Juknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun 2018

Diposting oleh Pada 2/23/2018 01:33:00 AM dengan No comments

Berikut ini adalah berkas Juknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun 2018. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7208 Tahun 2017 Tentang Juknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun 2018. Download file PDF.

Juknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun 2018
Juknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun 2018

Juknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun 2018

Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Juknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun 2018:

Maksud Petunjuk Teknis ini untuk mengatur mekanisme pengelolaan Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren agar tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.

Tujuan Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren adalah sebagai berikut:
  1. Untuk memperbaiki bangunan asrama yang rusak sebagian atau tidak layak demi mendukung ketersediaan fasilitas asrama/tempat tinggal santri selama masa proses pendidikan pada pondok pesantren.
  2. Untuk menstimulasi dukungan dan partisipasi masyarakat dalam perbaikan fisik bangunan asrama pondok pesantren.

Ruang lingkup Petunjuk Teknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren ini meliputi: Pendahuluan, Pelaksanaan Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren, Laporan Pertanggungjawaban, Larangan dan Sanksi, Standar dan Spesifikasi Teknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren, Tugas dan Tanggungjawab Organisasi, Pengen- dalian dan Pengawasan, serta Penutup. 

Pemberi Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2018 adalah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam/Kantor Wilayah Kemenag Propinsi/Kantor Kemenag Kab/Kota.

Pondok Pesantren tahun 2018 diantaranya sebagai berikut:
  1. Aktif menyelenggarakan kegiatan kepesantrenan.
  2. Memiliki santri mukim.
  3. Memiliki bangunan asrama yang rusak sebagian atau memiliki asrama yang belum memadai, sehingga berdampak pada penurunan perkembangan lembaga dan mutu pendidikan.
  4. Terdaftar pada Kantor Kementerian Agama Kab./Kota setempat dibuktikan dengan piagam Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP).
  5. Mendapatkan rekomendasi dari Kantor Kementerian Agama Kab./Kota atau Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi, yang menyatakan keberadaan, keaktifan, dan kelayakan sebagai lembaga penerima bantuan.
  6. Memiliki Akte Notaris pendirian yayasan atau lembaga/ Sertifikat Wakaf/Akta Ikrar Wakaf/Akta Hibah.
  7. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama lembaga.
  8. Memiliki rekening bank yang aktif atas nama lembaga yang bersangkutan.

Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren adalah program bantuan pendidikan Islam yang diberikan pada lembaga pendidikan untuk memperbaiki asrama pondok pesantren pada lembaga pendidikan Pondok Pesantren.

Pondok pesantren yang ditetapkan sebagai penerima bantuan harus melengkapi persyaratan yang telah ditetapkan.

Masing-masing penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren yang tercantum dalam Surat Kepu- tusan Penetapan Penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2018 diberikan surat pemberitahuan yang menyatakan bahwa pondok pesantren tersebut telah ditetapkan sebagai penerima bantuan.

Surat pemberitahuan tersebut memuat lampiran kelengkapan administrasi yang sekurangnya meliputi:
  1. Permohonan Pencairan.
  2. RAB (Rencana Anggaran Biaya).
  3. Jadwal Pelaksanaan.
  4. Kerangka Acuan Kerja (KAK).
  5. Susunan Panitia Pembangunan.
  6. Pakta Integritas.
  7. Rekening Lembaga.
  8. NPWP atas nama Pesantren/Yayasan.
  9. Kwitansi.
  10. Surat Perjanjian.
  11. SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak).
Persyaratan administrasi dikirim melalui layanan pos/jasa pengiriman tercatat/diantar langsung kepada Pemberi Bantuan.

Penyaluran Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2018 dilaksanakan sebagai berikut:
  1. Pencairan Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren dilakukan setelah penerima bantuan melengkapi persyaratan administrasi.
  2. Pencairan dana bantuan rehabilitasi asrama pondok pesantren yang nilainya di bawah Rp l00.000.000,00 (seratus juta rupiah) dilakukan sekaligus.

    Download Juknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun 2018

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Juknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun 2018 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

    Juknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun 2018



    Download File:

    Juknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun 2018.pdf
    Juknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun 2018.docx


    Sumber: http://ditpdpontren.kemenag.go.id

    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Juknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun 2018. Semoga bisa bermanfaat.
    Juknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun 2018

    Diposting oleh Pada 2/21/2018 05:31:00 PM dengan No comments

    Berikut ini adalah berkas Juknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun 2018. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7209 Tahun 2017 Tentang Juknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun 2018. Download file PDF.

    Juknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun 2018
    Juknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun 2018

    Juknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun 2018

    Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Juknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun 2018:

    Maksud Petunjuk Teknis ini untuk menjelaskan pengelo- laan dana belanja Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren agar tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.

    Tujuan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pondok Pesantren adalah sebagai berikut:
    1. Untuk mendukung ketersediaan ruang yang berfungsi sebagai tempat untuk proses kegiatan pembelajaran pada pondok pesantren.
    2. Untuk menstimulasi dukungan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan ruang belajar pada pondok pesantren.

    Ruang lingkup Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pondok Pesantren ini meliputi: Pendahuluan, Pelaksanaan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren, Laporan Pertanggungjawaban, Larangan, dan Sanksi, Tugas dan Tanggungjawab Organisasi, Standar dan Spesifikasi Teknis Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren, Pengendalian dan Pengawasan serta Penutup.

    Pemberi Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun Anggaran 2018 adalah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam/Kantor Wilayah Kemenag Propinsi/Kantor Kemenag Kab/Kota.

    Persyaratan penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren tahun 2018 diantaranya sebagai berikut:
    1. Aktif menyelenggarakan kegiatan kepesantrenan.
    2. Memiliki Santri Mukim.
    3. Belum memiliki/masih minimnya asrama yang memadai, sehingga berdampak pada penurunan perkembangan lembaga dan mutu pendidikan.
    4. Terdaftar pada Kantor Kementerian Agama Kab./Kota setempat dibuktikan dengan piagam Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP).
    5. Mendapatkan rekomendasi dari Kantor Kementerian Agama Kab./Kota atau Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi, yang menyatakan keberadaan, keaktifan, dan kelayakan sebagai lembaga penerima bantuan.
    6. Memiliki Akte Notaris pendirian yayasan atau lembaga/ Sertifikat Wakaf/Akta Ikrar Wakaf/Akta Hibah.
    7. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama lembaga.
    8. Memiliki rekening bank yang aktif atas nama lembaga yang bersangkutan .

    Bentuk Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren:
    Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren adalah program bantuan pendidikan Islam yang diberikan kepada lembaga pondok pesantren untuk membangun ruang yang berfungsi sebagai tempat untuk proses kegiatan pembelajaran pada pondok pesantren.

    Masing-masing penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren yang tercantum dalam Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun Anggaran 2018 diberikan surat pemberitahuan yang menyatakan bahwa pondok pesantren tersebut telah ditetapkan sebagai penerima bantuan. Surat pemberitahuan tersebut dilampirkan dan/atau memuat ketentuan persyaratan administrasi yang sekurangnya meliputi:
    1. Permohonan Pencairan.
    2. RAB (Rencana Anggaran Biaya).
    3. Jadwal Pelaksanaan.
    4. Kerangka Acuan Kerja (KAK).
    5. Susunan Panitia Pembangunan.
    6. Pakta Integritas.
    7. Rekening Lembaga. 
    8. NPWP atas nama Pesantren/Yayasan.
    9. Kwitansi.
    10. Surat Perjanjian.
    11. SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak). 
    Persyaratan administrasi dikirim melalui layanan pos/jasa pengiriman tercatat/diantar langsung kepada Pemberi Bantuan.

      Download Juknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun 2018

      Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Juknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun 2018 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

      Juknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun 2018



      Download File:

      Juknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun 2018.pdf
      Lampiran (Contoh Format Administrasi) - Juknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun 2018.docx


      Sumber: http://ditpdpontren.kemenag.go.id

      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Juknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun 2018. Semoga bisa bermanfaat.
      Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018

      Diposting oleh Pada 2/21/2018 05:09:00 PM dengan No comments

      Berikut ini adalah berkas Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7207 Tahun 2017 Tentang Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018. Download file format PDF.

      Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018
      Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018

      Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018

      Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018:

      Maksud Petunjuk Teknis ini untuk mengatur mekanisme pengelolaan Bantuan Pembangunan Perpustakaan Pondok Pesantren agar tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.

      Tujuan Bantuan Pembangunan Perpustakaan Pondok Pesantren ini adalah sebagai berikut:
      1. Untuk mendukung ketersediaan perpustakaan pondok pesantren agar terintegrasi dengan proses pendidikan yang dijalankan.
      2. Untuk menstimulasi dukungan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan sarana-prasarana perpus- takaan pondok pesantren.

      Ruang lingkup Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan Pada Pondok Pesantren ini meliputi: Penda- huluan, Pelaksanaan Bantuan Pembangunan Perpustakaan Pada Pondok Pesantren, Laporan Pertanggungjawaban, Larangan dan Sanksi, Tugas dan Tanggungjawab Organisasi, Standar dan Spesifikasi Teknis Pembangunan Perpustakaan  Pada Pondok Pesantren, Pengendalian dan Pengawasan, Serta Penutup.

      Pemberi Bantuan Pembangunan Perpustakaan Pada Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2018 adalah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam/Kantor Wilayah Kemenag Propinsi/Kantor Kemenag Kab/Kota.

      Bantuan Pembangunan Perpustakaan Pada Pondok Pesantren adalah pemberian bantuan untuk pembangunan perpustakaan sebagai tempat untuk mengembangkan informasi dan pengetahuan sebagai sarana edukatif untuk membantu menunjang kegiatan pembelajaran pada pondok pesantren.

      Persyaratan penerima Bantuan Pembangunan Perpus- takaan Pada Pondok Pesantren tahun 2018 diantaranya sebagai berikut:
      1. Aktif menyelenggarakan kegiatan kepesantrenan.
      2. Memiliki Santri Mukim.
      3. Belum memiliki/masih minimnya asrama yang memadai, sehingga berdampak pada penurunan perkembangan lem- baga dan mutu pendidikan.
      4. Terdaftar pada Kantor Kementerian Agama Kab./Kota setempat dibuktikan dengan piagam Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP).
      5. Mendapatkan rekomendasi dari Kantor Kementerian Agama Kab./Kota atau Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi, yang menyatakan keberadaan, keaktifan, dan kelayakan sebagai lembaga penerima bantuan.
      6. Memiliki Akte Notaris pendirian yayasan atau lembaga/ Sertifikat Wakaf/Akta Ikrar Wakaf/Akta Hibah.
      7. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama lembaga. 
      8. Memiliki rekening bank yang aktif atas nama lembaga yang bersangkutan.

      Bentuk Bantuan Pembangunan Perpustakaan Pondok Pesantren:
      Bantuan Pembangunan Perpustakaan Pada Pondok Pesantren adalah pemberian bantuan untuk pembangunan perpustakaan sebagai tempat untuk mengembangkan informasi dan pengetahuan sebagai sarana edukatif untuk membantu menunjang kegiatan pembelajaran pada pondok pesantren.

      Untuk Contoh Format Administrasi (format .docx Microsoft Word), pada Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018 ini disertakan juga beberapa contoh format surat, proposal dan sebagainya diantaranya lampiran-lampiran:
      1. Contoh Surat Perjanjian/Kontrak Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren
      2. Contoh Jadwal Pelaksanaan Bantuan Pembangunan Perpustakaan Pesantren
      3. Contoh Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pembangunan Perpustakaan Pesantren
      4. Contoh Rencana Anggaran Biaya (RAB) Pembangunan Perpustakaan Pesantren
      5. Contoh SK Kepanitiaan Pembangunan Perpustakaan Pesantren
      6. Contoh Laporan Progres Fisik Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren
      7. Contoh Form Buku Kas Umum Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren
      8. Contoh Form Daftar Penerimaan Upah Tukang Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren
      9. Contoh Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren
      10. Contoh Laporan Kemajuan Penyelesaian Pekerjaan Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren
      11. Contoh Berita Acara Serah Terima Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren

        Download Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018

        Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

        Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018



        Download File:

        Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018.pdf
        Lampiran-Lampiran - Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018.docx

        Sumber:  http://ditpdpontren.kemenag.go.id

        Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan pada Pondok Pesantren Tahun 2018. Semoga bisa bermanfaat.
        Juknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun 2018

        Diposting oleh Pada 2/21/2018 12:45:00 PM dengan No comments

        Berikut ini adalah berkas Juknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun 2018. Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7203 Tahun 2017 Tentang  Juknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun 2018. Download file format PDF.

        Juknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun 2018
        Juknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun 2018

        Juknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun 2018

        Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Juknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun 2018:

        Maksud Petunjuk Teknis ini untuk mengatur mekanisme pengelolaan Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren agar tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.

        Tujuan Bantuan Pembangunan Asrama Pondok pesantren adalah sebagai berikut:
        1. Untuk mendukung ketersediaan fasilitas asrama/ tem- pat tinggal santri selama masa proses pendidikan agar mereka dapat mengikuti proses belajar mengajar di pondok pesantren
        2. Untuk menstimulasi dukungan dan partisipasi masya- rakat dalam pembangunan fisik asrama pondok pesantren

        Ruang lingkup Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren ini meliputi: Pendahuluan, Pelak- sanaan Bantuan Asrama Pondok Pesantren, Laporan Per- tanggungjawaban, Larangan dan Sanksi, Standar dan Spesifi- kasi Teknis Bantuan Pembangunan Asrama, Tugas dan Tanggungjawab Organisasi, Pengendalian dan Pengawasan, serta Penutup

        Pemberi Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2018 adalah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam/Kantor Wilayah Kemenag Propinsi/Kantor Kemenag Kab/Kota.

        Persyaratan penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren tahun 2018 diantaranya sebagai berikut:
        1. Aktif menyelenggarakan kegiatan kepesantrenan.
        2. Memiliki Santri Mukim.
        3. Belum memiliki/masih minimnya asrama yang memadai, sehingga berdampak pada penurunan perkembangan lembaga dan mutu pendidikan.
        4. Terdaftar pada Kantor Kementerian Agama Kab./Kota setempat dibuktikan dengan piagam Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP).
        5. Mendapatkan rekomendasi dari Kantor Kementerian Agama Kab./Kota atau Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi, yang menyatakan keberadaan, keaktifan, dan kelayakan sebagai lembaga penerima bantuan.
        6. Memiliki Akte Notaris pendirian yayasan atau lembaga/ Sertifikat Wakaf/Akta Ikrar Wakaf/Akta Hibah.
        7. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama lembaga.

        Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren adalah program bantuan pendidikan Islam yang diberikan kepada lembaga pondok pesantren untuk membangun asrama sebagai tempat tinggal santri selama masa proses pendidikan pada pondok pesantren.

        Lampiran-lampiran pada berkas Juknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun 2018 ini diantaranya:
        1. Contoh Surat Perjanjian/Kontrak
        2. Contoh Jadwal Pelaksanaan
        3. Contoh Kerangka Acuan Kerja (KAK)
        4. Contoh Rencana Anggaran Biaya (RAB)
        5. Contoh SK Kepanitiaan Pembangunan Pondok Pesantren
        6. Contoh Laporan Progres Fisik Pembangunan Asrama Pondok Pesantren
        7. Contoh Form Buku Kas Umum
        8. Contoh Form Daftar Penerimaan Upah Tukang
        9. Contoh Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan 
        10. Contoh Laporan Kemajuan Penyelesaian Pekerjaan Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren
        11. Contoh Berita Acara Serah Terima

          Download Juknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun 2018

          Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Juknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun 2018 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

          Juknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun 2018



          Download File:

          Juknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun 2018.pdf
          Lampiran-Lampiran - Juknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun 2018.docx


          Sumber: http://ditpdpontren.kemenag.go.id

          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Juknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun 2018. Semoga bisa bermanfaat.
          Olimpiade Qur’an Se-Indonesia Jilid 2 oleh LTTQ Fathullah

          Diposting oleh Pada 4/13/2017 06:52:00 PM dengan No comments

          Berikut ini adalah informasi mengenai Olimpiade Qur’an Se-Indonesia Jilid 2 oleh LTTQ Fathullah yang akan diselenggarakan pada tanggal 21-23 April 2017.

          Olimpiade Qur’an Se-Indonesia Jilid 2 oleh LTTQ Fathullah
          Olimpiade Qur’an Se-Indonesia Jilid 2 oleh LTTQ Fathullah


          Olimpiade Qur’an Se-Indonesia Jilid 2 oleh LTTQ Fathullah

          Persyaratan:

          1. Peserta adalah santri yang masih aktif di pesantren dibuktikan dengan surat aktif dari pesantren yang bersangkutan.
          2. Peserta berusia maksimal 19 tahun pada hari pelaksanaan lomba dan untuk Olimpiade Hifzh Al-Qur’an maksimal 20 tahun dibuktikan dengan Foto Copy Ijazah atau Foto Copy Akte Kelahiran atau KTP.
          3. Peserta belum pernah menjadi juara pada cabang lomba yang diikuti di MTQ tingkat Nasional. Apabila diketahui telah menjuarai cabang tersebut maka dinyatakan gugur kejuaraannya.
          4. Setiap pesantren hanya boleh mengirimkan 2 (dua) delegasi per cabang lomba.
          5. Setiap peserta hanya boleh mengikuti 1 (satu) cabang lomba.
          6. Cabang lomba yang bersifat beregu harus beranggotakan santri yang berasal dari satu pesantren yang sama.
          7. Peserta yang telah terdaftar tidak dapat digantikan oleh peserta lain, apabila sudah mendapat pengesahan dari panitia (dengan alasan apapun).
          8. Pengambilan nomor tampil peserta dilakukan pada saat Technical Meeting (Kamis, 20 April 2017).
          9. Peserta dinyatakan gugur apabila tidak memenuhi persyaratan seperti yang tercantum dalam pedoman.

          Cabang dan Golongan Olimpiade:

          Ada 5 (lima) cabang olimpiade yang dilaksanakan dalam Olimpiade Al-Qur’an Jilid 2 Se- Indonesia, yaitu:
          1. Olimpiade Hifzh Al-Qur’an atau lomba menghafal Al-Qur’an, terdiri dari 2 (dua) golongan: a. Golongan 15 Juz b. Golongan 30 Juz.
          2. Olimpiade Tilawah Al-Qur’an atau lomba membaca Al-Qur’an dengan bacaan mujawwad, terdiri dari 2 (dua) golongan: a. Putra b. Putri.
          3. Olimpiade Fahm Al-Qur’an atau lomba pemahaman Al-Qur’an.
          4. Olimpiade Syarh Al-Qur’an atau lomba analisis kandungan Al-Qur’an.
          5. Olimpiade Khat Al-Qur’an atau lomba menulis indah Al-Qur’an kategori hiasan mushaf.



          Download File:
          Juknis Olimpiade Qur’an Se-Indonesia Jilid 2 oleh LTTQ Fathullah.pdf

          Informasi selengkapnya:
          Lembaga Tahfizh dan Ta’lim al-Qur’an (LTTQ) Masjid Fathullah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di website: http://lttqfathullahuinjkt.com/oq2017/

          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai informasi Olimpiade Qur’an Se-Indonesia Jilid 2 oleh LTTQ Fathullah. Semoga bisa bermanfaat.

          Lihat juga informasi atau berkas terkait lainnya:


          Beasiswa Santri Kembali Dibuka, Ada 270 Kuota

          Diposting oleh Pada 4/12/2017 12:32:00 PM dengan No comments

          Berikut ini adalah informasi dari Kemenag RI mengenai Beasiswa Santri Berprestasi PBSB 2017 dari Kemenag RI Kembali Dibuka, Ada 270 Kuota..

          Alur Pendaftaran Program Beasiswa Santri Berprestasi
          Alur Pendaftaran Program Beasiswa Santri Berprestasi

          Beasiswa Santri Kembali Dibuka, Ada 270 Kuota

          Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) kembali membuka Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Plt Direktur PD Pontren Imam Safei mengatakan bahwa PBSB merupakan salah satu upaya Kemenag memfasilitasi santri pondok pesantren yang ingin melanjutkan kuliah S1.

          "Tahun ini, Kemenag menyediakan 270 kouta beasiswa yang akan disebar ke 13 Kampus," ujarnya di Jakarta, Rabu (05/04).

          Ketiga belas kampus tersebut adalah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, IPB, UPI Bandung, UIN Sunan Gunung Jati Bandung, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UGM Yogyakarta, UIN Walisongo Semarang, ITS Surabaya, UNAIR Surabaya, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Alaudin Makasar, dan Universitas Cendrawasih Jayapura.

          Menurut Imam, sasaran program ini adalah santri yang bersekolah pada tingkat akhir dan lulus pada tahun 2017 di Madrasah Aliyah (MA) naungan pesantren atau santri lulusan pesantren muadalah/pesantren salafiyah dan ijazah paket C yang diselenggarakan oleh pondok pesantren.
          Ditempat terpisah, Kasubdit Santri Ainur Rofiq, mengatakan bahwa pendaftaran PBSB dibuka mulai tanggal 10 April - 8 Mei 2017. Sedangkan tes masuknya akan dilaksanankan tanggal 17 - 24 Mei 2017.

          "Kami berharap pengelola Pondok Pesantren dapat menginformasikan peluang ini kepada para santrinya," ujar Ainur Rofiq.

          PBSB sudah berjalan sejak tahun 2005. Saat itu, Kemenag baru menggandeng 2 perguruan tinggi, yaitu UIN Syarif Hidayatullah dan IPB. Sampai dengan saat ini, PBSB sudah melahirkan ribuan alumni dalam berbagai bidang keahlian, mulai dari kesehatan (dokter), fisikawan, matematika, teknik, dan lainnya.

          Untuk keterangan lebih lanjut mengenai program beasiswa ini dan bagaimana alur pendaftaranya, sila klik pranala berikut: PENDAFTARAN PBSB 2017.(Maryani/mkd/mkd)

          Lihat juga:
          Petunjuk Teknis Pengelolaan Program Beasiswa Santri Berprestasi Tahun 2017 dan Panduan Pendaftaran PBSB 2017 

          Sumber: Kemenag RI

          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan Beasiswa Santri Berprestasi PBSB 2017 dari Kemenag RI Kembali Dibuka, Ada 270 Kuota.. Semoga bisa bermanfaat.
          Petunjuk Teknis Pengelolaan Program Beasiswa Santri Berprestasi Tahun 2017

          Diposting oleh Pada 4/12/2017 09:56:00 AM dengan No comments

          Berikut ini adalah berkas Petunjuk Teknis Pengelolaan Program Beasiswa Santri Berprestasi Tahun 2017 dalam SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 7392 Tahun 2017 Tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Program Beasiswa Santri Berprestasi Tahun 2017.

          Petunjuk Teknis Pengelolaan Program Beasiswa Santri Berprestasi Tahun 2017
          Petunjuk Teknis Pengelolaan Program Beasiswa Santri Berprestasi Tahun 2017

          Petunjuk Teknis Pengelolaan Program Beasiswa Santri Berprestasi Tahun 2017

          Berikut ini kutipan keterangan dari kata pengantar pada Petunjuk Teknis Pengelolaan Program Beasiswa Santri Berprestasi Tahun 2017:

          Pendidikan nasional saat ini sedang menghadapi banyak tantangan dan permasalahan yang tidak sedikit. Berbagai kebijakan dan program telah banyak ditempuh untuk meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk dalam lingkup pendidikan Islam di Indonesia. Kebijakan pengembangan pendidikan Islam diarahkan pada tiga aspek, yaitu: perluasan akses, peningkatan mutu dan daya saing, serta tata kelola pendidikan. 

          Perluasan akses merupakan upaya Kementerian Agama dalam meningkatkan angka partisipasi masyarakat di dunia pendidikan. Peningkatan mutu dan daya saing juga merupakan upaya terus menerus meningkatkan kualitas pendidikan disemua jenis dan jenjang pendidikan. Sedangkan peningkatan tata kelola merupakan upaya penataan kelembagaan pendidikan Islam agar bermutu, berdaya saing dan bermanfaat bagi masyarakat. 

          Salah satu usaha pemerataan akses dan peningkatan mutu serta daya saing tersebut, diselenggarakannya Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama, yang saat ini sudah memasuki tahun ke-12. Program ini merupakan upaya untuk mempercepat ketertinggalan eksistensi pondok pesantren di bidang sains dan teknologi untuk penguatan tafaqquh fiddin. Manfaat program ini diharapkan menjadi pionir pemberdayaan masyarakat (community development) di lingkungan pondok pesantren. 

          Program ini untuk pertama kalinya dimulai pada tahun 2005. Semula hanya bermitra dengan 2 (dua) pergurun tinggi, yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Pada tahun 2014 mencapai 17 (Tujuh belas) perguruan tinggi, yaitu IPB Bogor, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, ITB Bandung, UPI Bandung, UGM Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Walisongo Semarang, ITS Surabaya, UIN Sunan Ampel Surabaya, UNAIR Surabaya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Mataram, Universitas Indonesia, Universitas Islam Malang (UNISMA), Universitas Surya Serpong, dan Sekolah Tinggi Agama Islam NU (STAINU) Jakarta. 

          Sebagai menguatkan dan pemerataan akses penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), pada tahun 2016 Kementerian Agama RI melakukan ekspansi ke Wilayah Timur Indonesia dengan bergabungnya UIN Alauddin Makassar dan Universitas Cenderawasih (UNCEN) Papua. 

          Indikator program ini berhasil munculnya ekspektasi dan animo kalangan pesantren sangat tinggi untuk mengikuti PBSB. Program ini dapat menjaring dan memfasilitasi santri berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk menempuh studi di perguruan tinggi ternama. Hal tersebut secara tidak langsung mampu mengubah citra pondok pesantren lebih berkualitas. 

          Pada tahun 2016 PBSB mengalami peningkatan dalam sistem seleksi, pembinaan, pendampingan dan pemberdayaan santri pada saat studi maupun setelah lulus. Sehingga program ini benar-benar sesuai dengan misi semula yaitu untuk pengembangan dan pemberdayaan pesantren. 

          Akhirnya kepada semua pihak yang telah bersusah-payah berkomitmen dan berkontribusi memberdayakan para santri melalui PBSB, utamanya perguruan tinggi mitra dan pondok pesantren saya mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya. 

          Semoga Buku Petunjuk Teknis ini dapat menjadi acuan bagi Pengelolaan Program Beasiswa Santri Berprestasi Tahun 2017 oleh semua pihak. 

          Jakarta, 
          Direktur Jenderal, 
          Ttd 
          Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA 

            Download Petunjuk Teknis Pengelolaan Program Beasiswa Santri Berprestasi Tahun 2017

            Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Petunjuk Teknis Pengelolaan Program Beasiswa Santri Berprestasi Tahun 2017 ini silahkan lihat di bawah ini:





            Download File:
            Juknis PBSB 2017 (Petunjuk Teknis Pengelolaan Program Beasiswa Santri Berprestasi Tahun 2017).pdf
            Manual Book Pendaftaran untuk Pesantren dan Peserta.pdf

            Alamat Pendaftaran:
            http://pbsb.ditpdpontren.kemenag.go.id/pendaftaran
            Alur Pendaftaran:
            http://pbsb.ditpdpontren.kemenag.go.id/pbsb/alur-pendaftaran-pbsb
            Jadwal Pendaftaran:
            http://pbsb.ditpdpontren.kemenag.go.id/program-dan-jadwal-penerimaan/jadwal-pendaftaran-pbsb



            Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Petunjuk Teknis Pengelolaan Program Beasiswa Santri Berprestasi Tahun 2017. Semoga bisa bermanfaat.
            Sumber:
            Program Beasiswa Santri Berprestasi - Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren - Kemenag RI
            Juknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren

            Diposting oleh Pada 3/13/2017 03:20:00 PM dengan No comments

            Berikut ini adalah berkas Juknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren. Download file dalam format PDF. Berkas ini ditujukan sebagai informasi atau referensi untuk Kepala Pondok Pesantren, Pengelola Pondok Pesantren, Guru dan pihak lainnya yang berkepentingan.

            Juknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren
            Juknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren

            Juknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren

            Berikut ini kutipan keterangan dari isi Juknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren:

            Buku Petunjuk teknis pelaksanaan Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren digunakan untuk Program Bantuan Kemitraan Tahun Anggaran 2016. Isi buku ini tentang konten dan esensi bantuan, teknis pelaksanaan bantuan, standard dan spesifikasi pembangunan, tugas dan fungsi masing-masing jenjang organisasi, pengendalian dan pengawasan serta layanan pengaduan masyarakat. Buku ini diterbitkan dalam rangka memberikan petunjuk, rambu-rambu dan arah perjalanan pelaksanaan bantuan kemitraan. Diharapkan, penerima manfaat bantuan ini dapat melaksanakan dengan baik, efisien, efektif dan dapat dipertanggungjawabkan baik mutu pembangunan maupun tertib administrasi laporan keuanganya. Dengan demikian, pemberi dan penerima manfaat bantuan kemitraan ini dapat melaksanakan tugas masing- masing sesuai dengan petunjuk teknis yang sudah dijelaskan dalam buku ini, sehingga pada akhirnya bantuan tersebut dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan mutu, layanan dan akses pendidikan keagamaan kita.

            Latar Belakang
            Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu, relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan. Dalam Bab IV pasal 5 Undang-Undang Sisdiknas juga dipertegas bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Oleh karena itu, pesantren merupakan lembaga pendidikan keagamaan juga membuka akses bagi anak bangsa untuk belajar secara informal. Pondok Pesantren sebagai bagian elemen lembaga masyarakat yang salah satu perannya melaksanakan pendidikan agama Islam telah memberikan kontribusi besar pembentukan karakter bangsa. Dalam babakan sejarah, peran besar pesantren ini tidak bisa dipungkiri telah memberi “warna” bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Meskipun demikian, dengan kemandirian yang telah dibuktikan selama ini, pesantren dapat menujukkan diri sebagai lembaga independent yang bisa menjaga irama kehidupan yang harmonis di tengah-tengah kemajemukan warga negara Indonesia, sehingga NKRI tetap kokoh dan terbina dengan baik kehidupan masyarakat Indonesia. Dengan kontribusi yang ditunjukkan pesantren tersebut, pemerintah harus hadir dan memberikan apresiasi pada pesantren dalam menjaga harmonisasi kehidupan masyarakat. Pemberian penghargaan pada pesantren ini dilakukan dengan memberikan “stimulant” bantuan, baik melalui program peningkatan mutu akademik, mutu peningkatan kapasitas dan kualitas bagi ustadz/santri, maupun mutu di bidang sarana dan prasarana.

            Dalam kaitan persoalan tersebut, Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren dipandang sangat penting karena tingkat kebutuhan yang nyata di lapangan, mengingat masih terdapat ribuan pondok pesantren yang asrama/pemondokanya tidak layak huni atau bahkan belum tersedia dan sebanding dengan santrinya, sehingga banyak calon santri yang semula bermaksud belajar di pondok pesantren harus terpaksa mengurungkan niatnya karena tidak tersedianya asrama santri yang memadai. Agar pengalokasian dan pengelolaan dana belanja Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren pada bidang pendidikan Islam dapat dilaksanakan secara tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan, maka dipandang perlu untuk mengatur ketentuan mengenai Petunjuk Teknis pengelolaan belanja Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren untuk program Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren.

            Dasar Hukum
            1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286).
            2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301).
            3. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2015 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2016 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 278 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5767).
            4. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 124, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4769).
            5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 205 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2016 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670).
            6. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2016 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
            7. Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2015 tentang Kementerian Agama (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 168).
            8. Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 592) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2016 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 348).
            9. Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 851).
            10. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/ PMK.05/2012 tentang Tata Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
            11. Peraturan Menteri Agama Nomor 45 Tahun 2014 tentang Pejabat Perbendaharaan di Lingkungan Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 1740).
            12. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 252/ PMK.05./2015 tentang Rekening Milik Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja.
            13. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/ PMK.05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah Pada Kementerian Negara/Lembaga.
            14. Peraturan Menteri Agama Nomor 67 Tahun 2015 tentang Bantuan Pemerintah pada Kementerian Agama.
            Pengertian
            1. Petunjuk Teknis adalah pedoman yang memuat hal- hal berkaitan dengan wewenang, teknis serta prosedur pengelolaan bantuan.
            2. Bantuan adalah bantuan yang tidak memenuhi kriteria bantuan sosial yang diberikan oleh Pemerintah kepada perseorangan, kelompok masyarakat atau lembaga pemerintah/non pemerintah.
            3. Rehabilitasi adalah proses memperbaiki bangunan yang telah rusak sebagian atau tidak layak dengan maksud menyesuaikanya dengan fungsi tempat tinggal yang layak.
            4. Asrama adalah tempat tinggal santri selama masa proses pendidikan.
            5. Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan keagamaan Islam yang diselenggarakan oleh masyarakat penyelenggara satuan pendidikan pesantren dan/atau secara terpadu menyelenggarakan jenis pendidikan lainnya.
            6. Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren adalah pemberian bantuan perbaikan bangunan asrama yang telah rusak sebagian atau tidak layak sebagai tempat tinggal santri selama masa proses pendidikan pada pondok pesantren.
            7. Petunjuk Teknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren adalah pedoman yang dipergunakan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kanwil Kemenag Propinsi, Kankemenag Kabupaten/Kota yang mengatur tentang pengelolaan bantuan perbaikan tempat tinggal santri selama masa proses pendidikan di pondok pesantren.
            8. Pengguna Anggaran (PA) adalah Menteri Agama yang bertanggungjawab atas pengelolaan anggaran pada Kementerian Agama.
            9. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) adalah Direktur Jenderal Pendidikan Islam/Kepala Kantor Wilayah Propinsi/Kepala Kantor Kemenag Kab/Kota yang memperoleh kuasa dari PA untuk melaksanakan sebagian dari kewenangan dan tanggung jawab penggunaan anggaran pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
            10. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh KPA untuk mengambil keputusan dan/atau tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran atas beban APBN pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
            11. Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren adalah Direktorat pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI yang melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pendidikan diniyah dan pondok pesantren.
            12. Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren/TOS adalah bidang pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi yang melaksanakan pelayanan, bimbingan, pembinaan dan pengelolaan sistem informasi di bidang pendidikan diniyah dan pondok pesantren.
            13. Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren/TOS adalah seksi pada Kantor Kementerian Agama Kab/Kota yang melaksanakan pelayanan, bimbingan teknis, pembinaan serta pengelolaan data dan informasi di bidang pendidikan diniyah dan pondok pesantren.
            14. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran adalah Dokumen Pelaksanaan Anggaran yang digunakan sebagai acuan Pengguna Anggaran dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan sebagai pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Negara.
            15. Aparat Pengawas Intern Pemerintah adalah pengawas internal pada institusi lain yang selanjutnya disebut APIP yang melakukan pengawasan melalui audit, review, evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi.
            16. Swakelola adalah Pengadaan Barang/Jasa dimana pekerjaanya direncanakan, dikerjakan dan/atau diawasi sendiri oleh K/L/D/I sebagai penanggung jawab anggaran, instansi pemerintah lain dan/atau kelompok masyarakat.
            17. Kelompok Masyarakat (POKMAS) adalah sekumpulan orang yang dibentuk oleh masyarakat untuk mewujudkan kesamaan maksud dan tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan, pendidikan agama dan pendidikan keagamaan, dan kemanusiaan yang tidak membagikan keuntungan kepada anggotanya.
            18. Surat Perjanjian yang selanjutnya disebut Kontrak adalah perjanjian tertulis antara PPK dengan Kelompok masyarakat.
            19. Tenaga Ahli adalah orang yang memiliki kemampuan dalam hal pembangunan konstruksi yang dapat dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai pengalaman pekerjaan dalam konstruksi.
            20. Pakta Integritas adalah surat pernyataan kesanggupan melaksanakan pembangunan secara akuntabel, efektif, efisien dan bebas dari korupsi.
            21. Kerangka Acuan Kerja (KAK) adalah uraian yang menginformasikan uraian kegiatan, waktu pelaksanaan, spesifikasi teknis, dan anggaran biaya.
            22. Pekerjaan Pembangunan adalah pekerjaan yang secara langsung menunjang terwujudnya dan berfungsinya bangunan sesuai peruntukanya.
            23. Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah perhitungan perkiraan biaya pekerjaan yang disusun oleh Tim Perencana, dikalkulasikan secara keahlian berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan serta digunakan oleh Tim Pelaksana untuk melaksanakan pembangunan.
            24. Jadwal Pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan, terdiri atas tahap pelaksanaan yang disusun secara logis, realistik dan dapat dilaksanakan.
            Maksud dan Tujuan
            1. Maksud Petunjuk Teknis ini untuk menjelaskan pengelolaan dana belanja Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren agar tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.
            2. Tujuan Petunjuk Teknis ini sebagai acuan teknis pelaksanaan Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren.

            Ruang Lingkup
            Ruang lingkup Petunjuk Teknis ini meliputi Dasar Hukum Pemberian Bantuan, Ketentuan Umum, Tujuan Penggunaan Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren, Pemberi Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren, Penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren, Alokasi Anggaran, Persyaratan Penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren, Tata Kelola Penyaluran Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren, Pertanggungjawaban Belanja Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren, serta Pengendalian, Pengawasan, dan Layanan Pengaduan Masyarakat.

            Program Bantuan Rehabilitasi Pondok Pesantren

            Pengertian
            Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren adalah pemberian bantuan untuk perbaikan bangunan asrama yang layak sebagai tempat tinggal santri selama masa proses pendidikan pada pondok pesantren.

            Tujuan Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren
            1. Untuk memperbaiki bangunan asrama yang rusak sebagian atau tidak layak demi mendukung ketersediaan fasilitas asrama/tempat tinggal santri selama masa proses pendidikan pada pondok pesantren.
            2. Untuk menstimulasi dukungan dan partisipasi masyarakat dalam perbaikan fisik bangunan asrama pondok pesantren.

            Pemberi dan Penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren
            1. Pemberi Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016 adalah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam/Kantor Wilayah Kemenag Propinsi/Kantor Kemenag Kab/Kota.
            2. Penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren adalah lembaga Pondok Pesantren.

            Mekanisme dan Prosedur Penyaluran Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren
            1. Persyaratan Penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren; Persyaratan penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren tahun 2016 diantaranya sebagai berikut: a. Aktif menyelenggarakan kegiatan kepesantrenan. b. Memiliki bangunan asrama yang rusak sebagian atau belum memiliki asrama yang memadai, sehingga berdampak pada penurunan perkembangan lembaga dan mutu pendidikan. c. Terdaftar pada Kantor Kementerian Agama Kab./Kota setempat dibuktikan dengan piagam Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP). d. Mendapatkan rekomendasi dari Kantor Kementerian Agama Kab./Kota atau Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi, yang menyatakan keberadaan, keaktifan, dan kelayakan sebagai lembaga penerima bantuan. e. Memiliki Akte Notaris pendirian yayasan atau lembaga/Sertifikat Wakaf/Akta Ikrar Wakaf/Akta Hibah. f. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama lembaga (jika ada). g. Memiliki rekening bank/pos yang aktif atas nama lembaga yang bersangkutan (diperlukan apabila dana bantuan disalurkan langsung melalui rekening penerima bantuan).
            2. Prosedur Pengajuan dan Seleksi Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren; a. Pengajuan Calon Penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren; 1) Pengajuan calon penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren dilakukan dengan beberapa cara: a) Permohonan/proposal bantuan diajukan secara langsung/ online/melalui jasa pengiriman oleh calon penerima bantuan yang ditandatangani oleh pimpinan lembaga. b) Pengajuan berdasarkan hasil kunjungan langsung (affirmative action). 2) Pengajuan dilakukan secara tertulis, ditujukan kepada KPA. b. Seleksi Calon Penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren; 1) PPK merekapitulasi pengajuan Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren berupa Daftar Pengajuan Bantuan Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016, yang antara lain memuat: a) Nama lembaga. b) Alamat lengkap lembaga. c) Nama pimpinan dan pendiri lembaga yang mengajukan permohonan Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren. d) Jumlah santri. e) Kelengkapan persyaratan Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren: - Piagam Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP). - Surat rekomendasi Kantor Kementerian Agama Kab/Kota atau Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi, yang menyatakan keberadaan, keaktifan, dan kelayakan lembaga penerima bantuan. - Akta Notaris pendirian yayasan/lembaga. - NPWP atas nama lembaga (jika ada). - Nomor rekening bank/pos calon penerima bantuan, dilampirkan dengan salinan/foto kopi buku rekening (diperlukan apabila dana bantuan disalurkan langsung melalui rekening penerima bantuan). f) Jenis usulan Bantuan Rehabilitasi Pondok Pesantren. Asrama g) Jumlah usulan Bantuan Rehabilitasi Pondok Pesantren. Asrama h) Dokumen penunjang; foto/kondisi Pesantren. Pondok 2) Daftar nama-nama Pondok Pesantren yang mengajukan Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren akan dimasukkan dalam daftar pemohon Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren (long list). 3) PPK dalam melakukan verifikasi dibantu Tim Verifikasi dalam mengoreksi dan menelaah daftar penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren dan akan dibuat daftar menengah (middle list). 4) Hasil Daftar menengah (middle list) dilakukan verifikasi dan validasi untuk diajukan menjadi calon penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren. 5) Untuk mendapatkan data yang valid, Daftar Calon Penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016 diverifikasi dengan cara: a) PPK memberikan tugas perjalanan dinas verifikasi dan validasi calon penerima bantuan melalui kunjungan ke lokasi calon penerima bantuan dengan mekanisme Perjalanan Dinas Dalam Negeri, untuk melihat kebenaran data pengajuan dan kelayakan lembaga sebagai penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren, atau b) PPK berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Kab./Kota melalui Bidang Kanwil Kemenag Propinsi untuk mendapat kebenaran data pengajuan dan kelayakan pondok pesantren sebagai penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren. c) PPK dapat bekerjasama dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama untuk verifikasi dan validasi calon penerima bantuan melalui kunjungan ke lokasi calon penerima bantuan. 6) Hasil Verifikasi dan Validasi berupa: a) Dokumen Instrumen Verifikasi dan Validasi yang berisi keterangan tentang kesesuaian dengan persyaratan penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren dan kelayakan sebagai penerima bantuan apabila verifikasi dilakukan melalui perjalanan dinas verifikasi calon penerima bantuan. b) Surat Rekomendasi Kantor Kementerian Agama Kab./Kota melalui Bidang Kanwil Kemenag Propinsi yang berisi keterangan tentang kesesuaian dengan persyaratan penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren dan kelayakan sebagai penerima bantuan bagi pondok pesantren dalam Daftar Calon Penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016 pada wilayahnya. c) Dokumen lain yang mendukung Pemohon Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren untuk diajukan calon penerima bantuan (ketersediaan tempat/lahan, foto-foto dan dokumen lainnya). 7) PPK menelaah hasil verifikasi dan kemudian melaporkan hasil seleksi kepada KPA. 8) KPA menelaah laporan hasil seleksi dengan: a) memastikan kebenaran proses seleksi. b) memastikan kelayakan dan ketepatan sasaran calon penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren berdasarkan kebijakan pengembangan pendidikan Islam. 9) Hasil penelaahan KPA diserahkan kepada PPK untuk disesuaikan seperlunya, dan menyusun Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016.
            3. Penetapan dan Pengesahan Penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren; a. Berdasarkan hasil seleksi calon penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016, PPK menyusun draft Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016 yang paling sedikit memuat: 1) Identitas Penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren. 2) Nilai Uang Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren, dan 3) Nomor Rekening dan Nama Bank/Pos Penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren. b. PPK memastikan calon penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren dalam draft Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016 yang telah memenuhi persyaratan. c. PPK menyusun Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016 untuk kemudian diserahkan kepada KPA untuk disahkan. d. Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016 yang disahkan merupakan dasar pemberian Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren kepada penerima. e. Untuk mempercepat pemberian Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren, Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016 dapat dilakukan secara bertahap bagi penerima bantuan yang telah memenuhi persyaratan.
            4. Pemberitahuan dan Kelengkapan Administrasi a. Pondok pesantren yang ditetapkan sebagai penerima bantuan harus melengkapi persyaratan yang telah ditetapkan. b. Masing-masing penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren yang tercantum dalam Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016 diberikan surat pemberitahuan yang menyatakan bahwa pondok pesantren tersebut telah ditetapkan sebagai penerima bantuan. Surat pemberitahuan tersebut dilampirkan dan/atau memuat ketentuan persyaratan administrasi yang sekurangnya meliputi: 1) Permohonan Pencairan. 2) RAB (Rencana Anggaran Biaya). 3) Jadwal Pelaksanaan. 4) Kerangka Acuan Kerja (KAK). 5) Susunan Panitia Pembangunan. 6) Pakta Integritas. 7) Rekening Lembaga. 8) Kwitansi. 9) Surat Perjanjian. 10) SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak). c. Persyaratan administrasi dikirim melalui layanan pos/jasa pengiriman tercatat/diantar langsung kepada Pemberi Bantuan.
            Pencairan Dana Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren
            Penyaluran Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016 dilaksanakan sebagai berikut:
            1. Pencairan Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren dilakukan setelah penerima bantuan melengkapi persyaratan administrasi.
            2. Pencairan dana bantuan dapat dilakukan secara bertahap kepada penerima bantuan yang telah memenuhi persyaratan. Tahap pertama dibayarkan 70%, pencairan kedua 30%; a. Pencairan tahap pertama 70% dilakukan setelah penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren telah melengkapi dan memenuhi syarat administrasi. b. Pencairan tahap kedua 30% dilakukan setelah penerima Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren telah mencapai 50% dari prestasi pekerjaan. 
            3. Penggunaan dana Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren dari tahap pertama dan kedua disertai bukti penggunaan dana bantuan.
            4. Membuat laporan pertanggungjawaban hasil pelaksanaan program Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren kepada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren/Kanwil Kementerian Agama/Kantor Kementerian Agama Kab/Kota.
            5. Dana Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016 tidak untuk (1) dikembalikan kepada pemberi Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren; dan/atau (2) diambil hasilnya oleh pemberi Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren dalam bentuk apapun.
            .... dan seterusnya.

            Lampiran-Lampiran
            1. Format 1: Contoh Surat Perjanjian/Kontrak
            2. Format 2: Contoh Jadwal Pelaksanaan
            3. Format 3: Contoh Kerangka Acuan Kerja (KAK)
            4. Format 4: Contoh Rencana Anggaran Biaya (RAB)
            5. Format 5: Contoh SK Kepanitiaan
            6. Format 6: Contoh Laporan Progress Fisik Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren
            7. Format 7: Contoh Laporan Keuangan; a. Contoh Form (07.A) Buku Kas Umum b. Contoh Form (07.B) Buku Kas Pembantu c. Contoh Form (07.C) Daftar Penerimaan Upah Tukang d. Contoh Form (07.D) Daftar Hadir Tukang e. Contoh Kwitansi Pencairan Tahap I
            8. Format 8: Contoh Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Program 
            9. Format 9: Contoh Pakta Integritas
            10. Format 10: Contoh Lampiran Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan

                Download Juknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren

                Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Juknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren ini silahkan lihat pada file preview atau unduh pada link di bawah ini:

                Juknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren



                Download File:

                Juknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren.pdf
                Juknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren.docx


                Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Juknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren. Semoga bisa bermanfaat.

                Sumber: Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren - Kemenag RI

                Lihat juga:
                Juknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren
                Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan Pondok Pesantren
                Juknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren

                Diposting oleh Pada 3/13/2017 01:20:00 PM dengan No comments

                Berikut ini adalah berkas Juknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren. Download file dalam format PDF. Berkas ini ditujukan sebagai informasi atau referensi untuk Kepala Pondok Pesantren, Pengelola Pondok Pesantren, Guru dan pihak lainnya yang berkepentingan.

                Juknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren
                Juknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren


                Juknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren

                Berikut ini kutipan keterangan dari isi Juknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren:

                Buku Petunjuk teknis pelaksanaan Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren digunakan untuk Program Bantuan Kemitraan Tahun Anggaran 2016. Isi buku ini tentang konten dan esensi bantuan, teknis pelaksanaan bantuan, standard dan spesifikasi pembangunan, tugas dan fungsi masing-masing jenjang organisasi, pengendalian dan pengawasan serta layanan pengaduan masyarakat. Buku ini diterbitkan dalam rangka memberikan petunjuk, rambu-rambu dan arah perjalanan pelaksanaan bantuan kemitraan. Diharapkan, penerima manfaat bantuan ini dapat melaksanakan dengan baik, efisien, efektif dan dapat dipertanggungjawabkan baik mutu pembangunan maupun tertib administrasi laporan keuanganya. Dengan demikian, pemberi dan penerima manfaat bantuan kemitraan ini dapat melaksanakan tugas masing-masing sesuai dengan petunjuk teknis yang sudah dijelaskan dalam buku ini, sehingga pada akhirnya bantuan tersebut dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan mutu, layanan dan akses pendidikan keagamaan kita.

                Latar Belakang
                Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu, relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan. Dalam Bab IV pasal 5 Undang-Undang Sisdiknas juga dipertegas bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Oleh karena itu, pesantren merupakan lembaga pendidikan keagamaan juga membuka akses bagi anak bangsa untuk belajar secara informal. Pondok Pesantren sebagai bagian elemen lembaga masyarakat yang salah satu perannya melaksanakan pendidikan agama Islam telah memberikan kontribusi besar pembentukan karakter bangsa. Dalam babakan sejarah, peran besar pesantren ini tidak bisa dipungkiri telah memberi “warna” bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Meskipun demikian, dengan kemandirian yang telah dibuktikan selama ini, pesantren dapat menujukkan diri sebagai lembaga independent yang bisa menjaga irama kehidupan yang harmonis ditengah-tengah kemajemukkan warga negara Indonesia, sehingga NKRI tetap kokoh dan terbina dengan baik kehidupan masyarakat Indonesia. Dengan kontribusi yang ditunjukkan pesantren tersebut, pemerintah harus hadir dan memberikan apresiasi pada pesantren dalam menjaga harmonisasi kehidupan masyarakat. Pemberian penghargaan pada pesantren ini dilakukan dengan memberikan “stimulant” bantuan, baik melalui program peningkatan mutu akademik, mutu peningkatan kapasitas dan kualitas bagi ustadz/santri, maupun mutu di bidang sarana dan prasarana.

                Dalam kaitan persoalan tersebut, Bantuan Pem- bangunan Asrama Pondok Pesantren dipandang sangat penting karena tingkat kebutuhan yang nyata di lapangan, mengingat masih terdapat ribuan pondok pesantren yang asrama/pemondokanya tidak layak huni atau bahkan belum tersedia dan sebanding dengan santrinya, sehingga banyak calon santri yang semula bermaksud belajar di pondok pesatren harus terpaksa mengurungkan niatnya karena tidak tersedianya asrama santri yang memadai. Agar pengalokasian dan pengelolaan dana belanja Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren pada bidang pendidikan Islam dapat dilaksanakan secara tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan, maka dipandang perlu untuk mengatur ketentuan mengenai Petunjuk Teknis pengelolaan belanja Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren untuk program Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren.

                Dasar Hukum
                1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286).
                2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301).
                3. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2015 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2016 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 278 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5767).
                4. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 124, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4769).
                5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 205 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2016 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670).
                6. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2016 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
                7. Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2015 tentang Kementerian Agama (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 168).
                8. Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 592) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2016 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 348).
                9. Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 851).
                10. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/PMK.05/2012 tentang Tata Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
                11. Peraturan Menteri Agama Nomor 45 Tahun 2014 tentang Pejabat Perbendaharaan di Lingkungan Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 1740).
                12. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 252/PMK.05./2015 tentang Rekening Milik Kementerian Negara/ Lembaga/Satuan Kerja.
                13. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah Pada Kementerian Negara/Lembaga.
                14. Peraturan Menteri Agama Nomor 67 Tahun 2015 tentang Bantuan Pemerintah pada Kementerian Agama.
                Pengertian
                1. Petunjuk Teknis adalah pedoman yang memuat hal-hal berkaitan dengan wewenang, teknis serta prosedur pengelolaan bantuan.
                2. Bantuan adalah bantuan yang tidak memenuhi kriteria bantuan sosial yang diberikan oleh Pemerintah kepada perseorangan, kelompok masyarakat atau lembaga pemerintah/non pemerintah.
                3. Asrama adalah tempat tinggal santri selama masa proses pendidikan.
                4. Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan keagamaan Islam yang diselenggarakan oleh masyarakat penyelenggara satuan pendidikan pesantren dan/atau secara terpadu menyelenggarakan jenis pendidikan lainnya.
                5. Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren adalah pemberian bantuan pembangunan asrama pondok pesantren.
                6. Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren adalah pedoman yang dipergunakan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kanwil Kemenag Propinsi, Kankemenag Kabupaten/Kota yang mengatur tentang pengelolaan bantuan pembangunan asrama pondok pesantren.
                7. Pengguna Anggaran (PA) adalah Menteri Agama yang bertanggungjawab atas pengelolaan anggaran pada Kementerian Agama.
                8. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) adalah Direktur Jenderal Pendidikan Islam/Kepala Kantor Wilayah Propinsi/Kepala Kantor Kemenag Kab/Kota yang memperoleh kuasa dari PA untuk melaksanakan sebagian dari kewenangan dan tanggung jawab penggunaan anggaran pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
                9. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh KPA untuk mengambil keputusan dan/atau tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran atas beban APBN pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
                10. Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren adalah Direktorat pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI yang melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pendidikan diniyah dan pondok pesantren.
                11. Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesan­ tren/TOS adalah bidang pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi yang melaksanakan pelayanan, bimbingan, pembinaan dan pengelolaan sistem informasi di bidang pendidikan diniyah dan pondok pesantren.
                12. Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesan­ tren/TOS adalah seksi pada Kantor Kementerian Agama Kab/Kota yang melaksanakan pelayanan, bimbingan teknis, pembinaan serta pengelolaan data dan informasi di bidang pendidikan diniyah dan pondok pesantren.
                13. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran adalah Dokumen Pelaksanaan Anggaran yang digunakan sebagai acuan Pengguna Anggaran dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan sebagai pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Negara.
                14. Aparat Pengawas Intern Pemerintah adalah pengawas internal pada institusi lain yang selanjutnya disebut APIP yang melakukan pengawasan melalui audit, review, evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi.
                15. Swakelola adalah Pengadaan Barang/Jasa dimana pekerjaannya direncanakan, dikerjakan dan/atau diawasi sendiri oleh K/L/D/I sebagai penanggung jawab anggaran, instansi pemerintah lain dan/atau kelom- pok masyarakat.
                16. Kelompok Masyarakat (POKMAS) adalah sekumpulan orang yang dibentuk oleh masyarakat untuk mewujudkan kesamaan maksud dan tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan, pendidikan agama dan pendidikan keagamaan, dan kemanusiaan yang tidak membagikan keuntungan kepada anggotanya.
                17. Surat Perjanjian yang selanjutnya disebut Kontrak adalah perjanjian tertulis antara PPK dengan Kelompok masyarakat.
                18. Tenaga Ahli adalah orang yang memiliki kemampuan dalam hal pembangunan konstruksi yang dapat dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai pengalaman pekerjaan dalam konstruksi.
                19. Pakta Integritas adalah surat pernyataan kesanggupan melaksanakan pembangunan secara akuntabel, efektif, efisien dan bebas dari korupsi.
                20. Kerangka Acuan Kerja (KAK) adalah uraian yang menginformasikan uraian kegiatan, waktu pelaksanaan, spesifikasi teknis, dan anggaran biaya.
                21. Pekerjaan Pembangunan adalah pekerjaan yang secara langsung menunjang terwujudnya dan berfungsinya bangunan sesuai peruntukannya.
                22. Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah perhitungan perkiraan biaya pekerjaan yang disusun oleh Tim Perencana, dikalkulasikan secara keahlian berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan serta digunakan oleh Tim Pelaksana untuk melaksanakan pembangunan.
                23. Jadwal Pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan, terdiri atas tahap pelaksanaan yang disusun secara logis, realistik dan dapat dilaksanakan.

                Maksud dan Tujuan
                1. Maksud Petunjuk Teknis ini untuk menjelaskan pengelolaan dana belanja Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren agar tertib, efisien, eko­ nomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.
                2. Tujuan Petunjuk Teknis ini sebagai acuan teknis pelaksanaan Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren.

                Ruang Lingkup
                Ruang lingkup Petunjuk Teknis ini meliputi Dasar Hukum Pemberian Bantuan, Ketentuan Umum, Tujuan Penggunaan Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren, Pemberi Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren, Penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren, Alokasi Anggaran, Persyaratan Penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren, Tata Kelola Penyaluran Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren, Pertanggungjawaban Belanja Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren, serta Pengendalian, Pengawasan, dan Layanan Pengaduan Masyarakat.

                Program Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren

                Pengertian
                Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren adalah pemberian bantuan untuk pembangunan asrama sebagai tempat tinggal santri selama masa proses pendidikan pada pondok pesantren.

                Tujuan Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren
                1. Untuk mendukung ketersediaan fasilitas asrama/ tempat tinggal santri selama masa proses pendidikan agar mereka dapat mengikuti proses belajar mengajar di pondok pesantren.
                2. Untuk menstimulasi dukungan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan fisik asrama pondok pesantren. 

                Pemberi dan Penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren
                1. Pemberi Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016 adalah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam/Kantor Wilayah Kemenag Propinsi/Kantor Kemenag Kab/Kota.
                2. Penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren adalah lembaga Pondok Pesantren.

                Mekanisme dan Prosedur Penyaluran Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren

                1. Persyaratan Penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren; Persyaratan penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren tahun 2016 diantaranya sebagai berikut: a. Aktif menyelenggarakan kegiatan kepesantrenan. b. Belum memiliki/masih minimnya asrama yang memadai, sehingga berdampak pada penurunan perkembangan lembaga dan mutu pendidikan. c. Terdaftar pada Kantor Kementerian Agama Kab./Kota setempat dibuktikan dengan piagam Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP). d. Mendapatkan rekomendasi dari Kantor Kementerian Agama Kab./Kota atau Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi, yang menyatakan keberadaan, keaktifan, dan kelayakan sebagai lembaga penerima bantuan. e. Memiliki Akte Notaris pendirian yayasan atau lembaga/Sertifikat Wakaf/Akta Ikrar Wakaf/Akta Hibah. f. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama lembaga (jika ada). g. Memiliki rekening bank/pos yang aktif atas nama lembaga yang bersangkutan (diperlukan apabila dana bantuan disalurkan langsung melalui rekening penerima bantuan).
                2. Prosedur Pengajuan dan Seleksi Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren; a. Pengajuan Calon Penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren. 1) Pengajuan calon penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren dilakukan dengan beberapa cara: a) Permohonan/proposal bantuan diajukan secara langsung/online/melalui jasa pengiriman oleh calon penerima bantuan yang ditanda tangani oleh pimpinan lembaga. b) Pengajuan berdasarkan hasil kunjungan langsung (affirmative action). 2) Pengajuan dilakukan secara tertulis, ditujukan kepada KPA. b. Seleksi Calon Penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren 1) PPK merekapitulasi pengajuan Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren berupa Daftar Pengajuan Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016, yang antara lain memuat: a) Nama lembaga. b) Alamat lengkap lembaga. c) Nama pimpinan dan pendiri lembaga yang mengajukan permohonan Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren. d) Jumlah santri. e) Kelengkapan persyaratan Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren: - Piagam Nomor Statistik Pondok Pesan- tren (NSPP). - Surat rekomendasi Kantor Kementerian Agama Kab/Kota atau Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi, yang menyatakan keberadaan, keaktifan, dan kelayakan lembaga penerima bantuan. - Akta Notaris pendirian yayasan/lembaga. - NPWP atas nama lembaga (jika ada). - Nomor rekening bank/pos calon penerima bantuan, dilampirkan dengan salinan/foto kopi buku rekening (diperlukan apabila dana bantuan disalurkan langsung melalui rekening penerima bantuan). f) Jenis usulan Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren. g) Jumlah usulan Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren. h) Dokumen penunjang; foto/kondisi Pondok Pesantren. 2) Daftar nama-nama Pondok Pesantren yang mengajukan Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren akan dimasukkan dalam daftar pemohon Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren (long list). 3) PPK dalam melakukan verifikasi dibantu Tim Verikasi dalam mengoreksi dan menelaah daftar penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren dan akan dibuat daftar menengah (middle list). 4) Hasil Daftar menengah (middle list) dilakukan verifikasi dan validasi untuk diajukan menjadi calon penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren. 5) Untuk mendapatkan data yang valid, Daftar Calon Penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016 diverifikasi dengan cara: a) PPK memberikan tugas perjalanan dinas verifikasi dan validasi calon penerima bantuan melalui kunjungan ke lokasi calon penerima bantuan dengan mekanisme Perjalanan Dinas Dalam Negeri, untuk melihat kebenaran data pengajuan dan kelayakan lembaga sebagai penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren, atau b) PPK berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Kab./Kota melalui Bidang Kanwil Kemenag Propinsi untuk mendapat kebenaran data pengajuan dan kelayakan pondok pesantren sebagai penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren. c) PPK dapat bekerjasama dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama untuk verifikasi dan validasi calon penerima bantuan melalui kunjungan ke lokasi calon penerima bantuan. 6) Hasil Verifikasi dan Validasi berupa: a) Dokumen Instrumen Verifikasi dan Validasi yang berisi keterangan tentang kesesuaian dengan persyaratan penerima Bantuan Pem- bangunan Asrama Pondok Pesantren dan kelayakan sebagai penerima bantuan apabila verifikasi dilakukan melalui perjalanan dinas verifikasi calon penerima bantuan. b) Surat Rekomendasi Kantor Kementerian Agama Kab./Kota melalui Bidang Kanwil Kemenag Propinsi yang berisi keterangan tentang kesesuaian dengan persyaratan penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren dan kelayakan sebagai penerima bantuan bagi pondok pesantren dalam Daftar Calon Penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016 pada wilayahnya. c) Dokumen lain yang mendukung pemohon Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren untuk diajukan calon penerima bantuan (ketersediaan tempat/lahan, foto-foto dan dokumen lainnya). 7) PPK menelaah hasil verifikasi dan kemudian melaporkan hasil seleksi kepada KPA. 8) KPA menelaah laporan hasil seleksi dengan: a) memastikan kebenaran proses seleksi. b) memastikan kelayakan dan ketepatan sasaran calon penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren berdasarkan kebijakan pengembangan pendidikan Islam. 9) Hasil penelaahan KPA diserahkan kepada PPK untuk disesuaikan seperlunya, dan menyusun Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016.
                3. Penetapan dan Pengesahan Penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren a. Berdasarkan hasil seleksi calon penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016, PPK menyusun draft Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016 yang paling sedikit memuat: 1) Identitas penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren. 2) Nilai uang Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren, dan 3) Nomor rekening dan nama Bank/Pos penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren. b. PPK memastikan calon penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren dalam draft Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016 yang telah memenuhi persyaratan. c. PPK menyusun Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016 untuk kemudian diserahkan kepada KPA untuk disahkan. d. Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016 yang disahkan merupakan dasar pemberian Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren kepada penerima. e. Untuk mempercepat pemberian Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren, Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016 dapat dilakukan secara bertahap bagi penerima bantuan yang telah memenuhi persyaratan.
                4. Pemberitahuan dan Kelengkapan Administrasi; a. Pondok pesantren yang ditetapkan sebagai penerima bantuan harus melengkapi persyaratan yang telah ditetapkan. b. Masing-masing penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren yang tercantum dalam Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016 diberikan surat pemberitahuan yang menyatakan bahwa pondok pesantren tersebut telah ditetapkan sebagai penerima bantuan. Surat pemberitahuan tersebut dilampirkan dan/ atau memuat ketentuan persyaratan administrasi yang sekurangnya meliputi: 1) Permohonan Pencairan. 2) RAB (Rencana Anggaran Biaya). 3) Jadwal Pelaksanaan. 4) Kerangka Acuan Kerja (KAK). 5) Susunan Panitia Pembangunan. 6) Pakta Integritas. 7) Rekening Lembaga. 8) Kwitansi. 9) Surat Perjanjian. 10) SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak). c. Persyaratan administrasi dikirim melalui layanan pos/jasa pengiriman tercatat/diantar langsung kepada Pemberi Bantuan.
                Pencairan Dana Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren
                Penyaluran Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016 dilaksanakan sebagai berikut:
                1. Pencairan Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren dilakukan setelah penerima bantuan melengkapi persyaratan administrasi.
                2. Pencairan dana bantuan dilakukan secara bertahap kepada penerima bantuan yang telah memenuhi persyaratan. Tahap pertama dibayarkan 70%, pencairan kedua 30%; a. Pencairan tahap pertama 70% dilakukan setelah penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren telah melengkapi dan memenuhi syarat administrasi. b. Pencairan tahap kedua 30% dilakukan setelah penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren telah mencapai 50% dari prestasi pekerjaan.
                3. Penggunaan dana Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren dari tahap pertama dan kedua disertai bukti penggunaan dana bantuan.
                4. Membuat laporan pertanggungjawaban hasil pelak- sanaan program Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren kepada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren/Kanwil Kementerian Agama/Kantor Kementerian Agama Kab/Kota.
                5. Dana Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016 tidak untuk (1) dikembalikan kepada pemberi Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren; dan/atau (2) diambil hasilnya oleh pemberi Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren dalam bentuk apapun. 

                Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren

                Asas Pelaksanaan
                Pelaksanaan Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren didasarkan pada komitmen peningkatan mutu, tata kelola dan optimalisasi layanan yang efektif dan efisien. Oleh karenanya harus memiliki asas yang harus menjadi pegangan. Adapun asas pelaksanaan Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016 meliputi:
                1. Efisien, menggunakan dana yang terbatas untuk mencapai hasil yang seoptimal mungkin baik secara kualitas maupun kapasitas bangunan.
                2. Efektif, dilaksanakan dengan waktu yang cepat dan tepat dengan hasil yang bagus.
                3. Akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan.
                4. Transparan, dilaksanakan secara terbuka baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan.
                5. Manfaat, dapat dirasakan manfaatnya oleh pondok pesantren untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

                Pelaksanaan Pekerjaan
                1. Penyusunan Rencana Kerja; Penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren menyusun rencana kerja pembangunan dari awal hingga selesai pekerjaan (contoh sebagaimana terlampir).
                2. Penyusunan Jadwal Pelaksana Pekerjaan; Penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren menyusun jadwal kerja pembangunan dari awal hingga selesai pekerjaan (contoh sebagaimana terlampir).
                3. Membuat Kerangka Acuan Kerja (KAK); Penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren membuat Kerangka Acuan Kerja (KAK) pembangunan dari awal hingga selesai pekerjaan (contoh sebagaimana terlampir).
                4. Membentuk Tim Perencana, Tim Pelaksana, Tim Pengawas; Penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren membentuk Tim Perencana, Tim Pelaksana, Tim Pengawas (contoh sebagaimana terlampir). a. Unsur-unsur Kepanitian; 1) Panitia Perencana; Panitia Perencana terdiri dari Ketua, Sekretaris dan 3 (tiga) orang anggota yang berasal dari unsur Tenaga ahli, Pesantren, Yayasan/ Tokoh Masyarakat. 2) Panitia Pelaksana; Panitia Pelaksana pembangunan terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara dan 3 (tiga) orang anggota yang berasal dari unsur Pesan- tren, Yayasan/Tokoh Masyarakat. 3) Panitia Pengawas; Panitia Pengawas terdiri dari Ketua, Sekretaris dan 3 (tiga) orang Anggota yang berasal dari unsur Tenaga Ahli dan Tokoh Masyarakat. b. Honor-honor; 1) Honor per-program kegiatan bagi panitia perencana, pelaksana dan pengawas adalah sebagai berikut: a) Ketua Rp. 750.000,- (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).  b) Sekretaris Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah). c) Bendahara Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah). d) Anggota Rp. 400.000,- (empat ratus ribu rupiah). 2) Upah tenaga ahli tertentu (jika diperlukan) dilakukan berdasarkan kontrak konsultan orang perseorangan. (Tenaga Ahli bisa diper- gunakan maksimal untuk tiga Pesantren).
                5. Tanda Tangan Kontrak Swakelola; Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren ini dilakukan secara swakelola dengan Kontrak Kerja antara Penerima Bantuan dengan PPK.
                Pertanggungjawaban Program
                1. Pertanggungjawaban Penerima Bantuan; a. Penerima Bantuan memberikan laporan dalam 2 (dua) tahap. Tahap pertama dilaporkan 50% dari prestasi pekerjaan, tahap kedua dilaporkan 100% penggunaan dana bantuan. Adapun laporan penggunaan dana bantuan, meliputi: 1) Identitas Penerima Bantuan. 2) Jenis Bantuan Yang Diterima. 3) Jumlah Bantuan Yang Diterima. 4) Penggunaan Dana Bantuan. 5) Foto-Foto/Dokumen Lain. b. Penyerahan laporan tahap pertama dan tahap kedua dapat dilakukan secara langsung atau online (jika memungkinkan) disertai bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. c. Penyerahan laporan akhir pekerjaan dalam bentuk laporan tertulis. d. Laporan diserahkan/dikirim pada pemberi bantuan. 
                2. Pertanggungjawaban Pemberi Bantuan; a. PPK menyusul laporan penyaluran penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren dengan tertib administrasi, transparan, akuntabel, tepat waktu, tepat sasaran, tepat jumlah dan terhindar dari penyimpangan. b. PPK memberikan laporan tahapan penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren, mulai dari longlist, middlelist, shortlist calon penerima bantuan kepada KPA. c. Laporan tersebut berupa laporan tertulis, sekurangnya memuat jumlah pagu Bantuan Pemba ngunan Asrama Pondok Pesantren, Realisasi Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren yang telah disalurkan, dan sisa dana Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren yang disetorkan ke Rekening Kas Umum Negara, serta lampiran berupa salinan Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2016. d. Laporan pertanggungjawaban tersebut dilampirkan sebagai suplemen pada Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga.
                ..... dan seterusnya

                Lampiran­Lampiran
                1. Format 1: Contoh Surat Perjanjian/Kontrak
                2. Format 2: Contoh Jadwal Pelaksanaan
                3. Format 3: Contoh Kerangka Acuan Kerja (KAK)
                4. Format 4: Contoh Rencana Anggaran Biaya (RAB)
                5. Format 5: Contoh SK Kepanitiaan
                6. Format 6: Contoh Laporan Progress Fisik Pembangunan Asrama Pondok Pesantren
                7. Format 7: Contoh Laporan Keuangan; a. Contoh Form (07.A) Buku Kas Umum b. Contoh Form (07.B) Buku Kas Pembantu c. Contoh Form (07.C) Daftar Penerimaan Upah Tukang d. Contoh Form (07.D) Daftar Hadir Tukang e. Contoh Kwitansi Pencairan Tahap I 
                8. Format 8: Contoh Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Program
                9. Format 9: Contoh Pakta Integritas
                10. Format 10: Contoh Lampiran Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan 

                  Download Juknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren

                  Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Juknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren ini silahkan lihat pada file preview atau unduh pada link di bawah ini:

                  Juknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren



                  Download File:

                  Juknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren.pdf
                  Juknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren.docx


                  Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Juknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren. Semoga bisa bermanfaat.

                  Sumber: Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren - Kemenag RI

                  Lihat juga:
                  Juknis Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren
                  Juknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan Pondok Pesantren

                  Formulir Kontak

                  Nama

                  Email *

                  Pesan *