Juklak Bantuan Pembangunan Perpustakaan SMK Tahun 2018

Diposting oleh Pada 4/29/2018 10:01:00 PM dengan No comments

Berikut ini adalah berkas Juklak Bantuan Pembangunan Perpustakaan SMK Tahun 2018. Peraturan Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerja Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Nomor: 044/D5.4/KU/2018 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Pembangunan Perpustakaan Tahun 2018. Download file format PDF dan .docx Microsoft Word.

Juklak Bantuan Pembangunan Perpustakaan SMK Tahun 2018
Juklak Bantuan Pembangunan Perpustakaan SMK Tahun 2018

Juklak Bantuan Pembangunan Perpustakaan SMK Tahun 2018

Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Juklak Bantuan Pembangunan Perpustakaan SMK Tahun 2018:

Peraturan Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerja Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Nomor: 044/D5.4/KU/2018 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Pembangunan Perpustakaan Tahun 2018.

    Latar Belakang
    Dengan telah dicanangkannya program Pendidikan Menengah Universal (PMU) yang bertujuan untuk mencapai angka partisipasi kasar (APK) pendidikan menengah sebesar 97% pada tahun 2020, dan untuk mengurangi disparitas APK antar Kabupaten/Kota, serta untuk menguatkan pendidikan kejuruan, maka diperlukan program untuk mendukung percepatan tercapainya tujuan PMU dimaksud.

    Sehubungan dengan hal tersebut maka pada tahun 2018 melalui Direktorat Pembinaan SMK telah dialokasikan dana bantuan Pembangunan Perpustakaan sebanyak 200 Ruang. Penyediaan Sarana Perpustakaan di SMK dimaksudkan untuk meningkatkan layanan mutu pembelajaran yang lebih optimal.

    Tujuan
    Pembangunan Perpustakaan merupakan upaya dalam:
    1. Mendukung program layanan peningkatan mutu SMK;
    2. Meningkatkan kompetensi dasar peserta didik;
    3. Meningkatkan minat baca peserta didik dan pendidik.

    Pemberi Bantuan Pemerintah
    Pemberi Bantuan Pemerintah Pembangunan Perpustakaan adalah Direktorat Pembinaan SMK melalui DIPA Satuan Kerja Direktorat Pembinaan SMK tahun 2018. 

    Rincian Jumlah Bantuan
    Bantuan Pemerintah Pembangunan Perpustakaan adalah sebesar Rp. 54.000.000.000,00 untuk 200 Paket.

    Hasil Yang Diharapkan
    Tercapainya sasaran Pembangunan Perpustakaan sebanyak 200 paket.

    Bentuk Bantuan Pemerintah
    Bentuk Bantuan adalah Bantuan Pemerintah yang diberikan dalam bentuk uang.

    Karakteristik Program Bantuan Pemerintah
    1. Bantuan ini harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku (Perpres No. 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya);
    2. Bantuan dana ini diberikan secara utuh dan tidak diperkenankan melakukan pemotongan dengan alasan apapun oleh pihak manapun;
    3. Jangka waktu pelaksanaan selambat-lambatnya harus sudah selesai pada tanggal 31 Desember 2018;
    4. Bantuan dana ini untuk melengkapi kebutuhan sarana Perpustakaan Sekolah;
    5. Bantuan ini harus dikelola secara efisien dan efektif serta dapat dipertanggungjawabkan baik fisik, administrasi maupun keuangan.

    Persyaratan Penerima Dana Bantuan Pemerintah
    1. SMK yang sudah melakukan verifikasi data melalui aplikasi Takola SMK;
    2. Memiliki lahan sendiri (Lahan SMK Negeri milik Pemerintah Daerah, SMK Swasta milik Yayasan) dibuktikan dengan Sertifikat Tanah/Akta Hibah/Akta Jual Beli yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)/Akta Ikrar wakaf yang dibuat oleh Kantor Urusan Agama (KUA)/Pelepasan hak ulayat/adat atas tanah atau mempunyai tempat untuk membangun Perpustakaan;
    3. Memiliki minimal 216 peserta didik kecuali daerah 3T/Papua/Papua Barat;
    4. Memiliki ijin operasional/ijin pendirian/sertifikat akreditasi sekolah dari pihak yang berwenang;
    5. Memiliki surat keputusan pengangkatan Kepala SMK;
    6. SMK yang belum memiliki dan/atau yang masih memerlukan penambahan ruang perpustakaan;
    7. Surat pernyataan kesanggupan dari Dinas Pendidikan Provinsi (bermaterai Rp.6000,-) untuk: a) Menandatangani serah terima aset hasil Bantuan Pembangunan Perpustakaan bagi SMK Negeri; b) Mengetahui serah terima aset hasil Bantuan Pembangunan Perpustakaan bagi SMK Swasta.
    8. Bagi SMK Swasta memiliki Akta Pendirian Yayasan yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM. Kepala Sekolah bukan merupakan pembina, pengurus maupun pengawas yayasan penyelenggara SMK yang bersangkutan.

    Mekanisme Pengajuan Usulan Dana Bantuan Pemerintah
    1. Direktorat Pembinaan SMK melalui Subdit Kelembagaan dan Sarana Prasarana melakukan seleksi dan menetapkan SMK calon penerima bantuan dari aplikasi Takola SMK;
    2. Direktorat Pembinaan SMK menetapkan SMK calon penerima bantuan Pembangunan Perpustakaan;
    3. Direktorat pembinaan SMK menyampaikan Undangan Bimbingan Teknis ke Dinas Pendidikan Provinsi tembusan kepada kepada SMK calon penerima bantuan Pembangunan Perpustakaan;
    4. Bagi SMK yang ditetapkan sebagai calon penerima bantuan wajib menyampaikan persyaratan sebagai penerima bantuan dalam bentuk proposal dilengkapi dokumen persyaratan penerima bantuan, dan diketahui oleh Dinas Pendidikan Provinsi;
    5. Direktorat Pembinaan SMK menetapkan SMK penerima bantuan Pembangunan Perpustakaan dengan surat keputusan setelah dinyatakan memenuhi persyaratan.

    Ketentuan Pemanfaatan Dana Bantuan Pemerintah
    1. Dana bantuan diperuntukkan: a. Pembangunan Perpustakaan dan selasar; b. Pengadaan Perabot Ruang Perpustakaan (Lemari Perpustakaan, Meja Perpustakaan, Kursi Perpustakaan serta Meja dan Kursi Penanggungjawab Perpustakaan); c. Biaya Tim Teknis Pembimbing Perencanaan, Pengawasan, dan Pengelolaan Administrasi.
    2. Apabila terjadi perubahan pekerjaan, sebelum proses pekerjaan dilaksanakan Kepala Sekolah harus mengajukan usulan perubahan kepada Direktorat PSMK dengan mempertimbangkan masa pelaksanaan maupun penyaluran dana agar pelaksanaan pekerjaan dapat terlaksana tidak melebihi tahun anggaran berjalan.

    Pertanggungjawaban Penggunaan Dana Bantuan Pemerintah
    1. Sekolah melaporkan serta mempertanggung-jawabkan hasil kegiatan program bantuan pembangunan Perpustakaan secara fisik, administrasi dan keuangan kepada Direktorat Pembinaan SMK dengan tembusan kepada Dinas Pendidikan Provinsi dengan mengacu pada Pedoman penyusunan Pelaporan dan Pertanggungjawaban keuangan;
    2. Dana bantuan pembangunan Perpustakaan yang diterima harus dipertanggungjawabkan selambat-lambatnya 30 hari kalender setelah berakhirnya waktu pelaksanaan pekerjaan;
    3. Apabila terjadi penyimpangan terhadap penggunaan dana bantuan, maka menjadi tanggung jawab sepenuhnya Kepala Sekolah Penerima Bantuan dan akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan perundang-undangan.

    Petunjuk Pelaksanaan ini diharapkan menjadi acuan bagi pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan program Pembangunan Perpustakaan. Dengan demikian diharapkan terdapat kesamaan pandangan dan persepsi dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program Bantuan Perpustakaan.

    Program Bantuan Pembangunan Perpustakaan akan berjalan lancar, apabila semua yang terlibat dalam pelaksanaan program konsisten terhadap peraturan perundangan yang berlaku termasuk penerapan Petunjuk Pelaksanaan ini.

    Hal-hal yang belum diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan ini akan diatur lebih rinci dalam Surat Perjanjian Kerjasama Pemberian Bantuan, dan Pedoman Penyusunan Laporan Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan yang dikeluarkan Direktorat Pembinaan SMK.

    Lampiran:
    Petunjuk Penyusunan Proposal Bantuan Pengembangan SMK Berbasis Komunitas Tahun 2018 (yang diunggah pada aplikasi takola SMK laman: http://psmk.kemdikbud.go.id/takola), serta contoh format berkas diantaranya:
      1. Fotokopi SK Pengangkatan Kepala Sekolah;
      2. Fotokopi ijin operasional/ijin pendirian sekolah/sertifikat akreditasi sekolah;
      3. SK Tim Pembangunan;
      4. SK Tim Teknis Pembimbing Perencanaan dan Pengawasan;
      5. Fotokopi  Akta  pendirian  Yayasan  (khusus  SMK  Swasta)  yang dilegalisir oleh Notaris/PPAT; Kepala Sekolah bukan merupakan pembina dan/atau pengurus dan/atau pengawas yayasan penyelenggara SMK yang bersangkutan.
      6. Fotokopi  Akta  Pendirian  Yayasan  (khusus  SMK  Swasta)  yang dilegalisir oleh notaris/PPAT; Kepala Sekolah bukan merupakan pembina dan/atau pengurus dan/atau pengawas yayasan penyelenggara SMK yang bersangkutan;
      7. Data Siswa per tingkat/rombongan belajar;
      8. Data  penerimaan  siswa  baru  tahun  terakhir  (pendaftar-diterima-ditolak);
      9. Data analisis kebutuhan Ruang (butuh-ada-kurang);
      10. Site Plan;
      11. Gambar rencana kerja bangunan;
      12. Rencana Anggaran Biaya (RAB);
      13. Analisa Harga Satuan Bahan dan Upah;
      14. Foto calon lokasi Pembangunan Perpustakaan (dicetak berwarna) dilihat dari beberapa sisi.

        Download Juklak Bantuan Pembangunan Perpustakaan SMK Tahun 2018

        Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Juklak Bantuan Pembangunan Perpustakaan SMK Tahun 2018 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

        Juklak Bantuan Pembangunan Perpustakaan SMK Tahun 2018



        Download File:
        Juklak Bantuan Pembangunan Perpustakaan SMK Tahun 2018.pdf
        Lampiran - Juklak Bantuan Pembangunan Perpustakaan SMK Tahun 2018.docx

        Sumber: http://psmk.kemdikbud.go.id

        Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Juklak Bantuan Pembangunan Perpustakaan SMK Tahun 2018. Peraturan Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerja Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Nomor: 044/D5.4/KU/2018 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Pembangunan Perpustakaan Tahun 2018. Semoga bisa bermanfaat.
        Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018

        Diposting oleh Pada 2/21/2018 05:09:00 PM dengan No comments

        Berikut ini adalah berkas Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7207 Tahun 2017 Tentang Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018. Download file format PDF.

        Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018
        Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018

        Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018

        Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018:

        Maksud Petunjuk Teknis ini untuk mengatur mekanisme pengelolaan Bantuan Pembangunan Perpustakaan Pondok Pesantren agar tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.

        Tujuan Bantuan Pembangunan Perpustakaan Pondok Pesantren ini adalah sebagai berikut:
        1. Untuk mendukung ketersediaan perpustakaan pondok pesantren agar terintegrasi dengan proses pendidikan yang dijalankan.
        2. Untuk menstimulasi dukungan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan sarana-prasarana perpus- takaan pondok pesantren.

        Ruang lingkup Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan Pada Pondok Pesantren ini meliputi: Penda- huluan, Pelaksanaan Bantuan Pembangunan Perpustakaan Pada Pondok Pesantren, Laporan Pertanggungjawaban, Larangan dan Sanksi, Tugas dan Tanggungjawab Organisasi, Standar dan Spesifikasi Teknis Pembangunan Perpustakaan  Pada Pondok Pesantren, Pengendalian dan Pengawasan, Serta Penutup.

        Pemberi Bantuan Pembangunan Perpustakaan Pada Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2018 adalah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam/Kantor Wilayah Kemenag Propinsi/Kantor Kemenag Kab/Kota.

        Bantuan Pembangunan Perpustakaan Pada Pondok Pesantren adalah pemberian bantuan untuk pembangunan perpustakaan sebagai tempat untuk mengembangkan informasi dan pengetahuan sebagai sarana edukatif untuk membantu menunjang kegiatan pembelajaran pada pondok pesantren.

        Persyaratan penerima Bantuan Pembangunan Perpus- takaan Pada Pondok Pesantren tahun 2018 diantaranya sebagai berikut:
        1. Aktif menyelenggarakan kegiatan kepesantrenan.
        2. Memiliki Santri Mukim.
        3. Belum memiliki/masih minimnya asrama yang memadai, sehingga berdampak pada penurunan perkembangan lem- baga dan mutu pendidikan.
        4. Terdaftar pada Kantor Kementerian Agama Kab./Kota setempat dibuktikan dengan piagam Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP).
        5. Mendapatkan rekomendasi dari Kantor Kementerian Agama Kab./Kota atau Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi, yang menyatakan keberadaan, keaktifan, dan kelayakan sebagai lembaga penerima bantuan.
        6. Memiliki Akte Notaris pendirian yayasan atau lembaga/ Sertifikat Wakaf/Akta Ikrar Wakaf/Akta Hibah.
        7. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama lembaga. 
        8. Memiliki rekening bank yang aktif atas nama lembaga yang bersangkutan.

        Bentuk Bantuan Pembangunan Perpustakaan Pondok Pesantren:
        Bantuan Pembangunan Perpustakaan Pada Pondok Pesantren adalah pemberian bantuan untuk pembangunan perpustakaan sebagai tempat untuk mengembangkan informasi dan pengetahuan sebagai sarana edukatif untuk membantu menunjang kegiatan pembelajaran pada pondok pesantren.

        Untuk Contoh Format Administrasi (format .docx Microsoft Word), pada Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018 ini disertakan juga beberapa contoh format surat, proposal dan sebagainya diantaranya lampiran-lampiran:
        1. Contoh Surat Perjanjian/Kontrak Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren
        2. Contoh Jadwal Pelaksanaan Bantuan Pembangunan Perpustakaan Pesantren
        3. Contoh Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pembangunan Perpustakaan Pesantren
        4. Contoh Rencana Anggaran Biaya (RAB) Pembangunan Perpustakaan Pesantren
        5. Contoh SK Kepanitiaan Pembangunan Perpustakaan Pesantren
        6. Contoh Laporan Progres Fisik Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren
        7. Contoh Form Buku Kas Umum Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren
        8. Contoh Form Daftar Penerimaan Upah Tukang Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren
        9. Contoh Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren
        10. Contoh Laporan Kemajuan Penyelesaian Pekerjaan Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren
        11. Contoh Berita Acara Serah Terima Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren

          Download Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018

          Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

          Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018



          Download File:

          Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018.pdf
          Lampiran-Lampiran - Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018.docx

          Sumber:  http://ditpdpontren.kemenag.go.id

          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018. Semoga bisa bermanfaat.
          Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) Komponen Sekolah dan Angka Kreditnya

          Diposting oleh Pada 12/29/2017 09:42:00 AM dengan No comments

          Berikut ini adalah berkas format Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) Komponen Sekolah dan Angka Kreditnya. Download file format .xlsx Microsoft Excel.

          Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) Komponen Sekolah dan Angka Kreditnya
          Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) Komponen Sekolah dan Angka Kreditnya

          Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) Komponen Sekolah dan Angka Kreditnya

          Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) Komponen Sekolah dan Angka Kreditnya, sesuai dengan PP Nomor 19 Tahun 2017 sebagai pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru. Efektif mulai diberlakukan mulai 2 Januari 2018.

          Sumber:
          Sosialisasi SKP dan Absen Online SMPN 2 Maron Kab Probolinggo, diunggah kembali oleh Bapak Bambang Sutedjo, FKG IPS Nasional - Facebook Group: JARINGAN GURU IPS SMP/MTs SELURUH INDONESIA

            Download Contoh Format Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) Komponen Sekolah dan Angka Kreditnya

            Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Contoh Format Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) Komponen Sekolah dan Angka Kreditnya ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:





            PP Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru.

            Sumber:
            http://jdih.kemdikbud.go.id

            Download File:
            Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) Komponen Sekolah dan Angka Kreditnya - Tugas Kepala Sekolah, Guru, TU, Laboran, Pustakawan, Pesuruh Tahun 2018.xlsx
            PP Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru.pdf

            Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Contoh Format Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) Komponen Sekolah dan Angka Kreditnya dan PP Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru. Semoga bisa bermanfaat.
            Katalogisasi Monograf Buku Perpustakaan

            Diposting oleh Pada 10/12/2017 03:58:00 PM dengan No comments

            Berikut ini adalah berkas dan paparan mengenai Katalogisasi Monograf Buku Perpustakaan. Download file format .pptx Microsoft PowerPoint, .docx Microsoft Word dan PDF.

            Katalogisasi Monograf Buku Perpustakaan
            Katalogisasi Monograf Buku Perpustakaan

            Katalogisasi Monograf Buku Perpustakaan

            Berikut ini salah satu kutipan teks dari isi berkas dan paparan mengenai Katalogisasi Monograf Buku Perpustakaan:

            Pengertian
            Dalam pengertian umum katalog dikatakan sebagai daftar. Sedangkan menurut terminologi perpustakaan bahwa katalog perpustakaan adalah daftar buku atau bahan pustaka lain (non books material) yang berada di perpustakaan yang disusun dan disusun menurut suatu sistem tertentu sehingga dapat memudahkan pemakai perpustakaan (users/pemustaka) dalam mencari informasi. Sedangkan istilah katalogisasi berasal dari kata dasar katalog dan akhiran sasi. Akhiran sasi menunjukkan suatu kegiatan atau proses. Dengan demikian dapat diartikan bahwa katalogisasi adalah merupakan suatu proses atau kegiatan pembuatan katalog (deskripsi bibliografis).

            Fungsi katalog
            1. Memudahkan pemakai perpustakaan untk menemukan informasi yang mereka cari secara mudah, cepat dan tepat
            2. Memudahkan baik bagi pemakai maupun petugas perpustakaan untuk pengambilan dan penempatan kembali bahan pustaka tersebut
            3. Dapat diketahui secara fisik bahan pustaka tersebut, misalnya: jilid, jumlah halaman dan ukuran bahan pustaka tersebut
            4. Azas keseragaman yatu dapat dipakai untuk kerjasama antar perpustakaan (jaringan informasi) dengan cara tukar menukar informasi hal ini karena dalam penulisan deskripsi bibliografis dari perpustakaan manapun mempunyai bentuk yangv standar (sama)
            5. Dapat diketahui jumlah koleksi yang dimiliki perpustakaan karena dalam katalog terdapat nomor induknya (accession numbernya)

            Bentuk fisik katalog
            Pada dasarnya bentuk fisik katalog terdiri dari berbagai macam, sedangkan penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perpustakaan.
            Adapun jenisnya dapat dirinci sebagai berikut :
            a. Katalog buku
            Katalog buku ini merupakan katalog yang terbua dari lelmbaran-lembaran lepas yang disusun secara sistematis (berdasar sistem tertentu) yang kemudian dijilid menjadi satu dan berbentuk buku. Bentuk katalog semacam itu merupakan bentuk pertama kali yang dikenal masyarakat sebelum diketumukan katalog bentuk lain. Bentuk semacam itu kurang banyak menguntungkan karena kalau ada tambahan buku baru otomatis akan dibuatkan katalog baru sehingga hal ini akan menyulitkan dalam penyususnan kartu katalognya. Oleh karena itu katalog dalam bentuk buku ini dalam batas-batas tertentu sudah mulai ditinggalkan.Namun demikian masih sering digunakan untuk pembuatan laoran tamabahan koleksi/ buku (accession list).

            b. Katalog kartu
            Katalog tersebut memakai media kartu yang mempunyai ukuran standard international yaitu 12,5 x 7,5 cm, pada bagian bawah terdapat lubang kecil yang fungsinya untuk memasukkan kawat sebagai pengunci agar katalog tersebut tidak berserakan atau diambil/ dicabut begitu saja oleh pemakai perpustakaan 

            c. Katalog komputer / katalog berkas
            Bentuk katalog yang ditransformasikan dalam format yang dibuat untuk kepentingan komputer atau yang disebut dengan OPAK (Online Public Access Catalog). Apabila katalog tersebut disimpan dalam data base komputer maka dapat dipakai untuk penelusuran informasi informasi (searching) secara mudah, cepat dan tepat.

            Jenis katalog
            Katalog dapat dibagi menurut jenisnya hal ini dipakai untuk kepentingan penelusuran informasi, jenis tersebut antara lain :
            a. Katalog pengarang
            Katalog pengarang merupakan katalog yang disusun berdasarkan alphabetis nama pengarang, sehingga apabila pemakai perpustakaan hanya mengetahui nama pengarangnya saja, maka mereka dapat menelusur melalui nama pengarang yang dimaksud sehingga mereka dapat memperoleh beberapa informasi tentang bermacam-macam judul buku apa saja yang dikarang oleh orang tersebut.

            b. Katalog judul
            Katalog yang disusun berdasarkan alphabetis judul

            c. Katalog subyek
            Katalog yang disusun berdasarkan alpabetis subyek

            d. Katalog numerik/shelf list katalog
            Dikatakan katalog numerik karena katalog tersebut disusun berdasarkan pada urutan nomor klasifikasi, atau juga dinamakan katalog shlf list adalah katalog yang susunannya didasarkan persis seperti susunan pada jajaran buku di rak.

              Download Berkas dan Paparan Mengenai Katalogisasi Monograf Buku Perpustakaan

              Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas dan paparan mengenai Katalogisasi Monograf Buku Perpustakaan ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:





              Download File:

              Katalogisasi Monograf Buku Perpustakaan.pdf
              Katalogisasi Monograf Buku Perpustakaan (Materi DIKLAT KPS PERPUS 2017).pptx


              Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file berkas dan paparan mengenai Katalogisasi Monograf Buku Perpustakaan. Semoga bisa bermanfaat.
              Contoh Profil Perpustakaan Sekolah

              Diposting oleh Pada 10/12/2017 03:15:00 PM dengan No comments

              Berikut ini adalah berkas Contoh Profil Perpustakaan Sekolah. Download file format .doc atau .docx Microsoft Word dan PDF.

              Contoh Profil Perpustakaan Sekolah
              Contoh Profil Perpustakaan Sekolah

              Contoh Profil Perpustakaan Sekolah

              Dalam Contoh Profil Perpustakaan Sekolah ini berisi poin-point penting antara lain Nama Perpustakaan Sekolah, Alamat dan Kontak Perpustakaan Sekolah, Nomor Statistik Sekolah, Nomor Induk Sekolah, Nomor Pokok Sekolah Nasional, Nomor Urut Sekolah (Bagian Jilid/Cover Profil Perpustakaan Sekolah). Selanjutnya pada bagian isi antara lain berisi data-data seperti Data Umum, Sumber Daya Manusia (SDM), Sistem Pengolahan, Koleksi Materi, Koleksi Audio, Cara Mendapatkan Koleksi dan Layanan, Anggota dan Sistem Otomasi, Sarana dan Prasarana, Fasilitas Umum dan Anggaran, Kerjasama dan Promosi, Gambar (lampir foto-foto gedung, kegiatan, layanan dan lain-lain untuk mendukung data fisik), Data Inventaris Perpustakaan Sekolah, Media Promosi Perpustakaan, Website Perpustakaan Sekolah, Contoh Buku Karya Siswa dan Buku Tahunan yang Diterbitkan Perpustakaan dan lain-lain.

                Download Contoh Profil Perpustakaan Sekolah

                Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Contoh Profil Perpustakaan Sekolah ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

                Contoh Profil Perpustakaan Sekolah



                Download File:
                Contoh Profil Perpustakaan Sekolah.docx
                Contoh Profil Perpustakaan Sekolah.pdf

                Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Contoh Profil Perpustakaan Sekolah. Semoga bisa bermanfaat.
                Informasi Tentang ISBN (International Standard Book Number)

                Diposting oleh Pada 10/12/2017 04:40:00 AM dengan No comments

                Berikut ini adalah berkas Informasi Tentang ISBN (International Standard Book Number). Download file format .doc atau .docx Microsoft Word.

                Informasi Tentang ISBN (International Standard Book Number)
                Informasi Tentang ISBN (International Standard Book Number)

                Informasi Tentang ISBN (International Standard Book Number)

                Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Informasi Tentang ISBN (International Standard Book Number):

                Pengertian ISBN
                ISBN (International Standard Book Number) adalah kode pengidentifikasian buku yang bersifat unik. Informasi tentang judul, penerbit, dan kelompok penerbit tercakup dalam ISBN. ISBN terdiri dari deretan angka 13 digit, sebagai pemberi identifikasi terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit. Oleh karena itu satu nomor ISBN untuk satu buku akan berbeda dengan nomor ISBN untuk buku yang lain.

                ISBN diberikan oleh Badan Internasional ISBN yan berkedudukan di London. Di Indonesia, Perpustakaan Nasional RI merupakan Badan Nasional ISBN yang berhak memberikan ISBN kepada penerbit yang berada di wilayah Indonesia. Perpustakaan Naasional RI mempunyai fungsi memberikan informasi, bimbingan dan penerapan pencantuman ISBN serta KDT (Katalog Dalam Terbitan). KDT merupakan deskripsi bibliografis yang dihasilkan dari pengolahan data yang diberikan penerbit untuk dicantumkan di halaman balik judul sebagai kelengkapan penerbit.

                Fungsi ISBN
                1. Memberikan identitas terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit
                2. Membantu memperlancar arus distribusi buku karena dapat mencegah terjadinya kekeliruan dalam pemesanan buku
                3. Sarana promosi bagi penerbit karena informasi pencantuman ISBN disebarkan oleh Badan Nasional ISBN Indonesia di Jakarta, maupun Badan Internasional yang berkedudukan di London

                Struktur ISBN
                Nomor ISBN terdiri dari 13 digit dan dibubuhi huruf ISBN didepannya. Nomor tersebut terdiri atas 5 (lima) bagian. Masing-masing bagian dicetak dengan dipisahkan dengan tanda hyphen (-). Kelompok pembagian nomor ISBN ditentukan dengan struktur sebagai berikut:

                Contoh : ISBN 978-602-8519-93-9
                • Angka pengenal produk terbitan buku dari EAN (Prefix identifier) = 978
                • Kode kelompok (group identifier) = 602 (Default)
                • Kode penerbit (publisher prefix) = 8519
                • Kode Judul (title identifier) = 93
                • Angka pemeriksa (check digit) = 9

                Terbitan yang dapat diberikan ISBN:
                1. Buku tercetak (monografi) dan pamphlet
                2. Terbitan Braille
                3. Buku peta
                4. Film, video, dan transparansi yang bersifat edukatif
                5. Audiobooks pada kaset, CD, atau DVD
                6. Terbitan elektronik (misalnya machine-readable tapes, disket, CD-ROM dan publikasi di Internet)
                7. Salinan digital dari cetakan monograf
                8. Terbitan microform
                9. Software edukatif
                10. Mixed-media publications yang mengandung teks

                Terbitan yang tidak dapat diberikan ISBN:
                1. Terbitan yang terbit secara tetap (majalah, bulletin, dsb.)
                2. Iklan
                3. Printed music
                4. Dokumen pribadi (seperti biodata atau profil personal elektronik)
                5. Kartu ucapan
                6. Rekaman musik
                7. Software selain untuk edukasi termasuk game
                8. Buletin elektronik
                9. Surat elektronik
                10. Permainan

                Pencantuman ISBN
                ISBN ditulis dengan huruf cetak yang jelas dan mudah dibaca. Singkatan ISBN ditulis dengan huruf besar mendahului penulisan angka pengenal kelompok, pengenal penerbit, pengenal judul dan angka pemeriksa. Penulisan antara setiap bagian pengenal dibatasi oleh tanda penghubung, seperti contoh berikut:

                ISBN 978-602-8519-93-9
                Untuk terbitan cetak, ISBN dicantumkan pada:
                1. Bagian bawah pada sampul belakang (back cover)
                2. Verso (dibalik halaman judul) (halaman copyright)
                3. Punggung buku (spine) untuk buku tebal, bila keadaan memungkinkan.

                  Download Informasi Tentang ISBN (International Standard Book Number)

                  Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Informasi Tentang ISBN (International Standard Book Number) ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:



                  Download File:
                  Informasi tentang ISBN.docx

                  Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Informasi Tentang ISBN (International Standard Book Number). Semoga bisa bermanfaat.
                  Contoh Katalog Buku Perpustakaan Sekolah

                  Diposting oleh Pada 10/12/2017 03:51:00 AM dengan No comments

                  Berikut ini adalah berkas Contoh Katalog Buku Perpustakaan Sekolah. Download file format .doc atau .docx Microsoft Word.

                  Contoh Katalog Buku Perpustakaan Sekolah
                  Contoh Katalog Buku Perpustakaan Sekolah

                  Contoh Katalog Buku Perpustakaan Sekolah

                  Contoh Katalog Buku Perpustakaan Sekolah ini terdiri dari beberapa contoh format katalog yaitu:
                  1. Contoh Katalog Buku karya 1 orang pengarang; Kartu Utama Pengarang, Kartu Katalog Subjek, Kartu Katalog Judul, Kartu Katalog Seri.
                  2. Contoh katalog buku karya 2 orang pengarang; Katalog Utama Pengarang, Kartu Katalog Subjek, Kartu Katalog Judul, Kartu Katalog Pengarang ke-2, Kartu Katalog Penterjemah.
                  3. Contoh Katalog Buku karya 3 orang pengarang; Katalog Utama Pengarang, Kartu Katalog Subjek, Kartu Katalog Judul, Kartu Katalog Pengarang ke-2, Kartu Katalog Pengarang ke-3.
                  4. Contoh Katalog buku karya lebih dari 3 orang pengarang; Kartu Katalog Utama Judul, Kartu Katalog Subjek, Kartu Katalog Pengarang, Kartu Katalog Editor.
                  5. Contoh Kartu katalog buku karya terjemahan tanpa pengarang asli; Kartu Katalog Utama Judul, Kartu Katalog Subjek, Kartu Katalog Editor, Kartu Katalog Penterjemah.
                  6. Contoh Kartu Katalog Buku Karya Terjemahan ada Pengarang asli; Kartu Katalog Utama Pengarang Asli, Kartu Katalog Subjek, Kartu Katalog Judul, Kartu Katalog Penterjemah, Kartu Katalog Editor.
                  7. Contoh Kartu Katalog Buku Karya Penyunting tanpa Pengarang Asli; Kartu Katalog Utama Judul, Kartu Katalog Subjek, Kartu Katalog Penyunting.
                  8. Contoh Kartu Katalog Buku Karya Badan Korporasi; Kartu Katalog Utama Badan Korporasi, Kartu Katalog Subjek, Kartu Katalog Judul.
                  9. Contoh Kartu Katalog Buku Karya Undang-Undang; Kartu Katalog Utama Judul, Kartu Katalog Subjek, Kartu Katalog Judul, Kartu Katalog Penghimpun. 

                    Download Contoh Katalog Buku Perpustakaan Sekolah

                    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Contoh Katalog Buku Perpustakaan Sekolah ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

                    Contoh Katalog Buku Perpustakaan Sekolah



                    Download File:
                    Contoh Katalog Buku Perpustakaan Sekolah.doc

                    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Contoh Katalog Buku Perpustakaan Sekolah. Semoga bisa bermanfaat.
                    Pedoman Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Perpustakaan SMA Tahun 2017

                    Diposting oleh Pada 6/19/2017 05:45:00 PM dengan No comments

                    Berikut ini adalah berkas Pedoman Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Perpustakaan SMA Tahun 2017. Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan SMA - Kemdikbud. Download file PDF.

                    Pedoman Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Perpustakaan SMA Tahun 2017
                    Pedoman Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Perpustakaan SMA Tahun 2017

                    Pedoman Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Perpustakaan SMA Tahun 2017

                    Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Pedoman Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Perpustakaan SMA Tahun 2017:

                    Penyediaan prasarana layanan pendidikan menengah dalam bentuk pembangunan Perpustakaan, merupakan wujud kegiatan dalam mendukung program pendidikan menengah universal dan rintisan wajib belajar 12 (dua belas) tahun. Sehingga akan memperluas daya tampung bagi lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) atau sederajat yang memiliki minat melanjutkan pendidikan ke SMA.

                    Pada APBN tahun 2017, dialokasikan untuk pembangunan sebanyak 351 ruang perpustakaan, bagi sekolah-sekolah yang belum memiliki ruang perpustakaan atau sudah memiliki namun tidak standar ukuran ruangnya. Pembangunan Perpustakaan dilaksanakan oleh sekolah, melalui mekanisme penyaluran bantuan pemerintah.

                    Pedoman pelaksanaan disusun sebagai bahan informasi operasional dalam pengelolaan dan pelaksanaan bantuan pemerintah. Pedoman ini berisi informasi tentang standar bantuan pemerintah, pengelolaan bantuan pemerintah dari aspek administrasi dan aspek teknis.

                    Pedoman pelaksanaan ini diharapkan menjadi acuan bagi sekolah penerima bantuan pemerintah, agar melaksanakan pembangunan dengan penuh amanah, bertanggungjawab dan mengutamakan kepentingan pendidikan.

                    Latar Belakang
                    Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2017, mengalokasikan dana untuk pembangunan 351 ruang perpustakaan dengan mekanisme program bantuan pemerintah.

                    Pembangunan Perpustakaan ini untuk mendukung program pendidikan menengah universal dan program rintisan wajib belajar 12 tahun, melalui penyediaan layanan infrastruktur akses dan peningkatan kualitas pendidikan menengah khususnya SMA. Penyediaan infrastruktur layanan pendidikan ini juga bertujuan untuk mendukung ekspansi daya tampung layanan pendidikan menengah dalam rangka menampung masukan siswa lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) sederajat.

                    Agar bantuan pemerintah dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien perlu dibuat aturan dan ketentuan yang harus dilaksanakan oleh penerima bantuan pemerintah. Oleh karena itu telah disusun Pedoman Pelaksanaan, sebagai acuan pelaksanaan bantuan yang lebih operasinal untuk melengkapi aturan Juknis dan Juklak bantuan pemerintah yang telah tersedia.

                    Pedoman Pelaksanaan bantuan pemerintah Perpustakaan, memuat informasi teknis dan administratif, untuk mendukung pengelolaan dan pelaksanaan bantuan pemerintah Perpustakaan SMA tahun 2017.

                    Maksud dan Tujuan
                    Maksud penyusunan Pedoman Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Perpustakaan SMA Tahun 2017 adalah untuk mendukung terselenggaranya pelaksanaan bantuan pemerintah, sehingga Tujuan penyusunan Pedoman Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Perpustakaan SMA Tahun 2017 adalah memberikan panduan pelaksanaan yang bersifat teknis dan administratif bagi Sekolah-sekolah penerima bantuan.

                    Lingkup Dana Bantuan Pemerintah Perpustakaan
                    Dana bantuan pemerintah Perpustakaan SMA tahun 2017 diperuntukan untuk:
                    1. Pekerjaan fisik beserta penyediaan jasa perencanaan dan pengawasan;
                    2. Penyediaan perabot Perpustakaan;
                    3. Transportasi PP dan uang harian perjalanan dinas untuk 1 (satu) orang peserta bimbingan teknis yang mewakili sekolah.

                    Satuan Biaya Pekerjaan Fisik Bantuan Pemerintah Perpustakaan
                    Nilai satuan biaya (unit cost) bantuan pemerintah Perpustakaan disesuaikan dengan Indek Kemahalan Konstruksi (IKK) pada masing- masing Kabupaten/Kota. Data IKK yang digunakan adalah publikasi dari Biro Pusat Statistik yaitu Indek Kemahalan Konstruksi Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun 2016.

                    Acuan Teknis
                    Panduan Pelaksanaan yang disusun terkait dengan pembangunan prasarana peningkatan akses dan mutu pendidikan serta pengadaan sarana peningkatan mutu pendidikan, mengacu pada peraturan- peraturan dibawah diantaranya:
                    1. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahannya;
                    2. Permendiknas Nomor 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA; 
                    3. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 45/PRT/M/ 2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara;
                    4. Tatacara Perencanaan Bangunan Gedung Sekolah Menengah Umum SNI 03-1730-2002;
                    5. Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung SNI 03-2847-2002;
                    6. Tatacara Perhitungan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung SNI 03-1729-2002;
                    7. Peraturan Perencanaan Kayu Struktur SNI-T-02-2003;
                    8. Tatacara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung, SNI 03-1726-2003;
                    9. Tatacara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung, SNI-03-1727-1989;
                    10. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) SNI 04-0225-2000;
                    11. Tata Perencanaan Sistem Plumbing SNI 03-7065-2005;
                    12. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: Per.05/Men/1996 Tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja;
                    13. Peraturan dan ketentuan lain yang berlaku di wilayah Indonesia.

                    Sistematika Pedoman Pelaksanaan
                    Pedoman Pelaksanaan disusun dalam 4 (Empat) bab dan disertai dengan lampiran teknis dengan sistematika sebagai berikut:
                    Bab I, menjelaskan: latar belakang, maksud dan tujuan, lingkup dana bantuan pemerintah Perpustakaan, satuan biaya pekerjaan fisik bantuan pemerintah Perpustakaan, acuan teknis dan sistematika pedoman pelaksanaan;
                    Bab II, menjelaskan: lingkup pekerjaan fisik Perpustakaan, fungsi dan standar bangunan SMA, pembangunan Perpustakaan, model bangunan dan gambar teknis, jadwal pelaksanaan, laporan pelaksanaan, pembangunan Perpustakaan di lantai dua, spesifikasi 
                    Bab III, menjelaskan: pengelolaan administratif dan pengelolaan teknis bantuan pemerintah Perpustakaan SMA;
                    Bab IV, merupakan bab penutup pedoman pelaksanaan bantuan pemerintah Perpustakaan SMA tahun 2017.

                    Pada lampiran, anda bisa melihat antara lain Contoh Bangunan Perpustakaan SMA, Contoh Model Perabot Perpustakaan SMA, Dasar-dasar Perkuatan Bangunan Tahan Gempa, Pengelolaan Keuangan dan Perpajakan dan lain-lain.

                      Download Pedoman Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Perpustakaan SMA Tahun 2017

                      Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Pedoman Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Perpustakaan SMA Tahun 2017 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

                      Pedoman Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Perpustakaan SMA Tahun 2017



                      Download File:
                      Pedoman Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Perpustakaan SMA Tahun 2017.pdf

                      Sumber: http://psma.kemdikbud.go.id

                      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Pedoman Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Perpustakaan SMA Tahun 2017. Semoga bisa bermanfaat.
                      Contoh Aplikasi Perpustakaan Sekolah Format Microsoft Excel

                      Diposting oleh Pada 6/04/2017 12:40:00 PM dengan No comments

                      Berikut ini adalah berkas Contoh Aplikasi Perpustakaan Sekolah Format Microsoft Excel. Download file format .xlsm Microsoft Excel.

                      Contoh Aplikasi Perpustakaan Sekolah Format Microsoft Excel
                      Contoh Aplikasi Perpustakaan Sekolah Format Microsoft Excel

                      Contoh Aplikasi Perpustakaan Sekolah Format Microsoft Excel

                      Contoh Aplikasi Perpustakaan Sekolah Format Microsoft Excel ini dibuat oleh Muhibbudin, S.Pd. dan dishare di Excel Indonesia User Group.

                      Berikut ini kutipan teks dari Petunjuk Penggunaan Aplikasi Perpustakaan Sekolah Format Microsoft Excel ini.

                      Silahkan Buka Aplikaksi "Perpustakaan Sekolah" , jika belum aktif tekan enable editing/ content di bawah toolbar.
                      Jika sudah aktif ke tampilan Menu Utama / Beranda, silahkan entri data Menu: 

                      a. Database Sekolah 
                      Isilah kotak yang berwarna putih dengan lengkap, maka semua data yang telah di isi akan otomatis merubah semua data yang berhubungan dengan data yang di entri 

                      b. Data Kelas 
                      Hapus dulu semua data, kemudian isilah nama kelas dan nama guru wali kelas (Aplikasi ini untuk 6 (enam) kelas, jika lebih akan di perbaiki di versi berikutnya. 

                      c. Data Buku 
                      Hapus dulu semua data, kemudian isilah data buku yang ada di perpustakaan sekolah Anda dengan Lengkap, tidak boleh ada yang kosong. Isilah kode buku sesuai dengan kebutuhan atau yang mudah Anda ingat. 

                      d. Data Peminjaman Buku 
                      • Hapus dulu hanya data kotak/kolom berwarna putih (dilarang menghapus atau mengedit kotak/kolom selain berwarna putih; dapat merusak formula), kemudian isilah No urut, ID (NIS) siswa, tanggal waktu peminjaman (sesuai format), dan kode buku yang di pinjam untuk melakukan entri transaksi peminjaman, versi ini hanya menampng 200 transaksi, jika lebih akan di tambahkan pada versi berikutnya.
                      • Isilah Tgl Pengembalian Buku sesuai dengan format.
                      • Pengisian kode buku/NIS siswa harus sesuai database yang di buat, jika tidak maka akan keluar perintah "errorr", untuk mengecek kembali database yang sesuai benar.
                      • Selama proses transaksi, akan terjadi perubahan warna jika jlh buku yang di pinjam dengan jlh buku dalam database.
                      • kuning : buku berkurang
                      • merah : buku jlh 0
                      • hijau : sudah mengembalikan buku (harus di isi tgl pengembalian) 

                      Untuk Mengecek / mencetak hasil kerja silahkan di pilih menu: 

                      WARNING!!! (PILIH FILTER (CONTENG "BLANK" UNTUK MEMUAT DATA YANG TERISI SAJA) 

                      a. Pengembalian Buku (Rekap Pengembalian buku Secara Keseluruhan) 

                      b. Rekap Siswa (Melihat data peminjaman-pengembalian buku secara individu, dengan memasukkan NIS di kolom yang telah di tentukan) 

                      c. Rekap Kelas (Melihat data peminjaman-pengembalian buku siswa dalam kelompok kelas, dengan memilih kelas di kolom yang telah di tentukan) 

                      d. Transaksi (Melihat data jumlah peminjaman-pengembalian buku siswa secara detail, baik siswa maupun kelas. Untuk mengecek per siswa cukup entri NIS di kolom yang telah di tentukan) 

                      e. Jumlah/ sisa buku (Melihat data jumlah buku dan sisa buku secara detail baik saat peminjaman atau setelah pengembalian) 

                      f. Kode Buku (Melihat data Lengkap buku serta peminjam berdasarkan kode) 

                        Download Contoh Aplikasi Perpustakaan Sekolah Format Microsoft Excel

                        Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Contoh Aplikasi Perpustakaan Sekolah Format Microsoft Excel ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

                        Download File:

                        APLIKASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH v.1.0.0.xlsm
                        APLIKASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH v.1.1.0.xls


                        Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Contoh Aplikasi Perpustakaan Sekolah Format Microsoft Excel. Semoga bisa bermanfaat.
                        Panduan Pemanfaatan dan Pengembangan Sudut Baca Kelas dan Area Baca Sekolah untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran di SD (Sekolah Dasar)

                        Diposting oleh Pada 5/17/2017 01:58:00 AM dengan No comments

                        Berikut ini adalah berkas buku Panduan Pemanfaatan dan Pengembangan Sudut Baca Kelas dan Area Baca Sekolah untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran di SD (Sekolah Dasar). Download file PDF. Buku panduan ini diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar 2016. Berkas buku ini  merupakan salah satu bahan materi suplemen dalam Materi Diklat Guru Sasaran Implementasi Kurikulum 2013 Tahun 2017 untuk SD.


                        Panduan Pemanfaatan dan Pengembangan Sudut Baca Kelas dan Area Baca Sekolah
                        Panduan Pemanfaatan dan Pengembangan Sudut Baca Kelas dan Area Baca Sekolah

                        Panduan Pemanfaatan dan Pengembangan Sudut Baca Kelas dan Area Baca Sekolah untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran di SD (Sekolah Dasar)

                        Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi buku Panduan Pemanfaatan dan Pengembangan Sudut Baca Kelas dan Area Baca Sekolah untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran di SD (Sekolah Dasar):

                        Keberadaan perpustakaan sekolah merupakan bagian integral penunjang keberhasilan peningkatan mutu pembelajaran di sekolah. Terkait dengan hal tersebut maka pemanfaatan perpustakaan sekolah perlu mendapatkan perhatian khusus agar dapat dioptimalkan oleh seluruh warga sekolah. Pengembangan sudut baca kelas dan area baca sekolah merupakan salah upaya yang dapat dilakukan sekolah untuk memperluas akses perpustakaan bagi peserta didik dan warga sekolah.

                        Untuk itu diperlukan penyusunan panduan pemanfaatan dan pengembangan sudut baca kelas dan area baca sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar sebagai acuan bagi sekolah dan pemangku kepentingan dalam menyusun program/kegiatan pengembangan sudut baca kelas dan area baca di sekolah dasar. Panduan ini mengacu pada undang-undang, peraturan, ketentuan, standar nasional bidang perpustakaan yang berlaku, dan praktik baik yang selama ini sudah dilakukan dalam pengembangan sudut baca kelas dan area baca di sekolah dasar.

                        Daftar Isi buku panduan ini terdiri dari:

                        BAB I. PENDAHULUAN 
                        A. Latar Belakang 
                        B. Dasar Hukum 
                        C. Tujuan 
                        D. Ruang Lingkup 
                        E. Definisi 

                        BAB II. PEMANFAATAN DAN PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DASAR 
                        A. Sudut Baca Kelas 
                        B. Area Baca Sekolah 
                        C. Pengembangan Koleksi Sudut Baca Kelas dan Area Baca 

                        BAB III. PENUTUP 

                        DAFTAR PUSTAKA 

                        Perpustakaan sekolah merupakan bagian dari sarana dan prasana yang wajib ada untuk menunjang pendidikan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Pada pasal 23 ayat (1)Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan menyatakan, setiap sekolah/madrasah menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan standar nasional pendidikan. Standar Nasional perpustakaan tersebut menjadi acuan dalam pendirian, pengelolaan, dan pengembangan perpustakaan yang berlaku sama secara nasional.

                        Perpustakaan sekolah harus dapat melayani peserta didik, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan lainnya (warga sekolah) agar memperoleh kesempatan untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan sesuai dengan kurikulum dan pembelajaran yang dilaksanakan. Perpustakaan sekolah bukan hanya berfungsi sebagai unit kerja yang menyediakan bahan bacaan untuk menambah pengetahuan dan wawasan, akan tetapi merupakan sumber belajar bagi peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan masyarakat sekolah yang keberadaannya sebagai bagian integral yang tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan sekolah.

                        Akan tetapi, dalam praktiknya, keberadaan dan layanan perpustakaan sekolah masih kurang diminati oleh peserta didik dan warga sekolah lainnya. Diperlukan upaya yang berkelanjutan dari semua pihak agar dapat meningkatkan minat peserta didik dan warga sekolah untuk mengakses perpustakaan. Salah satu upayameningkatkan minat dan memperluas akses layanan perpustakaan adalah dengan mengembangkan sudut baca kelas dan area baca sekolah agar dapat lebih mudah dan lebih dekat dengan perserta didik dan warga sekolah lainnya.

                        Melihat hal tersebut, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar dalam rangka melaksanakan tugasnya, perlu menyusun buku panduan pemanfaatan dan pengembangan sudut baca kelas dan area bacasekolah, untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar. Buku ini disajikan sebagai panduan bagi sekolah dan pemangku kepentingan dalam menyusun program/kegiatan pengembangan sudut baca kelas dan area baca di sekolah dasar. Panduan ini mengacu pada undang-undang, peraturan, ketentuan, standar nasional perpustakaan yang berlaku, dan praktik baik yang selama ini sudah dilakukan dalam pengembangan sudut baca kelas dan area baca di sekolah dasar.

                        Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 11 tahun 2015 tentang organisasi dan tata kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, melalui Sub Direktorat Kurikulum, mempunyai tugas melaksanakan penyusunan bahan perumusan, koordinasi, dan pelaksanaan kebijakan, norma, standar, prosedur, kriteria, bimbingan teknis dan supervisi, fasilitasi penjaminan mutu, di bidang kurikulum sekolah dasar.

                        Dasar Hukum
                        1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
                        2. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan; Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (tambahan lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 5410);
                        3. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan; Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 tentang Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA);
                        4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 25 Tahun 2008 tentang Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah;
                        5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 11 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
                        6. Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, Perpustakaan Nasional RI, 2011.
                        Tujuan 
                        Tujuan penyusunan panduan pemanfaatan dan pengembangan sudut baca kelas dan area baca di sekolah dasar adalah:
                        • Memberikan acuan bagi sekolah dan pemangku kepentingan dalam membangun dan mengoptimalkan pemanfaatan sudut baca kelas dan area baca di sekolah dasar;
                        • Memberikan arahan terhadap penyelenggaraan program/kegiatan sudut baca kelas dan area baca di sekolah dasar.

                        Ruang Lingkup 
                        Ruang lingkup panduan pemanfaatan dan pengembangan sudut baca kelas dan area baca sekolah ini adalah bentuk program/kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka membangun dan mengoptimalkan pemanfaatan sudut baca kelas dan area baca di sekolah dasar.

                        Definisi 
                        Sudut baca kelas yaitu sebuah tempat di kelas yang dilengkapi dengan koleksi buku dan ditata secara menarik untuk meningkatkan minat baca peserta didik.

                        Area baca sekolah meliputi semua area di lingkungan sekolah (serambi, koridor, halaman, kebun/taman, dan ruang lainnya) yang ditata untuk meningkatkan minat baca peserta didik dan warga sekolah.

                        Perpustakaan sekolah/madrasah adalah perpustakaan yang merupakan bagian integral dari kegiatan pembelajaran dan berfungsi sebagai pusat sumber belajar guna mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang berkedudukan di sekolah/madrasah.

                        Pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan.

                        Pemustaka adalah pengguna perpustakaan, yaitu perseorangan, kelompok orang, masyarakat, atau lembaga yang memanfaatkan fasilitas layanan perpustakaan.

                        Pendidikan pemustaka adalah kegiatan perpustakaan yang bertujuan menjadikan pemustaka mampu mendayagunakan koleksi perpustakaan secara mandiri sesuai dengan kebutuhannya. Bahan perpustakaan adalah semua hasil karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam.

                        Koleksi perpustakaan adalah semua informasi dalam bentuk karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam dalam berbagai media yang mempunyai nilai pendidikan, yang dihimpun, diolah, dan dilayankan.

                        Standar Nasional Perpustakaan adalah kriteria minimal yang digunakan sebagai acuan penyelenggaraan, pengelolaan, dan pengembangan perpustakaan di wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

                        Sudut Baca Kelas 
                        Sudut Baca Kelas adalah suatu sudut atau tempat lain yang berada di dalam kelas yang digunakan untuk menata buku atau sumber belajar lainnya dalam rangka meningkatkan minat baca dan belajar peserta didik melalui kegiatan membaca yang menyenangkan.

                        Sudut baca kelas bertujuan untuk mengenalkan peserta didik kepada beragam sumber bacaan untuk dimanfaatkan sebagai media, sumber belajar, serta memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan. Sudut baca kelas juga merupakan upaya mendekatkan perpustakaan ke peserta didik. Sudut baca kelas di manfaatkan secara optimal untuk mendukung keberhasilan proses pembelajaran.

                        Membuat dan Mengelola Sudut Baca Kelas
                        Membuat sudut baca kelas dengan memanfaatkan sudut ataupun tempat lain yang strategis di dalam kelas. Jenis bahan bacaan yang ditempatkan di sudut baca kelas dapat berupa buku teks pelajaran, buku cerita, hasil karya peserta didik dan guru, komik, koran, majalah anak, kliping, dan sumber belajar lainnya.

                        Tahapan dalam membuat sudut baca kelas:
                        • Menyediakan sebagian area di kelas untuk menyimpan koleksi bahan pustaka.
                        • Merancang denah penempatan dengan memperhatikan pencahayaan, sirkulasi udara, keamanan dan kenyamanan peserta didik.
                        • Merancang model penataan koleksi bahan pustaka. Menyediakan tempat/rak koleksi yang cukup, kuat, dan aman. Menentukan, memilah, dan menyediakan jenis koleksi bahan pustaka yang akan ditempatkan di sudut baca kelas, sesuai dengan minat dan jenjang/kemampuan baca peserta didik. Menyiapkan koleksi bahan pustaka dari perpustakaan minimal sejumlah peserta didik di kelas tersebut.
                        • Melengkapi koleksi bahan pustaka di sudut baca kelas, (oleh peserta didik dan kontribusi orang tua).
                        • Menata koleksi bahan pustaka pada tempat/rak yang telah disediakan (dilakukan oleh guru bersama peserta didik). Menyiapkan buku rekap baca (berisi nama peserta didik dan judul buku)
                        • Koleksi sudut baca kelas sebaiknya selalu diperbarui untuk mempertahankan minat baca peserta didikminimal 1 bulan sekali Tanggung jawab pengelolaan sudut baca kelas melibatkan guru kelas dan peserta didik.
                        Pemanfaatan dan Pengembangan Sudut Baca Kelas Indikator ketercapaian pemanfaatan dan pengembangan sudut baca kelas :
                        • Terdapat sudut baca di setiap kelas dengan koleksi bahan pustaka sesuai jumlah peserta didik.
                        • Meningkatnya frekuensi membaca peserta didik.
                        • Adanya pemanfaatan sudut baca dalam proses pembelajaran.
                        • Sudut baca kelas tertata dan terkelola setiap akhir pembelajaran.
                        • Koleksi bahan pustaka di sudut baca kelas diperbarui secara berkala.
                        • Ada kegiatan guru membacakan buku dengan nyaring atau peserta didik membaca mandiri dengan memanfaatkan koleksi sudut baca kelas.
                        • Terdapat daftar koleksi dan daftar rekap baca sudut baca kelas.
                        • Meningkatnya kemampuan membaca dan berkomunikasi peserta didik dan guru.

                          Download Buku Panduan Pemanfaatan dan Pengembangan Sudut Baca Kelas dan Area Baca Sekolah untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran di SD (Sekolah Dasar)

                          Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas buku Panduan Pemanfaatan dan Pengembangan Sudut Baca Kelas dan Area Baca Sekolah untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran di SD (Sekolah Dasar) ini silahkan lihat atau unduh pada link di bawah ini:

                          Panduan Pemanfaatan dan Pengembangan Sudut Baca Kelas dan Area Baca Sekolah untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran di SD (Sekolah Dasar)



                          Download File:
                          Panduan Pemanfaatan dan Pengembangan Sudut Baca Kelas dan Area Baca Sekolah untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran di SD (Sekolah Dasar).pdf

                          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file buku Panduan Pemanfaatan dan Pengembangan Sudut Baca Kelas dan Area Baca Sekolah untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran di SD (Sekolah Dasar). Semoga bisa bermanfaat.
                          Panduan Pemanfaatan dan Pengembangan Perpustakaan SD

                          Diposting oleh Pada 5/16/2017 10:44:00 PM dengan No comments

                          Berikut ini adalah berkas buku Panduan Pemanfaatan dan Pengembangan Perpustakaan SD (Sekolah Dasar). Download file PDF. Panduan Pemanfaatan dan Pengembangan Perpustakaan SD ini diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar 2016. Berkas buku ini  merupakan salah satu bahan materi suplemen dalam Materi Diklat Guru Sasaran Implementasi Kurikulum 2013 Tahun 2017 untuk SD.


                          Panduan Pemanfaatan dan Pengembangan Perpustakaan SD
                          Panduan Pemanfaatan dan Pengembangan Perpustakaan SD

                          Panduan Pemanfaatan dan Pengembangan Perpustakaan SD

                          Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi buku Panduan Pemanfaatan dan Pengembangan Perpustakaan SD:

                          Keberadaan perpustakaan sekolah merupakan bagian integral dalam menunjang keberhasilan peningkatan mutu pembelajaran di sekolah. Terkait dengan hal tersebut maka pemanfaatan perpustakaan sekolah perlu mendapatkan perhatian khusus agar dapat dioptimalkan oleh seluruh warga sekolah. Selain itu, untuk mendekatkan perpustakaan sekolah kepada peserta didik, menumbuhkan budaya literasi, dan meningkatkan mutu pembelajaran, setiap sekolah dasar perlu membuat sudut baca di kelas dan area baca sekolah.

                          Untuk itu diperlukan penyusunan panduan pemanfaatan dan pengembangan perpustakaan, sudut baca kelas dan area baca sekolah di sekolah dasar sebagai acuan bagi sekolah dan pemangku kepentingan dalam memanfaatkan dan mengembangkan perpustakaan, sudut baca kelas dan area baca sekolah. Panduan ini mengacu kepada undang-undang, peraturan, ketentuan, dan standar nasional di bidang pendidikan dan perpustakaan yang berlaku.

                          Buku ini terdiri dari tiga bab yaitu:

                          BAB I. PENDAHULUAN 
                          A. Latar Belakang 
                          B. Dasar Hukum 
                          C. Tujuan 
                          D. Ruang Lingkup 
                          E. Sasaran 
                          F. Definisi 

                          BAB II. PEMANFAATAN DAN PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DASAR 
                          A. Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah 
                          1. Wajib Kunjung Perpustakaan 
                          2. Pendidikan Pemustaka 
                          3. Penumbuhan Minat Baca 

                          B. Pengembangan Perpustakaan 
                          1. Promosi Perpustakaan 
                          2. Pelibatan Masyarakat 

                          BAB III. PENUTUP 

                          DAFTAR PUSTAKA 

                          Latar Belakang
                          Perpustakaan sekolah merupakan bagian integral dari program sekolah yang mendukung proses pembelajaran yang dan sepenuhnya dikelola oleh sekolah yang bersangkutan.Perpustakaan sekolah merupakan bagian dari sarana dan prasana yang wajib ada untuk menunjang pendidikan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Pasal 23 ayat (1)Undang-Undang nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan menyatakan bahwa, setiap sekolah/madrasah menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan standar nasional pendidikan. Standar Nasional perpustakaan tersebut menjadi acuan dalam pendirian, pengelolaan, dan pengembangan perpustakaan yang berlaku sama secara nasional.

                          Perpustakaan sekolah merupakan unit kerja yang menyediakan bahan bacaan untuk menambah pengetahuan dan wawasan selain itu berperan sebagai sumber belajar bagi peserta didik, guru, tenaga kependidikan, dan masyarakat sekolah yang keberadaannya tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan sekolah, juga Perpustakaan sekolah harus dapat memberikan layanan melayani peserta didik, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan lainnya agar untuk memperoleh kesempatan untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan sesuai dengan kurikulum danserta pembelajaran yang dilaksanakan. Perpustakaan sekolah bukan hanya berfungsi sebagai unit kerja yang menyediakan bahan bacaan untuk menambah pengetahuan dan wawasan, akan tetapi merupakan sumber belajar bagi peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan masyarakat sekolah yang keberadaannya sebagai bagian integral yang tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan sekolah. Namun berdasarkan fakta menunjukkan bahwa terdapat banyak di lapangan, banyak perpustakaan di sekolah, khususnya sekolah dasar, yang belum termanfaatkan dengan baik da optimal. Bahkan terdapat beberapa kasus alih fungsi ruang perpustakaan menjadi ruang kelas atau ruang guru/kepala sekolah.

                          Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 11 tahun 2015 tentang organisasi dan tata kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, melalui Sub Direktorat Kurikulum, bertugas melaksanakan penyusunan bahan perumusan, koordinasi, dan pelaksanaan kebijakan, norma, standar, prosedur, kriteria, bimbingan teknis dan supervisi, fasilitasi penjaminan mutu, di bidang kurikulum sekolah dasar.Sesuai tugas dan fungsi tersebut, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar menyusun panduan pemanfaatan dan pengembangan perpustakaan untuk menjamin optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan perpustakaan sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran di SD.

                          Dasar Hukum
                          1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
                          2. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan;
                          3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (tambahan lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 5410);
                          4. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan;
                          5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 tentang Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah A tas/Madr asah Aliy ah (SMA/MA); 
                          6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 25 Tahun 2008 tentang Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah;
                          7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar;
                          8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 11 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
                          9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti;
                          10. Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, Perpustakaan Nasional RI, 2011. 

                          Tujuan
                          Tujuan penyusunan panduan pemanfaatan dan pengembangan perpustakaan adalah: Untuk memberikan acuan bagi sekolah dan pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan pemanfaatan dan pengembangan perpustakaan sekolah dasar, sudut baca kelas, dan area baca sekolah.

                          Ruang Lingkup
                          Ruang lingkup panduan pemanfaatan dan pengembangan perpustakaan adalah bentuk program/kegiatan yang dapat diselenggarakan di perpustakaan, sudut baca kelas dan area baca di sekolah dasar, yang meliputi:
                          • Wajib kunjung perpustakaan, pendidikan pemustaka, penumbuhan minat baca, promosi perpustakaan, dan pelibatan masyarakat di perpustakaan sekolah dasar.
                          • Pembuatan, pengelolaan, pemanfaatan, dan pengembangan sudut baca kelas dan area baca sekolah.

                          Sasaran
                          Panduan ini diperuntukan bagi:
                          1. Kepala sekolah, guru, pengawas, pustakawan/tenaga perpustakaan dan tenaga kependidikan lainnya.
                          2. Peserta didik di sekolah dasar.
                          3. Komite sekolah, anggota masyarakat, dan pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

                          Definisi
                          1. Perpustakaan Sekolah/Madrasah adalah perpustakaan yang merupakan bagian integral dari kegiatan pembelajaran dan berfungsi sebagai pusat sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang berkedudukan di sekolah/madrasah.
                          2. Sudut baca kelas adalah suatu sudut atau tempat lain dalam kelas yang digunakan untuk menata buku atau sumber belajar lainnya dalam rangka meningkatkan minat baca dan belajar peserta didik.
                          3. Area baca sekolah adalah suatu tempat atau area di lingkungan sekolah atau di luar kelas yang ditata sedemikian rupa untuk mewadahi kegiatan membaca.
                          4. Pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan.
                          5. Pemustaka adalah pengguna perpustakaan, yaitu perseorangan, kelompok orang, masyarakat, atau lembaga yang memanfaatkan fasilitas layanan perpustakaan.
                          6. Pendidikan pemustaka adalah kegiatan perpustakaan yang bertujuan menjadikan pemustaka mampu mendayagunakan bahan pustaka secara mandiri sesuai dengan kebutuhannya.
                          7. Bahan pustaka adalah semua hasil karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam.
                          8. Bahan pustaka adalah semua informasi dalam bentuk karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam dalam berbagai media yang mempunyai nilai pendidikan, yang dihimpun, diolah, dan dilayankan.
                          9. Standar Nasional Perpustakaan adalah kriteria minimal yang digunakan sebagai acuan penyelenggaraan, pengelolaan, dan pengembangan perpustakaan di wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
                          10. Literasi informasi adalah kemampuan mengenal kebutuhan informasi untuk memecahkan masalah, mengembangkan gagasan, mengajukan pertanyaan penting, menggunakan berbagai strategi pengumpulan informasi, menetapkan informasi yang cocok, relevan dan otentik.
                          11. Promosi perpustakaan adalah aktivfitas memperkenalkan fasilitas, koleksi, jenis layanan, dan manfaat perpustakaan.
                          12. Jenjang baca adalah sebuah sistem yang mengategorikan kemampuan membaca dan pemahaman peserta didik terhadap bahan bacaan/teks.
                          13. Jenjang buku adalah sebuah sistem yang pengategorian buku bacaan berdasarkan tingkat kesulitan dan kompleksitas teks hingga komposisi ilustrasi dalam bahan bacaan.

                          Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah

                          1. Wajib Kunjung Perpustakaan
                          Dalam Standar Nasional Perpustakaan untuk sekolah dasar dan madrasah ibtidyah, pasal 6.3, sekolah wajib memiliki program wajib kunjung perpustakaan bagi setiap kelas minimalsatu kali per minggu. Kepala Sekolah bersama guru wajib menyusun jadwal kunjungan perpustakaan untuk setiap kelas.

                          Indikator ketercapaian wajib kunjung perpustakaan:
                          • Perpustakaan memiliki jadwal wajib kunjung perpustakaan bagi setiap kelasminimal satu kali per minggu.
                          • Peningkatan jumlah kunjungan pemustaka. Peserta didik meminjam bahan pustaka.
                          • Peserta didik dapat menggunakan internet sebagai sumber belajar.
                          Kegiatan wajib kunjung perpustakaan dapat menjadi sebuah variasi dalam meningkatkan minat dan pembi asaan membaca. Pustakawan/tenaga perpustakaan perlu menyiapkan skenario kegiatan supaya kegiatan ini menyenangkan dan memotivasi peserta didik untuk membaca dan memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar.

                          2. Pendidikan Pemustaka
                          Pendidikan pemustaka merupakan kegiatan perpustakaan yang bertujuan menjadikan pemustaka mampu mendayagunakan bahan pustaka secara mandiri sesuai dengan kebutuhannya secara optimal dan dilaksanakan pada jam kunjung perpustakaan. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam rangka pendidikan pemustaka adalah:
                          a. Literasi Perpustakaan
                          Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta didik untuk menggunakan perpustakaan.
                          Indikator kompetensi literasi perpustakaan :
                          • Peserta didik memahami bahwa perpustakaan adalah tempat untuk mencari sumber informasi/bahan pustaka yang bermanfaat dan menghibur.
                          • Peserta didik memahami sistem penataanbahan pustaka. Peserta didik memahami bahan pustaka yang sesuai dengan kemampuan membaca (jenjang baca).
                          • Peserta didik mampu mencaribahan pustaka secara mandiri. Peserta didik memahami etika meminjam bahan pustaka dan berkegiatan di perpustakaan.
                          • Peserta didik mampu memanfaatkan bahan perpustakaan sebagai sumber belajar secara optimal dalam pembelajaran baik yang terstruktur maupun insidental. 
                          b. Literasi Informasi
                          Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta didik untuk mencari dan mengelola informasi dalam bahan pustaka, serta menggunakannya untuk tujuan tertentu/memecahkan sebuah masalah secara efisien.
                          Indikator kompetensi literasi informasi:
                          • Peserta didik mampu memahami, memilah, dan menganalisis informasi yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
                          • Peserta didik mampu menggunakan fitur buku (teks, ilustrasi, grafik, tabel, sub-judul).
                          • Peserta didik memahami bahan pustaka sebagai sebuah karya penulisan yang diciptakan melalui proses kreatif. Memahami bahwa karya memiliki hak cipta yang dilindungi secara hukum. 

                          Program Pustakawan Cilik
                          Program pustakawan cilik sekolah dapat menjadi salah satu kegiatan program pemanfaatan perpustakaan, sudut baca kelas dan area baca sekolah. Program ini bersifat sukarela dan non-akademik (tidak dievaluasi). Kepala sekolah bersama guru dapat mengapresiasi peran pustakawan cilik dengan memberikan penghargaan seperti duta perpustakaan, atau bentuk penghargaan lain.

                          Program ini dapat melibatkan peserta didik SD kelas tinggi yang penugasannya dijadwal secara berkala dan bergantian. Penugasan pustakawan cilik disepakati oleh pustakawan/tenaga perpustakaan dan peserta didik.
                          Indikator keterlibatan pustakawan cilik dalam pengelolaan perpustakaan sekolah:
                          • Sekolah memiliki pustakawan cilik.
                          • Pengelolaan perpustakaan melibatkan peran pustakawan cilik. Pustakawan cilik menjadi tim mading. 

                            Download Panduan Pemanfaatan dan Pengembangan Perpustakaan SD

                            Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Panduan Pemanfaatan dan Pengembangan Perpustakaan SD ini silahkan lihat atau unduh pada link di bawah ini:

                            Panduan Pemanfaatan dan Pengembangan Perpustakaan SD



                            Download File:
                            Panduan Pemanfaatan dan Pengembangan Perpustakaan SD.pdf

                            Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file buku Panduan Pemanfaatan dan Pengembangan Perpustakaan SD. Semoga bisa bermanfaat.

                            Formulir Kontak

                            Nama

                            Email *

                            Pesan *