Storytelling PDF

Berikut ini adalah berkas-berkas mengenai Storytelling. Download file format PDF. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi Anda yang sedang mencari referensi terkait dengan Storytelling.

Download Storytelling PDF

Storytelling

Pengertian Story Telling

Storytelling berasal dari bahasa Inggris yaitu “Story” artinya cerita dan “telling” artinya menceritakan. Jadi padanan kata tersebut menghasilkan sebuah pengertian baru yaitu menceritakan sebuah cerita. Penggabungan dua kata storytelling berarti penceritaan cerita atau menceritakan cerita. Storytelling merupakan sebuah seni bercerita yang dapat digunakan sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai kepribadian pada anak yang dilakukan tanpa perlu memerintah sang anak. Storytelling merupakan suatu cara yang dilakukan untuk menyampaikan suatu cerita kepada pendengar, dengan menggunakan suara yang lantang, gerakan tubuh serta ekspresi wajah yang menggambarkan isi cerita. Dalam hal ini anak dapat berkembang daya kreatifitasnya sesuai perkembangannya, senantiasa mengaktifkan bukan hanya aspek intelektual saja tetapi juga aspek kepekaan, kehalusan budi, emosi, seni, daya berfantasi, dan imajinasi anak yang tidak hanya mengutamakan kemampuan otak kiri tetapi juga otak kanan.

Sementara itu Pellowski mendefinisikan storytelling sebagai sebuah seni atau sebuah keterampilan bernarasi dari cerita-cerita dalam bentuk syair atau prosa, yang dipertunjukkan atau dipimpin oleh satu orang di hadapan audience secara langsung dimana cerita tersebut dapat dinarasikan dengan cara diceritakan atau dinyanyikan, dengan atau tanpa musik, gambar, ataupun dengan iringan lain yang mungkin dapat dipelajari secara lisan, baik melalui sumber tercetak, ataupun melalui sumber rekaman mekanik.

Storytelling dapat pula dikatakan sebagai sebuah seni yang menggambarkan peristiwa yang sebenarnya maupun berupa fiksi dan dapat disampaikan menggunakan gambar ataupun suara, sedangkan sumber lain mengatakan bahwa storytelling merupakan penggambaran tentang kehidupan yang dapat berupa gagasan, kepercayaan, pengalaman pribadi, pembelajaran tentang hidup melalui sebuah cerita

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003) cerita merupakan tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal atau peristiwa atau karangan yang menuturkan perbuatan, pengalaman kebahagiaan atau penderitaan orang, kejadian tersebut sungguh-sungguh atau rekaan.

Menurut Burhan Nurgiyantoro (2001) bercerita merupakan salah satu bentuk tugas kemampuan berbicara yang bertujuan untuk mengungkapkan kemampuan berbicara yang bersifat pragmatis. Ada dua unsur penting yang harus dikuasai siswa dalam bercerita yaitu linguistik dan unsur apa yang diceritakan. Ketepatan ucapan, tata bahasa, kosakata, kefasihan dan kelancaran, menggambarkan bahwa siswa memiliki kemampuan berbicara yang baik.

Jenis-jenis Storytelling

Pada saat menceritakan storytelling ada berbagai macam jenis cerita yang dapat dilakukan oleh storyteller untuk didongengkan kepada audience. sebelum acara storytelling dimulai, biasanya storyteller telah mempersiapkan terlebih dahulu jenis cerita yang akan disampaikan agar pada saat bercerita nantinya dapat berjalan lancar. Menurut (Asfandiyar, 2007), storytelling dapat digolongkan ke dalam berbagai jenis yaitu :

a. Storytelling pendidikan

Cerita pendidikan merupakan cerita yang diciptakan dengan suatu misi pendidikan bagi dunia anak-anak. Seperti, mendukung anak dalam bertutur kata yang sopan santun, menggugah sikap hormat kepada orang tua, mengedukasi anak tentang lingkungan alam dan cara menjaga kebersihan
dan lain sebagainya.

b. Fabel

Fabel adalah cerita tentang kehidupan binatang yang digambarkan dapat bicara seperti manusia. Cerita fabel sangat luwes digunakan untuk menyindir perilaku manusia tanpa membuat manusia tersinggung. Misalnya, dongeng sang kerbau, kancil, kelinci, dan kura-kura.

c. Cerita Rakyat

Cerita rakyat merupakan cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat pada masa lampau yang menjadi ciri khas setiap bangsa yang memiliki kultur budaya yang beraneka ragam mencakup kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki masing-masing bangsa.

d. Mendongeng

Mendongeng adalah menceritakan tentang sesuatu dongeng, yaitu kisah yang tidak benar-benar terjadi. Kebanyakan dari dongeng tersebut terkandung nasihat yang baik dan mendidik bagi anak-anak. Jenis dongeng sendiri bermacam-macam, contohnya fabel, yaitu dongeng yang bertokohkan hewan, ada pula hikayat, dan lain-lain.

Metode dalam Story telling (bercerita)

Dhien (2009) mengemukakan, berdasarkan jenis media yang digunakan, metode bercerita dibagi menjadi beberapa bentuk, di antaranya yaitu:

a. Metode bercerita (storytelling) dengan alat peraga.
Metode bercerita dengan alat peraga adalah metode bercerita menggunakan media atau alat pendukung supaya lebih jelas penyampaian cerita yang akan disampaikan. Bercerita dengan menggunakan alat peraga merupakan bentuk bercerita yang mempergunakan alat peraga bantu untuk menghidupkan cerita. Fungsi alat peraga tersebut yaitu untuk menghidupkan fantasi dan imajinasi sehingga terarah sesuai dengan yang diharapkan si pencerita. Bentuk bercerita dengan alat peraga terbagi menjadi dua, yaitu alat peraga langsung dan alat peraga tidak langsung.
1) Alat peraga langsung, seperti menggunakan benda asli atau benda sebenarnya, seperti bunga.
2) Alat peraga tak langsung, seperti menggunakan benda-benda yang bukan alat sebenarnya, seperti benda tiruan, gambar, papan flanel, membacakan cerita, sandiwara boneka, boneka menyerupai wayang yang terbuat dari kardus.

b. Metode bercerita (storytelling) tanpa alat peraga
Bercerita tanpa alat peraga yaitu kegiatan bercerita yang dilakukan oleh guru atau orang tua tanpa menggunakan media atau alat peraga yang diperlihatkan pada anak. Bercerita tanpa alat peraga adalah bentuk cerita yang mengandalkan kemampuan pencerita dengan menggunakan mimik (ekspresi muka), pantomim (gerak tubuh), dan vokal pencerita sehingga yang mendengarkan dapat menghidupkan kembali dalam fantasi dan imajinasinya. Guru harus memperhatikan ekspresi wajah, gerak-gerik tubuh, dan suara guru harus dapat membantu fantasi anak untuk mengkhayalkan hal-hal yang diceritakan guru.

c. Metode bercerita sambil bernyanyi.
Dalam metode bercerita sambil bernyanyi, guru dapat menggunakan alat bantu berupa sound sistem atau speaker untuk memutarkan sebuah lagu-lagu anak, lagu daerah hingga lagu wajib nasional di samping kegiatan bercerita. Seperti, menceritakan salah satu tokoh pahlawan Bapak Ir. Soekarno dan bisa diiringi lagu wajib nasional. Selain guru bisa menghibur peserta didik, guru juga dapat mengajarkan sejarah para pahlawan dengan cara penyampaian yang riang gembira dengan bantuan lagu-lagu yang di putarkan.

d. Metode bercerita dengan membaca langsung bahan cerita dari buku.
Pada metode ini guru dapat langsung menyampaikan cerita, puisi, dongeng dari buku cerita langsung. Kegiatan ini memberikan pengajaran yang fokus kepada pesan yang akan di tangkap anak dan di mengerti anak. Pesan tersebut dapat berupa perbuatan yang benar, sikap yang baik yang harus dilakukan anak.

    Download Berkas-Berkas Storytelling

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas-berkas Storytelling ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:
    • Buku Pop-Up untuk Pembelajaran Bercerita Siswa Sekolah Dasar.pdf - Download 
    • Inovasi Storytelling pada Layanan Kids Corner  Menggunakan Metode  BCMM (Bermain, Cerita, Menyanyi, Menonton) di Perpustakaan.pdf - Download 
    • Kajian Teknik Mutual Storytelling Ditinjau  Menurut Perspektif Islam.pdf - Download 
    • Kegiatan Storytelling pada Dinas Perpustakaan dan Arsip (DPA).pdf - Download 
    • Konsep Storytelling dan Pengaruh Kegiatan Storytelling Terhadap Kemampuan.pdf - Download 
    • Langkah-Langkah Persiapan Storytelling - Pelatihan Storytelling Bagi Siswa-Siswi SMP MTs.pdf - Download 
    • Layanan Storytelling (Bercerita) sebagai Strategi Penanaman Nilai-nilai Minat Baca di Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (ARPUSDA).pdf - Download 
    • Media Baru Digital Storytelling di Perpustakaan.pdf - Download 
    • Metode Storytelling untuk Meningkatkan Minat Membaca pada Anak Usia Dini di TK.pdf - Download 
    • Modul Pedoman Bercerita (Storytelling) untuk Guru Sekolah Dasar.pdf - Download 
    • Pemaknaan Orang Tua Tentang Kegiatan Digital Storytelling pada Badan Perpustakaan dan Arsip.pdf - Download 
    • Pemanfaatan Digital Storytelling sebagai Media Pembelajaran Tematik di SD.pdf - Download 
    • Pendampingan Pengembangan Kemampuan Storytelling Guru Kelompok Bermain dan Taman Penitipan Anak.pdf- Download 
    • Penerapan Metode Storytelling Pembelajaran  Tematik untuk Meningkatkan Keterampilan  Bercerita pada Siswa Kelas III Sekolah.pdf - Download 
    • Pengaruh Kegiatan Storytelling Terhadap  Minat Kunjung Anak di Perpustakaan dan Sanggar Cinta Baca.pdf - Download  
    • Pengaruh Kegiatan Storytelling Terhadap Pertumbuhan Minat Baca Siswa di TK.pdf - Download 
    • Pengaruh Metode Storytelling Terhadap Peningkatan Perilaku Prososial Anak Usia 4-5 Tahun di Taman Kanak -Kanak.pdf - Download 
    • Pengaruh Pemberian Kegiatan Storytelling Terhadap Minat Kunjung Anak Ke Perpustakaan.pdf - Download 
    • Pengaruh Penerapan Metode Story Telling Terhadap Hasil Belajar Keterampilan Berbicara pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SD.pdf - Download 
    • Pengertian Storytelling dari Beberapa Sumber.pdf - Download 
    • Peran Storytelling dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis, Minat Membaca dan Kecerdasan Emosional Siswa.pdf - Download 
    • Peran Storytelling sebagai Sarana Promosi Perpustakaan.pdf - Download 
    • Peran Storytelling dalam Meningkatkan Minat Baca dan Kecerdasan Emosional Anak.pdf - Download 
    • Peranan Storytelling dalam Pengembangan Kemampuan Berbicara pada Anak Usia 4-5 Tahun.pdf - Download 
    • Powerfull Storytelling, Mudah Buatnya, Dapat Profitnya.pdf - Download 
    • Storytelling dengan Media Buku Kosakata Bergambar sebagai Metode dalam Mengembangkan Kemampuan Berbahasa pada Anak Usia Prasekolah.pdf - Download

    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Storytelling. Semoga bisa bermanfaat.

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel