Buku Kualitas Perairan untuk Pemeliharaan Ikan

Berikut ini adalah berkas Buku Kualitas Perairan untuk Pemeliharaan Ikan yang diterbitkan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Selatan Tahun 2020. Download file format PDF.

Buku Kualitas Perairan untuk Pemeliharaan Ikan
Buku Kualitas Perairan untuk Pemeliharaan Ikan

Buku Kualitas Perairan untuk Pemeliharaan Ikan

Berikut ini kutipan teks/keterangan dari isi berkas Buku Kualitas Perairan untuk Pemeliharaan Ikan:

Daftar Isi

Kata Pengantar
Daftar Isi

Pendahuluan
A. Pengertian
B. Sumber Air

Persyaratan Parameter Kualitas Air
A. Suhu Air
B. Kecerahan Air
C. Derajat Keasaman
D. Oksigen Terlarut (DO)
E. Nitrogen Dalam Air
F. Pengaturan Ketinggian Air
Metode Pergantian Air
Persiapan Kolam

Penutup
Daftar Pustaka

Pendahuluan

A. Pengertian

Kualitas perairan adalah kedadaan mutu air memang sangat penting untuk meningkatkan produksi budidaya ikan. Kualitas air hendaknya sesuai untuk perikanan, dimana ikan dapat hidup dengan baik dan sehat. Tujuan dari pengelolaan kualiatas air adalah agar keadaaan atau mutu air dapat sesuai dengan kondisi ikan peliharaan. Pada prinsipnya untuk meningkatkanb kualitas air maka dapat dengan memasukan bahan bermanfaat (O2) dan membuang bahan tidak bermanfaat atau bahkan membahayakan seperti Feses, NH3 dan CO2.

B. Sumber Air
  1. Air Permukaan adalah air hujan yang mengalami limpasan atau terakumulasi sementara di tempat rendah minsalnya air sungai, waduk, danau dan rawa.
  2. Air tanah adalah air hujan yang mengendap atau air yang berada di bawah permukaan tanah. 

Persyaratan Parameter Kualitas Air

A. Suhu Air

Suhu air sangat berpengaruh terhadap perkembangan ikan dimana perubahan suhu yang tinggi dalam suatu perairan akan mempengaruhi proses metabolisme, aktifitas tubuh dan syaraf ikan. Suhu yang optimal bagi pemeliharaan ikan berkisar 27-30 °C. Suhu dibawah normal menyebabkan ikan kehilangan nafsu makan dan menjadi lebih rentan terhadap penyakit namun suhu terlalu tinggi juga dapat membuat ikan mengalami stres pernafasan dan kerusakan insang permanen. Biasanya perubahan suhu dikarenakan terjadinya perubahan suhu saat memasukkan ikan baru kedalam suatu wadah dimana usaha menyesuaikan suhu tidak dilakukan dengan baik. Selain itu, saat menambahkan air baru pada kolam air tersebut tidak memiliki temperatur yang sama dengan air kolam.

B. Kecerahan Air

Kecerahan air dapat mempengaruhi masuknya sinar matahari kedalam kolam. Angka kecerahan air yang optimal berkisar 30-40 cm. Apabila kecerahan lebih dari 45 cm maka plankton yang hidup pun berkurang maka perlu dilakukan pemupukan susulan. 

C. Derajat Keasaman

pH (puisance negative de H) pada air dapat menunjukkan tinggi rendahnya konsentrasi ion hidrogen di suatu kawasan perairan. pH yang optimal untuk pemeliharaan ikan antara 6 – 9. Perairan dengan yang pH nya rendah mengakibatkan aktifitas pertumbuhan ikan menurun, ikan menjadi lemah serta mudah terinfeksi penyakit dan biasanya diikuti tingkat kematian yang tinggi.

D. Oksigen Terlarut (DO)

Ketersediaan oksigen dalam air sangat dibutuhkan organisme air untuk hidup karena dapat mempengaruhi pertumbuhan ikan. Insang pada ikan akan bekerja lebih baik ketika ada banyak oksigen pada air. Kandungan oksigen terlarut yang optimal bagi ikan adalah > 4 ppm. Kandungan DO kecil dari
4 ppm menyebabkan nafsu makan ikan/udang menurun, menghambat pertumbuhan, timbulnya penyakit sampai terjadi kematian. Kandungan oksigen terlarut dalam air wadah pemeliharaan sebaiknya berkisar 7- 9 ppm.

Cara untuk menanggulangi terjadinya kekurangan kadar oksigen dalam air:
  1. Menurunkan suhu/temperature air
  2. Mengurangi kedalaman air
  3. Mengurangi bahan organic pada air
  4. Usahakan agar air selalu mengalir dan rutin mengganti air.

E. Nitrogen Dalam Air

Nitrogen didalam perairan dapat berupa Nitrogen anorganik seperti ammonia (NH3), ammonium (NH4), Nitrit (NO2), Nitrat (NO3) dan molekul Nitrogen (N2) dalam bentuk gas. Nitrogen organik adalah nitrogen yang berasal bahan berupa protein, asam amino dan urea.

Kadar N (NH3) digunakan sebagai indikator untuk menyatakan derajat polusi. Sementara itu Kadar amonia (NH3) didalam wadah budidaya ikan sebaiknya < 0,2 mg/l (ppm). Penyebab kadar amonia yang tinggi yaitu adanya pencemaran bahan organik yang berasal dari limbah domestik, industri dan limpasan pupuk pertanian.

F. Pengaturan Ketinggian Air

Pengaturan ketinggian air menjadi penting karena berkaitan dengan kemampuan jelajah ikan dan jumlah tebar (kepadatan), Prinsip pengaturan volume air disesuaikan dengan perkembangan ukuran ikan. Penambahan ketinggian air kolam harus dilakukan secara bertahap, tidak sekaligus dan air dialirkan sedikit demi sedikit hingga mencapai ketinggian yang diinginkan. 

Metode Pergantian Air

Penggantian air ditentukan oleh kulitas air, Penggantian air dilakukan secara bertahap agar ikan tidak stress. Penggantian air secara total hanya dilakukan ketika sortir dan panen Parameter fisik untuk menentukan penggantian air yakni warna dan bau air.
  1. Perubahan Warna Air disebabkan oleh pemupukan sisa metabolisme dan pakan yang tidak termakan, jika air sudah berwarna hitam, tandanya proses dekomposisi sudah tidak berjalan sehingga terjadi proses pembusukkan.
  2. Perubahan Bau disebabkan oleh proses pembusukkan bahan organic. Indikasinya terjadi penimbunan amoniak sehingga pH air turun (air menjadi asam). Kondisi asam dapat menyebabkan bakteri pathogen lebih mudah hidup dan berkembang. Jika air tidak diganti respon terhadap pakan menurun dan pemberian suplemen air menjadi sia-sia. Penggantian air sebaiknya dilakukan pukul 5-6 pagi.
  3. Penyimponan bertujuan untuk mengurangi sisa metabolisme dan sisa pakan yang mengendap di dasar kolam. Tambahkan air baru jika volume air kolam dirasa sangat kurang (pengelolaan air hujan), karena ketika hujan air menjadi asam, Idealnya air harus dialirkan agar air di permukaan segera terbuang Cara lainnya: pasang pipa paralon pembuangan setinggi permukaan air kolam. Lakukan cara ini setiap kali turun hujan.

Persiapan Kolam

Pemilihan kolam yang paling sesuai dengan keadaan daerah setempat berbagai pilihan kolam yang dapat dicoba seperti, kolam terpal, kolam bioflok, kolam permanen, kolam dengan karamba jaring tancap atau karamba jaring apung, dan lain-lain.

Untuk wilayah pasang surut dan wilayah lahan bergambut perlu diperhatikan cara penggalian kolam yang mengikuti teknik pembuatan kolam dilahan tanah bersulfat masam. Apanila budi daya ikan dilakukan dengan air dari saluran primer yang sedikit lebih tinggi pH-nya perlu pemberian kapur sebanyak 1-2 Ton/ha (100 – 200 gr / m2).

Catatan sebelum menebar benih ikan, bahwa kualitas air terutama pH harus diukur sampai sesuai untuk Ikan dan ikan bisa segera ditebar.

    Download Buku Kualitas Perairan untuk Pemeliharaan Ikan

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Kualitas Perairan untuk Pemeliharaan Ikan ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

    [Download] Buku Kualitas Perairan untuk Pemeliharaan Ikan.pdf

    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku Kualitas Perairan untuk Pemeliharaan Ikan. Semoga bisa bermanfaat.

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel