Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013

Diposting oleh Pada 6/11/2018 03:24:00 PM dengan No comments

Berikut ini adalah berkas Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013. Download buku format PDF.

Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013
Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013

Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013

Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi berkas Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013:

Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Keutuhan tersebut menjadi dasar dalam perumusan kompetensi dasar tiap mata pelajaran, sehingga kompetensi dasar tiap mata pelajaran mencakup kompetensi dasar kelompok sikap, kompetensi dasar kelompok pengetahuan, dan kompetensi dasar kelompok keterampilan. Semua mata pelajaran dirancang mengikuti rumusan tersebut.

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) untuk Kelas IX SMP/MTs yang disajikan dalam buku ini juga tunduk pada ketentuan tersebut. PJOK bukan berisi materi aktivitas yang dirancang hanya untuk mengasah kompetensi keterampilan peserta didik, atau mata pelajaran yang membaginya menjadi pengetahuan tentang kesehatan dan keterampilan berolahraga. PJOK adalah mata pelajaran yang membekali siswa dengan pengetahuan tentang gerak jasmani dalam berolahraga serta faktor kesehatan yang dapat mempengaruhinya, keterampilan dalam melakukan gerak jasmani dalam berolahraga dan menjaga kesehatannya, serta sikap perilaku yang dituntut dalam berolahraga dan menjaga kesehatan sebagai suatu kesatuan yang utuh sehingga terbentuk peserta didik yang sadar kebugaran jasmani, sadar olahraga, dan sadar kesehatan.

Aktivitasnya dirancang berbasis aktivitas terkait dengan sejumlah jenis gerak jasmani/olahraga dan usaha-usaha menjaga kesehatan yang sesuai untuk peserta didik Kelas IX SMP/MTs. Aktivitas-aktivitas tersebut dirancang untuk membuat peserta didik terbiasa melakukan gerak jasmani dan berolahraga dengan senang hati karena merasa perlu melakukannya dan sadar akan pentingnya menjaga kesehatan jasmani baik melalui gerak jasmani dan olahraga maupun dengan memperhatikan faktor-faktor kesehatan yang mempengaruhinya. Sebagai mata pelajaran yang mengandung unsur muatan lokal, tambahan materi yang digali dari kearifan lokal dan relevan dengan mata pelajaran ini sangat diharapkan untuk ditambahkan sebagai pengayaan dari buku ini.

Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diajak menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.

Gambaran Pelaksanaan Pembelajaran Penjasorkes
Proses pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah-sekolah Indonesia saat ini masih memprihatinkan. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya ialah terbatasnya sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar mengajar, dan kemampuan guru PJOK yang kurang memadai. Salah satu dampak yang sangat jelas dengan kondisi ini adalah tingkat kebugaran peserta didik yang sangat rendah. 

Seperti halnya kemampuan guru yang mengajar mata pelajaran PJOK pada satuan pendidikan SMP/MTs yang memiliki latar belakang pendidikan di luar bidang pendidikan jasmani, ada yang tamat SMA, D3 non Penjas, S1 Teknik, S1 IAIN, dan lain sebagainya. Kondisi ini pada dasarnya kurang tepat, tapi kita masih harus bersyukur mereka masih mau mengajar mata pelajaran PJOK. 

Guru PJOK tradisional cenderung menekankan pada penguasaan keterampilan cabang olahraga yang sasaran akhirnya adalah prestasi. Pendekatan yang dilakukan seperti halnya pendekatan pelatihan olahraga. Dalam pendekatan ini, guru menentukan tugas-tugas ajarnya kepada siswa melalui kegiatan fisik tak ubahnya seperti melatih suatu cabang olahraga. Kondisi seperti ini mengakibatkan tidak optimalnya fungsi pengajaran pendidikan jasmani sebagai media pendidikan dalam rangka pengembangan kebugaran jasmani dan pribadi anak seutuhnya. 

Penerapan model pembelajaran PJOK tradisional sering mengabaikan tugas- tugas ajar yang sesuai dengan taraf perkembangan anak. Mengajar SMP/MTs disamakan dengan anak-anak SMA. Bentuk-bentuk modifikasi baik dalam peraturan, ukuran lapangan maupun jumlah pemain kurang diterapkan di dalam proses pembelajaran, hal ini menyebabkan peserta didik tidak mampu dan gagal untuk melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru. 

Sebagai akibat dari kondisi seperti ini, anak dapat menjadi kurang senang terhadap Pelajaran PJOK. Tugas-tugas ajar yang merupakan keterampilan kompleks itu sesungguhnya hanya mampu dilakukan oleh anak-anak yang berbakat dan berminat dalam olahraga serta anak-anak yang memiliki tingkat keterampilan gerak dasar yang tinggi. Tidak ada upaya-upaya memodifikasi tugas gerak yang kompleks menjadi tugas gerak yang sederhana, dapat diramalkan tingkat keberhasilan siswa dalam menyelesaikan tugas yang harus dipelajari akan tergolong rendah.

Untuk itu kebutuhan akan modifikasi olahraga sebagai suatu pendekatan alternatif dalam mengajar PJOK mutlak perlu dilakukan. Guru harus memiliki kemampuan untuk melakukan modifikasi keterampilan yang hendak diajarkan agar sesuai dengan tingkat perkembangan anak.

Karakteristik Proses Belajar Mengajar (PBM) yang Efektif
Pembelajaran merupakan suatu proses pengembangan potensi dan pembangunan karakter setiap peserta didik sebagai hasil dari sinergi antara pendidikan yang berlangsung di sekolah, keluarga, dan masyarakat. Proses tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka menjadi kemampuan yang semakin lama semakin meningkat dalam sikap (spiritual dan sosial), pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan dirinya untuk hidup dan untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan hidup umat manusia.

Tujuan utama pembelajaran PJOK di sekolah adalah mengembangkan kesadaran tentang arti penting aktivitas fisik untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan tubuh serta gaya hidup aktif sepanjang hayat, mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani, mengelola kesehatan dan kesejahteraan dengan benar serta pola hidup sehat, mengembangkan keterampilan gerak dasar, motorik, keterampilan, konsep/ pengetahuan, prinsip, strategi dan taktik permainan dan olahraga, meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai percaya diri, sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerja sama, pengendalian diri, kepemimpinan, dan demokratis dalam melakukan aktivitas fisik, menciptakan iklim sekolah yang lebih positif, mengembangkan kearifan lokal yang berkembang di masyarakat Indonesian, dan menciptakan suasana yang rekretif, berisi tantangan, ekspresi diri.

Proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, menyenangkan, menantang, inspiratif, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Prinsip Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
Untuk memperoleh manfaat yang optimal dari proses pembelajaran, para guru hendaknya memperhatikan prinsi-prinsip pembelajaran PJOK sebagai berikut.
  1. Di dalam mata pelajaran PJOK terdapat kompetensi dasar pengetahuan dan keterampilan. Kedua jenis kompetensi ini diajarkan tidak terpisah harus diajarkan secara bersamaan. Hal ini berarti tidak ada alokasi waktu khusus untuk belajar teori, kecuali materi kesehatan. Teori-teori berkaitan dengan konsep dan prinsip gerak diajarkan saat praktik.
  2. Dalam pembelajaran PJOK, intensitas biasanya diukur oleh perubahan denyut nadi ketika peserta didik SMP/MTs melakukan aktivitas fisik. Intensitas gerak pada pembelajaran minimal di antara 50 – 60 % (persen) dari Denyut Nadi Maksimal (DNM). Sedangkan para atlet biasanya berada di antara 70-90% DNM.
  3. Idealnya, jumlah siswa yang terlibat dalam pembelajaran di antara 20-30 peserta didik. Tetapi ukuran di Indonesia biasanya lebih tinggi, karena satu kelas biasanya terdiri dari 40 peserta didik. Selama guru mampu mengelola baik alat maupun formasi serta pengaturan kelas yang memungkinkan, rasanya tidak terlalu bermasalah jika terdapat 40 peserta didik dalam satu kelas. 
  4. Semakin banyak peserta didik mengulang satu jenis gerakan, maka semakin baik hasilnya. Oleh karena itu, guru dituntut untuk mengoptimalkan kemampuannya dalam mendayagunakan waktu, alat, fasilitas, serta kemampuannya dalam mengatur unit pembelajaran seefektif mungkin.
  5. Pengalaman “berhasil” akan muncul manakala peserta didik merasa berhasil menampilkan tugas gerak yang diberikan kepadanya karena akan teramati oleh peserta didik lain atau guru. Keberhasilan ini dapat muncul apabila tugas gerak yang tidak terlalu sulit. Di samping itu, guru juga harus menyediakan tugas gerak alternatif bagi peserta didik atau siswa yang kemampuannya belum sampai. Tugas gerak alternatif ini maksudnya adalah tugas gerak yang dimodifikasi tingkat kesulitannya, sehingga membuat peserta didik yang belum menguasainya menjadi mampu melakukannya. 
  6. Lingkungan pembelajaran PJOK harus bersuasana aman, nyaman, dan menyenangkan. Meskipun tugas gerak yang diberikan cukup menantang dan dapat membuat peserta didik lelah dan berkeringat, tetapi suasana aman, nyaman, dan menyenangkan itu tetap harus dipertahankan. Sebaliknya, suasana yang tidak mendukung sebaiknya dapat dihilangkan, di antaranya kebiasaan mengejek antarpeserta didik, kebiasaan merendahkan dari guru kepada peserta didik, kebiasaan panggilan alias yang negatif, dan sebagianya.
  7. Ketersediaan alat dan fasilitas untuk pembelajaran PJOK merupakan satu keharusan, namun apabila di sekolah tidak tersedia maka guru sebaiknya memiliki pemikiran mencari cara untuk memperbanyak alat pada saat belajar, termasuk di dalamnya dengan memodifikasi alat sederhana yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Di samping itu faktor keselamatan dalam penggunaan alat olahraga harus diperhatikan oleh guru. 
  8. Keriangan peserta didik dalam pembelajaran PJOK dapat didorong oleh berbagai sebab, di antaranya guru memberikan tugas gerak yang memang menyenangkan, permainan yang melibatkan semua peserta didik dalam suasana kompetisi yang tinggi, dengan iringan musik, atau menyediakan kesempatan bagi peserta didik mengembangkan kreativitas mereka, dan lain-lain. 
  9. Setiap unit pembelajarannya agar menyeimbangkan pengembangan aspek gerak dan keterampilan, aspek kebugaran, aspek pengetahuan, serta aspek spiritual dan sosial peserta didik.
  10. Pembelajaran PJOK dalam Implementasi Kurikulum 2013 di Satuan Pendidikan SMP/MTs Pembelajaran PJOK adalah memanfaatkan aktivisi fisik/olahraga untuk mengembangan keutuhan manusia. Artinya, bahwa melalui pembelajaran yang melibatkan unsur fisik dan aktivitas jasmani, aspek mental, emosional, sosial dan moral pun turut terkembangkan.

Pengembangan domain keterampilan secara umum dapat diarahkan pada dua tujuan utama, pertama mencapai perkembangan aspek perseptual motorik (keterampilan gerak), dan kedua, mencapai perkembangan kebugaran jasmani. Ini menegaskan bahwa pembelajaran pendidikan jasmani harus melibatkan aktivitas fisik yang mampu merangsang kemampuan penguasaan gerak keterampilan serta sekaligus bersifat pembentukan kebugaran jasmani. 

Pengembangan domain keterampilan gerak merujuk pada proses penguasaan suatu keterampilan atau tugas gerak yang melibatkan proses mempersepsi rangsangan dari luar, kemudian rangsangan itu diolah dan diprogramkan sampai terjadinya respons berupa tindakan yang sesuai dengan rangsangan itu (Schmidt and Wrisberg, 2000). Penekanan dari proses pembelajarannya lebih banyak ditujukan pada proses perangsangan yang bervariasi, sehingga setiap kali peserta didik akan selalu mengerahkan kemampuannya dalam mengolah informasi, ketika akan menghasilkan gerak. Dengan cara itu, kepekaan sistem saraf peserta didik semakin dikembangkan.

Kebugaran jasmani merupakan aspek penting dari domain keterampilan, yang bertumpu pada perkembangan kemampuan biologis organ tubuh. Konsentrasinya lebih banyak pada persoalan peningkatan efisiensi fungsi faal tubuh dengan segala aspeknya sebagai sebuah sistem (misalnya sistem peredaran darah, sistem pernapasan, sistem metabolisme, dan lain-lain) (Lutan, Rusli, 2001). Kebugaran jasmani menunjuk pada aspek kualitas tubuh dan organ-organnya, seperti kekuatan (otot), daya tahan (jantung-paru), kelentukan (otot dan persendian); sedangkan kebugaran motorik menekankan aspek penampilan yang melibatkan kualitas gerak sendiri seperti kecepatan, kelincahan, koordinasi, power, keseimbangan (Baumgartner and Jackson, 1995). 

Pengembangan domain pengetahuan mencakup pengetahuan tentang fakta, konsep, dan lebih penting lagi adalah penalaran dan kemampuan memecahkan masalah. Aspek pengetahuan dalam pendidikan jasmani, tidak saja menyangkut penguasaan pengetahuan faktual semata-mata, tetapi meliputi pula pemahaman terhadap gejala gerak dan prinsipnya, termasuk yang berkaitan dengan landasan ilmiah. Salah satu simpul dalam domain pengetahuan ini adalah peserta didik memiliki pengetahuan tentang arti penting pendikan jasmani untuk hidup sepanjang hayat. 

Pengembangan domain sikap mencakup sifat-sifat psikologis yang menjadi unsur kepribadian yang kukuh, yakni pengendalian diri, kemampuan memotivasi diri, ketekunan, dan kemampuan untuk berempati. Tidak hanya tentang sikap sebagai kesiapan berbuat yang perlu dikembangkan, tetapi yang lebih penting adalah konsep diri dan komponen kepribadian lainnya, seperti intelegensia emosional dan watak, serta meningkatkan keteguhan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai peneguhan sikap spiritual. Konsep diri menyangkut persepsi diri atau penilaian seseorang tentang kelebihannya. Pengendalian diri merupakan kualitas pribadi yang mampu menyelaraskan pertimbangan akal dan emosi yang menjadi sifat penting dalam kehidupan sosial dan pencapaiannya untuk sukses hidup di masyarakat. Demikian juga dengan ketekunan; tidak ada pekerjaan yang dapat dicapai dengan baik tanpa ada ketekunan. Ini juga berlaku sama dengan kemampuan memotivasi diri, kemandirian untuk tidak selalu diawasi dalam menyelesaikan tugas apapun.

Isi Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013
Pendahuluan
  • Gambaran Pelaksanaan Pembelajaran Penjasorkes
  • Karakteristik Proses Belajar Mengajar (PBM) yang Efektif
  • Prinsip Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
  • Pembelajaran PJOK dalam Implementasi Kurikulum 2013di Satuan Pendidikan SMP/MTs
  • Penggunaan Sarana dan Prasana
  • Keamanan dan Keselamatan dalam Pembelajaran
  • Pengorganisasian Kelas (Langkah-Langkah Pembelajaran)
  • Penilaian Pembelajaran
BAB I Aktivitas Permainan Bola Besar
  • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
  • Aktivitas Permainan Bola Besar melalui Permainan Sepak Bola
  • Aktivitas Permainan Bola Besar melalui Permainan Bola Voli
  • Aktivitas Permainan Bola Besar melalui Permainan Bola Basket
  • Penilaian Pembelajaran

BAB II Aktivitas Permainan Bola Kecil
  • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
  • Aktivitas Permainan Bola Kecil melalui Permainan Rounders
  • Aktivitas Permainan Bola Kecil melalui Permainan Bulu Tangkis
  • Aktivitas Permainan Bola Kecil melalui Permainan Tenis Meja
  • Contoh Penilaian Pembelajaran Permaian Bola Kecil melalui Permainan Rounders 
  • Contoh Penilaian Pembelajaran Permaian Bola Kecil melalui Permainan Bulu Tangkis
  • Contoh Penilaian Pembelajaran Permainan Bola Kecil melalui Permainan Tenis Meja 
  • Umpan Balik dan Tindak Lanjut
  • Instrumen Remedial dan Pengayaan 

BAB III Aktivitas Atletik
  • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan ndikator Pencapaian Kompetensi 
  • Aktivitas Atletik melalui Aktivitas Jalan Cepat
  • Aktivitas Atletik melalui Aktivitas Lari Jarak Pendek
  • Aktivitas Atletik melalui Aktivitas Lompat Jauh
  • Aktivitas Atletik melalui Aktivitas Lempar Cakram
  • Contoh Penilaian Pembelajaran Aktivitas Atletik melaluiAktivitas Jalan Cepat
  • Contoh Penilaian Pembelajaran Aktivitas Atletik melalui Jalan Cepat
  • Contoh Penilaian Pembelajaran Aktivitas Atletik melalui Aktivitas Lari Sambung/Estafet 
  • Aktivitas Lari Sambung/Estafet
  • Contoh Penilaian Pembelajaran Aktivitas Atletik melalui Aktivitas Lompat Jauh

BAB IV Aktivitas Bela Diri
  • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
  • Aktivitas Bela Diri melalui Aktivitas Pencak Silat
  • Penilaian Pembelajaran Aktivitas Bela Diri melalui Pencak Silat

BAB V Aktivitas Kebugaran Jasmani
  • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
  • Aktivitas Kebugaran Jasmani
  • Penilaian Pembelajaran Aktivitas Kebugaran Jasmani

BAB VI Aktivitas Senam
  • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
  • Aktivitas Senam 
  • Penilaian Pembelajaran Aktivitas Senam

BAB VII Aktivitas Gerak Berirama
  • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
  • Aktivitas Gerak Berirama
  • Aktivitas Pembelajaran Inti
  • Aktivitas Pembelajaran Gerakan Penenangan
  • Penilaian Pembelajaran Aktivitas Kebugaran Jasmani

BAB VII Aktivitas Gerak Berirama
  • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
  • Aktivitas Gerak Berirama
  • Aktivitas Pembelajaran Inti
  • Aktivitas Pembelajaran Gerakan Penenangan
  • Penilaian Pembelajaran Aktivitas Kebugaran Jasmani

BAB IX Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
  • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
  • Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
  • Penilaian Pembelajaran Aktivitas Air

BAB X Aktivitas Fisik Dalam Pencegahan Penyakit 
  • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
  • Budaya Hidup Sehat
  • Hakikat Aktivitas Fisik dalam Pencegahan Penyakit
  • Penilaian Pembelajaran Pola Hidup Sehat

    Download Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

    Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013



    Download File:
    Buku Guru PJOK Kelas 9 SMP-MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018.pdf

    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013. Semoga bisa bermanfaat.
    Silabus Matematika, PJOK dan Tematik SD MI Kurikulum 2013 Revisi 2017

    Diposting oleh Pada 5/31/2018 02:51:00 PM dengan No comments

    Berikut ini adalah berkas Silabus Matematika, PJOK dan Tematik SD MI Kurikulum 2013 Revisi 2017. Download file format .doc atau .docx Microsoft Word.

    Silabus Matematika, PJOK dan Tematik SD MI Kurikulum 2013 Revisi 2017
    Silabus Matematika, PJOK dan Tematik SD MI Kurikulum 2013 Revisi 2017

    Silabus Matematika, PJOK dan Tematik SD MI Kurikulum 2013 Revisi 2017

    Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Silabus Matematika, PJOK dan Tematik SD MI Kurikulum 2013 Revisi 2017:

    Karakteristik Mata Pelajaran di SD
    Kurikulum 2013 memiliki tujuan khusus untuk mempersiapkan generasi baru dan penerus bangsa yang memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. Untuk itu, perancangan kurikulum 2013 perlu memperhatikan kebutuhan siswa saat ini dan di masa depan yang dinamis ditengah pengaruh globalisasi dan kemajemukan masyarakat Indonesia.

    Memperhatikan konteks global dan kemajemukan masyarakat Indonesia itu, misi dan orientasi kurikulum 2013 diterjemahkan dalam praktik pendidikan dengan tujuan khusus agar siswa memiliki kompetensi yang diperlukan bagi kehidupan masyarakat di masa kini dan di masa mendatang. Kompetensi yang dimaksud meliputi tiga kompetensi, yaitu: (1) menguasai pengetahuan; (2) memiliki keterampilan atau kemampuan menerapkan pengetahuan; (3) menumbuhkan sikap spiritual dan etika sosial yang tinggi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut. Mata pelajaran yang diajarkan secara tematik di SD adalah:

    1. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
    Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) membentuk siswa menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air yang dijiwai oleh 4 substansi inti kebangsaan yaitu (1) Pancasila, sebagai dasar negara; (2) Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai hukum dasar yang menjadi landasan konstitusional kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara; (3) Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagai bentuk final Negara Republik Indonesia yang melindungi segenap bangsa dan tanah tumpah darah Indonesia; (4) Bhinneka Tunggal Ika, sebagai wujud komitmen keberagaman kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang utuh dan kohesif secara nasional. Pembelajaran PPKn dilakukan dalam rangka mencapai kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Pengembangan kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial dilaksanakan melalui Pembelajaran langsung (direct teaching).

    Mata pelajaran kewarganegaraan diarahkan untuk mengembangkan potensi peserta didik dalam bersikap sebagai warganegara termasuk keteguhan, komitmen, dan tanggung jawab. Sikap sebagai warganegara itu terbentuk dari pengetahuan kewarganegaraan yang yang dipraktikkan dengan berpartisipasi menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara.

    2. Bahasa Indonesia
    Ruang lingkup bahasa Indonesia di SD adalah menggunakan bahasa secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis, menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan. Selain itu,siswa di SD dapat menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual,serta kematangan emosional dan sosial, memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Pembelajaran bahasa Indonesia dilakukan dalam rangka mencapai kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Pengembangan kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial dilaksanakan melalui Pembelajaran tidak langsung (indirect teaching).

    Mata pelajaran Bahasa Indonesia menggunakan teks-teks dengan muatan atau berisi materi IPA dan IPS pada kelas I s.d III. Pemilihan teks-teks dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, mudah dipahami, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik (kontekstual). Penekanan mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk memberikan kemampuan berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan secara efektif. Kemampuan berkomunikasi ini mensyaratkan peserta didik untuk mencari informasi di sekitarnya, melalui membaca buku, membaca koran, mendengarkan berita, menonton video, dan lainnya.

    3. Matematika
    Ruang Lingkup Matematika SD ada tiga yaitu bilangan (bilangan cacah, bulat, prima, pecahan, kelipatan dan faktor, pangkat dan akar sederhana), geometri dan pengukuran (bangun datar dan bangun ruang, hubungan antar garis, pengukuran (berat, panjang, luas, volume, sudut, waktu, kecepatan, dan debit, letak dan koordinat suatu benda), serta statistika (menyajikan dan menafsirkan data tunggal) dalam penyeleaian masalah kehidupan sehari-hari.

    Pembelajaran matematika di SD diarahkan untuk mendorong siswa mencari tahu dari berbagai sumber, mampu merumuskan masalah bukan hanya menyelesaikan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Disamping itu, pembelajaran diarahkan untuk melatih siswa berpikir logis dan kreatif bukan sekedar berpikir mekanistis serta mampu bekerja sama dan berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah. Pembelajaran matematika dilakukan dalam rangka mencapai kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Pengembangan kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial dilaksanakan melalui Pembelajaran tidak langsung (indirect teaching).

    Mata pelajaran Matematikapada kelas tinggi (kelas IV, V dan VI) dibelajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri.

    4. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
    Ruang lingkup materi mata pelajaran IPA SD mencakup enam lingkup sains yaitu kerja ilmiah dan keselamatan kerja, makhluk hidup dan sistem kehidupan (bagian tubuh manusia dan perawatannya, makhluk hidup di sekitarnya, tumbuhan, hewan, dan manusia), energi dan perubahannya (gaya dan gerak, sumber energi, bunyi, cahaya, sumber daya alam, suhu dan kalor, rangkaian listrik dan magnet), materi dan perubahannya (ciri benda, penggolongan materi perubahan wujud), bumi dan alam semesta (rorasi dan revolusi bumi, cuaca dan musim, dan sistem tata surya), serta sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat (dampak perubahan musim terhadap kegiatan sehari-hari, lingkungan dan kesehatan, dan sumber daya alam). Ilmu Pengetahuan Alam di SD/MI kelas I, II, dan III (kelas rendah) muatan sains diintegrasikan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, sedangkan di Kelas IV, V, dan VI (kelas tinggi) Ilmu Alam menjadi mata pelajaran yang berdiri sendiri tetapi pembelajarannya menerapkan pembelajaran tematik terpadu. Pembelajaran di SD dilakukan secara terpadu antar mata pelajaran yang diikat oleh tema tertentu. Kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjangproses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut

    5. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
    Ruang lingkup materi IPS di Sekolah Dasar, diawali dari pengenalan lingkungan dan masyarakat terdekat, mulai kabupaten, provinsi, nasional dan internasional. Antara satu wilayah dengan wilayah lainnya memiliki koneksi. Lingkungan internasional di lingkup SD dibatasi pada pengenalan lingkungan ASEAN. Mata pelajaran IPS bertujuan untuk menghasilkan warganegara yang religius, jujur, demokratis, kreatif, kritis, senang membaca, memiliki kemampuan belajar, rasa ingin tahu, peduli dengan lingkungan sosial dan fisik, berkontribusi terhadap pengembangan kehidupan sosial dan budaya, serta berkomunikasi secara produktif. Ruang lingkup IPS terdiri atas pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang dikembangkan dari masyarakat dan disiplin ilmu sosial. Penguasaan keempat konten ini dilakukan dalam proses belajar yang terintegrasi melalui proses kajian terhadap konten pengetahuan.

    Pada jenjang Sekolah Dasar kelas I, II dan III muatan IPS diintegrasikan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, sedangkan untuk kelas IV sampai kelas VI, IPS menjadi mata pelajaran tersendiri tetapi pembelajarannya dilakukan secara tematik terpadu dengan mata pelajaran lainnya. Kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut

    6. Seni Budaya dan Prakarya (SBdP)
    Di Sekolah Dasar pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya bersifat rekreatif melalui eksperimentasi, keberanian mengutarakan pendapat serta dapat dilaksanakan secara terpadu maupun single subject. Terpadu dalam bentuk mencipta karya seni yang dikaitkan dengan pengetahuan lain dan rasionalisasi penciptaannya, di dalamnya memuat sikap (perilaku, apresiatif, toleransi dan bertanggung jawab penuh), keterampilan (bersifat fragmatis, aplicable, dan teknologis-sistemis), pengetahuan (kemampuan merekronstruksi dan mengungkapkan kembali ide dan gagasan secara sistematis).

    Ruang lingkup SBdP di SD meliputi dinamika gerak, karya dekoratif, menampilkan pola irama dan membuat karya dari bahan alam, berkarya seni estetis melalui kegiatan apresiasi dan kreasi berupa gambar cerita dan reklame, interval nada, tari kreasi daerah, membuat kolase, topeng dan patung dengan memperhatikan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air.

    Kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa.

    7. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK)
    Pembelajaran berbagai aktivitas di dalam PJOK pada satuan pendidikan SD diarahkan untuk mencapai kompetensi dalam penyempurnaan dan pemantapan pola gerak dasar, pengembangan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat pada kelas rendah (kelas I-III) melalui berbagai permainan sederhana dan tradisional, aktivitas senam, aktivitas gerak berirama, aktivitas air, dan materi kesehatan, sedangkan pada kelas tinggi (kelas IV-VI) pengembangan pola gerak dasar menuju kesiapan gerak spesifik, pengembangan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui permainan bola besar, permainan bola kecil, atletik, beladiri, senam, gerak berirama, aktivitas air, dan materi kesehatan.

    Kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa.

    Mata pelajaran PJOK pada kelas tinggi (kelas IV, V dan VI) dibelajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri.


    Prinsip-Prinsip Pembelajaran Tematik Terpadu
    Pembelajaran tematik terpadu memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut:
    1. Peserta didik mencari tahu, bukan diberi tahu.
    2. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan kompetensi melalui tema yang paling dekat dengan kehidupan peserta didik.
    3. Terdapat tema yang menjadi pemersatu sejumlah kompetensi dasar yang berkaitan dengan berbagai konsep, keterampilan dan sikap.
    4. Sumber belajar tidak terbatas pada buku.
    5. Siswa dapat bekerja secara mandiri maupun berkelompok sesuai dengan karakteristik kegiatan yang dilakukan.
    6. Guru harus merencanakan dan melaksanakan pembelajaran agar dapat mengakomodasi siswa yang memiliki perbedaan tingkat kecerdasan, pengalaman, dan ketertarikan terhadap suatu topik.
    7. Kompetensi Dasar mata pelajaran yang tidak dapat dipadukan dapat diajarkan tersendiri.
    8. Memberikan pengalaman langsung kepada siswa(direct experiences) dari hal-hal yang konkret menuju ke abstrak.
    9. Pembelajaran tematik yang dirancang dalam silabus bukan merupakan urutan Pembelajaran, melainkan bentuk Pembelajaran untuk mencapai Kompetensi Dasar guru dapat melakukan penyesuaikan.

    Pengembangan Silabus Tematik
    Silabus tematik di SD dikembangkan menggunakan model jaring laba-laba (webbed). Pembelajaran terpadu model jaring laba-laba (webbed) dikembangkan dengan memadukan beberapa mata pelajaran yang diikat dalam suatu tema. Pengembangan silabus dilakukan merujuk silabus mata pelajaran, untuk Materi Pokok menyesuaikan dengan kompetensi dasar setiap mata pelajaran. Sedangkan Pembelajaran merupakan gabungan Pembelajaran untuk satu tema/subtema untuk seluruh kompetensi dasar dari muatan mata pelajaran yang diikat dalam tema/subtema tersebut.

      Download Silabus Matematika, PJOK dan Tematik SD MI Kurikulum 2013 Revisi 2017

      Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Silabus Matematika, PJOK dan Tematik SD MI Kurikulum 2013 Revisi 2017 ini silahkan lihat preview salah satu file dan unduh file lainnya pada link di bawah ini:

      Silabus Matematika, PJOK dan Tematik SD MI Kurikulum 2013 Revisi 2017



      Download File:

      Model Silabus Matpel Matematika SD.doc
      Model Silabus Matpel PJOK SD.docx
      Model Silabus Tematik SD.docx


      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Silabus Matematika, PJOK dan Tematik SD MI Kurikulum 2013 Revisi 2017. Semoga bisa bermanfaat.
      Contoh RPP PJOK Kelas 5 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017-2018

      Diposting oleh Pada 2/12/2018 10:31:00 PM dengan No comments

      Berikut ini adalah berkas Contoh RPP PJOK Kelas 5 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017-2018. Download file format .docx Microsoft Word.

      Contoh RPP PJOK Kelas 5 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017-2018
      Contoh RPP PJOK Kelas 5 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017-2018

      Contoh RPP PJOK Kelas 5 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017-2018

      Pada RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Tematik Terpadu PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) ini terdiri dari:

      Tema 6 Panas dan Perpindahannya
      Subtema 1: Suhu dan Kalor
      Subtema 2:Perpindahan Kalor di Sekitar Kita
      Subtema 3:Pengaruh Kalor terhadap Kehidupan

      Tema 7 Peristiwa dalam Kehidupan
      Subtema 1: Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan
      Subtema 2: Peristiwa Kebangsaan Seputar ProklamasiKemerdekaan
      Subtema 3:Peristiwa Mengisi Kemerdekaan

      Tema 8 Lingkungan Sahabat Kita
      Subtema 1: Manusia dan Lingkungan
      Subtema 2:Perubahan Lingkungan
      Subtema 3:Usaha Pelestarian Lingkungan

      Tema 9 Benda-Benda di Sekitar Kita
      Subtema 1: Benda Tunggal dan Campuran
      Subtema 2: Benda dalam Kegiatan Ekonomi
      Subtema 3:Manusia dan Benda di Lingkungannya

        Download Contoh RPP PJOK Kelas 5 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017-2018

        Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Contoh RPP PJOK Kelas 5 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017-2018 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

        Download File:
        Contoh RPP PJOK Kelas 5 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017-2018.docx

        Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Contoh RPP PJOK Kelas 5 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017-2018. Semoga bisa bermanfaat.

        Lihat juga beberapa informasi dan berkas dengan kategori RPP, Silabus dan Perangkat Pembelajaran lainnya di bawah ini.


        Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1

        Diposting oleh Pada 12/11/2017 01:47:00 AM dengan No comments

        Berikut ini adalah Buku PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) SD/MI Kurikulum 2013 Kelas 1. Download file PDF.

        Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1
        Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1

        Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1

        Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1 ini terdiri dari Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1 Tema 1 - Gerak Dasar, Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1 Tema 2 - Sikap Tubuh, Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1 Tema 3 - Gerak Keseimbangan, Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1 Tema 4 - Gerak Berirama, dan Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1 Tema 5 - Budaya Hidup Sehat.

          Download Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1 Tema 1, Tema 2, Tema 3, Tema 4, Tema 5

          Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:











          Download File:

          Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1 Tema 1 - Gerak Dasar.pdf
          Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1 Tema 2 - Sikap Tubuh.pdf
          Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1 Tema 3 - Gerak Keseimbangan.pdf
          Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1 Tema 4 - Gerak Berirama.pdf
          Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1 Tema 5 - Budaya Hidup Sehat.pdf


          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1. Semoga bisa bermanfaat.
          RPP Silabus Kelas 4 SD MI Revisi 2017 Kurikulum 2013

          Diposting oleh Pada 11/14/2017 07:19:00 PM dengan No comments

          Berikut ini adalah berkas RPP Silabus Kelas 4 (IV) SD MI Revisi 2017 Kurikulum 2013 Semester 1 dan Semester 2. Download file format .doc atau .docx Microsoft Word.

          RPP Silabus Kelas 4 SD MI Revisi 2017 Kurikulum 2013
          RPP Silabus Kelas 4 SD MI Revisi 2017 Kurikulum 2013

          RPP Silabus Kelas 4 (IV) SD MI Revisi 2017 Kurikulum 2013

          Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas RPP Silabus Kelas 4 (IV) SD MI Revisi 2017 Kurikulum 2013 ini silahkan lihat preview salah satu file dan unduh file lainnya pada link di bawah ini:



          Download File:

          RPP Silabus Kelas 4 SD MI Revisi 2017 Kurikulum 2013 Semester 1 dan 2.zip
          RPP Silabus Prota Promes Matematika Semester 1 dan  2.zip
          RPP PJOK Kelas 4 SD MI Revisi 2017 Kurikulum 2013.zip
          RPP Silabus Prota Promes PAI Budi Pekerti.zip


          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file RPP Silabus Kelas 4 SD MI Revisi 2017 Kurikulum 2013. Semoga bisa bermanfaat.
          Silabus PJOK Revisi 2017 SD Kelas 3 Kurikulum 2013

          Diposting oleh Pada 11/04/2017 11:10:00 AM dengan No comments

          Berikut ini adalah berkas Silabus PJOK Revisi 2017 SD Kelas 3 Kurikulum 2013 untuk Semester 1 dan 2. Download file format .doc atau .docx Microsoft Word.

          Silabus PJOK Revisi 2017 SD Kelas 3 Kurikulum 2013
          Silabus PJOK Revisi 2017 SD Kelas 3 Kurikulum 2013

          Silabus PJOK Revisi 2017 SD Kelas 3 Kurikulum 2013

          Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Silabus PJOK Revisi 2017 SD Kelas 3 Kurikulum 2013 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

          Silabus PJOK Revisi 2017 SD Kelas 3 Kurikulum 2013



          Download File:

          Silabus PJOK Kelas 3 Semester 1.doc
          Silabus PJOK Kelas 3 Semester 2.doc


          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Silabus PJOK Revisi 2017 SD Kelas 3 Kurikulum 2013. Semoga bisa bermanfaat.
          RPP PJOK Kelas 1 SD MI Kurikulum 2013

          Diposting oleh Pada 10/18/2017 05:51:00 AM dengan No comments

          Berikut ini adalah berkas contoh RPP PJOK Kelas 1 SD MI Kurikulum 2013. Download file format .docx Microsoft Word.

          RPP PJOK Kelas 1 SD MI Kurikulum 2013
          RPP PJOK Kelas 1 SD MI Kurikulum 2013

          RPP PJOK Kelas 1 SD MI Kurikulum 2013

          Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas RPP PJOK Kelas 1 SD MI Kurikulum 2013 ini silahkan lihat preview salah satu contoh RPP dan unduh file lainnya pada link di bawah ini:

          Contoh RPP PJOK Kelas 1 SD MI Kurikulum 2013



          Download File:

          RPP PENJAS ORKES KLS 1 SD-MI.zip
          Rincian File:


          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file RPP PJOK Kelas 1 SD MI Kurikulum 2013. Semoga bisa bermanfaat.
          Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK untuk SD MI Kurikulum 2013

          Diposting oleh Pada 8/09/2017 11:42:00 PM dengan No comments

          Berikut ini adalah berkas buku Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK untuk SD/MI Kurikulum 2013. Disusun/diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Pusat Kurikulum Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Download file PDF.

          Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK untuk SD/MI Kurikulum 2013
          Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK untuk SD/MI Kurikulum 2013

          Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK untuk SD/MI Kurikulum 2013

          Berikut ini kutipan teks dari isi berkas buku Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK untuk SD/MI Kurikulum 2013:

          Salah satu keberhasilan pendidikan ditentukan oleh kurikulum pendidikan yang disusun berdasarkan kebutuhan zaman. Pada era abad 21 ini dibutuhkan kurikulum yang dapat mendorong pembelajaran yang menghasilkan siswa yang dapat memiliki kemampuan untuk mempertahankan hidupnya serta mampu menghadapi tantangan era globalisasi tanpa kehilangan nilai-nilai kepribadian dan budaya bangsa.Kurikulum 2013 menjawab kebutuhan zaman tersebut.

          Penerapan Kurikulum 2013 pada proses pembelajaran di Sekolah Dasar menggunakan pendekatan tematik terpadu. Pada perkembangannya, untuk kelas tinggi (IV, V, dan VI) mata pelajaran Matematika dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) dipisahkan dari Buku Tematik Terpadu. Pemisahan tersebut dikarenakan perubahan muatan pelajaran matematika serasa dangkal sehingga siswa tidak mendapatkan konsep matematika secara mendalam dan PJOK memiliki karakteristik objek kajian dan metode yang berbeda dengan mata pelajaran lain. Objek kajian PJOK berupa gerak, pembelajaran PJOK banyak dilakukan melalui observasi, mencontoh/menirukan, melatihkan secara berulang.

          Berdasarkan beberapa alasan tersebut, maka Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Pusat Kurikulum Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyusun Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Matematika dan PJOK.

          Panduan ini sebagai acuan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran Matematika dan PJOK serta dapat membantu dalam memecahkan beberapa permasalahan dalam pembelajaran.

          Latar Belakang
          Keberhasilan pendidikan salah satunya ditentukan oleh kurikulum pendidikan yang disusun berdasarkan kebutuhan zaman. Era abad ke-21 merupakan era globalisasi. Pada era ini dibutuhkan kurikulum yang dapat mendorong pembelajaran yang menghasilkan siswa yang tangguh. Artinya, siswa yang dapat memiliki kemampuan untuk mempertahankan hidupnya (human survival). Selain itu, pendidikan juga harus menyiapkan sumberdaya manusia yang mampu menghadapi tantangan era globalisasi tanpa kehilangan nilai-nilai kepribadian dan budaya bangsa.

          Kurikulum 2013 disusun untuk menjawab kebutuhan zaman. Kurikulum 2013 dikembangkan dalam bentuk Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. Kompetensi Inti terdiri atas empat dimensi yang terkait satu sama lain. Keempat dimensi tersebut adalah: sikap spiritual (KI 1), sikap sosial (KI 2), pengetahuan (KI 3), dan keterampilan (KI 4). Pengembangan Kompetensi Dasar untuk KI 1 dan KI 2 hanya terdapat pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti serta PPKn. 


          Kurikulum yang mengedepankan pencapaian kompetensi tersebut membawa konsekuensi bahwa pembelajaran harus berpusat pada siswa. Siswa didorong untuk terlibat aktif dan komprehensif dalam pembelajaran. Keterlibatan siswa secara aktif dan komprehensif tersebut akan memberikan pemahaman mendalam dan peluang besar pada pengalaman belajar yang berada di long term memory.

          Penerapan Kurikulum 2013 pada proses pembelajaran di sekolah dasar menggunakan pendekatan tematik terpadu. Salah satu pendukung proses pembelajaran adalah buku Tematik Terpadu yang diterbitkan oleh Pemerintah. Mata pelajaran yang dapat dipadukan adalah PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Seni Budaya dan Prakarya (SBdP), dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK).

          Pada perkembangannya, untuk kelas tinggi (IV, V, dan VI) mata pelajaran Matematika dan PJOK dipisahkan dari Buku Tematik Terpadu. Keputusan pemisahan mata pelajaran tersebut ada berbagai alas an, diantaranya adalah materi/pembahasan muatan Matematika pada buku tersebut terasa dangkal. Oleh karena itu, siswa tidak mendapatkan pemahaman konsep matematika secara mendalam. Dengan demikian, perlu digunakan buku Matematika secara terpisah. Alasan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

          a. Matematika memiliki karakteristik objek kajian dan metode yang berbeda dengan mata pelajaran lain. Objek kajian matematika bersifat abstrak, metode untuk melakukan kajian terhadap objek matematika bersifat deduktif, tentunya dengan tidak mengabaikan pengembangan kecakapan 4 C (Critical, Creative, Colaboratif, Dan Communication).

          b. Kebermaknaan pembelajaran matematika di SD/MI salah satunya dapat ditingkatkan melalui pembelajaran matematika dalam konteks dunia nyata siswa. Pembelajaran dengan mengambil konteks kehidupan nyata tersebut dapat dicapai melalui pembelajaran tematik terpadu.

          c. Kebermaknaan pembelajaran merupakan energi bagi peningkatan motivasi belajar siswa, ketika motivasi sudah dimiliki pembelajaran tidak harus selalu dikaitkan dengan dunia nyata/tema, karena pembelajaran matematika dengan tema memiliki keterbatasan dalam mengakomodir struktur dan konten matematika secara utuh. Oleh karena itu, ketika konteks sudah diperoleh, pembelajaran Matematika dapat dilakukan dengan pemahaman konsep matematika secara utuh.

          Demikian juga alasan yang serupa diambil untuk menjelaskan mengapa mata pelajaran PJOK harus diajarkan dengan buku terpisah. Alasan tersebut adalah sebagai berikut:

          a. PJOK memiliki karakteristik objek kajian dan metode yang berbeda dengan mata pelajaran lain. Objek kajian PJOK berupa gerak, pembelajaran PJOK banyak dilakukan melalui mengobservasi dan mencontoh, kemudian melatihkannya secara berulang, tentunya dengan tidak mengabaikan pengembangan kecakapan 4C (Critical, Creative, Colaboratif, Dan Communication).

          b. Kebermaknaan pembelajaran PJOK di SD/MI salah satunya dapat ditingkatkan melalui pembelajaran PJOK dalam konteks dunia nyata siswa, hal ini salah satunya dapat dilakukan melalui pembelajaran tematik.

          c. Kebermaknaan pembelajaran merupakan energi bagi peningkatan motivasi belajar siswa. Namun ketika dikaitkan dengan tema, terdapat beberapa materi pembelajaran PJOK yang memiliki keterbatasan dalam mengakomodir struktur dan konten PJOK secara utuh. Oleh karena itu, tidak semua materi yang berkaitan dengan KD dapat diakomodir secara cukup oleh buku tematik.

          d. Pembelajaran PJOK banyak dilakukan dengan gerakan anggota tubuh yang harus dimulai dengan pemanasan terlebih dahulu, sehingga membutuhkan waktu yang relatif lama.

          e. Banyak gerakan-gerakan dalam pembelajaran PJOK yang tidak dipahami sepenuhnya oleh guru kelas, sehingga dapat mengakibatkan cedera bagi siswa.

          f. Pada umumnya pembelajaran PJOK mengakibatkan siswa berkeringat, sehingga mengganggu proses pembelajaran lain bila terintegrasi.

          g. Untuk memberdayakan keberadaan guru mata pelajaran PJOK yang tersedia hampir di semua SD.

          Berdasarkan alasan-alasan tersebut maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah menetapkan buku teks pelajaran yang layak digunakan dalam proses pembelajaran untuk mata pelajaran Matematika dan PJOK yang disajikan secara terpisah dari Buku Tematik Terpadu. Oleh karena itu, diperlukan panduan pelaksanaan pembelajaran matematika dan PJOK untuk SD/MI di kelas IV, V dan VI.

          Panduan ini secara keseluruhan memuat penjelasan tentang latar belakang, tujuan, dan sasaran diterbitkannya panduan ini; karakteristik mata pelajaran Matematika dan PJOK; perancangan dan pembelajaran Matematika dan PJOK.

          Tujuan
          Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK ini bertujuan untuk:
          a. Membantu guru dalam mengatur alokasi waktu Matematika dan PJOK dalam pembelajaran agar sesuai dengan struktur kurikulum;

          b. Membantu guru dalam merancang pembelajaran Matematika dan PJOK yang terpisah dari Tematik Terpadu agar tetap bermakna;

          c. Membantu guru dalam proses pembelajaran Matematika dan PJOK yang terpisah dari Tematik Terpadu agar berpusat pada siswa, kontekstual, dan bermakna. 

          d. Membantu kepala sekolah, pengawas dan pihak lain yang terkait dalam mendukung proses pembelajaran Matematika dan PJOK yang terpisah dari Tematik Terpadu agar berpusat pada siswa, kontekstual, dan bermakna.

          Sasaran
          Buku Panduan ini disusun agar proses pembelajaran di sekolah dasar dapat berjalan sesuai dengan harapan. Oleh karena itu, sasaran pengguna buku ini adalah unsur- unsur yang terlibat pada proses pembelajaran di sekolah dasar. Sasarannya adalah
          a. Guru kelas yang mengampu pembelajaran di kelas tinggi (kelas IV, V, dan VI);
          b. Guru PJOK
          c. Kepala Sekolah Dasar;
          d. Pengawas Sekolah Dasar 
          e. Dinas Pendidikan.

            Download Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK untuk SD/MI Kurikulum 2013

            Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas buku Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK untuk SD/MI Kurikulum 2013 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

            Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK untuk SD/MI Kurikulum 2013



            Download File:

            Buku Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK untuk SD/MI Kurikulum 2013.pdf

            Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file buku Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK untuk SD/MI Kurikulum 2013. Semoga bisa bermanfaat.
            Buku PJOK Kelas 8 SMP MTS Kurikulum 2013 Revisi 2017

            Diposting oleh Pada 7/18/2017 07:24:00 PM dengan No comments

            Berikut ini adalah berkas Buku PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) untuk Guru dan Siswa Kelas VIII (8) SMP/MTS Kurikulum 2013 Revisi 2017. Diterbitkan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Download file PDF.

            Buku PJOK Guru dan Siswa Kelas VIII (8) SMP/MTS Kurikulum 2013 Revisi 2017
            Buku PJOK Guru dan Siswa Kelas VIII (8) SMP/MTS Kurikulum 2013 Revisi 2017

            Buku PJOK Kelas VIII (8) SMP/MTS Kurikulum 2013 Revisi 2017

            Berikut ini kutipan teks dari isi kata pengantar pada Buku PJOK Guru Kelas VIII (8) SMP/MTS Kurikulum 2013 Revisi 2017:

            Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi peserta didik dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Keutuhan tersebut menjadi dasar dalam perumusan kompetensi dasar tiap mata pelajaran, sehingga kompetensi dasar tiap mata pelajaran mencakup kompetensi dasar kelompok sikap, kompetensi dasar kelompok pengetahuan, dan kompetensi dasar kelompok keterampilan.Semua mata pelajaran dirancang mengikuti rumusan tersebut.

            Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan(PJOK) untuk Kelas VIII SMP/MTs yang disajikan dalam buku ini juga tunduk pada ketentuan tersebut. PJOK bukan mata pelajaran olahraga sebagaimana dipahami selama ini dan juga bukan materi pembelajaran yang dirancang hanya untuk mengasah kompetensi keterampilan olahraga peserta didik.PJOK adalah mata pelajaran yang membekali peserta didik dengan kemampuan untuk memiliki kebugaran dan keterampilan jasmani yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Memiliki tujuan supaya peserta didik dapat memperoleh perubahan perilaku gerak, perilaku berolahraga dan perilaku sehat.Pada akhirnya aktivitas jasmani dibarengi dengan sikap yang sesuai sehingga hasil yang diperoleh adalah optimal.

            Pembelajarannya dirancang berbasis aktivitas terkait dengan sejumlah jenis gerak jasmani/olahraga dan usaha-usaha menjaga kesehatan yang sesuai untuk peserta didik Kelas VIII SMP/MTs. Aktivitas-aktivitas tersebut dirancang untuk membuat peserta didik terbiasa melakukan gerak jasmani dan berolahraga dengan senang hati karena merasa perlu melakukannya dan sadar akan pentingnya menjaga kesehatan jasmani baik melalui gerak jasmani dan olahraga maupun dengan memperhatikan faktor-faktor kesehatan yang memengaruhinya.

            Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, peserta didik diajak menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap peserta didik dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.

              Download Buku PJOK Kelas VIII (8) SMP/MTS Kurikulum 2013 Revisi 2017

              Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku PJOK Guru dan Siswa Kelas VIII (8) SMP/MTS Kurikulum 2013 Revisi 2017 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:





              Download File:

              Buku PJOK Guru Kelas VIII (8) SMP/MTS Kurikulum 2013 Revisi 2017.pdf
              Buku PJOK Siswa Kelas VIII (8) SMP/MTS Kurikulum 2013 Revisi 2017.pdf


              Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku PJOK Guru dan Siswa Kelas VIII (8) SMP/MTS Kurikulum 2013 Revisi 2017. Semoga bisa bermanfaat.
              Modul PKB PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) SD Revisi 2017

              Diposting oleh Pada 7/13/2017 11:57:00 PM dengan No comments

              Berikut ini adalah berkas Modul PKB PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) SD Revisi 2017. Download file PDF. Modul PKB PJOK SD Revisi 2017 ini diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

              Modul PKB PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) SD Revisi 2017
              Modul PKB PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) SD Revisi 2017

              Download Modul PKB PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) SD Revisi 2017

              Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Modul PKB PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) SD Revisi 2017 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

              Download File:

              Modul PKB PJOK SD 2017 Kelompok Kompetensi A.pdf
              Modul PKB PJOK SD 2017 Kelompok Kompetensi B.pdf
              Modul PKB PJOK SD 2017 Kelompok Kompetensi C.pdf
              Modul PKB PJOK SD 2017 Kelompok Kompetensi D.pdf
              Modul PKB PJOK SD 2017 Kelompok Kompetensi E.pdf
              Modul PKB PJOK SD 2017 Kelompok Kompetensi G.pdf
              Modul PKB PJOK SD 2017 Kelompok Kompetensi H.pdf
              Modul PKB PJOK SD 2017 Kelompok Kompetensi F.pdf
              Modul PKB PJOK SD 2017 Kelompok Kompetensi I.pdf
              Modul PKB PJOK SD 2017 Kelompok Kompetensi J.pdf


              Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Modul PKB PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) SD Revisi 2017. Semoga bisa bermanfaat.
              Silabus RPP PJOK SMP MTs Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX

              Diposting oleh Pada 5/24/2017 05:30:00 PM dengan No comments

              Berikut ini adalah berkas Silabus RPP PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) SMP MTs Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX. Download file format .docx Microsoft Word dan PDF.

              Silabus RPP PJOK SMP MTs Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX
              Silabus RPP PJOK SMP MTs Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX

              Silabus RPP PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) SMP MTs Kurikulum 2013 Kelas 7, 8, 9

              Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Silabus RPP PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) SMP MTs Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX:

              DAFTAR ISI
              I. PENDAHULUAN
              A. Rasional
              B. Kompetensi yang Diharapkan Setelah Siswa Mempelajari Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
              C. Kompetensi yang Diharapkan Setelah Siswa Mempelajari Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiah
              D. Kerangka Pengembangan Kurikulum Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiah
              E. Pembelajaran dan Penilaian
              F. Kontekstualisasi Pembelajaran Sesuai dengan Kondisi Lingkungan dan Siswa

              II. KOMPETENSI DASAR, MATERI PEMBELAJARAN, DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
              A. Kelas VII
              B. Kelas VIII
              C. Kelas IX

              III. MODEL SILABUS SATUAN PENDIDIKAN
              A. Contoh Silabus Satuan Pendidikan Kelas VII
              B. Contoh Silabus Satuan Pendidikan Kelas VIII
              C. Contoh Silabus Satuan Pendidikan Kelas IX

              IV. MODEL RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
              A. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas VII
              B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas VIII
              C. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas IX

              Rasional
              Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) merupakan salah satu mata pelajaran pada Kurikulum 2013. PJOK merupakan bagian integral dari program pendidikan nasional, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui pembekalan pengalaman belajar menggunakan aktivitas jasmani terpilih yang dilakukan secara sistematis yang dilandasi nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

              Silabus ini merupakan acuan bagi guru dalam melakukan pembelajaran agar siswa mampu mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih sesuai dengan tujuan.

              Silabus ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkannya lagi sesuai kebutuhan dan mengakomodasi keungulan- keunggulan lokal. Atas dasar prinsip tersebut, komponen silabus mencakup kompetensi dasar, materi pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran yang terdapat dalam silabus merupakan alternatif kegiatan yang dirancang untuk mencapai kompetensi dasar yang diharapkan. Kegiatan pembelajaran yang termuat di dalam silabus ini merupakan alternatif dan inspiratif sehingga guru dapat mengembangkan berbagai kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan tingkat perkembangan siswa.

              Kompetensi yang Diharapkan Setelah Siswa Mempelajari Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
              Setelah mengikuti pembelajaran PJOK, siswa memiliki sikap, pengetahuan, keterampilan gerak, serta meningkatnya derajat kebugaran jasmani yang dapat digunakan/berguna untuk aktivitas hidup keseharian, rekreasi, dan menyalurkan bakat dan minat berolahraga, hidup sehat dan aktif sepanjang hayat yang dilandasi oleh nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Esa, disiplin, menghargai perbedaan, kerja sama, sportif, tanggung jawab, dan jujur, serta kearifan lokal yang relevan.

              Kompetensi yang Diharapkan Setelah Siswa Mempelajari PJOK di Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiah
              Pengembangan kompetensi mata pelajaran PJOK didasarkan pada perkembangan sikap, pengetahuan, keterampilan siswa. Khusus untuk pengembangan kompetensi pada ranah fisik dan motorik, pengembangan kompetensi mata pelajaran PJOK didasarkan pada prinsip pertumbuhan dan perkembangan fisik dan gerak.

              Kompetensi Yang Diharapkan
              Tercapainya kompetensi pengembangan gerak spesifik dan pengembangan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui permainan bola besar, permainan bola kecil, atletik, beladiri, senam, gerak berirama, aktivitas air, dan materi kesehatan.

              Kerangka Pengembangan Kurikulum Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiah

              Kerangka pengembangan kurikulum PJOK SMP/MTs kelas VII s.d IX mengikuti elemen pengorganisasi kompetensi dasar yaitu: Kompetensi Inti (Kompetensi Inti pada kelas VII sd IX). Kompetensi Inti dijadikan sebagai payung untuk menjabarkan kompetensi dasar mata pelajaran.

              Kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran PJOK serta kebutuhan dan kondisi siswa. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut.

              Pengembangan Kompetensi Dasar (KD) mengacu pada Kompetensi Inti (KI) yang disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran PJOK dan psiko-pedagogi.

              Ruang lingkup pembelajaran PJOK untuk SMP/MTs terdiri dari:
              1. Aktivitas permainan bola besar dan bola kecil
              2. Aktivitas beladiri
              3. Aktivitas atletik
              4. Aktivitas pengembangan kebugaran jasmani
              5. Aktivitas senam
              6. Aktivitas gerak berirama
              7. Aktivitas air dan keselamatan diri
              8. Kesehatan
              Pembelajaran
              Mata pelajaran PJOK SMP/MTs dijabarkan ke dalam 8 ruang lingkup (strand). Pada ruang lingkup permainan bola besar dan bola kecil sekolah dapat memilih satu atau beberapa jenis permainan bola besar maupun bola kecil sesuai dengan kondisi sarana dan prasarana yang tersedia dan kemampuan guru dalam mengajar. Pada kompetensi dasar seni beladiri, sekolah dapat memilih sesuai dengan kemampuan guru dan kesukaan siswa, dan untuk ruang lingkup renang, apabila sekolah tidak memiliki sarana dan prasarana maka boleh tidak diajarkan di sekolah.

              Kompetensi dasar mata pelajaran PJOK meliputi kompetensi dasar Sikap (spiritual dan sosial), kompetensi dasar pengetahuan dan kompetensi dasar keterampilan. Kompetensi dasar pengetahuan dan kompetensi dasar keterampilan harus diajarkan secara bersamaan dalam pembelajaran praktik. Hal ini terkait pula dengan ketersedian waktu pembelajaran PJOK di SMP/MTs, yaitu tiga jam pembelajaran (@ 40 menit) per minggu. Tiga jam pembelajaran per minggu tersebut dapat diatur sebagai berikut:
              a. Melakukan kegiatan belajar mengajar dalam 1 kali pertemuan, setiap pertemuan alokasi waktunya adalah 120 menit.
              b. Melakukan kegiatan belajar mengajar dalam 2 kali pertemuan dalam satu minggu, pertemuan pertama 2 jam pelajaran dan pertemuan kedua 1 jam pelajaran atau sebaliknya, misalnya: pada Hari Selasa 2 jam pelajaran dan Kamis 1 jam pelajaran, atau sebaliknya (1 jam pembelajaran tidak harus digunakan sebagai jam pembelajaran untuk teori).
              c. Melakukan kegiatan belajar mengajar 2 kali pertemuan dalam satu hari, pertemuan pertama 2 jam pelajaran dan pertemuan kedua 1 jam pelajaran atau sebaliknya, misalnya: pada Hari Selasa, 2 jam pelajaran pertama dan kedua, kemudian dilanjutkan dengan 1 jam pelajaran pada jam ketujuh (1 jam pembelajaran tidak harus digunakan sebagai jam pembelajaran untuk teori).

              Pembelajaran mata pelajaran PJOK dapat menggunakan berbagai pendekatan, diantaranya adalah pendekatan saintifik, Contoh penerapan pendekatan saintifik pada Kompetensi Dasar: 3.1 Memahami konsep gerak spesifik dalam berbagai permainan bola besar sederhana dan atau tradisional dan 4.1 Mempraktikkan gerak spesifik dalam berbagai permainan bola besar sederhana dan atau tradisional.

              Aktivitas pembelajaran:
              a. Mengamati gerakan menendang bola menggunakan berbagai bagian kaki yang dilakukan teman/guru atau tayangan video.
              b. Mempertanyakan tentang gerak spesifik menendang bola, misalnya; bagaimana pergerakan bola apabila bola ditendang pada titik bawah/tengah/atas bola, jenis tendangan manakah yang lebih akurat mencapai sasaran, dengan kaki bagian manakah yang paling jauh tendangannya.
              c. Memperagakan gerak menendang bola secara berpasangan atau berkelompok untuk menemukan jawaban pertanyaan sebelumnya dengan menunjukkan sikap kerjasama, toleransi, dan disiplin.
              d. Menerapkan berbagai keterampilan menendang dalam permainan sepakbola dengan peraturan yang dimodifikasi.

              Selain pendekatan saintifik, yang lazim digunakan di dalam pembelajaran PJOK juga dapat diterapkan gaya mengajar komando, penugasan, resiprokal, periksa sendiri, inklusi, penemuan terbimbing, divergen, dan berprogram individual. 

              Setiap gaya mengajar tersebut memiliki anatomi, karakteristik, serta langkah-langkah yang berbeda, misalnya penggunaan model pembelajaran dengan gaya komando yang hanya sekedar memberi contoh melalui demonstrasi lalu kemudian siswa melakukan sesuai komando, hal ini berbeda dengan langkah yang ada pada gaya mengajar resiprokal misalnya. Setiap pelaksanaan pembelajaran dimulai dari penjelasan mengenai tujuan, dan skenario pembelajaran kepada siswa, dilanjutkan dengan langkah-langkah operasional inti pembelajaran dengan berbagai model, pendekatan, metode, strategi, dan gaya mengajar, serta penilaian, penyimpulan, dan refleksi. Berikut adalah gambaran langkah langkah inti berbagai gaya mengajar yang mudah untuk digunakan dalam pembelajaran PJOK.
              a. Komando, dimulai dari pemberian informasi dan peragaan berbagai keterampilan yang akan dipelajari, memberi kesempatan siswa untuk mencoba, mengatur giliran untuk mempraktikkan berbagai keterampilan, dan memberikan komando kepada siswa untuk bergerak sesuai gilirannya. Guru memberikan umpan balik secara langsung maupun tertunda kepada siswa yang memerlukan secara klasikal.
              b. Latihan/penugasan, diperlukan bahan ajar berupa lembar tugas yang harus dipersiapkan oleh guru. Langkah pembelajaran dimulai dari membagi dan memberi kesempatan kepada siswa untuk mempelajari tugas yang harus dikerjakan. Siswa melakukan tugas gerak sesuai dengan petunjuk yang ada pada lembar tugas. Guru memberikan umpan balik secara langsung kepada siswa selama proses pelaksanaan tugas berlangsung. Siswa dapat diorganisir secara perorangan, berpasangan, berkelompok, maupun klasikal dalam melaksanakan tugas/latihan.
              c. Resiprokal, pembelajaran diawali dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah pembelajan. Langkah selanjutnya siswa dengan pasangannya membaca teks dan mengamati gambar berbagai keterampilan pada lembar kerja yang dibagikan guru, Pemeran pelaku mencobakan keterampilan yang terdapat di dalam lembar kerja, dan pengamat melakukan pengamatan terhadap keterampilan yang dilakukan oleh pelaku. Jika terjadi kesalahan (keterampilan yang tidak sesuai dengan LKS) tugas pengamat memberikan masukan untuk dilakukan perbaikan. Langkah yang sama dilakukan setelah terjadi pergantian peran siswa yang semula menjadi pelaku akan berperan sebagai pengamat, demikian juga sebaliknya. Umpan balik dalam pembelajaran ini diperoleh dari sesama siswa (pasangannya).
              d. Periksa sendiri (selfcheck), gaya mengajar ini memberi kesempatan kepada siswa untuk memeriksa kemampuan dirinya dibandingkan dengan tugas gerak yang ada pada lembar periksa sendiri. Pernyataan ini berimplikasi bahwa guru harus menyediakan lembar periksa sendiri sebelum pembelajaran dilaksanakan. Lembar ini dibagikan, siswa menerima dan mempelajari serta mempraktikkan sesuai jumlah pengulangan yang disarankan. Jika siswa telah menguasai keterampilan ke-1, maka dipersilahkan untuk melanjutkan menuju keterampilan selanjutnya, dan jika belum maka harus mengulang kembali keterampilan tersebut. Demikian selanjutnya hingga keterampilan ke-n. Umpan balik dengan menggunakan gaya mengajar ini disediakan dalam lembar periksa sendiri, dan secara intrinsik (intrinsic feedback) oleh siswa.
              e. Inklusi, gaya mengajar ini memerlukan analisis faktor-faktor modifikasi sebelum diterapkan. Faktor-faktor modifikasi diperlukan untuk memfasilitasi siswa agar dapat belajar secara aktif sesuai dengan kemampuannya. Memiringkan mistar dalam pembelajaran lompat tinggi, mendekatkan jarak garis dalam permainan bolavoli, menurunkan keranjang pada pembelajaran shooting bolabasket merupakan contoh modifikasi agar seluruh siswa dapat belajar.

              Dari penerapan berbagai gaya mengajar tersebut nilai-nilai yang dapat dikembangkan adalah disiplin, tanggung jawab, kerja sama, sportivitas, selain kecakapan hidup dalam berkomunikasi dengan orang lain baik sebagai pembicara maupun pendengar yang baik, serta nillai-nilai lain sebagai efek samping (nurturant effect) dalam proses pembelajaran.

              Penilaian
              Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan yang dilakukan selama pembelajaran berlangsung (penilaian proses) dan setelah pembelajaran usai dilaksanakan (penilaian hasil/produk). Kebijakan penilaian untuk implementasi Kurikulum 2013 menggunakan penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam proses dan hasil.

              Substansi sikap dinilai melalui observasi selama proses pembelajaran adalah perilaku sportif, jujur, kompetitif, sungguh-sungguh, bertanggung jawab, menghargai perbedaan, disiplin, kerja sama, percaya diri, dan berani yang dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa. Substansi pengetahuan yang dinilai adalah prinsip, konsep dan prosedur gerak. Sedangkan untuk keterampilan yang dinilai adalah kecakapan dalam melakukan satu keterampilan gerak.

              Selain itu, yang perlu diperhatikan oleh guru dalam penilaian pembelajaran adalah penilaian terhadap derajat kesehatan dan kebugaran jasmani siswa, serta sarana dan prasarana pembelajaran untuk menjamin keamanan dan keselamatan siswa. Penilaian kesehatan, kebugaran, dan sarana prasarana dilakukan secara periodik, dimulai di awal tahun pelajaran sebagai bagian dari proses diagnosis, serta pada pertengahan dan akhir tahun pelajaran untuk melihat perkembangan dan sebagai dasar penyusunan program selanjutnya.

              Kontekstualisasi Pembelajaran Sesuai dengan Kondisi Lingkungan dan Siswa
              Kegiatan Pembelajaran pada silabus ini dapat disesuaikan dan diperkaya dengan konteks lokal atau sekolah, serta konteks global untuk mencapai kualitas optimal hasil belajar pada siswa terhadap Kompetensi Dasar. Kontekstualisasi pembelajaran tersebut dilakukan agar siswa tetap berada pada budayanya, mengenal dan mencintai alam dan sosial di sekitarnya, dengan perspektif global sekaligus menjadi pewaris bangsa sehingga akan menjadi generasi tangguh dan berbudaya Indonesia. Sejalan dengan karakteristik pendidikan abad 21 yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, pembelajaran PJOK dalam Kurikulum 2013 juga memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media dan sumber belajar di samping buku guru dan buku siswa yang saat ini juga masih dapat dipegunakan. Pemanfaatan TIK mendorong siswa dalam mengembangkan kreativitas dan berinovasi serta meningkatkan pemahaman dan pengetahuan. Penerapan IT dalam pembelajaran PJOK seperti: pengamatan melalui tanyangan video, pengamatan melalui internet, pemberian tugas melalui internet dan pengumpulan tugas melalui internet.

              Bahan ajar lain yang digunakan dalam pembelajaran PJOK adalah Lembar Kerja Siswa (LKS). LKS berisi pedoman bagi siswa untuk melakukan kegiatan yang terprogram. Setiap LKS berisikan antara lain: uraian singkat materi, tujuan kegiatan, alat/bahan yang diperlukan dalam kegiatan, langkah kerja pertanyaan-pertanyaan untuk didiskusikan, kesimpulan hasil diskusi, dan latihan ulangan. LKS berbentuk lembaran yang berisi tugas- tugas guru kepada siswa yang disesuaikan dengan kompetensi dasar dan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Atau dapat dikatakan juga bahwa LKS adalah panduan kerja siswa untuk mempermudah siswa dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bukan hanya kumpulan soal-soal. 

                Download Silabus RPP IPA SMP MTs Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX

                Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Silabus RPP PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) SMP MTs Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

                Silabus RPP PJOK SMP MTs Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX



                Download File:

                Silabus RPP PJOK SMP MTs Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX.pdf
                Silabus RPP PJOK SMP MTs Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX.docx


                Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Silabus RPP PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) SMP MTs Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX. Semoga bisa bermanfaat.

                Formulir Kontak

                Nama

                Email *

                Pesan *