijaya Kusumah di Facebook Group Ikatan Profesi Guru Indonesia pada tanggal 13 Juli 2017

            Berikut ini kutipan teks dari posting tersebut:
            Asalamua'laikum wr wb, salam sejahtera untuk kita semua, Kepada Yth, Bapak/Ibu guru yang telah menghadiri Workshop Inobel SD-SMP 2017, berikut kami sampiakan link untuk mengunduh materi-materi yang telah disampaikan. kami harapkan materi ini bisa bermanfaat bagi bapak dan ibu guru. silahkan bisa di unduh. Atas atensinya kami ucapkan terimaksih, wassalamu'alaikum wr wb.
            Nb: jika mengalami kesulitan/kendala harap hubungin admin atau inbox via Fb kesharlindung Dikdas.
            MATERI WORKSHOP INOBEL 2017 - Google Drive 

              Download Materi Workshop INOBEL (Inovasi Pembelajaran) SD-SMP 2017

              Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Materi Workshop INOBEL (Inovasi Pembelajaran) SD-SMP 2017 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

              Download File:

              1. Bahan Ajar Workshop Inobel_KTI_2017.docx
              2. BAHASA SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI ILMIAH Fix.docx
              3. BAHAN AJAR TEKNIK PRESENTASI.docx
              4. BAHAN AJAR PAMERAN INOBEL SMP.docx
              5-1 Materi HAKI NOVOTEl.docx
              5-2 Bahan Ajar Plagiarisme. OK.doc
              6. Bahan Ajar Review dan Perbaikan.docx

              1-1 Karya Tulis Ilmiah baru.pptx
              1-2 Jenis Karya Inovatif baru.pptx
              1-3 Disain PTK.pptx
              1-4 Prosedur R_D.pptx
              1-5 Disain Penelitian.pptx
              1-6 Artikel Hasil Penelitian baru.pptx
              2. BAHASA SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI ILMIAH.pptx
              3. TAYANGAN TEKNIK PRESENTASI.pptx
              4-1 PPT PAMERAN 1 FINAL.pptx
              4-2 PPT PAMERAN 2.ppt
              5-Bahan Tayang HAKI - OK.ppt
              5-Bahan Tayang PLAGIRISME OK.ppt
              6. Tayangan Review dan Perbaikan.pptx


              Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Materi Workshop INOBEL (Inovasi Pembelajaran) SD-SMP 2017. Semoga bisa bermanfaat.
              Materi Bimtek Penyegaran Kurikulum 2013 Tingkat SD Revisi 2017 Terbaru

              Diposting oleh Pada 6/10/2017 11:41:00 PM dengan No comments

              Berikut ini adalah berkas Materi Bimtek Penyegaran Kurikulum 2013 Tingkat SD Revisi 2017 Terbaru.

              Materi Bimtek Penyegaran Kurikulum 2013 Tingkat SD Revisi 2017 Terbaru
              Materi Bimtek Penyegaran Kurikulum 2013 Tingkat SD Revisi 2017 Terbaru

              Materi Bimtek Penyegaran Kurikulum 2013 Tingkat SD Revisi 2017 Terbaru

              Berikut ini kutipan teks dari isi salah satu berkas Materi Bimtek Penyegaran Kurikulum 2013 Tingkat SD Revisi 2017 yaitu Panduan Umum Bimbingan Teknis dan Pendampingan Pelaksanaan Kurikulum 2013 Sekolah Dasar yang diterbitkan oleh Subdit Kurikulum, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan:

              Kurikulum 2013 telah digunakan sebagai pedoman dalam proses pembelajaran mulai tahun 2013 secara bertahap. Sampai dengan tahun 2016, Kurikulum 2013 telah dilaksanakan di 25% sekolah dasar dan pada tahun 2017 ditargetkan tambahan sebanyak 35% sekolah dasar atau sekitar 52.572 sekolah dasar di seluruh Indonesia.

              Kunci dari pelaksanaan Kurikulum 2013 terletak pada guru, sehingga guru perlu diberikan pembekalan yang cukup dalam bentuk bimbingan teknis (Bimtek) dan pendampingan penerapan Kurikulum 2013 di sekolah. Melalui kegiatan bimtek dan pendampingan kurikulum diharapkan guru mampu dan terampil mengimplementasikan Kurikulum 2013 secara kreatif, inspiratif, dan konsisten. Panduan Umum Bimbingan Teknis dan Pendampingan Pelaksanaan Kurikulum 2013 Sekolah Dasar disusun dalam rangka menyediakan panduan bagi para semua pihak yang terlibat dalam kegiatan bimtek dan pendampingan.

              Latar Belakang
              Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013 pasal 4, dinyatakan bahwa: Satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah dapat melaksanakan Kurikulum Tahun 2006 paling lama sampai dengan tahun pelajaran 2019/2020. Ketentuan ini memberi kesempatan kepada sekolah yang belum siap melaksanakan K13 untuk tetap melaksanakan Kurikulum 2006 sambil melakukan persiapan-persiapan sehingga selambat-lambatnya pada tahun 2020 sekolah tersebut telah mengimplementasikan K13 setelah mencapai kesiapan yang optimal. Sebagai langkah awal, yang telah dilakukan dalam rangka persiapan Pelaksanaan Kurikulum 2013 adalah melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah serta unsur-unsur lain yang terlibat langsung dalam proses pendidikan.

              Kurikulum 2013 telah diterapkan sejak tahun 2014, 2015, 2016 secara berturut-turut di 6,25%, 18,75%, dan 25% sekolah dasar di seluruh Indonesia. Dengan demikian sampai dengan tahun 2016, Kurikulum 2013 telah dilaksanakan di 37.034 sekolah dasar. Pada tahun pelajaran 2017/2018 ditargetkan pelaksanaan Kurikulum 2013 di 35% sekolah dasar sasaran baru atau sebanyak 52.572 sekolah, sehingga diharapkan sebanyak 60% dari seluruh sekolah dasar telah menerapkan Kurikulum 2013.

              Dalam rangka mendukung pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah dasar, perlu dilakukan pelatihan kepada semua pihak yang melakukan pembinaan, serta pendampingan terhadap pelaksana di tingkat satuan pendidikan, termasuk kepala seokolah, guru, serta pengawas. Bentuk peningkatan wawasan, pengetahuan dan keterampilan semua instruktur kurikulum mengikuti dinamika perkembangan kebijakan dan peraturan.

              Merujuk perkembangan kebijakan kementerian, semua pelatih Kurikulum 2013 sekolah dasar, mulai narasumber nasional (NN), instruktur provinsi (IN), dan instruktur kabupaten/kota (IK) penyebutannya pada tahun 2017 disederhanakan menjadi Instruktur Kurikulum. Pelatihan Instruktur Kurikulum pada tahun 2017 perlu dilakukan dengan maksud untuk memberikan penyegaran dan updating terhadap perkembangan terbaru dalam bentuk bimbinga teknis. Dengan kata lain, pelatihan instruktur kurikulum di sekolah dasar dilakukan dalam bentuk bimbingan teknis, sehingga mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 33/PMK.02/2016 tentang Standar Biaya Masukan, satuan jam yan dipakai dalam kegiatan bimbingan teknis adalah 60 menit.

              Bimtek dan pendampingan pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah dasar diselenggarakan secara terkoordinatif antara Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, LPMP, dan satuan pendidikan sesuai dengan tugas dan peran masing- masing. Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar akan melaksanakan bimbinga teknis tim pengembang kurikulum 2013 sekolah dasar tingkat pusat yang terdiri atas instruktur kurikulum tingkat pusat dan provinsi, sedangkan LPMP akan menyelenggarakan bimbingan teknis terhadap instruktur kurikulum tingkat kabupaten/kota serta guru sasaran melalui kegiatan bimbingan teknis dan pendampingan.

              Agar semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Bimtek dan pendampingan tersebut dapat menjalankan peran/tugasnya dengan baik, perlu disusun Panduan Bimbingan Teknis dan Pendampingan Pelaksanaan Kurikulum 2013 Sekolah Dasar. Panduan ini antara lain mencakup latar belakang, landasan hukum, tujuan, sasaran, pendanaan, konsep dasar bimtek, konsep dasar pendampingan, strategi pelaksanaan bimtek dan pendampingan, monitoring, evaluasi, dan pelaporan. Dengan panduan ini diharapkan ada persamaan persepsi dan langkah pembinaan dalam melaksanakan bimbingan teknis dan pendampingan penerapan Kurikulum 2013 di sekolah dasar.

              Landasan Hukum
              1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
              2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
              3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Nasional Tahun 2005-2025;
              4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan jo Nomor 66 Tahun 2010;
              5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan beserta perubahannya jo Nomor 32 Tahun 2013 jo. Nomor 23 Tahun 2015;
              6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana dan Prasarana Sekolah/Madrasah Pendidikan Umum;
              7. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pendidikan di Kabupaten/Kota jo Nomor 23 Tahun 2013;
              8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2014 Tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;
              9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2014 Tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;
              10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 Tentang Pendidikan Kepramukaan Sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;
              11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2014 tentan Mutan Lokal Kurikulum 2013;  
              12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 105 Tahun Kebudayaan 2014 tentang Pendampingan Pelaksanaan Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;
              13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 160 Tahun 2014 Tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun Kurikulum 2013; 
              14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti;
              15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;
              16. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah;
              17. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah;
              18. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah;
              19. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan;
              20. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Menengah;
              21. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah;
              22. Peraturan Bersama Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 5496/C/KR/2014 dan Nomor 7915/D/KP/2014 Tentang Petunjuk Teknis Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013 pada Sekolah Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

              Tujuan Panduan
              Penyusunan panduan secara umum bertujuan untuk menyediakan acuan bagi semua pihak dalam melaksanakan bimbingan teknis dan pendampingan pelaksanaan Kurikulum 2013 sekolah dasar tahun 2017.

              Secara khusus penyusunan panduan ini bertujuan untuk:
              1. Menyediakan acuan bagi semua lembaga tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota dan satuan pendidikan dalam melaksanakan kegiatan bimbingan teknis dan pendampingan pelaksanaan Kurikulum 2013 di Sekolah dasar;
              2. Memfasilitasi semua pihak dalam merencanakan, melaksanakan, dan melaporkan pelaksanaan bimtek dan pendampingan pelaksanaan Kurikulum 2013 tahun anggaran 2017;
              3. Menyediakan acuan teknis termasuk struktur program dan materi bimbingan teknis di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan sekolah sasaran agar pelaksanaan bimtek implementasi Kurikulum 2013 dapat berjalan secara efektif dan efisien.
              4. Memfasilitasi semua pihak dalam rangka penguatan, penyegaran, dan peningkatan pemahaman pengawas, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan orangtua serta komite sekolah, untuk mendukung penerapan kurikulum secara efektif dan efisien.

              Sasaran Panduan
              Sasaran pengguna Panduan Bimbingan Teknis dan Pendampingan Pelaksanaan Kurikulum 2013 Tahun 2017 antara lain:
              1. Penyelenggara bimtek instruktur pusat;
              2. Penyelenggara bimtek instruktur kabupaten/kota;
              3. Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar;
              4. Pusat Kurikulum dan Perbukuan;
              5. Pusat Penilaian Pendidikan;
              6. P4TK, LPPKS, dan LPMP;
              7. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota;
              8. Kepala sekolah dasar pelaksana Kurikulum 2013;
              9. Pengawas SD; dan
              10. Guru kelas, guru mata pelajaran agama, guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di sekolah dasar. 

              Pengertian
              Bimtek kurikulum dalam panduan ini dimaknai sebagai proses fasilitasi pemerolehan dan/atau peningkatan kompetensi implementasi Kurikulum 2013 oleh narasumber/instruktur. Bimtek kurikulum tahun 2017 dilaksanakan secara bertahap sebagai berikut.
              • Peserta bimtek kurikulum di pusat berjumlah 650 orang instrukur kurikulum yang merupakan gabungan dari narasumber nasional, instruktur nasional, dan instruktur provinsi. Komposisi instruktur kurikulum terdiri dari widyaiswara P4TK, LPPKS, LPMP, Pengawas, dan/atau Dosen LPTK yang pernah mengikuti bimtek atau pelatihan Kurikulum 2013.
              • Peserta bimtek Kurikulum 2013 di tingkat kabupaten/kota berasal dari seluruh kabupaten/ kota berjumlah 12.547 orang yang terdiri dari unsur LPMP/P4TK, widyaiswara, kasi kurikulum dinas pendidikan kab/kota, dan praktisi pendidikan yang pernah mengikuti bimtek atau pelatihan Kurikulum 2013.
              • Peserta bimtek kurikulum di sekolah sasaran berjumlah 262.680 orang yang terdiri dari guru kelas 1, guru kelas 4, guru agama/guru PJOK, dan kepala sekolah dari sekolah sasaran Kurikulum 2013 tahun 2017.

              Narasumber atau instruktur bimtek pelaksanaan kurikulum 2013 berasal dari unsur tim pengembang kurikulum, praktisi pendidikan, akademisi, dan manajemen bidang pendidikan, dengan rincian sebagai berikut.

              a. Tim Pengembang Kurikulum (TPK) dengan kriteria:
              • Penulis KI, KD, Silabus, dan pedoman tematik/mata pelajaran
              • Penulis pedoman penilaian
              • Penulis buku teks tematik/matapelajaran
              b. Praktisi pendidikan seperti guru, kepala sekolah, pengawas, pegiat pendidikan dengan kriteria:
              • Telah mengikuti ToT bimtek dan pendampingan Kurikulum 2013 yang diselenggarakan oleh Direktorat PSD, LPMP atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dengan hasil sekurang- kurangnya BAIK.
              • Memiliki sertifikat pendidik.
              • Memiliki pengalaman sebagai narasumber minimal tingkat kabupaten sebagai guru inti atau guru pemandu mata pelajaran.
              • Bila memungkinkan berasal dari sekolah yang telah mengimplementasikan Kurikulum 2013.
              c. Akademisi seperti Dosen LPTK, Widyaiswara P4TK, Widyaiswara LPMP dengan kriteria:
              • Memiliki latar belakang pendidikan sesuai mata pelajaran yang difasilitasi.
              • Telah mengikuti ToT bimtek dan pendampingan Kurikulum 2013 yang diselenggarakan oleh Direktorat PSD, LPMP atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dengan hasil sekurang-kurangnya BAIK.
              • Bersedia melaksanakan tugas.
              d. Manajemen bidang pendidikan yang berasal dari lembaga/instansi:
              • Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar
              • Pusat Kurikulum dan Perbukuan
              • Pusat Penilaian Pendidikan
              • Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
              • Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan

              Prinsip Bimbingan Teknis
              Bimtek pelaksanaan kurikulum 2013 diberikan oleh fasilitator dengan prinsip-prinsip berikut:
              a. Menyeluruh, yaitu diikuti oleh semua pemangku kepentingan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di sekolah sebagai peserta dengan materi semua komponen pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di sekolah;
              b. Kolegial, yaitu hubungan kesejawatan antara pemberi dan penerima bimtek;
              c. Profesional, yaitu fasilitator memiliki kompetensi (penguasaan mengenai pelaksanaan kurikulum) yang memadai dan memberikan bimtek dan pendampingan dengan baik; 
              d. Sikap percaya, yaitu yang menerima bimtek dan pendampingan memiliki sikap percaya kepada fasilitator bahwa informasi, saran, solusi, dan contoh yang diberikan adalah yang memang sesuai dengan kurikulum dan fasilitator percaya bahwa para peserta bimtek dan pendampingan memiliki kemauan kuat untuk memahami dan akan melaksanakan kurikulum dengan baik;
              e. Berdasarkan kebutuhan, yaitu materi bimtek dan pendampingan adalah materi yang relevan dan masih belum dikuasai dan/atau memerlukan penguatan;
              f. Berkelanjutan, yaitu bahwa bimtek dan pendampingan pelaksanaan kurikulum dilanjutkan oleh guru/sekolah sendiri dan/atau melalui KKG dan KKKS di gugus sekolah, forum Komite Sekolah, dan forum lainnya yang relevan.

              Tujuan Bimbingan Teknis
              Tujuan umum bimtek Kurikulum 2013 sekolah dasar adalah untuk memberikan penyegaran kepada semua instruktur kurikulum dalam rangka meningkatkan wawasan dan updating sesuai dengan dinamika dan perkembangan kebijakan terkini.

              Secara khusus kegiatan bimbingan teknis penerapan Kurikulum 2013 sekolah dasar bertujuan untuk:
              a. Meningkatkan pemahaman instruktur kurikulum dalam melakukan pembinaan dan pendampingan pelaksanaan Kurikulum 2013 sekolah dasar; 
              b. Meningkatkan keterampilan instruktur kurikulum dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 sekolah dasar sesuai dengan perkembangan;
              c. Memberikan bekal kepada semua instruktur dengan bahan dan materi yang diperlukan untuk mendampingi sekolah dalam menerapkan Kurikulum 2013;
              d. Memfasilitasi dan mendampingi satuan pendidikan dalam menerapkan Kurikulum 2013 secara efektif dan efisien, sesuai dengan landasan psikologis pengembangan kurikulum;
              e. Memberikan penguatan kepada peserta bimtek berkenaan dengan materi pokok, materi umum, dan materi penunjang terkait dengan implementasi Kurikulum 2013.
              f. Mengembangkan keterampilan peserta bimtek dalam melaksanakan pendampingan terhadap guru, kepala sekolah, pengawas, dan pemangku pendidikan di sekolah dalam implementasi Kurikulum 2013.
              g. Memberikan fasilitasi kepada sekolah sasaran dalam menerapkan Kurikulum 2013.
              h. Memberikan bantuan konsultasi, pemodelan (modelling) dan penguatan secara personal, dan spesifik (coaching) bagi guru, kepala sekolah, pengawas, dan pemangku pendidikan dalam implementasi Kurikulum 2013 secara langsung di sekolah.
              i. Membantu memberikan solusi kontekstual dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi sekolah sasaran dalam implementasi Kurikulum 2013 di sekolah.
              j. Meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan buku guru dan siswa, menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), mengelola pembelajaran, melakukan penilaian pembelajaran, mengisi buku rapor, dan menerapkan literasi serta penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran.



              Download Materi Bimtek Penyegaran Kurikulum 2013 Tingkat SD Revisi 2017 Terbaru

              Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Materi Bimtek Penyegaran Kurikulum 2013 Tingkat SD Revisi 2017 Terbaru ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

              Download File:

              Materi Umum
              Kebijakan dan Konsep Dasar PPK 2017.pptx
              Kebijakan dan Dinamika Perkembangan Kurikulum 2013.pptx
              Modul PPK bagi Guru 2017.pdf
              Modul PPK Berbasis Kelas 2017.pptx
              PPT. PPK (PaK Arie Budiman ).pptx
              1.3 PPT Penerapan Literasi dalam Pembelajaran Jenjang SD Edisi Revisi.pptx
              1.3 SILABUS BIMTEK Penerapan Literasi Dalam Pembelajaran.docx

              Materi Pokok
              2.5.a PPT Penyusunan Soal HOTS.pptx
              2.5.b PPT Penilaian Tingkat Kelas.pptx
              2.2.b PPT Bimbingan PSIKO EDUKATIF 2.pptx
              2.2. PPT Bimbingan PSIKO EDUKATIF.pptx
              2.5 PPT Penyusunan Soal HOTS SD.pptx
              2.7 PPT Pengolahan dan Pelaporan Hasil Belajar.pptx

              Bahan Suplemen
              Panduan Penilaian SD 2016 A4 with Cover.pdf
              Draft Panduan Teknis Kegiatan Ekstrakurikuler di SD.pdf
              Draft Panduan Supervisi Pembelajaran di SD.pdf
              Draft Panduan Pengembangan KTSP di SD.pdf
              Draft Panduan Pembelajaran Tematik Terpadu SD.pdf
              Draft Panduan Pemanfaatan Sudut Baca di SD.pdf
              Draft Panduan Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi SD.pdf
              Draft Buku Panduan Pemanfaatan dan pengembangan Perpustakaan SD.pdf
              Draft Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK SD.pdf
              Panduan Umum Bimtek K13 SD 2017 rev Judul Cover.pdf

              Buku Guru dan Buku Siswa
              Tematik Buku Guru Tema 5 - Kelas 1 Tema 5 BG.pdf
              Tematik Buku Guru Tema 6 - Tematik Buku Guru Kelas 1 Tema 6.pdf
              Tematik Buku Guru Tema 7 - Kelas I Tema 7 BG.pdf
              Tematik Buku Guru Tema 8 - BG Kelas 1 Tema 8.pdf
              Tematik Buku Siswa Tema 5 - Kelas 1 Tema 5 BS.pdf
              Tematik Buku Siswa Tema 6 - Tematik Buku Siswa Kelas 1 Tema 6.pdf
              Tematik Buku Siswa Tema 7 - Kelas I Tema 7 BS.pdf
              Tematik Buku Siswa Tema 8 - BS-Kelas 1 Tema 8.pdf


              Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Materi Bimtek Penyegaran Kurikulum 2013 Tingkat SD Revisi 2017 Terbaru. Semoga bisa bermanfaat.
              Materi Ajar Guru TKJ SMK Dilengkapi Presentasi PowerPoint

              Diposting oleh Pada 6/04/2017 09:50:00 AM dengan 1 comment

              Berikut ini adalah berkas kumpulan Materi Ajar Guru TKJ SMK Dilengkapi Presentasi PowerPoint.

              Materi Ajar Guru TKJ SMK Dilengkapi Presentasi PowerPoint
              Materi Ajar Guru TKJ SMK Dilengkapi Presentasi PowerPoint

              Download Materi Ajar Guru TKJ SMK Dilengkapi Presentasi PowerPoint

              Bahan Materi Ajar (Media Pembelajaran) untuk Guru TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) SMK Dilengkapi Presentasi Microsoft PowerPoint.

              Selengkapnya silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

              Contoh Salah Satu Materi: Simulasi Digital Format Microsoft PowerPoint


              Download File:


              Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai Materi Ajar Guru TKJ SMK Dilengkapi Presentasi PowerPoint. Semoga bermanfaat.

              Formulir Kontak

              Nama

              Email *

              Pesan *