Contoh SK Pembagian Tugas dan Beban Kerja Guru Tahun 2018-2019

Diposting oleh Pada 6/20/2018 12:26:00 PM dengan No comments

Berikut ini adalah berkas Contoh SK Pembagian Tugas dan Beban Kerja Guru Tahun 2018/2019. Download file format .docx Microsoft Word.

Contoh SK Pembagian Tugas dan Beban Kerja Guru Tahun 2018
Contoh SK Pembagian Tugas dan Beban Kerja Guru Tahun 2018/2019

Contoh SK Pembagian Tugas dan Beban Kerja Guru Tahun 2018/2019

Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Contoh SK Pembagian Tugas dan Beban Kerja Guru Tahun 2018/2019:

Menimbang: 
  1. Bahwa proses belajar mengajar merupakan inti proses penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan.
  2. Bahwa untuk menjamin kelancaran proses belajar mengajar perlu ditetapkan pembagian tugas mengajar dan tugas tambahan bagi guru.

Mengingat: 
  1. UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  2. UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
  3. Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan jo Peraturan Pemerintah nomor 13 tahun 2015 tentang perubahan kedua Standar Nasional Pendidikan, Jo Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 Tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.
  4. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2008 tentang guru, jo Peraturan Pemerintah (PP) No 19 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2008 tentang guru.
  5. Permenpan No 16 tahun 2009 tentang Angka Kredit Jabatan Guru.
  6. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor : 03/V/PB/2010 dan Nomor : 14 Tahun 2010 Tanggal : 6 Mei 2010
  7. Hasil Rapat Dewan Guru.

Menetapkan:
Pertama:
Pembagian Tugas Mengajar dan Tugas Tambahan pada Guru ................................. semester 1 tahun pelajaran 2018/2019 meliputi pembagian tugas mengajar oleh setiap guru bidang studi dalam melaksanakan kewajiban mengajar dan tugas tambahan lainnya.

Kedua: 
Pembagian Tugas Mengajar (Jam tata Muka).
Ketiga:
Pembagian Tugas tambahan bagi Guru sebagaimana tertuang dalam lampiran 2.
Keempat:
Segala biaya yang timbul akibat dikeluarnya keputusan ini dibebankan kepada anggaran yang tersedia sesuai peraturan yang berlaku .
Kelima:
Apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam Keputusan ini, maka akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.
Keenam: 
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

    Download Contoh SK Pembagian Tugas dan Beban Kerja Guru Tahun 2018

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Contoh SK Pembagian Tugas dan Beban Kerja Guru Tahun 2018/2019 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

    Contoh SK Pembagian Tugas dan Beban Kerja Guru Tahun 2018



    Download File:

    Contoh SK Pembagian Tugas Guru Tahun 2018.docx
    Contoh SK Beban Kerja Guru Tahun 2018.docx


    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Contoh SK Pembagian Tugas dan Beban Kerja Guru Tahun 2018/2019. Semoga bisa bermanfaat.
    Buku Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Sunda Kurikulum 2013 SMP-MTs  Revisi 2017

    Diposting oleh Pada 6/11/2018 05:18:00 PM dengan No comments

    Berikut ini adalah berkas Kurikulum 2013 Bahasa Sunda SMP/MTs Revisi 2017. Buku Kurikulum Tingkat Daerah Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda Berbasis Kurikulum 2013 Jenjang SMP/MTs Revisi 2017. Download file format .docx Microsoft Word dan PDF. Buku Kurikulum 2013 Bahasa Sunda SMP/MTs Revisi 2017 ini dilengkapi dengan Silabus dan Pedoman Penyusunan RPP.

    Kurikulum 2013 Bahasa Sunda SMP/MTs Revisi 2017
    Kurikulum 2013 Bahasa Sunda SMP/MTs Revisi 2017

    Buku Kurikulum Tingkat Daerah Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda Berbasis Kurikulum 2013 Jenjang SMP/MTs Revisi 2017

    Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi berkas Buku Kurikulum Tingkat Daerah Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda Berbasis Kurikulum 2013 Jenjang SMP/MTs Revisi 2017:

    Pembelajaran Bahasa dan Sastra Daerah di sekolah-sekolah yang awalnya menggunakan Kurikulum 2006 atau yang lebih dikenal dengan Kurikulum KTSP, mulai menggunakan Kurikulum Mulok yang baru, terutama di sekolah-sekolah yang menjadi percontohan. Kurikulum Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Daerah yang mengacu pada Kurikulum 2013 ini tersiri dari Struktur Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KIKD) serta Silabusnya. Sebagai penunjang pembelajaran, BPBKD juga mengupayakan penyusunan buku ajar sesuai rambu-rambu yang ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

    Seperti diketahui, implementasi Kurik ini pun sangat dinamis. Berbagai revisi terutama menyangkut berbagai perangkat implementasinya di lapangan. Tahun 2016, revisi bahkan menyangkut struktur inti tataran KIKD dan landasan konseptualnya. Sedikitnya ada empat Peraturan Mentri (Permen) Pendidikan dan Kebudayaan dike berkaitan dengan revisi Kurikulum. Antara lain Permendikbud No. 20 tahun 2016 Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan menengah, Permendikbud No. 21 tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah, Permendikbud No. 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan dan Dasar dan Menengah, dan Permendikbud No. 23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian. Melihat dinamika yang terjadi pada Kurikulum 2013 tersebut, sudah seharusnya pula Kurikulum Mulok Bahasa dan Sastra Daerah menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan di atas.

    Di samping itu, implementasi Kurikulum Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Daerah sendiri menemui beberapa masalah, antara lain ditemukan pada struktur isi kurikulum yang masih dianggap kompleks dan sulit untuk dipahami oleh siswa. Kurikulum Bahasa dan Sastra Daera jelas di setiap jenjang pendidikan. Tid dicapai dari pengajaran bahasa Sunda di ditemukan materi-materi pelajaran yang bertumpuk dan berulang-ulang.

    Kendala lain yang juga sering disuarakan oleh masyarakat dan para guru adalah tidak meratanya kurikulum diberla berbagai hal, kendati Kurikulum Muatan Daerah telah ditetapkan penggunaannya melalui Pergub. Kritik jugs muncul dari masyarakat berkaitan dengan kekeliruan bahan ajar dan karakter Kurikulum Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Daerah yang cenderung terlalu meniru struktur kurikulum mata pelajaran bahasa Indonesia.

    Berkaitan dengan masalah-masalah tersebut di atas, perlu adanya upaya untuk merevisi dan mengembangkan kembali Kurikulum Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Daerah untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah.

    Buku ini merupakan dokumen kurikulum yaitu Kurikulum Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda Berbasis Kurikulum 2013 yang telah direvisi. Dokumen kurikulum diharapkan dapat dijadikan pedoman pembelajaran muatan lokal bahasa dan sastra Sunda pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di Jawa Barat, terhitung mulai tahun pelajaran 2017/2018.

    Daftar Isi Buku Kurikulum Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda Berbasis Kurikulum 2013

    BAB I: STRUKTUR KURIKULUM TINGKAT DAERAH
    A. Rasional
    B. Struktur Kurikulum Muatan Lokal
    C. Perbaikan Kurikulum Tingkat Daerah Berbasis Kurikulum 2013
    D. Kekhasan Kurikulum Tingkat Daerah
    E. Keragaman Lokalitas dan Bahasa Pengantar Pembelajaran
    F. Pemanfaatan Media dan Sumber Belajar

    BAB II: KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR (KIKD MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA SUNDA
    A. Rasional
    B. Pengertian
    C. Fungsi
    D. Tujuan
    E. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran  Bahasa Dan Sastra Sunda Jenjang SMP/MTs

    Lampiran 1: SILABUS MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA SUNDA SMP/MTs
    A. Pengertian Silabu
    B. Komponen Silabus.
    C. Pengembangan Silabus

    Lampiran 2: RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH (SMP/MTs) MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA SUNDA
    A. Batasan
    B. Komponen RPP
    C. Prinsip Penyusunan RPP
    D. Langkah Penyusunan RPP

      Download Buku Kurikulum 2013 Bahasa Sunda SMP/MTs Revisi 2017

      Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Kurikulum Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda Berbasis Kurikulum 2013 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

      Buku Kurikulum Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda Berbasis Kurikulum 2013



      Download File:

      Buku Kurikulum 2013 Bahasa Sunda SMP/MTs Revisi 2017.pdf
      Buku Kurikulum 2013 Bahasa Sunda SMP/MTs Revisi 2017.docx


      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku Kurikulum Tingkat Daerah Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda Berbasis Kurikulum 2013 Jenjang SMP/MTs Revisi 2017. Semoga bisa bermanfaat.
      Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP-MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018

      Diposting oleh Pada 6/11/2018 04:33:00 PM dengan No comments

      Berikut ini adalah berkas Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018. Download file format  PDF.

      Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018
      Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018

      Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP-MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018

      Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi berkas Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018:

      Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Keutuhan tersebut menjadi dasar dalam perumusan kompetensi dasar tiap mata pelajaran, sehingga kom- petensi dasar tiap mata pelajaran mencakup Kompetensi Dasar kelompok sikap, kompetensi dasar kelompok pengetahuan, dan Kompetensi Dasar kelompok keterampilan. Semua mata pelajaran dirancang mengikuti rumusan tersebut.

      Seni Budaya untuk Kelas IX SMP/MTs yang disajikan dalam buku ini juga tunduk pada ketentuan tersebut. Seni Budaya bukan aktivitas dan materi pembelajaran yang dirancang hanya untuk mengasah kompetensi keterampilan siswa sebagaimana dirumuskan selama ini. Seni Budaya harus mencakup aktivitas dan materi pembelajaran yang memberikan kompetensi pengetahuan tentang karya seni budaya dan kompetensi sikap yang terkait dengan seni budaya. Seni Budaya dalam Kurikulum 2013 dirumuskan untuk mencakup sekaligus studi karya seni budaya untuk mengasah kompetensi pengetahuan, baik dari karya maupun nilai yang terkandung di dalamnya, praktik berkarya seni budaya untuk mengasah kompetensi keterampilan, dan pembentukan sikap apresiasi terhadap seni budaya sebagai hasil akhir dari studi dan praktik karya seni budaya.

      Pembelajarannya dirancang berbasis aktivitas dalam sejumlah ranah seni budaya, yaitu seni rupa, tari, musik, dan teater yang diangkat dari tema-tema seni yang merupakan warisan budaya bangsa. Selain itu juga mencakup kajian warisan budaya yang bukan berbentuk praktik karya seni budaya. Aktivitas- aktivitas tersebut tidak hanya terkait dengan studi dan praktik karya seni budaya, melainkan juga melalui pelibatan aktif tiap siswa dalam kegiatan seni budaya yang diselenggarakan oleh kelas maupun sekolah. Sebagai mata pelajaran yang mengandung unsur muatan lokal, tambahan materi yang digali dari kearifan lokal dan relevan sangat diharapkan untuk ditambahkan sebagai pengayaan dari buku ini.

      Sesuai dengan konsep Kurikulum 2013, buku ini disusun dengan mengacu pada pembelajaran Seni Budaya secara terpadu dan utuh. Keterpaduan dan keutuhan tersebut diwujudkan dalam setiap pengetahuan yang diajarkan, pembelajarannya harus dilanjutkan sampai siswa terampil dalam menyajikan pengetahuan yang dikuasainya secara konkret dan abstrak dalam bentuk atau terkait dengan karya seni budaya, dan bersikap sebagai manusia dengan rasa penghargaan yang tinggi terhadap karya-karya seni warisan budaya dan warisan budaya bentuk lainnya. 

      Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diajak untuk berani mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.

      Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP-MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018 berisi:

      Pembelajaran Seni Lukis
      • Kompetensi Inti (KI) Kompetensi Dasar (KD)
      • Tujuan Pembelajaran
      • Peta Konsep
      • Proses Pembelajaran
      • Evaluasi dan Penilaian
      • Pengayaan

      Pembelajaran Seni Patung
      • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
      • Tujuan Pembelajaran
      • Peta Konsep
      • Proses Pembelajaran
      • Evaluasi dan Penilaian
      • Pengayaan
      • Remedial
      • Interaksi dengan Orang Tua

      Pembelajaran Menyanyikan Lagu Solo/Tunggal 
      • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
      • Tujuan Pembelajaran
      • Peta Konsep
      • Proses Pembelajaran
      • Evaluasi dan Penilaian
      • Pengayaan
      • Remedial
      • Interaksi dengan Orang Tua Peserta Didik

      Pembelajaran Lagu Populer Dalam Sajian Vokal Grup
      • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
      • Tujuan Pembelajaran
      • Peta Konsep
      • Proses Pembelajaran
      • Evaluasi 
      • Pengayaan
      • Remedial
      • Interaksi dengan Orang Tua Peserta Didik

      Pembelajaran Tari Kreasi
      • Kompetensi Inti (KI) dan Kompentsi Dasar (KD)
      • Tujuan Pembelajaran
      • Peta Konsep
      • Proses Pembelajaran
      • Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran
      • Remedial
      • Pengayaan Pembelajaran

      Pembelarajan Unsur Pendukung Tari Kreasi 
      • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
      • Tujuan Pembelajaran
      • Peta Konsep
      • Proses Pembelajaran
      • Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran
      • Remedial
      • Pengayaan Pembelajaran

      Pembelajaran Dasar Pemeranan Teater 
      • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
      • Proses Pembelajaran
      • Interaksi dengan Orang Tua
      • Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran
      • Rubrik Guru
      • Pengayaan Pembelajaran

      Pembelajaran Perancangan Pementasan
      • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
      • Informasi untuk Guru
      • Proses Pembelajaran
      • Interaksi dengan Orang Tua
      • Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran
      • Rubrik Guru
      • Pengayaan pembelajaran

      Pembelajaran Seni Grafis
      • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
      • Tujuan Pembelajaran
      • Peta Konsep
      • Proses Pembelajaran
      • Evaluasi dan Penilaian
      • Pengayaan
      • Remedial
      • Interaksi Orang Tua

      Pembelajaran Pameran 
      • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
      • Tujuan Pembelajaran Pameran
      • Peta Konsep Pembelajaran
      • Proses Pembelajaran
      • Evaluasi dan Penilaian
      • Pengayaan
      • Remedial
      • Interaksi Orang Tua

      Pembelajaran Bernyanyi Lagu Populer
      • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
      • Tujuan Pembelajaran
      • Peta Konsep
      • Proses Pembelajaran
      • Evaluasi
      • Pengayaan
      • Remedial
      • Interaksi dengan Orang Tua Peserta Didik

      Pembelajaran Ansambel Lagu Populer
      • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
      • Tujuan Pembelajaran
      • Peta Konsep
      • Proses Pembelajaran
      • Evaluasi
      • Pengayaan
      • Remedial
      • Interaksi dengan Orang Tua

      Pembelajaran Pola Lantai Tari Kreasi
      • Kompetensi Inti (KI)
      • Kompetensi Dasar (KD)
      • Tujuan Pembelajaran
      • Peta Konsep
      • Proses Pembelajaran I
      • Proses Pembelajaran II
      • Informasi untuk Guru
      • Interaksi dengan Orang Tua
      • Evaluasi Penilaian Pembelajaran
      • Remedial
      • Pengayaan Pembelajaran

      Pembelajaran Meragakan Tari Kreasi
      • Kompetensi Inti (KI)
      • Kompetensi Dasar (KD)
      • Tujuan Pembelajaran
      • Peta Konsep
      • Proses Pembelajaran
      • Informasi untuk Guru
      • Interaksi dengan Orang Tua
      • Remedial
      • Pengayaan Pembelajaran

      Pembelajaran Penulisan Lakon 
      • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
      • Informasi untuk Guru
      • Proses Pembelajaran
      • Materi dan Aktivitas Pembelajaran
      • Interaksi dengan Orang Tua
      • Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran
      • Rubrik Guru
      • Pengayaan Pembelajaran

      Pembelajaran Pementasan Teater Berdurasi Pendek
      • Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
      • Informasi untuk Guru
      • Interaksi dengan Orang Tua
      • Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran
      • Rubrik Guru
      • Pengayaan Pembelajaran

        Download Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018

        Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

        Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018



        Download File:
        Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP-MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018.pdf

        Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku Guru Seni Budaya Kelas IX (9) SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018. Semoga bisa bermanfaat.
        Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013

        Diposting oleh Pada 6/11/2018 03:24:00 PM dengan No comments

        Berikut ini adalah berkas Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013. Download buku format PDF.

        Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013
        Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013

        Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013

        Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi berkas Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013:

        Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Keutuhan tersebut menjadi dasar dalam perumusan kompetensi dasar tiap mata pelajaran, sehingga kompetensi dasar tiap mata pelajaran mencakup kompetensi dasar kelompok sikap, kompetensi dasar kelompok pengetahuan, dan kompetensi dasar kelompok keterampilan. Semua mata pelajaran dirancang mengikuti rumusan tersebut.

        Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) untuk Kelas IX SMP/MTs yang disajikan dalam buku ini juga tunduk pada ketentuan tersebut. PJOK bukan berisi materi aktivitas yang dirancang hanya untuk mengasah kompetensi keterampilan peserta didik, atau mata pelajaran yang membaginya menjadi pengetahuan tentang kesehatan dan keterampilan berolahraga. PJOK adalah mata pelajaran yang membekali siswa dengan pengetahuan tentang gerak jasmani dalam berolahraga serta faktor kesehatan yang dapat mempengaruhinya, keterampilan dalam melakukan gerak jasmani dalam berolahraga dan menjaga kesehatannya, serta sikap perilaku yang dituntut dalam berolahraga dan menjaga kesehatan sebagai suatu kesatuan yang utuh sehingga terbentuk peserta didik yang sadar kebugaran jasmani, sadar olahraga, dan sadar kesehatan.

        Aktivitasnya dirancang berbasis aktivitas terkait dengan sejumlah jenis gerak jasmani/olahraga dan usaha-usaha menjaga kesehatan yang sesuai untuk peserta didik Kelas IX SMP/MTs. Aktivitas-aktivitas tersebut dirancang untuk membuat peserta didik terbiasa melakukan gerak jasmani dan berolahraga dengan senang hati karena merasa perlu melakukannya dan sadar akan pentingnya menjaga kesehatan jasmani baik melalui gerak jasmani dan olahraga maupun dengan memperhatikan faktor-faktor kesehatan yang mempengaruhinya. Sebagai mata pelajaran yang mengandung unsur muatan lokal, tambahan materi yang digali dari kearifan lokal dan relevan dengan mata pelajaran ini sangat diharapkan untuk ditambahkan sebagai pengayaan dari buku ini.

        Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diajak menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.

        Gambaran Pelaksanaan Pembelajaran Penjasorkes
        Proses pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah-sekolah Indonesia saat ini masih memprihatinkan. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya ialah terbatasnya sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar mengajar, dan kemampuan guru PJOK yang kurang memadai. Salah satu dampak yang sangat jelas dengan kondisi ini adalah tingkat kebugaran peserta didik yang sangat rendah. 

        Seperti halnya kemampuan guru yang mengajar mata pelajaran PJOK pada satuan pendidikan SMP/MTs yang memiliki latar belakang pendidikan di luar bidang pendidikan jasmani, ada yang tamat SMA, D3 non Penjas, S1 Teknik, S1 IAIN, dan lain sebagainya. Kondisi ini pada dasarnya kurang tepat, tapi kita masih harus bersyukur mereka masih mau mengajar mata pelajaran PJOK. 

        Guru PJOK tradisional cenderung menekankan pada penguasaan keterampilan cabang olahraga yang sasaran akhirnya adalah prestasi. Pendekatan yang dilakukan seperti halnya pendekatan pelatihan olahraga. Dalam pendekatan ini, guru menentukan tugas-tugas ajarnya kepada siswa melalui kegiatan fisik tak ubahnya seperti melatih suatu cabang olahraga. Kondisi seperti ini mengakibatkan tidak optimalnya fungsi pengajaran pendidikan jasmani sebagai media pendidikan dalam rangka pengembangan kebugaran jasmani dan pribadi anak seutuhnya. 

        Penerapan model pembelajaran PJOK tradisional sering mengabaikan tugas- tugas ajar yang sesuai dengan taraf perkembangan anak. Mengajar SMP/MTs disamakan dengan anak-anak SMA. Bentuk-bentuk modifikasi baik dalam peraturan, ukuran lapangan maupun jumlah pemain kurang diterapkan di dalam proses pembelajaran, hal ini menyebabkan peserta didik tidak mampu dan gagal untuk melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru. 

        Sebagai akibat dari kondisi seperti ini, anak dapat menjadi kurang senang terhadap Pelajaran PJOK. Tugas-tugas ajar yang merupakan keterampilan kompleks itu sesungguhnya hanya mampu dilakukan oleh anak-anak yang berbakat dan berminat dalam olahraga serta anak-anak yang memiliki tingkat keterampilan gerak dasar yang tinggi. Tidak ada upaya-upaya memodifikasi tugas gerak yang kompleks menjadi tugas gerak yang sederhana, dapat diramalkan tingkat keberhasilan siswa dalam menyelesaikan tugas yang harus dipelajari akan tergolong rendah.

        Untuk itu kebutuhan akan modifikasi olahraga sebagai suatu pendekatan alternatif dalam mengajar PJOK mutlak perlu dilakukan. Guru harus memiliki kemampuan untuk melakukan modifikasi keterampilan yang hendak diajarkan agar sesuai dengan tingkat perkembangan anak.

        Karakteristik Proses Belajar Mengajar (PBM) yang Efektif
        Pembelajaran merupakan suatu proses pengembangan potensi dan pembangunan karakter setiap peserta didik sebagai hasil dari sinergi antara pendidikan yang berlangsung di sekolah, keluarga, dan masyarakat. Proses tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka menjadi kemampuan yang semakin lama semakin meningkat dalam sikap (spiritual dan sosial), pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan dirinya untuk hidup dan untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan hidup umat manusia.

        Tujuan utama pembelajaran PJOK di sekolah adalah mengembangkan kesadaran tentang arti penting aktivitas fisik untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan tubuh serta gaya hidup aktif sepanjang hayat, mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani, mengelola kesehatan dan kesejahteraan dengan benar serta pola hidup sehat, mengembangkan keterampilan gerak dasar, motorik, keterampilan, konsep/ pengetahuan, prinsip, strategi dan taktik permainan dan olahraga, meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai percaya diri, sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerja sama, pengendalian diri, kepemimpinan, dan demokratis dalam melakukan aktivitas fisik, menciptakan iklim sekolah yang lebih positif, mengembangkan kearifan lokal yang berkembang di masyarakat Indonesian, dan menciptakan suasana yang rekretif, berisi tantangan, ekspresi diri.

        Proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, menyenangkan, menantang, inspiratif, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

        Prinsip Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
        Untuk memperoleh manfaat yang optimal dari proses pembelajaran, para guru hendaknya memperhatikan prinsi-prinsip pembelajaran PJOK sebagai berikut.
        1. Di dalam mata pelajaran PJOK terdapat kompetensi dasar pengetahuan dan keterampilan. Kedua jenis kompetensi ini diajarkan tidak terpisah harus diajarkan secara bersamaan. Hal ini berarti tidak ada alokasi waktu khusus untuk belajar teori, kecuali materi kesehatan. Teori-teori berkaitan dengan konsep dan prinsip gerak diajarkan saat praktik.
        2. Dalam pembelajaran PJOK, intensitas biasanya diukur oleh perubahan denyut nadi ketika peserta didik SMP/MTs melakukan aktivitas fisik. Intensitas gerak pada pembelajaran minimal di antara 50 – 60 % (persen) dari Denyut Nadi Maksimal (DNM). Sedangkan para atlet biasanya berada di antara 70-90% DNM.
        3. Idealnya, jumlah siswa yang terlibat dalam pembelajaran di antara 20-30 peserta didik. Tetapi ukuran di Indonesia biasanya lebih tinggi, karena satu kelas biasanya terdiri dari 40 peserta didik. Selama guru mampu mengelola baik alat maupun formasi serta pengaturan kelas yang memungkinkan, rasanya tidak terlalu bermasalah jika terdapat 40 peserta didik dalam satu kelas. 
        4. Semakin banyak peserta didik mengulang satu jenis gerakan, maka semakin baik hasilnya. Oleh karena itu, guru dituntut untuk mengoptimalkan kemampuannya dalam mendayagunakan waktu, alat, fasilitas, serta kemampuannya dalam mengatur unit pembelajaran seefektif mungkin.
        5. Pengalaman “berhasil” akan muncul manakala peserta didik merasa berhasil menampilkan tugas gerak yang diberikan kepadanya karena akan teramati oleh peserta didik lain atau guru. Keberhasilan ini dapat muncul apabila tugas gerak yang tidak terlalu sulit. Di samping itu, guru juga harus menyediakan tugas gerak alternatif bagi peserta didik atau siswa yang kemampuannya belum sampai. Tugas gerak alternatif ini maksudnya adalah tugas gerak yang dimodifikasi tingkat kesulitannya, sehingga membuat peserta didik yang belum menguasainya menjadi mampu melakukannya. 
        6. Lingkungan pembelajaran PJOK harus bersuasana aman, nyaman, dan menyenangkan. Meskipun tugas gerak yang diberikan cukup menantang dan dapat membuat peserta didik lelah dan berkeringat, tetapi suasana aman, nyaman, dan menyenangkan itu tetap harus dipertahankan. Sebaliknya, suasana yang tidak mendukung sebaiknya dapat dihilangkan, di antaranya kebiasaan mengejek antarpeserta didik, kebiasaan merendahkan dari guru kepada peserta didik, kebiasaan panggilan alias yang negatif, dan sebagianya.
        7. Ketersediaan alat dan fasilitas untuk pembelajaran PJOK merupakan satu keharusan, namun apabila di sekolah tidak tersedia maka guru sebaiknya memiliki pemikiran mencari cara untuk memperbanyak alat pada saat belajar, termasuk di dalamnya dengan memodifikasi alat sederhana yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Di samping itu faktor keselamatan dalam penggunaan alat olahraga harus diperhatikan oleh guru. 
        8. Keriangan peserta didik dalam pembelajaran PJOK dapat didorong oleh berbagai sebab, di antaranya guru memberikan tugas gerak yang memang menyenangkan, permainan yang melibatkan semua peserta didik dalam suasana kompetisi yang tinggi, dengan iringan musik, atau menyediakan kesempatan bagi peserta didik mengembangkan kreativitas mereka, dan lain-lain. 
        9. Setiap unit pembelajarannya agar menyeimbangkan pengembangan aspek gerak dan keterampilan, aspek kebugaran, aspek pengetahuan, serta aspek spiritual dan sosial peserta didik.
        10. Pembelajaran PJOK dalam Implementasi Kurikulum 2013 di Satuan Pendidikan SMP/MTs Pembelajaran PJOK adalah memanfaatkan aktivisi fisik/olahraga untuk mengembangan keutuhan manusia. Artinya, bahwa melalui pembelajaran yang melibatkan unsur fisik dan aktivitas jasmani, aspek mental, emosional, sosial dan moral pun turut terkembangkan.

        Pengembangan domain keterampilan secara umum dapat diarahkan pada dua tujuan utama, pertama mencapai perkembangan aspek perseptual motorik (keterampilan gerak), dan kedua, mencapai perkembangan kebugaran jasmani. Ini menegaskan bahwa pembelajaran pendidikan jasmani harus melibatkan aktivitas fisik yang mampu merangsang kemampuan penguasaan gerak keterampilan serta sekaligus bersifat pembentukan kebugaran jasmani. 

        Pengembangan domain keterampilan gerak merujuk pada proses penguasaan suatu keterampilan atau tugas gerak yang melibatkan proses mempersepsi rangsangan dari luar, kemudian rangsangan itu diolah dan diprogramkan sampai terjadinya respons berupa tindakan yang sesuai dengan rangsangan itu (Schmidt and Wrisberg, 2000). Penekanan dari proses pembelajarannya lebih banyak ditujukan pada proses perangsangan yang bervariasi, sehingga setiap kali peserta didik akan selalu mengerahkan kemampuannya dalam mengolah informasi, ketika akan menghasilkan gerak. Dengan cara itu, kepekaan sistem saraf peserta didik semakin dikembangkan.

        Kebugaran jasmani merupakan aspek penting dari domain keterampilan, yang bertumpu pada perkembangan kemampuan biologis organ tubuh. Konsentrasinya lebih banyak pada persoalan peningkatan efisiensi fungsi faal tubuh dengan segala aspeknya sebagai sebuah sistem (misalnya sistem peredaran darah, sistem pernapasan, sistem metabolisme, dan lain-lain) (Lutan, Rusli, 2001). Kebugaran jasmani menunjuk pada aspek kualitas tubuh dan organ-organnya, seperti kekuatan (otot), daya tahan (jantung-paru), kelentukan (otot dan persendian); sedangkan kebugaran motorik menekankan aspek penampilan yang melibatkan kualitas gerak sendiri seperti kecepatan, kelincahan, koordinasi, power, keseimbangan (Baumgartner and Jackson, 1995). 

        Pengembangan domain pengetahuan mencakup pengetahuan tentang fakta, konsep, dan lebih penting lagi adalah penalaran dan kemampuan memecahkan masalah. Aspek pengetahuan dalam pendidikan jasmani, tidak saja menyangkut penguasaan pengetahuan faktual semata-mata, tetapi meliputi pula pemahaman terhadap gejala gerak dan prinsipnya, termasuk yang berkaitan dengan landasan ilmiah. Salah satu simpul dalam domain pengetahuan ini adalah peserta didik memiliki pengetahuan tentang arti penting pendikan jasmani untuk hidup sepanjang hayat. 

        Pengembangan domain sikap mencakup sifat-sifat psikologis yang menjadi unsur kepribadian yang kukuh, yakni pengendalian diri, kemampuan memotivasi diri, ketekunan, dan kemampuan untuk berempati. Tidak hanya tentang sikap sebagai kesiapan berbuat yang perlu dikembangkan, tetapi yang lebih penting adalah konsep diri dan komponen kepribadian lainnya, seperti intelegensia emosional dan watak, serta meningkatkan keteguhan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai peneguhan sikap spiritual. Konsep diri menyangkut persepsi diri atau penilaian seseorang tentang kelebihannya. Pengendalian diri merupakan kualitas pribadi yang mampu menyelaraskan pertimbangan akal dan emosi yang menjadi sifat penting dalam kehidupan sosial dan pencapaiannya untuk sukses hidup di masyarakat. Demikian juga dengan ketekunan; tidak ada pekerjaan yang dapat dicapai dengan baik tanpa ada ketekunan. Ini juga berlaku sama dengan kemampuan memotivasi diri, kemandirian untuk tidak selalu diawasi dalam menyelesaikan tugas apapun.

        Isi Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013
        Pendahuluan
        • Gambaran Pelaksanaan Pembelajaran Penjasorkes
        • Karakteristik Proses Belajar Mengajar (PBM) yang Efektif
        • Prinsip Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
        • Pembelajaran PJOK dalam Implementasi Kurikulum 2013di Satuan Pendidikan SMP/MTs
        • Penggunaan Sarana dan Prasana
        • Keamanan dan Keselamatan dalam Pembelajaran
        • Pengorganisasian Kelas (Langkah-Langkah Pembelajaran)
        • Penilaian Pembelajaran
        BAB I Aktivitas Permainan Bola Besar
        • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
        • Aktivitas Permainan Bola Besar melalui Permainan Sepak Bola
        • Aktivitas Permainan Bola Besar melalui Permainan Bola Voli
        • Aktivitas Permainan Bola Besar melalui Permainan Bola Basket
        • Penilaian Pembelajaran

        BAB II Aktivitas Permainan Bola Kecil
        • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
        • Aktivitas Permainan Bola Kecil melalui Permainan Rounders
        • Aktivitas Permainan Bola Kecil melalui Permainan Bulu Tangkis
        • Aktivitas Permainan Bola Kecil melalui Permainan Tenis Meja
        • Contoh Penilaian Pembelajaran Permaian Bola Kecil melalui Permainan Rounders 
        • Contoh Penilaian Pembelajaran Permaian Bola Kecil melalui Permainan Bulu Tangkis
        • Contoh Penilaian Pembelajaran Permainan Bola Kecil melalui Permainan Tenis Meja 
        • Umpan Balik dan Tindak Lanjut
        • Instrumen Remedial dan Pengayaan 

        BAB III Aktivitas Atletik
        • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan ndikator Pencapaian Kompetensi 
        • Aktivitas Atletik melalui Aktivitas Jalan Cepat
        • Aktivitas Atletik melalui Aktivitas Lari Jarak Pendek
        • Aktivitas Atletik melalui Aktivitas Lompat Jauh
        • Aktivitas Atletik melalui Aktivitas Lempar Cakram
        • Contoh Penilaian Pembelajaran Aktivitas Atletik melaluiAktivitas Jalan Cepat
        • Contoh Penilaian Pembelajaran Aktivitas Atletik melalui Jalan Cepat
        • Contoh Penilaian Pembelajaran Aktivitas Atletik melalui Aktivitas Lari Sambung/Estafet 
        • Aktivitas Lari Sambung/Estafet
        • Contoh Penilaian Pembelajaran Aktivitas Atletik melalui Aktivitas Lompat Jauh

        BAB IV Aktivitas Bela Diri
        • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
        • Aktivitas Bela Diri melalui Aktivitas Pencak Silat
        • Penilaian Pembelajaran Aktivitas Bela Diri melalui Pencak Silat

        BAB V Aktivitas Kebugaran Jasmani
        • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
        • Aktivitas Kebugaran Jasmani
        • Penilaian Pembelajaran Aktivitas Kebugaran Jasmani

        BAB VI Aktivitas Senam
        • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
        • Aktivitas Senam 
        • Penilaian Pembelajaran Aktivitas Senam

        BAB VII Aktivitas Gerak Berirama
        • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
        • Aktivitas Gerak Berirama
        • Aktivitas Pembelajaran Inti
        • Aktivitas Pembelajaran Gerakan Penenangan
        • Penilaian Pembelajaran Aktivitas Kebugaran Jasmani

        BAB VII Aktivitas Gerak Berirama
        • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
        • Aktivitas Gerak Berirama
        • Aktivitas Pembelajaran Inti
        • Aktivitas Pembelajaran Gerakan Penenangan
        • Penilaian Pembelajaran Aktivitas Kebugaran Jasmani

        BAB IX Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
        • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
        • Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
        • Penilaian Pembelajaran Aktivitas Air

        BAB X Aktivitas Fisik Dalam Pencegahan Penyakit 
        • Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi
        • Budaya Hidup Sehat
        • Hakikat Aktivitas Fisik dalam Pencegahan Penyakit
        • Penilaian Pembelajaran Pola Hidup Sehat

          Download Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013

          Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

          Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013



          Download File:
          Buku Guru PJOK Kelas 9 SMP-MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018.pdf

          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku Guru PJOK Kelas IX (9) SMP-MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013. Semoga bisa bermanfaat.
          Contoh Buku Administrasi Wali Kelas SD SMP SMA SMK

          Diposting oleh Pada 6/09/2018 02:02:00 AM dengan No comments

          Berikut ini adalah berkas Contoh Buku Administrasi Wali Kelas SD SMP SMA SMK. Download file format .xlsx Microsoft Excel.

          Contoh Buku Administrasi Wali Kelas SD SMP SMA SMK
          Contoh Buku Administrasi Wali Kelas SD SMP SMA SMK

          Contoh Buku Administrasi Wali Kelas SD SMP SMA SMK

          Pada Contoh Buku Administrasi Wali Kelas SD SMP SMA SMK format excel ini terdiri dari beberapa sheet diantaranya:
          1. Data Siswa di dalam Kelas
          2. Jadwal Pelajaran Kelas
          3. Jadwal Piket Kelas
          4. Struktur Kelas
          5. Denah Duduk di dalam Kelas
          6. Inventaris Kelas Lengkap
          7. Diagram Absen Kelas
          8. Laporan Bulanan Kelas
          9. Keadaan Siswa
          10. Laporan Prestasi

            Download Contoh Buku Administrasi Wali Kelas SD SMP SMA SMK

            Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Contoh Buku Administrasi Wali Kelas SD SMP SMA SMK ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

            Contoh Buku Administrasi Wali Kelas SD SMP SMA SMK



            Download File:
            Buku Administrasi Wali Kelas.xlsx

            Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Contoh Buku Administrasi Wali Kelas SD SMP SMA SMK. Semoga bisa bermanfaat.
            Contoh SK Panitia PPDB Tahun 2018-2018 untuk SD SMP SMA SMK

            Diposting oleh Pada 6/08/2018 05:29:00 PM dengan No comments

            Berikut ini adalah berkas Contoh SK Panitia PPDB Tahun 2018-2018 untuk SD SMP SMA SMK dan sederajat. Download file format .docx Microsoft Word.

            Contoh SK Panitia PPDB Tahun 2018-2018 untuk SD SMP SMA SMK
            Contoh SK Panitia PPDB Tahun 2018-2018 untuk SD SMP SMA SMK

            Contoh SK Panitia PPDB Tahun 2018-2018 untuk SD SMP SMA SMK

            Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Contoh SK Panitia PPDB Tahun 2018-2018 untuk SD SMP SMA SMK ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

            Contoh SK Panitia PPDB Tahun 2018-2018 untuk SD SMP SMA SMK



            Download File:
            Contoh SK Panitia PPDB Tahun 2018-2018.docx

            Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Contoh SK Panitia PPDB Tahun 2018-2018 untuk SD SMP SMA SMK. Semoga bisa bermanfaat.
            Contoh Format Daftar Inventarisasi Barang Milik Negara

            Diposting oleh Pada 6/08/2018 02:49:00 PM dengan No comments

            Berikut ini adalah berkas Contoh Format Daftar Inventarisasi Barang Milik Negara. Download file format .doc atau .docx Microsoft Word.

            Contoh Format Daftar Inventarisasi Barang Milik Negara
            Contoh Format Daftar Inventarisasi Barang Milik Negara 

            Contoh Format Daftar Inventarisasi Barang Milik Negara 

            Contoh Daftar Inventarisasi Barang Milik Negara ini bisa digunakan untuk mendata barang bantuan sekolah dari pemerintah atau juga untuk pendataan Eks Dana Dekonsentrasi, Tugas Pembantuan, dan Block Grant Tahun Anggaran 2018 - 2019.

            Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Contoh Format Daftar Inventarisasi Barang Milik Negara  ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

            Contoh Format Daftar Inventarisasi Barang Milik Negara 



            Download File:
            Contoh Format Daftar Inventarisasi Barang Milik Negara.doc

            Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Contoh Format Daftar Inventarisasi Barang Milik Negara . Semoga bisa bermanfaat.

            Formulir Kontak

            Nama

            Email *

            Pesan *