Model Media Belajar Anak Usia Dini untuk Mengembangkan Kemampuan 4K dalam Lingkungan Keluarga

Berikut ini adalah berkas buku Model Media Belajar Anak Usia Dini untuk Mengembangkan Kemampuan 4K dalam Lingkungan Keluarga. Download file format PDF.

Model Media Belajar Anak Usia Dini untuk Mengembangkan Kemampuan 4K dalam Lingkungan Keluarga
Model Media Belajar Anak Usia Dini untuk Mengembangkan Kemampuan 4K dalam Lingkungan Keluarga

Model Media Belajar Anak Usia Dini untuk Mengembangkan Kemampuan 4K dalam Lingkungan Keluarga

Buku Model Media Belajar Anak Usia Dini untuk Mengembangkan Kemampuan 4K dalam Lingkungan Keluarga ini diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah PP-PAUD dan Dikmas Jawa Barat Tahun 2020.

Berikut ini kutipan teks/keterangan dari isi berkas buku Model Media Belajar Anak Usia Dini untuk Mengembangkan Kemampuan 4K dalam Lingkungan Keluarga:

Pembelajaran abad ke-21 memiliki empat (4) komponen pokok yaitu keterampilan berpikir Kritis, Kreatif, Komunikasi, dan Kolaborasi atau disingkat dengan kemampuan 4K. keterampilan kritis berkaitan erat dengan keterampilan untuk melakukan berbagai analisis, penilaian, evaluasi, rekonstruksi, pengambilan keputusan yang mengarah pada tindakan yang rasional dan logis. Keterampilan berpikir kreatif lebih menekankan kepada kemampuan untuk menemukan hal baru yang belum ada sebelumnya, bersifat orisinil, mengembangkan berbagai solusi baru untuk setiap masalah, dan melibatkan kemampuan untuk menghasilkan ide-ide yang baru, bervariasi, dan unik. Keterampilan berkomunikasi merupakan keterampilan untuk mengungkapkan pemikiran, gagasan, pengetahuan, ataupun informasi baru, baik secara tertulis maupun lisan. Keterampilan kolaborasi lebih menitikberatkan kepada bekerja bersama secara efektif dan menunjukkan rasa hormat kepada anggota tim yang beragam, melatih kelancaran dan kemauan dalam membuat keputusan yang diperlukan untuk mencapai tujuan bersama.

Salah satu lembaga yang dipandang cukup strategis untuk mengembangkan keterampilan 4 K adalah lembaga pendidikan, salah satunya adalah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai salah satu tahapan dalam pembentukan generasi masa depan, adalah suatu upaya pembinaan yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan kepada anak sejak lahir sampai dengan berusia enam tahun, dengan tujuan utama untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa (Permendikbud 137 Tahun 2014).

Kehadiran PAUD dalam lingkungan masyarakat khususnya keluarga diakui cukup memberikan pengaruh positif terhadap tumbuh kembang anak. Realitas ini sejalan dengan pendapat Solehuddin, M (2018) yang menyatakan bahwa PAUD merupakan jembatan antara sekolah dengan rumah. Artinya mutu PAUD akan sangat ditentukan juga oleh mutu aktivitas yang dilakukan oleh anak dengan keluarga, sehingga keluarga memiliki peranan yang signifikan dalam membantu meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak usia dini. Keluarga perlu dibantu difasilitasi untuk turut serta membantu mengungkit kualitas pendidikan sejak dini baik dengan memberikan layanan konsultasi ataupun pemberian media yang dapat membantu memfasilitasi tumbuh kembang anak .

Pemberian media yang tepat dan berkualitas dalam konteks pembelajaran abad 21 sangat relevan sebab selain keterampilan 4K, keterampilan selanjutnya yang harus dimiliki adalah keterampilan menguasai media, teknologi dan informasi. Keterampilan ini meliputi Information literacy/literasi informasi; Media literacy/literasi media; dan Information and communication technology literacy/literasi TIK. Artinya media merupakan salah satu instrumen utama yang dapat membantu mengoptimalkan capaian 4K dalam kegiatan pembelajaran. termasuk dalam kegiatan pembelajaran di PAUD.

Berdasarkan pertimbangan di atas, maka PP PAUD dan Dikmas mengembangkan desain model media belajar anak usia dini untuk mengembangkan kemampuan 4K dalam Lingkungan Keluarga. Desain model media ini diharapkan menjadi sarana bermain dan belajar anak dan orang tua di rumah untuk menstimulasi tumbuhnya kemampuan 4K anak usia dini yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi anak untuk berpartisipasi aktif, serta memberi ruang yang cukup bagi munculnya kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis anak.

Pengembangan model media belajar anak usia dini untuk mengembangkan kemampuan 4K dalam lingkungan keluarga dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut.
  1. Memberikan panduan media berupa “MEDIA BALOK (Mobil Sehat  dalam mengembangkan kemampuan 4K anak usia dini dalam lingkungan keluarga.
  2. Memberikan panduan media berupa buku cerita bertema “RUMAH IDAMAN KU” dalam mengembangkan kemampuan 4K anak usia dini dalam lingkungan keluarga.
  3. Memberikan panduan media berupa puzzle “MEDIA DoZZLE (Dongeng Puzzle)” dalam mengembangkan kemampuan 4K anak usia dini dalam lingkungan keluarga.
  4. Memberikan panduan media berupa puzzle “MEDIA PUZLLE Aku Sehat Untuk Kamu, Kamu Sehat Untuk Aku” dalam mengembangkan kemampuan 4K anak usia dini dalam lingkungan keluarga.
  5. Memberikan panduan media berupa “MEDIA MASKER Memasang Masker Sehat untuk Keluargaku” dalam mengembangkan kemampuan 4K anak usia dini dalam lingkungan keluarga.


Sasaran penerapan model media belajar anak usia dini untuk mengembangkan kemampuan 4K dalam lingkungan keluarga adalah:
  1. Orang Tua anak usia dini yang memiliki kesiapan untuk melaksanakan penerapan model beserta panduan-panduannya berjumlah 80 orang;
  2. Guru PAUD yang menjadi guru bagi anak usia dini yang orang tuanya menjadi sasaran penerapan model berjumlah 8 orang serta pengelola berjumlah 4 orang; dan
  3. anak usia dini yang menjadi subjek langsung penerapan model ini berjumlah 80 orang. Adapun adegan kegiatan implementasi model ini dilaksanakan di rumah dengan arahan dan koordinasi dengan guru PAUD sehingga tetap terjalin kolaborasi dan komunikasi.

Konsep Model yang Dikembangkan:
  1. Model media belajar anak usia dini pengembangan kemampuan 4K dalam lingkungan keluarga merupakan formulasi sarana bermain dan belajar anak usia dini di rumah, yang dirancang untuk mendorong anak berkegiatan saintifik dalam rangka menumbuhkan ketertarikan anak dalam memahami dan mempraktikkan kemampuan berfikir kritis, kreatif, berkolaborasi, dan kemampuan berkomunikasi sesuai tahapan perkembangannya.
  2. Kemampuan 4K dimaksudkan sebagai seperangkat kemampuan belajar dan berinovasi (Learning and Innovatons Skills) yang mencakup 4 (empat) kompetensi yaitu keterampilan berpikir kritis (critical thinking skills), keterampilan berpikir kreatif (creative thinking skills), keterampilan komunikasi (communication skills), dan keterampilan kolaborasi (collaboration skills).
  3. Pendekatan saintifik merupakan pola pembelajaran anak yang dilakukan melalui serangkaian aktivitas mengamati, menanya, eksperimen, mengolah informasi serta mengkomunikasikan, untuk meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik, kemampuan menyelesaikan masalah secara sistematik, serta melatih kemampuan mengemukakan ide-ide.

Tujuan media- media belajar anak usia dini untuk mengembangkan kemampuan 4K dalam lingkungan keluarga dikembangkan dengan tujuan untuk melatih kemampuan berfikir kritis, berfikir kreatif, berkolaborasi dan berkomunikasi anak melalui kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar/ mengasosiasi, dan mengkomunikasikan, menggunakan media bermain yang inovatif, efektif dan efisien.

Dengan media yang dikembangkan, diharapkan proses pembelajaran anak usia dini di lingkungan keluarga dapat terjadi secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi anak untuk berpartisipasi aktif, serta memberi ruang lingkup yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis anak.

Model media belajar anak usia dini untuk mengembangkan kemampuan 4K dalam lingkungan keluarga, memiliki karakteristik sebagai berikut:
  1. Setiap media yang dikembangkan dirancang untuk mampu menstimulasi perkembangan 4 (empat) kemampuan anak yang meliputi keterampilan berfikir kritis, kreatif, kolaborasi, dan keterampilan komunikasi anak.
  2. Penggunaan media bermain anak disetting secara sistematis menggunakan pendekatan saintifik (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/data, menalar/mengasosiasi, dan mengkomunikasikan), sehingga pada setiap sessi bermain sangat memungkinkan untuk menstimulasi perkembangan empat kemampuan abad 21 sekaligus.
  3. Media yang dikembangkan adaptif digunakan oleh anak usia dini bersama orang tua dari berbagai kalangan karena di samping mudah digunakan oleh anak, substansinya pun sesuai dengan karakteristik anak usia dini.

Model media bermain anak usia dini untuk mengembangkan kemampuan 4K dalam lingkungan keluarga, sebagaimana tergambarkan pada gambar di atas, secara filosofis dikembangan dengan dasar pertimbangan bahwa pendidikan merupakan instrumen pembentuk masa depan yang seharusnya dirasakan oleh setiap manusia sejak dalam kandungan sampai dewasa,. Pendidikan hendaknya terjadi dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat secara selaras berkesinambungan. Orang tua, guru, dan masyarakat sudah seharusnya bersinergi melakukan pengasuhan, pendidikan, perawatan, perlindungan terhadap anak.

Regulasi tentang pendidikan juga turut menjadi pertimbangan dalam pengembangan model ini, khususnya berkenaan dengan konsep pendidikan anak usia dini yang yang termuat dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003, di mana dalam peraturan tersebut ditegaskan bahwa pendidikan anak usia dini adalah upaya pembinaan yang ditujukan untuk anak sejak lahir sampai dengan usia 6 (enam) tahun, yang dilakukan melalui rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak siap memasuki pendidikan lebih lanjut.

Pertimbangan lainnya yang turut menjadi dasar dalam pengembangan model ini adalah kondisi empiris penyelenggaraan pendidikan anak usia dini yang diperoleh melalui kegiatan studi pendahuluan. Ditemukan beberapa permasalahan pada tingkat lapangan yang berkaitan dengan tema model yang dikembangkan, yaitu; 1) kepercayaan penuh orang tua terhadap satuan PAUD, dapat menjauhkan peran orang tua sebagai pendidik pertama dan utama, serta dapat menumpulkan kemampuan alamiah orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka; 2) intensitas perilaku yang ditunjukkan anak berkaitan dengan keterampilan 4K (berfikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi) menunjukkan kategori masih rendah, yaitu di bawah 50%; 3) sebagian besar orang tua dan pendidik kewalahan menghadapi masalah dalam pengembangan keterampilan 4K anak, mereka membutuhkan media yang tepat, karena di sekolah maupun di rumah belum tersedia secara lengkap.

Tantangan pengembangan sumber daya manusia untuk menghasilkan masyarakat dengan kemampuan abad 21 juga menjadi pertimbangan dalam pengembangan model ini. PAUD dituntut berkontribusi untuk menyiapkan generasi dengan kemampuan abad 21 yaitu kemampuan belajar dan berinovasi (Learning and Innovatons Skills) yang mencakup 4 (empat) kompetensi yaitu keterampilan berpikir kritis (critical thinking skills), keterampilan berpikir kreatif (creative thinking skills), keterampilan komunikasi (communication skills), dan keterampilan kolaborasi (collaboration skills).Kemamapuan-kemampuan tersebut selanjutnya dikenal dengan kemampuan 4K.

Pengembangan keempat kemampuan tersebut pada jenjang PAUD hendaknya tetap memperhatikan lingkup perkembangan anak yang tertuang dalam standar tingkat pencapaian perkembangan anak (STPPA), serta prosesnya pencapaiannya disetting dalam bentuk kegiatan bermain dengan memaksimalkan media sehingga anak memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru.

Keluarga sebagai tempat pertama dan utama bagi anak melakukan belajar, perlu didukung secara maksimal supaya dapat menjalankan perannya sebagai lembaga pendidikan informal. Salah satu dukungan yang dapat dilakukan untuk mewujudkan pendidikan dalam keluarga yang mampu mengembangkan kemampuan 4K anak sejak dini, adalah dengan menghadirkan media bermain belajar anak yang sesuai dengan karakteristik interaksi di keluarga. media bermain ini sejatinya dapat dikembangkan oleh para Pendidik di satuan PAUD untuk kemudian disosialisasikan kepada orang tua untuk digunakan anak dengan pendampingan orang tua di dalam keluarga.

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang telah disampaikan di atas, maka dipandang perlu untuk disusun media bermain anak usia dini untuk mengembangkan kemampuan 4K anak dalam lingkungan keluarga.

Model media bermain anak usia dini untuk mengembangkan kemampuan 4K anak dalam lingkungan keluarga, didefinisikan sebagai formulasi sarana bermain dan belajar anak usia dini di rumah, yang dirancang untuk mendorong anak berkegiatan saintifik dalam rangka menstimulasi perkembangan kemampuan berfikir kritis, kreatif, berkolaborasi, dan berkomunikasi sesuai tahapan perkembangannya.

Model media bermain anak yang dikembangkan memiliki dua hal yang menjadi ciri utamanya yaitu; pertama, tujuan medianya untuk mengembangkan 4 (empat) keterampilan anak usia dini dalam hal berfikir kritis, kreatif, kolaborasi, dan komunikasi, dan; kedua, penggunaan setiap media bermain dirancang menggunakan pendekatan saintifik yang meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/data, menalar atau mengasosiasi, serta kegiatan mengkomunikasikan. Dengan demikian dapat disampaikan bahwa setiap media bermain yang dikembangkan, Ketika digunakan oleh anak (dengan pendampingan orang tua) diharapkan dapat melatih anak untuk berfikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.

Proses perancangan, penerapan, pemantauan, dan penilaian media bermain anak usia dini untuk mengembangkan kemampuan 4K dalam lingkungan keluarga, melibatkan tiga unsur utama yaitu pendidik, orang tua dan anak.

Pendidik berperan sebagai inisiator dalam menetapkan tema media yang akan dirancang, menelaah indikator kemampuan 4K yang akan dilatihkan, serta membuat atau menyediakan rancangan produk media yang sesuai dengan tema dan indikator keterampilan yang telah ditetapkan. Setelah rancangan media dihasilkan, maka peran pendidik selanjutnya adalah mengorientasi para orang tua supaya dapat memahami tujuan dan cara menggunakan media, serta peran pendampingan, pemantauan, dan penilaian yang harus dilakukan orang tua selama anak menggunakan media bermain di rumah.

Orang tua berperan sebagai teman sekaligus pendamping anak dalam melakukan kegiatan bermain menggunakan media yang telah dirancang oleh pendidik. Dengan bekal pemahaman pada saat orientasi, orang tua memandu anak melakukan kegiatan bermain yang terpola dari mulai mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/menggunakan media main, menalar/mengasosiasi, sampai mengkomunikasikan apa yang anak ketahui dan persepsikan tentang media bermain yang telah digunakan. Proses bermain anak dari mulai mengamati sampai dengan mengomunikasikan tidak dituntut untuk selesai dalam satu waktu kegiatan bermain anak. Orang tua tidak usah ragu untuk menghentikan kegiatan bermain anak apabila anak menunjukkan gejala kejenuhan atau tidak fokus lagi. Orang tua dapat mengajak anak untuk melanjutkan kegiatan bermain yang tertunda di lain waktu. Anak hanya dapat menggunakan media bermain yang lainnya apabila orang tua menganggap anak telah melalui seluruh kegiatan saintifik (mengamati sampai dengan mengomunikasikan).

Selama anak melakukan kegiatan bermain dengan menggunakan media yang telah dipilih, maka peran orang tua adalah mendampingi dan memantau apa yang dilakukan atau ditunjukkan anak, serta mencermati reaksi atau perilaku yang ditunjukkan oleh anak terutama yang ada kaitannya dengan perkembangan kemampuan berfikir kritis, kreatif, kolaborasi, dan komunikasi (misalnya ketika anak menggunakan media bermain yang lain, apakah anak secara otomatis melakukan kegiatan yang telah terpola, atau masih menunggu panduan dari orang tua?, dan seterusnya).

Dalam kurun waktu tertentu, pendidik melakukan pemantauan terhadap kegiatan yang telah dan sedang dilakukan oleh orang tua sekaitan dengan penggunaan media bermain. Kegiatan ini juga dijadikan ajang bagi pendidik untuk mendapatkan umpan balik dari orang tua terhadap efektivitas media yang telah dikembangkan. Kegiatan ini dapat dilakukan melalui kunjungan langsung atau melalui media komunikasi lainnya.

Selain itu, dalam waktu waktu tertentu, pendidik harus mengamati pencapaian perkembangan kemampuan 4K anak setelah menggunakan berbagai media bermain di rumah, baik dengan cara mengundang anak untuk bermain di sekolah, atau dengan mengunjungi anak di rumah masing.

Setelah semua media bermain anak digunakan oleh anak di rumah dengan pendampingan, pemantauan dan penilaian orang tua, maka diharapkan anak menunjukkan perkembangan yang positif dalam hal berfikir kritis, berfikir kreatif, melakukan kolaborasi, dan berkomunikasi.

    Download Buku Model Media Belajar Anak Usia Dini untuk Mengembangkan Kemampuan 4K dalam Lingkungan Keluarga

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas buku Model Media Belajar Anak Usia Dini untuk Mengembangkan Kemampuan 4K dalam Lingkungan Keluarga ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

    Download Buku Model Media Belajar Anak Usia Dini untuk Mengembangkan Kemampuan 4K dalam Lingkungan Keluarga.pdf

    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file buku Model Media Belajar Anak Usia Dini untuk Mengembangkan Kemampuan 4K dalam Lingkungan Keluarga. Semoga bisa bermanfaat.

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel