Kurikulum Madrasah 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab

Diposting oleh Pada 6/12/2018 05:16:00 AM dengan No comments

Berikut ini adalah berkas Kurikulum Madrasah 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 000912 Tahun 2013 Tentang Kurikulum Madrasah 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab. Download file format .docx Microsoft Word dan PDF.

PMA Nomor 000912 Tahun 2013 Tentang Kurikulum Madrasah 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab
PMA Nomor 000912 Tahun 2013 Tentang Kurikulum Madrasah 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab

PMA Nomor 000912 Tahun 2013 Tentang Kurikulum Madrasah 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab

Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi berkas PMA Nomor 000912 Tahun 2013 Tentang Kurikulum Madrasah 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab:

KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM 2013
Pendahuluan
1. Kerangka Umum
Kerangka dasar kurikulum Madrasah merupakan landasan filosofis, sosiologis, psikopedagogis dan yuridis yang berfungsi sebagai acuan pengembangan struktur kurikulum. Sedang struktur kurikulum Madrasah merupakan pengorganisasian kompetensi inti, mata pelajaran, beban belajar dan kompetensi dasar pada setiap Madrasah.

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab dalam segala urusan yang menjadi tanggung jawabnya. 

Untuk mencapai tujuan tersebut, madrasah adalah salah satu bagian penting dari sistem pendidikan di Indonesia. Lebih khusus lagi porsi bidang studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang cukup besar, dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia.

2. Latar Belakang Pengembangan 
a. Pengertian Kurikulum 
Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. 

Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua dimensi kurikulum, yang pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. 

b. Rasional Pengembangan 
1) Tantangan Pengembangan
Pendidikan agama Islam sangat dibutuhkan bagi umat Islam, agar dapat memahami secara benar ajaran Islam sebagai agama yang sempurna (kaamil), kesempurnaan ajaran Islam yang dipelajari secara integral (kaaffah) diharapkan dapat meningkatkan kualitas umat Islam dalam keseluruhan aspek kehidupanya. Agar ajaran Islam dapat dipelajari secara efektif dan efisien, maka perlu dikembangkan kurikulum pendidikan agama Islam sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Demikian pula dengan mata pelajaran Bahasa Arab yang sangat diperlukan sebagai alat untuk mempelajari dan mendalami sumber-sumber primer dari Pendidikan Agama Islam yang menggunakan Bahasa Arab terutama Al-Qur’an dan Hadis.

Selain adanya ketentuan legal-formal yang mengharuskan adanya perubahan dan penyempurnaan kurikulum, masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia mengalami perubahan yang sangat cepat dan dalam dimensi yang beragam terkait dengan kehidupan individual, masyarakat, bangsa, dan umat manusia. Fenomena globalisasi yang membuka batas-batas fisik (teritorial) negara dan bangsa dipertajam dan dipercepat oleh kemajuan teknologi, terutama teknologi informasi dan komunikasi. 

Kemajuan ilmu pengetahuan memperkuat dampak globalisasi dan kemajuan teknologi tersebut. Perubahan yang terjadi dalam dua dasawarsa terakhir mengalahkan kecepatan dan dimensi perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia di abad-abad sebelumnya. Perubahan tersebut telah menjangkau kehidupan manusia dari tingkat global, nasional, dan regional serta dari kehidupan sebagai umat manusia, warga negara, anggota masyarakat dan pribadi.

Perubahan dan penyempurnaan tersebut menjadi penting seiring dengan kontinuitas segala kemungkinan yang terjadi berkaitan dengan perkembangan masyarakat, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni budaya pada tataran lokal, nasional, regional, dan global di masa depan. 

Jenlink (1995) mengungkapkan bahwa the future will bedramatically different from the present, and it is already calling us into preparation for major changes being brought to life by forces of change that will require us to transcend current mindsets of the world we know --- masa depan akan berbeda secara dramatis dari masa sekarang, dan itu akan menuntut untuk dipersiapkan antisipasi terjadinya perubahan penting pada kehidupan. Dengan terjadinya perubahan tersebutdiperlukan usaha untuk mengalihkan pola pikir dalam menatap tentang dunia yang begitu cepat mengalami perobahan hingga saat ini dan yang akan datang.

Pendidikan yang dalam hal ini kurikulum madrasah sebagai the heart of education (Klein, 1992) harus mempersiapkan generasi bangsa yang mampu hidup dan berperan aktif dalam kehidupan lokal, nasional, dan lokal yang mengalami perubahan dengan cepat tersebut. Sebagaimana diungkapkan oleh Oliva (1982), kurikulum perlu memperhatikan perubahan yang terjadi di masyarakat, ilmu pengetahuan, kepemimpinan, dan politik. Perubahan yang dikemukakan di atas memberikan landasan kuat bagi perubahan suatu kurikulum di lingkungan madrasah.

Kenyataan adanya amanat legal dan kehidupan manusia yang berubah cepat yang menyebabkan perubahan dan penyempurnaan kurikulum madrasah merupakan suatu keniscayaan yang tak dapat dihindari. Atas dasar itu, rancangan konseptual dan kontekstual penyempurnaan kurikulum menjadi suatu keniscayaan yang harus disiapkan secara matang. 

Dengan adanya dokumen kurikulum PAI dan Bahasa Arab ini, Kementerian Agama telah berupaya untuk mentransformasikan pemikiran yang menjembatani segala sesuatu yang telah ada saat ini (what it is) dengan segala sesuatu yang seharusnya ada di masa yang akan datang (what should be next) dalam suatu rancangan kurikulum yang fungsional dan aktual dalam kehidupan.

Sesuai dengan arah kebijakan dan penugasan secara khusus, selanjutnya Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menjabarkan aspek yang berkenaan dengan pengembangan kurikulum dan penguatan pelaksanaan kurikulum satuan pendidikan dengan melakukan rekonseptualisasi ide kurikulum, desain kurikulum, implementasi kurikulum, dan evaluasi kurikulum.

Rekonseptualisasi ide kurikulum merupakan penataan ulang pemikiran teoritik kurikulum berbasis kompetensi. Teori mengenai kompetensi dan kurikulum berbasis kompetensi diarahkan kepada pikiran pokok bahwa konten kurikulum adalah kompetensi, dan kompetensi diartikan sebagai kemampuan melakukan sesuatu (ability to perform) berdasarkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Hal tersebut terumuskan dalam Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD).

Ketetapan yang tercantum dalam Rencana Strategis Kementerian Agama memperlihatkan arah yang jelas bahwa kurikulum baru yang dikembangkan perlu mempedulikan aspek-aspek potensi manusia yang terkait dengan domain sikap untuk pengembangan soft-skills yang seimbang dengan hard-skills, seiring dengan ruh Pendidikan Agama Islam itu sendiri.

Desain pengembangan kurikulum baru harus didasarkan pada pengertian bahwa kurikulum adalah suatu pola pendidikan yang utuh untuk jenjang pendidikan tertentu. Desain ini menempatkan mata pelajaran sebagai organisasi konten kurikulum yang terbuka dan saling mempengaruhi. Desain kurikulum yang akan digunakan untuk mengembangkan kurikulum baru harus mampu mengaitkan antar konten kurikulum baik yang bersifat horizontal maupun vertikal.

Selanjutnya dalam pengembangan kurikulum keseluruhan dimensi kurikulum, yaitu ide, desain, implementasi dan evaluasi kurikulum, direncanakan dalam satu kesatuan. Hal inilah sebenarnya yang menjadi inti dari pengembangan kurikulum (curriculum development).

Pengembangan kurikulum perlu dilakukan karena adanya berbagai tantangan yang dihadapi, baik tantangan internal maupun tantangan eksternal. Di samping itu, dalam menghadapi tuntutan perkembangan zaman, perlu adanya penyempurnaan pola pikir dan penguatan tata kelola kurikulum serta pendalaman dan perluasan materi. Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah perlunya penguatan proses pembelajaran dan penyesuaian beban belajar agar dapat menjamin kesesuaian antara apa yang diinginkan dengan apa yang dihasilkan.

2) Penyempurnaan Pola Pikir 
Untuk memenuhi pengembangan kerangka berpikir yang sesuai dengan kebutuhan, maka kurikulum 2013 dikembangkan dengan penyempurnaan pola pikir sebagai berikut: 
a) pola pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada peserta didik. Peserta didik harus memiliki pilihan-pilihan terhadap materi yang dipelajari untuk memiliki kompetensi yang sama; 
b) pola pembelajaran satu arah (interaksi guru-peserta didik) menjadi pembelajaran interaktif (interaktif guru-peserta didik-masyarakat-lingkungan alam, sumber/media lainnya); 
c) pola pembelajaran terisolasi menjadi pembelajaran secara jejaring (peserta didik dapat menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja yang dapat dihubungi serta diperoleh melalui internet); 
d) pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran aktif-mencari (pembelajaran siswa aktif mencari semakin diperkuat dengan model pembelajaran pendekatan sains); 
e) pola belajar sendiri menjadi belajar kelompok (berbasis tim); 
f) pola pembelajaran alat tunggal menjadi pembelajaran berbasis alat multimedia; 
g) pola pembelajaran berbasis massal menjadi kebutuhan pelanggan (users) dengan memperkuat pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap peserta didik; 
h) pola pembelajaran ilmu pengetahuan tunggal (monodiscipline) menjadi pembelajaran ilmu pengetahuan jamak (multidisciplines); dan 
i) pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran kritis. 

3) Penguatan Tata Kelola 
Pelaksanaan kurikulum selama ini telah menempatkan kurikulum sebagai daftar mata pelajaran. Pendekatan Kurikulum 2013 diubah sesuai dengan kurikulum satuan pendidikan. Oleh karena itu dalam Kurikulum 2013 dilakukan penguatan tata kelola sebagai berikut: 
a) tata kerja guru yang bersifat individual diubah menjadi tata kerja yang bersifat kolaboratif; 
b) penguatan manajeman madrasah melalui penguatan kemampuan manajemen kepala madrasah sebagai pimpinan kependidikan (educational leader); dan 
c) penguatan sarana dan prasarana untuk kepentingan manajemen dan proses pembelajaran. 

4) Penguatan Materi 
Penguatan materi sebagai proses tersistem dalam pembelajaran untuk memberikan bobot penguasaan materi esensial ataupun non esensial. Penguatan materi dimaksudkan untuk memperdalam dan memperluas tingkat penguasaan sesuai kmpetensi dasar. Secara operasional penguatan materi dilakukan dengan cara pendalaman dan perluasan materi yang relevan bagi peserta didik. 

3. Karakteristik Kurikulum 
Kurikulum 2013 ini dirancang dengan karakteristik sebagai berikut: 
  1. mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik; 
  2. madrasah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana dimana peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar; 
  3. mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai situasi di madrasah dan masyarakat; 
  4. memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan; 
  5. kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar mata pelajaran; 
  6. kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasian (organizing elements) kompetensi dasar, di mana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti; 
  7. kompetensi dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antar mata pelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal). 

4. Tujuan Kurikulum 
Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. 

Kerangka Dasar 
1. Landasan Filosofis 
Landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum menentukan kualitas peserta didik yang akan dicapai kurikulum, sumber dan isi dari kurikulum, proses pembelajaran, posisi peserta didik, penilaian hasil belajar, hubungan peserta didik dengan masyarakat dan lingkungan alam di sekitarnya.   

Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah dikembangkan dengan landasan filosofis yang memberikan dasar bagi pengembangan seluruh potensi peserta didik menjadi manusia Indonesia berkualitas yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional. 

Pada dasarnya tidak ada satupun filosofi pendidikan yang dapat digunakan secara spesifik untuk pengembangan kurikulum yang dapat menghasilkan manusia yang berkualitas. Berdasarkan hal tersebut, Kurikulum 2013 dikembangkan menggunakan filosofi sebagai berikut:

a. Pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan bangsa masa kini dan masa mendatang. Pandangan ini menjadikan Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan budaya bangsa Indonesia yang beragam, diarahkan untuk membangun kehidupan masa kini, dan untuk membangun dasar bagi kehidupan bangsa yang lebih baik di masa depan. Mempersiapkan peserta didik untuk kehidupan masa depan selalu menjadi kepedulian kurikulum, hal ini mengandung makna bahwa kurikulum adalah rancangan pendidikan untuk mempersiapkan kehidupan generasi muda bangsa. Dengan demikian, tugas mempersiapkan generasi muda bangsa menjadi tugas utama suatu kurikulum. Untuk mempersiapkan kehidupan masa kini dan masa depan peserta didik, Kurikulum 2013 mengembangkan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan luas bagi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diperlukan bagi kehidupan di masa kini dan masa depan, dan pada waktu bersamaan tetap mengembangkan kemampuan mereka sebagai pewaris budaya bangsa dan orang yang peduli terhadap permasalahan masyarakat dan bangsa masa kini. 

b. Peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif. Menurut pandangan filosofi ini, prestasi anak bangsa di berbagai bidang kehidupan di masa lampau adalah sesuatu yang harus termuat dalam isi kurikulum untuk dipelajari peserta didik. Proses pendidikan adalah suatu proses yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya menjadi kemampuan berpikir rasional dan kecemerlangan akademik dengan memberikan makna terhadap apa yang dilihat, didengar, dibaca, dipelajari dari warisan budaya berdasarkan makna yang ditentukan oleh lensa budayanya dan sesuai dengan tingkat kematangan psikologis serta kematangan fisik peserta didik. Selain mengembangkan kemampuan berpikir rasional dan cemerlang dalam akademik, Kurikulum 2013 memposisikan keunggulan budaya tersebut dipelajari untuk menimbulkan rasa bangga, diaplikasikan dan dimanifestasikan dalam kehidupan pribadi, dalam interaksi sosial di masyarakat sekitarnya, dan dalam kehidupan berbangsa masa kini. 

c. Pendidikan ditujukan untuk mengembangkan kecerdasan intelektual dan kecemerlangan akademik melalui pendidikan disiplin ilmu. Filosofi ini menentukan bahwa isi kurikulum adalah disiplin ilmu dan pembelajaran adalah pembelajaran disiplin ilmu (essentialism). Filosofi ini mewajibkan kurikulum memiliki nama mata pelajaran yang sama dengan nama disiplin ilmu, selalu bertujuan untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan kecemerlangan akademik. 

d. Pendidikan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang lebih baik dari masa lalu dengan berbagai kemampuan intelektual, kemampuan berkomunikasi, sikap sosial, kepedulian, dan berpartisipasi untuk membangun kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik (experimentalism and social reconstructivism). 

Dengan filosofi ini, Kurikulum 2013 bermaksud untuk mengembangkan potensi peserta didik menjadi kemampuan dalam berpikir reflektif bagi penyelesaian masalah sosial di masyarakat, dan untuk membangun kehidupan masyarakat demokratis yang lebih baik. 

Dengan demikian, Kurikulum 2013 menggunakan filosofi sebagaimana di atas dalam mengembangkan kehidupan individu peserta didik dalam beragama, seni, kreativitas, berkomunikasi, nilai dan berbagai dimensi inteligensi yang sesuai dengan diri seorang peserta didik dan diperlukan masyarakat, bangsa dan umat manusia. 

2. Landasan Teoritis Kurikulum 
Kurikulum 2013 dikembangkan atas teori “pendidikan berdasarkan standar” (standard-based education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi (competency-based curriculum). Pendidikan berdasarkan standar menetapkan adanya standar nasional sebagai kualitas minimal warga negara yang dirinci menjadi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Kurikulum berbasis kompetensi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluasluasnya bagi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan untuk bersikap, berpengetahuan, berketerampilan, dan bertindak. 

Kurikulum 2013 menganut: (1) pembelajaan yang dilakukan guru (taught curriculum) dalam bentuk proses yang dikembangkan berupa kegiatan pembelajaran di madrasah, kelas, dan masyarakat; dan (2) pengalaman belajar langsung peserta didik (learned-curriculum) sesuai dengan latar belakang, karakteristik, dan kemampuan awal peserta didik. Pengalaman belajar langsung individual peserta didik menjadi hasil belajar bagi dirinya, sedangkan hasil belajar seluruh peserta didik menjadi hasil kurikulum. 

Struktur Kurikulum 
1. Kompetensi Inti Kurikulum 
Sejalan dengan filosofi progresivisme dalam pendidikan, Kompetensi Inti ibaratnya adalah anak tangga yang harus ditapaki peserta didik untuk sampai pada kompetensi lulusan jenjang Madrasah Aliyah. Kompetensi Inti (KI) meningkat seiring dengan meningkatnya usia peserta didik yang dinyatakan dengan meningkatnya kelas. Melalui Kompetensi Inti, integrasi vertikal berbagai kompetensi dasar (KD) pada kelas yang berbeda dapat dijaga. 

Sebagai anak tangga menuju ke kompetensi lulusan multidimensi, Kompetensi Inti juga memiliki multidimensi. Untuk kemudahan operasionalnya, kompetensi lulusan pada ranah sikap dipecah menjadi dua. Pertama, sikap spiritual yang terkait dengan tujuan pendidikan nasional membentuk peserta didik yang beriman dan bertakwa. Kedua, sikap sosial yang terkait dengan tujuan pendidikan nasional membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. 

Kompetensi Inti bukan untuk diajarkan melainkan untuk dibentuk melalui pembelajaran berbagai kompetensi dasar dari sejumlah mata pelajaran yang relevan. Dalam hal ini mata pelajaran diposisikan sebagai sumber kompetensi. Apapun yang diajarkan pada mata pelajaran tertentu pada suatu jenjang kelas tertentu hasil akhirnya adalah Kompetensi Inti yang harus dimiliki oleh peserta didik pada jenjang kelas tersebut. Tiap mata pelajaran harus tunduk pada Kompetensi Inti yang telah dirumuskan. Karena itu, semua mata pelajaran yang diajarkan dan dipelajari pada kelas tersebut harus berkontribusi terhadap pembentukan Kompetensi Inti. 

Kompetensi Inti akan menagih kepada tiap mata pelajaran apa yang dapat dikontribusikannya dalam membentuk kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh peserta didik. Ibaratnya, Kompetensi Inti adalah pengikat berbagai kompetensi dasar yang harus dihasilkan dengan mempelajari tiap mata pelajaran serta berfungsi sebagai integrator horizontal antar mata pelajaran. 

Dalam konteks ini, kompetensi inti adalah bebas dari mata pelajaran karena tidak mewakili mata pelajaran tertentu. Kompetensi Inti menyatakan kebutuhan kompetensi peserta didik, sedangkan mata pelajaran adalah pasokan kompetensi. Dengan demikian, kompetensi inti berfungsi sebagai unsur pengorganisasi (organising element) kompetensi dasar. Sebagai unsur pengorganisasi, Kompetensi Inti merupakan pengikat untuk organisasi vertikal dan organisasi horizontal kompetensi dasar. 

Organisasi vertikal kompetensi dasar adalah keterkaitan kompetensi dasar satu kelas dengan kelas di atasnya sehingga memenuhi prinsip belajar yaitu terjadi suatu akumulasi yang berkesinambungan antar kompetensi yang dipelajari peserta didik. Organisasi horizontal adalah keterkaitan antara kompetensi dasar satu mata pelajaran dengan kompetensi dasar dari mata pelajaran yang berbeda dalam satu kelas yang sama sehingga terjadi proses saling memperkuat.

Rumusan Kompetensi Inti dalam buku ini menggunakan notasi: 1) KI-1 untuk Kompetensi Inti sikap spiritual, 2) KI-2 untuk Kompetensi Inti sikap sosial, 3) KI-3 untuk Kompetensi Inti pengetahuan (pemahaman konsep), 4) KI-4 untuk kompetensi inti keterampilan. Urutan tersebut mengacu pada urutan yang disebutkan dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 yang menyatakan bahwa kompetensi terdiri dari kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. 

Selanjutnya Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang telah dirumuskan untuk jenjang satuan pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) dipergunakan untuk merumuskan kompetensi dasar (KD) yang diperlukan untuk mencapainya. Mengingat standar kompetensi lulusan harus dicapai pada akhir jenjang. Sebagai usaha untuk memudahkan operasional perumusan kompetensi dasar, diperlukan tujuan antara yang menyatakan capaian kompetensi pada tiap akhir jenjang kelas pada setiap jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) maupun Madrasah Aliyah (MA). Capaian kompetensi pada tiap akhir jenjang kelas dari Kelas I sampai VI, Kelas VII sampai dengan IX, Kelas X sampai dengan Kelas XII disebut dengan Kompetensi Inti.

    Download PMA Nomor 000912 Tahun 2013 Tentang Kurikulum Madrasah 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas PMA Nomor 000912 Tahun 2013 Tentang Kurikulum Madrasah 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

    PMA Nomor 000912 Tahun 2013 Tentang Kurikulum Madrasah 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab



    Download File:

    PMA Nomor 000912 Tahun 2013 Tentang Kurikulum Madrasah 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab.pdf
    PMA Nomor 000912 Tahun 2013 (KI-KD MA).doc


    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file PMA Nomor 000912 Tahun 2013 Tentang Kurikulum Madrasah 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab. Semoga bisa bermanfaat.
    Buku Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Sunda Kurikulum 2013 SMP-MTs  Revisi 2017

    Diposting oleh Pada 6/11/2018 05:18:00 PM dengan No comments

    Berikut ini adalah berkas Kurikulum 2013 Bahasa Sunda SMP/MTs Revisi 2017. Buku Kurikulum Tingkat Daerah Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda Berbasis Kurikulum 2013 Jenjang SMP/MTs Revisi 2017. Download file format .docx Microsoft Word dan PDF. Buku Kurikulum 2013 Bahasa Sunda SMP/MTs Revisi 2017 ini dilengkapi dengan Silabus dan Pedoman Penyusunan RPP.

    Kurikulum 2013 Bahasa Sunda SMP/MTs Revisi 2017
    Kurikulum 2013 Bahasa Sunda SMP/MTs Revisi 2017

    Buku Kurikulum Tingkat Daerah Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda Berbasis Kurikulum 2013 Jenjang SMP/MTs Revisi 2017

    Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi berkas Buku Kurikulum Tingkat Daerah Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda Berbasis Kurikulum 2013 Jenjang SMP/MTs Revisi 2017:

    Pembelajaran Bahasa dan Sastra Daerah di sekolah-sekolah yang awalnya menggunakan Kurikulum 2006 atau yang lebih dikenal dengan Kurikulum KTSP, mulai menggunakan Kurikulum Mulok yang baru, terutama di sekolah-sekolah yang menjadi percontohan. Kurikulum Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Daerah yang mengacu pada Kurikulum 2013 ini tersiri dari Struktur Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KIKD) serta Silabusnya. Sebagai penunjang pembelajaran, BPBKD juga mengupayakan penyusunan buku ajar sesuai rambu-rambu yang ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

    Seperti diketahui, implementasi Kurik ini pun sangat dinamis. Berbagai revisi terutama menyangkut berbagai perangkat implementasinya di lapangan. Tahun 2016, revisi bahkan menyangkut struktur inti tataran KIKD dan landasan konseptualnya. Sedikitnya ada empat Peraturan Mentri (Permen) Pendidikan dan Kebudayaan dike berkaitan dengan revisi Kurikulum. Antara lain Permendikbud No. 20 tahun 2016 Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan menengah, Permendikbud No. 21 tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah, Permendikbud No. 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan dan Dasar dan Menengah, dan Permendikbud No. 23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian. Melihat dinamika yang terjadi pada Kurikulum 2013 tersebut, sudah seharusnya pula Kurikulum Mulok Bahasa dan Sastra Daerah menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan di atas.

    Di samping itu, implementasi Kurikulum Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Daerah sendiri menemui beberapa masalah, antara lain ditemukan pada struktur isi kurikulum yang masih dianggap kompleks dan sulit untuk dipahami oleh siswa. Kurikulum Bahasa dan Sastra Daera jelas di setiap jenjang pendidikan. Tid dicapai dari pengajaran bahasa Sunda di ditemukan materi-materi pelajaran yang bertumpuk dan berulang-ulang.

    Kendala lain yang juga sering disuarakan oleh masyarakat dan para guru adalah tidak meratanya kurikulum diberla berbagai hal, kendati Kurikulum Muatan Daerah telah ditetapkan penggunaannya melalui Pergub. Kritik jugs muncul dari masyarakat berkaitan dengan kekeliruan bahan ajar dan karakter Kurikulum Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Daerah yang cenderung terlalu meniru struktur kurikulum mata pelajaran bahasa Indonesia.

    Berkaitan dengan masalah-masalah tersebut di atas, perlu adanya upaya untuk merevisi dan mengembangkan kembali Kurikulum Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Daerah untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah.

    Buku ini merupakan dokumen kurikulum yaitu Kurikulum Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda Berbasis Kurikulum 2013 yang telah direvisi. Dokumen kurikulum diharapkan dapat dijadikan pedoman pembelajaran muatan lokal bahasa dan sastra Sunda pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di Jawa Barat, terhitung mulai tahun pelajaran 2017/2018.

    Daftar Isi Buku Kurikulum Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda Berbasis Kurikulum 2013

    BAB I: STRUKTUR KURIKULUM TINGKAT DAERAH
    A. Rasional
    B. Struktur Kurikulum Muatan Lokal
    C. Perbaikan Kurikulum Tingkat Daerah Berbasis Kurikulum 2013
    D. Kekhasan Kurikulum Tingkat Daerah
    E. Keragaman Lokalitas dan Bahasa Pengantar Pembelajaran
    F. Pemanfaatan Media dan Sumber Belajar

    BAB II: KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR (KIKD MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA SUNDA
    A. Rasional
    B. Pengertian
    C. Fungsi
    D. Tujuan
    E. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran  Bahasa Dan Sastra Sunda Jenjang SMP/MTs

    Lampiran 1: SILABUS MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA SUNDA SMP/MTs
    A. Pengertian Silabu
    B. Komponen Silabus.
    C. Pengembangan Silabus

    Lampiran 2: RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH (SMP/MTs) MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA SUNDA
    A. Batasan
    B. Komponen RPP
    C. Prinsip Penyusunan RPP
    D. Langkah Penyusunan RPP

      Download Buku Kurikulum 2013 Bahasa Sunda SMP/MTs Revisi 2017

      Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Kurikulum Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda Berbasis Kurikulum 2013 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

      Buku Kurikulum Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda Berbasis Kurikulum 2013



      Download File:

      Buku Kurikulum 2013 Bahasa Sunda SMP/MTs Revisi 2017.pdf
      Buku Kurikulum 2013 Bahasa Sunda SMP/MTs Revisi 2017.docx


      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku Kurikulum Tingkat Daerah Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda Berbasis Kurikulum 2013 Jenjang SMP/MTs Revisi 2017. Semoga bisa bermanfaat.
      Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP-MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018

      Diposting oleh Pada 6/11/2018 04:33:00 PM dengan No comments

      Berikut ini adalah berkas Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018. Download file format  PDF.

      Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018
      Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018

      Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP-MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018

      Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi berkas Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018:

      Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Keutuhan tersebut menjadi dasar dalam perumusan kompetensi dasar tiap mata pelajaran, sehingga kom- petensi dasar tiap mata pelajaran mencakup Kompetensi Dasar kelompok sikap, kompetensi dasar kelompok pengetahuan, dan Kompetensi Dasar kelompok keterampilan. Semua mata pelajaran dirancang mengikuti rumusan tersebut.

      Seni Budaya untuk Kelas IX SMP/MTs yang disajikan dalam buku ini juga tunduk pada ketentuan tersebut. Seni Budaya bukan aktivitas dan materi pembelajaran yang dirancang hanya untuk mengasah kompetensi keterampilan siswa sebagaimana dirumuskan selama ini. Seni Budaya harus mencakup aktivitas dan materi pembelajaran yang memberikan kompetensi pengetahuan tentang karya seni budaya dan kompetensi sikap yang terkait dengan seni budaya. Seni Budaya dalam Kurikulum 2013 dirumuskan untuk mencakup sekaligus studi karya seni budaya untuk mengasah kompetensi pengetahuan, baik dari karya maupun nilai yang terkandung di dalamnya, praktik berkarya seni budaya untuk mengasah kompetensi keterampilan, dan pembentukan sikap apresiasi terhadap seni budaya sebagai hasil akhir dari studi dan praktik karya seni budaya.

      Pembelajarannya dirancang berbasis aktivitas dalam sejumlah ranah seni budaya, yaitu seni rupa, tari, musik, dan teater yang diangkat dari tema-tema seni yang merupakan warisan budaya bangsa. Selain itu juga mencakup kajian warisan budaya yang bukan berbentuk praktik karya seni budaya. Aktivitas- aktivitas tersebut tidak hanya terkait dengan studi dan praktik karya seni budaya, melainkan juga melalui pelibatan aktif tiap siswa dalam kegiatan seni budaya yang diselenggarakan oleh kelas maupun sekolah. Sebagai mata pelajaran yang mengandung unsur muatan lokal, tambahan materi yang digali dari kearifan lokal dan relevan sangat diharapkan untuk ditambahkan sebagai pengayaan dari buku ini.

      Sesuai dengan konsep Kurikulum 2013, buku ini disusun dengan mengacu pada pembelajaran Seni Budaya secara terpadu dan utuh. Keterpaduan dan keutuhan tersebut diwujudkan dalam setiap pengetahuan yang diajarkan, pembelajarannya harus dilanjutkan sampai siswa terampil dalam menyajikan pengetahuan yang dikuasainya secara konkret dan abstrak dalam bentuk atau terkait dengan karya seni budaya, dan bersikap sebagai manusia dengan rasa penghargaan yang tinggi terhadap karya-karya seni warisan budaya dan warisan budaya bentuk lainnya. 

      Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diajak untuk berani mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.

      Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP-MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018 berisi:

      Pembelajaran Seni Lukis
      • Kompetensi Inti (KI) Kompetensi Dasar (KD)
      • Tujuan Pembelajaran
      • Peta Konsep
      • Proses Pembelajaran
      • Evaluasi dan Penilaian
      • Pengayaan

      Pembelajaran Seni Patung
      • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
      • Tujuan Pembelajaran
      • Peta Konsep
      • Proses Pembelajaran
      • Evaluasi dan Penilaian
      • Pengayaan
      • Remedial
      • Interaksi dengan Orang Tua

      Pembelajaran Menyanyikan Lagu Solo/Tunggal 
      • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
      • Tujuan Pembelajaran
      • Peta Konsep
      • Proses Pembelajaran
      • Evaluasi dan Penilaian
      • Pengayaan
      • Remedial
      • Interaksi dengan Orang Tua Peserta Didik

      Pembelajaran Lagu Populer Dalam Sajian Vokal Grup
      • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
      • Tujuan Pembelajaran
      • Peta Konsep
      • Proses Pembelajaran
      • Evaluasi 
      • Pengayaan
      • Remedial
      • Interaksi dengan Orang Tua Peserta Didik

      Pembelajaran Tari Kreasi
      • Kompetensi Inti (KI) dan Kompentsi Dasar (KD)
      • Tujuan Pembelajaran
      • Peta Konsep
      • Proses Pembelajaran
      • Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran
      • Remedial
      • Pengayaan Pembelajaran

      Pembelarajan Unsur Pendukung Tari Kreasi 
      • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
      • Tujuan Pembelajaran
      • Peta Konsep
      • Proses Pembelajaran
      • Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran
      • Remedial
      • Pengayaan Pembelajaran

      Pembelajaran Dasar Pemeranan Teater 
      • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
      • Proses Pembelajaran
      • Interaksi dengan Orang Tua
      • Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran
      • Rubrik Guru
      • Pengayaan Pembelajaran

      Pembelajaran Perancangan Pementasan
      • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
      • Informasi untuk Guru
      • Proses Pembelajaran
      • Interaksi dengan Orang Tua
      • Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran
      • Rubrik Guru
      • Pengayaan pembelajaran

      Pembelajaran Seni Grafis
      • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
      • Tujuan Pembelajaran
      • Peta Konsep
      • Proses Pembelajaran
      • Evaluasi dan Penilaian
      • Pengayaan
      • Remedial
      • Interaksi Orang Tua

      Pembelajaran Pameran 
      • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
      • Tujuan Pembelajaran Pameran
      • Peta Konsep Pembelajaran
      • Proses Pembelajaran
      • Evaluasi dan Penilaian
      • Pengayaan
      • Remedial
      • Interaksi Orang Tua

      Pembelajaran Bernyanyi Lagu Populer
      • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
      • Tujuan Pembelajaran
      • Peta Konsep
      • Proses Pembelajaran
      • Evaluasi
      • Pengayaan
      • Remedial
      • Interaksi dengan Orang Tua Peserta Didik

      Pembelajaran Ansambel Lagu Populer
      • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
      • Tujuan Pembelajaran
      • Peta Konsep
      • Proses Pembelajaran
      • Evaluasi
      • Pengayaan
      • Remedial
      • Interaksi dengan Orang Tua

      Pembelajaran Pola Lantai Tari Kreasi
      • Kompetensi Inti (KI)
      • Kompetensi Dasar (KD)
      • Tujuan Pembelajaran
      • Peta Konsep
      • Proses Pembelajaran I
      • Proses Pembelajaran II
      • Informasi untuk Guru
      • Interaksi dengan Orang Tua
      • Evaluasi Penilaian Pembelajaran
      • Remedial
      • Pengayaan Pembelajaran

      Pembelajaran Meragakan Tari Kreasi
      • Kompetensi Inti (KI)
      • Kompetensi Dasar (KD)
      • Tujuan Pembelajaran
      • Peta Konsep
      • Proses Pembelajaran
      • Informasi untuk Guru
      • Interaksi dengan Orang Tua
      • Remedial
      • Pengayaan Pembelajaran

      Pembelajaran Penulisan Lakon 
      • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
      • Informasi untuk Guru
      • Proses Pembelajaran
      • Materi dan Aktivitas Pembelajaran
      • Interaksi dengan Orang Tua
      • Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran
      • Rubrik Guru
      • Pengayaan Pembelajaran

      Pembelajaran Pementasan Teater Berdurasi Pendek
      • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
      • Informasi untuk Guru
      • Interaksi dengan Orang Tua
      • Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran
      • Rubrik Guru
      • Pengayaan Pembelajaran

        Download Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018

        Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

        Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018



        Download File:
        Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP-MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018.pdf

        Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018. Semoga bisa bermanfaat.
        Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013

        Diposting oleh Pada 6/11/2018 03:24:00 PM dengan No comments

        Berikut ini adalah berkas Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013. Download buku format PDF.

        Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013
        Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013

        Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013

        Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi berkas Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013:

        Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Keutuhan tersebut menjadi dasar dalam perumusan kompetensi dasar tiap mata pelajaran, sehingga kompetensi dasar tiap mata pelajaran mencakup kompetensi dasar kelompok sikap, kompetensi dasar kelompok pengetahuan, dan kompetensi dasar kelompok keterampilan. Semua mata pelajaran dirancang mengikuti rumusan tersebut.

        Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) untuk Kelas IX SMP/MTs yang disajikan dalam buku ini juga tunduk pada ketentuan tersebut. PJOK bukan berisi materi aktivitas yang dirancang hanya untuk mengasah kompetensi keterampilan peserta didik, atau mata pelajaran yang membaginya menjadi pengetahuan tentang kesehatan dan keterampilan berolahraga. PJOK adalah mata pelajaran yang membekali siswa dengan pengetahuan tentang gerak jasmani dalam berolahraga serta faktor kesehatan yang dapat mempengaruhinya, keterampilan dalam melakukan gerak jasmani dalam berolahraga dan menjaga kesehatannya, serta sikap perilaku yang dituntut dalam berolahraga dan menjaga kesehatan sebagai suatu kesatuan yang utuh sehingga terbentuk peserta didik yang sadar kebugaran jasmani, sadar olahraga, dan sadar kesehatan.

        Aktivitasnya dirancang berbasis aktivitas terkait dengan sejumlah jenis gerak jasmani/olahraga dan usaha-usaha menjaga kesehatan yang sesuai untuk peserta didik Kelas IX SMP/MTs. Aktivitas-aktivitas tersebut dirancang untuk membuat peserta didik terbiasa melakukan gerak jasmani dan berolahraga dengan senang hati karena merasa perlu melakukannya dan sadar akan pentingnya menjaga kesehatan jasmani baik melalui gerak jasmani dan olahraga maupun dengan memperhatikan faktor-faktor kesehatan yang mempengaruhinya. Sebagai mata pelajaran yang mengandung unsur muatan lokal, tambahan materi yang digali dari kearifan lokal dan relevan dengan mata pelajaran ini sangat diharapkan untuk ditambahkan sebagai pengayaan dari buku ini.

        Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diajak menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.

        Gambaran Pelaksanaan Pembelajaran Penjasorkes
        Proses pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah-sekolah Indonesia saat ini masih memprihatinkan. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya ialah terbatasnya sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar mengajar, dan kemampuan guru PJOK yang kurang memadai. Salah satu dampak yang sangat jelas dengan kondisi ini adalah tingkat kebugaran peserta didik yang sangat rendah. 

        Seperti halnya kemampuan guru yang mengajar mata pelajaran PJOK pada satuan pendidikan SMP/MTs yang memiliki latar belakang pendidikan di luar bidang pendidikan jasmani, ada yang tamat SMA, D3 non Penjas, S1 Teknik, S1 IAIN, dan lain sebagainya. Kondisi ini pada dasarnya kurang tepat, tapi kita masih harus bersyukur mereka masih mau mengajar mata pelajaran PJOK. 

        Guru PJOK tradisional cenderung menekankan pada penguasaan keterampilan cabang olahraga yang sasaran akhirnya adalah prestasi. Pendekatan yang dilakukan seperti halnya pendekatan pelatihan olahraga. Dalam pendekatan ini, guru menentukan tugas-tugas ajarnya kepada siswa melalui kegiatan fisik tak ubahnya seperti melatih suatu cabang olahraga. Kondisi seperti ini mengakibatkan tidak optimalnya fungsi pengajaran pendidikan jasmani sebagai media pendidikan dalam rangka pengembangan kebugaran jasmani dan pribadi anak seutuhnya. 

        Penerapan model pembelajaran PJOK tradisional sering mengabaikan tugas- tugas ajar yang sesuai dengan taraf perkembangan anak. Mengajar SMP/MTs disamakan dengan anak-anak SMA. Bentuk-bentuk modifikasi baik dalam peraturan, ukuran lapangan maupun jumlah pemain kurang diterapkan di dalam proses pembelajaran, hal ini menyebabkan peserta didik tidak mampu dan gagal untuk melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru. 

        Sebagai akibat dari kondisi seperti ini, anak dapat menjadi kurang senang terhadap Pelajaran PJOK. Tugas-tugas ajar yang merupakan keterampilan kompleks itu sesungguhnya hanya mampu dilakukan oleh anak-anak yang berbakat dan berminat dalam olahraga serta anak-anak yang memiliki tingkat keterampilan gerak dasar yang tinggi. Tidak ada upaya-upaya memodifikasi tugas gerak yang kompleks menjadi tugas gerak yang sederhana, dapat diramalkan tingkat keberhasilan siswa dalam menyelesaikan tugas yang harus dipelajari akan tergolong rendah.

        Untuk itu kebutuhan akan modifikasi olahraga sebagai suatu pendekatan alternatif dalam mengajar PJOK mutlak perlu dilakukan. Guru harus memiliki kemampuan untuk melakukan modifikasi keterampilan yang hendak diajarkan agar sesuai dengan tingkat perkembangan anak.

        Karakteristik Proses Belajar Mengajar (PBM) yang Efektif
        Pembelajaran merupakan suatu proses pengembangan potensi dan pembangunan karakter setiap peserta didik sebagai hasil dari sinergi antara pendidikan yang berlangsung di sekolah, keluarga, dan masyarakat. Proses tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka menjadi kemampuan yang semakin lama semakin meningkat dalam sikap (spiritual dan sosial), pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan dirinya untuk hidup dan untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan hidup umat manusia.

        Tujuan utama pembelajaran PJOK di sekolah adalah mengembangkan kesadaran tentang arti penting aktivitas fisik untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan tubuh serta gaya hidup aktif sepanjang hayat, mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani, mengelola kesehatan dan kesejahteraan dengan benar serta pola hidup sehat, mengembangkan keterampilan gerak dasar, motorik, keterampilan, konsep/ pengetahuan, prinsip, strategi dan taktik permainan dan olahraga, meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai percaya diri, sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerja sama, pengendalian diri, kepemimpinan, dan demokratis dalam melakukan aktivitas fisik, menciptakan iklim sekolah yang lebih positif, mengembangkan kearifan lokal yang berkembang di masyarakat Indonesian, dan menciptakan suasana yang rekretif, berisi tantangan, ekspresi diri.

        Proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, menyenangkan, menantang, inspiratif, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

        Prinsip Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
        Untuk memperoleh manfaat yang optimal dari proses pembelajaran, para guru hendaknya memperhatikan prinsi-prinsip pembelajaran PJOK sebagai berikut.
        1. Di dalam mata pelajaran PJOK terdapat kompetensi dasar pengetahuan dan keterampilan. Kedua jenis kompetensi ini diajarkan tidak terpisah harus diajarkan secara bersamaan. Hal ini berarti tidak ada alokasi waktu khusus untuk belajar teori, kecuali materi kesehatan. Teori-teori berkaitan dengan konsep dan prinsip gerak diajarkan saat praktik.
        2. Dalam pembelajaran PJOK, intensitas biasanya diukur oleh perubahan denyut nadi ketika peserta didik SMP/MTs melakukan aktivitas fisik. Intensitas gerak pada pembelajaran minimal di antara 50 – 60 % (persen) dari Denyut Nadi Maksimal (DNM). Sedangkan para atlet biasanya berada di antara 70-90% DNM.
        3. Idealnya, jumlah siswa yang terlibat dalam pembelajaran di antara 20-30 peserta didik. Tetapi ukuran di Indonesia biasanya lebih tinggi, karena satu kelas biasanya terdiri dari 40 peserta didik. Selama guru mampu mengelola baik alat maupun formasi serta pengaturan kelas yang memungkinkan, rasanya tidak terlalu bermasalah jika terdapat 40 peserta didik dalam satu kelas. 
        4. Semakin banyak peserta didik mengulang satu jenis gerakan, maka semakin baik hasilnya. Oleh karena itu, guru dituntut untuk mengoptimalkan kemampuannya dalam mendayagunakan waktu, alat, fasilitas, serta kemampuannya dalam mengatur unit pembelajaran seefektif mungkin.
        5. Pengalaman “berhasil” akan muncul manakala peserta didik merasa berhasil menampilkan tugas gerak yang diberikan kepadanya karena akan teramati oleh peserta didik lain atau guru. Keberhasilan ini dapat muncul apabila tugas gerak yang tidak terlalu sulit. Di samping itu, guru juga harus menyediakan tugas gerak alternatif bagi peserta didik atau siswa yang kemampuannya belum sampai. Tugas gerak alternatif ini maksudnya adalah tugas gerak yang dimodifikasi tingkat kesulitannya, sehingga membuat peserta didik yang belum menguasainya menjadi mampu melakukannya. 
        6. Lingkungan pembelajaran PJOK harus bersuasana aman, nyaman, dan menyenangkan. Meskipun tugas gerak yang diberikan cukup menantang dan dapat membuat peserta didik lelah dan berkeringat, tetapi suasana aman, nyaman, dan menyenangkan itu tetap harus dipertahankan. Sebaliknya, suasana yang tidak mendukung sebaiknya dapat dihilangkan, di antaranya kebiasaan mengejek antarpeserta didik, kebiasaan merendahkan dari guru kepada peserta didik, kebiasaan panggilan alias yang negatif, dan sebagianya.
        7. Ketersediaan alat dan fasilitas untuk pembelajaran PJOK merupakan satu keharusan, namun apabila di sekolah tidak tersedia maka guru sebaiknya memiliki pemikiran mencari cara untuk memperbanyak alat pada saat belajar, termasuk di dalamnya dengan memodifikasi alat sederhana yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Di samping itu faktor keselamatan dalam penggunaan alat olahraga harus diperhatikan oleh guru. 
        8. Keriangan peserta didik dalam pembelajaran PJOK dapat didorong oleh berbagai sebab, di antaranya guru memberikan tugas gerak yang memang menyenangkan, permainan yang melibatkan semua peserta didik dalam suasana kompetisi yang tinggi, dengan iringan musik, atau menyediakan kesempatan bagi peserta didik mengembangkan kreativitas mereka, dan lain-lain. 
        9. Setiap unit pembelajarannya agar menyeimbangkan pengembangan aspek gerak dan keterampilan, aspek kebugaran, aspek pengetahuan, serta aspek spiritual dan sosial peserta didik.
        10. Pembelajaran PJOK dalam Implementasi Kurikulum 2013 di Satuan Pendidikan SMP/MTs Pembelajaran PJOK adalah memanfaatkan aktivisi fisik/olahraga untuk mengembangan keutuhan manusia. Artinya, bahwa melalui pembelajaran yang melibatkan unsur fisik dan aktivitas jasmani, aspek mental, emosional, sosial dan moral pun turut terkembangkan.

        Pengembangan domain keterampilan secara umum dapat diarahkan pada dua tujuan utama, pertama mencapai perkembangan aspek perseptual motorik (keterampilan gerak), dan kedua, mencapai perkembangan kebugaran jasmani. Ini menegaskan bahwa pembelajaran pendidikan jasmani harus melibatkan aktivitas fisik yang mampu merangsang kemampuan penguasaan gerak keterampilan serta sekaligus bersifat pembentukan kebugaran jasmani. 

        Pengembangan domain keterampilan gerak merujuk pada proses penguasaan suatu keterampilan atau tugas gerak yang melibatkan proses mempersepsi rangsangan dari luar, kemudian rangsangan itu diolah dan diprogramkan sampai terjadinya respons berupa tindakan yang sesuai dengan rangsangan itu (Schmidt and Wrisberg, 2000). Penekanan dari proses pembelajarannya lebih banyak ditujukan pada proses perangsangan yang bervariasi, sehingga setiap kali peserta didik akan selalu mengerahkan kemampuannya dalam mengolah informasi, ketika akan menghasilkan gerak. Dengan cara itu, kepekaan sistem saraf peserta didik semakin dikembangkan.

        Kebugaran jasmani merupakan aspek penting dari domain keterampilan, yang bertumpu pada perkembangan kemampuan biologis organ tubuh. Konsentrasinya lebih banyak pada persoalan peningkatan efisiensi fungsi faal tubuh dengan segala aspeknya sebagai sebuah sistem (misalnya sistem peredaran darah, sistem pernapasan, sistem metabolisme, dan lain-lain) (Lutan, Rusli, 2001). Kebugaran jasmani menunjuk pada aspek kualitas tubuh dan organ-organnya, seperti kekuatan (otot), daya tahan (jantung-paru), kelentukan (otot dan persendian); sedangkan kebugaran motorik menekankan aspek penampilan yang melibatkan kualitas gerak sendiri seperti kecepatan, kelincahan, koordinasi, power, keseimbangan (Baumgartner and Jackson, 1995). 

        Pengembangan domain pengetahuan mencakup pengetahuan tentang fakta, konsep, dan lebih penting lagi adalah penalaran dan kemampuan memecahkan masalah. Aspek pengetahuan dalam pendidikan jasmani, tidak saja menyangkut penguasaan pengetahuan faktual semata-mata, tetapi meliputi pula pemahaman terhadap gejala gerak dan prinsipnya, termasuk yang berkaitan dengan landasan ilmiah. Salah satu simpul dalam domain pengetahuan ini adalah peserta didik memiliki pengetahuan tentang arti penting pendikan jasmani untuk hidup sepanjang hayat. 

        Pengembangan domain sikap mencakup sifat-sifat psikologis yang menjadi unsur kepribadian yang kukuh, yakni pengendalian diri, kemampuan memotivasi diri, ketekunan, dan kemampuan untuk berempati. Tidak hanya tentang sikap sebagai kesiapan berbuat yang perlu dikembangkan, tetapi yang lebih penting adalah konsep diri dan komponen kepribadian lainnya, seperti intelegensia emosional dan watak, serta meningkatkan keteguhan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai peneguhan sikap spiritual. Konsep diri menyangkut persepsi diri atau penilaian seseorang tentang kelebihannya. Pengendalian diri merupakan kualitas pribadi yang mampu menyelaraskan pertimbangan akal dan emosi yang menjadi sifat penting dalam kehidupan sosial dan pencapaiannya untuk sukses hidup di masyarakat. Demikian juga dengan ketekunan; tidak ada pekerjaan yang dapat dicapai dengan baik tanpa ada ketekunan. Ini juga berlaku sama dengan kemampuan memotivasi diri, kemandirian untuk tidak selalu diawasi dalam menyelesaikan tugas apapun.

        Isi Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013
        Pendahuluan
        • Gambaran Pelaksanaan Pembelajaran Penjasorkes
        • Karakteristik Proses Belajar Mengajar (PBM) yang Efektif
        • Prinsip Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
        • Pembelajaran PJOK dalam Implementasi Kurikulum 2013di Satuan Pendidikan SMP/MTs
        • Penggunaan Sarana dan Prasana
        • Keamanan dan Keselamatan dalam Pembelajaran
        • Pengorganisasian Kelas (Langkah-Langkah Pembelajaran)
        • Penilaian Pembelajaran
        BAB I Aktivitas Permainan Bola Besar
        • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
        • Aktivitas Permainan Bola Besar melalui Permainan Sepak Bola
        • Aktivitas Permainan Bola Besar melalui Permainan Bola Voli
        • Aktivitas Permainan Bola Besar melalui Permainan Bola Basket
        • Penilaian Pembelajaran

        BAB II Aktivitas Permainan Bola Kecil
        • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
        • Aktivitas Permainan Bola Kecil melalui Permainan Rounders
        • Aktivitas Permainan Bola Kecil melalui Permainan Bulu Tangkis
        • Aktivitas Permainan Bola Kecil melalui Permainan Tenis Meja
        • Contoh Penilaian Pembelajaran Permaian Bola Kecil melalui Permainan Rounders 
        • Contoh Penilaian Pembelajaran Permaian Bola Kecil melalui Permainan Bulu Tangkis
        • Contoh Penilaian Pembelajaran Permainan Bola Kecil melalui Permainan Tenis Meja 
        • Umpan Balik dan Tindak Lanjut
        • Instrumen Remedial dan Pengayaan 

        BAB III Aktivitas Atletik
        • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan ndikator Pencapaian Kompetensi 
        • Aktivitas Atletik melalui Aktivitas Jalan Cepat
        • Aktivitas Atletik melalui Aktivitas Lari Jarak Pendek
        • Aktivitas Atletik melalui Aktivitas Lompat Jauh
        • Aktivitas Atletik melalui Aktivitas Lempar Cakram
        • Contoh Penilaian Pembelajaran Aktivitas Atletik melaluiAktivitas Jalan Cepat
        • Contoh Penilaian Pembelajaran Aktivitas Atletik melalui Jalan Cepat
        • Contoh Penilaian Pembelajaran Aktivitas Atletik melalui Aktivitas Lari Sambung/Estafet 
        • Aktivitas Lari Sambung/Estafet
        • Contoh Penilaian Pembelajaran Aktivitas Atletik melalui Aktivitas Lompat Jauh

        BAB IV Aktivitas Bela Diri
        • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
        • Aktivitas Bela Diri melalui Aktivitas Pencak Silat
        • Penilaian Pembelajaran Aktivitas Bela Diri melalui Pencak Silat

        BAB V Aktivitas Kebugaran Jasmani
        • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
        • Aktivitas Kebugaran Jasmani
        • Penilaian Pembelajaran Aktivitas Kebugaran Jasmani

        BAB VI Aktivitas Senam
        • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
        • Aktivitas Senam 
        • Penilaian Pembelajaran Aktivitas Senam

        BAB VII Aktivitas Gerak Berirama
        • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
        • Aktivitas Gerak Berirama
        • Aktivitas Pembelajaran Inti
        • Aktivitas Pembelajaran Gerakan Penenangan
        • Penilaian Pembelajaran Aktivitas Kebugaran Jasmani

        BAB VII Aktivitas Gerak Berirama
        • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
        • Aktivitas Gerak Berirama
        • Aktivitas Pembelajaran Inti
        • Aktivitas Pembelajaran Gerakan Penenangan
        • Penilaian Pembelajaran Aktivitas Kebugaran Jasmani

        BAB IX Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
        • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
        • Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
        • Penilaian Pembelajaran Aktivitas Air

        BAB X Aktivitas Fisik Dalam Pencegahan Penyakit 
        • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
        • Budaya Hidup Sehat
        • Hakikat Aktivitas Fisik dalam Pencegahan Penyakit
        • Penilaian Pembelajaran Pola Hidup Sehat

          Download Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013

          Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

          Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013



          Download File:
          Buku Guru PJOK Kelas 9 SMP-MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018.pdf

          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013. Semoga bisa bermanfaat.
          Surat Edaran Perihal Permintaan Laporan Hasil Pemantauan Kehadiran PNS Sesudah Cuti Bersama Idul Fitri 2018

          Diposting oleh Pada 6/11/2018 05:14:00 AM dengan No comments

          Berikut ini adalah berkas Surat Edaran Perihal Permintaan Laporan Hasil Pemantauan Kehadiran PNS Sesudah Cuti Bersama Idul Fitri 2018. Surat Edaran MENPANRB Nomor B/18/M.SM.00.01/2018 Perihal Laporan Hasil Pemantauan Kehadiran Aparatur Negara Sesudah Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1239 H. Download file format PDF.

          Surat Edaran Perihal Permintaan Laporan Hasil Pemantauan Kehadiran PNS Sesudah Cuti Bersama Idul Fitri 2018
          Surat Edaran Perihal Permintaan Laporan Hasil Pemantauan Kehadiran PNS Sesudah Cuti Bersama Idul Fitri 2018

          Surat Edaran Perihal Permintaan Laporan Hasil Pemantauan Kehadiran PNS Sesudah Cuti Bersama Idul Fitri 2018

          Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Surat Edaran Perihal Permintaan Laporan Hasil Pemantauan Kehadiran PNS Sesudah Cuti Bersama Idul Fitri 2018:

          Dalam rangka penegakan disiplin Aparatur Negara dan optimalisasi peplayanan publik setelah pelaksanaan cuti bersama Hari Raya ldul Fitri 1439 H, dengan ini kami mohon agar setiap instansi pemerintah melakukan pemantauan kehadiran Aparatur Negara sesudah cuti bersama Hari Raya ldul Fitri 1439 H yakni pada tanggal 21 Juni  2018 dan melaporkan hasilnya kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada hari yang sama. Laporan dimaksud dapat disampaikan melalui aplikasi https://sidina.menpan.go.id secara online. Apabila terdapat kesulitan dalam proses pelaporan dapat menghubungi melalui WA/SMS (081398568088).

            Download Surat Edaran Perihal Permintaan Laporan Hasil Pemantauan Kehadiran PNS Sesudah Cuti Bersama Idul Fitri 2018

            Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Surat Edaran Perihal Permintaan Laporan Hasil Pemantauan Kehadiran PNS Sesudah Cuti Bersama Idul Fitri 2018 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

            Surat Edaran Perihal Permintaan Laporan Hasil Pemantauan Kehadiran PNS Sesudah Cuti Bersama Idul Fitri 2018



            Download File:
            Surat Edaran MENPANRB Nomor B/18/M.SM.00.01/2018 Perihal Laporan Hasil Pemantauan Kehadiran Aparatur Negara Sesudah Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1239 H.pdf
            Sumber: 
            https://www.menpan.go.id/site/download/file/5712-surat-menteri-panrb-tentang-laporan-hasil-pemantauan-kehadiaran-aparatur-negara-sesudah-cuti-bersama-hari-raya-idul-fitri-1439-h-7-juni-2018

            Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Surat Edaran MENPANRB Nomor B/18/M.SM.00.01/2018 Perihal Laporan Hasil Pemantauan Kehadiran Aparatur Negara Sesudah Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1239 H. Semoga bisa bermanfaat.
            Peraturan Kemenag Tentang Penulisan atau Penerbitan NISM (Nomor Induk Siswa Madrasah)

            Diposting oleh Pada 6/10/2018 02:22:00 PM dengan No comments

            Berikut ini adalah berkas Peraturan Kemenag Tentang Penulisan atau Penerbitan NISM (Nomor Induk Siswa Madrasah). Download file format PDF.

            Penertiban NISM
            Penertiban NISM

            Silabus RPP IPA SMP MTs Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX

            Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi berkas Peraturan Kemenag Tentang Penulisan atau Penerbitan NISM (Nomor Induk Siswa Madrasah):

            NISM (Nomor Induk Siswa Madrasah) merupakan nomor unik siswa yang membedakan antar siswa di Madrasah tersebut, dan bukan NISN (Nomor Induk Siswa Nasional). Nomor unik ini setiap ada pendataan EMIS biasanya disebut juga dengan NIS Lokal.

            Menunjuk Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan lslam Kementerian Agama Republik lndonesia Nomor 363 tahun 2017 tentang Panduan Penerbitan Nomor lnduk Siswa Madrasah jenjang RA, Ml, MTs dan MA maka perlu disampaikan hal-hal sebagai berikut :

            Bahwa untuk penertiban tata kelola administrasi peserta didik pada satuan pendidikan madrasah maka diperlukan susunan nomor unik bagi setiap peserta didik yang dicatat dalam buku induk madrasah yang selanjutnya disebut Nomor lnduk Siswa Madrasah (NISM)

            Penyusunan NISM didasarkan pada panduan penerbitan NISM sebagaimana tercantum dalam SK Dirjen Pendis Nomor 363 tahun 2017 yang diberlakukan bagi madrasah negeri maupun swasta dan menjadi dasar pada penomoran ijazah, SHUAMBN/SHUAMD serta kegiatan kesiswaan dilingkungan Kementerian Agama.

            NISM terdiri dari 18 (delapan belas) digit angka.

            Keterangan :
            X: 12 (dua belas) digit angka adalah Nomor Statistik Madrasah (NSM) yang telah terdaftar dalam data base EMIS Pendis Kemenag
            Y: 2 (dua) digit angka adalah tahun masuk peserta didik pada madrasah yang bersangkutan
            Z: 4 (empat) digit angka adalah nomor urut siswa yang terdaftar di madrasah bersangkutan berdasarkan tahun masuk baik melalui PPDB maupun mutasi masuk

            Contoh :
            Tahun masuk 2017 : 0001, 0002, 0003 .... Dst
            Tahun masuk 2018 : 0001, 0002, 0003.... Dst

            Jika terdapat mutasi masuk siswa maka diberikan NISM sesuai dengan tahun masuk siswa ke madrasah bersangkutan dengan meneruskan nomor terakhir siswa masuk melalui PPDB pada tahun berjalan.

            Pemberlakuan NISM dimulai tahun pelajaran 2017/2018 oleh karena itu penomoran buku induk dengan meneruskan tahun sebelumnya sudah tidak berlaku lagi sejak pedoman penerbitan NISM

              Download Peraturan Kemenag Tentang Penulisan atau Penerbitan NISM (Nomor Induk Siswa Madrasah)

              Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Peraturan Kemenag Tentang Penulisan atau Penerbitan NISM (Nomor Induk Siswa Madrasah) ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

              Peraturan Kemenag Tentang Penulisan atau Penerbitan NISM



              Download File:
              Penertiban NISM - Peraturan Kemenag Tentang Penulisan atau Penerbitan NISM (Nomor Induk Siswa Madrasah)pdf

              Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Peraturan Kemenag Tentang Penulisan atau Penerbitan NISM (Nomor Induk Siswa Madrasah). Semoga bisa bermanfaat.
              Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) PAUD

              Diposting oleh Pada 6/09/2018 05:26:00 PM dengan No comments

              Berikut ini adalah berkas Buku Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) PAUD. Download file format PDF. Buku ini diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Tahun 2015.

              Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) PAUD
              Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) PAUD

              Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) PAUD

              Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi berkas Buku Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) PAUD:

              Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, terdapat dua dimensi kurikulum. Dimensi pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

              Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mencakup pengembangan pada aspek struktur kurikulum, proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik, dan penilaian yang bersifat autentik. Kurikulum 2013 mengusung pengembangan pembelajaran konstruktivisme yang lebih bersifat fleksibel dalam pelaksanaan sehingga memberi ruang pada anak untuk mengembangkan potensi dan bakatnya. Model pendekatan kurikulum tersebut berlaku dan ditetapkan di seluruh tingkat serta jenjang pendidikan sejak Pendidikan Anak Usia Dini hingga Pendidikan Menengah. Keajegan model pendekatan di semua jenjang ditujukan untuk membentuk sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik yang lebih konsisten sejak awal sehingga diharapkan peserta didik mampu berkembang menjadi sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sikap beragama, kreatif, inovatif, dan berdaya saing dalam lingkup yang lebih luas.

              Sebagai jenjang paling dasar, Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini diharapkan menjadi fundamen bagi penyiapan peserta didik agar lebih siap dalam memasuki jenjang pendidikan lebih tinggi. Mengantarkan anak usia dini yang siap melanjutkan pendidikan tidak hanya terbatas pada kemampuan anak membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga dalam keseluruhan aspek perkembangan. Tanggung jawab ini harus dipikul bersama antara pemerintah, pengelola dan pendidikan PAUD, orang tua, serta masyarakat.

              Untuk menyamakan langkah, khususnya bagi para pelaksana layanan program PAUD, guna perlu diberikan pedoman, pelatihan, dan acuan-acuan yang dapat dijadikan sebagai rujukan para pendidik dalam menerapkan kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini di satuan pendidikannya.

              Pencapaian pendidikan yang lebih baik melalui penerapan Kurikulum 2013 PAUD merupakan suatu keniscayaan jika dilaksanakan bersama-sama oleh seluruh komponen.

              Pedoman Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan acuan pelaksanaan kurikulum PAUD 2013 sesuai dengan teori, filosofi, dan landasan pengembangan kurikulum tersebut yang disertai dengan contoh-contoh penerapannya.

              Pedoman disusun secara sederhana, menarik, ramah, dan aplikatif agar dapat dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan PAUD yang kondisi dan potensinya beragam, serta dapat dijadikan rujukan sesuai dengan kajian-kajian yang melandasinya.

              Pedoman implementasi Kurikulum 2013 PAUD ini merupakan contoh yang memungkinkan penyesuaian lebih lanjut degan kondisi, potensi, dan budaya setempat. Hal penting dalam Kurikulum 2013 PAUD adalah keterbukaan dalam menerima perubahan, baik perubahan dalam cara berpikir, kebiasaan, sikap, maupun cara kerja. Perubahan tersebut akan berimbas pada perubahan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. 

              Apa, Mengapa, dan Bagaimana KTSP?

              Apa Pengertian Kurikulum?
              Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab I Pasal 1 angka 19)

              Apa itu KTSP?
              Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk PAUD adalah kurikulum operasional yang dikembangkan dan dilaksanakan sesuai dengan karakteristik satuan PAUD. Artinya, kurikulum ini dibuat oleh satuan pendidikan disesuaikan dengan karakteristik satuan PAUD seperti keadaan lingkungan, peserta didik, pendidik, sarana dan prasarana, biaya, dan nilai-nilai yang mendasari, serta program yang akan dilakukan oleh satuan PAUD.

              Mengapa KTSP?
              KTSP diperlukan sebagai acuan atau panduan lembaga untuk:
              1. menyelenggarakan program lembaga
              2. melaksanakan berbagai layanan dilembaga 
              3. melaksanakan proses pembelajaran dan melakukan evaluasi hasil belajar

              Faktor-faktor Apa Saja yang Harus Diperhatikan dalam Mengembangkan KTSP?
              Dalam melakukan pengembangan KTSP memperhatikan:
              • keragaman geografis,
              • keragaman potensi sumber daya,
              • ketersediaan sarana dan prasarana yang berbeda antarsatuan pendidikan,
              • keragaman latar belakang dan kondisi sosial budaya,
              • karakteristik lembaga (misal: lingkungan, sosial, peserta didik, visi, misi, keagamaan, inklusif),
              • dll.

                Download Buku Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) PAUD

                Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) PAUD ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

                Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) PAUD



                Download File:
                Buku Pedoman Penyusunan KTSP PAUD.pdf

                Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) PAUD. Semoga bisa bermanfaat.

                Formulir Kontak

                Nama

                Email *

                Pesan *