Buku Guru dan Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SD SMP SMA SMK Kurikulum 2013

Berikut ini adalah berkas Buku Guru dan Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SD SMP SMA SMK Kurikulum 2013. Download file format PDF.

Buku Guru dan Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SD SMP SMA SMK Kurikulum 2013
Buku Guru dan Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SD SMP SMA SMK Kurikulum 2013

Download Buku Guru dan Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SD SMP SMA SMK Kurikulum 2013

Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Guru dan Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SD SMP SMA SMK Kurikulum 2013 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:
Buku Guru dan Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SD Kelas 1 2 3 4 5 6 Kurikulum 2013
Buku Guru dan Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SMP Kelas 7 8 9 Kurikulum 2013
Buku Guru dan Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SMA SMK Kelas 10 11 12 Kurikulum 2013

Berikut ini keterangan/kutipan teks dari isi berkas Buku Guru dan Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SD SMP SMA SMK Kurikulum 2013:

Kurikulum 2013 dirancang agar peserta didik tidak hanya bertambah pengetahuannya, tetapi juga meningkat keterampilannya dan semakin mulia kepribadiannya. Dengan demikian, ada kesatuan utuh antara kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Keutuhan ini dicerminkan dalam pendidikan agama dan budi pekerti. Melalui pembelajaran agama diharapkan akan terbentuk keterampilan beragama dan terwujud sikap spiritual dan sikap sosial peserta didik yang berimbang, mencakup hubungan manusia dengan Penciptanya, sesama manusia, dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.

Pengetahuan agama yang dipelajari para peserta didik menjadi sumber nilai dan penggerak perilaku mereka. Buku siswa disusun secara utuh dan bersinambungan dalam kontens yang sedang diberikan oleh Pendidik kepada peserta didik yang disebut dengan istilah kohiren dan linier artinya diawali dari Kompetensi Inti 3 pada pengetahuan sebagai penuangan konsep bermuara pada aplikasi pada kompetensi 4 yaitu keterampilan. Dari pengetauan dan keterampilan secara otomatismembangun karakter sikap sosialnya dan sikap spiritualnya. Karena pembentukan budi pekerti, proses pembelajaran metode ilmiah mesti mengantar mereka dalam meniti dan menata hidup dan kehidupan peserta didik yang berkarakter dan beradab.

Pengetahuan agama yang dipelajari para peserta didik menjadi sumber nilai dan penggerak perilaku mereka. Sekadar contoh, diantara nilai budi pekerti dalam agama Hindu dikenal dengan Tri Marga (bakti kepada Tuhan, orang tua, dan guru; karma, bekerja sebaik-baiknya untuk dipersembahkan kepada orang lain dan Tuhan; Jnana, menuntut ilmu sebanyak-banyaknya untuk bekal hidup dan penuntun hidup), dan Tri Warga (dharma, berbuat berdasarkan atas kebenaran; artha, memenuhi harta benda kebutuhan hidup berdasarkan kebenaran, dan karma, memenuhi keinginan sesuai dengan norma-norma yang berlaku). Dalam pembentukan budi pekerti, proses pembelajarannya mesti mengantar mereka dari pengetahuan tentang kebaikan, lalu menimbulkan komitmen terhadap kebaikan, dan akhirnya benar-benar melakukan kebaikan. 

Buku Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti ini ditulis dengan semangat itu. Pembelajarannya dibagi ke dalam beberapa kegiatan keagamaan yang harus dilakukan peserta didik dalam usaha memahami pengetahuan agamanya dan mengaktualisasikannya dalam tindakan nyata dan sikap keseharian, baik dalam bentuk ibadah ritual maupun ibadah sosial.Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap peserta didik dengan ketersediaan kegiatan yang ada pada buku ini. Guru dapat memperkayanya secara kreatif dengan kegiatan-kegiatan lain yang bersumber dari lingkungan alam, sosial, dan budaya sekitar.

Kurikulum 2013 dirancang agar peserta didik tidak hanya bertambah pengetahuannya, tetapi meningkat juga keterampilannya dan semakin mulia kepribadiannya. Ada kesatuan utuh antara kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Keutuhan ini perlu tercermin dalam pembelajaran agama. Melalui pembelajaran pengetahuan agama diharapkan akan terbentuk keterampilan beragama dan terwujud sikap beragama siswa.

Tentu saja sikap beragama yang berimbang, mencakup hubungan manusia dengan Penciptanya dan hubungan manusia dengan sekitarnya. Untuk memastikan keseimbangan ini, pelajaran agama perlu diberi penekanan khusus terkait dengan budi pekerti. Hakikat budi pekerti adalah sikap atau perilaku seseorang dalam hubungannya dengan Tuhan, diri sendiri, keluarga, masyarakat dan bangsa, serta alam sekitar. Jadi, pendidikan budi pekerti adalah usaha menanamkan nilai-nilai moral ke dalam sikap dan perilaku generasi bangsa agar mereka memiliki kesantunan dalam berinteraksi.

Nilai-nilai moral/karakter yang ingin kita bangun antara lain adalah sikap jujur, disiplin, bersih, penuh kasih sayang, punya kepenasaran intelektual, dan kreatif. Di sini pengetahuan agama yang dipelajari para siswa menjadi sumber nilai dan penggerak perilaku mereka. Sekadar contoh, diantara nilai budi pekerti dalam Hindu dikenal dengan Tri Marga (bakti kepada Tuhan, orangtua, dan guru; karma, bekerja sebaik-baiknya untuk dipersembahkan kepada orang lain dan Tuhan; Jnana, menuntut ilmu sebanyak-banyaknya untuk bekal hidup dan penuntun hidup) dan Tri Warga (dharma, berbuat berdasarkan atas kebenaran; artha, memenuhi harta benda kebutuhan hidup berdasarkan kebenaran, dan karma, memenuhi keinginan sesuai dengan norma-norma yang berlaku).

Kata kuncinya, budi pekerti adalah tindakan, bukan sekedar pengetahuan yang harus diingat oleh para siswa, maka proses pembelajarannya seharusnya mengantar mereka dari pengetahuan tentang kebaikan, lalu menimbulkan komitmen terhadap kebaikan, dan akhirnya benar-benar melakukan kebaikan.

Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diajak menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.

Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku Guru dan Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SD SMP SMA SMK Kurikulum 2013. Semoga bisa bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel