Lagu Mars PPK (Siswa Berkarakter Indonesia)

Diposting oleh Pada 10/15/2017 12:00:00 AM dengan No comments

Berikut ini adalah berkas file audio dan notasi (dilengkapi not angka) untuk Lagu Mars PPK (Siswa Berkarakter Indonesia).

Lirik Lagu Mars PPK (Siswa Berkarakter Indonesia)
Lagu Mars PPK (Siswa Berkarakter Indonesia)

Lirik Lagu Mars PPK (Siswa Berkarakter Indonesia)

Berikut ini Lirik Lagu Mars PPK (Siswa Berkarakter Indonesia):

MARS PPK (SISWA BERKARAKTER INDONESIA)

Gerakan nasional revolusi mental
Membangun karakter generasi gemilang
Menuju kebangkitan generasi emas
Bagi manusia Indonesia

Melalui pendidikan nasional
Tumbuh kembangkan moral etika bangsa
Berbudi pekerti akhlak yang mulia
Siswa berkarakter Indonesia

Religius hidupnya
Nasionalis jiwanya
Integritas jadi tujuannya
Mandiri hidupnya
Gotong royong semangatnya
Persatukan bangsa Indonesia

Siswa berkarakter Indonesia
Siswa berkarakter Indonesia

    Download Mars PPK (Siswa Berkarakter Indonesia)

    Selain lirik lagu kami sertakan juga berkas notasi lagu (dilengkapi not angka) untuk suara 1 sopran, suara 2 (alto) dan suara 1 dan 2 (sopran, alto).




    Selengkapnya mengenai file audio Lagu Mars PPK (Siswa Berkarakter Indonesia) ini silahkan dengarkan dan unduh pada link di bawah ini:



    Download File:
    Lagu Mars PPK (Siswa Berkarakter Indonesia)
    Notasi Lagu Mars PPK Siswa Berkarakter Indonesia Suara Sopran.pdf
    Notasi Lagu Mars PPK Siswa Berkarakter Indonesia Suara Alto.pdf
    Notasi Lagu Mars PPK Siswa Berkarakter Indonesia Suara Sopran dan Alto.pdf

    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai Lagu Mars PPK (Siswa Berkarakter Indonesia). Semoga bisa bermanfaat.
    Mendikbud: Siswa Jangan Diberikan PR Matematika

    Diposting oleh Pada 9/08/2017 03:32:00 PM dengan No comments

    Berikut ini adalah informasi mengenai Mendikbud: Siswa Jangan Diberikan PR Matematika. Berita ini kami kutip dari sumber laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang dipublish pada tanggal 7 September 2017. Inilah informasi selengkapnya.

    Mendikbud: Siswa Jangan Diberikan PR Matematika
    Mendikbud: Siswa Jangan Diberikan PR Matematika

    Mendikbud: Siswa Jangan Diberikan PR Matematika

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta guru agar lebih kreatif memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada siswa dalam penerapan penguatan pendidikan karakter (PPK). Ia mengatakan, siswa jangan diberikan PR berupa matematika atau mata pelajaran lain, karena tugas seperti itu cukup diselesaikan di sekolah, bukan di rumah. Sebaliknya, guru harus bisa memberikan PR yang berkaitan dengan nilai-nilai karakter prioritas dalam PPK.

    "Dalam PPK, PR itu jangan Matematika. Kalau itu selesaikan saja di sekolah. PRnya apa? Misalnya untuk nilai karakter gotong royong, siswa dikasih PR berkunjung ke teman-temannya yang sakit, atau berkunjung ke panti asuhan, atau ikut kerja bakti di lingkungan rumah atau sekolah. Itulah PR dalam PPK. Ada nilai gotong royong dan rasa solidaritas. Sekolah atau guru harus inisiatif memberikan PR seperti itu dalam PPK," ujarnya saat sosialisasi PPK kepada ratusan kepala sekolah dan pengawas sekolah SD dan SMA se-Sumatra Utara, di Kantor Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sumatra Utara, Medan, (4/9/2017).

    Dalam PPK, nilai karakter prioritas yang dimaksud Mendikbud tersebut ada lima, yaitu religius, nasionalis, integritas, gotong royong, dan mandiri. Mendikbud juga mengimbau guru agar bisa menanamkan sikap toleransi antarumat beragama kepada siswa. Siswa juga harus mampu menghormati perbedaan, mengingat bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragam atau majemuk.

    Mendikbud juga meminta agar lagu Indonesia Raya tiga stanza dinyanyikan dalam setiap upacara bendera di sekolah. Menurutnya, lagu Indonesia Raya tiga stanza dapat memperkuat rasa nasionalisme anak Indonesia. "Dalam membangun karakter anak, salah satunya bisa dengan membiasakan upacara bendera dengan lagu Indonesia Raya tiga stanza, itu menanamkan rasa nasionalisme," tuturnya.

    Ia menuturkan, penerapan PPK di sekolah harus menggunakan metode "School Based Management", atau Manajemen Berbasis Sekolah. Menurutnya, Manajemen Berbasis Sekolah akan memperkuat ekosistem pendidikan karena sekolah akan menjadi sentral atau pusat, sedangkan lingkungan sekitar dijadikan sumber-sumber belajar (learning resources).

    "Semua aktivitas belajar siswa, baik yang berada di sekolah, masyarakat, maupun di keluarga harus dimanajemeni oleh sekolah. Jadi sekolah tidak boleh lagi tidak bertanggung jawab atas semua kegiatan siswa," tegasnya. Ia menambahkan, salah satu tugas sekolah adalah mengarahkan anak-anak dalam penerapan PPK di luar sekolah sebagai bagian dari kegiatan belajar mengajar. Mendikbud juga meminta kepala sekolah supaya bisa mengedukasi lingkungan sekolahnya, dan melihat potensi apa saja yang ada di lingkungan sekolah yang bisa menjadi sumber belajar siswa. (Desliana Maulipaksi)

    Sumber: https://www.kemdikbud.go.id

    Demikian yang bisa kami sampaikan informasi mengenai Mendikbud: Siswa Jangan Diberikan PR Matematika. Semoga bisa bermanfaat.
    Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter

    Diposting oleh Pada 9/06/2017 11:18:00 PM dengan No comments

    Berikut ini adalah berkas Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Download file format PDF.

    Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter
    Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter

    Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter

    Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter:

    Penguatan Pendidikan Karakter yang selanjutnya disingkat PPK adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

    Tujuan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No 87 Tahun 2017 adalah a) membangun dan membekali Peserta Didik sebagai generasi emas Indonesia Tahun 2045 dengan jiwa Pancasila dan pendidikan karakter yang baik guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan; b) mengembangkan platform pendidikan nasional yang meletakkan pendidikan karakter sebagai jiwa utama dalam penyelenggaraan pendidikan bagi Peserta Didik dengan dukungan pelibatan publik yang dilakukan melalui pendidikan jalur formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan keberagaman budaya Indonesia; dan c) merevitalisasi dan memperkuat potensi dan kompetensi pendidik, tenaga kependidikan, Peserta Didik, masyarakat, dan lingkungan keluarga dalam mengimplementasikan PPK.

    Peraturan Presiden (Perpres) Nomor (No) 87 Tahun 2017 dinyatakan bahwa Penyelenggaraan PPK pada Satuan Pendidikan jalur Pendidikan Formal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf a angka 1 dilakukan secara terintegrasi dalam kegiatan: a. Intrakurikuier; b. Kokurikuler; dan c. Ekstrakurikuler.

    Penyelenggaraan PPK pada Satuan Pendidikan jalur Pendidikan Formal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dilaksanakan selama 6 (enam) atau 5 (lima) hari sekolah dalam 1 (satu) minggu.

    Ketentuan hari sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diserahkan pada masing-masing Satuan Pendidikan bersama-sama dengan Komite Sekolah/ Madrasah dan dilaporkan kepada Pemerintah Daerah atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama setempat sesuai dengan kewenangan masing-masing.

    Dalam menetapkan 5 (lima) hari sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Satuan Pendidikan dan Komite Sekolah/ Madrasah mempertimbangkan: a) kecukupan pendidik dan tenaga kependidikan; b) ketersediaan sarana dan prasarana; c) kearifan lokal; dan d) pendapat tokoh masyarakat dan/atau tokoh agama di luar Komite Sekolah/Madrasah.

      Download Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter

      Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:


      Download File:
      Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.pdf


      Sumber: https://www.setneg.go.id

      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Semoga bisa bermanfaat.
      Model Jadwal Belajar 5 Hari Sekolah SMK

      Diposting oleh Pada 7/15/2017 01:41:00 AM dengan No comments

      Berikut ini adalah berkas Model Jadwal Belajar 5 Hari Sekolah SMK dalam Materi Sosialisasi Penumbuhan Budi Pekerti 2017, Penguatan Pendidikan Karakter dengan 5 Hari Sekolah di SMK - Direktorat Pembinaan SMK - Kemdikbud 2017. Download file format .pptx Microsoft PowerPoint.

      Model Jadwal Belajar 5 Hari Sekolah SMK
      Model Jadwal Belajar 5 Hari Sekolah SMK

      Model Jadwal Belajar 5 Hari Sekolah SMK

      Pada Materi Sosialisasi Penumbuhan Budi Pekerti 2017, Penguatan Pendidikan Karakter dengan 5 Hari Sekolah dipaparkan juga mengenai point-point dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 Tentang Hari Sekolah.

      Dan berikut ini kutipan teks dari isi berkas Model Jadwal Belajar 5 Hari Sekolah SMK dalam Materi Sosialisasi Penumbuhan Budi Pekerti 2017, Penguatan Pendidikan Karakter dengan 5 Hari Sekolah di SMK - Direktorat Pembinaan SMK - Kemdikbud 2017:

      MEKANISME PENYETARAAN MODEL PENJADWALAN KURIKULUM SMK 5 (LIMA) HARI SEKOLAH

      Dasar Perhitungan Beban Belajar
      a. Jumlah jam dalam satu hari minimal 8 jam dengan @ 60 menit
      b. Jumlah menit dalam satu jam pelajaran untuk SMK dengan @ 45 menit
      c. Beban kerja guru dan tenaga kependidikan 37,5 jam per minggu, tidak termasuk istirahat.
      d. Beban belajar peserta didik per minggu sesuai kurikulum yang berlaku:
      • Kurikulum 2013 Awal beban belajar adalah 46 jam pelajaran untuk kelas X dan 48 jam pelajaran untuk kelas XI dan kelas XII
      • Kurikulum 2013 Revisi pada program 3 tahun beban belajar adalah 46 jam pelajaran untuk kelas X, kelas XI, dan kelas XII
      • Kurikulum 2013 Revisi pada program 4 tahun beban belajar adalah 46 jam pelajaran untuk kelas X, kelas XI, kelas XII, dan kelas XIII
      • Kurikulum KTSP beban belajar untuk kelas X, XI dan XII adalah 48 jam pelajaran.
      e. Kegiatan untuk peserta didik meliputi intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler.

      Langkah-langkah Pemenuhan Kegiatan Ko & Ekstra Kurikuler
      1. Menghitung alokasi waktu tersedia sesuai 5 hari belajar untuk 40 jam per minggu
      2. Memetakan jumlah beban belajar mata pelajaran per minggu berdasarkan Struktur Kurikulum untuk 5 hari belajar 
      3. Mengkonversi beban belajar @ 45 menit kedalam @ 60 menit
      4. Menentukan selisih antara waktu yangg tersedia dengan waktu berdasarkan struktur Kurikulum
      5. Menghitung selisih pada poin (4) digunakan untuk kegiatan pemenuhan kegiatan Ko-Kurikuler dan Ekstrakurikuler.
      6. Pembelajaran di SMK berdasarkan Kurikulum 2013 adalah 48 jam pelajaran untuk Kurikulum nasional dan 2 jam pelajaran muatan lokal. Kurikulum 2013 revisi jumlah jam pelajaran adalah 46 jam, dan 2 jam pelajaran muatan lokal.
      7. Untuk pengaturan guru agar sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang 5 hari sekolah maka sekolah harus mengatur lama guru berada di sekolah.
      8. Penguatan pendidikan karakter selain dengan Ekstrakulikuler sudah termasuk di dalam pembelajaran muatan peminatan kejuruan (produktif) seperti kedisplinan, tanggung jawab, kerja sama, peduli sesama dan daya juang.
      Model Penjadwalan Kurikulum 2013 Revisi (Tahun 2017/2018)  - Model Jadwal 5 Hari Sekolah SMK (1)
      Model Penjadwalan Kurikulum 2013 Revisi (Tahun 2017/2018)  - Model Jadwal 5 Hari Sekolah SMK (1)

      Model Penjadwalan Kurikulum 2013 Revisi (Tahun 2017/2018)  - Model Jadwal 5 Hari Sekolah SMK (2)
      Model Penjadwalan Kurikulum 2013 Revisi (Tahun 2017/2018)  - Model Jadwal 5 Hari Sekolah SMK (2)

      Model Penjadwalan Kurikulum 2013 Revisi (Tahun 2017/2018)  - Model Jadwal 5 Hari Sekolah SMK (3)
      Model Penjadwalan Kurikulum 2013 Revisi (Tahun 2017/2018)  - Model Jadwal 5 Hari Sekolah SMK (3)

      Keterangan:
      • Model di atas bisa disesuaikan dengan kondisi daerah, terutama mulai jam masuk sekolah.
      • Lama waktu istirahat di sesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing.
      • Kegiatan ekstrakurikuler wajib disesuaikan dengan ketersediaan sumber berdaya yang ada di sekolah maupun sekitarnya.
      • Istirahat hari Jumat disesuaikan dengan daerah dan kondisi sekolah masing-masing

        Download Berkas

        Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Model Jadwal Belajar 5 Hari Sekolah SMK dalam Materi Sosialisasi Penumbuhan Budi Pekerti 2017, Penguatan Pendidikan Karakter dengan 5 Hari Sekolah di SMK - Direktorat Pembinaan SMK - Kemdikbud 2017 ini, silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

        Penguatan Pendidikan Karakter dengan 5 Hari Sekolah di SMK



        Download File:
        Materi Sosialisasi Penumbuhan Budi Pekerti dan Model Jadwal Belajar 5 Hari Sekolah SMK.pptx

        Sumber: 
        Berkas kami peroleh dari laman resmi Direktorat Pembinaan SMK tanggal 13 Juli 2017.
        http://psmk.kemdikbud.go.id

        Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Penguatan Pendidikan Karakter dengan 5 Hari Sekolah di SMK. Semoga bisa bermanfaat.
        Mendikbud Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter di Sekolah

        Diposting oleh Pada 7/11/2017 04:10:00 AM dengan No comments

        Berikut ini adalah informasi mengenai Mendikbud Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter di Sekolah. Berita ini kami kutip dari Republika tanggal 11 Juli 2017. Inilah informasi selengkapnya.

        Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy
        Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy

        Mendikbud Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter di Sekolah

        Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memberikan pengarahan penguatan pendidikan karakter (PPK) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ada empat program prioritas yang harus dikerjakan Kemendikbud sesuai Nawacita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

        Keempatnya yakni percepatan distribusi kartu indonesia pintar (KIP), revitalisasi pendidikan vokasi, implementasi PPK, dan peninjauan kembali penerapan ujian nasional (UN). "Diantara keempat itu, yang tiga pertama sudah kita mulai," ujar Muhadjir di Gedung Al Ihsan, Mataram, NTB, Senin (10/7).

        Muhadjir mengatakan serapan KIP tahun ini sudah mencapai lebih dari 85 persen. Revitalisasi pendidikan vokasi juga sudah mulai dijalankan. Hal tersebut bertujuan sebagai antisipasi pemerintah dalam menyiapkan tenaga terampil menghadapi bonus demografi. Terkait peninjauan UN, menurut dia, sudah berjalan baik dengan adanya penyelenggaraan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Lewat skema ini, tingkat kejujuran bisa ditingkatkan dan mengurangi kecurangan.

        Dia menyebut persentase penyelenggaraan UNBK untuk tingkat SMP/MTS tahun ini mencapai 40 persen dan untuk SMA/MA 80 persen. Tahun ini, Muhadjir menargetkan peningkatan menjadi 80 persen untuk SMP/MTS dan 90 persen untuk SMA/MA.

        "Tinggal satu yang belum bisa yaitu implementasi PPK," kata dia.

        Di dalam Nawacita, PPK harus diselenggarakan sebesar 70 persen, sementara yang 30 persen lainnya adalah transfer pengetahuan. Kemendikbud sendiri telah menguji coba implementasi PPK sejak tahun lalu dengan menyasar 1.500 sekolah di 11 kabupaten/kota sebagai sebagai proyek percontohan.

        Muhadjir berharap, jumlah sekolah yang menerapkan implementasi PPK bisa terus meningkat setiap tahunnya. Implementasi PPK memerlukan upaya maksimal karena banyak yang perlu dibenahi. Misalnya saja untuk sektor guru. Di mana beban kerja guru diatur dengan 24 jam minimum tatap muka di depan kelas per pekan dan maksimal 40 jam. Dalam praktiknya sejak 2008, hal tersebut bermasalah karena banyak yang tidak bisa memenuhi, terutama mata pelajaran seperti agama, Pancasila, bahasa asing, dan antropologi. "Berdasarkan data, ada 28 ribu yang tidak mendapatkan tunjangan profesi karena tidak bisa memenuhi itu," ujarnya.

        Para guru pun berusaha mencari tambahan dengan mengajar di sekolah lain. Akibatnya, banyak sekolah yang tidak ditunggui guru. "Guru datang dan pergi, kondisi seperti ini pasti tidak mungkin menyelenggarakan PPK karena syarat kan guru dampingi murid-muridnya," kata dia.

        Sumber: http://www.republika.co.id

        Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai Mendikbud Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter di Sekolah. Semoga bisa bermanfaat.
        Penguatan Pendidikan Karakter Akan Diperkuat Dalam Peraturan Presiden

        Diposting oleh Pada 6/21/2017 12:13:00 PM dengan No comments

        Berikut ini adalah informasi mengenai Penguatan Pendidikan Karakter Akan Diperkuat Dalam Peraturan Presiden. Berita ini kami kutip dari laman resmi Kemdikbud RI tanggal 19 Juni 2017. Inilah berita selengkapnya.

        Penguatan Pendidikan Karakter Akan Diperkuat Dalam Peraturan Presiden

        Penguatan Pendidikan Karakter Akan Diperkuat Dalam Peraturan Presiden

        Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan diatur ke dalam Peraturan Presiden (Perpres). Adapun Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah tetap berlaku sambil menunggu terbitnya Perpres tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

        "Arahan Presiden, peraturan terkait PPK akan ditata ulang. Permendikbud akan diperkuat menjadi Perpres. Dan Kemendikbud akan menjadi leading sector dalam penyusunannya," disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Senin (19/6) usai menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin.

        Dijelaskannya, penerbitan Perpres tentang PPK akan melibatkan Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait, serta ormas-ormas Islam seperti MUI, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah. Isi perpres bisa jadi akan berbeda dari Permendikbud yang ada saat ini, melihat perkembangan dalam pembahasan. Diharapkan penerbitan Perpres ini dapat mengatur mekanisme PPK secara lebih komprehensif dan dapat menghadirkan harmoni di masyarakat.

        Staf Ahli Mendikbud bidang Regulasi Chatarina Mulia Girsang mengungkapkan izin prakarsa tentang Perpres akan segera disampaikan ke Kementerian Sekretariat Negara (Setneg). "Ini arahan dari Presiden. Saya kira prosedurnya akan berbeda dengan yang umum. Tim dari Biro Hukum dan Organisasi dan Staf Ahli bidang Regulasi sedang menyusun dokumennya. Besok kita sampaikan ke Setneg," ujar Chatarina.

        Ditambahkannya, permendikbud tentang hari sekolah masih berlaku sampai dicabut dengan peraturan baru. Terkait pembahasan penyusunan petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) yang sedang berjalan, menurutnya, akan dilakukan sinkronisasi dan harmonisasi dengan peraturan yang sedang disusun.

        "Tentu kita akan melibatkan kementerian dan lembaga terkait dalam setiap penyusunan drafnya. Uji publik juga akan kita lakukan dengan melibatkan elemen-elemen masyarakat," jelas Chatarina.

        Penguatan Pendidikan Karakter merupakan amanat nawacita yang bertujuan untuk menyiapkan generasi emas 2045. Lima nilai karakter utama yang menjadi target penguatan adalah religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Setidaknya terdapat 8000 sekolah yang telah mendapatkan pelatihan penerapan praktik baik PPK dari Kemendikbud sejak tahun 2016.

        Penerapan PPK diharapkan mendorong sekolah menjadi tempat yang menyenangkan bagi siswa untuk belajar dan mengembangkan diri. Pengoptimalan beraneka sumber-sumber belajar menjadi salah satu pokok penting penerapan PPK. Siswa tidak harus belajar di dalam kelas, namun dapat belajar di luar kelas maupun di luar sekolah.

        Sumber: https://www.kemdikbud.go.id

        Demikian yang bisa kami sampaikan berita dari Kemdikbud mengenai Penguatan Pendidikan Karakter Akan Diperkuat Dalam Peraturan Presiden. Semoga bisa bermanfaat.
        3 Kegiatan dalam Sekolah 5 Hari: Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ekstrakurikuler

        Diposting oleh Pada 6/15/2017 08:31:00 PM dengan No comments

        Berikut ini adalah informasi dari Kemdikbud mengenai 3 Kegiatan dalam Sekolah 5 Hari yaitu Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ekstrakurikuler serta Kegiatan dalam Delapan Jam di Sekolah.

        5 Nilai Utama Karakter Prioritas PPK - Kemdikbud
        5 Nilai Utama Karakter Prioritas PPK - Kemdikbud

        3 Kegiatan dalam Sekolah 5 Hari: Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ekstrakurikuler

        Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan kebijakan sekolah lima hari dalam seminggu dan delapan jam belajar dalam satu hari mulai tahun pelajaran 2017/2018. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor  23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

        "Sekolah lima hari ini merupakan bagian dari program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang di dalamnya ada tiga kegiatan, yaitu intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler," kata Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad, dalam jumpa pers di kantor Kemendikbud, Jakarta, (14/6).

        Dalam jumpa pers itu, Hamid mengatakan bahwa kegiatan intrakurikuler adalah kegiatan pembelajaran seperti yang telah berjalan. Kemudian kokurikuler adalah kegiatan yang menguatkan kegiatan intrakurikuler, seperti kunjungan ke museum atau tempat edukasi lainnya. Terakhir, kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang lebih bersifat ke minat siswa dan pengembangan diri, misalnya olahraga, seni, atau kegiatan keagamaan.

        Staf Ahli Mendikbud Bidang Pembangunan Karakter, Arie Budhiman mengatakan, banyak kegiatan yang dapat dilakukan sekolah dalam menerapkan pendidikan karakter melalui lima hari sekolah. Kegiatan tersebut dilakukan dengan tetap mengacu pada lima nilai utama karakter prioritas PPK, yaitu religius, nasionalis, gotong royong, mandiri dan integritas.

        5 Nilai Utama Karakter Prioritas PPK (Penguatan Pendidikan Karakter)



        Menurutnya, salah satu contoh penerapan PPK secara sederhana dalam sekolah adalah dengan melibatkan siswa untuk menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah. "Siswa dilibatkan dengan cara membuat jadwal membersihkan kelas secara bergantian dan gotong royong. Dengan demikian, nilai karakter gotong royong sudah disisipkan dalam pembelajaran di sekolah," ujar Arie.

        Penguatan pendidikan karakter diharapkan dapat menumbuhkan siswa dengan karakter berpikir kritis, kreatif, serta mampu berkomunikasi dan berkolaborasi, yang mampu bersaing di abad 21. (Prima Sari)

        Sumber:
        https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2017/06/tiga-kegiatan-dalam-sekolah-lima-hari-intrakurikuler-kokurikuler-dan-ekstrakurikuler

        Kuatkan Pendidikan Karakter, Ini Kegiatan dalam Delapan Jam di Sekolah

        Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Berdasarkan Permendikbud tersebut, mulai tahun pelajaran 2017/2018 hari sekolah dilaksanakan selama delapan jam dalam satu hari atau 40 jam selama lima hari dalam satu minggu untuk penguatan pendidikan karakter (PPK). Delapan jam di hari sekolah itu digunakan bagi siswa untuk melaksanakan tiga bentuk kegiatan, yaitu intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

        Kegiatan intrakurikuler merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk pemenuhan kurikulum, yaitu belajar sesuai mata pelajaran yang tercantum dalam kurikulum masing-masing jenjang pendidikan. Kegiatan kokurikuler merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk penguatan atau pendalaman kompetensi dasar atau indikator pada mata pelajaran/bidang sesuai dengan kurikulum. Kegiatan kokurikuler bisa berupa kegiatan pengayaan mata pelajaran, kegiatan ilmiah, pembimbingan seni dan budaya, dan/atau bentuk kegiatan lain untuk penguatan karakter siswa.

        Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan di bawah bimbingan dan pengawasan sekolah yang bertujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerja sama, dan kemandirian siswa secara optimal. Kegiatan ekstrakurikuler bisa berupa kegiatan krida (olahraga), karya ilmiah, latihan olah-bakat/olah-minat, dan keagamaan, yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang biasanya terdapat di sekolah antara lain Paskibra, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), atau Klub Basket.

        Kegiatan keagamaan juga termasuk di dalam kegiatan ekstrakurikuler, misalnya aktivitas keagamaan meliputi madrasah diniyah, pesantren kilat, ceramah keagamaan, katekisasi (pemberian pelajaran dalam ilmu agama Kristen), retreat, baca tulis Al Quran dan kitab suci lainnya. Kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler dalam pelaksanaan hari sekolah dapat dilaksanakan di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Sekolah dapat melakukan kerja sama antarsekolah, dengan lembaga keagamaan, maupun dengan lembaga lain yang terkait dengan pendidikan karakter.

        Namun, kebijakan delapan jam sehari di sekolah ini tidak berlaku mutlak bagi seluruh sekolah di Indonesia. Bagi sekolah yang belum siap dalam hal sumber daya maupun akses transportasi yang belum memadai di daerahnya, pelaksanaan ketentuan hari sekolah itu dapat dilakukan secara bertahap. Selanjutnya, pemerintah pusat dan pemerintah daerah sesuai kewenangannya wajib menjamin pemenuhan sumber daya pada sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah, termasuk ketersediaan akses transportasinya.

        Kebijakan delapan jam dalam satu hari di sekolah merupakan implementasi dari Nawacita, yakni sebagai bentuk penguatan pendidikan karakter (PPK). Hal itu tersirat dalam Nawacita butir ke-8, yaitu melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional. Aspek pendidikan yang dimaksud antara lain semangat bela negara dan budi pekerti yang harus terdapat di dalam kurikulum pendidikan Indonesia. Selengkapnya tentang Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 dapat klik di sini: http://jdih.kemdikbud.go.id . (Desliana Maulipaksi)

        Sumber:
        https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2017/06/kuatkan-pendidikan-karakter-ini-kegiatan-dalam-delapan-jam-di-sekolah

        Demikian yang bisa kami sampaikan informasi dari Kemdikbud mengenai 3 Kegiatan dalam Sekolah 5 Hari yaitu Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ekstrakurikuler serta Kegiatan dalam Delapan Jam di Sekolah. Semoga bisa bermanfaat.
        Modul dan Buku PPK (Penguatan Pendidikan Karakter)

        Diposting oleh Pada 1/31/2017 04:39:00 PM dengan 1 comment

        Berikut ini adalah berkas Modul dan Buku PPK (Penguatan Pendidikan Karakter). Buku-buku Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang terdiri dari Konsep dan Pedoman PPK, Panduan Penilaian PPK, Modul Pelatihan PPK bagi Guru, Kepala Sekolah, Pengawas dan Komite Sekolah, serta Pedoman Pelaksanaan Pelatihan Calon Pelatih PPK. Bisa anda download file-nya dalam format PDF. Berkas ini mudah-mudahan berguna sebagai referensi ditujukan untuk Guru, Kepala Sekolah dan pihak lainnya di sekolah SD, SMP, SMA, SMK dan sederajat.

        Modul dan Buku PPK (Penguatan Pendidikan Karakter)
        Modul dan Buku PPK (Penguatan Pendidikan Karakter)

        Modul dan Buku PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) ini dipublikasikan di laman resmi PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

        Modul dan Buku PPK (Penguatan Pendidikan Karakter)

        Berikut ini beberapa informasi yang kami kutip dari sebagian isi berkas Modul dan Buku PPK (Penguatan Pendidikan Karakter):

        Definisi PPK (Penguatan Pendidikan Karakter)

        PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) adalah Program pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan dukungan pelibatan publik dan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

        Urgensi PPK (Penguatan Pendidikan Karakter)

        1. Pembangunan SDM merupakan pondasi pembangunan bangsa.
        2. Keterampilan abad 21 yang dibutuhkan siswa: Kualitas Karakter, Literasi Dasar, dan Kompetensi 4C, guna mewujudkan keunggulan bersaing Generasi Emas 2045.
        3. Kecenderungan kondisi degradasi moralitas, etika, dan budi pekerti.

        Latar Belakang

        1. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 3; “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”
        2. Agenda Nawacita No. 8; Penguatan revolusi karakter bangsa melalui budi pekerti dan pembangunan karakter peserta didik sebagai bagian dari revolusi mental.
        3. Trisakti; Mewujudkan Generasi yang Berkepribadian dalam Kebudayaan.
        4. RPJMN 2015-2019; “Penguatan pendidikan karakter pada anak-anak usia sekolah pada semua jenjang pendidikan untuk memperkuat nilai- nilai moral, akhlak, dan kepribadian peserta didik dengan memperkuat pendidikan karakter yang terintegrasi ke dalam mata pelajaran”
        5. Mempersiapkan Generasi Emas 2045 yang bertaqwa, nasionalis, tangguh, mandiri, dan memiliki keunggulan bersaing secara global.
        6. Arahan Khusus Presiden kepada Mendikbud untuk memperkuat pendidikan karakter. 

        Tantangan dan Urgensi

        1. Harmonisasi pengembangan potensi siswa yang belum optimal antara olah hati (etik), olah pikir (literasi), olah rasa (estetik), dan olah raga (kinestetik).
        2. Besarnya populasi siswa, guru, dan sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia.
        3. Belum optimalnya sinergi tanggungjawab terhadap pendidikan karakter anak antara sekolah, orang tua dan masyarakat.
        4. Tantangan globalisasi Pengaruh negatif teknologi informasi dan komunikasi terhadap gaya hidup remaja, serta pudarnya nilai-nilai religiusitas dan kearifan lokal bangsa.
        5. Terbatasnya pendampingan orang tua mengakibatkan krisis identitas dan disorientasi tujuan hidup anak
        6. Keterbatasan sarana belajar dan infrastruktur Prasana dan sarana sekolah, sarana transportasi, jarak antara rumah siswa ke sekolah (jalur sungai, hutan), sehingga PPK diimplementasikan bertahap.

        Buku Konsep dan Pedoman PPK



        Konsep Dasar Pendidikan Karakter - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan



        Modul PPK Bagi Guru




        Modul PPK Bagi Kepala Sekolah




        Infografis Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)




        Infografis 5 Nilai Utama Penguatan Pendidikan Karakter - PPK sebagai Poros Pendidikan




          Download Modul dan Buku PPK (Penguatan Pendidikan Karakter)

          File selengkapnya silahkan anda lihat atau unduh pada tautan di bawah ini:


          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Modul dan Buku PPK (Penguatan Pendidikan Karakter). Semoga bisa bermanfaat.
          Sumber: PPK - Kemdikbud

          Lihat juga beberapa informasi dan berkas terkait dengan PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) di bawah ini.


          Formulir Kontak

          Nama

          Email *

          Pesan *