Contoh Program Kerja Kegiatan Pesantren Kilat PASKIL Ramadhan SD MI SMP MTs SMA MA SMK MAK

Diposting oleh Pada 5/23/2018 05:18:00 AM dengan No comments

Berikut ini adalah berkas Contoh Program Kerja Kegiatan Pesantren Kilat (PASKIL) Ramadhan SD MI SMP MTs SMA MA SMK MAK. Download file format .doc atau .docx Microsoft Word.

Contoh Program Kerja Kegiatan Pesantren Kilat PASKIL Ramadhan SD MI SMP MTs SMA MA SMK MAK
Contoh Program Kerja Kegiatan Pesantren Kilat PASKIL Ramadhan SD MI SMP MTs SMA MA SMK MAK

Contoh Program Kerja Kegiatan Pesantren Kilat (PASKIL) Ramadhan SD MI SMP MTs SMA MA SMK MAK

Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Contoh Program Kerja Kegiatan Pesantren Kilat (PASKIL) Ramadhan SD MI SMP MTs SMA MA SMK MAK ini silahkan lihat preview salah satu file dan unduh file lainnya pada link di bawah ini:

Contoh Program Kegiatan Pesantren Kilat (PASKIL) Ramadhan di SD/MI



Download File:

Contoh Jadwal Pesantren Kilat Ramadhan.docx
Contoh Program Kegiatan Ramadhan di SD.docx
Contoh Program Kerja (PASKIL) Pesantren Kilat SD-MI.doc
Contoh Program Kerja (PASKIL) Pesantren Kilat SMP-MTs.doc
Contoh Program Kerja PASKIL.doc
Contoh Rencana Program Kerja Ramadhan.docx
Contoh Susunan Acara Pesantren Kilat Ramadhan.docx
Program Pesantren Kilat Ramadhan SD.doc
Buku Kegiatan Ramadhan Pesantren Kilat
Contoh Formulir Pesantren Kilat
Proposal Kegiatan Ramadhan


Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Contoh Program Kerja Kegiatan Pesantren Kilat (PASKIL) Ramadhan SD MI SMP MTs SMA MA SMK MAK. Semoga bisa bermanfaat.
Contoh Buku Agenda Kegiatan Siswa di Bulan Ramadhan

Diposting oleh Pada 5/22/2018 05:06:00 PM dengan No comments

Berikut ini adalah berkas Contoh Buku Agenda Kegiatan Siswa di Bulan Ramadhan. Download file format PDF.

Contoh Buku Agenda Kegiatan Siswa di Bulan Ramadhan
Contoh Buku Agenda Kegiatan Siswa di Bulan Ramadhan

Contoh Buku Agenda Kegiatan Siswa di Bulan Ramadhan

Contoh Buku Agenda Kegiatan Siswa di Bulan Ramadhan mudah-mudahan bisa menjadi bahan referensi terkait dengan contoh isi buku kegiatan bulan ramadhan, buku kegiatan ramadhan siswa pdf, isi buku kegiatan ramadhan, buku kegiatan ramadhan doc, buku kegiatan siswa bulan ramadhan, ownload buku kegiatan ramadhan doc, buku agenda ramadhan, buku amaliyah ramadhan dan lain-lain.

    Download Contoh Buku Agenda Kegiatan Siswa di Bulan Ramadhan

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Contoh Buku Agenda Kegiatan Siswa di Bulan Ramadhan ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

    Contoh Buku Agenda Kegiatan Siswa di Bulan Ramadhan



    Download File:
    Contoh Buku Agenda Kegiatan Siswa di Bulan Ramadhan.pdf

    Berikut ini kutipan teks dari isi Contoh Buku Agenda Kegiatan Siswa di Bulan Ramadhan:

    Pengertian, Syarat dan Rukun Puasa
    Apa itu Puasa? Puasa ialah menahan diri dari makan dan minum serta melakukan perkara-perkara yang boleh membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sehingga terbenamnya matahari.

    Hukum Puasa Hukum puasa terbagi tiga yaitu:
    • Wajib - Puasa pada bulan Ramadhan.
    • Sunat - Puasa pada hari-hari tertentu.
    • Haram – Puasa pada hari-hari yang dilarang berpuasa.

    Syarat Wajib Puasa
    • Beragama Islam 
    • Baligh (telah mencapai umur dewasa)
    • Berakal sehat Mampu untuk mengerjakannya

    Rukun Puasa
    Niat mengerjakan puasa pada tiap-tiap malam di bulan Ramadhan puasa wajib) atau hari yang hendak berpuasa (puasa sunat). Waktu berniat adalah mulai dari terbenamnya matahari hingga terbit fajar. Meninggalkan sesuatu yang dapat membatalkan puasa mulai terbit fajar hingga terbenam matahari.

    Syarat Sah Puasa
    • Beragama Islam
    • Berakal / mumayyiz (dapat membedakan antara yang baik dan buruk) 
    • Tidak dalam haid, nifas dan wiladah (melahirkan anak) bagi kaum wanita 
    • Hari yang sah berpuasa.

    Sunat Berpuasa
    • Bersahur walaupun sedikit makanan atau minuman
    • Melambatkan bersahur Meninggalkan perkataan atau perbuatan keji
    • Segera berbuka setelah masuknya waktu berbuka
    • Mendahulukan berbuka dari pada shalat Maghrib
    • Berbuka dengan buah kurma, jika tidak ada dengan makanan yang manis
    • Membaca doa berbuka puasa

    Perkara Makruh Ketika Berpuasa
    • Selalu berkumur-kumur baik ketika berwudhu maupun hal-hal lain
    • Merasakan sisa makanan dengan lidah
    • Berbekam kecuali perlu

    Hal yang membatalkan Puasa
    • Memasukkan sesuatu ke dalam rongga anggota badan
    • Muntah dengan sengaja
    • Bersetubuh atau mengeluarkan mani/ sperma dengan sengaja
    • Kedatangan haid atau nifas (sehabis melahirkan)
    • Melahirkan anak atau keguguran
    • Gila walaupun sekejap
    • Mabuk ataupun pingsan
    • Murtad atau keluar dari agama Islam (berpindah keyakinan)

    Hari yang Disunatkan Berpuasa
    • Hari Senin dan Kamis
    • Hari putih (setiap 13, 14, dan 15 hari dalam bulan Islam)
    • Hari Arafah (9 Zulhijjah) bagi orang yang tidak mengerjakan haji
    • Enam hari dalam bulan Syawal
    • Bulan Rajab dan Sya'ban

    Hari yang diharamkan Berpuasa
    • Hari raya Idul Fitri (1 Syawal)
    • Hari raya Idul Adha (10 Zulhijjah)
    • Hari syak (29 Syaaban)
    • Hari Tasrik (11, 12, dan 13 Zulhijjah)

    Shalat Idul Fitri
    Tatacara Pelaksanaan Shalat Idul Fitri: Dua roka'at berjama'ah, dengan tujuh takbir di roka'at pertama (selain takbir otul ihrom) dan lima takbir di roka'at kedua (selain takbir intiqol atau takbir berpindah dari rukun yang satu ke rukun yang lain). Adapun tata caranya adalah sebagai berikut :
    1. Memulai dengan takbiratul ihrom, sebagaimana shalat-shalat lainnya.
    2. Kemudian bertakbir (takbir zawa-id/tambahan) sebanyak tujuh kali takbir (selain takbiratul ihrom) sebelum memulai membaca Al Fatihah. Boleh mengangkat tangan ketika takbir takbir tersebut sebagaimana yang dicontohkan oleh Ibnu 'Umar. Ibnul Qayyim mengatakan, "Ibnu 'Umar yang dikenal sangat meneladani Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa mengangkat tangannya dalam setiap takbir."
    3. Di antara takbir-takbir yang ada tadi tidak ada bacaan dzikir tertentu. Namun ada sebuah riwayat dari Ibnu Mas'ud, ia mengatakan, "Di antara tiap takbir, hendaklah menyanjung dan memuji Allah." Syaikhul Islam mengatakan bahwa sebagian salaf di antara tiap takbir membaca bacaan, "Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii (Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku).
    4. Kemudian membaca Al Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surat lainnya. Surat yang dibaca oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah surat Qaaf pada raka'at pertama dan surat Al Qomar pada raka'at kedua. Ada riwayat bahwa Sayyidina 'Umar bin Al Khattab pernah menanyakan pada Waqid Al Lait siy mengenai surat apa yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika shalat 'Idul Adha dan 'Idul Fithri. la pun menjawab, "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa membaca "Qaaf, wal qur'anil majiid" (surat Qaaf) dan “Iqtarobatis saa'atu wan syaqqol qomar" (surat Al Qomar).” [HR Muslim no. 891]. Boleh juga membaca surat Al A'laa pada raka'at pertama dan surat Al Ghosiyah pada raka'at kedua. Dan jika hari ‘ied jatuh pada hari Jum'at, dianjurkan pula membaca surat Al A'laa pada raka'at pertama dan surat Al Ghosiyah pada raka'at kedua, pada shalat 'ied maupun shalat Jum'at. Dari An Nu'man bin Basyir, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa membaca dalam shalat 'ied maupun shalat Jum'at "Sabbihisma robbikal a'la" (surat Al A'laa) dan "Hal ataka hadit sul ghosiyah" (surat Al Ghosiyah)." An Nu'man bin Basyir mengatakan begitu pula ketika hari ‘ied bertepatan dengan hari Jum'at, beliau membaca kedua surat tersebut di masing-masing shalat".[HR Muslim no. 878.]
    5. Setelah membaca surat, kemudian melakukan gerakan shalat seperti biasa (ruku, i'tidal, sujud, dst).
    6. Bertakbir ketika bangkit untuk mengerjakan raka'at kedua.
    7. Kemudian bertakbir (takbir zawa-id/tambahan) sebanyak lima kali takbir (selain takbir bangkit dari sujud) sebelum memulai membaca Al Fatihah.
    8. Kemudian membaca surat A Fatihah dan surat lainnya sebagaimana yang telah disebutkan di atas.
    9. Mengerjakan gerakan lainnya hingga salam.

    Doa Sehari-Hari
    1. Doa Sebelum Tidur; Bismikallahhumma ahyaa wa bismika amuut. Artinya : Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati. (HR Bukhari dan Muslim)
    2. Doa Sesudah Bangun Tidur; Alhamdulillaahil ladzii ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilayhin nusyuur Artinya: Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikan kami. Kepada-Nya lah kami akan kembali (HR Bukhari)
    3. Do'a Masuk WC; Allaahumma innii a'uudzubika minal Khubutsi wal khabaa'its Artinya: Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari syaitan besar laki-laki dan betina. (HR Bukhari dan Muslim)
    4. Do'a Keluar WC; Ghufraanaka. Alhamdulillaahil ladzii adzhaba 'annjil adzaa wa'aafaanii. Artinya: Ku memohon ampunan-Mu. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit ku dan telah menyembuhkan/menyelamatkanku. (HR Abu Daud)
    5. Do'a Ketika Hendak Berpakaian; Biismilaahirrahmaanirrahiimi. Allaahumma innii as-aluka min khayrihi wa khayri maa huwa lahu wa a'uudzubika min syarrihi wa khayri maa huwa lahu. Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari kebaikan pakaian ini dan dari kebaikan sesuatu yang ada di pakaian ini. Dan aku berlindung pada-Mu dari kejahatan pakai an ini dan kejahatan sesuatu yang ada di pakaian ini.
    6. Do'a Ketika Bercermin; Allaahumma kamaa hassanta khalqii fahassin khuluqii Artinya: Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pulalah akhlakku. (HR Ahmad)
    7. Doa Sebelum Makan; Allahumma baarik lanaa fiimaa razaqtana wa qinaa 'adzaa-bannaari Bismillahirrahmaaniraahiim Artinya: Ya Allah berkahilah kami dalam rezki yang telah Engkau limpahkan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa neraka. Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (HR Ibnu as-Sani)
    8. Doa Sesudah Makan Alhamdulillahilladzii ath'amanaa wa saqaanaa wa ja'alanaa muslimiin Artinya: Segala puji bagi Allah Yang telah memberi kami makan dan minum, serta menjadikan kami muslim. (HR Abu Daud)
    9. Do'a Masuk Rumah Assalaamu 'alaynaa wa'alaa 'ibaadillahish shaalihiina. Allaahumma innii as-aluka khayral mawliji wa khayral makhraji. Bismillahi walajnaa wa bismillaahi kharahnaa wa 'alallahi tawakkalnaa, alhamdulilaahil ladzii awaanii. Artinya: Semoga Allah mencurahkan keselamat an atas kami dan atas hamba-hamba-Nya yang shalih. Ya Allah, bahwasanya aku memohon pada-Mu kebaikan tempat masuk dan tempat keluarku. Dengan menyebut nama-Mu aku masuk, dan dengan mneyebut nama Allah aku keluar. Dan kepada Allah Tuhan kami, kami berserah diri. Segala puji bagi Allah yang telah melindungi kami. (HR Abu Daud)
    10. Do'a Keluar Rumah; Bismilaahi tawakkaltu 'alallahi wa laa hawla wa laa quwwata illaa billaah. Artinya: Dengan menyebut nama Allah, aku menyerahkan diriku pada Allah dan tidak ada daya dan kekuat anselain dengan Allah saja. (HR Abu Daud dan Tirmidzi)
    11. Do'a Masuk Masjid; Allaahummaftah lii abwaaba rahmatika. Artinya: Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu. (H.R. Muslim)
    12. Do'a Keluar Masjid; Allaahumma innii as'aluka min fadhlika Artinya: Ya Allah, aku memohon kepada-Mu karunia-Mu. (HR Muslim, Abu Daud, an-Nasa'l dan Ibnu Majah)

    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Contoh Buku Agenda Kegiatan Siswa di Bulan Ramadhan. Semoga bisa bermanfaat.
    Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 Tentang PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) TK SD SMP SMA SMK dan Sederajat

    Diposting oleh Pada 5/21/2018 11:30:00 PM dengan No comments

    Berikut ini adalah berkas Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 Tentang PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) TK SD SMP SMA SMK dan Sederajat. Download file format PDF.

    Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 Tentang PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) TK SD SMP SMA SMK dan Sederajat
    Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 Tentang PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) TK SD SMP SMA SMK dan Sederajat

    Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 Tentang PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) TK SD SMP SMA SMK dan Sederajat

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, Atau Bentuk Lain Yang Sederajat ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

    Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 Tentang PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) TK SD SMP SMA SMK dan Sederajat



    Download File:
    Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 Tentang PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) TK SD SMP SMA SMK dan Sederajat.pdf


    Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 Tentang PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) TK SD SMP SMA SMK dan Sederajat:

    PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TENTANG PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA TAMAN KANAK-KANAK, SEKOLAH DASAR, SEKOLAH MENENGAH PERTAMA, SEKOLAH MENENGAH ATAS, SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN, ATAU BENTUK LAIN YANG SEDERAJAT.

    BAB I
    KETENTUAN UMUM

    Pasal 1

    Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
    1. Taman Kanak-Kanak yang selanjutnya disingkat TK, adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal atau bentuk lain pendidikan formal yang sederajat.
    2. Sekolah adalah Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), atau bentuk lain yang sederajat.
    3. Penerimaan Peserta Didik Baru yang selanjutnya disingkat PPDB, adalah penerimaan peserta didik baru pada TK dan Sekolah.
    4. Sertifikat Hasil Ujian Nasional yang selanjutnya disingkat SHUN adalah surat keterangan yang berisi nilai ujian nasional sebagai tingkat capaian standar kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu yang dinyatakan dalam kategori.
    5. Rombongan Belajar adalah kelompok peserta didik yang terdaftar pada satuan kelas dalam satu satuan pendidikan.
    6. Kementerian adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
    7. Menteri adalah Menteri yang menangani urusan di bidang Pendidikan.

    BAB II
    TUJUAN

    Pasal 2
    (1) PPDB bertujuan untuk menjamin penerimaan peserta didik baru berjalan secara objektif, transparan, akuntabel, nondiskriminatif, dan berkeadilan dalam rangka mendorong peningkatan akses layanan pendidikan.

    (2) Nondiskriminatif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikecualikan bagi sekolah yang secara khusus melayani peserta didik dari kelompok gender atau agama tertentu.

    BAB III
    TATA CARA PPDB

    Bagian Kesatu
    Waktu dan Mekanisme PPDB

    Pasal 3
    (1) Sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah melaksanakan PPDB dimulai pada bulan Mei setiap tahun.

    (2) Proses pelaksanaan PPDB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimulai dari tahap pengumuman secara terbuka penerimaan calon peserta didik baru pada Sekolah yang bersangkutan sampai dengan tahap penetapan peserta didik setelah proses daftar ulang. 

    (3) Sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah wajib mengumumkan secara terbuka proses pelaksanaan dan informasi PPDB paling sedikit terkait:
    a. persyaratan;
    b. proses seleksi;
    c. daya tampung berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai rombongan belajar;
    d. biaya pungutan khusus untuk SMA/SMK/bentuk lain yang sederajat bagi daerah yang belum menerapkan wajib belajar 12 (dua belas) tahun; dan
    e. hasil penerimaan peserta didik baru melalui papan pengumuman Sekolah maupun media lainnya.

    Pasal 4
    (1) PPDB dilaksanakan dengan menggunakan mekanisme:
    a. dalam jaringan (daring); atau
    b. luar jaringan (luring).

    (2) Dalam pelaksanaan PPDB, Sekolah hanya dapat menggunakan salah satu jenis mekanisme sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

    (3) Pelaksanaan PPDB diutamakan menggunakan mekanisme dalam jaringan (daring).

    (4) Dalam hal PPDB tidak dapat dilaksanakan melalui mekanisme dalam jaringan (daring), maka PPDB dilaksanakan melalui mekanisme luar jaringan (luring).

    Bagian Kedua
    Persyaratan

    Pasal 5
    Persyaratan calon peserta didik baru pada TK atau bentuk lain yang sederajat adalah:
    a. berusia 4 (empat) tahun sampai dengan 5 (lima) tahun untuk kelompok A; dan
    b. berusia 5 (lima) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun untuk kelompok B. 

    Pasal 6
    (1) Persyaratan calon peserta didik baru kelas 1 (satu) SD atau bentuk lain yang sederajat, berusia:
    a. 7 (tujuh) tahun; atau
    b. paling rendah 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan.

    (2) Sekolah wajib menerima peserta didik yang berusia 7 (tujuh) tahun.

    (3) Pengecualian syarat usia paling rendah 6 (enam) tahun sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yaitu paling rendah 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan pada tanggal 1 Juli tahun berjalan yang diperuntukkan bagi calon peserta didik yang memiliki kecerdasan istimewa/bakat istimewa dan kesiapan psikis yang dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional.

    (4) Dalam hal psikolog profesional sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak tersedia, rekomendasi dapat dilakukan oleh dewan guru Sekolah.

    (5) Ketentuan pada ayat (2) dan ayat (3) dilaksanakan sesuai dengan batas daya tampungnya berdasarkan ketentuan rombongan belajar dalam Peraturan Menteri.

    Pasal 7
    Persyaratan calon peserta didik baru kelas 7 (tujuh) SMP atau bentuk lain yang sederajat:
    a. berusia paling tinggi 15 (lima belas) tahun; dan
    b. memiliki ijazah/Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) SD atau bentuk lain yang sederajat.

    Pasal 8
    (1) Persyaratan calon peserta didik baru kelas 10 (sepuluh) SMA/SMK atau bentuk lain yang sederajat:
    a. berusia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun;
    b. memiliki ijazah/STTB SMP atau bentuk lain yang sederajat; dan
    c. memiliki SHUN SMP atau bentuk lain yang sederajat. 

    (2) SMK bidang keahlian/program keahlian/kompetensi keahlian tertentu dapat menetapkan tambahan persyaratan khusus dalam penerimaan peserta didik baru kelas 10 (sepuluh).

    (3) Persyaratan calon peserta didik baru kelas 10 (sepuluh) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dikecualikan bagi calon peserta didik yang berasal dari Sekolah di luar negeri.

    Pasal 9
    Syarat usia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, Pasal 6, Pasal 7, dan Pasal 8 dibuktikan dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang dan dilegalisir oleh lurah setempat sesuai dengan domisili calon peserta didik.

    Pasal 10
    Persyaratan calon peserta didik baru baik warga negara Indonesia atau warga negara asing untuk kelas 7 (tujuh) atau kelas 10 (sepuluh) yang berasal dari Sekolah di luar negeri selain memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dan Pasal 8, wajib mendapatkan surat keterangan dari Direktur Jenderal yang menangani bidang pendidikan dasar dan menengah.

    Pasal 11
    Ketentuan terkait persyaratan usia dan memiliki SHUN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 sampai dengan Pasal 8 tidak berlaku kepada peserta didik yang berkebutuhan khusus yang akan bersekolah di Sekolah yang menyelenggarakan program pendidikan inklusif. 

    Bagian Ketiga
    Seleksi

    Pasal 12
    (1) Seleksi calon peserta didik baru kelas 1 (satu) SD atau bentuk lain yang sederajat mempertimbangkan kriteria dengan urutan prioritas sebagai berikut:
    a. usia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1); dan
    b. jarak tempat tinggal ke Sekolah sesuai dengan zonasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya.

    (2) Jika usia calon peserta didik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sama, maka penentuan peserta didik didasarkan pada jarak tempat tinggal calon peserta didik yang paling dekat dengan satuan pendidikan.

    (3) Jika usia dan/atau jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sama, maka peserta didik yang mendaftar lebih awal diprioritaskan.

    (4) Dalam seleksi calon peserta didik baru kelas 1 (satu) SD atau bentuk lain yang sederajat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dilakukan tes membaca, menulis, dan berhitung.

    Pasal 13
    Seleksi calon peserta didik baru kelas 7 (tujuh) SMP atau bentuk lain yang sederajat mempertimbangkan kriteria dengan urutan prioritas sesuai dengan daya tampung berdasarkan ketentuan rombongan belajar sebagai berikut:
    a. jarak tempat tinggal ke Sekolah sesuai dengan ketentuan zonasi;
    b. nilai hasil ujian SD atau bentuk lain yang sederajat; dan 
    c. prestasi di bidang akademik dan non-akademik yang diakui Sekolah sesuai dengan kewenangan daerah masing-masing. 

    Pasal 14
    (1) Seleksi calon peserta didik baru kelas 10 (sepuluh) SMA atau bentuk lain yang sederajat mempertimbangkan kriteria dengan urutan prioritas sesuai dengan daya tampung berdasarkan ketentuan rombongan belajar sebagai berikut:
    a. jarak tempat tinggal ke Sekolah sesuai dengan ketentuan zonasi;
    b. SHUN SMP atau bentuk lain yang sederajat; dan
    c. prestasi di bidang akademik dan non-akademik yang diakui Sekolah.

    (2) Seleksi calon peserta didik baru kelas 10 (sepuluh) SMK atau bentuk lain yang sederajat mempertimbangkan kriteria dengan urutan prioritas sesuai dengan daya tampung berdasarkan ketentuan rombongan belajar sebagai berikut:
    a. SHUN SMP atau bentuk lain yang sederajat; dan
    b. prestasi di bidang akademik dan non-akademik yang diakui Sekolah.

    (3) Khusus calon peserta didik pada SMK atau bentuk lain yang sederajat, selain mengikuti seleksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Sekolah dapat melakukan seleksi bakat dan minat sesuai dengan bidang keahlian/program keahlian/kompetensi keahlian yang dipilihnya dengan menggunakan kriteria yang ditetapkan Sekolah dan institusi pasangan/asosiasi profesi.

    Pasal 15
    (1) Sekolah yang berdasarkan hasil seleksi memiliki jumlah calon peserta didik melebihi daya tampung, wajib melaporkan kelebihan calon peserta didik tersebut kepada dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya.

    (2) Dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya wajib menyalurkan kelebihan calon peserta didik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pada Sekolah lain sesuai dengan zonasi yang telah ditetapkan. 

    Bagian Keempat
    Sistem Zonasi

    Pasal 16
    (1) Sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat dari Sekolah paling sedikit sebesar 90% (sembilan puluh persen) dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima.

    (2) Domisili calon peserta didik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan alamat pada kartu keluarga yang diterbitkan paling lambat 6 (enam) bulan sebelum pelaksanaan PPDB.

    (3) Radius zona terdekat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kondisi di daerah tersebut berdasarkan:
    a. ketersediaan anak usia Sekolah di daerah tersebut; dan
    b. jumlah ketersediaan daya tampung dalam rombongan belajar pada masing-masing Sekolah.

    (4) Dalam menetapkan radius zona sebagaimana dimaksud pada ayat (3), pemerintah daerah melibatkan musyawarah/kelompok kerja kepala Sekolah.

    (5) Bagi Sekolah yang berada di daerah perbatasan provinsi/kabupaten/kota, ketentuan persentase dan radius zona terdekat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diterapkan melalui kesepakatan secara tertulis antarpemerintah daerah yang saling berbatasan.

    (6) Sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dapat menerima calon peserta didik melalui:
    a. jalur prestasi yang berdomisili diluar radius zona terdekat dari Sekolah paling banyak 5% (lima persen) dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima; dan
    b. jalur bagi calon peserta didik yang berdomisili diluar zona terdekat dari Sekolah dengan alasan khusus meliputi perpindahan domisili orangtua/wali peserta didik atau terjadi bencana alam/sosial, paling banyak 5% (lima persen) dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima.

    Bagian Kelima
    Daftar Ulang dan Pendataan Ulang

    Pasal 17
    (1) Daftar ulang dilakukan oleh calon peserta didik baru yang telah diterima untuk memastikan statusnya sebagai peserta didik pada Sekolah yang bersangkutan.

    (2) Pendataan ulang dilakukan oleh TK dan Sekolah untuk memastikan status peserta didik lama pada TK dan Sekolah yang bersangkutan.

    Bagian Keenam
    Biaya

    Pasal 18
    (1) Biaya dalam pelaksanaan PPDB pada Sekolah yang menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dibebankan pada dana BOS.

    (2) Pendataan ulang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) tidak dipungut biaya.

    Pasal 19
    (1) SMA/SMK atau bentuk lain yang sederajat yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah provinsi wajib menerima dan membebaskan biaya pendidikan bagi peserta didik baru yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu yang berdomisili dalam satu wilayah daerah provinsi paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima.

    (2) Peserta didik baru yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuktikan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu  (SKTM) atau bukti lainnya yang diterbitkan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah.

    (3) Dalam hal peserta didik memperoleh SKTM dengan cara yang tidak sesuai dengan ketentuan perolehannya, akan dikenai sanksi pengeluaran dari Sekolah.

    (4) Sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diberikan berdasarkan hasil evaluasi Sekolah bersama dengan komite Sekolah dan dinas pendidikan provinsi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    BAB IV
    PERPINDAHAN PESERTA DIDIK

    Pasal 20
    (1) Perpindahan peserta didik antarsekolah dalam satu daerah kabupaten/kota, antarkabupaten/kota dalam satu daerah provinsi, atau antarprovinsi dilaksanakan atas dasar persetujuan Kepala Sekolah asal dan kepala Sekolah yang dituju.

    (2) Dalam hal terdapat perpindahan peserta didik sebagaimana dimaksud pada ayat (1), maka Sekolah yang bersangkutan wajib memperbaharui Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

    (3) Perpindahan peserta didik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) wajib memenuhi ketentuan persyaratan PPDB dan sistem zonasi yang diatur dalam Peraturan Menteri ini.

    Pasal 21
    (1) Peserta didik setara SD di negara lain dapat pindah ke SD atau bentuk lain yang sederajat di Indonesia setelah memenuhi:
    a. surat pernyataan dari kepala Sekolah asal;
    b. surat keterangan dari Direktur Jenderal yang menangani bidang pendidikan dasar dan menengah; dan 
    c. lulus tes kelayakan dan penempatan yang diselenggarakan Sekolah yang dituju.

    (2) Peserta didik setara SMP, SMA atau SMK di negara lain dapat diterima di SMP, SMA, SMK atau bentuk lain yang sederajat di Indonesia setelah:
    a. menyerahkan fotokopi ijazah atau dokumen lain yang membuktikan bahwa peserta didik yang bersangkutan telah menyelesaikan pendidikan pada jenjang sebelumnya;
    b. surat pernyataan dari kepala Sekolah asal;
    c. surat keterangan dari Direktur Jenderal yang menangani bidang pendidikan dasar dan menengah; dan
    d. lulus tes kelayakan dan penempatan yang diselenggarakan Sekolah yang dituju.

    Pasal 22
    (1) Peserta didik yang berasal dari satuan pendidikan nonformal atau informal dapat diterima di SD atau bentuk lain yang sederajat tidak pada awal kelas 1 (satu) setelah lulus tes kelayakan dan penempatan yang diselenggarakan oleh SD atau bentuk lain yang sederajat yang bersangkutan.

    (2) Peserta didik jalur nonformal atau informal dapat diterima di SMP atau bentuk lain yang sederajat tidak pada awal kelas 7 (tujuh) setelah memenuhi persyaratan:
    a. lulus ujian kesetaraan Paket A; dan
    b. lulus tes kelayakan dan penempatan yang diselenggarakan oleh SMP atau bentuk lain yang sederajat yang bersangkutan;

    (3) Peserta didik jalur nonformal atau informal dapat diterima di SMA/SMK atau bentuk lain yang sederajat tidak pada awal kelas 10 (sepuluh) setelah:
    a. lulus ujian kesetaraan Paket B; dan
    b. lulus tes kelayakan dan penempatan yang diselenggarakan oleh SMA/SMK atau bentuk lain yang sederajat yang bersangkutan. 

    (4) Dalam hal terdapat perpindahan peserta didik dari satuan pendidikan nonformal atau informal ke SD, SMP, atau SMA/SMK sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3), maka Sekolah yang bersangkutan wajib memperbaharui Dapodik.

    BAB V
    PELAPORAN DAN PENGAWASAN

    Pasal 23
    (1) Sekolah wajib melaporkan pelaksanaan PPDB dan perpindahan peserta didik antarsekolah setiap tahun pelajaran kepada pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya.

    (2) Dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota wajib memiliki kanal pelaporan untuk menerima laporan masyarakat terkait pelaksanaan PPDB.

    (3) Masyarakat dapat mengawasi dan melaporkan pelanggaran dalam pelaksanaan PPDB melalui laman http://ult.kemdikbud.go.id.

    Pasal 24
    (1) Dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota mengoordinasikan dan memantau pelaksanaan PPDB.

    (2) Kementerian melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan PPDB paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun.


    BAB VI
    LARANGAN

    Pasal 25
    Sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dan Sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat yang menerima BOS dari Pemerintah maupun pemerintah daerah, dilarang melakukan pungutan dan/atau sumbangan yang terkait dengan pelaksanaan PPDB maupun perpindahan peserta didik.

    BAB VII
    SANKSI

    Pasal 26
    (1) Pelanggaran terhadap Peraturan Menteri ini diberikan sanksi dengan ketentuan sebagai berikut:
    a. Gubernur/bupati/wali kota memberikan sanksi kepada pejabat dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota berupa:
    1. teguran tertulis;
    2. penundaan atau pengurangan hak;
    3. pembebasan tugas; dan/atau
    4. pemberhentian sementara/tetap dari jabatan;
    b. Dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota memberikan sanksi kepada kepala Sekolah, guru, dan/atau tenaga kependidikan berupa:
    1. teguran tertulis;
    2. penundaan atau pengurangan hak;
    3. pembebasan tugas; dan/atau
    4. pemberhentian sementara/tetap dari jabatan.

    (2) Pengenaan sanksi juga berlaku bagi komite Sekolah atau pihak lain yang melanggar ketentuan dalam Peraturan Menteri ini.

    (3) Pemberian sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), selain sanksi administratif juga dapat diberlakukan sanksi pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 

    BAB VIII
    KETENTUAN LAIN-LAIN

    Pasal 27
    (1) Sekolah yang diselenggarakan dalam wilayah negara kesatuan Republik Indonesia dapat menerima warga negara asing menjadi peserta didik.

    (2) Ketentuan warga negara asing dapat menjadi peserta didik pada Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib:
    a. memiliki kemampuan bahasa Indonesia bagi Sekolah dengan pengantar bahasa Indonesia;
    b. memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ini; dan
    c. memenuhi ketentuan mengenai warga negara asing di Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Pasal 28
    Sekolah wajib melakukan pengisian, pengiriman, dan pemutakhiran data peserta didik dan Rombongan Belajar dalam Dapodik secara berkala paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) semester.

    Pasal 29
    (1) Sekolah yang:
    a. menyelenggarakan pendidikan khusus;
    b. menyelenggarakan pendidikan layanan khusus; dan c. berada di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), dapat melebihi persyaratan usia dalam pelaksanaan PPDB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, Pasal 6 ayat (1) huruf a, Pasal 7 huruf a, dan Pasal 8 ayat (1) huruf a.

    (2) Ketentuan melebihi persyaratan usia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku bagi anak yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu. 

    (3) Ketentuan zonasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dikecualikan untuk:
    a. Sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat;
    b. Satuan Pendidikan Kerja Sama;
    c. Sekolah Indonesia di Luar Negeri;
    d. Sekolah yang menyelenggarakan pendidikan khusus;
    e. Sekolah yang menyelenggarakan pendidikan layanan khusus;
    f. Sekolah berasrama;
    g. Sekolah di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T); dan
    h. Sekolah di daerah yang jumlah penduduk usia Sekolah tidak dapat memenuhi ketentuan jumlah peserta didik dalam 1 (satu) rombongan belajar.

    (4) Pengecualian ketentuan zonasi bagi Sekolah di daerah yang jumlah penduduk usia Sekolah tidak dapat memenuhi ketentuan jumlah peserta didik dalam 1 (satu) rombongan belajar sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf h ditetapkan oleh Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya.

    Pasal 30
    (1) Pemerintah daerah wajib membuat kebijakan daerah sebagai tindak lanjut atas Peraturan Menteri ini dengan berasaskan objektifitas, transparansi, akuntabilitas, nondiskriminatif, dan berkeadilan.

    (2) Nondiskriminatif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikecualikan bagi sekolah yang secara khusus melayani peserta didik dari kelompok gender atau agama tertentu.

    Pasal 31
    (5) Dinas Pendidikan wajib memastikan bahwa semua Sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dalam proses PPDB telah menerima peserta didik sesuai dengan zonasi yang telah ditetapkan. 

    (6) Dinas Pendidikan dan Sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah tidak dapat menetapkan persyaratan lainnya dalam proses PPDB yang bertentangan dengan Peraturan Menteri ini.

    Pasal 32
    Penerapan ketentuan tentang zonasi dan pelaksanaan PPDB secara daring dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesiapan masing-masing daerah.

    Pasal 33
    Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak- Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, atau Bentuk Lain yang Sederajat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 660), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

    BAB IX
    KETENTUAN PENUTUP

    Pasal 34
    Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. 

    Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.


    Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 2 Mei 2018
    MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,
    TTD.
    MUHADJIR EFFENDY



    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, Atau Bentuk Lain Yang Sederajat. Semoga bisa bermanfaat.
    POS Akreditasi Sekolah-Madrasah Tahun 2018

    Diposting oleh Pada 5/08/2018 01:05:00 PM dengan No comments

    Berikut ini adalah berkas POS Akreditasi Sekolah-Madrasah Tahun 2018. Prosedur Operasional Standar Pelaksanaan Akreditasi Sekolah/Madrasah Tahun 2018. Keputusan BAN-S/M Nomor 082/BAN-SM/SK/2018 Tentang Penggunaan Prosedur Operasional Standar (POS) Pelaksanaan Akreditasi Sekolah/Madrasah Tahun 2018Diterbitkan oleh BANS/M (Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah). Download file format .docx Microsoft Word dan PDF.

    POS Akreditasi Sekolah-Madrasah Tahun 2018
    POS Akreditasi Sekolah-Madrasah Tahun 2018

    POS Akreditasi Sekolah-Madrasah Tahun 2018

    Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Prosedur Operasional Standar Pelaksanaan Akreditasi Sekolah/Madrasah Tahun 2018:

    Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) menetapkan tagline: Akreditasi Bermutu untuk Pendidikan Bermutu. Tagline tersebut dimaksudkan untuk memperkuat dan mengaktualisasikan moto BAN-S/M: profesional, tepercaya, dan terbuka.

    Akreditasi bermutu untuk pendidikan bermutu memiliki empat pilar. Pertama, perangkat yang bermutu. BAN-S/M berusaha menyempurnakan Perangkat Akreditasi sebagai alat penilaian mutu pendidikan yang valid dan realiable dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan dan Peraturan-peraturan yang terkait. Perangkat yang bermutu terdiri atas Instrumen, Petunjuk Teknis, Data dan Informasi Pendukung serta Teknik Penskoran. Perangkat Akreditasi disusun dengan bahasa yang mudah dan sederhana sehingga tidak menimbulkan salah pengertian dan perbedaan pendapat antara sekolah/madrasah dengan asesor. Perangkat disusun dengan lebih sederhana sehingga memudahkan sekolah/madrasah dalam mempersiapkan akreditasi dan pada saat visitasi. Perangkat Akreditasi dapat diakses melalui website BAN-S/M, Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI, dan media lainnya sehingga dapat dipelajari.

    Pilar kedua adalah asesor yang bermutu. Dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan keterbukaan, BAN-S/M mensyaratkan usia asesor 35-60 tahun, pendidikan sekurang-kurangnya S1, memiliki pengalaman kerja dan latar belakang pendidikan yang relevan, dan

    mahir komputer. Bagi asesor dari profesi guru harus berasal dari sekolah/madrasah yang terakreditasi. Asesor juga harus memiliki kecakapan sosial dan berkepribadian luhur. Asesor yang tidak mematuhi kode etik dapat diberhentikan. Rekrutmen asesor dilaksanakan secara terbuka melalui pengumuman di media massa atau pemberitahuan ke lembaga terkait. Setiap orang yang melamar sebagai asesor harus mengikuti tes tulis, wawancara, penilaian portofolio, dan pelatihan calon asesor. Asesor bukanlah mereka yang

    ditunjuk tetapi kalangan profesional yang diseleksi dengan ketat. Asesor adalah salah satu pelaku utama Akreditasi yang berhubungan langsung dengan masyarakat sehingga kepribadian mereka menentukan citra BAN-S/M dan hal-hal lain yang terkait dengan Akreditasi.

    Pilar ketiga adalah manajemen yang bermutu. BAN-S/M berusaha memperbaiki sistem manajemen baik yang terkait dengan perencanaan, pelaksanaan kegiatan. monitoring dan evaluasi. Proses penetapan kuota dan sekolah/madrasah diperbaiki sehingga lebih cepat, adil, dan objektif. Usaha penyempurnaan manajemen dapat dilihat dari perubahan prosedur operasional standar (POS). Melalui POS pihak-pihak yang terkait dengan Akreditasi khususnya BAP-S/M dan Kepala Sekolah/Madrasah dapat melaksanakan kegiatan dengan benar. Termasuk ke dalam pilar ketiga adalah pertanggungjawaban keuangan yang benar, kinerja, dan komunikasi yang semakin baik.

    Pilar keempat adalah hasil-hasil yang bermutu. BAN-S/M mulai mengembangkan sistem database yang memuat hasil dan peringkat Akreditasi. Hasil-hasil Akreditasi terintegrasi dengan data pokok pendidikan, dan memuat data tentang keadaan sekolah/madrasah sehingga menjadi dasar dalam pembuatan kebijakan dan pengambilan keputusan. BAN-S/M mencatat beberapa Daerah mulai menjadikan hasil Akreditasi sebagai bagian dari program peningkatan mutu pendidikan. BAN-S/M senantiasa memberikan data-data yang lengkap dan mutakhir (available), mudah diakses (accessable), dan bermanfaat (beneficial). Berbagai pihak dapat mengolah dan memanfaatkan hasil Akreditasi untuk kepentingan studi, pemetaan mutu pendidikan, dan perencanaan pembangunan.

    POS ini digunakan oleh BAN-S/M dan BAP-S/M untuk melaksanakan akreditasi sekolah/madrasah dengan syarat kepengurusan BAN-S/M dan BAP-S/M sesuai dengan Pedoman Akreditasi Sekolah/Madrasah dan peraturan perundangan yang berlaku.

    Pada berkas POS Akreditasi Sekolah-Madrasah Tahun 2018 ini bersisi beberpa point penting antara lain:
    • Keputusan BAN-S/M Tentang Penggunaan Prosedur Operasional Standar (POS) Pelaksanaan Akreditasi Sekolah/Madrasah Tahun 2018
    • Alur Proses Akreditasi Sekolah/Madrasah
    • Langkah ke-1 Sosialisasi Dan Pengisian Data Isian Akreditasi (DIA) Dalam Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah/Madrasah (Sispena-S/M)
    • Langkah ke-2 Penetapan Sekolah/Madrasah Yang Akan Divisitasi Dan Penugasan Asesor 
    • Langkah Ke-3 Visitasi Ke Sekolah/Madrasah
    • Langkah Ke-4 Validasi Proses Dan Hasil Visitasi
    • Langkah Ke-5 Verifikasi Hasil Validasi Dan Penyusunan Rekomendasi
    • Langkah Ke-6 Penetapan Hasil Dan Rekomendasi Akreditasi
    • Langkah Ke-7 Pengumuman Hasil Akreditasi
    • Langkah Ke-8 Penerbitan Sertifikat Akreditasi Dan Rekomendasi

      Download POS Akreditasi Sekolah-Madrasah Tahun 2018

      Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas POS Akreditasi Sekolah-Madrasah Tahun 2018 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

      POS Akreditasi Sekolah-Madrasah Tahun 2018



      Download File:

      POS Akreditasi Sekolah-Madrasah Tahun 2018.pdf
      POS Akreditasi Sekolah-Madrasah Tahun 2018.docx


      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file POS Akreditasi Sekolah-Madrasah Tahun 2018. Semoga bisa bermanfaat.
      Buku Siswa SMK MAK Kelas X Simulasi Digital Semester 1 dan 2

      Diposting oleh Pada 5/05/2018 08:19:00 PM dengan No comments

      Berikut ini adalah berkas Buku Siswa SMK MAK Kelas X Mata Pelajaran Simulasi Digital Semester 1 dan 2. Download file format PDF.

      Buku Siswa SMK MAK Kelas X Mata Pelajaran Simulasi Digital Semester 1 dan 2 Kurikulum 2013 ini diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan SMK Kemdikbud RI. 

      Buku Siswa SMK MAK Kelas X Mata Pelajaran Simulasi Digital Semester 1 dan 2
      Buku Siswa SMK MAK Kelas X Mata Pelajaran Simulasi Digital Semester 1 dan 2

      Buku Siswa SMK MAK Kelas X Mata Pelajaran Simulasi Digital Semester 1 dan 2

      Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Buku Siswa SMK MAK Kelas X Mata Pelajaran Simulasi Digital Semester 1 dan 2:

      SIMULASI DIGITAL
      Upaya Mengomunikasikan Gagasan atau Konsep Melalui Presentasi Digital

      Teknologi informasi dan komunikasi pada saat ini telah memungkinkan cara berkomunikasi dan bakutukar informasi manusia satu dengan manusia lainnya, mencapai tingkat tertinggi dibandingkan dengan pada masa sebelumnya. Informasi yang disampaikan dalam bentuk teks saja tidak cukup. Informasi tersebut dapat dilengkapi dengan visualisasi yang tampil secara dinamis, bergerak, disertai suara. Informasi tersebut menjadi lebih penting, jika berisi gagasan atau konsep. Cara membuat visualisasi dan cara menyampaikan informasi tersebut harus dipelajari dengan baik agar isi yang terkandung di dalamnya dapat tersampaikan.

      Cara yang praktis mengomunikasikan gagasan atau konsep kepada orang lain adalah melalui presentasi digital yang telah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi saat ini. Teknologi informasi dan komunikasi juga memungkinkan seseorang membuat rekaan/tiruan (simulasi) dari kondisi yang sebenarnya sebagai peraga penyampaian informasi.

      Semua upaya menyampaikan gagasan atau konsep tersebut dikemas dalam Simulasi Digital. Mata Pelajaran Simulasi Digital tidak berdiri sendiri. Mata pelajaran ini terkait dengan mata pelajaran produktif pada Bidang Keahlian atau Program Keahlian yang dipelajari di SMK. Mata pelajaran ini tidak dapat dipisahkan dengan isi yang akan dikomunikasikan, yaitu gagasan atau konsep sebagai solusi atas masalah yang terkait dengan mata pelajaran produktif.
      Simulasi Digital bukan sekadar format tetapi juga konten
      Penguasaan Simulasi Digital tidak hanya berguna bagi Anda untuk memperoleh nilai dalam mata pelajaran, bahkan tidak hanya bermanfaat untuk mengomunikasikan gagasan atau konsep selama Anda belajar di SMK. Simulasi Digital adalah kebutuhan manusia. Keterampilan ini akan menjadi bagian dari kecakapan hidup (life skill) Anda. 

      Deskripsi Mata Pelajaran Simulasi Digital
      Mata pelajaran Simulasi Digital adalah mata pelajaran yang membekali siswa agar dapat mengomunikasikan gagasan atau konsep melalui media digital.

      Dalam proses pemelajaran, siswa dapat mengomunikasikan gagasan atau konsep yang dikemukakan orang lain dan mewujudkannya melalui presentasidigital, dengan tujuan untukmenguasai teknik mengomunikasikan gagasan atau konsep.

      Tujuan akhir setelah siswa mempelajari berbagai keteknikan dan cara bekerja yang terkait dengan mata pelajaran kejuruan, siswa mampu mengomunikasikan gagasan atau konsep yang ditemukannya sendiri atau modifikasi dari gagasan atau konsep yang sudah ada.

      Pada dasarnya kemampuan mengomunikasikan gagasan atau konsep, sama pentingnya dengan penemuan gagasan atau konsep itu sendiri.

      Kemampuan mengomunikasikan gagasan atau konsep dengan tepat, mencerminkan kecerdasan pola pikir dan tingkat penguasaan terhadap gagasan atau konsep tersebut.

      Media digital yang dimanfaatkan untuk mengomunikasikan gagasan atau konsep, dipilih dari yang telah tersedia secara luas melalui aplikasi atau layanandengan menggunakan peralatan elektronika atau peralatan teknologi informasi dan komunikasi yang ada.

        Download Buku Siswa SMK MAK Kelas X Mata Pelajaran Simulasi Digital Semester 1 dan 2

        Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Siswa SMK MAK Kelas X Mata Pelajaran Simulasi Digital Semester 1 dan 2. ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

        Buku Siswa SMK MAK Kelas X Mata Pelajaran Simulasi Digital Semester 1 dan 2



        Download File:
        Buku Siswa SMK MAK Kelas X Simulasi Digital Semester 1.pdf
        Buku Siswa SMK MAK Kelas X Simulasi Digital Semester 2.pdf

        Sumber: http://psmk.kemdikbud.go.id

        Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku Siswa SMK MAK Kelas X Mata Pelajaran Simulasi Digital Semester 1 dan 2. Semoga bisa bermanfaat.
        Buku Mikrobiologi Kelas X SMK Paket Keahlian Kimia Analisis

        Diposting oleh Pada 5/05/2018 06:02:00 PM dengan No comments

        Berikut ini adalah berkas Buku Mikrobiologi Kelas X (10) SMK Paket Keahlian Kimia Analisis Kurikulum 2013. Download file format PDF.

        Buku Teks Bahan Ajar Siswa Kelas X SMK Paket Keahlian Kimia Analisis Kurikulum 2013 ini diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan SMK Kemdikbud RI. 

        Buku Mikrobiologi Kelas X SMK Paket Keahlian Kimia Analisis Kurikulum 2013
        Buku Mikrobiologi Kelas X SMK Paket Keahlian Kimia Analisis Kurikulum 2013

        Buku Buku Mikrobiologi Kelas X (10) SMK Paket Keahlian Kimia Analisis Kurikulum 2013.

        Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Buku Mikrobiologi Kelas X (10) SMK Paket Keahlian Kimia Analisis Kurikulum 2013.:

        Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi sikap, pengetahuan dan keterampilan secara utuh. Keutuhan tersebut menjadi dasar dalam perumusan kompetensi dasar tiap mata pelajaran mencakup kompetensi dasar kelompok sikap, kompetensi dasar kelompok pengetahuan, dan kompetensi dasar kelompok keterampilan. Semua mata pelajaran dirancang mengikuti rumusan tersebut.

        Pembelajaran kelas X dan XI jenjang Pendidikan Menengah Kejuruhan yang disajikan dalam buku ini juga tunduk pada ketentuan tersebut. Buku siswa ini diberisi materi pembelajaran yang membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterapilan dalam menyajikan pengetahuan yang dikuasai secara kongkrit dan abstrak, dan sikap sebagai makhluk yang mensyukuri anugerah alam semesta yang dikaruniakan kepadanya melalui pemanfaatan yang bertanggung jawab.

        Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharuskan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam kurikulum 2013, siswa diberanikan untuk mencari dari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serp siswa dengan ketersediaan kegiatan buku ini. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.

        Deskripsi
        Buku ini berisikan tentang identifikasi bakteri, khamir dan kapang; jenis – jenis bakteri, khamir dan kapang. Penggolongan bakteri, khamir dan kapang . Kondisi optimum berbagai bakteri, khamir dan kapang, dan cara mengidentifikasi/menggolongkan bakteri, khamir dan kapang.

        Pembuatan Media Pertumbuhan (bahan dasar media, jenis- jenis media pertumbuhan berdasarkan sifat fisik, komposisi, tujuan (selektif, diperkaya) sifat- sifat media, komposisi media pertumbuhan, dan teknik pembuatan media).

        Melakukan sterilisasi dan uji sterilitas (prinsip dan tujuan sterilisasi, pengoperasian neraca, inkubator dan autoclave, sterilisasi ruangan, sterilisasi peralatan, sterilisasi media, bahan kimia untuk sterilisasi ruangan (meja, inkas pekerja, dan lain - lain).

        Inokulasi dan isolasi (peralatan untuk isolasi dan inokulasi , maca –macam teknik preparasi pengambilan sampel mikroba , ciri-ciri bakteri Gram negatif dan Gram positif, teknik pengecatan bakteri, macam–macam teknik penanaman, cara mendapatkan kultur murni ( pengenceran bertingkat, goresan), menguji kultur murni.

        Pembuatan produk dan atau pengolahan limbah dengan menggunakan jasa mikroba: bahan baku atau media untuk pembuatan produk makanan/minuman/bahan industri, jenis mikroba yang digunakan untuk proses fermentasi dalam pembuatan produk makanan/minuman/atau bahan industri, kondisi optimum proses fermentasi, pengendalian proses fermentasi pembuatan produk industri secara fermentasi, pemisahan produk 

        Prasarat
        Sebelum mempelajari buku mikrobiologi ini siswa disyaratkan telah mempelajari materi biologi.

        Petunjuk Penggunaan Buku

        Penjelasan bagi Peserta Didik
        1. Bacalah Buku ini secara berurutan dari Kata Pengantar sampai Daftar Cek Kemampuan, pahami dengan benar isi dari setiap babnya.
        2. Setelah Anda mengisi Cek Kemampuan, apakah Anda termasuk kategori orang yang perlu mempelajari buku ini? Apabila Anda menjawab Ya, maka pelajari buku ini.
        3. Laksanakan semua tugas yang ada dalam modul ini agar kompetensi Anda berkembang sesuai standar.
        4. Lakukan kegiatan belajar untuk mendapatkan kompetensi sesuai dengan yang disetujui oleh Guru.
        5. Setiap mempelajari satu sub kompetensi, Anda harus mulai dari memahami tujuan kegiatan pembelajarannya, menguasai pengetahuan pendukung (Uraian Materi), melaksanakan tugas-tugas dan mengerjakan soal latihan.
        6. Setelah selesai mempelajari modul ini silahkan Anda mengerjakan latihan.
        7. Laksanakan Lembar Kerja untuk pembentukan psikomotorik skills sampai Anda benar-benar terampil sesuai standar. Apabila Anda mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugas ini, konsultasikan dengan guru.
        8. Setelah Anda merasa benar-benar menguasai seluruh kegiatan belajar dalam modul ini, mintalah evaluasi dari guru.

        Peran Guru
        1. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar.
        2. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. 
        3. Membantu siswa dalam memahami konsep dan praktek baru serta menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajar siswa.
        4. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar.
        5. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
        6. Melaksanakan penilaian.
        7. Menjelaskan kepada siswa mengenai bagian yang perlu untuk dibenahi dan merundingkan rencana pembelajaran selanjutnya.
        8. Mencatat pencapaian kemajuan siswa.

        Tujuan Akhir
        Setelah mempelajari buku ini siswa mampu :
        1. Menganalisis ciri-ciri koloni dan sel jamur, bakteri, dan yeast secara mikroskopis
        2. Melaksanakan identifikasi jamur, bakteri, dan yeast dengan mikroskop
        3. Menerapkan pengetahuan faktual, konseptual dan prosedural dalam membuat media
        4. Membuat media untuk pertumbuhan dan isolasi
        5. Menerapkan konsep dan prinsip teknik sterilisasi dan uji sterilitas
        6. Menerapkan konsep dan prinsip teknik isolasi dan inokulasi
        7. Melaksanakan isolasi dan inokulasi
        8. Menerapkan jenis dan sifat serta kondisi optimum pertumbuhan mikroba untuk proses pembuatan makanan/minuman/bahan bakar/pengolahan limbah
        9. Melaksanakan pembuatan makanan/minuman/bahan bakar/pengolahan limbah

          Download Buku Mikrobiologi Kelas X (10) SMK Paket Keahlian Kimia Analisis Kurikulum 2013.

          Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Mikrobiologi Kelas X (10) SMK Paket Keahlian Kimia Analisis Kurikulum 2013. ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

          Buku Mikrobiologi Kelas X (10) SMK Paket Keahlian Kimia Analisis Kurikulum 2013.



          Download File:
          Buku Mikrobiologi Kelas X SMK Paket Keahlian Kimia Analisis.pdf

          Sumber: http://psmk.kemdikbud.go.id

          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku Mikrobiologi Kelas X (10) SMK Paket Keahlian Kimia Analisis Kurikulum 2013.. Semoga bisa bermanfaat.
          Juklak Bantuan Event Peserta Didik SMK Tahun 2018

          Diposting oleh Pada 5/04/2018 10:50:00 AM dengan No comments

          Berikut ini adalah berkas Juklak Bantuan Event Peserta Didik SMK Tahun 2018. Peraturan Kuasa Penggunaanggaran Satuan Kerja Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Nomor: 025/D5.5/KU/2018 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Bantuan Event Peserta Didik SMK Tahun 2018. Download file format PDF.

          Juklak Bantuan Event Peserta Didik SMK Tahun 2018
          Juklak Bantuan Event Peserta Didik SMK Tahun 2018

          Juklak Bantuan Event Peserta Didik SMK Tahun 2018

          Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Juklak Bantuan Event Peserta Didik SMK Tahun 2018:

          Peraturan Kuasa Penggunaanggaran Satuan Kerja Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Nomor: 025/D5.5/KU/2018 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Bantuan Event Peserta Didik SMK Tahun 2018.

          Latar Belakang
          Tantangan global dalam bentuk persaingan tenaga kerja, mendorong setiap negara untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal agar dapat memenangkan persaingan, baik pada saat ini maupun pada masa yang akan datang.

          Sejalan dengan tantangan dimaksud, dengan mempertimbangkan berbagai potensi dan sumber daya yang dimiliki serta kecenderungan perubahan lingkungan strategis khususnya berkaitan dengan pertumbuhan sektor ekonomi, industri, dan perkembangan IPTEK, Direktorat Pembinaan SMK sebagai sub sistem dalam sistem pendidikan nasional berketetapan mengembangkan visi untuk mewujudkan lembaga pendidikan kejuruan yang menghasilkan sumber daya manusia berkelas dunia (standar internasional), serta perluasan layanan pendidikan berbasis keunggulan lokal (standar nasional).

          Penyelenggaraan Bantuan Event Peserta Didik SMK Tahun 2018 ditujukan untuk membantu pelaksanaaan kegiatan event di SMK seperti pelaksanaan seminar, kegiatan workshop yang bersifat membangun maupun meningkatkan kompetensi siswa, pentas seni dan kreatifitas siswa, pameran kerajinan maupun produk unggulan, perlombaan dan pekan olahraga siswa SMK.

          Dengan adanya bantuan Event peserta didik ini diharapkan memacu kreatifitas sekolah sehingga berdampak meningkatkan bakat, minat dan potensi peserta didik dari sekolah tersebut.

          Pelaksanaan Bantuan Event Peserta Didik, ini akan melibatkan beberapa SMK yang akan berpartisipasi aktif sekaligus sebagai media bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat, minat, dan potensi yang dapat ditampilkan pada event yang akan dipilih sebagai kegiatan yang akan diselenggrakan oleh SMK yang bersangkutan. Bagi SMK yang terpilih dan memenuhi kriteria maka SMK tersebut akan diberi bantuan untuk menyelenggarakan event peserta didik di daerahnya.

          Tujuan dari pemberian bantuan event peserta didik ini adalah untuk mendukung penyelenggaraan event peserta didik seperti workshop, seminar, pameran, Lomba atau Festival, unjuk kreativitas siswa, pengembangan bakat minat, dan kegiatan ekstra kurikuler yang telah disusun oleh SMK dimaksud.

          Sasaran
          Sasaran Bantuan Event Peserta Didik SMK tahun 2018 sebanyak 25 paket dengan nilai bantuan sebesar Rp25.000.000,00 per paket.

          Hasil yang Diharapkan
          Terpenuhinya target SMK calon penerima bantuan event peserta didik sebanyak 25 paket.

          Total Nilai Bantuan Pemerintah
          Total Nilai Bantuan Event Peserta Didik SMK tahun 2018 adalah Rp. 625.000.000,00 untuk 25 paket.

          Bentuk Bantuan Event Peserta Didik
          Bentuk Bantuan adalah Bantuan Event Peserta Didik SMK yang diberikan dalam bentuk uang sekaligus untuk digunakan dalam Kegiatan penyelenggaraan event tertentu terkait dengan bakat, minat dan potensi peserta didik SMK, Lomba atau Festival, atau unjuk kreativitas siswa, dan tersusun secara rinci dalam sebuah proposal. 

          Karakteristik Program Bantuan Event Peserta Didik Siswa SMK
          1. Bantuan ini harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku (Perpres No. 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya);
          2. Bantuan dana ini diberikan secara utuh dan tidak dilakukan pemotongan dengan alasan apapun serta oleh pihak manapun;
          3. Jangka waktu penggunaan dana selambat-lambatnya 120 (seratus dua puluh) hari kalender sejak diterimanya dana tersebut di rekening SMK;
          4. Bantuan ini harus dikelola secara transparan, efisien dan efektif serta dapat dipertanggungjawabkan baik fisik, administrasi maupun keuangan;

          Kriteria Proposal
          1. Judul proposal; Tema dari event yang diadakan.
          2. Latar belakang event; Latar belakang dari kegiatan event. Isinya merupakan dasar dan alasan yang jelas mengapa kegiatan itu perlu dilakukan.
          3. Tujuan event; Merupakan manfaat atau hasil yang diharapkan dari diadakannya kegiatan event tersebut.
          4. Kegiatan; Menjelaskan pokok kegiatan yang akan dilaksanakan dan dilampirkan dengan jadwal secara lengkap dan terinci.
          5. Anggaran; Anggaran dari proposal ini harus memiliki lampiran secara terperinci dan sedetail mungkin dan dapat dipertanggung jawabkan yang dilengkapi dengan bukti pengeluarannya. 

          SMK
          1. Menyusun proposal Bantuan Event Peserta Didik SMK tahun 2018;
          2. Menyampaikan proposal kepada Dinas Pendidikan Provinsi untuk mendapatkan persetujuan dan pengesahan;
          3. Mengirimkan proposal ke Direktorat Pemb. SMK;
          4. Membentuk Tim Pelaksana dalam penyediaan kebutuhan peralatan, bahan dan kelengkapan keperluan bantuan event peserta didik SMK tahun 2018;
          5. Kepala Sekolah menandatangani proposal Bantuan Event Peserta Didik SMK tahun 2018;
          6. Bertanggungjawab penuh terhadap persiapan, perencanaan dan pelaksanaan pemanfaatan dana bantuan event peserta didik SMK;
          7. Membukukan penggunaan dana bantuan dan menyampaikan laporan hasil penggunaan dana kepada Direktorat Pembinaan SMK yang diketahui oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi;
          8. Memungut dan menyetorkan pajak-pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
          9. Menyiapkan dan melaporkan Berita Acara Serah Terima Aset.

          Persyaratan Penerima
          1. Diusulkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi berdasarkan kriteria sebagai berikut: a. Diprioritaskan SMK yang memiliki kegiatan/event yang telah dan akan menyelenggarakan kegiatan unjuk bakat, minat dan potensi peserta didik SMK, Lomba atau Festival, unjuk kreativitas siswa serta memiliki hubungan kerjasama dengan industri sesuai kegiatan yang dilakukan. b. Memiliki jejaring kerja dan peralatan yang dibutuhkan untuk kegiatan dimaksud. c. Sekolah bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan event.
          2. Mengajukan proposal bantuan peserta didik SMK tahun 2018.
          3. Menyusun rencana anggaran biaya dan daftar kebutuhan penyediaan kebutuhan; peralatan, bahan dan kelengkapan keperluan Bantuan Event Peserta Didik tahun 2018;
          4. Menyampaikan foto copy surat pengangkatan Kepala SMK.

          Mekanisme Pengajuan Usulan dan Penetapan Penerima Bantuan Event Peserta Didik SMK tahun 2018
          Mekanisme pengajuan proposal bantuan event peserta didik tahun 2018 sebagai berikut:
          1. Dinas Pendidikan Provinsi; a. Mengusulkan SMK calon penerima bantuan event peserta didik SMK kepada Direktorat Pembinaan SMK untuk ditetapkan sebagai penerima bantuan. b. Mengesahkan proposal SMK calon penerima bantuan event peserta didik SMK. 
          2. Direktorat Pembinaan. SMK; a. Melakukan koordinasi dan sosialisasi bantuan; b. Menyeleksi dan menetapkan SMK calon penerima bantuan berdasarkan usulan dari Dinas Pendidikan Provinsi; c. Membentuk Tim verifikasi; d. Membentuk tim ysng akan membuat laporan hasil seleksi yang dituangkan dalam format laporan, serta mengusulkannya kepada Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan untuk ditetapkan sebagai SMK penerima bantuan; e. Tim melakukan bimbingan teknis pemberian bantuan; f. Memproses pencairan dana ke SMK penerima bantuan. 
          3. SMK; Menyampaikan proposal yang sudah disahkan Dinas Pendidikan Provinsi kepada Direktorat Pembinaan SMK dengan alamat: Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan u.p. Kepala Subdit Peserta Didik Komplek Kemdikbud Gedung E, lantai 12 Jalan Jenderal Sudirman - Senayan Jakarta Pusat 10270

          Ketentuan Penggunaan Dana
          Penggunaan dana Bantuan Event Peserta Didik SMK Tahun 2018 diperuntukkan:
          1. Pengadaan/sewa alat, bahan dan kelengkapan lainnya yang diperlukan dalam kegiatan event peserta didik SMK;
          2. Biaya transportasi/mobilisasi peralatan, bahan dan kelengkapan ke tempat penyelenggaraan event peserta didik SMK;
          3. Instalasi, pasang bongkar peralatan ditempat event peserta didik SMK;
          4. Pembayaran pajak;
          5. Pembuatan dokumentasi foto dan video kegiatan event peserta didik SMK;
          6. Pembuatan laporan kegiatan.

          Pertanggungjawaban Penggunaan Dana
          Hal-hal yang harus diperhatikan oleh penerima bantuan antara lain:
          1. Setiap penggunaan dana bantuan harus dapat dipertanggung-jawabkan dan didukung dengan bukti fisik, administrasi dan keuangan;
          2. Menyiapkan dokumen teknis, administrasi dan keuangan;
          3. Bukti pengeluaran uang dalam jumlah tertentu harus dibubuhi meterai yang cukup sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam bukti pengeluaran harus jelas uraian mengenai peruntukannya (misalnya honor, transport dan pembelian barang/jasa) dan diberi tanggal dan nomor bukti pengeluaran, termasuk pembayaran pajak sesuai dengan peraturan yang berlaku;
          4. Memiliki NPWP dan memungut pajak-pajak serta menyetor ke Kas Negara atas pembayaran uang lelah/honor, pembelian/pengadaan barang/jasa dalam jenis dan jumlah tertentu sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
          5. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban hasil kegiatan kepada Direktur Pembinaan SMK dengan tembusan kepada Dinas Pendidikan Provinsi.

          Pelaporan
          Laporan pelaksanaan program Bantuan Event Peserta Didik SMK tahun 2018 harus dapat memberikan data dan informasi secara lengkap dan jelas.

          Laporan akhir pelaksanaan menjelaskan tentang: a) Realisasi seluruh kegiatan; b) Realisasi pengeluaran dana; c) Dokumentasi; d) Masalah yang dihadapi, saran-saran dan upaya menanggulanginya; e) Lampiran-lampiran. 

          Setiap SMK yang mendapatkan bantuan ini harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, oleh karena itu data pendukung yang dianggap penting agar dilampirkan pada proposal.

          Dengan tersusunnya Petunjuk Pelaksanaan ini diharapkan SMK penerima bantuan dapat mewujudkan pelaksanaan event peserta didik SMK melalui upaya pengajuan proposal program bantuan event peserta didik SMK.

          Diharapkan pula bagi semua pihak yang ikut berperan dalam pelaksanaan program ini baik langsung maupun tidak langsung dapat terlebih dahulu memahami isi Petunjuk Pelaksanaan program bantuan ini, sebelum memutuskan untuk ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan program, dengan demikian kesalahan prosedur selama pelaksanaan dapat dihindarkan.

          Lampiran:

          CONTOH PROPOSAL
          Cover
          Halaman Pengesahan oleh Dinas Pendidikan Provinsi
          Kata Pengantar
          Daftar Isi
          A. LatarBelakang
          Latar Belakang berisikan penjelasan mengenai alasan-alasan rasional dan dapat dipertanggungjawabkan yang melandasi proposal yang bersangkutan.
          B. Tujuan
          Tujuan adalah sesuatu yang ingin dicapai dengan proposal tersebut.
          C. Nilai Bantuan Yang diajukan
          Berisi total dana bantuan yang diajukan, dengan dilengkapi RAB Perincian penggunaan dana, bahan, alat, kelengkapan lainnya untuk penyelenggaraan event peserta didik SMK(sesuai dengan judul proposal).
          D. RAB Kebutuhan pelaksanaan kegiatan event peserta didik, bahan, alat, dan kelengkapan lainnya, untuk kegiatan event peserta didik SMK tahun 2018.

            Download Juklak Bantuan Event Peserta Didik SMK Tahun 2018

            Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Juklak Bantuan Event Peserta Didik SMK Tahun 2018 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

            Juklak Bantuan Event Peserta Didik SMK Tahun 2018



            Download File:
            Juklak Bantuan Event Peserta Didik SMK Tahun 2018.pdf
            Lampiran - Juklak Bantuan Event Peserta Didik SMK Tahun 2018.docx

            Sumber: http://psmk.kemdikbud.go.id

            Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Juklak Bantuan Event Peserta Didik SMK Tahun 2018. Peraturan Kuasa Penggunaanggaran Satuan Kerja Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Nomor: 025/D5.5/KU/2018 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Bantuan Event Peserta Didik SMK Tahun 2018. Semoga bisa bermanfaat.

            Formulir Kontak

            Nama

            Email *

            Pesan *