Panduan Penetapan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) Pengertian, Fungsi, Mekanisme dan Analisis KKM

Diposting oleh Pada 5/24/2018 02:40:00 PM dengan No comments

Berikut ini adalah berkas Panduan Penetapan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) Pengertian, Fungsi, Mekanisme dan Analisis KKM. Download file format PDF dan .doc atau .docx Microsoft Word.

Panduan Penetapan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) Pengertian, Fungsi, Mekanisme dan Analisis KKM
Panduan Penetapan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) Pengertian, Fungsi, Mekanisme dan Analisis KKM

Lihat juga arsip berkas sebelumnya terkait dengan KKM:

Panduan Penetapan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) Pengertian, Fungsi, Mekanisme dan Analisis KKM

Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Panduan Penetapan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) Pengertian, Fungsi, Mekanisme dan Analisis KKM:

Latar Belakang
Kebijakan pemerintah di bidang pendidikan telah bergulir dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana- prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.

Tindak lanjut dari SNP adalah ditetapkannya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas):
No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi (SI);
No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL);
No. 24 tahun 2006 dan No. 6 tahun 2007 tentang Pelaksanaan SI dan SKL;
No. 12 tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah;
No. 13 tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah;
No. 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru;
No. 18 tahun 2007 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan;
No. 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan;
No. 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian;
No. 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana Prasarana; dan
No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses.

UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa kurikulum pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. Pemerintah tidak lagi menetapkan kurikulum secara nasional seperti pada periode sebelumnya. Satuan pendidikan harus mengembangkan sendiri kurikulum sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan serta potensi peserta didik, masyarakat, dan lingkungannya.

Berbagai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional yang berkaitan dengan Standar Nasional Pendidikan merupakan acuan dan pedoman dalam mengembangkan, melaksanakan, mengevaluasi keterlaksanaannya, dan menindaklanjuti hasil evaluasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 14 tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa salah satu tugas Subdirektorat Pembelajaran – Direktorat Pembinaan SMA adalah melakukan penyiapan bahan kebijakan, standar, kriteria, dan pedoman serta pemberian bimbingan teknis, supervisi, dan evaluasi pelaksanaan kurikulum.

Selanjutnya, dalam Permendiknas Nomor 25 tahun 2006 tentang Rincian Tugas Unit Kerja di Lingkungan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah dijelaskan bahwa rincian tugas Subdirektorat Pembelajaran – Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas antara lain melaksanakan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan prosedur pelaksanaan pembelajaran, termasuk penyusunan pedoman pelaksanaan kurikulum.

Pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan berdasarkan standar nasional memerlukan langkah dan strategi yang harus dikaji berdasarkan analisis yang cermat dan teliti. Analisis dilakukan terhadap tuntutan kompetensi yang tertuang dalam rumusan standar kompetensi dan kompetensi dasar; Analisis mengenai kebutuhan dan potensi peserta didik, masyarakat, dan lingkungan; Analisis peluang dan tantangan dalam memajukan pendidikan pada masa yang akan datang dengan dinamika dan kompleksitas yang semakin tinggi.

Penjabaran Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) sebagai bagian dari pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dilakukan melalui pengembangan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Silabus merupakan penjabaran umum dengan mengembangkan SK-KD menjadi indikator, kegiatan pembelajaran, materi pembelajaran, dan penilaian. Penjabaran lebih lanjut dari silabus dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran.

Penetapan kriteria minimal ketuntasan belajar merupakan tahapan awal pelaksanaan penilaian hasil belajar sebagai bagian dari langkah pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum berbasis kompetensi yang menggunakan acuan kriteria dalam penilaian, mengharuskan pendidik dan satuan pendidikan menetapkan kriteria minimal yang menjadi tolok ukur pencapaian kompetensi. Oleh karena itu, diperlukan panduan yang dapat memberikan informasi tentang penetapan kriteria ketuntasan minimal yang dilakukan di satuan pendidikan.

Tujuan
Penyusunan panduan ini bertujuan untuk:
  1. Memberikan pemahaman lebih luas cara menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran di satuan pendidikan, serta melakukan analisis terhadap hasil belajar yang dicapai;
  2. Mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui penetapan KKM yang optimal sehingga meningkat secara bertahap;
  3. Mendorong pendidik dan satuan pendidikan melakukan analisis secara teliti dan cermat dalam menetapkan KKM serta menindaklanjutinya.

Ruang Lingkup
Ruang lingkup penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mencakup pengertian dan fungsi KKM, mekanisme penetapan KKM, dan analisis KKM.

Pengertian Kriteria Ketuntasan Minimal
Salah satu prinsip penilaian pada kurikulum berbasis kompetensi adalah menggunakan acuan kriteria, yakni menggunakan kriteria tertentu dalam menentukan kelulusan peserta didik. Kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan dinamakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

KKM harus ditetapkan sebelum awal tahun ajaran dimulai. Seberapapun besarnya jumlah peserta didik yang melampaui batas ketuntasan minimal, tidak mengubah keputusan pendidik dalam menyatakan lulus dan tidak lulus pembelajaran. Acuan kriteria tidak diubah secara serta merta karena hasil empirik penilaian. Pada acuan norma, kurva normal sering digunakan untuk menentukan ketuntasan belajar peserta didik jika diperoleh hasil rata-rata kurang memuaskan. Nilai akhir sering dikonversi dari kurva normal untuk mendapatkan sejumlah peserta didik yang melebihi nilai 6,0 sesuai proporsi kurva. Acuan kriteria mengharuskan pendidik untuk melakukan tindakan yang tepat terhadap hasil penilaian, yaitu memberikan layanan remedial bagi yang belum tuntas dan atau layanan pengayaan bagi yang sudah melampaui kriteria ketuntasan minimal.

Kriteria ketuntasan minimal ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mata pelajaran di satuan pendidikan atau beberapa satuan pendidikan yang memiliki karakteristik yang hampir sama. Pertimbangan pendidik atau forum MGMP secara akademis menjadi pertimbangan utama penetapan KKM.

Kriteria ketuntasan menunjukkan persentase tingkat pencapaian kompetensi sehingga dinyatakan dengan angka maksimal 100 (seratus). Angka maksimal 100 merupakan kriteria ketuntasan ideal. Target ketuntasan secara nasional diharapkan mencapai minimal 75. Satuan pendidikan dapat memulai dari kriteria ketuntasan minimal di bawah target nasional kemudian ditingkatkan secara bertahap.

Kriteria ketuntasan minimal menjadi acuan bersama pendidik, peserta didik, dan orang tua peserta didik. Oleh karena itu pihak-pihak yang berkepentingan terhadap penilaian di sekolah berhak untuk mengetahuinya. Satuan pendidikan perlu melakukan sosialisasi agar informasi dapat diakses dengan mudah oleh peserta didik dan atau orang tuanya. Kriteria ketuntasan minimal harus dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar (LHB) sebagai acuan dalam menyikapi hasil belajar peserta didik. 

Fungsi Kriteria Ketuntasan Minimal
Fungsi kriteria ketuntasan minimal:
  1. sebagai acuan bagi pendidik dalam menilai kompetensi peserta didik sesuai kompetensi dasar mata pelajaran yang diikuti. Setiap kompetensi dasar dapat diketahui ketercapaiannya berdasarkan KKM yang ditetapkan. Pendidik harus memberikan respon yang tepat terhadap pencapaian kompetensi dasar dalam bentuk pemberian layanan remedial atau layanan pengayaan;
  2. sebagai acuan bagi peserta didik dalam menyiapkan diri mengikuti penilaian mata pelajaran. Setiap kompetensi dasar (KD) dan indikator ditetapkan KKM yang harus dicapai dan dikuasai oleh peserta didik. Peserta didik diharapkan dapat mempersiapkan diri dalam mengikuti penilaian agar mencapai nilai melebihi KKM. Apabila hal tersebut tidak bisa dicapai, peserta didik harus mengetahui KD-KD yang belum tuntas dan perlu perbaikan;
  3. dapat digunakan sebagai bagian dari komponen dalam melakukan evaluasi program pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Evaluasi keterlaksanaan dan hasil program kurikulum dapat dilihat dari keberhasilan pencapaian KKM sebagai tolok ukur. Oleh karena itu hasil pencapaian KD berdasarkan KKM yang ditetapkan perlu dianalisis untuk mendapatkan informasi tentang peta KD-KD tiap mata pelajaran yang mudah atau sulit, dan cara perbaikan dalam proses pembelajaran maupun pemenuhan sarana- prasarana belajar di sekolah;
  4. merupakan kontrak pedagogik antara pendidik dengan peserta didik dan antara satuan pendidikan dengan masyarakat. Keberhasilan pencapaian KKM merupakan upaya yang harus dilakukan bersama antara pendidik, peserta didik, pimpinan satuan pendidikan, dan orang tua. Pendidik melakukan upaya pencapaian KKM dengan memaksimalkan proses pembelajaran dan penilaian. Peserta didik melakukan upaya pencapaian KKM dengan proaktif mengikuti kegiatan pembelajaran serta mengerjakan tugas-tugas yang telah didesain pendidik. Orang tua dapat membantu dengan memberikan motivasi dan dukungan penuh bagi putra-putrinya dalam mengikuti pembelajaran. Sedangkan pimpinan satuan pendidikan berupaya memaksimalkan pemenuhan kebutuhan untuk mendukung terlaksananya proses pembelajaran dan penilaian di sekolah;
  5. merupakan target satuan pendidikan dalam pencapaian kompetensi tiap mata pelajaran. Satuan pendidikan harus berupaya semaksimal mungkin untuk melampaui KKM yang ditetapkan. Keberhasilan pencapaian KKM merupakan salah satu tolok ukur kinerja satuan pendidikan dalam menyelenggarakan program pendidikan. Satuan pendidikan dengan KKM yang tinggi dan dilaksanakan secara bertanggung jawab dapat menjadi tolok ukur kualitas mutu pendidikan bagi masyarakat. 

Mekanisme Penetapan KKM

Prinsip Penetapan KKM
Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal perlu mempertimbangkan beberapa ketentuan sebagai berikut:
  1. Penetapan KKM merupakan kegiatan pengambilan keputusan yang dapat dilakukan melalui metode kualitatif dan atau kuantitatif. Metode kualitatif dapat dilakukan melalui professional judgement oleh pendidik dengan mempertimbangkan kemampuan akademik dan pengalaman pendidik mengajar mata pelajaran di sekolahnya. Sedangkan metode kuantitatif dilakukan dengan rentang angka yang disepakati sesuai dengan penetapan kriteria yang ditentukan;
  2. Penetapan nilai kriteria ketuntasan minimal dilakukan melalui analisis ketuntasan belajar minimal pada setiap indikator dengan memperhatikan kompleksitas, daya dukung, dan intake peserta didik untuk mencapai ketuntasan kompetensi dasar dan standar kompetensi;
  3. Kriteria ketuntasan minimal setiap Kompetensi Dasar (KD) merupakan rata- rata dari indikator yang terdapat dalam Kompetensi Dasar tersebut. Peserta didik dinyatakan telah mencapai ketuntasan belajar untuk KD tertentu apabila yang bersangkutan telah mencapai ketuntasan belajar minimal yang telah ditetapkan untuk seluruh indikator pada KD tersebut;
  4. Kriteria ketuntasan minimal setiap Standar Kompetensi (SK) merupakan rata-rata KKM Kompetensi Dasar (KD) yang terdapat dalam SK tersebut;
  5. Kriteria ketuntasan minimal mata pelajaran merupakan rata-rata dari semua KKM-SK yang terdapat dalam satu semester atau satu tahun pembelajaran, dan dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar (LHB/Rapor) peserta didik;
  6. Indikator merupakan acuan/rujukan bagi pendidik untuk membuat soal-soal ulangan, baik Ulangan Harian (UH), Ulangan Tengah Semester (UTS) maupun Ulangan Akhir Semester (UAS). Soal ulangan ataupun tugas-tugas harus mampu mencerminkan/menampilkan pencapaian indikator yang diujikan. Dengan demikian pendidik tidak perlu melakukan pembobotan seluruh hasil ulangan, karena semuanya memiliki hasil yang setara;
  7. Pada setiap indikator atau kompetensi dasar dimungkinkan adanya perbedaan nilai ketuntasan minimal.

Langkah-Langkah Penetapan KKM
Penetapan KKM dilakukan oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran. Langkah penetapan KKM adalah sebagai berikut: 
  1. Guru atau kelompok guru menetapkan KKM mata pelajaran dengan mempertimbangkan tiga aspek kriteria, yaitu kompleksitas, daya dukung, dan intake peserta didik dengan skema sebagai berikut: KKM Indikator --> KKM KD --> KKM SK --> KKM MP. Hasil penetapan KKM indikator berlanjut pada KD, SK hingga KKM mata pelajaran;
  2. Hasil penetapan KKM oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran disahkan oleh kepala sekolah untuk dijadikan patokan guru dalam melakukan penilaian;
  3. KKM yang ditetapkan disosialisaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, yaitu peserta didik, orang tua, dan dinas pendidikan;
  4. KKM dicantumkan dalam LHB pada saat hasil penilaian dilaporkan kepada orang tua/wali peserta didik.

Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penentuan kriteria ketuntasan minimal adalah:
  1. Tingkat kompleksitas, kesulitan/kerumitan setiap indikator, kompetensi dasar, dan standar kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik. Suatu indikator dikatakan memiliki tingkat kompleksitas tinggi, apabila dalam pencapaiannya didukung oleh sekurang-kurangnya satu dari sejumlah kondisi sebagai berikut: a. guru yang memahami dengan benar kompetensi yang harus dibelajarkan pada peserta didik; b. guru yang kreatif dan inovatif dengan metode pembelajaran yang bervariasi; c. guru yang menguasai pengetahuan dan kemampuan sesuai bidang yang diajarkan; d. peserta didik dengan kemampuan penalaran tinggi; e. peserta didik yang cakap/terampil menerapkan konsep; f. peserta didik yang cermat, kreatif dan inovatif dalam penyelesaian tugas/pekerjaan; g. waktu yang cukup lama untuk memahami materi tersebut karena memiliki tingkat kesulitan dan kerumitan yang tinggi, sehingga dalam proses pembelajarannya memerlukan pengulangan/latihan; h. tingkat kemampuan penalaran dan kecermatan yang tinggi agar peserta didik dapat mencapai ketuntasan belajar. 
  2. Kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran pada masing-masing sekolah. a. Sarana dan prasarana pendidikan yang sesuai dengan tuntutan kompetensi yang harus dicapai peserta didik seperti perpustakaan, laboratorium, dan alat/bahan untuk proses pembelajaran; b. Ketersediaan tenaga, manajemen sekolah, dan kepedulian stakeholders sekolah. Contoh: SK 3. : Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan faktor- faktor yang mempengaruhinya, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri. KD 3.3: Menjelaskan keseimbangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah keseimbangan dengan melakukan percobaan. Indikator: Menyimpulkan pengaruh perubahan suhu, konsentrasi, tekanan, dan volume pada pergeseran keseimbangan melalui percobaan. Daya dukung untuk Indikator ini tinggi apabila sekolah mempunyai sarana prasarana yang cukup untuk melakukan percobaan, dan guru mampu menyajikan pembelajaran dengan baik. Tetapi daya dukungnya rendah apabila sekolah tidak mempunyai sarana untuk melakukan percobaan atau guru tidak mampu menyajikan pembelajaran dengan baik.
  3. Tingkat kemampuan (intake) rata-rata peserta didik di sekolah yang bersangkutan Penetapan intake di kelas X dapat didasarkan pada hasil seleksi pada saat penerimaan peserta didik baru, Nilai Ujian Nasional/Sekolah, rapor SMP, tes seleksi masuk atau psikotes; sedangkan penetapan intake di kelas XI dan XII berdasarkan kemampuan peserta didik di kelas sebelumnya.

Analisis Kriteria Ketuntasan Minimal
Pencapaian kriteria ketuntasan minimal perlu dianalisis untuk dapat ditindaklanjuti sesuai dengan hasil yang diperoleh. Tindak lanjut diperlukan untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam pelaksanaan pembelajaran maupun penilaian. Hasil analisis juga dijadikan sebagai bahan pertimbangan penetapan KKM pada semester atau tahun pembelajaran berikutnya.

Analisis pencapaian kriteria ketuntasan minimal bertujuan untuk mengetahui tingkat ketercapaian KKM yang telah ditetapkan. Setelah selesai melaksanakan penilaian setiap KD harus dilakukan analisis pencapaian KKM. Kegiatan ini dimaksudkan untuk melakukan analisis rata-rata hasil pencapaian peserta didik kelas X, XI, atau XII terhadap KKM yang telah ditetapkan pada setiap mata pelajaran. Melalui analisis ini akan diperoleh data antara lain:
  1. KD yang dapat dicapai oleh 75% - 100% dari jumlah peserta didik pada kelas X, XI, atau XII;
  2. KD yang dapat dicapai oleh 50% - 74% dari jumlah peserta didik pada kelas X, XI, atau XII;
  3. KD yang dapat dicapai oleh ≤ 49% dari jumlah siswa peserta didik kelas X, XI, atau XII.
Manfaat hasil analisis adalah sebagai dasar untuk meningkatkan kriteria ketuntasan minimal pada semester atau tahun pembelajaran berikutnya. Analisis pencapaian kriteria ketuntasan minimal dilakukan berdasarkan hasil pengolahan data perolehan nilai setiap peserta didik per mata pelajaran. 

    Download Panduan Penetapan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) Pengertian, Fungsi, Mekanisme dan Analisis KKM

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Panduan Penetapan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) Pengertian, Fungsi, Mekanisme dan Analisis KKM ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

    Panduan Penetapan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)



    Download File:
    Panduan Penetapan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) Pengertian, Fungsi, Mekanisme dan Analisis KKM.pdf
    Panduan Penetapan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) Pengertian, Fungsi, Mekanisme dan Analisis KKM.docx

    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Panduan Penetapan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) Pengertian, Fungsi, Mekanisme dan Analisis KKM. Semoga bisa bermanfaat.
    Contoh RPP Matematika Kelas 4 Kurikulum 2013 Semester 1 Revisi

    Diposting oleh Pada 5/23/2018 05:38:00 PM dengan No comments

    Berikut ini adalah berkas Contoh RPP Matematika Kelas 4 Kurikulum 2013 Semester 1 Revisi. Download file format .doc atau .docx Microsoft Word.

    Contoh RPP Matematika Kelas 4 Kurikulum 2013 Semester 1 Revisi
    Contoh RPP Matematika Kelas 4 Kurikulum 2013 Semester 1 Revisi

    Contoh RPP Matematika Kelas 4 Kurikulum 2013 Semester 1 Revisi

    Contoh RPP Matematika Kelas 4 Kurikulum 2013 Semester 1 Revisi untuk Satuan Pendidikan: SD/MI, Kelas/Semester: 4/1 Pelajaran: Pecahan, Sub Pelajaran: Pecahan Biasa,Desimal, Bereksplorasi Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan, Membandingkan dan Mengurutkan Pecahan, Mengubah Pecahan, Operasi Persen, Pecahan Campuran, Pecahan Senilai, Ujian Pecahan, Sebanyak 9 Pertemuan dengan Alokasi waktu 90 menit setiap pertemuan.

    Kompetensi Inti
    1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
    2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
    3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
    4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

      Download Contoh RPP Matematika Kelas 4 Kurikulum 2013 Semester 1 Revisi

      Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Contoh RPP Matematika Kelas 4 Kurikulum 2013 Semester 1 Revisi ini silahkan lihat preview salah satu file dan unduh file RPP lainnya pada link di bawah ini:

      Contoh RPP Matematika Kelas 4 Kurikulum 2013 Semester 1 Revisi



      Download File: 

      Contoh RPP Matematika Kelas 4 Kurikulum 2013 - Sub Pelajaran: Desimal.doc
      Contoh RPP Matematika Kelas 4 Kurikulum 2013 - Sub Pelajaran: Pecahan Biasa.doc
      Contoh RPP Matematika Kelas 4 Kurikulum 2013 - Sub Pelajaran: Pecahan Campuran.doc
      Contoh RPP Matematika Kelas 4 Kurikulum 2013 - Sub Pelajaran: Operasi Persen.doc
      Contoh RPP Matematika Kelas 4 Kurikulum 2013 - Sub Pelajaran: Pecahan Senilai.doc
      Contoh RPP Matematika Kelas 4 Kurikulum 2013 - Sub Pelajaran: Membandingkan dan Mengurutkan Pecahan.doc
      Contoh RPP Matematika Kelas 4 Kurikulum 2013 - Sub Pelajaran: Mengubah Pecahan.doc

      Contoh RPP Matematika Kelas 4 Kurikulum 2013 - Sub Pelajaran: Bereksplorasi Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan.doc
      Contoh RPP Matematika Kelas 4 Kurikulum 2013 - Sub Pelajaran: Ujian Pecahan.doc

      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Contoh RPP Matematika Kelas 4 Kurikulum 2013 Semester 1 Revisi. Semoga bisa bermanfaat.
      Contoh Program Kerja Kegiatan Pesantren Kilat PASKIL Ramadhan SD MI SMP MTs SMA MA SMK MAK

      Diposting oleh Pada 5/23/2018 05:18:00 AM dengan No comments

      Berikut ini adalah berkas Contoh Program Kerja Kegiatan Pesantren Kilat (PASKIL) Ramadhan SD MI SMP MTs SMA MA SMK MAK. Download file format .doc atau .docx Microsoft Word.

      Contoh Program Kerja Kegiatan Pesantren Kilat PASKIL Ramadhan SD MI SMP MTs SMA MA SMK MAK
      Contoh Program Kerja Kegiatan Pesantren Kilat PASKIL Ramadhan SD MI SMP MTs SMA MA SMK MAK

      Contoh Program Kerja Kegiatan Pesantren Kilat (PASKIL) Ramadhan SD MI SMP MTs SMA MA SMK MAK

      Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Contoh Program Kerja Kegiatan Pesantren Kilat (PASKIL) Ramadhan SD MI SMP MTs SMA MA SMK MAK ini silahkan lihat preview salah satu file dan unduh file lainnya pada link di bawah ini:

      Contoh Program Kegiatan Pesantren Kilat (PASKIL) Ramadhan di SD/MI



      Download File:

      Contoh Jadwal Pesantren Kilat Ramadhan.docx
      Contoh Program Kegiatan Ramadhan di SD.docx
      Contoh Program Kerja (PASKIL) Pesantren Kilat SD-MI.doc
      Contoh Program Kerja (PASKIL) Pesantren Kilat SMP-MTs.doc
      Contoh Program Kerja PASKIL.doc
      Contoh Rencana Program Kerja Ramadhan.docx
      Contoh Susunan Acara Pesantren Kilat Ramadhan.docx
      Program Pesantren Kilat Ramadhan SD.doc
      Buku Kegiatan Ramadhan Pesantren Kilat
      Contoh Formulir Pesantren Kilat
      Proposal Kegiatan Ramadhan


      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Contoh Program Kerja Kegiatan Pesantren Kilat (PASKIL) Ramadhan SD MI SMP MTs SMA MA SMK MAK. Semoga bisa bermanfaat.
      Contoh Soal UAS Matematika Kelas 5 Semester 2 Kurikulum 2013

      Diposting oleh Pada 5/22/2018 11:47:00 PM dengan No comments

      Berikut ini adalah berkas Contoh Soal UAS Matematika Kelas 5 Semester 2 Kurikulum 2013. Download file format .doc Microsoft Word.

      Contoh Soal UAS Matematika Kelas 5 Semester 2 Kurikulum 2013
      Contoh Soal UAS Matematika Kelas 5 Semester 2 Kurikulum 2013

      Contoh Soal UAS Matematika Kelas 5 Semester 2 Kurikulum 2013

      Contoh Soal UAS Matematika Kelas 5 Semester 2 Kurikulum 2013 ini merupakan berkas yang berhubungan dengan soal matematika kelas 5 semester 2 kurikulum 2013, soal uas kelas 5 semester 2 kurikulum 2013, soal matematika kelas 5 kurikulum 2013 revisi 2017, soal UTS matematika kelas 5 semester 2 kurikulum 2013 revisi 2017, kisi-kisi soal kelas 5 semester 2 kurikulum 2013, soal UAS matematika kelas 5 semester 2 dan kunci jawaban, soal matematika kelas 5 semester 2 pilihan ganda, soal UKKmatematika kelas 5 semester 2.

        Download Contoh Soal UAS Matematika Kelas 5 Semester 2 Kurikulum 2013

        Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Contoh Soal UAS Matematika Kelas 5 Semester 2 Kurikulum 2013 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

        Contoh Soal UAS Matematika Kelas 5 Semester 2 Kurikulum 2013



        Download File:

        Volume Bangun Ruang.doc
        Jaring-Jaring Bangun Ruang.doc
        Penyajian Data Tunggal.doc


        Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Contoh Soal UAS Matematika Kelas 5 Semester 2 Kurikulum 2013:


        Contoh Soal Penilaian Harian

        Pelajaran 5    : Volume Bangun Ruang

        Nama                 : ………………………..
        Kelas/Semester  : V/II (Lima/Dua)
        Hari/Tanggal      : ………………………..

        Kerjakan soal – soal di bawah ini dengan teliti dan benar !

        BELAJAR DI KELAS

        1.         Perhatikan gambar dibawah ini!

        Balok dan Kubus


        Yang termasuk bangun balok dan kubus terdapat pada nomor ……
        2.    Sebuah balok alasnya berbentuk persegi dan tingginya 2 cm lebih panjang dari panjang rusuk alasnya. Jika luas alasnya 64 cm2, hitung tingginya dan jumlah luas semua sisi!
        3.        Volume balok 1.785 dm3. Luas alasnya 105 dm2. Tinggi balok tersebut adalah …?
        4.        Hitunglah panjang sisi sebuah kubus jika volumenya 3375cm3 !
        5.        Perhatikan gambar di bawah ini!

        Andi akan mengirim paket berupa 125 souvenir yang dikemas dalam kotak berbentuk kubus berukuran 4 cm. Sebelum dikirim, souvenir tesebut dimasukan kedalam kardus besar yang berbentuk kubus hingga kardus terisi penuh.  Berapakah ukuran panjang kotak kardus yang digunakan Andi?
        6.     Sebuah aquarium berbentuk kubus memiliki volume 343 liter. Berapa cm tinggi aquarim tersebut?
        7.    Badu memiliki bak berbentuk balok  dengan tinggi  50 cm,  lebarnya 70 cm dan panjang  90 cm. Bak tersebut akan diisi air. Berapa banyak air  yang dibutuhkan  untuk mengisi 2/3 bagian bak milik badu?
        8.     Kamar mandi Wira memiliki bak berbentuk kubus dengan kedalaman 1 meter. Bak tersebut diisi air hingga penuh. Berapa liter air yang mengisi bak mandi Wira?
        9.    Sandri memiliki mainan berbentuk kubus, ia menyusun kubus mainannya menjadi kubus yang berukuran lebih besar. Panjang sisi kubus besar yang dibuat Sandri adalah 4 buah kubus mainan. Berapa jumlah kubus yang digunakan Sandri untuk membuat kubus besar?
        10. Suatu tempat beras berbentuk balok dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi berturut-turut adalah  10 cm, 15 cm, dan  1m. tempat beras  tersebut akan diisi penuh dengan beras seharga Rp. 8.000,00 perliter. Berapa uang yang harus dikeluarkan untuk membeli beras tersebut?



        Kunci Jawaban :
        1.      Nomor 2
        2.      Menghitung tinggi balok
        Panjang rusuk alas = V64 cm2 = 8 cm
        Jadi tinggi balok = 8 cm + 2 cm = 10 cm
        Menghitung luas semua sisi balok
        Luas 4 sisi besar = 4 x 8 cm x 10 cm = 320 cm2
        Luas 2 sisi kecil = 2 x 64 cm2 = 128 cm2
        Luas semua sisi = 320 cm2 + 128 cm2 = 548 cm2
        3.      Diketahui :
        V = 1.785
        L = 105
        Jawab:
        V = p x l x t
        V = (p x l) x t
        V = L x t
        1.785 = 105 x t
        105 x t = 1.785
        t = 1.785 : 105
        t = 17 dm
        Jadi, tinggi balok tersebut adalah 17 dm.
        4.     V = s x s x s
        3375 = s3
        s = 
        s = 15cm
        Jadi sisi dari kubus tersebut adalah 15 cm.
        5.      Diketahui : Jumlah kotak obat = 125
        Rusuk kotak souvenir =  4 cm
        Ditanya = panjang rusuk (r)
        V Kubus besar     = 125 satuan kubus kecil
        r kubus besar        =
                                     = 5 satuan kubus kecil
                                     = 5 x 4 cm
        r kubus besar        = 20 cm
        6.      Diketahui : volume kubus (v) = 343 liter = 343 dm3
        Ditanya : tinggi aquarium = rusuk (r)
        Jawab :
        r =  = 7 dm = 70 cm
        7.      Diketahui: Panjang bak (p) = 90 cm, lebar (l) = 70 cm, tinggi (t)= 50cm
        Ditanya: 2/3  volume balok (v)
        Jawab:
        2/3 x V  = p x l x t
        = 2/3 (90 cm x 70 cm x 50 cm)
        =2/3  (315.000 cm)
        = 210.000 cm3
        Jadi, banyak air yang dibutuhkan untuk mengisi 2/3 bagian bak badu adalah 210.000 cm3
        8.      Diketahui : rusuk kubus (r) = 1 meter
        Ditanya : volume (v)                            
        Jawab : V = r x r x r = 1 x 1 x 1 =  1 m3 = 1000 dm3 = 1000 liter
        9.      Diketahui : rusuk kubus (r) = 4 satuan
        Ditanya : banyak kubus mainan yang dibutuhkan = volume kubus (v)         
        Jawab : V = r x r x r = 4  x 4 x 4 =  64 satuan
        Jadi banyak kubus yang digunakan Sandri adalah 64 kubus
        10.  Diketahui :
        Panjang balok (p) = 10 cm,
        lebar (l) = 15cm,
        tinggi (t)= 1 m=100 cm
        Harga 1 liter beras = Rp.8000,00
        Ditanya: jumlah uang yang dikeluarkan untuk membeli beras
        Jawab : Volume tempat beras = p x l x t
        V = p x l x t
        V = 10 cm x 15 cm x 100 cm
        V = 15.000 cm3
        V = 15 liter
        Harga 15 liter  beras =  15 x Rp. 8.000,- = Rp.120.000,00

        Jadi uang yang dikeluarkan untuk membeli beras adalah Rp.120.000,00

        Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Silabus RPP IPA SMP MTs Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX. Semoga bisa bermanfaat.

        Formulir Kontak

        Nama

        Email *

        Pesan *