Buku Bio Energi Perdesaan (BEP) Biogas Skala Rumah Tangga

Berikut ini adalah berkas Buku Program Bio Energi Perdesaan (BEP) Biogas Skala Rumah Tangga yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Departemen Pertanian Tahun 2006. Download file format PDF.

Buku Program Bio Energi Perdesaan (BEP) Biogas Skala Rumah Tangga
Buku Bio Energi Perdesaan (BEP) Biogas Skala Rumah Tangga

Buku Bio Energi Perdesaan (BEP) Biogas Skala Rumah Tangga

Berikut ini kutipan teks/keterangan dari isi berkas Buku Program Bio Energi Perdesaan (BEP) Biogas Skala Rumah Tangga:

KATA PENGANTAR

Buku informasi mengenai biogas skala rumah tangga Ini dibuat dan disebarluaskan dalam rangka sosialisasi penggunaan salah satu sumber bioenergi yang dapat digunakan oleh masyarakat khususnya di perdesaan yaitu biogas, yang dapat dihasilkan dengan pengolahan sederhana terhadap kotoran temak sapi, kerbau ataupun ternak lainnya seperti babi dan unggas.

Adapun tujuan dari sosialisasi penggunaan biogas sebagai salah satu energi alternatif untuk keperluan rumah tangga, termasuk untuk keperluan industri rumah tangga adalah dalam rangka mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar minyak (minyak tanah) dan mengurangi penebangan hutan untuk kayu bakar. Oengan demikian maka diharapkan akan dapat memecahkan masalah kebutuhan energi untuk keperluan rumah tangga khususnya di perdesaaan dan sekaligus pelestarian lingkungan hidup.

Semoga informasi ini bermanfaat dan memberikan kontribusi terhadap program Pengembangan Bio-energi Perdesaan.

Program Bio Energi Perdesaan (BEP)

Salah satu perrnasalahan nasional yang kita hadapi dan harus dipecahkan serta dicarikan jalan keluarnya pada saat ini adalah masalah energi, baik untuk keperluan rumah tangga, maupun untuk industri dan transportasi.

Terkait dengan masalah tersebut, salah satu kebijakan pemerintah ialah rencana pengurangan penggunaan bahan bakar minyak tanah untuk keperluan rumah tangga.

Sejalan dengan hal itu pemerintah juga mendorong upaya-upaya untuk penggunaan sumber-sumber energi alternatif lainnya yang dianggap layak dilihat dari segi teknis, ekonomi, dan lingkungan, apakah itu berupa biofuel, biogas/gas bio, briket arang dan lain sebagainya.

Beberapa waktu yang lalu sempat menjadi wacana kemungkinan digunakannya briket batu bara. Namun, belakangan upaya ke arah itu agaknya tidak diteruskan atau sementara dihentikan dulu karena dianggap belum layak dari segi lingkungan khususnya jika digunakan untuk energi rumah tangga.

Dalam rangka pemenuhan keperluan energi rumah tangga khususnya di perdesaan maka perlu dilakukan upaya yang sistematis untuk menerapkan berbagai alternatif energi yang layak bagi masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut maka salah satu upaya terobosan yang dilakukan adalah melaksanakan program Bio Energi Perdesaan (BEP), yaitu suatu upaya pemenuhan energi secara swadaya (self production) oleh masyarakat khususnya di perdesaan, terrnasuk bagi masyarakat di desa-desa terpencil seperti di daerah pedalaman dan kepulauan.

Pelaksanaan program BEP juga terkait dengan upaya-upaya pengembangan agribisnis dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Secara garis besar tujuan program BEP adalah berkembangnya swadaya masyarakat dalam penyediaan dan penggunaan bio energi (bio gas, bio massa, dan bio fuel) bagi keper1uan rumah tangga termasuk untuk kegiatan usaha industri rumah tangga khususnya di perdesaan.

Adapun sasaran (Output) program BEP adalah:
  1. Tersosialisasinya teknologi penyediaan bio energi secara swadaya untuk keperluan rumah tangga khususnya di perdesaan.
  2. Terbangunnya pilot model biogas, biomassa, dan bio fuel di setiap provinsi.

Outcome yang diharapkan adalah :
  1. Diterapkannya teknologi penyediaan dan penggunaan bio energi untuk keperluan rumah tangga khususnya di perdesaan.
  2. Berkembangnya usaha agribisnis yang terpadu dengan penyediaan bio energi (peternakan, hortikultura, perkebunan dll).
  3. Berkembangnya usaha agroindustri masyarakat yang ditunjang oleh penyediaan dan penggunaan bio enerql secara swadaya oleh masyarakat di perdesaan.

Dengan output dan outcome tersebut di atas maka diharapkan program BEP akan mempunyai dampak (impact) positif yang signifikan dalam hal :
  1. Tersedianya energi untuk rumah tangga secara swadaya masyarakat di perdesaan
  2. Berkurangnya ketergantungan masyarakat terhadap bahan energi konvensional (minyak tanah dan LPG).
  3. Peningkatan kesejahteraan masyarakat.
  4.  Kelestarian sumber daya alam.

Biogas
  • Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses penguraian bahan-bahan organik oleh mikroorganisme pada kondisi langka oksigen (anaerob).
  • Komponen Biogas :
  • ± 60 % CH4 (metana)
  • ± 38 % C02 (karbon dioksida)
  • ± 2 % N2, 02, H2, & H2S
  • Biogas dapat dibakar seperti elpiji, dalam skala besar biogas dapat digunakan sebagai pembangkit energi listrik, sehingga dapat dijadikan sumber energi altematif yang ramah lingkungan dan terbarukan.
  • Sumber energi Biogas yang utama: kotoran ternak Sapi, Kerbau, Babi dan Kuda
  • Kesetaraan biogas dengan sumber energi lain 1 m3 Biogas setara dengan: Elpiji 0,46 kg Minyak tanah 0,62 liter Minyak solar 0,52 liter Bensln 0,80 liter Gas kola 1,50 m3 Kayu bakar 3,50 kg

Sejarah Pemanfaatan Biogas

Cina
  • Sejak tahun 1975 "biogas for every householc/'. Pada tahun 1992, 5 juta rumah tangga di China menggunakan biogas.
  • Reaktor biogas yang banyak digunakan adalah model sumur tembok dengan bahan baku kotoran ternak & manusia serta limbah pertanian.
India
  • Dikembangkan sejak tahun 1981 melalui "The National Project on Biagas Development oleh Departemen Sumber Energi non-Konvensional. Tahun 1999, 3 juta rumah tangga menggunakan biogas.
  • Reaktor biogas yang digunakan model sumur tembok dan dengan drum serta dengan bahan baku kotoran temak dan limbah pertanian.
Indonesia
  • Mulai diperkenalkan pada tahun 1970-an, pada tahun 1981 melalui Proyek Pengembangan Biagas dengan dukungan dana dari FAQ dibangun contoh instalasi biogas di beberapa provinsi.
  • Penggunaan biogas belum cukup berkembang luas antara lain disebabkan oleh karena masih relatif murahnya harga BBM yang disubsidi, sementara teknologi yang diperkenalkan selama ini masih memerlukan biaya yang cukup tinggi karena.berupa konstruksi beton dengan ukuran yang cukup besar.
  • Mulai tahun 2000-an telah dikembangkan reaktor biogas skala kecil (rumah tangga) dengan konstruksi sederhana, terbuat dari plastik secara siap pasang (knockdown) dan dengan harga yang relatif murah.

Manfaat Biogas

Manfaat energi biogas adalah sebagai pengganti bahan bakar khususnya minyak tanah dan dipergunakan untuk memasak. Dalam skala besar, biogas dapat digunakan sebagai pembangkit energi listrik. Di samping itu, dari proses produksi biogas akan dihasilkan sisa kotoran ternak yang dapat langsung dipergunakan sebagai pupuk organik pada tanaman/budidaya pertanian.

Potensi Pengembangan Biagas di Indonesia

Potensi pengembangan Biagas di Indonesia masih cukup besar. Hal tersebut mengingat cukup banyaknya populasi sapi, kerbau dan kuda, yaitu 11 juta ekor sapi, 3 juta ekor kerbau dan 500 ribu ekor kuda pada tahun 2005. Setiap 1 ekor ternak sapi/kerbau dapat dihasilkan + 2 m3 biogas per hari.

Potensi Ekonomis Biogas

Potensi ekonomis Biogas adalah sangat besar, hal tersebut mengingat bahwa 1 m3 biogas dapat digunakan setara dengan 0,62 liter minyak tanah. Di samping itu pupuk organik yang dihasilkan dari proses produksi biogas sudah tentu mempunyai nilai ekonomis yang tidak kecil pula.

    Download Buku Bio Energi Perdesaan (BEP) Biogas Skala Rumah Tangga

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Program Bio Energi Perdesaan (BEP) Biogas Skala Rumah Tangga ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

    [Download] Buku Biogas Skala Rumah Tangga.pdf

    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku Program Bio Energi Perdesaan (BEP) Biogas Skala Rumah Tangga. Semoga bisa bermanfaat.

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel