Pedoman Umum Sistem PMP Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah

Diposting oleh Pada 4/28/2018 05:38:00 AM dengan No comments

Berikut ini adalah berkas Pedoman Umum Sistem PMP Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah. Diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dan berkas Permendikbud Nomor 28 Tahun 2016 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah. Download file format PDF.

Pedoman Umum Sistem PMP Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah
Pedoman Umum Sistem PMP Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah

Pedoman Umum Sistem PMP Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah

Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Pedoman Umum Sistem PMP Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah:

Daftar Istilah
Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah adalah tingkat kesesuaian antara penyelenggaraan Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) pada satuan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah dan/atau program keahlian.

Penjaminan Mutu Pendidikan adalah suatu mekanisme yang sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk memastikan bahwa seluruh proses penyelenggaraan pendidikan telah sesuai dengan standar mutu dan aturan yang ditetapkan.

Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah adalah suatu kesatuan unsur yang terdiri atas organisasi, kebijakan, dan proses terpadu yang mengatur segala kegiatan untuk meningkatkan mutu Pendidikan Dasar dan Menengah secara sistematis, terencana dan berkelanjutan.

Sistem Penjaminan Mutu Internal Pendidikan Dasar dan Menengah, yang selanjutnya disingkat SPMI-Dikdasmen, adalah suatu kesatuan unsur yang terdiri atas organisasi, kebijakan, dan proses yang terkait untuk melakukan penjaminan mutu pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menjamin terwujudnya pendidikan bermutu yang memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan.

Sistem Penjaminan Mutu Eksternal Pendidikan Dasar dan Menengah, yang selanjutnya disingkat SPME-Dikdasmen, adalah suatu kesatuan unsur yang terdiri atas organisasi, kebijakan, dan proses yang terkait untuk melakukan fasilitasi dan penilaian melalui akreditasi untuk menentukan kelayakan dan tingkat pencapaian mutu satuan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah dan/atau program keahlian. 

Kata Pengatar
Sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan penjaminan mutu pendidikan di satuan pendidikan dasar dan menengah. Tujuan penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah adalah untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah oleh satuan pendidikan di Indonesia berjalan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan.

Sistem Penjaminan Mutu yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terdiri atas Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). SPMI dilaksanakan oleh satuan pendidikan, sedangkan SPME dilaksanakan oleh institusi di luar satuan pendidikan seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Standar Nasional Pendidikan, dan Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah. 

Adanya dukungan dan fasilitasi institusi-institusi tersebut dalam penerapan sistem penjaminan mutu eksternal sesuai tugas dan kewenangannya akan memperkuat upaya satuan pendidikan dalam memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu sesuai kebutuhan nyata di lapangan.

Pedoman Umum Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah ini merupakan pedoman umum bagi semua pihak terkait dalam penerapan sistem penjaminan mutu pendidikan (SPMP) sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing. Untuk itu semua pihak diharapkan dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya sehingga dapat melaksanakan tugasnya dalam mewujudkan pelayanan pendidikan bermutu guna mendorong peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

Latar Belakang
Secara nasional, mutu pendidikan dasar dan menengah di Indonesia belum seperti yang diharapkan. Hasil pemetaan mutu pendidikan secara nasional pada tahun 2014 menunjukkan hanya sekitar 16% satuan pendidikan yang memenuhi standar nasional pendidikan (SNP). Sebagian besar satuan pendidikan belum memenuhi SNP, bahkan ada satuan pendidikan yang masih belum memenuhi standar pelayanan minimal (SPM).

Standar kualitas pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah berbeda dengan standar yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan. Standar yang digunakan oleh sebagian besar sekolah jauh di bawah standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Akibatnya, kualitas lulusan yang dihasilkan oleh satuan pendidikan belum memenuhi standar yang diharapkan. Kesenjangan antara hasil ujian nasional dengan hasil ujian sekolah yang lebar menunjukkan bahwa ada permasalahan dalam instrumen dan metode pengukuran hasil belajar siswa.

Masih banyak pengelola pendidikan yang tidak tahu makna standar mutu pendidikan.Selain itu, sebagian besar satuan pendidikan belum memiliki kemampuan untuk menjamin bahwa proses pendidikan yang dijalankan dapat memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh pemerintah. Kemampuan itu meliputi:
  • Cara melakukan penilaian hasil belajar
  • Cara membuat perencanaan peningkatan mutu pendidikan
  • ara implementasi peningkatan mutu pendidikan
  • Cara melakukan evaluasi pengelolaan sekolah maupun proses pembelajaran.
Upaya peningkatan mutu pendidikan ini tidak akan dapat diwujudkan tanpa ada upaya perbaikan dalam penyelenggaraan pendidikan menuju pendidikan bermutu. Untuk mewujudkan pendidikan bermutu ini, upaya membangun budaya mutu di satuan pendidikan menjadi suatu kebutuhan yang tidak dapat ditawar. Satuan pendidikan harus mengimplemetasikan penjaminan mutu pendidikan tersebut secara mandiri dan berkelanjutan.

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa Sistem Pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Selanjutnya sebagaimana diamanatkan di dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005, setiap Satuan Pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan. Penjaminan mutu pendidikan tersebut bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan.

Peningkatan dan penjaminan mutu pendidikan ini merupakan tanggung jawab dari setiap komponen di satuan pendidikan. Peningkatan mutu di satuan pendidikan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya budaya mutu pada seluruh komponen sekolah. Untuk peningkatan mutu sekolah secara utuh dibutuhkan pendekatan khusus agar seluruh komponen sekolah bersama-sama memiliki budaya mutu. Untuk itu dibutuhkan program Implementasi Penjaminan Mutu Pendidikan di seluruh sekolah di Indonesia dengan pendekatan pelibatan seluruh komponen sekolah (whole school approach).

Agar penjaminan mutu dapat berjalan dengan baik di segala lapisan pengelolaan pendidikan dasar dan menengah, telah dikembangkan sistem penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah yang dibuat dalam bentuk Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah. Untuk mempermudah pemahaman seluruh unsur terkait penjaminan mutu pendidikan atas peraturan tersebut dibuatlah Pedoman Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah.

Tujuan Pedoman
Pedoman ini dibuat untuk memberi gambaran yang komprehensif dan sistematis tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No ... tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah. Dengan membaca pedoman ini diharapkan semua pihak memperoleh gambaran umum lengkap tentang sistem penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah sesuai yang tertuang dalam peraturan menteri tersebut.

Secara khusus, setelah membaca pedoman ini, setiap orang paham tentang:
  • Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah
  • Sistem Penjaminan Mutu Internal Pendidikan Dasar dan Menengah;
  • Sistem Penjaminan Mutu Eksternal Pendidikan Dasar dan Menengah;
  • Sistem Informasi Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah
  • Sistem Pemetaan Mutu Pendidikan

Dasar Hukum
  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
  2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586);
  3. Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586);
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5410);
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4863);
  6. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 91, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4864);
  7. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4941);
  8. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelola dan Penyelenggaraan Pendidikan;
  9. Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2015 Tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 15);
  10. Keputusan Presiden Nomor 121/P Tahun 2014 tentang Pembentukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Pengangkatan Menteri Kabinet Kerja Periode 2014-2019;
  11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 11 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;

Sistematika
Untuk memberi gambaran yang komprehensif, pedoman ini dibagi menjadi 7 BAB yaitu:

BAB 1 Pendahuluan
Bab ini berisikan latar belakang dibuatnya peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang penjaminan mutu pendidikan khusus untuk pendidikan dasar dan menengah. Pada Bab ini diuraikan juga dasar hukum yang melandasi pembuatan peraturan Menteri tersebut.

BAB 2 Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan
Bab ini berisikan penjelasan tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah secara umum. Pada Bab ini diuraikan pengertian, tujuan, dan fungsi sistem penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah; komponen sistem penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah; siklus sistem penjaminan mutu pendidikan; serta acuan yang digunakan dalam implementasi sistem penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah. Pada bagian ini dibahas juga pembagian tugas dalam implementasi sistem penjaminan mutu pendidikan serta luaran sebagai hasil dari implementasi sistem penjaminan mutu pendidikan. 

BAB 3 Sistem Penjaminan Mutu Internal
Bab ini menjelaskan tentang Sistem Penjaminan Mutu Internal Pendidikan Dasar dan Menengah. Pada bagian ini dibahas pengertian, prinsip, tujuan dan cakupan, serta siklus sistem penjaminan mutu internal pendidikan dasar dan menengah. Selanjutnya pada Bab ini juga dibahas indikator dan faktor penentu keberhasilan implementasi sistem penjaminan mutu internal di satuan pendidikan dasar dan menengah, serta organisasi dan dokumen yang digunakan dalam implementasi sistem penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah.

BAB 4 Sistem Penjaminan Mutu Eksternal
Bab ini berisi penjelasan tentang sistem penjaminan mutu eksternal pada pendidikan dasar dan menengah. Pada Bab ini dibahas pengertian, prinsip, tujuan, dan fungsi sistem penjaminan mutu eksternal pada pendidikan dasar dan menengah, siklus penjaminan mutu eksternal, dan pembagian tugas dalam implementasi sistem penjaminan mutu eksternal. 

BAB 5 Sistem Pemetaan Mutu Pendidikan
Bab 5 berisi penjelasan tentang sistem pemetaan mutu pendidikan sebagai sub-komponen penting penentu keberhasilan sistem penjaminan mutu pendidikan. Pada Bab ini diuraikan tentang pengertian, tujuan, dan mekanisme implementasi sistem pemetaan mutu pendidikan dasar dan menengah. Selain itu Bab ini juga berisi uraian tentang pengembangan peta mutu dan pemanfaatan peta mutu pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah.

BAB 6 Sistem Informasi Penjaminan Mutu Pendidikan
Bab ini berisi penjelasan tentang sistem informasi penjaminan mutu pendidikan sebagai penunjang dalam implementasi sistem penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah, baik internal maupun eksternal. Pada bagian ini diuraikan pengertian, tujuan, fungsi, manfaat, serta jenis data dan informasi yang ada dalam sistem informasi penjaminan mutu dasar dan menengah. Pada bagian ini dibahas juga kelembagaan sistem informasi penjaminan mutu pendidikan dan tata cara pengumpulan data dan informasi terkait pemetaan mutu pendidikan dasar dan menengah. 

BAB 7 Penutup
Sebagai penutup, buku ini diakhiri dengan pembahasan tentang peran penting sistem penjaminan mutu pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Tak kalah pentingnya pada bagian ini diuraikan peran kunci dari sistem penjaminan mutu pendidikan dalam mewujudkan terbangunnya budaya mutu di satuan pendidikan sebagai prasyarat bagi upaya peningkatan mutu pendidikan. 

Pengertian, Tujuan, dan Fungsi
Mutu pendidikan dasar dan menengah adalah tingkat kesesuaian antara penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) pada satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah dan/atau program keahlian. Mutu pendidikan di satuan pendidikan tidak akan meningkat tanpa diiringi dengan penjaminan mutu pendidikan oleh satuan pendidikan. Penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah adalah suatu mekanisme yang sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk memastikan bahwa seluruh proses penyelenggaraan pendidikan telah sesuai dengan standar mutu dan aturan yang ditetapkan. Untuk dapat melakukan penjaminan mutu pendidikan dengan baik diperlukan adanya sistem penjaminan mutu pendidikan.

Pengertian
Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah adalah suatu kesatuan unsur yang terdiri atas organisasi, kebijakan, dan proses terpadu yang mengatur segala kegiatan untuk meningkatkan mutu Pendidikan Dasar dan Menengah secara sistematis, terencana dan berkelanjutan. 

Tujuan
Sistem penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah bertujuan menjamin pemenuhan standar pada satuan pendidikan dasar dan menengah secara sistemik, holistik, dan berkelanjutan, sehingga tumbuh dan berkembang budaya mutu pada satuan pendidikan secara mandiri.

Fungsi
Sistem penjaminan mutu pendidikan berfungsi sebagai pengendali penyelenggaraan pendidikan oleh satuan pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu.

    Download Pedoman Umum Sistem PMP Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Pedoman Umum Sistem PMP Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

    Pedoman Umum Sistem PMP Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah



    Lihat juga di bawah ini:
    Permendikbud Nomor 28 Tahun 2016 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah.



    Download File:
    Pedoman Umum Sistem PMP Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah.pdf
    Permendikbud Nomor 28 Tahun 2016 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah.pdf

    Sumber: http://pmp.dikdasmen.kemdikbud.go.id

    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Pedoman Umum Sistem PMP Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah. Semoga bisa bermanfaat.
    Pedoman Upacara Hardiknas Tahun 2018

    Diposting oleh Pada 4/14/2018 09:29:00 AM dengan No comments

    Berikut ini adalah berkas Pedoman Upacara Hardiknas Tahun 2018. Download file format PDF.

    Pedoman Upacara Hardiknas Tahun 2018
    Pedoman Upacara Hardiknas Tahun 2018

    Pedoman Upacara Hardiknas Tahun 2018

    Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Pedoman Upacara Hardiknas Tahun 2018:

    Dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2018, dengan hormat kami sampaikan hal-hal sebagai berikut :
    1. Menetapkan bulan Mei 2018 sebagai Bulan Pendidikan dan Kebudayaan, yang diperingati dengan kegiatan-kegiatan bernuansa pendidikan dan kebudayaan sejak bulan April 2018 yang bermanfaat langsung bagi masyarakat dengan konsep pelibatan semua unsur masyarakat serta memasang spanduk atau publikasi berisi tema Hari Pendidikan Nasional Tahun 2018.
    2. Tema Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2018 adalah "Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan".
    3. Logo Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2018. Logo bisa diunduh di laman www.kemdikbud.go.id.
    4. Melaksanakan upacara bendera secara serentak pada hari Rabu, 2 Mei 2018 pukul 08.00 waktu setempat, yang akan diatur lebih lanjut dalam pedoman pelaksanaan upacara bendera seperti terlampir.
    5. Bagi unit kerja di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, setelah melaksanakan upacara bendera, pada tanggal 2 Mei 2018 diharapkan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan untuk menyemarakkan peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2018 dengan kegiatan bernuansa pendidikan dan kebudayaan.
    6. Untuk lebih memupuk rasa patriotisme, selain mengadakan upacara bendera, dihimbau kiranya Gubernur dan Bupati/Walikota juga berkenan untuk: a. Menyelenggarakan kegiatan apresiasi/pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh pendidikan dan kebudayaan di wilayah masing-masing, b. Melakukan ziarah ke taman makam pahlawan bidang pendidikan dan kebudayaan di wilayah masing-masing.

      Download Pedoman Upacara Hardiknas Tahun 2018

      Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Pedoman Upacara Hardiknas Tahun 2018 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

      Pedoman Upacara Hardiknas Tahun 2018



      Download File:
      Pedoman Upacara Hardiknas Tahun 2018.pdf

      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Pedoman Upacara Hardiknas Tahun 2018. Semoga bisa bermanfaat.
      Pedoman Teknis Penyelenggaraan UAMBD UAMBN MI MTs MA

      Diposting oleh Pada 4/03/2018 10:26:00 AM dengan No comments

      Berikut ini adalah berkas Pedoman Teknis Penyelenggaraan UAMBD UAMBN MI MTs MA. Download file format PDF.

      Pedoman Teknis Penyelenggaraan UAMBD UAMBN MI MTs MA
      Pedoman Teknis Penyelenggaraan UAMBD UAMBN MI MTs MA

      Pedoman Teknis Penyelenggaraan UAMBD UAMBN MI MTs MA

      Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Pedoman Teknis Penyelenggaraan UAMBD UAMBN MI MTs MA:

      Buku Pedoman Teknis (Domnis) Pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Daerah (UAMBD) Madrasah lbtidaiyah, dan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Tahun Pelajaran 2017/2018 disusun dengan tujuan agar pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan Ujian, baik di tingkat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Kantor Kementerian Kabupaten/Kota maupun Satuan Pendidikan Pelaksana UAMBD & UAMBN di Provinsi Jawa Timur, dapat berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

      Pedoman Teknis ini merupakan pendamping Prosedur Operasional Standar (POS) Penyelenggaraan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Tahun Pelajaran 2017/2018 yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI dengan penjelasan tambahan tentang hal-hal yang belum diatur dalam POS. Dengan domnis ini, diharapkan pelaksanaan UAMBD dan UAMBN tahun ini menjadi lebih efektif, efisien, dan lancar.

      Latar Belakang
      Untuk mengukur ketercapaian kompetensi peserta didik sesuai dengan standar kompetensi lulusan. perlu dilakukan penilaian hasil belajar peserta didik pada akhir satuan pendidikan. Penilaian hasil belajar tersebut dilakukan melalui Ujian Nasional dan Ujian Madrasah.

      Ujian Akhir Madrasah Berstandar Daerah untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah lbtidaiyah (MI), selanjutnya disebut UAMBD Tahun Pelajaran 2017/2018. Dan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). yang selanjutnya disebut UAMBN Tahun Pelajaran 2017/2018 diatur melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

      Dalam rangka menyamakan persepsi dan pemahaman tentang UAMBD dan UAMBN bagi pihak-pihak terkait, perlu disusun suatu pedoman yang memuat prinsip-prinsip umum penyelenggaraannya.

      Tujuan Domnis ini adalah:
      1. Memberikan pedoman kepada Ket u a Rayon IS u b rayon I Ke pa I a MI/Kepala MTs/Kepala MA/MAPK pelaksana UAMBD dan UAMBN Tahun Pelajaran 2017/2018 dan semua pihak yang terkait agar dalam melaksanakan tugasnya berjalan lancar dan mencapai hasil yang optimal.
      2. Menjadi pedoman pelaksanaan UAMBD MI dan UAMBN MTs & MA Tahun Pelajaran 2017/2018 dan menyelesaikan permasalahan yang timbul.
      3. Membantu tercapainya tujuan dan fungsi UAMBD dan UAMBN.

      Persyaratan:

      Peserta UAMBD
      a. Persyaratan umum
      1. Berada pada tahun terakhir pada MI;
      2. Memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada MI mulai semester 1 tahun pertama sampai dengan semester 1 tahun terakhir;
      3. Belum pernah lulus dari satuan pendidikan pada jenjang yang sama.
      b. Persyaratan khusus
      1. Peserta didik terdaftar pada MI;
      2. Peserta didik yang memiliki ijazah atau surat keterangan lain yang setara, atau berpenghargaan sama dengan ijazah dari satuan pendidikan yang setingkat lebih rendah;
      3. Peserta UAMBD yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti UAMBD dapat mengikuti UAMBD susulan.

      Peserta UAMBN
      a. Persyaratan umum
      1. Peserta didik terdaftar pada MTs, MA/MAPK;
      2. Berada pada tahun terakhir pada MTs, MA/MAPK;
      3. Memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada MTs, MA/MAPK mulai semester 1 tahun pertama sampai dengan semester 1 tahun terakhir;
      b. Persyaratan khusus
      1. Peserta didik terdaftar pada MTs, MA/MAPK;
      2. Peserta didik yang memiliki ijazah atau surat keterangan lain yang setara, atau berpenghargaan sama dengan ijazah dari satuan pendidikan yang setingkat lebih rendah. Penerbitan ijazah yang dimaksud sekurang-kurangnya 3 tahun sebelum mengikuti ujian madrasah, atau sekurang-kurangnya 2 tahun untuk peserta program SKS;
      3. Untuk peserta UAMBN dari program SKS yang masa pembelajarannya kurang dari tiga tahun, harus memiliki: a) Surat izin penyelenggaraan program SKS atau akselerasi dari Direktorat Jendral Pendidikan Islam dan/atau Kanwil Kementerian Agama Provinsi; b) Surat pernyataan dari madrasah sebagai jaminan bahwa proses pembelajaran dilakukan sesuai dengan pedoman penyelenggaraan program SKS atau akselerasi dari instansi yang berwewenang; c) Sertifikat hasil tes IQ (minimal 130) peserta didik dari perguruan tinggi yang direkomendasi BSNP.
      4. Peserta UAMBN yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti UAMBN di satuan pendidikannya, dapat mengikuti UAMBN di madrasah lain pada jenjang dan jenis yang sama;
      5. Peserta UAMBN yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti UAMBN, dapat mengikuti UAMBN susulan.

      Proses Pendaftaran Peserta:

      UAMBD
      Madrasah pelaksana UAMBD melaksanakan:
      1. Pendataan calon peserta;
      2. Mengirimkan data calon peserta ke Kantor Kemenag Kabupaten/Kota;
      3. Menerbitkan kartu peserta UAMBD.

      UAMBN
      1. Madrasah pelaksana UAMBN melaksanakan pendataan calon peserta;
      2. Madrasah pelaksana UAMBN mengirimkan data calon peserta ke Panitia UAMBN tingkat Kabupaten/Kota (Rayon);
      3. Panitia UAMBN tingkat Kabupaten/Kota (Rayon) mengirimkan data calon peserta UAMBN ke panitia UAMBN tingkat provinsi;
      4. Panitia UAMBN Tingkat Provinsi mengkoordinasikan pendataan calon peserta dan mengirimkan ke panitia tingkat pusat;
      5. Panitia UAMBN Tingkat Kabupaten/Kota (Rayon) mencetak dan mendistribusikan Daftar Nominasi Sementara (ONS) ke madrasah;
      6. Madrasah melakukan verifikasi ONS dan mengirimkan hasil verifikasi ke Panitia UAMBN Tingkat Kabupaten/Kota (Rayon);
      7. Panitia UAMBN Tingkat Provinsi melakukan: 1) Pemutakhiran data; 2) Pencetakan Daftar Nominasi Tetap (ONT) berdasarkan Biosistem UN; 3) Penetapan nomor peserta UAMBN (nomor peserta UAMBN sama dengan nomor peserta UN); 4) Pengiriman ONT peserta UAMBN ke Panitia UAMBN Tingkat Kabupaten/Kota (Rayon/Subrayon) selanjutnya diteruskan ke Panitia UAMBN Tingkat Saluan Pendidikan.
      8. Kepala madrasah pelaksana UAMBN menerbitkan, menandatangani, dan membubuhkan stempel madrasah pada kartu peserta UAMBN yang telah ditempel foto peserta.

        Download Pedoman Teknis Penyelenggaraan UAMBD UAMBN MI MTs MA

        Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Pedoman Teknis Penyelenggaraan UAMBD UAMBN MI MTs MA ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

        Pedoman Teknis Penyelenggaraan UAMBD UAMBN MI MTs MA



        Download File:

        Pedoman UAMBD Tahun 2018.pdf


        Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Pedoman Teknis Penyelenggaraan UAMBD UAMBN MI MTs MA. Semoga bisa bermanfaat.
        Juknis Pemilihan Guru Berprestasi SMA SMK Tahun 2018

        Diposting oleh Pada 3/31/2018 10:12:00 AM dengan No comments

        Berikut ini adalah berkas Juknis atau Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi Jenjang SMA dan SMK Tingkat Nasional Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Download file juknis format PDF dan download juga lampiran format administrasi untuk persyaratan peserta Pemilihan Guru Berprestasi SMA SMK Tahun 2018 dalam format .docx Microsoft Word.

        Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi Jenjang SMA dan SMK Tingkat Nasional Tahun 2018
        Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi Jenjang SMA dan SMK Tingkat Nasional Tahun 2018

        Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi Jenjang SMA dan SMK Tingkat Nasional Tahun 2018

        Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi berkas Juknis atau Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi Jenjang SMA dan SMK Tingkat Nasional Tahun 2018:

        Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sejalan dengan itu, di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa pendidikan Nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

        Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah yang memegang peran utama dalam rangka implementasi fungsi dan upaya mencapai tujuan Nasional tersebut. Untuk menjalankan tugas utama tersebut, guru harus memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional.

        Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan memberikan perhatian yang sungguh-sungguh untuk lebih memberdayakan guru, terutama guru jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk terus berprestasi secara optimal. Hal ini sesuai amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Pasal 36 ayat (1) bahwa ”Guru yang berprestasi, berdedikasi luar biasa, dan/atau bertugas di daerah khusus berhak memperoleh penghargaan” dan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 Pasal 30 ayat (1) bahwa “Guru memiliki hak untuk mendapatkan penghargaan sesuai dengan prestasi kerja, dedikasi luar biasa, dan/atau bertugas di Daerah Khusus”.

        Pemilihan guru berprestasi jenjang SMA dan SMK tahun 2018 merupakan salah satu implementasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008. Guru berprestasi jenjang SMA dan SMK, merupakan guru SMA dan SMK yang dapat menjadi model atau contoh bagi guru SMA dan SMK lainnya. Guru tersebut mempunyai prestasi yang luar biasa atau melebihi yang dicapai guru SMA dan SMK lain. Pemilihan guru berprestasi diharapkan berdampak positif bagi perkembangan pendidikan dan peningkatan mutu dan proses hasil pembelajaran. Melalui pemilihan Guru berprestasi jenjang SMA dan SMK, diharapkan semua pemangku kepentingan dapat meningkatkan komitmennya dalam pembinaan dan pengembangan profesionalisme guru untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu.

        Pedoman ini merupakan acuan bagi Pemerintah Daerah, Panitia Daerah dan panitia Nasional dalam menyelenggarakan pemilihan guru berprestasi jenjang SMA dan SMK tahun 2018, mulai dari tingkat Provinsi sampai dengan tingkat Nasional.

        Pemilihan guru berprestasi jenjang SMA dan SMK ini bersifat kompetitif, bukan berdasarkan pemerataan setiap provinsi. Masing-masing guru yang memenuhi persyaratan berhak mengikuti program ini.

        Pemilihan guru berprestasi jenjang SMA dan SMK dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel. a. Objektif mengacu kepada proses penilaian berdasarkan data faktual, tidak memihak, tidak diskriminatif, dan sesuai dengan standar penilaian yang ditetapkan. b. Transparan mengacu kepada proses yang memberikan peluang kepada semua pemangku kepentingan untuk memperoleh akses informasi yang akurat. c. Akuntabel merupakan proses penilaian yang dapat dipertanggungjawabkan kepada semua pemangku kepentingan pendidikan, baik secara akademik maupun administratif.

        Peserta
        Guru jenjang SMA dan SMK baik negeri maupun swasta yang memenuhi ketentuan atau persyaratan yang ditetapkan.

        Persyaratan Peserta
        Persyaratan peserta pemilihan guru berprestasi jenjang SMA dan SMK terdiri atas persyaratan akademik dan persyaratan administratif sebagai berikut :

        Persyaratan Akademik
        1. Memiliki kualifikasi akademik minimal sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV)
        2. Guru unggul/mumpuni dilihat dari kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial. Subkompetensi masing-masing kompetensi disajikan pada bagian penilaian. 1) Kompetensi pedagogik tercermin dari tingkat pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. 2) Kompetensi kepribadian tercermin dari kemampuan personal, berupa kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat, dan berakhlak mulia. 3) Kompetensi profesional tercermin dari tingkat penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya. 4) Kompetensi sosial tercermin dari kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
        3. Guru yang menghasilkan karya kreatif atau inovatif antara lain melalui: 1) Pembaruan (inovasi) dalam pembelajaran atau bimbingan; 2) Penemuan teknologi tepat guna dalam bidang pendidikan; 3) Penulisan buku fiksi/nonfiksi di bidang pendidikan atau sastra Indonesia dan sastra daerah; 4) Penciptaan karya seni; atau 5) Karya atau prestasi di bidang olahraga.
        4. Guru yang secara langsung membimbing peserta didik hingga mencapai prestasi di bidang intrakurikuler dan/atau ekstrakurikuler.

        Persyaratan Administratif
        1. Guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau bukan PNS serta tidak sedang mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah atau sedang dalam proses pengangkatan sebagai Kepala Sekolah atau sedang dalam transisi alih tugas ke unit kerja lainnya.
        2. Memiliki NUPTK.
        3. Aktif melaksanakan proses pembelajaran/bimbingan dan konseling.
        4. Mempunyai masa kerja sebagai guru secara terus-menerus sampai saat diajukan sebagai calon peserta, sekurang-kurangnya 8 (delapan) tahun dibuktikan dangan SK CPNS atau SK Pengangkatan dari yayasan bagi guru bukan PNS. 
        5. Mempunyai beban kerja sekurang-kurangnya 24 jam tatap muka per minggu.
        6. Belum pernah dikenai hukuman disiplin atau tidak dalam proses pemeriksaan pelanggaran disiplin (surat keterangan dari Kepala Sekolah) dengan diketahui oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
        7. Melampirkan penilaian kinerja guru 2 (dua) tahun terakhir.
        8. Melampirkan bukti partisipasi dalam kemasyarakatan berupa surat keterangan atau bukti fisik lainnya yang disyahkan oleh pengurus organisasi kemasyarakatan yang bersangkutan 2 (dua) tahun terakhir.
        9. Melampirkan portofolio 2 (dua) tahun terakhir dalam bentuk soft copy dengan format terlampir, bagi Guru jenjang SMA dan SMK Pemenang I di tingkat Provinsi yang akan mengikuti pemilihan di tingkat Nasional.
        10. Guru-guru jenjang SMA dan SMK yang pernah menjadi pemenang I, II, dan III pemilihan guru berprestasi jenjang SMA dan SMK tingkat Nasional tidak diperkenankan mengikuti pemilihan tahun 2018.
        11. Melampirkan Sertifikat/Piagam pemenang I guru berprestasi tingkat Kabupaten/Kota yang ditandatangani oleh Bupati/Walikota dan Provinsi yang ditandatangani oleh Gubernur.
        12. Melampirkan karya tulis best practice pembelajaran dengan Topik: ”Melalui pengalaman terbaik menuju peningkatan mutu dan profesionalisme guru”. 

        Dalam Juknis atau Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi SMA SMK Tahun 2018 ini disertakan pula lampiran-lampiran penting diantaranya"
        • Lampiran 1 - BIODATA GURU BERPRESTASI JENJANG SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) (Diketik atau ditulis dengan huruf balok dan tinta hitam)
        • Lampiran 2 - Penyusunan Dokumen Portofolio - INSTRUMEN PORTOFOLIO GURU BERPRESTASI JENJANG SMA DAN SMK) TAHUN 2018
        • Lampiran 3 - INSTRUMEN REKAP PENILAIAN KINERJA OLEH KEPALA SEKOLAH IDENTITAS PESERTA
        • Lampiran 4 - Sistematika Penulisan Best practice Guru Berprestasi Jenjang SMA dan SMK
        • Lampiran 5 - FORMAT PENILAIAN PRESENTASI GURU BERPRESTASI JENJANG SMA DAN SMK TINGKAT NASIONAL 2018
        • Lampiran 6 - FORMAT PENILAIAN WAWANCARA GURU BERPRESTASI JENJANG SMA DAN SMK TINGKAT NASIONAL 2018

          Download Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi Jenjang SMA dan SMK Tingkat Nasional Tahun 2018

          Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Juknis atau Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi Jenjang SMA dan SMK Tingkat Nasional Tahun 2018 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

          Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi Jenjang SMA dan SMK Tingkat Nasional Tahun 2018



          Download File:

          PEDOMAN GUPRES SMA SMK 2018 Final.pdf
          Lampiran PEDOMAN GUPRES SMA SMK 2018 Final.docx


          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Juknis atau Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi Jenjang SMA dan SMK Tingkat Nasional Tahun 2018. Semoga bisa bermanfaat.
          Pedoman Lomba Kompetensi Siswa LKS SMK Tahun 2018

          Diposting oleh Pada 3/19/2018 04:22:00 AM dengan No comments

          Berikut ini adalah berkas buku Pedoman Lomba Kompetensi Siswa LKS SMK Tahun 2018. Download file format PDF.

          Pedoman Lomba Kompetensi Siswa LKS SMK Tahun 2018
          Pedoman Lomba Kompetensi Siswa LKS SMK Tahun 2018

          Pedoman Lomba Kompetensi Siswa LKS SMK Tahun 2018

          Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi berkas Pedoman Lomba Kompetensi Siswa LKS SMK Tahun 2018:

          Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sesuai slogannya, maka harus memiliki kompetensi yang dibutujhkan oleh pasar kerja baik yang bertaraf nasional internasional. Sehubungan dengan hal tersebut, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, ian Pendidikan dan Kebudayaan ggarakan kegiatan guna memotivasi peningkatan nsi siswa berupa kegiatan lomba atau kompetisi yang dinamakan Lomba Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (LKS-SMK). Kegiatan ini juga dalam upaya mempromosikan lulusan SMK kepada dunia usaha/dunia industri serta pemangku kepentingan lainnya.

          Pada tahun 2018 ini, LKS SMK Tingkat Nasional ke-26 diselenggarakan pada tanggal 6 s.d. 12 Mei 2018 di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bidang kompetensi yang akan dilombakan melipuit 56 jenis bidang lomba. Selain lomba, juga diselenggarakan kegiatan pendukung lainnya seperti pameran produk inovasi unggulan hasil karya siswa SMK, serti kasi, job matching, pelatihan, pentas seni, gerakan literasi sekolah (GLS), one school one province (OSOP), one school one country (OSOC), dan Kewirausahaan.

          Penyelenggaraan LKS SMK yang dikelola Direktorat Pembinaan SMK meliputi 51 bidang lomba sedangkan 5 bidang lomba akan dilaksanakan secara daring (online) bekerjasama dengan SEAMEO Sekretariat. Dalam pelaksanaan LKS di Provinsi NTB, akan melibatkan peran serta SMK di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai koordinator bidang lomba yang bertugas mengkoordinasikan materi berupa peralatan, bahan, kelengkapan lomba. Selain itu, peran serta dari kalangan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) juga dioptimalkan antara lain sebagai sponsorship, narasumber, pelatih, juri dan sebagainya.

          Agar pelaksanaan LKS SMK tingkat nasional ke-26 tahun 2018 serta kegiatan pendukung lainnya berjalan dengan baik, maka Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan menerbitkan “Pedoman LKS SMK Tingkat Nasional ke-26 Tahun 2018”. Pedoman ini dirancang untuk membantu semua pihak yang berpartisipasi dalam pelaksanaan LKS SMK agar mengetahui seluruh informasi terkait pelaksanaan LKS dengan baik.

          Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah antara lain: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Barat, serta seluruh pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu terkait dengan penyelenggaraan LKS ini, dan semoga Allah SWT, Tuhan YME membalas kebaikan semua pihak.

            Download Pedoman Lomba Kompetensi Siswa LKS SMK Tahun 2018

            Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas buku Pedoman Lomba Kompetensi Siswa LKS SMK Tahun 2018 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

            Pedoman Lomba Kompetensi Siswa LKS SMK Tahun 2018



            Download File:

            Buku Pedoman LKS XXVI Tahun 2018.pdf


            Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Pedoman Lomba Kompetensi Siswa LKS SMK Tahun 2018. Semoga bisa bermanfaat.
            Pedoman O2SN SMK Tahun 2018

            Diposting oleh Pada 3/18/2018 01:52:00 PM dengan No comments

            Berikut ini adalah berkas Pedoman Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SMK Tahun 2018. O2SN SMK Tahun 2018 ini akan diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaa. Download file buku pedoman format PDF.

            Pedoman Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SMK Tahun 2018
            Pedoman Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SMK Tahun 2018

            Pedoman Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SMK Tahun 2018

            Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi berkas Pedoman Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SMK Tahun 2018:

            Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, akan menyelenggarakan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SMK tahun 2018. Program yang telah menjadi agenda tahunan sejak tahun 2005 ini akan dilaksanaka tanggal 16 s.d. 22 September 2018 di D.I. Yogyakarta.

            Pada O2SN jenjang SMK Tahun 2018 mempertandingkan 5 (lima) cabang olahraga yaitu: Bulu Tangkis, Karate, Pencak Silat, Atletik, dan Renang. Pelaksanaan seleksi kelima cabang olahraga tersebut dimulai dari tingkat sekolah, Provinsi dan di lanjutkan pada tingkat Nasional.

            Tujuan dilaksanakan O2SN jenjang SMK adalah untuk memfasilitasi dan memotivasi siswa yang mempunyai bakat dan minat di cabang olahraga, sehingga siswa dapat meningkatkan skill dan kemampuan sesuai bidangnya.

            Disamping kegiatan ini sekaligus dalam upaya pembentukan sikap mental, sportivitas, kejujuran dan rasa solidaritas yang tinggi antar sesama siswa yang pada akhirnya dapat meningkatkan mutu pendidikan. O2SN adalah gerakan idealisme yang percaya bahwa olahraga bukan hanya tentang raga yang sehat.

            Pedoman ini disusun sebagai acuan pelaksanaan O2SN jenjang SMK tahun 2018 bagi pelatih, wasit/juri, oļ¬ƒcial, dan peserta, agar SMK SMK maupun provinsi dapat melakukan persiapan sehingga penyelenggaraan pertandingan/perlombaan di tingkat Nasional berjalan sesuai dengan tata cara dan aturan yang telah disepakati bersama.

            Semoga program ini menjadi wadah kolaborasi pihak-pihak terkait demi kesuksesan penyelenggaraan agar dapat memajukan olahraga secara keseluruhan di Indonesia.

              Download Pedoman Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SMK Tahun 2018

              Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Pedoman Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SMK Tahun 2018 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

              Pedoman O2SN SMK Tahun 2018



              Download File:
              Buku Pedoman O2SN SMK Tahun 2018.pdf

              Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Pedoman Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SMK Tahun 2018. Semoga bisa bermanfaat.
              Pedoman Juknis OGN (Olimpiade Guru Nasional) SD SMP Tahun 2018

              Diposting oleh Pada 2/27/2018 01:53:00 PM dengan No comments

              Berikut ini adalah berkas Pedoman atau Juknis OGN (Olimpiade Guru Nasional) SD SMP Tahun 2018. Download file format PDF dan .docx Microsoft Word.

              Pedoman Juknis OGN (Olimpiade Guru Nasional) SD SMP Tahun 2018
              Pedoman Juknis OGN (Olimpiade Guru Nasional) SD SMP Tahun 2018

              Pedoman/Juknis OGN (Olimpiade Guru Nasional) SD SMP Tahun 2018

              Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Pedoman OGN (Olimpiade Guru Nasional) SD SMP Tahun 2018:

              OGN Dikdas merupakan wahana kompetisi bagi guru kelas SD dan mapel SMP dalam meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik pada bidang yang diampunya.

              Bidang yang Dilombakan:
              1. Guru kelas SD
              2. Guru SMP meliputi mata pelajaran: Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris.

              Kegiatan Olimpiade Guru Nasional (OGN) Pendidikan Dasar merupakan salah satu sarana peningkatan mutu pendidikan khususnya kompetensi profesional dan pedagogik guru kelas SD dan guru mata pelajaran SMP melalui ajang lomba yang kompetitif. Kegiatan OGN Dikdas ini diharapkan dapat memotivasi guru untuk meningkatkan wawasan pengetahuan, profesionalisme, dan kinerja guru pendidikan dasar di seluruh pelosok tanah air. Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan akan berdampak positif terhadap karier dan mutu pendidikan.

              Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar, Subdit Kesharlindung telah melaksanakan OGN Dikdas sejak tahun 2016. Olimpiade Guru Nasional pada tahun 2018 bagi guru kelas SD dan mata pelajaran SMP ini merupakan pelaksanaan kegiatan OGN Dikdas tahun ketiga. Peserta dalamkegiatan OGN Dikdas 2018 terdiri atas Guru Ke las SD dan Guru SMP. Untuk peserta SMP meliputi guru mata pelajaran Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

              Pelaksanaan OGN Dikdas diawali dengan seleksi administratif secara daring (online) di tingkat kabupaten/k:ota. Peserta yang berhasil lolos seleksi akan diikutsertakan dalam seleksi tingkat provinsi. Peserta yang lolos seleksi tingkat provinsi akan menjadi finalis tingkat nasional.

              Kegiatan OGN Dikdas bertujuan untuk:
              1. memotivasi guru dalam meningkatkan wawasan pengetahuan, profesionalisme, dan kinerja guru,
              2. menumbuhkembangkan budaya kompetitif yang sehat di kalangan guru SD dan SMP,
              3. membangun komitmen guru SD dan SMP dalam meningkatkan mutu pendidikan,
              4. menguatkan profesi guru SD dan SMP sebagai profeional yang terhormat, mulia, dan bermartabat. 

              Pedoman ini meliputi kriteria guru peserta OGN Dikdas, mekanisme penyelenggaraan. jadwal, pengendalian program dan pelaporan.

              Hasil yang Diharapkan:
              1. Terpilihnya pemenang OGN Dikdas guru kelas SD dan SMP untuk mata pelajaran Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris,
              2. Termotivasinya guru dalam meningkaikan wawasan pengetahuan. profesionalisme, dan kinerja untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di kalangan guru kelas SD dan mapel SMP.
              3. Terbangunnya komitmen guru kelas SD dan SMP untuk meningkatkan mutu pendidikan.
              4. Menguatkan profesi guru SD dan SMP sebagai profesi yang terhormat, mulia, dan bermartabat. 

                Download Pedoman OGN (Olimpiade Guru Nasional) SD SMP Tahun 2018

                Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Pedoman OGN (Olimpiade Guru Nasional) SD SMP Tahun 2018 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

                Pedoman OGN (Olimpiade Guru Nasional) SD SMP Tahun 2018



                Download File:

                Surat Informasi Penyelenggaraan OGN 2018.pdf
                Pedoman Juknis OGN (Olimpiade Guru Nasional) SD SMP Tahun 2018 - PEDOMAN OGN DIKDAS 2018_Final.pdf
                Format Surat Pernyataan (Persyaratan Administrasi).docx


                Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Pedoman OGN (Olimpiade Guru Nasional) SD SMP Tahun 2018. Semoga bisa bermanfaat.
                Juklak O2SN SMP 2018

                Diposting oleh Pada 2/01/2018 11:10:00 AM dengan No comments

                Berikut ini adalah berkas Juklak O2SN SMP Tahun 2018. Download file format PDF. Petunjuk Pelaksanaan O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) SMP Tahun 2018 ini diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan  SMP,  Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

                Juklak O2SN SMP Tahun 2018
                Juklak O2SN SMP Tahun 2018

                Juklak O2SN SMP Tahun 2018

                Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Juklak O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) SMP Tahun 2018:

                Latar Belakang
                Dalam rencana strategis (Renstra) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015-2019, visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015-2019 adalah “Terbentuknya insan serta ekosistem Pendidikan dan Kebudayaan yang berkarakter dengan berlandaskan gotong royong”.

                Pemerintah sebagai pengelola dan penyelenggara pendidikan berupaya keras dalam melaksanakan program-program peningkatan mutu pendidikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama berusaha mewujudkan program Nawacita Presiden Republik Indonesia, yakni meningkatkan kualitas hidup manusia indonesia dan melakukan revolusi karakter bangsa yang akan dilaksanakan melalui kegiatan olahraga pendidikan.

                Pendidikan jasmani dan kesehatan dapat menunjang pengembangan karakter peserta didik baik secara organis, neuromuskuler, intelektual, emosional dan sosial, serta meningkatkan daya cipta, rasa dan karya para siswa. Muaranya adalah pada upaya peningkatan mutu pendidikan khususnya di bidang olahraga, serta Penguatan Pendidikan Karakter.

                Hal ini telah dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Strathclyde, Inggris, dimana mene-mukan bahwa kemampuan akademik seorang pelajar remaja akan meningkat, jika dia rajin berolahraga atau melakukan aktivitas fisik. Seorang pelajar yang berusia remaja akan lebih berpeluang untuk mendapatkan nilai yang bagus di sekolahnya, jika dia semakin rajin melakukan aktivitas fisik atau berolahraga.

                Pemerintah Indonesia terus berupaya memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Di tingkat pendidikan dasar, aktivitas olahraga terus digalakkan, baik dalam pembelajaran di kelas, kegiatan ekstrakurikuler, ataupun lomba-lomba.

                Salah satu upaya yang dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SMP, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah menyelenggarakan kompetisi olahraga secara berjenjang dan bertahap, mulai tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, sampai dengan tingkat nasional. Adapun kompetisi yang dimaksud adalah Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).

                Kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMP merupakan suatu wahana bagi peserta didik untuk mengimplementasikan Penguatan Pendidikan Karakter melalui pembinaan kegiatan olahraga yang dilakukan secara bertahap dan berjenjang. Kegiatan O2SN juga merupakan wahana pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga, serta penumbuhan nilai-nilai pendidikan karakter melalui kedispilinan, kreativitas, daya juang, jujur, sportif, kompetitif, solidaritas, dan bertanggung jawab.

                Oleh karena itu, pelaksanaan O2SN SMP Tahun 2018 membutuhkan panduan yang dapat digunakan untuk petunjuk bagi pelaksanaan O2SN SMP Tahun 2018 baik mulai tahap sekolah, kecamatan, kabupten/kota, provinsi, hingga tahap nasional. Petunjuk Pelaksanaan O2SN SMP Tahun 2018 ini tidak hanya berisi juknis pelaksanaan lomba O2SN, tapi juga memberikan perspektif pentingnya O2SN SMP Tahun 2018.

                Dasar Hukum
                1. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
                2. Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional Pasal 17 bahwa ruang lingkup olahraga meliputi olahraga pendidikan, olahraga rekreasi dan olahraga prestasi.
                3. Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.
                4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
                5. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan.
                6. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
                7. Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.
                8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan.
                9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.
                10. Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 0422/MPK.C/PD/2015 tentang Penyelenggaraan Olimpiade, Lomba dan Festival.

                Tujuan
                1. Meningkatkan kecintaan dan apresiasi terhadap bidang olahraga.
                2. Meningkatkan kecakapan kolaboratif dan kooperatif.
                3. Meningkatkan kesehatan jasmani.
                4. Meningkatkan mutu akademis.
                5. Menciptakan kondisi kompetitif secara sehat.
                6. Melatih sportivitas dan tanggung jawab.
                7. Mengembangkan bakat dan minat siswa dalam bidang olahraga.
                8. Meningkatkan persatuan dan kesatuan antara siswa seluruh Indonesia.

                Tema
                “Melalui Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Membentuk Pelajar yang Berprestasi Akademi, Olahraga dan Berbudi Pekerti Luhur”

                Pengertian Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN)
                O2SN adalah suatu kegiatan yang bersifat kompetisi di bidang olahraga antar siswa SMP/MTs atau yang sederajat dalam lingkup wilayah atau tingkat lomba tertentu.

                Hasil yang diharapkan
                1. Adanya peningkatan kondisi kesehatan jasmani siswa di sekolah sehingga dapat menunjang peningkatan kualitas akademis.
                2. Terpilihnya siswa terbaik dalam bidang olahraga, sebagai bibit unggul atlet pada tingkat wilayah tertentu.
                3. Terjalinnya kesatuan dan persatuan antar siswa seluruh Indonesia melalui O2SN.

                Sasaran
                Siswa SMP/MTs Negeri dan Swasta atau yang sederajat.

                Pelaksanaan
                Kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMP Tahun 2018 dilaksanakan melalui beberapa tahap yaitu :
                1. Tingkat Sekolah; MekanismepelaksanaanOlimpiadeOlahragaSiswaNasional(O2SN)diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Cabang olahraga yang dipertandingkan mengacu pada kegiatan yang akan dilaksanakan di kecamatan, kabupaten/kota atau provinsi. Sekolah menentukan peserta yang akan mengikuti kegiatan olimpiade olahraga tingkat selanjutnya. Peserta yang dikirim merupakan perwakilan sekolah, yang disahkan dengan SK kepala sekolah.
                2. Tingkat Kecamatan; Pelaksanaan O2SN SMP tingkat kecamatan dilaksanakan apabila jumlah sekolah yang akan berpartisipasi dalam O2SN di kecamatan cukup banyak. Olimpiade olahraga tingkat kecamatan bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada seluruh sekolah untuk berpartisipasi. Peserta yang menjadi wakil kecamatan disahkan dengan SK kepala sekolah dan SK Kepala Seksi Pendidikan kecamatan. Struktur dan wewenang di tingkat kecamatan ini dapat disesuaikan dengan kondisi wilayah. Pemenang tingkat kecamatan berhak mengikuti O2SN tingkat kabupaten/kota.
                3. Tingkat Kabupaten/Kota; Kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMP tingkat kabupaten adalah ajang kompetisi bagi peserta lomba yang mewakili kecamatan. Peserta yang mewakili O2SN di tingkat kabupaten/kota disahkan dengan SK Kepala Seksi Kecamatan atau Ketua Penyelenggara O2SN di tingkat Kecamatan. Pemenang tingkat kabupaten/kota berhak mengikuti O2SN SMP tingkat provinsi disahkan dengan SK Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
                4. Tingkat Provinsi; Kegiatan O2SN SMP tingkat provinsi adalah kegiatan yang diikuti dipertandingkan mengacu pada kegiatan tingkat nasional. Pemenang tingkat provinsi akan menjadi wakil untuk mengikuti O2SN SMP tingkat nasional dengan SK Penetapan Peserta O2SN yang disahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi.
                5. Tingkat Nasional; O2SN SMP tingkat nasional adalah kegiatan yang diikuti oleh pemenang tingkat provinsi. Jenis cabang olahraga yang dipertandingkan/diperlombakan sesuai dengan cabang olahraga yang tercantum dalam BAB IV. Provinsi menginformasikan keikutsertaan kepada Panitia Pusat melalui pendaftaran daring yang dapat diakses melalui ditpsmp.kemdikbud.go.id/ pesertadidik.

                Pembiayaan
                1. Pelaksanaan O2SN tingkat kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi menjadi tanggung jawab Pemda setempat. Pembiayaan dibebankan pada APBD.
                2. O2SN tingkat nasional ditanggung oleh APBN dengan DIPA Direktorat Pembinaan SMP.

                  Download Juklak O2SN SMP Tahun 2018

                  Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Juklak O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) SMP Tahun 2018 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

                  Juklak O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) SMP Tahun 2018



                  Download File:
                  Juklak O2SN SMP 2018.pdf

                  Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Juklak O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) SMP Tahun 2018. Semoga bisa bermanfaat.
                  Pedoman Lomba INOBEL Guru SMA SMK Tahun 2018

                  Diposting oleh Pada 1/19/2018 06:11:00 PM dengan 1 comment

                  Berikut ini adalah berkas Pedoman Lomba INOBEL Guru SMA SMK Tahun 2018. Download file format PDF.

                  Pedoman Lomba INOBEL Guru SMA SMK Tahun 2018
                  Pedoman Lomba INOBEL Guru SMA SMK Tahun 2018

                  Pedoman Lomba INOBEL Guru SMA SMK Tahun 2018

                  Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi berkas Pedoman Lomba INOBEL Guru SMA SMK Tahun 2018:

                  PEDOMAN LOMBA INOVASI PEMBELAJARAN GURU PENDIDIKAN MENENGAH TINGKAT NASIONAL (PEMULA, MADYA, DAN UTAMA)

                  DIREKTORAT PEMBINAAN GURU PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
                  2018 

                  Guru sebagai tenaga professional berperan penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warganegara yang demokratis dan bertanggung jawab. Guru diwajibkan melakukan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan agar kompetensi keprofesiannya tetap sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya dan/atau olahraga.

                  Guru diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif, serta berhasil mengembangkan berbagai model pembelajaran yang bermutu. Dalam rangka meningkatkan motivasi dan inovasi guru dalam pembelajaran maka diperlukan berbagai upaya. Salah satu upaya yang dapat meningkatkan motivasi guru untuk selalu mengembangkan diri adalah melalui Lomba Inovasi Pembelajaran (Inobel) Guru Pendidikan Menengah Tingkat Nasional Tahun 2018. Lomba Inobel pada Tahun 2018 ini terbagi ke dalam tiga level yaitu Pemula, Madya dan Utama.

                  Pedoman Lomba Inobel Guru Pendidikan Menengah Tingkat Nasional Tahun 2018 ini disusun sebagai acuan pelaksanaan lomba bagi Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan Provinsi, Satuan Pendidikan dan Guru peserta lomba. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan pedoman ini.

                  Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Pasal 14, ayat (1), huruf d menyatakan bahwa dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berhak memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensinya. Peningkatan kompetensi guru Jenjang Pendidikan Menengah tersebut dapat dilaksanakan melalui berbagai upaya, salah satu diantaranya yaitu lomba inovasi pembelajaran.

                  Lomba Inovasi Pembelajaran dipandang menjadi sangat penting dan diperlukan karena hal ini akan memacu guru-guru untuk meningkatkan kreativitas dan prestasi. Lomba Inovasi Pembelajaran diyakini dapat menggerakkan, menyemangati, dan mendorong guru untuk meningkatkan prestasi dan pada gilirannya berdampak pada kualitas proses dan hasil belajar siswa.

                  Berkenaan dengan hal itu, Direktorat Pembinaan Guru Dikmen, Ditjen GTK, Kemdikbud melaksanakan Lomba Inovasi Pembelajaran bagi Guru Jenjang Pendidikan Menengah Tingkat Nasional Tahun 2018. Penyelenggaraan lomba tersebut dimaksudkan untuk mendorong peningkatan profesionalisme guru sehingga dapat meningkatkan kinerja guru dalam pengelolaan pembelajaran, mewujudkan lulusan yang bermutu, produktif, kreatif, inovatif, dan memiliki daya saing global.

                  Lomba Inovasi Pembelajaran bagi Guru Jenjang Pendidikan Menengah Tingkat Nasional ini terbagi dalam tiga level lomba yaitu Inobel Pemula, Inobel Madya dan Inobel Utama. Lomba Inobel Pemula ditujukan bagi peserta yang belum pernah sama sekali atau belum pernah masuk sebagai finalis dalam lomba Inobel. Lomba Inobel Madya ditujukan bagi peserta yang pernah ikut menjadi finalis pada lomba Inobel. Lomba Inobel Utama ditujukan bagi para Juara 1, 2 dan 3 dari berbagai macam lomba yang diselenggarakan oleh Keharlindung Dikmen. 

                  Pedoman Lomba Karya Inovasi Pembelajaran Guru Pendidikan Menengah Tingkat Nasional Tahun 2018 ini disusun sebagai acuan bagi panitia penyelenggara dan peserta lomba. Terselenggaranya Lomba Inovasi Pembelajaran dengan lancar tertib dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

                  Lomba Inovasi Pembelajaran Guru Pendidikan Menengah bersifat perorangan (individual) dengan sasaran guru-guru Jenjang Pendidikan Menengah di seluruh Indonesia baik PNS maupun Non PNS di Sekolah negeri maupun swasta yang aktif melaksanakan tugas.

                  DAFTAR ISI
                  BAB I Pendahuluan; A. Latar Belakang; B. Dasar Hukum; C. Tujuan; D. Sasaran; E. Hasil yang Diharapkan

                  BAB II Lomba Inovasi Pembelajaran Guru Pendidikan Menengah; A. Pengertian; B. Ketentuan Mengikuti Lomba Inovasi Pembelajaran Guru Pendidikan Menengah; C. Proses Pelaksanaan; D. Prinsip-prinsip Lomba; E. Panitia Penyelenggara; F. Alur Kegiatan; G. Sistematika Penulisan Karya H. Penelitian; I. Jadwal Kegiatan

                  BAB III Penutup; 

                  Lampiran-lampiran:
                  1. Lampiran 1 Biodata Peserta
                  2. Lampiran 2 Halaman Judul
                  3. Lampiran 3 Artikel Gagasan Ilmiah
                  4. Lampiran 4 Artikel Gagasan Ilmiah
                  5. Lampiran 5 Halaman Pernyataan Kepala Sekolah
                  6. Lampiran 6 Halaman Pernyataan Ketua MGMP
                  7. Lampiran 7 Halaman Pengesahan - Surat Pengesahan Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan
                  8. Lampiran 8 Penilaian Tahap I
                  9. Lampiran 9 Penilaian Tahap II (a)
                  10. Lampiran 10 Penilaian Tahap II(b)
                  11. Lampiran 11 Penilaian Tahap III
                  12. Lampiran 11 Penilaian Tahap IV
                  13. Lampiran 12 Penilaian Tahap V
                  Untuk lampiran-lampiran bisa anda unduh dalam format file .docx Microsoft Word (siap edit).

                    Download Pedoman Lomba INOBEL Guru SMA SMK Tahun 2018

                    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Pedoman Lomba INOBEL Guru SMA SMK Tahun 2018 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

                    Pedoman Lomba INOBEL Guru SMA SMK Tahun 2018



                    Download File:

                    Pedoman Lomba INOBEL Guru SMA SMK Tahun 2018.pdf
                    Lampiran-Lampiran (Pedoman Lomba INOBEL Guru SMA SMK Tahun 2018).docx


                    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Pedoman Lomba INOBEL Guru SMA SMK Tahun 2018. Semoga bisa bermanfaat.

                    Formulir Kontak

                    Nama

                    Email *

                    Pesan *