Buku Panduan Lengkap Mengajar TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an)

Berikut ini adalah berkas Buku Panduan Lengkap Mengajar TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an). Download file format PDF. 

Buku Panduan Lengkap Mengajar TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an)
Buku Panduan Lengkap Mengajar TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an)

Buku Panduan Lengkap Mengajar TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an)

Mudah-mudahan ini bisa menjawab pencarian Anda terkait dengan materi untuk anak TPA pdf, seperti materi TPA anak, materi pembelajaran TPQ pdf, materi anak TPA, materi mengajar TPA, materi TPA masjid, materi untuk anak TPA, dan lain-lain.

Berikut ini kutipan teks/keterangan dari isi berkas Buku Panduan Lengkap Mengajar TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an):

Judul buku : PANDUAN LENGKAP MENGAJAR TAMAN PENDIDIKAN AL QUR’AN (TPA)
Penyusun : Dr. Abu Zakariya Sutrisno
Editor Bahasa : Ummu Zakariya
Cover/Layout : Gugun design
Penerbit : Yayasan Hubbul Khoir, Kab. Sukoharjo, Jawa Tengah
Cetakan : Pertama, 2018

PENGANTAR

Al Qur’an memiliki kedudukan yang sangat agung dalam agama Islam. Al Qur’an adalah kitab suci terakhir yang Allah turunkan kepada umat manusia, sebagai petunjuk sekaligus penyempurna kitab-kitab sebelumnya. Mempelajari dan mengajarkan Al Qur’an adalah sebaik-baik pekerjaan. Hal ini ditegaskan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam dalam sabda beliau: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al Qur’an dan mengajarkannya.” (HR Bukhari no. 5027)

Taman pendidikan Al Qur’an atau disingkat TPA/TPQ memiliki peranan penting sebagai tempat untuk mengajarkan Al Qur’an dan juga menanamkan dasar-dasar agama bagi generasi muda Islam. Terbatasnya panduan dan referensi yang ada kadangkala menjadi permasalahan tersendiri dalam mengajar dan mengelola TPA. Oleh karena itu, buku ini disusun sebagai panduan penting bagi para pengajar dan pengelola TPA/TPQ. Buku ini berisi kumpulan materi TPA meliputi ilmu tajwid, doa- doa, dasar-dasar agama (rukun iman, rukun Islam, tauhid, adab), thaharah, tatacara sholat dan lainnya. Beberapa materi tambahan juga disedikan dalam buku ini seperti kumpulan hadits pilihan, bahasa Arab dasar, dan permainan-permainan sederhana.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar 

Bab I: Pendahuluan
A. Keutamaan Al Qur’an
B. Keutamaan Mempelajari dan Mengajarkan Al Qur’an
C. Sekilas Tentang TKA, TPA/TPQ dan TQA 
D. Tentang Buku Ini

Bab II: Mengajar dan Mengelola TPA
A. Pengelolaan TPA
B. Tips dan Nasehat Bagi Pengajar TPA
C. Metode (Panduan) Belajar Membaca Al Qur’an
1. Metode Iqra’
2. Metode Qira’ati
3. Metode yang lainnya
D. Pengelompokan Santri
E. Kurikulum dan Jadwal TPA
F. Pendanaan
G. Buku Santri

Bab III: Hafalan Al Qur’an, Tahsin dan Ilmu Tajwid 
A. Hafalan Al Qur’an
B. Tahsin dan Ilmu Tajwid

Bab IV: Dzikir dan Doa
A. Dua puluh (20) Dzikir dan Doa Pilihan
B. Bacaan Setelah Sholat
C. Dzikir Pagi dan Petang

Bab V: Dasar-Dasar Agama
A. Rukun Islam
B. Rukun Iman
C. Tentang Tauhid
D. Tentang Syirik
E. Akhlak Mulia
F. Akhlak Tercela
G. Adab-Adab Islami

Bab VI: Thoharoh dan Sholat
A. Wudhu
B. Pembatal Wudhu
C. Syarat-Syarat Sholat
D. Rukun Sholat
E. Sifat Sholat
F. Pembatal Sholat

Bab VII: Sirah dan Kisah-Kisah
A. Sirah singkat Nabi Muhammad
B. Kisah 25 Nabi dan Rasul
C. Kisah-Kisah lain

Bab VIII: Materi Tambahan
A. Hafalan Hadits
B. Bahasa Arab Dasar
C. Lomba dan Kuis Keislaman
D. Permainan dan Percobaan Sederhana

Referensi

BAB I PENDAHULUAN

Sebagai motivasi untuk mengajarkan Al Qur’an, dalam pendahuluan ini penulis ingin menyampaikan beberapa hal terkait keutamaan Al Qur’an, keutamaan mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya. Penulis juga memberikan pemaparan sekilas tentang TPA dan juga tentang isi buku ini.

A. Keutamaan Al Qur’an

Al Qur’an memiliki kedudukan yang sangat agung dalam agama Islam. Al Qur’an adalah petunjuk hidup seorang muslim dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Dia adalah kitab terakhir yang Allah turunkan sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya. Dia Adalah mu’jizat terbesar Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wassalam. Al Qur’an adalah nasehat atau pelajaran dari Tuhan semesta alam. Dia juga sebagai obat dari segala penyakit hati, baik yang berbentuk syubhat (kerancuan pemikiran) maupun syahwat. Dia merupakan petunjuk, barangsiapa yang berpegang padanya tidak akan tersesat.

Salah satu yang menunjukkan keutamaan al Qur’an adalah dijanjikannya pahala bagi yang membacanya. Sekedar membaca saja sudah berpahala, dan ini tentu berbeda dengan bacaan yang lainya baik hadits maupun yang lainnya.

Merupakan keutamaan al Qur’an yang lain yaitu kelak pada hari kiamat Al Qur’an akan menjadi syafaat bagi orang-orang yang membaca dan mempelajarinya. Rasulullah bersabda, “Bacalah al Qur’an sesungguhnya dia akan datang di hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi yang membacanya” (HR Muslim). Masih banyak dalil-dalil lain yang menunjukkan keutamaan Al Qur’an.

B. Keutamaan Mempelajari dan Mengajarkan Al Qur’an

Mengingat begitu agungnya kedudukan Al Qur’an, hendaknya kita berinteraksi sebaik-baiknya dengan Al Qur’an. Semampu mungkin kita berusaha menjadi ahli Qur’an. Seorang Ahli Al Qur’an senantiasa berusaha untuk membaca, mempelajari, mentadaburi, mengamalkan serta mendakwahkan isi Al Qur’an. Dalam sebuah haditsnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menyatakan dengan tegas bahwa sebaik-baik manusia adalah yang mempelajari dan mengajarkan Al Qur’an.

Setelah kita mempelajari sesuatu yang baik maka hendaknya berusaha semaksimal mungkin untuk mengajarkannya. Termasuk juga Al Qur’an. Mengajarkan Al Qur’an termasuk memberi petunjuk dan mengarahkan dalam kebaikan. Orang yang mengarahkan kepada kebaikan maka akan mendapat pahala seperti yang melakukannya.

Bayangkan misalkan Anda mengajarkan Al Qur’an pada 10 orang atau anak sampai mereka bisa membaca Al Qur’an dengan benar. Dikemudian hari selama orang atau anak tersebut membaca Al Qur’an maka Anda akan ikut mendapatkan pahalanya. Mengajarkan ilmu, termasuk juga ilmu membaca Al Qur’an, adalah salah satu bentuk amal jariyah yang terus
mengalir pahalanya.

C. Sekilas Tentang TKA, TPA/TPQ, TQA

Taman Pendidikan Al Qur’an, disingkat TPA atau TPQ bukan sesuatu yang asing di negara kita. Hampir di setiap masjid baik di desa maupun di kota diselenggarakan TPA. Di beberapa tempat, selain TPA ada juga Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (disingkat TKA). Kalau TPA ditargetkan untuk anak usia sekolah dasar (SD) adapun TKA untuk anak usia dibawah itu (TK). Selain itu ada pula Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang biasanya ditujukan bagi yang sudah selesai TPA. Jenjang pendidikan Al Qur’an ini juga disebutkan dalam Peraturan Pemerintah No. 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, pada pasal 24 ayat 2: “Pendidikan Al-Qur’an terdiri dari Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKQ), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Ta’limul Qur’an lil Aulad (TQA), dan bentuk lain yang sejenis.” Namun pada prakteknya seringkali seluruh jenjang pendidikan Al Qur’an ini digabung dan disebut “TPA/TPQ”.

Kalau di luar negeri, khususnya di negara-negara Arab lebih dikenal dengan halaqah tahfidzil Qur’an yang mana lebih fokus pada hafalan dan tahsin bacaan Al Qur’an karena secara umum anak-anak sudah bisa membaca Al Qur’an dan mampu baca tulis huruf Hija’iyah. Namun dari sisi pelaksanaan tidak jauh berbeda, yaitu anak-anak belajar di masjid di sore hari (baik setelah Ashar maupun Magrib) dan dibimbing ustadz/ustadzah.

Program TKA, TPA/TPQ cukup banyak berperan memberantas buta Al Qur’an di Indonesia. Keberadaan TPA saat penting sekali untuk membentuk masyarakat yang Islami. Generasi muda Islam harus difahamkan dengan Al Qur’an dan dikenalkan dengan hal-hal dasar dalam agamanya sejak dini. Kita patut berbangga dengan adanya orang-orang yang memiliki ketulusan dan kesungguhan yang luar biasa dalam mengajar dan mengelola TPA mulai dari takmir masjid, IRMAS (ikatan remaja masjid), pelajar/mahasiswa atau yang lainnya. Mereka rela mengobarkan waktu dan tenaga untuk mendidik santri-santri TPA. Saat ini di berbagai daerah di Indonesia juga telah didirikan Badan Koordinator (Badko) TKA-TPA. Lembaga ini berfungsi sebagai wadah untuk koordinasi dan sekaligus sebagai tempat untuk sharing pengalaman para penyelenggara TPA.

D. Tentang Buku Ini

Buku ini berisi panduan dan petunjuk penting bagi para pengajar TKA, TPA/TPQ maupun TQA. Selain itu, buku ini juga berisi kumpulan materi yang meliputi ilmu tajwid, akidah, akhlak, ibadah, do’a-doa dan lainnya. Sebagian pembahasan di buku ini kami ringkaskan dari buku kami “Panduan Muslim Sesuai Al Qur’an dan As Sunnah, Lengkap dalam Masalah Akidah, Akhlak, Ibadah dan Lainnya”. Bagi yang ingin membaca lebih lanjut bisa merujuk buku tersebut. Untuk panduan utama belajar membaca Al Qur’an kami menyarankan mengikuti metode Iqra’, Qira’aty maupun yang lainnya yang telah dikenal luas di Indonesia.

Buku ini memuat berbagai macam materi yang diharapkan bisa menjadi referensi para pengajar atau pengelola TPA. Buku ini bisa menjadi pegangan awal untuk mengajar TPA. Buku ini juga bisa dijadikan referensi bagi orang tua untuk mengajar putra-putrinya di rumah. Kami berusaha menyampaikan materi yang ada dalam buku ini secara singkat. Jika dirasa kurang materi-materi yang ada bisa dikembangkan sesuai kebutuhan. Di sisi lain, tidak perlu memaksakan menyampaikan seluruh isi buku ini jika memang ada keterbatasan waktu atau SDM pengajar TPA. Tujuan yang paling penting dari penyelenggaraan TPA adalah bagaimana santri bisa membaca al Qur’an. Ini target utama yang harus dicapai. Adapun yang lainnya adalah sekedar tambahan.

BAB II MENGAJAR DAN MENGELOLA TPA

Bab ini berisi tentang berbagai tips dan panduan untuk mengajar dan mengelola TPA. Mengajar dan mengelola TPA sering kali menjadi dua aktifitas yang menyatu, selain sebagai pengajar TPA seseorang biasanya sekaligus juga sebagai pengelola. Jika pengajar sebatas bertugas menyampaikan materi dan mendampingi santri dalam proses belajar mengajar maka, pengelola TPA lebih dari itu. Pengelola TPA juga harus memikirkan tentang kurikulum yang tepat, memanajemen SDM pengajar, sarana-prasarana, pendanaan dan lainnya.

A. Pengelolaan TPA

Penyelenggaraan TPA saat ini sangat beragam, mulai dari yang paling sederhana (seorang diri mengajar TPA) sampai dengan yang telah dikelola secara profesional dengan kepengurusan memadai dan program-program yang beragam. Namun disayangkan banyak TPA yang belum dikelola dengan efektif baik karena keterbatasan SDM atau faktor yang lainnya. Bahkan sebagian terkesan dikelola secara asal-asalan. Ada beberapa faktor penting yang mendukung suksesnya penyelenggaraan TPA. Diantara faktor tersebut adalah sebagai berikut.
  • SDM pengajar atau ustadz/ustadzah yang mumpuni
  • Santri yang aktif
  • Metode belajar yang tepat
  • Adanya kurikulum dan proses evaluasi yang jelas
  • Sarana dan prasarana yang memadai
  • Manajemen pengelolaan TPA yang baik
  • Dukungan dari masyarakat, wali santri dan lainnya

SDM pengajar (ustadz/ustadzah) adalah tulang punggung utama dalam penyelenggaraan TPA. Mereka yang mendidik dan berinteraksi secara langsung dengan santri-santri TPA. Pengajar yang mumpuni dan interaktif akan membuat santri lebih aktif dan mudah menerima pelajaran. Pengelola TPA harus selektif dalam merekrut pengajar TPA. Jika memungkinkan perlu diadakan training secara berkala bagi pengajar TPA. Baik berkaitan dengan materi maupun berkaitan dengan skill mengajar.

Kurikulum juga sangat penting, karena itu yang akan menjadi panduan dalam proses belajar mengajar. Betapa banyak pengajar yang bingung apa yang harus diajarkan karena tidak adanya kurikulum. Sejak awal perlu ditentukan target pembelajaran yang jelas, metode belajar yang dipakai, jadwal belajar dan juga cara melakukan evaluasi terhadap perkembangan kemampuan santri.

B. Tips dan Nasehat Bagi Pengajar TPA

Mengajar TPA bisa dikatakan susah-susah gampang. Sebagian orang mungkin merasa mengajar TPA adalah hal yang mudah karena materi yang disampaikan sederhana dan intinya sebenarnya adalah bagaimana santri bisa baca Al Qur’an. Sebagian yang lain mungkin sebaliknya, merasa sulit dalam mengajar TPA secara efektif. Sebagian orang mengalami kesulitan dalam pengkodisian santri (anak-anak susah diatur), dan juga minim ilmu- ilmu tambahan yang diperlukan untuk mengajar seperti ilmu tentang akidah, ibadah dan ilmu-ilmu yang lainnya. Kesulitan biasanya dialami bagi yang baru awal-awal mengajar TPA. Berikut ini beberapa saran dan tips penting bagi pengajar TPA. Semoga ini bisa menjadi bekal agar semakin siap dan efektif dalam mengajar TPA.

Pertama: Keikhlasan dan ketulusan

Keikhlasan dan ketulusan sangat penting dalam mengajar TPA. Seringkali mengajar TPA tidak diberi upah. Jika pun disediakan maka biasanya tidak seberapa. Butuh keikhlasan dalam menjalani. Jadikan mengajar TPA sebagai sebuah panggilan jiwa dan hanya berharap balasan dari Allah! Ketulusan akan membuat seseorang menjiwai apa yang dia lakukan.

Kedua: Butuh Kesabaran dan Perjuangan

Mengajar TPA perlu tenaga ekstra dan kesabaran yang tinggi. Perlu meluangkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit untuk rutin mengajar santri-santri TPA. Kebosanan bisa saja menyapa. Kejengkelan pun bisa saja datang, misalnya jika ada santri susah diatur atau sebab yang lainnya. Kesabaran menjadi kunci utama dalam hal ini. Kita perlu menyadari semua butuh perjuangan. Mendidik anak-anak ibarat mengukir di atas batu. Sulit memang, tetapi pengaruh dan bekasnya insyaallah akan benar-benar melekat sepanjang masa.

Ketiga: Kuasai Materi

Kuasai materi yang akan diajarkan. Misalkan Anda mengajar Iqra’ atau Qira’aty maka pelajari dulu poin-poin pentingnya. Begitu juga jika Anda mau mengajar tahsin/tajwid, materi-materi dasar keislaman (akidah, ibadah dan seterusnya) atau yang lainnya. Pelajari terlebih dahulu sebelum Anda
mengajarkan. Materi-materi di buku ini bisa menjadi bekal awal untuk dipelajari.

Keempat: Kuasai Teknik Mengajar

Selain menguasai materi Anda juga harus menguasai teknik mengajar. Mengajarkan Iqra’ tentu tidak sama dengan mengajarkan tentang ibadah dan akidah. Semua memerlukan pendekatan yang berbeda. Mengajar bisa dengan cara klasikal (mengajar di depan) maupun dengan cara privat (disimak satu-persatu) seperti dalam mengajar Iqra’ dan tahsin. Untuk mengajarkan akidah dan ibadah Anda bisa memakai metode ceramah atau bisa juga dengan tanya jawab agar semakin interaktif. Untuk mengajarkan thaharah dan sholat usahakan juga diiringi dengan praktek secara langsung.

Kelima: Fahami Dunia Anak

Mengajar anak-anak tentu berbeda dengan mengajari orang dewasa. Anak-anak biasanya cepat bosen dan juga sering tidak fokus. Ingat “one minute rule”, biasanya anak-anak hanya bertahan konsentrasi selama satu menit dikali umurnya! Misal usia anak 7 tahun maka biasanya dia bisa konsentrasi secara penuh hanya sebatas 7 menit. Setelah itu pikiran dan perhatiannya akan kemana-mana. Pengajar harus bisa membangun suasana agar anak-anak tidak bosen dan tidak terpecah kosentrasinya. Selain itu, kita harus memahami juga bahwa tabiat anak-anak suka bermain dan kadang susah diatur. Mungkin Anda juga akan dicuekin saat mengajar! Tidak perlu dimasukkan hati, namanya juga anak-anak maka normal seperti itu. Dalam proses pembelajaran kadang kita perlu memberi pujian atau apresiasi atas prestasi yang dicapai anak didik, ini akan membuat mereka semangat. Sebaliknya, jika ada yang menyalahi aturan atau susah diatur bisa diberi hukuman. Namun semua harus proposional dan tujuan utamanya adalah mendidik bukan melampiaskan amarah kita.

Ketujuh: Percaya Diri dan Bangun Komunikasi

Meskipun sekedar mengajar anak-anak, tetapi kenyataannya sebagian orang merasa tidak percaya diri dalam mengajar TPA. Sebagian yang lain merasa kesulitan berkomunikasi dan berinteraksi dengan santri. Kuncinya ada pada latihan dan pembiasaan. Mungkin di awal akan merasa kesulitan dan sedikit tidak percaya diri. Namun dengan berjalannya waktu kendala- kendala tersebut akan teratasi. Kita perlu mengenal santri yang kita bimbing secara personal agar memudahkan kita berkomunikasi dan berinteraksi dengan mereka secara efektif.

Kedelapan: Kerjasama Antar Pengajar

Perlu ada koordinasi dan kerjasama yang baik antara pengajar TPA. Perlu dibagi tugas dan jadwal mengajar yang jelas di antara pengajar. Jika ada pengajar yang berhalangan maka yang lain harus rela untuk mengganti.

Kesembilan: Inovatif dan Terus Belajar

Mengajar anak-anak memerlukan kreatifitas dan ketekunan. Kita perlu mencari ide-ide yang kreatif agar anak-anak tertarik dalam belajar. Terus belajar adalah modal utama seorang pengajar yang sukses. Perlu belajar dari orang-orang yang lebih berpengalaman.

C. Metode pembelajaran baca al Qur’an

Beberapa metode dan panduan baca Al Qur’an telah dikembangkan dan diterapkan di Indonesia seperti metode Iqra’, Qira’ati dan lainnya.

Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Namun metode-metode tersebut memiliki banyak sisi kesamaan seperti adanya jengjang atau tingkatan yang harus dilewati dan juga kesamaan dari sisi penekanan agar santri aktif praktik membaca dan tidak perlu banyak dijelaskan teori.

1. Metode Iqra’

Metode ini mungkin yang paling dikenal di Indonesia saat ini, buku panduannya pun begitu mudah didapatkan di toko-toko buku. Metode ini disusun oleh KH. As’ad Humam tahun 1990. Buku panduan dibagi menjadi 6 jilid yang disusun secara praktis dan sistematis. Sistem yang dipakai adalah CBSA (Cara belajar Santri Aktif) di mana guru hanya menyimak dan sekedar memberikan contoh pokok pelajaran di awal. Salah satu ciri khas metode Iqra’ adalah langsung praktek membaca, tidak perlu banyak diterangkan. Buku Iqra’ cukup mudah dipakai. Metode ini terus dikembangkan oleh LPTQ “team tadarus AMM” Jogyakarta. Berikut penjelasan singkat tentang keenam jilid Iqra’.
  • Iqra 1: pengenalan huruf hijaiyah yang berharokat fathah. Huruf masih terputus-putus, belum disambung.
  • Iqra’ 2: pengenalan huruf yang disambung atau dirangkai dan pengenalan panjang-pendek
  • Iqra’ 3: pengenalan huruf berharokat kasroh dan dhomah
  • Iqra’ 4: pengenalan tanwin dan huruf berharokat sukun (termasuk huruf qolqolah)
  • Iqra’ 5: mulai pengenalan tajwid praktis (alif lam syamsyiyah dan qomariyah, cara waqof, idzghom dan huruf bertasydid)
  • Iqra’ 6: lanjut tajwid praktis, idzghom bilaghunnah, ikhfa’, tanda- tanda waqof dan lainnya.

2. Metode Qira’ati

Metode Qira’ati lebih dulu muncul sebelum metode Iqra’. Buku ini mulai dikembangkan tahun 60/70-an, tetapi baru tahun 1986 buku panduan mulai disusun lebih sistematis oleh KH. Dahlan Salim Zarkasyi. Buku panduan juga terdiri dari 6 jilid. Metode qira’ati menekankan bacan tartil dan sesuai ilmu tajwid sejak awal. Diantara prinsip metode ini: Dak-Tun (guru tidak boleh menuntun), Ti-Was-Gas (guru harus teliti, waspada dan tegas), CBSA+M (cara belajar siswa aktif dan mandiri) dan LCBT (lancar, cepat, tepat dan benar).

3. Metode lainnya

Sebenarnya sebelum muncul metode Qira’aty dan Iqra’ telah ada metode lain yang dikenal di Indonesia untuk mengajar membaca Al Qur’an. Metode tersebut berasal atau dipengaruhi dari timur tengah seperti metode Baghdady. Namun metode-metode klasik ini mulai banyak digantikan oleh metode lebih baru dan bernuansa Indonesia. Akhir-akhir ini juga mulai bermunculan metode baru seperti metode Iqra’-Qira’aty, Al Barqy, metode Ummi, metode At Tibyan, metode Asy Syafii, dan lainnya.

D. Pengelompokan santri

Agar proses belajar dan mengajar lebih maksimal maka santri perlu dikelompokkan sesuai usia/tingkatan sekolah maupun sesuai kemampuan. Pengelompokkan sesuai usia/tingkatan sekolah misalnya: kelompok TK (belum SD), kelompok SD/MI kelas 1-3, kelompok SD kelas 4 dan keatas. Santri juga bisa dikelompokkan sesuai kemampuan membaca, misalnya kelompok Iqra’ 1, 2, 3, 4, 5, 6 dan kelompok tahsin bagi yang sudah selesai program Iqra’. Jika jumlah santri cukup banyak maka masing-masing kelompok bisa dibagi kembali menjadi sub-sub kelompok agar lebih efektif dan santri lebih mudah dikembalikan. Pembagian ini perlu disesuaikan dengan kondisi dan juga ketersediaan SDM. Setiap kelompok hendaknya ada pengasuh ustadz/ustadzah yang mumpuni.

E. Kurikulum dan Jadwal TPA

Kurikulum sangat penting dalam setiap kegiatan belajar mengajar, termasuk juga TPA. Di antara poin penting dari kurikulum adalah adanya target yang jelas dan juga rencana materi yang akan disampaikan. Berikut ini contoh ringkasan target TPA dari LPTQ AMM Jogyakarta yang mengembangkan metode Iqra’ (diakses dari website: http://iqroamm.com).

Peserta didik: anak usia SD (umur 7-12 tahun) Masa pendidikan: 1 tahun (2 semester). Target pokok yang harus dicapai:
  • Mampu dan gemar membaca Al-Quran
  • Mampu dan gemar melaksanakan shalat fardhu

Target penunjang yang harus dicapai:
  • Hafal seluruh bacaan sholat
  • Hafal 12 doa sehari-hari
  • Hafal 12 surat pendek
  • Hafal 6 kelompok ayat pilihan
  • Mampu menulis (menyalin) ayat Al-Quran
  • Mengetahui dasar-dasar agama (akidah & akhlak)

Pengelolaan kelas:
  • Tiap kelas ada 25 sampai 30 santri sebaya
  • Terdapat 1 wali kelas
  • Satu ustadz atau ustadzah mengampu 6 santri

Waktu belajar 60 menit yang meliputi:
  • 0-5 menit: Pembukaan (salam, doa, dan presensi)
  • 10 menit: Klasikal I (untuk hafalan)
  • 30 menit: Privat (pengajaran Iqro’ dan menulis)
  • 10 menit: Klasikal II (untuk BCM dan hafalan)
  • 0-5 menit: Penutup (doa)

Jadwal TPA:

Jadwal TPA tentu perlu disesuaikan dengan kondisi dan ketersediaan SDM pengajar. Jika memungkinkan bisa diadakan 5 atau 4 hari dalam sepekan. Namun, misalnya hanya mampu diadakan 3 atau 2 kali sepekan pun tidak masalah. Biasanya TPA diselenggarakan di sore hari, antara sholat Ashar dan sholat Magrib atau sekitar pukul 16.00-17.30. Biasanya kegiatan TPA diawali dengan pembukaan dan hafalan surat-surat pendek (sekitar 15 menit) kemudian kegiatan inti yaitu belajar baca Al Qur’an baik dengan Iqra’, Qira’ati maupun yang lainnya. Setelah itu kemudian diberi materi penutupan.

Pada bagian pembukaan dan penutupan biasanya santri dijadikan satu, adapun saat belajar baca Al Qur’an (Iqra’) santri dibagi-bagi ke dalam kelompok yang telah ditentukan.

Jadwal bisa dirinci lebih lanjut dengan menampilkan detail materi yang harus disampaikan pada setiap pertemuan selama satu ajaran penuh. Misalnya pada pertemuan 1 materinya ini, pertemuan 2 ini dan seterusnya. Jadwal terperinci seperti ini sangat penting untuk memudahkan pengajar mengatur materi apa yang harus disampaikan pada tiap pertemuan. Selain itu, hal ini juga akan memudahkan jika sewaktu-waktu terjadi pergantian pengajar.

F. Pendanaan

Pendanaan TPA bisa diperoleh dari berbagai sumber, baik dari organisasi induk yang menaunginya, misalnya yayasan atau Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) maupun dari donasi perorangan. Dana juga bisa dihimpun dari wali santri baik berupa iuran wajib maupun sumbangan suka rela sesuai kemampuan. Kegiatan TPA sangat penting, untuk itu memerlukan dukungan serius dari berbagai pihak. Sangat disayangkan sebagian pengurus masjid atau DKM hanya fokus pada pembangunan fisik masjid dan lupa pada hal yang lebih penting yaitu, memakmurkan masjid dengan kegiatan yang bermanfaat bagi umat seperti kegiatan TPA.

G. Buku Santri

Ada baiknya disusun buku santri, kemudian diberikan kepada setiap santri. Buku santri berisi ringkasan materi yang penting seperti kumpulan beberapa doa penting dan lainnya. Selain itu buku santri juga memuat tentang catatan perkembangan santri misal tingkatan iqra’, hafalan Al Qur’an, progress tadarus, hafalan doa-doa dan lainnya. Jika ada tabungan santri maka catatan juga bisa disatukan dalam buku santri. Seandainya belum bisa membuat buku santri maka minimal ada catatan atau lembar perkembangan santri. Catatan ini diisi secara berkala (misalnya setiap pekan atau setiap bulan) untuk mengetahui perkembangan santri. Berikut ini contoh catatan perkembangan santri.

    Download Buku Panduan Lengkap Mengajar TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an)

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Panduan Lengkap Mengajar TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

    Download Buku Panduan Lengkap Mengajar TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an).pdf

    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku Panduan Lengkap Mengajar TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an). Semoga bisa bermanfaat.

    Kami rekomendasikan juga berkas lainnya:
    Contoh Format Profil TPA atau TPQ Taman Pendidikan Al-Qur'an

    Juknis Penyelenggaraan TK KB TPA PAUD

    Contoh Surat Pengajuan Izin Operasional TPQ TPA

    Contoh Pedoman Pelaksanaan Operasional TPA TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an)
    Contoh Proposal Izin Operasional TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an)

    Pedoman Kurikulum Taman Kanak-Kanak Al-Qur'an (TKA/TKQ) dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA/TPQ)

    Buku Administrasi TPQ TPA (Taman Pendidikan Al-Qur'an) Lengkap
    Materi Pembelajaran TPA TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an) Target Hapalan
    Kurikulum dan Silabus Manajemen Pendidikan Al-Qur-an TPQ pada Kementerian Agama
    Contoh RPP Silabus TPA TPQ dan Materi Pembelajaran Taman Pendidikan Al-Qur'an 
    Contoh Buku Prestasi Santri TPA TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an)
    Contoh SK Pengangkatan Guru TPQ TPA (Taman Pendidikan Al-Qur'an)
    Contoh Ijazah TPA TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an)
    Contoh Ijazah TKQ TKA (Taman Kanak-kanak Al-Qur'an) 
    Contoh Proposal Bantuan Dana Hibah TPQ TPA (Taman Pendidikan Al-Qur'an)

     

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel