Download Aplikasi RKAS dan Laporan BOS SMA SMK (ARKABOS SMA SMK 15 Komponen Pembayaran)

Diposting oleh Pada 6/10/2017 03:39:00 AM dengan No comments

Berikut ini adalah berkas Aplikasi RKAS dan Laporan BOS SMA SMK (ARKABOS SMA SMK 15 Komponen Pembayaran).

Aplikasi RKAS dan Laporan BOS SMA SMK (ARKABOS SMA SMK 15 Komponen Pembayaran)
Aplikasi RKAS dan Laporan BOS SMA SMK (ARKABOS SMA SMK 15 Komponen Pembayaran)

Download Aplikasi RKAS dan Laporan BOS SMA SMK (ARKABOS SMA SMK 15 Komponen Pembayaran)

Aplikasi RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) dan Laporan BOS (Bantuan Operasional Sekolah) SMA SMK (ARKABOS SMA SMK 15 Komponen Pembayaran). Download File Format .xlsb Microsoft Excel. Selengkapnya silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini.


Aplikasi RKAS dan Laporan BOS SMA SMK (ARKABOS SMA SMK 15 Komponen Pembayaran)


Download file:

Aplikasi RKAS dan Laporan BOS SMA SMK (ARKABOS SMA SMK 15 Komponen Pembayaran).xlsb

Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai Download Aplikasi RKAS dan Laporan BOS SMA SMK (ARKABOS SMA SMK 15 Komponen Pembayaran). Semoga bisa bermanfaat.
Berkas Aplikasi RKAS Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah BOS 2016 Format Microsoft Excel

Diposting oleh Pada 5/05/2017 08:27:00 AM dengan No comments

Berikut ini adalah berkas contoh Aplikasi RKAS Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah BOS 2016 Format Microsoft Excel.

Aplikasi RKAS Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah BOS 2016 Format Microsoft Excel
Aplikasi RKAS Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah BOS 2016 Format Microsoft Excel

Download Berkas Contoh Aplikasi RKAS Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah BOS 2016 Format Microsoft Excel

Selengkapnya mengenai susunan dan isi contoh Aplikasi RKAS Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah BOS 2016 Format Microsoft Excel ini, silahkan lihat di bawah ini.

Aplikasi RKAS Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah BOS 2016 Format Microsoft Excel


Download File:
Aplikasi Membuat RKAS BOS 2016 Format Microsoft Excel.xlsx

Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai berkas dan share file contoh Aplikasi RKAS Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah BOS 2016 Format Microsoft Excel. Semoga bermanfaat. 
Aplikasi Contoh RKAS (Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah) SD Format Microsoft Excel

Diposting oleh Pada 3/20/2017 11:04:00 AM dengan No comments

Berikut ini adalah berkas Aplikasi dan Contoh RKAS (Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah) SD Format Microsoft Excel. Contoh RKAS (Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah) SD ini sudah dibuatkan dalam bentuk aplikasi yang praktis yang bisa langsung anda pergunakan dengan Microsoft Excel. RKAS ini digunakan di SD Negeri 1 Asem Rudung disusun oleh Pak Haryono.

Contoh RKAS (Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah) SD Format Microsoft Excel
Contoh RKAS (Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah) SD Format Microsoft Excel

Aplikasi dan Contoh RKAS (Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah) SD Format Microsoft Excel

Pada Aplikasi Contoh RKAS (Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah) SD Format Microsoft Excel ini terdiri dari beberapa format lengkap diantaranya: Sampul RKAS, SK Kepala Sekolah Tentang Panitia Kegiatan Penyusunan RKAS Tahun Anggaran 2016/2017, Lampiran I dan II Kegiatan Tugas Guru dalam Kepanitian Penyusuna RKAS, Lampiran III Daftar Rincian Anggaran Kegiatan Rapat Penyusunan RKAS, Kwitansi LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban), Format BOS-1 Kerangka RKAS, Penjabaran RKAS, Rencana Anggaran (Rencana Penggunaan Dana BOS), Rencana Penggunaan Dana BOS Triwulan, Lembar Pengesahan RKAS (Perubahan Anggaran).

    Download Aplikasi dan Contoh RKAS (Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah) SD Format Microsoft Excel

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Contoh RKAS (Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah) SD Format Microsoft Excel ini silahkan lihat pada file preview di bawah ini:



    Download File:
    RKAS Perubahan Anggaran 2016-2017.xls

    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Aplikasi dan Contoh RKAS (Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah) SD Format Microsoft Excel. Semoga bisa bermanfaat.

    Lihat juga berkas-berkas untuk SD lainnya:
















    Aplikasi dan Contoh RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah)

    Diposting oleh Pada 3/04/2017 04:42:00 PM dengan 1 comment

    Berikut ini adalah berkas Aplikasi dan Contoh RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah). Download file dalam format .xlsx Microsoft Excel atau .docx Microsoft Word..

    Aplikasi dan Contoh RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah)
    Aplikasi dan Contoh RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah)

    Aplikasi dan Contoh RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah)

    Berikut ini adalah urutan cara membuat RKAS (Rencana Kerja Anggaran Sekolah) dan RKS (Rencana Kerja Sekolah). Cara menyusun RKAS dan RKS ini dapat digunakan untuk seluruh jenjang pendidikan mulai dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK dan sederajat.

    Langkah-Langkah Cara Penyusunan RKAS adalah sebagai berikut :

    Membentuk Tim Penyusun RKAS
    RKAS merupakan rencana yang lebih rinci dalam satu tahunan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari RKS, maka Tim Penyusun RKAS adalah juga tim Penyusun RKS. Oleh karena itu, di bagian ini tidak akan dibahas lagi tentang tim tersebut. Hanya saja untuk melakukan penyusunan RKAS ini tim RKS harus menjabarkan lebih mendetail rencana kerja untuk jangka waktu satu tahun.

    Melakukan Analisa Situasional Sekolah
    Pada garis besarnya adalah melaksanakan kajian terhadap situasi dan kondisi sekolah beserta lingkungan yang ada, baik ditinjau dari sisi geografis, demografis (termasuk jenjang pendidikan di bawah dan di atasnya), sosial masyarakat, ekonomi, input siswa, komponen-komponen sekolah, dan lainnya. Analisa ini pada intinya akan menemukan potret nyata sekolah dan lingkungan sekitar secara obyektif dalam bentuk profil sekolah.

    Menetapkan tujuan satu tahunan
    Rumusan tujuan satu tahunan (atau sering disebut juga dengan istilah tujuan situasional) ini merupakan penjabaran lebih rinci, operasional, dan terukur dari tujuan empat tahunan. Oleh karena itu, tujuan di sini tidak boleh berbeda atau menyimpang dari tujuan empat tahunan. Secara substansi tujuan tersebut lebih mentitikberakan kepada tujuan pencapaian standar nasional dalam berbagai aspek pendidikan. Tujuan harus menggambarkan mutu dan kuantitas berstandar nasional yang ingin dicapai, dan terukur agar mudah melakukan evaluasi keberhasilannya.

    Melakukan identifikasi tantangan nyata
    Tantangan nyata adalah selisih antara kondisi nyata sekarang (saat sekolah melakukan analisis/evaluasi diri) dengan kondisi ideal yang di harapkan berdasarkan tuntutan standar nasional pendidikan (SNP). Itulah sebabnya untuk menetapkan kondisi saat ini, sekolah perlu melakukan evaluasi diri didasarkan pada 8 (delapan ) SNP yaitu Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Proses, Standar Pengelolaan, Standar Sarana Prasarana, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Penilaian dan Standar Pembiayaan. Identifikasi tantangan nyata bisa dilakukan dengan membandingkan antara kondisi yang diharapkan satu tahun ke depan dengan kondisi saat ini. Untuk mengetahui kondisi saat ini antara lain dengan menggunakan berbagai teknik/metode, misalnya dengan melakukan Evaluasi Diri Sekolah (EDS). Dengan melakukan evaluasi diri akan menunjukkan kinerja sekolah misalnya, bagian yang mengalami perbaikan atau peningkatan, bagian yang tetap, dan bagian yang mengalami penurunan serta bagian-bagian yang belum memenuhi SNP.
    1. Standar Lulusan; Misalnya berdasarkan hasil evaluasi diri sekolah untuk standar kelulusan, bidang akademik, aspek pencapaian KKM, hasilnya adalah sebagai berikut : Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran estetika yaitu mapel seni budaya : 6,00, , kondisi ideal yang diharapkan rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran estetika yaitu mapel seni budaya adalah 8,00, maka besarnya tantangan nyata adalah 2,00.
    2. Standar Isi; Misalnya berdasarkan hasil evaluasi diri sekolah untuk standar Isi diperoleh kondisi nyata Isi kurikulum yang dilaksanakan di sekolah terdiri dari 5 aspek, kondisi ideal mestinya Isi Kurikulum yang dilaksanakan sekolah terdiri dari 9 aspek maka besarnya tantangan nyata adalah pemenuhan 4 aspek.
    3. Standar Proses; Misalnya berdasarkan hasil evaluasi diri sekolah untuk standar Proses diperoleh kondisi nyata jumlah guru yang membuat perencanaan pengembangan atau penyusunan silabus secara sendiri-sendiri dari semua mata pelajaran sebanyak: 50%. kondisi ideal mestinya jumlah guru yang membuat perencanaan pengembangan atau penyusunan silabus secara sendiri-sendiri dari semua mata pelajaran sebanyak 100% maka besarnya tantangan nyata adalah 50%.
    4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan; Misalnya berdasarkan hasil evaluasi diri sekolah untuk standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan diperoleh kondisi nyata Jumlah guru mata pelajaran yang mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya dari keseluruhan guru yang ada adalah: 75%, kondisi ideal mestinya Jumlah guru mata pelajaran yang mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya dari keseluruhan guru yang ada adalah:100%, maka besarnya tantangan nyata adalah 25%.
    5. Standar Sarana dan Prasarana; Misalnya berdasarkan hasil evaluasi diri sekolah untuk standar Sarana dan Prasarana diperoleh kondisi nyata Sarpras ruang pimpinan baru memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai 75%, kondisi ideal mestinya sarpras ruang pimpinan telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai 100%, maka besarnya tantangan nyata adalah 25%.
    6. Standar Pengelolaan; Misalnya berdasarkan hasil evaluasi diri sekolah untuk standar Pengelolaan diperoleh kondisi nyata sekolah melaksanakan sosialisasi baru melibatkan 3 unsur: kondisi ideal mestinya sekolah melaksanakan sosialisasi melibatkan 6 unsur, maka besarnya tantangan nyata adalah menambah 3 unsur.
    7. Standar Pembiayaan; Misalnya berdasarkan hasil evaluasi diri sekolah untuk standar Pembiayaan diperoleh kondisi nyata sekolah menyusun RKS dan RKAS yang di dalamnya memuat RAPBS dengan melibatkan stakeholders dan baru mencakup 6 unsur, kondisi ideal mestinya sekolah menyusun RKS dan RKAS yang di dalamnya memuat RAPBS dengan melibatkan stakeholders dan mencakup 10 unsur, maka besarnya tantangan nyatanya adalah menambah 4 unsur.
    8. Standar Penilaian; Misalnya berdasarkan hasil evaluasi diri sekolah untuk standar penilaian, komponen penilaian oleh pendidik, aspek pemanfaatan hasil penilaian, hasilnya adalah sebagai berikut : jumlah guru 30 orang, kondisi nyata di sekolah guru yang memanfaatkan hasil penilaian untuk memperbaiki proses pembelajaran adalah 15 orang, sedangkan kondisi idealnya mestinya semua guru memanfaatkan hasi penilaian untuk memperbaiki pembelajaran, maka tantangan nyatanya adalah 15 guru atau 50 %.
    Selanjutnya, sekolah merumuskan berbagai alternatip pemecahan persoalan dari setiap permasalahan yang ada. Dari alternatif-alternatif pemecahan persoalan yang ada, Kepala sekolah bersama-sama dengan unsur Tim Pengembang RKS serta Komite Sekolah, menyusun rencana kegiatan untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan. Rencana yang dibuat harus menjelaskan secara detail dan lugas tentang aspek-aspek yang ingin dicapai, kegiatan yang harus dilakukan, siapa yang harus melaksanakan, kapan dan dimana dilaksanakan, dan berapa biaya yang diperlukan. Hal itu juga diperlukan untuk memudahkan sekolah dalam menjelaskan dan memperoleh dukungan dari pemerintah maupun orangtua peserta didik, baik secara moral maupun finansial.

    Menyusun rencana biaya (besar dana, alokasi, sumber dana)
    Selanjutnya sekolah merencanakan alokasi anggaran biaya untuk kepentingan satu tahun. Dalam membuat rencana anggaran ini dari setiap besarnya alokasi dana harus dimasukkan asal semua sumber dana, misalnya dana dari rutin atau daerah (provinsi dan kabupaten/kota), dari pusat (BOS, block grant, dll), dari komite sekolah, atau dari sumber dana lainnya. Penyusunan rencana anggaran ini dituangkan ke dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS). Dalam penyusunannya harus memperhatikan ketentuan-ketentuan dari masing-masing pemberi dana. Sangat dimungkinkan suatu kegiatan dibiayai dengan subsidi silang dari berbagai pos atau sumber dana. Kegiatan-kegiatan yang memerlukan bantuan dari pusat harus dialokasikan sumber dana dari pusat dengan sharing dari sekolah dan komite sekolah atau bahkan daerah. Pada era otonomi daerah ini, maka sekolah dan daerah memiliki kewajiban yang lebih besar dalam hal pemenuhan biaya pendidikan. Dalam penyusunan anggaran di RAPBS, maka setiap kegiatan harus nampak jelas, terukur, dan rinci untuk memudahkan dalam menentukan besarnya dana yang diperlukan.

    Menyusun Strategi Pelaksanaan Program
    Perumusan atau penyusunan strategi pelaksanaan program ini lebih mengarah kepada kiat, cara, teknik, dan atau strategi yang jitu, efisien, efektif, dan feasibel untuk dilaksanakan. Cara di sini harus disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai pada program tersebut. Beberapa cara yang bisa ditempuh misalnya dengan pelatihan atau workshop, seminar, lokakarya, temu alumni, kunjungan, in house training, matrikulasi, remedial, pengayaan, pendampingan, bimbingan teknis rutin, dan lainnya. Dalam perencanaan pelaksanaan harus mempertimbangkan alokasi waktu, ketersediaan dana, SDM, fasilitas, dan sebagainya.

    Menyusun rencana supervisi, pemantauan, dan evaluasi
    Sekolah merumuskan tentang rencana supervisi, monitoring internal, dan evaluasi internal sekolahnya oleh kepala sekolah dan tim yang dibentuk sekolah. Harus dirumuskan rencana supervisi yang akan dilakukan sekolah ke semua unsur sekolah, dirumuskan monitoring tiap kegiatan sekolah oleh tim, dan harus dirumuskan evaluasi kinerja sekolah oleh tim. Oleh siapa dan kapan dilaksanakan harus dirumuskan secara jelas selama kurun waktu satu tahun. Dengan demikian, sekolah dapat memperbaiki kelemahan proses dan dapat mengetahui keberhasilan atau kegagalan tujuan dalam kurun waktu satu tahun tersebut. Pada akhirnya sekolah akan mengetahui program apa yang dapat dicapai dan kapan suatu target akan dicapai dengan pasti. Tanpa adanya langkah ini sekolah akan cenderung berjalan tanpa ada kejelasan dan kepastian. Lebih daripada itu, sekolah akan memiliki daya tawar dengan pihak lain ketika berkepentingan untuk meningkatkan kemajuan sekolah.

    Membuat jadwal pelaksanaan program
    Apabila program-program telah disusun dengan baik dan pasti, selanjutnya sekolah merencanakan alokasi waktu per mingguan atau bulanan atau triwulanan dan seterusnya sesuai dengan karakteristik program yang bersangkutan. Fungsi utama dengan adanya penjadwalan ini untuk pegangan bagi para pelaksana program dan sekaligus mengontrol pelaksanaan tersebut.
    • Profil sekolah
    • SK Tim Penyusun RKS/RKAS
    • Lainnya yang relevan.
    Sedangkankan, cara membuat / menyusun RKS (Rencana Kerja Sekolah), langkah-langkah selengkapnya adalah sebagai berikut:

    RKS pada umumnya dibuat pada awal tahun pertama untuk empat tahun mendatang dan harus memperhatikan kebutuhan sekolah, masyarakat serta sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan.

    Penyusunan RKS dapat dilakukan oleh sekolah dengan urutan berikut :
    1. Membentuk Tim Penyusun RKS
    2. Analisis Lingkungan Strategis
    3. Menetapkan Visi, Misi, Tujuan
    4. Identifikasi Tantangan Nyata: membandingkan antara kondisi ideal (SNP) dengan kondisi nyata (saat ini) antara lain melalui EDS
    5. Perumusan Program Strategis untuk Pemenuhan SNP (Empat Tahunan)
    6. Perumusan Strategi Pencapaian Pemenuhan SNP (Empat Tahunan)
    7. Perumusan Hasil yang Diharapkan (Empat Tahunan)
    8. Penyusunan RKAS (Kegiatan Pemenuhan SNP Satu Tahunan)
    Tiap RKS/RKAS harus dilampiri beberapa unsur sebagai berikut:
    a. Profil sekolah
    b. SK Tim Penyusun RKS/RKAS
    c. Lainnya yang relevan.

    Kumpulan Aplikasi dan Contoh RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) ini diharapkan bisa menjawab pencarian anda terkait informasi seputar aplikasi excel untuk membantu dalam penyusunan RKAS, contoh format RKAS untu SD, SMP, SMA, SMK dan lain-lain.

      Download Aplikasi dan Contoh RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah)

      Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Aplikasi dan Contoh RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) dan berkas pendukung lainnya, silahkan lihat atau unduh di bawah ini:














      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Aplikasi dan Contoh RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah). Semoga bisa bermanfaat.
      Surat Edaran tentang Petunjuk Teknis Penganggaran, Pelaksanaan dan Penatausahaan Serta Pertanggungjawaban Dana BOS

      Diposting oleh Pada 1/27/2017 02:35:00 AM dengan No comments

      Berikut ini adalah berkas Surat Edaran tentang Petunjuk Teknis Penganggaran, Pelaksanaan dan Penatausahaan Serta Pertanggungjawaban Dana BOS Satuan Pendidikan Negeri yang Diselenggarakan Oleh Kabupaten/Kota Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Surat Edaran Mendagri Nomor 910/106/SJ Tahun 2017 silahkan anda download dalam format PDF. Berkas ini mudah-mudahan berguna sebagai referensi ditujukan untuk Guru, Kepala Sekolah dan pihak lainnya yang terlibat dalam pengelolaan dana BOS.

      Surat Edaran tentang Petunjuk Teknis Penganggaran, Pelaksanaan dan Penatausahaan Serta Pertanggungjawaban Dana BOS
      Surat Edaran tentang Petunjuk Teknis Penganggaran, Pelaksanaan dan Penatausahaan Serta Pertanggungjawaban Dana BOS

      Surat Edaran tentang Petunjuk Teknis Penganggaran, Pelaksanaan dan Penatausahaan Serta Pertanggungjawaban Dana BOS Satuan Pendidikan Negeri yang Diselenggarakan Oleh Kabupaten/Kota Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

      Berikut ini kutipan isi dari Surat Edaran Mendagri Nomor 910/106/SJ Tahun 2017:

      PETUNJUK TEKNIS PENGANGGARAN, PELAKSANAAN DAN PENATAUSAHAAN SERTA PERTANGGUNGJAWABAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH SATUAN PENDIDIKAN NEGERI YANG DISELENGGARAKAN OLEH KABUPATEN/KOTA PADA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH

      Dalam rangka mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab khususnya dalam hal pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (Dana BOS) yang diselenggarakan kabupaten/kota pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta untuk menghindari permasalahan hukum yang timbul dikemudian hari bersama ini disampaikan kepada Saudara hal-hal sebagai berikut:

      1. Dana BOS merupakan dana transfer dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Provinsi yang penyalurannya dilakukan melalui pemindahbukuan dari Rekening Kas Umum Negara yang selanjutnya disebut RKUN ke Rekening Kas Umum Daerah yang selanjutnya disebut RKUD Provinsi.

      2. Dana BOS sebagaimana dimaksud pada angka 1, selanjutnya disalurkan oleh Pemerintah Provinsi dari RKUD langsung kepada masing-masing Satuan Pendidikan melalui mekanisme hibah, paling lama 7 (tujuh) hari kerja setelah diterimanya Dana BOS dimaksud pada RKUD Provinsi.

      3. Berdasarkan Pasal 327 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan semua penerimaan dan pengeluaran daerah dianggarkan dalam APBD dan dilakukan melalui Rekening Kas Umum Daerah yang dikelola oleh Bendahara Umum Daerah dan dalam hal penerimaan dan pengeluaran daerah tidak dilakukan melalui Rekening Kas Umum Daerah sesuai dengan peraturan perundang- undangan dilakukan pencatatan dan pengesahan oleh Bendahara Umum Daerah. 

      4. Berdasarkan Paragraf 21 PSAP Nomor 02 Lampiran I Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 dijelaskan bahwa Pendapatan LRA diakui pada saat diterima pada Rekening Kas Umum Negara/Daerah. lnterprestasi Standar Akuntansi Pemerintahan (IPSAP) Nomor 02 tentang Pengakuan Pendapatan Yang Diterima Pada Rekening Kas Umum Negara/Daerah dijelaskan bahwa pengakuan pendapatan ditentukan oleh BUN/BUD sebagai pemegang otoritas dan bukan semata-mata oleh RKUN/RKUD sebagai salah satu tempat penampungnya. Selanjutnya penjelasan IPSAP Nomor 02 bahwa pendapatan juga mencakup antara lain pendapatan kas yang diterima Satker/SKPD dan digunakan langsung tanpa disetor ke RKUN/RKUD, dengan syarat entitas penerima wajib melaporkannya kepada BUN/BUD untuk diakui sebagai pendapatan negara/daerah.

      5. Untuk melaksanakan hal sebagaimana dimaksud pada angka 3 dan angka 4 disampaikan kepada Saudara dan untuk selanjutnya dilaksanakan yakni Petunjuk Teknis Penganggaran, Pelaksanaan Dan Penatausahaan Serta Pertanggungjawaban Dana BOS Saluan Pendidikan Negeri Yang Diselenggarakan oleh Kabupalen/Kola pada APBD dengan rincian sebagai berikut:
      a. Penganggaran:
      1) Penganggaran Dana BOS bagi Saluan Pendidikan Negeri dalam APBD, dilelapkan berdasarkan alokasi Dana BOS bagi Saluan Pendidikan Negeri yang bersangkulan sebagaimana yang tercanturn dalam Kepulusan Gubernur lenlang Daftar Penerima dan Jumlah Dana BOS pada seliap Saluan Pendidikan Kabupalen/Kola dan Kepulusan Gubernur dimaksud ditelapkan selelah alokasi Dana BOS setiap Provinsi dengan berdasarkan kelenluan peraluran perundang-undangan.
      2) Dalam hal Kepulusan Gubernur tentanq Daftar Penerima dan Jumlah Dana BOS pada seliap Saluan Pendidikan Kabupaten/Kola sebagaimana dimaksud pada angka 1) belum dilelapkan, maka penganggaran Dana BOS tersebut didasarkan pada alokasi penyaluran final lriwulan IV lahun sebelumnya.
      3) Berdasarkan alokasi Dana BOS sebagaimana dimaksud pada angka 1) atau angka 2), Kepala Saluan Pendidikan Negeri menyusun Rencana Kegialan dan Anggaran Sekolah yang selanjutnya disebut RKAS Dana BOS yang memual rencana belanja Dana BOS.
      4) Rencana belanja Dana BOS sebagaimana dimaksud pada angka 3), dianggarkan dengan mempedomani Pelunjuk Teknis Penggunaan Dana BOS yang ditetapkan oleh Kementrian yang menyelenggarakan urusan Pendidikan.
      5) Kepala Saluan Pendidikan Negeri menyampaikan RKAS Dana BOS sebagaimana dimaksud pada angka 3) kepada Kepala SKPD Dinas Pendidikan pada Kabupalen/Kola.
      6) Berdasarkan RKAS Dana BOS sebagaimana dimaksud pada angka 5), Kepala SKPD Dinas Pendidikan pada Kabupaten/Kola menyusun Rencana Kerja dan Anggaran SKPD yang selanjulnya disebul RKA-SKPD, yang memual rencana pendapalan Dana BOS dan belanja Dana BOS.
      7) Rencana Pendapalan Dana BOS pada RKA-SKPD sebagaimana dimaksud pada angka 6) dianggarkan pada Kelompok Pendapalan Asli Daerah, Jenis Lain-Lain Pendapalan Asli Daerah yang sah, Obyek Dana BOS, Rincian Obyek Dana BOS pada masing-masing Saluan Pendidikan Negeri sesuai kode rekening berkenaan.
      8) Rencana belanja Dana BOS pada RKA-SKPD sebagaimana dimaksud pada angka 6) dianggarkan pada Kelompok Belanja Langsung, Program BOS, yang diuraikan ke dalam Kegialan, Jenis, Obyek, dan Rincian Obyek Belanja sesuai kode rekening berkenaan. 
      9) RKA-SKPD sebagaimana dimaksud angka 6) dipergunakan sebagai bahan penyusunan Peraturan Daerah yang selanjutnya disebut Perda tentang APBD dan Peraturan Kepala Daerah yang selanjutnya disebut Perkada tentang Penjabaran APBD sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
      b. Pelaksanaan dan Penatausahaan:
      1) Berdasarkan Perda tentang APBD dan Perkada tentang Penjabaran APBD sebagaimana dimaksud pada huruf a angka 9), Kepala SKPD Dinas Pendidikan pada Kabupaten/Kota menyusun Dokumen Pelaksanaan Anggaran SKPD yang selanjutnya DPA-SKPD yang memuat pendapatan dan belanja Dana BOS sesuai dengan RKA-SKPD sebagaimana dimaksud pada huruf a angka 6).
      2) Untuk menyelenggarakan fungsi perbendaharaan dana BOS, Kepala Daerah mengangkat Bendahara Dana BOS pada masing-masing Satuan Pendidikan Negeri setiap tahun anggaran alas usul Kepala SKPD Dinas Pendidikan melalui Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disebut PPKD. Pengangkatan bendahara tersebut ditetapkan dengan Keputusan Kepala Dae rah.
      3) Bendahara Dana BOS sebagaimana dimaksud pada angka 2), membuka rekening Dana BOS pada masing-masing Satuan Pendidikan Negeri atas nama Saluan Pendidikan yang diusulkan oleh Kepala Satuan Pendidikan melalui Kepala SKPD Dinas Pendidikan, yang selanjutnya rekening tersebut ditetapkan oleh Bupati/Walikota.
      4) Kepala SKPD Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menyampaikan Rekening Dana BOS pada masing-masing Satuan Pendidikan Negeri sebagaimana dimaksud pada angka 3) kepada Kepala SKPD Dinas Pendidikan Provinsi, sebelum dilaksanakan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah yang selanjutnya disebut NPH BOS.
      5) Penyaluran Dana BOS dari RKUD Provinsi ke Rekening Dana BOS masing-masing Satuan Pendidikan Negeri sebagaimana dimaksud pada angka 3) dilakukan setelah penandatanganan NPH BOS.
      6) Penerimaan Dar.a BOS pada masing-masing Saluan Pendidikan sebagaimana dimaksud pada angka 5), diakui sebagai pendapatan SKPD Dinas Pendidikan pada Kabupaten/Kota untuk digunakan langsung dalam rangka pelayanan pendidikan pada masing-masing Satuan Pendidikan Negeri.
      7) Dalam hal terdapat bunga dan/atau jasa giro dalam pengelolaan Dana BOS, maka bunga dan/atau jasa giro tersebut menambah pendapatan Dana BOS pada tahun anggaran berkenaan dan dapat langsung digunakan untuk pelayanan pendidikan pada Satuan Pendidikan bersangkutan dengan berpedoman pada Petunjuk Teknis Penggunaan Dana BOS tahun berkenaan.
      8) Dalam hal sampai dengan berakhirnya tahun anggaran, terdapat sisa Dana BOS pada Satuan Pendidikan Negeri, maka sisa Dana BOS dicatat sebagai Sisa Lebih Pernbiayaan yang selanjutnya disebut SILPA tahun berkenaan, dan selanjutnya digunakan pada tahun anggaran berikutnya dengan berpedoman pada Petunjuk Teknis Penggunaan Dana BOS tahun berikutnya.
      9) Tata Cara Pencatatan dan Penyampaian Laporan Realisasi Pendapatan dan Belanja Dana BOS sebagai berikut:
      a) Bendahara Dana BOS pada Saluan Pendidikan Negeri mencatat pendapatan dan belanja Dana BOS pada Buku Kas Umum beserta Buku Kas Pembantu dengan Contoh format Buku Kas Umum, Buku Kas Pembantu, Buku Pembantu Bank, Buku Pembantu Pajak dan Buku Pembantu Rincian Objek Belanja pada Bendahara Dana BOS. 
      b) Bendahara Dana BOS pada Saluan Pendidikan Negeri menyampaikan realisasi pendapatan dan realisasi belanja setiap bulan kepada Kepala Saluan Pendidikan, dengan melampirkan bukti-bukti pendapatan dan belanja yang sah, paling lama pada tanggal 5 bulan berikutnya, untuk pengesahan oleh Kepala Saluan Pendidikan.
      c) Berdasarkan Buku Kas Umum dan/atau Buku Kas Pembantu sebagaimana dimaksud pada huruf a), Bendahara Dana BOS menyusun Laporan Realisasi Pendapatan dan Belanja Dana BOS masing-masing Saluan Pendidikan Negeri setiap triwulan.
      d) Bendahara Dana BOS menyampaikan Laporan Realisasi Pendapatan dan Belanja Dana BOS sebagaimana dimaksud pada huruf c) kepada Kepala Saluan Pendidikan Negeri, untuk selanjutnya disampaikan kepada Kepala SKPD Dinas Pendidikan pada setiap triwulan paling lama tanggal 10 bulan berikutnya setelah triwulan yang bersangkutan berakhir.
      e) Penyampaian Laporan Realisasi Pendapatan dan Belanja Dana BOS sebagaimana dimaksud pada huruf d) dilampiri Surat Pernyataan Tanggungjawab Kepala Saluan Pendidikan Negeri.
      f) Dalam hal mempertimbangkan lokasi, kondisi geografis dan jarak tempuh serta pertimbangan objektif lainnya, Bupati/Walikota dapat menetapkan kebijakan penyampaian Laporan Realisasi Pendapatan dan Belanja Dana BOS sebagaimana dimaksud pada huruf d) dilakukan setiap semester paling lama tanggal 10 bulan berikutnya setelah semester yang bersangkutan berakhir.
      g) Berdasarkan Laporan Realisasi Pendapatan dan Belanja dari Kepala Saluan Pendidikan sebagaimana dimaksud pada huruf d} atau huruf f), Kepala SKPD Dinas Pendidikan menyampaikan Surat Permintaan Pengesahan Pendapatan dan Belanja yang selanjutnya disebut SP3B Saluan Pendidikan Negeri kepada PPKD.
      h) Berdasarkan SP3B Saluan Pendidikan sebagaimana dimaksud pada huruf g), PPKD selaku BUD menerbitkan Surat Pengesahan Pendapatan dan Belanja (SP2B) Saluan Pendidikan Negeri.
      i) Pejabat Penatausahaan Keuangan yang selanjutnya disebut PPK SKPD Dinas Pendidikan dan PPKD selaku BUD melakukan pembukuan alas pendapatan dan belanja Dana BOS Saluan Pendidikan berdasarkan SP2B Dana BOS Saluan Pendidikan sebagaimana dimaksud pada huruf h), dengan berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan.
      c. Pelaporan dan Pertanggungjawaban:
      1) Kepala Saluan Pendidikan Negeri bertanggungjawab secara formal dan material atas pendapatan dan belanja Dana BOS yang diterima langsung oleh Satuan Pendidikan.
      2) Berdasarkan SP2B Saluan Pendidikan sebagaimana dimaksud pada huruf b angka 9 huruf i), Kepala SKPD Dinas Pendidikan menyusun Laporan Realisasi Pendapatan dan Belanja yang bersumber dari Dana BOS serta menyajikan dalam Laporan Keuangan SKPD Dinas Pendidikan pada Kabupaten/Kota yang akan dikonsolidasikan menjadi Laporan Keuangan Pemerintah Daerah sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan di bidang pengelolaan keuangan daerah. 
      3) Dalam hal alokasi Dana BOS dalam Perda tentang APBD yang dianggarkan berdasarkan alokasi penyaluran final triwulan IV tahun sebelumnya sebagaimana dimaksud pada huruf a angka 2), tidak sesuai dengan alokasi Dana BOS dalam Keputusan Gubernur tentang Daftar Penerima dan Jumlah Dana BOS pada setiap Satuan Pendidikan Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud pada huruf a angka 1), maka pemerintah kabupaten/kota harus melakukan penyesuaian alokasi Dana BOS dalam Perda tentang APBD dengan memperhitungkan sisa Dana BOS tahun sebelumnya pada masing-masing Satuan Pendidikan Negeri.
      4) Penyesuaian alokasi Dana BOS sebagaimana dimaksud pada angka 3) dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan perubahan Perkada tentang Penjabaran APBD, dan pemberitahuan kepada Pimpinan DPRD, untuk selanjutnya ditampung dalam Perda tentang perubahan APBD.
      5) Dalam hal alokasi Dana BOS dalam Perda tentang Perubahan APBD sebagaimana dimaksud pada angka 3) tidak sesuai dengan realisasi penyaluran final Dana BOS triwulan IV tahun berjalan, maka pemerintah kabupaten/kota harus melakukan penyesuaian alokasi Dana BOS dengan melakukan perubahan Perkada tentang Penjabaran Perubahan APBD, dan pemberitahuan kepada Pimpinan DPRD, untuk selanjutnya dicatat dalam Laporan Realisasi Anggaran (LRA).
      6) Dalam hal Dana BOS bagi Satuan Pendidikan Negeri belum dianggarkan dalam APBD Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2016, maka untuk memenuhi prinsip transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Dana BOS dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah, pendapatan dan belanja Dana BOS sekurang- kurangnya disajikan dalam Neraca, Laporan Operasional (LO), dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).

      6. Untuk mempermudah pengelolaan Dana BOS Satuan Pendidikan Negeri yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota, agar mempedomani contoh format penganggaran, contoh format pelaksanaan dan penatausahaan serta contoh format pelaporan dan pertanggungjawaban sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Surat Edaran ini.

      Dalam Surat Edaran Mendagri Nomor 910/106/SJ Tahun 2017 tersebut ada bagian atau format yang harus di isi oleh Sekolah yakni Format Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah RKAS. Selain format RKS, Surat Edaran Mendagri Nomor: 910/106/SJ Tahun 2017 ini juga memberikan contoh Format buku Kas Umum, format buku kas pembantu, Buku Pembantu Bank, buku Pembantu Pajak, Format Laporan Realisasi Dana BOS, dan Contoh Surat Pernyataan Tanggung Jawab yang buat oleh kepala sekolah.

        Download Berkas Surat Edaran Mendagri Nomor 910/106/SJ Tahun 2017

        Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas ini silahkan lihat pada pratinjau atau file preview di bawah ini:

        Surat Edaran Mendagri Nomor 910/106/SJ Tahun 2017



        Download File:
        Surat Edaran tentang Petunjuk Teknis Penganggaran, Pelaksanaan dan Penatausahaan Serta Pertanggungjawaban Dana BOS Satuan Pendidikan Negeri yang Diselenggarakan Oleh Kabupaten/Kota Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.pdf

        Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Surat Edaran tentang Petunjuk Teknis Penganggaran, Pelaksanaan dan Penatausahaan Serta Pertanggungjawaban Dana BOS. Semoga bisa bermanfaat.
        Sumber: Kementerian Dalam Negeri RI
        Aplikasi Penyusunan RKS dan RKAS untuk SD MI Format Microsoft Excel

        Diposting oleh Pada 12/30/2016 03:57:00 PM dengan No comments

        Berikut ini adalah berkas Aplikasi untuk membantu Penyusunan RKS (Rencana Kerja Sekolah) dan RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah untuk SD MI. Download file dalam format .xlsx Microsoft Excel. Berkas ini mudah-mudahan berguna sebagai referensi ditujukan untuk Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Bendahara Sekolah, Guru, Tata Usaha, Operator dan lain-lain di SD dan MI.

        Aplikasi Penyusunan RKS dan RKAS untuk SD MI Format Microsoft Excel
        Aplikasi Penyusunan RKS dan RKAS untuk SD MI Format Microsoft Excel

        Aplikasi Penyusunan RKS dan RKAS untuk SD MI Format Microsoft Excel

        Aplikasi Penyusunan RKS dan RKAS untuk SD MI Format Microsoft Excel ini mungkin bermanfaat juga bagi anda yang membutuhkan referensi yang berhubungan juga dengan berkas Aplikasi RKS dan RKAS SD MI lainnya seperti contoh RKS dan RKAS sekolah dasar, contoh RKAS SD 2015, RKS SD doc, master tools EDS RKS SD-MI, contoh RKS dan RKAS SD 2016, EDS-RKS-RKAS tools, contoh EDS-RKS-RKAS tools, contoh RKS dan RKAS SD terbaru dan lain-lain.

          Download Aplikasi Penyusunan RKS dan RKAS untuk SD MI Format .xlsm Microsoft Excel

          Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas ini silahkan lihat pada pratinjau atau file preview di bawah ini:

          Aplikasi Penyusunan RKS dan RKAS untuk SD MI Format Microsoft Excel



          Download File:

          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Aplikasi Penyusunan RKS dan RKAS untuk SD MI Format Microsoft Excel. Semoga bisa bermanfaat.
          Aplikasi RKAS dan Laporan BOS SMA SMK (ARKABOS SMA SMK 15 Komponen Pembayaran)

          Diposting oleh Pada 12/29/2016 10:58:00 AM dengan No comments

          Berikut ini adalah berkas file Aplikasi RKAS dan Laporan BOS SMA SMK (ARKABOS SMA SMK 15 Komponen Pembayaran). Download file dalam format .xlsb Microsoft Excel. Berkas ini mudah-mudahan berguna sebagai referensi ditujukan untuk Penanggung Jawab atau Pengelola Dana BOS termasuk Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru, Tata Usaha, Operator Sekolah dan lain-lain khususnya di SMA atau SMK.

          Aplikasi RKAS dan Laporan BOS SMA SMK (ARKABOS SMA SMK 15 Komponen Pembayaran)
          Aplikasi RKAS dan Laporan BOS SMA SMK (ARKABOS SMA SMK 15 Komponen Pembayaran)

          Aplikasi RKAS dan Laporan BOS SMA SMK (ARKABOS SMA SMK 15 Komponen Pembayaran) ini mungkin bermanfaat juga bagi anda yang membutuhkan referensi yang berhubungan juga dengan berkas Aplikasi RKAS dan Laporan BOS lainnya seperti download aplikasi RKAS BOS sesuai juknis BOS tahun 2016, contoh RKAS SD terbaru, download aplikasi SPJ BOS 2016, RKAS BOS 2017, contoh RKAS 8 standar, pengertian RKAS, aplikasi RKAS SD terbaru 2016, aplikasi RKS SD 2016 dan lain-lain.

          Aplikasi RKAS dan Laporan BOS SMA SMK (ARKABOS SMA SMK 15 Komponen Pembayaran)

          Aplikasi ini dinamakan Aplikasi RKA dan Laporan BOS disingkat ARKABOS 
          ARKABOS edisi ini adalah khusus untuk SMA/SMK sehingga dinamakan ARKABOS SMA/SMK 15 KOMPONEN Aplikasi disusun berdasarkan Permendikbud Nomor 80 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Dana Bantuan Operasional Sekolah Untuk Sekolah Menengah Atas.

          Aplikasi ini didesain untuk 1 Triwulan, untuk menggunakan pada Triwulan berikutnya maka harus COPY FILE. 

          Cara menggunakan ARKABOS adalah sebagai berikut: 
          Isi data madrasah/RKA/Laporan (isi secara manual atau Copy Paste Special Value, JANGAN COPY PASTE, JANGAN CUT )
          Lihat/Edit dan Pelajari Nomer KODE (bila sudah terbiasa menjadi mudah) 
          Pada bagian sebelah kiri yaitu RKA Sekolah, maka yang harus Anda input adalah FORM BOS K-2 maka data yang anda input akan tersebar secara otomatis ke: 
          • BOS K-1 
          • BOS K-2 Rekap 
          • BOS 02 
          • BOS 03 
          Pada bagian sebelah kanan yaitu Laporan BOS Triwulan, maka yang harus Anda input adalah FORM BOS K-3 

          Untuk input data di FORM BOS K-3 perhatikan dan ikuti petunjuk yang ada disitu maka data yang anda input akan tersebar secara otomatis ke: 
          • BOS K-4 
          • BOS K-5 
          • BOS K-6 
          • BOS K-7 
          • BOS K-7a 
          • BOS 14 
          • BOS 04 
          • BOS 04 Perbulan 
          • SPTJB 1-15 (Perhatikan Kolom Abu-abu yang harus anda isi Nilai Pajak) 
          Tidak semua FORM BOS yang ada di Permendikbud ada di Aplikasi ini, hanya FORM BOS yang memungkinkan terisi secara otomatis yang disediakan disini 
          Anda hanya diizinkan input data pada kolom yang tidak terprotek 
          Anda dilarang untuk MENAMBAH atau MENYISIPKAN kolom atau baris baru 
          Anda dilarang MENGHAPUS/DELETE/CUT, sisa kolom/baris yang kosong (bisa merusak aplikasi) 

          Bila ada sisa baris yang kosong dan tidak ingin ikut tercetak maka yang harus Anda lakukan sebagai berikut : 
          • Klik menu VIEW pada menu bar (ada di atas dibawah nama file ARKABOS) 
          • Klik HEADINGS (supaya muncul tanda centang pada kotak kecilnya) 
          • Perhatikan angka urut 1, 2, 3 dsty kebawah (ada di paling kiri layar monitor anda-default excel) yaitu VERTICAL SCROLL BAR (VSB) 
          • Blok angka VSB sebanyak kolom yang akan disembunyikan 
          • Klik Kanan dan Klik HIDE (sembunyi ) 

          ARKABOS bersifat PETER VERSION (Personal, Temporer and Trial Version) (Hanya bisa digunakan secara perorangan untuk 1 TRIWULAN) untuk bisa menggunakan secara penuh FULL VERSION Anda harus menghubungi pengembang ARKABOS. Didesain dan dikembangkan oleh Hamzah Sangaji guru di MIS Wuled Tirto Kab. Pekalongan. Contact person: 085870112119 disangaji@gmail.com.

          Download Aplikasi RKAS dan Laporan BOS SMA SMK (ARKABOS SMA SMK 15 Komponen Pembayaran) Format File .xlsb Microsoft Excel

          Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas ini silahkan lihat pada pratinjau atau file preview di bawah ini:

          Aplikasi RKAS dan Laporan BOS SMA SMK (ARKABOS SMA SMK 15 Komponen Pembayaran)



          Download File:

          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Aplikasi RKAS dan Laporan BOS SMA SMK (ARKABOS SMA SMK 15 Komponen Pembayaran). Semoga bisa bermanfaat.

          Formulir Kontak

          Nama

          Email *

          Pesan *