Buku Guru dan Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SD SMP SMA SMK Kurikulum 2013

Berikut ini adalah berkas Buku Guru dan Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SD SMP SMA SMK Kurikulum 2013. Download file format PDF.

Buku Guru dan Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SD SMP SMA SMK Kurikulum 2013
Buku Guru dan Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SD SMP SMA SMK

Buku Guru dan Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SD SMP SMA SMK Kurikulum 2013

Karakteristik Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen 

Pendidikan Agama Kristen (PAK) merupakan wahana pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik untuk mengenal Allah melalui karya-Nya serta mewujudkan pengenalannya akan Allah Tritunggal melalui sikap hidup yang mengacu pada nilai-nilai Kristiani. Dengan demikian, melalui PAK, peserta didik mengalami perjumpaan dengan Tuhan Allah yang dikenal, dipercaya, dan diimaninya. Perjumpaan itu diharapkan mampu memengaruhi peserta didik untuk bertumbuh menjadi garam dan terang kehidupan.

PAK merupakan rumpun mata pelajaran yang bersumber dari Alkitab yang dapat mengembangkan berbagai kemampuan dan kecerdasan peserta didik, antara lain dalam memperteguh iman kepada Tuhan Allah, memiliki budi pekerti luhur, menghormati serta menghargai semua manusia dengan segala persamaan dan perbedaannya (termasuk setuju untuk tidak setuju). Pendidikan Agama Kristen menjadi tanggung jawab keluarga, gereja, dan sekolah formal. Ketiga lembaga tersebut memiliki target capaiannya masing- masing meskipun ketiganya tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, kerja sama yang bersinergi antara keluarga, gereja, dan sekolah perlu terus dibangun.

Hakikat Pendidikan Agama Kristen

Hakikat PAK seperti yang tercantum dalam hasil Lokakarya Strategi PAK di Indonesia tahun 1999 adalah: “Usaha yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan dalam rangka mengembangkan kemampuan peserta didik agar dengan pertolongan Roh Kudus dapat memahami dan menghayati kasih Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus yang dinyatakan dalam kehidupan sehari- hari, terhadap sesama dan lingkungan hidupnya.”

Dengan demikian, setiap orang yang terlibat dalam proses pembelajaran PAK memiliki keterpanggilan untuk mewujudkan tanda-tanda Kerajaan Allah dalam kehidupan pribadi maupun sebagai bagian dari komunitas. 

Fungsi dan Tujuan Pendidikan Agama Kristen

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, disebutkan bahwa; “Pendidikan agama berfungsi membentuk manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia dan mampu menjaga kedamaian dan kerukunan hubungan inter dan antarumat beragama” (Pasal 2 Ayat 1). Selanjutnya, disebutkan bahwa pendidikan agama bertujuan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai agama yang menyerasikan penguasaannya dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (Pasal 2 Ayat 2).

Mata pelajaran PAK berfungsi untuk:
  • Memperkenalkan Allah dan karya-karya-Nya agar peserta didik bertumbuh iman percayanya dan meneladani Allah dalam hidupnya.
  • Menanamkan pemahaman tentang Allah dan karya-Nya kepada peserta didik sehingga mampu memahami, menghayati, dan mengamalkannya.

Mata pelajaran PAK bertujuan untuk:
  • Menghasilkan manusia yang dapat memahami kasih Allah di dalam Yesus Kristus dan mengasihi Allah dan sesama.
  • Menghasilkan manusia Indonesia yang mampu menghayati imannya secara bertanggung jawab serta berakhlak mulia dalam masyarakat majemuk.

Pendidikan Agama Kristen di sekolah disajikan dalam dua ruang lingkup, yaitu Allah Tritunggal dan karya-Nya, dan nilai-nilai Kristiani. Secara holistik, pengembangan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar PAK pada Pendidikan Dasar dan Menengah mengacu pada dogma tentang Allah dan karya-Nya. Pemahaman terhadap Allah dan karya-Nya harus tampak dalam nilai-nilai Kristiani yang dapat dilihat dalam kehidupan keseharian peserta didik. Inilah dua ruang lingkup yang ada dalam semua materi pembelajaran PAK dari SD sampai SMA/SMK.

Landasan Teologis

Pendidikan Agama Kristen telah ada sejak pembentukan umat Allah yang dimulai dengan panggilan terhadap Abraham. Hal ini berlanjut dalam lingkungan 12 suku Israel sampai dengan zaman Perjanjian Baru. Sinagoge atau rumah ibadah orang Yahudi bukan hanya menjadi tempat ibadah melainkan menjadi pusat kegiatan pendidikan bagi anak-anak dan keluarga orang Yahudi. Beberapa nas di bawah ini dipilih untuk mendukungnya.

Ulangan 6:4-9
Allah memerintahkan umat-Nya untuk mengajarkan tentang kasih Allah kepada anak-anak dan kaum muda. Perintah ini kemudian menjadi kewajiban normatif bagi umat Kristen dan lembaga gereja untuk mengajarkan kasih Allah. Dalam kaitannya dengan PAK, bagian Alkitab ini telah menjadi dasar dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum dan pembelajaran PAK.

Amsal 22:6
“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” Betapa pentingnya penanaman nilai-nilai iman yang bersumber dari Alkitab bagi generasi muda, seperti tumbuhan yang sejak awal pertumbuhannya harus diberikan pupuk dan air. Demikian pula kehidupan iman orang percaya harus dimulai sejak dini. Bahkan, dikatakan bahwa pendidikan agama harus diberikan sejak dalam kandungan ibu sampai akhir hidup seseorang sehingga seorang anak belajar sedemikian rupa dan mengetahui apa yang baik sejak dini.

Matius 28:19-20
Tuhan Yesus Kristus memberikan amanat kepada tiap orang percaya untuk pergi ke seluruh penjuru dunia dan mengajarkan tentang kasih Allah. Perintah ini telah menjadi dasar bagi tiap orang percaya untuk turut bertanggung jawab terhadap PAK.

Sejarah perjalanan agama Kristen turut dipengaruhi oleh peran PAK sebagai pembentuk sikap, karakter, dan iman umat Kristen dalam keluarga, gereja, dan lembaga pendidikan. Oleh karena itu, lembaga gereja, lembaga keluarga, dan sekolah secara bersama-sama bertanggung jawab dalam tugas mengajar dan mendidik anak-anak, remaja, dan kaum muda untuk mengenal Allah Pencipta, Penyelamat, Pembaharu, dan mewujudkan ajaran itu dalam kehidupan sehari-hari. 

Landasan Psikologis

Dalam PAK, seperti juga dalam mata pelajaran lainnya, kebanyakan pembelajaran diberlakukan secara massal. Artinya, semua peserta didik menerima materi yang sama dan diajarkan dengan metode yang juga sama, tanpa mempertimbangkan bahwa setiap peserta didik adalah pribadi yang unik. Artinya, setiap peserta didik memiliki kebutuhan dan gaya belajar yang bisa saja berbeda dengan kebutuhan dan gaya belajar peserta didik lainnya. Keunikan yang tidak diakui akan membuat peserta didik menjadi tertekan; sebaliknya, keunikan yang diakui akan membuat peserta didik merasa dirinya dihargai, dan ini menjadi dorongan baginya untuk mengaktualisasikan segenap kemampuan dan potensi yang dimilikinya. Ini adalah asumsi dasar pendidikan yang diajarkan oleh para ahli pendidikan sejak beberapa abad yang lalu. Secara psikologis, ada sejumlah aspek perkembangan yang dialami setiap individu dalam perkembangannya dari saat lahir sampai ke tahap usia yang paling lanjut. Wujud aspek-aspek ini berbeda-beda sejalan dengan pertumbuhan yang dialaminya dari satu periode usia ke periode usia berikutnya. Adapun aspek-aspek perkembangan tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Aspek fisik, yaitu pertumbuhan fisik yang mencakup juga kemampuan motorik (gerakan), perseptual (kemampuan melihat atau memandang), seksual.
  2. Aspek intelektual, yaitu kemampuan berpikir, termasuk juga  kemampuan berbahasa.
  3. Aspek emosi, yaitu kemampuan untuk mengenali dan mengekspresikan perasaan.
  4. Aspek sosial, yaitu kemampuan untuk menjalin hubungan (interaksi) dengan orang lain.
  5. Aspek moral spiritual, yaitu kemampuan untuk menghayati nilai-nilai luhur dan mulia, termasuk kemampuan untuk menyembah Tuhan dan menaati perintah-perintah-Nya.
  6. Aspek identitas diri, yaitu kemampuan untuk mengenali keberadaan dirinya di tengah-tengah kebersamaannya dengan orang lain.

Dengan demikian, materi dan penyampaiannya serta penuangannya dalam proses belajar-mengajar hendaknya memperhatikan aspek-aspek perkembangan ini. Untuk lengkapnya, dicantumkan dalam Tabel 1, tentang kebutuhan individu berdasarkan tahap perkembangannya, dan bagaimana ini harus dipertimbangkan dalam proses belajar-mengajar. Setiap orang adalah khas (sesuai dengan tahapan usia yang sedang dilaluinya) dan unik (sesuai dengan karakteristik kepribadiannya).

    Download Buku Guru dan Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SD SMP SMA SMK Kurikulum 2013

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Guru dan Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SD SMP SMA SMK Kurikulum 2013 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:


    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku Guru dan Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SD SMP SMA SMK Kurikulum 2013. Semoga bisa bermanfaat.

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel