Contoh RPPH Kurikulum 2013 TK RA Kelas B Semester 1 dan 2

Diposting oleh Pada 6/08/2018 05:14:00 PM dengan No comments

Berikut ini adalah berkas Contoh RPPH Kurikulum 2013 TK RA Kelas B Semester 1 dan 2. Download file format .docx Microsoft Word.

Contoh RPPH Kurikulum 2013 TK RA Kelas B Semester 1 dan 2
Contoh RPPH Kurikulum 2013 TK RA Kelas B Semester 1 dan 2

Contoh RPPH Kurikulum 2013 TK RA Kelas B Semester 1 dan 2

Berkas Contoh RPPH Kurikulum 2013 TK RA Kelas B Semester 1 dan 2 ini mudah-mudahan bisa menambah referensi bagi anda yang sedang menyusun perangkat pembelajaran PAUD terutama terkait dengan pencarian seputar RPPH TK B semester 2, RPPH TK A semester 2 kurikulum 2013, RPPH TK a semester 1 kurikulum 2013, RPPH TK B semester 2 kurikulum 2013, contoh RPPH.tahun 2017-2018, RPPH kelompok B semester 2, berkas PAUD 2018 RKH semester 2 lengkap semua tema, RPPH RA kurikulum 2013 dan lain-lain.

    Download Contoh RPPH Kurikulum 2013 TK RA Kelas B Semester 1 dan 2

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Contoh RPPH Kurikulum 2013 TK RA Kelas B Semester 1 dan 2 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

    Contoh RPPH Kurikulum 2013 TK RA Kelas B Semester 1 dan 2



    Download File:

    Contoh RPPH Kurikulum 2013 TK RA Kelas B Semester 1

    Contoh RPPH Kurikulum 2013 TK RA Kelas B Semester 2


    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Contoh RPPH Kurikulum 2013 TK RA Kelas B Semester 1 dan 2. Semoga bisa bermanfaat.
    Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019 Provinsi Jawa Barat

    Diposting oleh Pada 6/07/2018 01:30:00 PM dengan No comments

    Berikut ini adalah berkas Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019 Provinsi Jawa Barat. Download file format PDF. Pedoman Penyusunan Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019 berdasarkan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Nomor 422/9492-Set.Disdik tertanggal 25 Mei 2018.
    Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019 Provinsi Jawa Barat
    Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019 Provinsi Jawa Barat

    Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019 Provinsi Jawa Barat

    Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi berkas Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019 Provinsi Jawa Barat:

    Seiring dengan pergantian tahun pelajaran, setiap satuan pendidikan perlu segera mempersiapkan agenda kegiatan yang disusun dalam kalender pendidikan. Sehubungan dengan hal itu, kami sampaikan pedoman penyusunan kalender pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019 bagi satuan pendidikan TK, SD, SMP, SMA, SMK dan SLB baik negeri maupun swasta di Provinsi Jawa Barat. Pedoman ini disusun dengan mengacu pada Keputusan Mendiknas nomor 125/U/2002 tentang Kalender Pendidikan dan Jumlah Jam Belajar Efektif di Sekolah, Permendikbud No. 61 Tahun 2014 tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Menengah, Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 707 Tahun 2017, Nomor 256 Tahun 2017, Nomor 0l/SKB/MENPAN-RB/09/2017 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018 berikut perubahannya, serta peraturan lain yang relevan.

    Beberapa kegiatan dalam kalender pendidikan, dipandang perlu untuk dilaksanakan secara serempak, guna mewujudkan kebersamaan dan kemaslahatan bagi banyak pihak. Kegiatan dimaksud antara lain:
    1. Hari pertama masuk sekolah semester I --------------- 16 Juli 2018
    2. Tanggal penetapan rapor semester I --------------- 14 Desember 2018
    3. Pembagian rapor semester I --------------- 14/15 Desember 2018
    4. Libur semester I ---------------16-31 Desember 2018
    5. Hari pertama masuk sekolah semester 2 --------------- 2 Januari 2019
    6. Prakiraan libur awal Ramadan 1440 H --------------- 6-8Mei 2019
    7. Libur Iedul Fitri 1440 H. --------------- 2 - 16 Juni 2019 
    8. Tanggal penetapan rapor semester 2 --------------- 21 Juni 2019
    9. Pembagian rapor semester 2 --------------- 21/22 Juni 2019
    10. Libur akhir tahun pelajaran --------------- 24Juni - 14 Juli 2019 

    Hal-hal lain seperti jeda tengah semester (pekan kreativitas), penilaian akhir semester, penilaian akhir tahun, dan lain-lain disajikan dalam matriks kalender terlampir sebagai jadual prakiraan. Daerah atau satuan pendidikan dapat mengatur lebih Ianjut jadual pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut pada kalender pendidikan daerah/satuan pendidikan, sesuai dengan karakteristik dan kondisi masing-masing, dengan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku. Jadual ujian disajikan pula sebagai prakiraan sementara, sambil menunggu kebijakan lebih lanjut dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang penyelenggaraan ujian nasional dan ujian sekolah.

    Daerah dan satuan pendidikan diharapkan melengkapi kalender pendidikan dengan menjadualkan kegiatan lomba dan pembinaan prestasi/kreativitas yang merupakan agenda tahunan nasional di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sesuai program pada direktorat yang relevan. Jenis kegiatan pada masing-tnasing satuan pendidikan di antaranya:
    1. Taman Kanak-kanak; Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi
    2. Sekolah Dasar (SD); Olimpiade Sains Nasional, Olimpiade Olahraga Siswa Nasional, Festival Lomba Seni Siswa Nasional, Lomba Sekolah Sehat, Lomba Adiwiyata, Lomba Perpustakaan Sekolah
    3. Sekolah Menengah Pertama (SMP); Olimpiade Sains Nasional, Olimpiade Olahraga Siswa Nasional, Festival Lomba Seni Siswa Nasional, Lomba Sekolah Sehat, Lomba Adiwiyata
    4. Sekolah Menengah Atas (SMA); Olippiade Sains Nasional, Olimpiade Olahraga Siswa Nasional, Festival Lomba Seni Siswa Nasional, Lomba Sekolah Sehat, Lomba Adiwiyata, Lomba Tata Upacara Bendera
    5. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK); Olimpiade Olahraga Siswa Nasional, Festival Lomba Seni Siswa Nasional, Lomba Sekolah Sehat, Lomba Adiwiyata, Lomba Kompetensi Siswa, Ekspo Pendidikan dan Teknologi (Epitech)
    6. Sekolah Luar Biasa (SLB); Festival Lomba Seni Siswa Nasional, Olimpiade Olahraga Siswa Nasional, Lomba Keterampilan Siswa Berkebutuhan Khusus (LKSBK), Festival ABK Berseri, Lomba Literasi.
    7. Lomba Pendidik dan Tenaga Kependidikan; Pemilihan Pendrdik/Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi, Olimpiade Guru Nasional (SD, SMP, SMA, SMK, SLB).

      Download Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019 Provinsi Jawa Barat

      Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019 Provinsi Jawa Barat ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

      Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019 Provinsi Jawa Barat



      Download File:
      Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019 Provinsi Jawa Barat.pdf

      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019 Provinsi Jawa Barat. Semoga bisa bermanfaat.
      Juknis Penyelenggaraan POS PAUD

      Diposting oleh Pada 6/03/2018 01:27:00 PM dengan No comments

      Berikut ini adalah berkas Juknis Penyelenggaraan POS PAUD. Download file format PDF.

      Juknis Penyelenggaraan POS PAUD
      Juknis Penyelenggaraan POS PAUD

      Juknis Penyelenggaraan POS PAUD

      Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Juknis Penyelenggaraan POS PAUD:

      Pendidikan anak usia dini dari tahun ke tahun mengalami perkembangan yang sangat pesat setidaknya jika dilihat dari perkembangan jumlah lembaga PAUD yang diprakarsai oleh masyarakat. Pos PAUD merupakan salah satu contoh PAUD yang dikelola oleh masyarakat.

      Pos PAUD merupakan bentuk layanan PAUD yang menyelenggaraannya dapat terintegrasi dengan layanan Bina Keluarga Balita (BKB) dan/atau posyandu bagi anak sejak lahir sampai dengan usia 4 tahun. Pos PAUD merupakan salah satu model PAUD yang dikembangkan melalui pendekatan holistik-integratif yang setidaknya menekankan aspek pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, kesehjahteraan dan pelindungan.

      Sebagai upaya peningkatan mutu layanan dan pengelolaan Pos PAUD, pemerintah menerbitkan “Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Pos PAUD”. Petunjuk ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat, apa, mengapa, dan bagaimana menyelenggarakan Taman Penitipan Anak.

      Petunjuk teknis ini berisikan; pertama Pendahuluan yang mencakup latar belakang, landasan, pengertian, tujuan dan ruang lingkup; kedua pendirian Pos PAUD yang mencakup pendiri, syarat pendirian, tata cara pendirian, masa berlaku izin, rujukan pendirian; ketiga penyelenggaraan taman kanak-kanak mencakup prinsip penyelenggaraan Pos PAUD, komponen penyelenggaraan, deteksi dini tumbuh kembang anak, dan keempat evaluasi program, pelaporan dan pembinaan.

      Pengertian
      1. Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas).
      2. Satuan PAUD Sejenis yang selanjutnya disebut SPS adalah salah satu bentuk Satuan PAUD jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak sejak lahir sampai dengan 6 (enam) tahun secara mandiri atau terintegrasi dengan berbagai layanan kesehatan, gizi, keagamaan, dan atau kesejahteraan sosial.
      3. Posyandu adalah pusat kegiatan masyarakat dimana masyarakat dapat sekaligus memperoleh layanan keluarga berencana, kesehatan ibu dan anak, gizi, imunisasi, dan penanggulangan diare.
      4. Bina Keluarga Balita (BKB) adalah pembinaan yang ditujukan kepada orangtua dan anggota keluarga lainnya yang mempunyai anak balita tentang bagaimana membina tumbuh kembang anak balita secara terarah.
      5. Pos PAUD adalah bentuk layanan PAUD yang penyelenggaraannya dapat diintegrasikan dengan layanan Bina Keluarga Balita (BKB) dan Posyandu bagi anak sejak lahir sampai dengan usia 4 (empat) tahun dan dapat melayani anak hingga usia 6 (enam) tahun jika di lokasi yang sama belum tersedia layanan TK/RA /BA, yang pengelolaannya di bawah pembinaan pemerintah desa/kelurahan.

      Tujuan Petunjuk Teknis
      1. Sebagai petunjuk bagi pengampu kebijakan PAUD baik ditingkat pusat, propinsi, dan kabupaten/kota khususnya dalam melakukan pembinaan program POS PAUD 
      2. Sebagai standar acuan bagi penyelenggara dan/atau pengelola POS PAUD dalam pelayanan pendidikan.

      Sasaran
      1. Sasaran Pengguna
      a. UPTD BPKB/SKB
      b. Pengelola dan Kader posyandu
      c. PKK Desa/Kecamatan/ Kabupaten/Kota 
      d. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
      e. Dinas Kesehatan/Puskesmas
      f. Organisasi masyarakat/LSM yang peduli terhadap PAUD

      2. Sasaran Peserta Didik
      Sasaran peserta didik POS PAUD adalah anak usia dini, terutama usia 3 bulan – 2 tahun atau usia 3-6 tahun yang belum mendapatkan stimulasi pendidikan pada program Pos PAUD (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), atau Satuan PAUD Sejenis (SPS) lainnya.

      Ruang Lingkup
      Petunjuk Teknis Penyelenggaraan POS PAUD ini meliputi: Pendahuluan; Pendirian Pos PAUD ; Penyelenggaraan program; dan Evaluasi, Pelaporan, dan Pembinaan.

        Download Juknis Penyelenggaraan POS PAUD

        Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Juknis Penyelenggaraan POS PAUD ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

        Juknis Penyelenggaraan POS PAUD



        Download File:
        Juknis Penyelenggaraan POS PAUD.pdf

        Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Juknis Penyelenggaraan POS PAUD. Semoga bisa bermanfaat.
        Buku Pedoman Penilaian Pembelajaran PAUD

        Diposting oleh Pada 6/03/2018 06:44:00 AM dengan No comments

        Berikut ini adalah berkas Buku Pedoman Penilaian Pembelajaran PAUD. Download file format PDF. Buku ini merupakan salah satu buku implementasi kurikulum 2013 PAUD, diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Direktorat Jenderal  Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI - Tahun 2015.

        Buku Pedoman Penilaian Pembelajaran PAUD
        Buku Pedoman Penilaian Pembelajaran PAUD

        Buku Pedoman Penilaian Pembelajaran PAUD

        Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Buku Pedoman Penilaian Pembelajaran PAUD:

        Pada Buku Pedoman Penilaian Pembelajaran PAUD ini dijelaskan tentang:
        • Apa itu Penilaian?
        • Mengapa perlu dilakukan penilaian?
        • Apa yang dinilai?
        • Kapan melakukan penilaian terhadap anak?
        • Siapa yang melakukan penilaian terhadap anak?
        • Bagaimana melakukan proses penilaian?
        • Perhatikan prinsip-prinsip dalam melakukan penilaian
        • Lakukan proses pengamatan terhadap anak
        • Di mana menyimpan semua data/informasi tentang anak?
        • Bagaimana cara mengolah data/informasi tentang anak?
        • Langkah-langkah dalam mengolah data 
        • Kompilasi hasil penilaian data
        • Mengisi Data ke dalam Penilaian Perkembangan Anak
        • Bagaimana pelaporan perkembangan anak kepada orang tua?
        • Etika Pelaporan
        • Jenis Pelaporan
        • Waktu Pelaporan
        • Bentuk Pelaporan Semester
        Apa itu Penilaian?
        Penilaian merupakan proses pengukuran terhadap hasil dari kegiatan belajar anak. Penilaian kegiatan belajar di PAUD menggunakan pendekatan penilaian autentik. Penilaian autentik merupakan penilaian proses dan hasil belajar untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi sikap (spiritual dan sosial), pengetahuan, dan keterampilan berdasarkan fakta yang sesungguhnya. Penilaian dilakukan secara sistematis, terukur, berkelanjutan, dan menyeluruh yang mencakup pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak selama kurun waktu tertentu.

        Mengapa perlu dilakukan penilaian?
        Dalam keseharian guru bekerja bersama anak. Selain guru memfasilitasi anak, guru juga melakukan pengamatan. Guru mengamati hal-hal apa saja yang anak tahu, apa saja yang anak bisa, dan apa saja yang menjadi kebiasaan anak. Harapannya, bahwa setelah guru mengetahui tiga hal tersebut, guru dapat merancang program pengembangan pembelajaran sesuai dengan minat, kekuatan, dan kebutuhan anak. Program pengembangan pembelajaran yang disusun dan direncanakan sesuai dengan prinsip-prinsip perkembangan anak akan menstimulasi potensi anak menjadi anak yang kompeten. Anak yang semakin tahu, semakin bisa, dan semakin memiliki kebiasaan yang baik.

        Berbagai informasi tentang kemajuan anak ini merupakan hasil belajar yang perlu disampaikan pada
        orang tua. Dengan diperolehnya berbagai informasi tentang anak, orang tua dan guru memperoleh gambaran capaian hasil belajar anak. Capaian ini diukur berdasarkan standar PAUD yang telah ditetapkan secara nasional, yang tertulis di dalam Permendikbud No. 137 tahun 2014 tentang Standar PAUD dan 146 tahun 2014 tentang Kurikulum PAUD.

        Harapannya, guru dan orang tua dapat bekerja sama dalam meningkatkan kemampuan-kemampuan yang belum dicapai anak sehingga tumbuh kembang anak berlangsung secara optimal.
        Apa yang dinilai?
        Lingkup penilaian mencakup pertumbuhan dan perkembangan anak. Lingkup penilaian pertumbuhan meliputi ukuran fisik yang diukur dengan satuan panjang dan berat, misalnya berat tubuh, tinggi badan/panjang badan, dan lingkar kepala. Sementara itu, penilaian perkembangan mencakup berbagai informasi yang berhubungan dengan bertambahnya fungsi psikis anak, yaitu nilai moral dan agama, perkembangan fi sik motorik (gerakan motorik kasar dan halus, serta kesehatan fisik), sosial emosional, komunikasi (berbicara dan bahasa), kognitif (pengetahuan), dan seni (kreativitas).

        Enam program pengembangan yang menjadi area penilaian mengarah pada tercapainya Kompetensi Inti yang menjadi Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak. Silahkan para pembaca mengingat kembali empat kompetensi inti yang merupakan penjabaran dari kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan.

        Kapan melakukan penilaian terhadap anak?
        Penilaian pada anak dilakukan pada saat anak melakukan kegiatan. Penilaian dapat dilakukan dalam berbagai aktivitas anak, sejak anak datang, berbaris, mengikuti proses belajar, mencuci tangan, makan bekal, bermain bebas, sampai pulang kembali. Penilaian itu dilakukan secara alami, baik berdasarkan kondisi nyata yang muncul dari perilaku anak selama proses berkegiatan maupun hasil dari kegiatan tersebut. Itulah yang disebut penilaian autentik.

        Siapa yang melakukan penilaian terhadap anak?
        Penilaian dilakukan oleh guru karena guru memiliki fungsi sebagai penilai (assessor) selain juga berfungsi sebagai fasilitator dan fungsi-fungsi lainnya.Guru di sini bukan hanya satu guru, tetapi dapat melibatkan guru lain yang biasa bersama anak dalam keseharian anak belajar. Guru juga dapat menggali informasi kepada orang tua agar dapat mengenali perilaku anak selama berada di rumah. Informasi ini penting dalam menambah pengetahuan guru tentang siapa anak itu, dan dapat memberikan informasi yang berharga dalam memaknai perkembangan dan belajar anak. Tidak kalah pentingnya guru melibatkan anak dalam menilai dirinya sendiri. Percakapan guru dengan anak dapat menggali tentang pemahaman anak terhadap dirinya sendiri.

        Bagaimana melakukan proses penilaian?
        Perhatikan prinsip-prinsip dalam melakukan penilaian.
        1. Mendidik; Proses dan hasil penilaian dapat dijadikan dasar untuk memotivasi, mengembangkan, dan membina anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal.
        2. Berkesinambungan; Penilaian dilakukan secara terencana, bertahap, dan terus-menerus untuk mendapatkan gambaran tentang pertumbuhan dan perkembangan anak.
        3. Objektif; Penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai sehingga menggambarkan data atau informasi yang sesungguhnya.
        4. Akuntabel; Penilaian dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan kriteria yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan.
        5. Transparan; Penilaian dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan hasil penilaian dapat diakses oleh orang tua dan semua pemangku kepentingan yang relevan.
        6. Sistematis; Penilaian dilakukan secara teratur dan terprogram sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak dengan menggunakan berbagai instrumen.
        7. Menyeluruh; Penilaian mencakup semua aspek pertumbuhan dan perkembangan anak baik sikap, pengetahuan maupun keterampilan. Penilaian mengakomodasi seluruh keragaman budaya, bahasa, sosial ekonomi, termasuk anak yang berkebutuhan khusus.
        8. Bermakna; Hasil penilaian memberikan informasi yang bermanfaat bagi anak, orang tua, guru, dan pihak lain yang relevan.
        Lakukan proses pengamatan terhadap anak. Saat anak melakukan berbagai kegiatan, guru dapat mengamati segala hal yang dilakukan anak ataupun diucapkan anak, termasuk ekspresi wajah, gerakan, dan karya anak.

        Dalam melakukan pengamatan, guru perlu melakukan pencatatan sebagai bukti sekaligus pengingat terhadap segala hal yang diamatinya.

        Menetapkan indikator penilaian
        Sebelum melaksanakan pembelajaran, guru membuat perencanaan pembelajaran sesuai dengan tema yang telah ditetapkan. Masih ingat bukan tentang Rencana Program Pengembangan Harian (RPPH) yang pernah kita pelajari bersama? Pada RPPH tersebut telah ditentukan pula rancangan penilaian yang akan dilakukan? Nah, dalam RPPH tersebut memuat indikator pencapaian perkembangan yang akan dijadikan instrumen penilaian dalam bentuk ceklis. Ceklis dapat dibuat per anak dalam satu periode tertentu, atau dapat pula dibuat per periode dengan mencatat nama semua anak.

        Bagaimana cara mengolah data/informasi tentang anak?
        Semua data/informasi tentang anak yang telah terkumpul di dalam portofolio perlu diolah untuk dianalisis. Lakukan pengolahan secara berkala.Pengolahan bulanan perlu dilakukan agar guru dapat melakukan penilaian bulanan. Hasil pengolahan bulanan dijadikan acuan untuk melakukan penilaian semester. 

        Langkah-langkah dalam mengolah data.
        1. Seluruh catatan skala capaian perkembangan harian disatukan berdasarkan indikator dari KD yang sama. Walaupun dalam format ceklis harian indikatornya memuat tema dan materi, untuk dimasukkan ke dalam penilaian bulanan cukup melihat indikator dari KD yang tercantum dalam format penilaian perkembangan umum. Apabila dalam indikator yang sama dalam satu KD terdapat perbedaan capaian, capaian perkembangan yang tertinggi dijadikan capaian akhir.
        2. Semua kemampuan anak dianalisis untuk mengetahui capaian kemampuan anak, apakah anak tersebut berada pada kemampuan BB, MB, BSH, atau BSB. 

        Di mana menyimpan semua data/informasi tentang anak?
        Semua data yang telah dikumpulkan guru selama mengamati anak, baik berupa ceklis, catatan anekdot dan hasil karya perlu dikumpulkan dalam satu berkas dalam wadah yang ditata rapi. Satu anak memiliki satu wadah yang telah diberi identitas tentang anak tersebut. Kumpulan data tersebut diurutkan berdasarkan tanggal peristiwa. Kumpulan semua informasi tersebut dinamakan portofolio. Format portofolio dapat dikembangkan oleh setiap lembaga. Sampul depan berisi foto dan identitas anak. Lembar isi berisi: foto kegiatan anak, catatan guru tentang kegiatan anak (ditulis saat mengamati anak), dan analisis Kompetensi Dasar.

        Bagaimana pelaporan perkembangan anak kepada orang tua?
        Pelaporan merupakan kegiatan mengomunikasikan dan menjelaskan hasil penilaian tentang perkembangan anak setelah mengikuti layanan/kegiatan pembelajaran di satuan PAUD. Berikut ini hal hal yang perlu diperhatikan guru saat akan menulis laporan perkembangan anak. 

        Etika Pelaporan
        Pelaporan adalah kegiatan mengomunikasikan hasil penilaian tentang tingkat pencapaian perkembangan. Pelaporan berupa deskripsi pertumbuhan fisik dan perkembangan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan anak. Laporan perkembangan anak didik dibuat secara tertulis oleh guru. Penyampaian laporan dilakukan secara tatap muka sehingga dimungkinkan adanya hubungan dan informasi timbal balik antara pihak lembaga dengan orang tua. Dalam pelaksanaan kegiatan ini hendaknya kerahasiaan data atau informasi dijaga, artinya bahwa data atau informasi tentang anak didik hanya diinformasikan dan dibicarakan dengan orang tua anak didik yang bersangkutan atau tenaga ahli dalam rangka bimbingan selanjutnya.

        Para orang tua ingin tahu tentang kondisi perkembangan anaknya tetapi juga memiliki keterbatasan waktu, oleh karena itu saat bertemu lebih difokuskan pada hal-hal berikut:
        1. Keadaan anak waktu belajar secara fisik, sosial, dan emosional.
        2. Partisipasi anak dalam mengikuti kegiatan di lembaga PAUD.
        3. Kemampuan/kompetensi yang sudah dan belum dikuasai anak.
        4. Hal-hal yang harus dilakukan orang tua untuk membantu dan mengembangkan anak lebih lanjut.

        Jenis Pelaporan
        Pelaporan hasil perkembangan anak dapat dibedakan menjadi laporan insidental dan laporan berkala.
        1. Pelaporan berkala disesuaikan dengan jadwal kalender akademik yang ditetapkan satuan PAUD.
        2. Pelaporan secara insidental disampaikan apabila ada hal-hal yang terkait dengan perkembangan anak yang dianggap penting untuk segera dibicarakan bersama dengan orang tua. Laporan insidental dapat disampaikan secara lisan atau dicatat dalam buku penghubung.

        Waktu Pelaporan
        Pemberian laporan dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu seperti laporan triwulan atau enam bulan (satu semester).

        Bentuk Pelaporan Semester
        Laporan semester disampaikan dalam bentuk narasi, hasil rangkuman perkembangan anak didik sebagai dampak dari proses belajar selama satu semester.Dalam menyusun ulasan (deskripsi) ditulis dengan kalimat yang efektif/ tidak terlalu rumit dan obyektif sehingga tidak menimbulkan persepsi yang salah bagi orang tua atau bagi yang berkepentingan terhadap laporan perkembangan anak didik. Laporan yang ditulis guru hendaklah dalam kalimat positif, jelas, mudah dipahami, serta menggunakan tata bahasa dan ejaan yang benar.

        Tata cara penulisan laporan
        Tata cara dalam penulisan laporan
        1. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami, dengan kalimat positif dan santun
        2. Memberikan informasi tentang tingkat pencapaian dan perkembangan hasil belajar anak secara nyata (bersumber pada data autentik, tidak mengada-ada)
        3. Isi laporan menggambarkan kemajuan perkembangan anak yang telah mencapai BSH dan BSB di setiap indikator pada kompetensi dasar program pengembangan
        4. Memberikan rekomendasi yang dapat dilakukan orang tua untuk mengembangkan kemampuan anak yang indikator perkembangannya masih  dalam BB dan MB
        5. Laporan bersifat personal (individual) yang menggambarkan perilaku khusus anak di kelas.

        Tips mudah menuliskan narasi pada laporan perkembangan anak
        Tips mudah menuliskan narasi di laporan perkembangan anak.
        1. Peganglah kompilasi data anak. Ini merupakan input yang utama dalam menuliskan laporan. Apabila simpulan akhir adalah BSH dan BSB, masukkanlah indikator-indikatornya ke dalam teks laporan, dalam bahasa narasi yang dapat dipahami orang tua. Ini merupakan kekuatan dan kompetensi anak. Apabila simpulan akhir adalah BB dan MB, masukkanlah indikator-indikatornya ke dalam teks laporan, dalam bahasa narasi yang dapat dipahami orang tua. Ini merupakan rekomendasi bagi anak. Harapannya orang tua dan guru membantu menstimulasi untuk waktu-waktu yang akan datang.
        2. Berikan pengantar pada paragraf PENDAHULUAN. Tuliskan hal-hal umum tentang anak, misalnya kehadiran, dan kepibadian anak).
        3. Tuliskan 6 program pengembangan (nilai agama & moral, fisik motorik, sosial emosional, bahasa, kognitif dan seni). Dalam tiap program pengembangan masukkan kompetensi dasar yang telah diberikan. Jangan lupa tulis pula indikator-indikator yang muncul dari kompetensi dasar tersebut. Apabila ada fakta-fakta dari catatan anekdot atau hasil karya, masukkanlah untuk membuktikan kompetensi anak tersebut. Jika memiliki foto, lampirkanlah.

          Download Buku Pedoman Penilaian Pembelajaran PAUD

          Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Pedoman Penilaian Pembelajaran PAUD ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

          Buku Pedoman Penilaian Pembelajaran PAUD



          Download File:
          Buku Pedoman Penilaian Pembelajaran PAUD.pdf

          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku Pedoman Penilaian Pembelajaran PAUD. Semoga bisa bermanfaat.
          Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran PAUD

          Diposting oleh Pada 6/03/2018 05:29:00 AM dengan No comments

          Berikut ini adalah berkas Buku Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran PAUD. Download file format PDF. Buku ini diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan  Pendidikan Anak Usia Dini Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Tahun 2015.

          Buku Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran PAUD
          Buku Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran PAUD

          Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran PAUD

          Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Buku Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran PAUD:

          Pada Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran PAUD diuraikan beberapa pembahasan diantaranya:
          1. Apa yang Dimaksud Rencana Pelaksanaan Pembelajaran?
          2. Apa Saja Jenis Perencanaan?
          3. Apa dan Bagaimana Penyusunan Program Semester?
          4. Bagaimana Langkah-Langkah Penyusunan Program Semester?
          5. Contoh Program Pengembangan dan Muatan Pembelajaran
          6. Apa dan Bagaimana Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)?
          7. Identitas Program Layanan
          8. Kompetensi Dasar
          9. Materi Pembelajaran
          10. Apa dan Bagaimana Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)?

          Apa yang Dimaksud Rencana Pelaksanaan Pembelajaran?
          Rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan rancangan bagi guru untuk melaksanakan kegiatan bermain yang memfasilitasi anak dalam proses belajar. Rencana pelaksanaan pembelajaran dibuat sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Rencana pembelajaran harus mengacu kepada karakteristik (usia, sosial budaya, dan kebutuhan individual) anak. 

          Apa dan Bagaimana Penyusunan Program Semester?
          Perencanaan program semester berisi daftar tema satu semester yang dikembangkan menjadi subtema atau sub-subtema, serta kompetensi yang ditetapkan untuk dicapai pada setiap tema, dan alokasi waktu setiap tema.

          Langkah-Langkah Penyusunan Program Semester
          Penyusunan program semester dilakukan dengan langkah berikut.
          1. Membuat daftar tema satu semester. Pemilihan dan penentuan tema dilakukan guru sebelum awal semester kegiatan pembelajaran dimulai dengan memperhatikan prinsip pengembangan tema.
          2. Mengembangkan tema menjadi subtema dan atau sub-subtema.Subtema dan sub-subtema yang dikembangkan merupakan topik-topik yang lebih khusus dan lebih dalam. Kekhususan dan kedalaman subtema dan sub-subtema memperhatikan usia anak, kesiapan guru, dan ketersediaan sumber belajar pendukung. Pengembangan tema dapat dipelajari pada Pedoman Pengembangan Tema.
          3. Menentukan alokasi waktu untuk setiap tema, subtema dan atau sub-subtema. Waktu pembahasan setiap tema/subtema/sub-subtema disesuaikan dengan minat anak, keluasan, kedalaman, dan sumber/media yang tersedia.
          4. Menetapkan Kompetensi Dasar (KD) di setiap tema. Penentuan KD memuat seluruh aspek perkembangan Nilai Agama dan Moral (NAM), fisik-motorik, kognitif, sosial-emosional (sosem), bahasa, dan seni.
          5. KD dapat ditulis lengkap atau dapat dituliskan kodenya saja.
          6. KD dapat diulang-ulang di tiap tema/subtema/sub-subtema yang berbeda.

          Apa dan Bagaimana Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)? 
          Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) disusun untuk pembelajaran selama satu minggu. RPPM dijabarkan dari Program Semester. RPPM berisi: (1) identitas program layanan, (2) KD yang dipilih, (3) materi pembelajaran, dan (4) rencana kegiatan.

          Identitas Program Layanan memuat
          1. Nama Satuan PAUD adalah nama satuan PAUD yang menyusun RPPM
          2. Semester/bulan/minggu yang keberapa
          3. Tema/Subtema/Sub-subtema diambil dari tema/subtema/sub-subtema yang disusun di program semester.
          4. Kelompok usia anak diisi dengan kelompok sasaran program

          Apa dan Bagaimana Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)?
          Rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) merupakan acuan untuk mengelola kegiatan bermain dalam satu hari. RPPH disusun dan dilaksanakan oleh guru. Format RPPH tidak harus baku, tetapi memuat komponen- komponen yang ditetapkan. Komponen RPPH terdiri atas: (1) identitas program, (2) materi, (3) alat dan bahan, (4) kegiatan pembukaan, (5) kegiatan inti, (6) kegiatan penutup, dan (7) rencana penilaian.

          Identitas sebuah RPPH memuat:
          • nama Satuan PAUD adalah nama satuan PAUD yang menyusun RPPH
          • semester/bulan/minggu yang keberapa
          • hari/tanggal
          • tema/Subtema/Sub-subtema diambil dari tema/subtema/sub-subtema yang disusun di program semester.
          • kelompok usia anak diisi dengan kelompok sasaran. 

            Download Buku Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran PAUD

            Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran PAUD ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

            Buku Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran PAUD



            Download File:
            Buku Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran PAUD.pdf

            Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran PAUD. Semoga bisa bermanfaat.
            Kesiapan Anak Bersekolah

            Diposting oleh Pada 5/30/2018 08:15:00 AM dengan No comments

            Berikut ini adalah berkas Buku Parenting Kesiapan Anak Bersekolah. Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan  Pendidikan Anak Usia Dini Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2011. Penulis Puji Lestari Prianto, M.Psi. Download file format PDF.

            Buku Parenting Kesiapan Anak Bersekolah
            Buku Parenting Kesiapan Anak Bersekolah

            Buku Parenting Kesiapan Anak Bersekolah

            Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Buku Parenting Kesiapan Anak Bersekolah:

            Memasuki pendidikan di SD memiliki warna tersendiri dalam kehidupan suatu keluarga, terlebih jika ananda merupakan anak pertama. Berbagai hal diupayakan pada anak agar ia berhasil masuk SD. Sejauh ini kebanyakan orangtua hanya menganggap, untuk masuk SD, anak sudah harus berusia 7 tahun serta sudah harus bisa membaca, menulis, dan berhitung. Oleh karena itu, banyak orangtua menyiapkan anaknya ke arah kemampuan-kemampuan tersebut. Padahal, harusnya tidak demikian, karena masih banyak kemampuan lainnya yang juga perlu diasah agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal. Nah, agar ibu dan ayah dapat memberikan bantuan yang juga maksimal kepada anak, maka ibu dan ayah dapat membaca seri buku panduan yang lainnya, seperti Mengembangkan Kmampuan Dasar Anak Mengenai Angka dan Konsep Matematik; Mengembangkan Kemampuan Awal Membaca Anak Usia Dini; Anak Bertanya Orangtua Menjawab, dan lainnya. Selamatmembaca dan menyiapkan anak masuk SD.

            Pendidikan Dasar, khususnya sekokah dasar (SD), wajib hukumnya. Artinya, semua anak dalam rentang usia tertentu harus melaksanakan kewajiban belajar. Ibu-ayah memiliki tanggung jawab untuk mengirim anaknya bersekolah dan dapat dikenai tindakan jika ibu-ayah sampai gagal melaksanakan kewajiban ini.

            Tentunya, untuk masuk SD, ananda perlu dipersiapkan lebih dahulu. Kalau ibu-bapak diajukan pertanyaan, “Apa yang Ibu- Bapak siapkan untuk ananda yang akan masuk SD?” Berbagai jawaban pun muncul, dari membiasakan bangun pagi, menyiapkan pakaian, membelikan alat tulis dan buku, membelikan seragam, dan lainnya. Namun jawaban yang paling banyak, biasanya adalah “menyiapkan ananda supaya bisa membaca, menulis, dan berhitung”. Jawaban ini muncul karena kebanyakan orangtua beranggapan, untuk masuk SD sudah harus bisa membaca, menulis, dan berhitung. Ada juga yang berpandangan, di SD itu hanya mau menerima anak (murid) yang sudah bisa membaca, menulis, dan berhitung.

            Cobalah simak perbincangan ibu-ibu di suatu TK yang sedang menunggui anaknya. Begitu seorang ibu tahu anaknya sebentar lagi akan masuk SD, maka pertanyaan yang muncul dari ibu-ibu lain adalah, “Wah, anaknya sudah bisa baca, tulis, dan hitung, ya?”

            Memang, tidak dapat disangkal bahwa kemampuan membaca, menulis dan berhitung amat dibutuhkan di SD. Namun, mempersiapkan ananda untuk menekuni pendidikannya di SD bukanlah semata-mata ia sudah harus bisa membaca, menulis, dan berhitung saja, karena sebenarnya masih banyak lagi kemampuan lain yang perlu dipersiapkan sebelum anak masuk SD. Sikap-sikap seperti tidak bergantung pada ibu atau nenek atau si mbak yang menunjukkan bagaimana kemandirian ananda; mau berbagi dengan teman; mau bersosialisasi alias bergaul dengan teman lain; tidak malu; dan lain-lainnya, justru lebih diperlukan oleh ananda yang akan masuk SD. Jadi, agar ananda siap masuk SD, diperlukan kesiapan dalam seluruh aspek perkembangannya, dari fisik, kecerdasan, sosial-emosional, hingga bahasa.

            Buku ini disusun sebagai panduan bagi para orangtua— bukan hanya ibu, tetapi juga ayah—untuk mempersiapkan ananda tercinta yang akan masuk SD. Diharapkan setelah membaca buku ini, ibu dan ayah menjadi tahu, apa saja yang harus dilakukan agar ananda siap masuk SD. Dengan begitu, ketika tiba saatnya masuk SD, ananda benar-benar sudah siap dan—yang penting pula—kelak ananda pun menjadi senang belajar di SD.

            CIRI-CIRI ANAK SIAP SEKOLAH
            Sebelum ibu-ayah memahami apa yang harus dipersiapkan untuk ananda yang akan masuk SD, baiklah kita ketahui dulu ciri-ciri anak usia SD.

            Anak usia SD umumnya dikenal pula dengan sebutan anak usia sekolah. Sebagian besar dari kita paham, ditinjau dari usia, seorang anak akan masuk SD jika ia sudah mencapai usia 7 tahun. Di usia ini biasanya anak telah memiliki kesiapan untuk masuk SD atau memiliki kematangan sekolah. Namun, pada kenyataannya, tidak semua anak usia 7 tahun sudah siap masuk SD. Mengapa? Karena, kesiapan anak untuk bersekolah, ternyata tidak hanya dilihat dari sisi anaknya saja, melainkan juga sisi keluarga, terutama kesiapan orangtuanya.

            Ibu dan ayah harus siap untuk melepas anaknya yang akan bersekolah. Jika ibu-ayah takut melepas ananda untuk sekolah, berarti ibu-ayah belum siap untuk menyekolahkan ananda. Begitu pula jika ibu-ayah melepas tanggung jawab dengan menyerahkan semua urusan ananda kepada sekolah, sebenarnya menunjukkan ibu-ayah tidak siap melepas ananda bersekolah. Di sisi lain, ibu-ayah juga tidak bisa selalu melayani ananda sampai-sampai ananda tidak bisa berbuat apa-apa atau tidak tahu harus berbuat apa karena biasanya dia sudah tahu beres akan kebutuhannya sebab sudah biasa dibantu orangtua atau keluarganya.

            Selain lingkungan keluarga, lingkungan di sekitar anak juga turut memberikan sumbangan terhadap kesiapan anak memasuki dunia sekolah. Keadaan ini bisa dimengerti karena bagaimana interaksi atau hubungan anak dengan lingkungan teman sebaya maupun orang dewasa lain, dapat memengaruhi perkembangan dirinya. Coba tengok si Budi, anak keluarga Pak Eddy yang berusia 4 tahun. Di lingkungan rumahnya, Budi memiliki banyak teman dan bersama teman-temannya itu, Budi suka suka bermain sepeda meskipun masih roda 4. Ketika bertemu dengan orangtua dari temannya atau orang dewasa lain, Budi selalu menyapa, “Selamat pagi, Pak.” atau “Selamat pagi, Bu.” Ketika diajak ke pasar, Budi juga suka bertanya pada tukang sayur, “Pak, ini jualan sayur apa?”; “Kalau sayuran wortel seperti apa?”

            Keunggulan Budi yang memiliki banyak teman dan tidak malu untuk menegur orang dewasa kenalan ibu-ayahnya, merupakan “buah” dari kebiasaan ibu-ayah yang suka mengajak Budi untuk berkenalan dengan lingkungan sekitar rumahnya. Selain juga, juga ibu-ayah kerap memberikan contoh dan kesempatan bagaimana bertanya dan berbicara dengan orang lain. Tak heran bila akhirnya kemampuan berbicara Budi juga mengalami perkembangan yang baik. Begitu pun dengan jawaban yang diberikan oleh Budi atas pertanyaan dari teman- teman maupun orang lain di sekitarnya, ikut meningkatkan kemampuan bahasa dan pergaulan (interaksi) Budi dengan lingkungannya.

            Kemampuan berbahasa dan berinteraksi sebagaimana yang dimiliki Budi merupakan kemampuan yang nantinya dapat menyumbang kesiapan anak untuk masuk sekolah. Dengan demikian, selain perkembangan bahasa dan sosial, perkembangan fisik, emosional, serta kecerdasan (yang banyak berkaitan dengan kemampuan berpikir), juga memberikan sumbangan bagi kesiapan anak untuk sekolah.

            Dari apa yang diutarakan di atas tampak bahwa usia bukan merupakan satu-satunya hal yang menentukan kesiapan atau kematangan seorang anak. Oleh karena itu ketika kita mulai memikirkan si kecil untuk masuk SD, maka kita perlu memahami ciri-ciri dari anak yang siap untuk sekolah.

            CIRI-CIRI ANAK SIAP SEKOLAH
            1. Dari perkembangan fisik: Anak dapat meniti. Kalau berjalan di titian, ia tidak jatuh karena sudah lebih bisa mengontrol keseimbangan dirinya, Anak dapat memegang alat tulis dengan benar, misalnya ketika ia menulis atau menggambar sesuatu. Perhatikan tahapan bagaimana anak memegang alat tulis, Anak mulai bisa memusatkan pandangannya pada benda-benda kecil. Itulah sebabnya anak dapat mengoordinasikan mata dan tangannya. Misal, anak bisa mengancingkan baju sendiri, menyusun balok-balok, atau memasukkan balok sesuai dengan bentuknya.
            2. Dalam menggambar, Anak dapat membuat coretan-coretan yang lebih bermakna. Gambaran yang tadinya hanya garis-garis tidak beraturan sudah dapat dibuat dalam bentuk tertentu seperti orang, rumah, mobil, roda, bunga, dan lainnya.
            3. Ketergantungan pada ibu-ayah atau orang dewasa lain mulai berkurang. Anak mulai mandiri dan menunjukkan rasa tanggung jawabnya. Contoh, anak bisa makan sendiri, habis bermain membereskan mainan sendiri, dan bisa mandi sendiri meskipun belum bersih betul.
            4. Anak sangat menyukai kegiatan yang dipilih sendiri dan ia sangat menikmatinya.
            5. Anak mulai bisa lebih berkonsentrasi dan memusatkan perhatiannya pada suatu hal. Itulah sebabnya dalam mengerjakan sesuatu anak terlihat lebih tekun.
            6. Anak dapat berbagi dan bermain bersama-sama dengan temannya. Contoh, waktu bermain balok-balok, anak bisa bermain bersama-sama dengan temannya membangun sesuatu.
            7. Anak senang berbicara, pertanyaan anak juga sudah lebih rumit. Pertanyaan yang diajukan tidak lagi menggunakan kata tanya “apa”, tetapi sudah berkembang menjadi “mengapa”. Contoh, “Ayah, mengapa ayam kalau dari jauh menjadi kecil?” Anak juga cepat tanggap jika ada hal-hal yang bertentangan dengan apa yang sudah ibu-ayah ucapkan, “Kata Ibu, sebelum makan harus cuci tangan dulu, tapi kok Ayah boleh makan padahal belum cuci tangan?”

            PANDUAN MENYIAPKAN ANAK MASUK SD
            Dengan melihat ciri-ciri kesiapan anak masuk SD, inilah yang perlu dilakukan ibu-ayah agar ananda siap masuk SD.
            1. Sering mengajak anak berkunjung ke lingkungan di luar rumah, agar anak terbiasa dengan berbagai lingkungan yang ada, misalnya diajak ke pasar, ke warung, ke rumah bu RT. Dorong ananda untuk berkenalan dan minta ia memerhatikan kegiatan yang sedang dilakukan di pasar atau warung, dan sebagainya.
            2. Tanyakan pada anak, apa yang telah dilakukannya di hari itu. Hargailah setiap jawaban anak. Hindari pertanyaan yang diajukan bertubi-tubi karena akan membuat anak kesal dan akhirnya tidak mau bercerita. Contoh, “Adik sedang apa? Tadi waktu Ibu ke pasar, Adik menangis tidak? Besok Adik mau ikut Ibu dan Bapak ke rumah Eyang?” Pertanyaan-pertanyaan seperti ini membuat anak bingung; dia belum menjawab satu pertanyaan, eh sudah diajukan lagi pertanyaan lain.
            3. Berkunjung ke SD yang ada di dekat rumah atau SD yang akan dituju kelak dan berkenalanlah dengan guru-guru di sana. Hal ini berguna bagi anak agar tidak malu dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Kalau sering berkunjung dan berkenalan dengan guru- guru di sana, anak pun akan terbiasa dengan lingkungan sekolahnya kelak. Jika anak memiliki kakak di SD, tentu akan lebih mudah bagi ibu-ayah untuk memperkenalkan lingkungan SD.
            4. Ajak anak untuk menyalurkan kegiatan fisiknya secara lebih terarah, misalnya berlari, memanjat pohon, meniti trotoar (pinggir jalan raya).
            5. Perbanyak kegiatan yang menunjang perkembangan motorik halus seperti bermain tanah liat, membuat tulisan di atas pasir atau tepung dengan menggunakan jari tangan, membantu ibu menggiling adonan, membantu ibu memeras santan, dan lainnya. Tanamkan tanggung jawab dan kemandirian kepada anak, seperti selesai makan membawa piring ke dapur untuk dicuci ibu, membereskan mainan setiap kali selesai bermain, dan lain-lain. Pada awalnya ibu-ayah memberikan contoh, kemudian melakukannya bersama anak, selanjutnya biarkan anak melakukannya sendiri, sehingga lama kelamaan akhirnya anak terbiasa dan tidak selalu minta tolong ibu-ayah maupun orang dewasa lainnya.
            6. Ciptakan kondisi belajar sambil bermain sehingga anak terbiasa bahwa belajar itu menyenangkan. Contoh, sambil mengajak anak ke pasar diperkenalkan nama sayuran dan warnanya, apa bedanya dengan sayuran lain, dan seterusnya.
            7. Hargai setiap hasil karya anak. Ketika anak menunjukkan hasil tempelan aneka daun-daunan di sebuah kertas, katakan kepada anak, “Wah... bagus sekali hasil buatanmu, Nak. Ibu boleh tahu tidak ini apa?”.Hal ini dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Hindari perkataan seperti, “Mestinya bentuknya seperti ini...” (sambil ditunjukkan caranya). Komentar seperti ini akan mengecilkan hati anak dan membuat anak merasa tidak dihargai hasil karyanya, akhirnya anak jadi malas untuk berkarya lagi.
            8. Jawablah setiap pertanyaan anak, namun jika ibu-ayah tidak tahu, katakanlah secara terus terang, “Wah, Nak...Ibu belum tahu kenapa kapal terbang bisa terbang.... Coba nanti kita tanya Bapak, mungkin Bapak tahu jawabnya.”
            9. Boleh juga bila ibu-ayah mau memperkenalkan anak dengan kegiatan menulis, membaca, dan berhitung untuk membantu perkembangan kemampuan dasar anak. Akan tetapi lakukan melalui kegiatan yang menyenangkan dan sambil bermain sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas. Misalnya, kegiatan menulis, “Ayo... sekarang membuat titik-titik air hujan.”

            Yang Harus Dihindari Oleh Ibu Dan Ayah:
            1. Memaksa anak belajar menulis, membaca, atau berhitung di saat anak belum siap.
            2. Menuntut terlalu tinggi pada anak. Misalnya, anak harus bisa menulis dengan rapi, sehingga jika terjadi kesalahan, anak harus menghapus dan mengulangnya kembali sampai betul.
            3. Menyempurnakan hasil karya anak, karena ibu-ayah tidak puas dengan hasil karya anak. Cara ini sungguh tidak bijak, karena dapat membuat anak menjadi kecil hati.

              Download Buku Parenting Kesiapan Anak Bersekolah

              Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Parenting Kesiapan Anak Bersekolah ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

              Buku Parenting Kesiapan Anak Bersekolah



              Download File:
              Buku Parenting - Kesiapan Anak Bersekolah.pdf

              Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku Parenting Kesiapan Anak Bersekolah. Semoga bisa bermanfaat.
              Juknis PPDB Tahun 2018 Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 Tentang PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) TK SD SMP SMA SMK dan Sederajat

              Diposting oleh Pada 5/25/2018 09:22:00 AM dengan No comments

              Berikut ini adalah berkas Juknis PPDB Tahun 2018 yaitu Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 Tentang PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) TK SD SMP SMA SMK dan Sederajat. Download file format PDF.

              Juknis PPDB Tahun 2018
              Juknis PPDB Tahun 2018

              Juknis PPDB Tahun 2018 Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 Tentang PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) TK SD SMP SMA SMK dan Sederajat

              Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Juknis PPDB Tahun 2018 Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018:

              PPDB bertujuan untuk menjamin penerimaan peserta didik baru berjalan secara objektif, transparan, akuntabel, nondiskriminatif, dan berkeadilan dalam rangka mendorong peningkatan akses layanan pendidikan.

              Nondiskriminatif dikecualikan bagi sekolah yang secara khusus melayani peserta didik dari kelompok gender atau agama tertentu.

                Download Juknis PPDB Tahun 2018 Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 Tentang PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) TK SD SMP SMA SMK dan Sederajat

                Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Juknis PPDB Tahun 2018 Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 Tentang PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) TK SD SMP SMA SMK dan Sederajat ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

                Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 Tentang PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) TK SD SMP SMA SMK dan Sederajat



                Download File:

                Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 Tentang PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) TK SD SMP SMA SMK dan Sederajat.pdf


                Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Juknis PPDB Tahun 2018 Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 Tentang PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) TK SD SMP SMA SMK dan Sederajat. Semoga bisa bermanfaat.

                Formulir Kontak

                Nama

                Email *

                Pesan *