Contoh RPP PJOK Kelas 5 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017-2018

Diposting oleh Pada 2/12/2018 10:31:00 PM dengan No comments

Berikut ini adalah berkas Contoh RPP PJOK Kelas 5 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017-2018. Download file format .docx Microsoft Word.

Contoh RPP PJOK Kelas 5 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017-2018
Contoh RPP PJOK Kelas 5 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017-2018

Contoh RPP PJOK Kelas 5 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017-2018

Pada RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Tematik Terpadu PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) ini terdiri dari:

Tema 6 Panas dan Perpindahannya
Subtema 1: Suhu dan Kalor
Subtema 2:Perpindahan Kalor di Sekitar Kita
Subtema 3:Pengaruh Kalor terhadap Kehidupan

Tema 7 Peristiwa dalam Kehidupan
Subtema 1: Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan
Subtema 2: Peristiwa Kebangsaan Seputar ProklamasiKemerdekaan
Subtema 3:Peristiwa Mengisi Kemerdekaan

Tema 8 Lingkungan Sahabat Kita
Subtema 1: Manusia dan Lingkungan
Subtema 2:Perubahan Lingkungan
Subtema 3:Usaha Pelestarian Lingkungan

Tema 9 Benda-Benda di Sekitar Kita
Subtema 1: Benda Tunggal dan Campuran
Subtema 2: Benda dalam Kegiatan Ekonomi
Subtema 3:Manusia dan Benda di Lingkungannya

    Download Contoh RPP PJOK Kelas 5 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017-2018

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Contoh RPP PJOK Kelas 5 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017-2018 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

    Download File:
    Contoh RPP PJOK Kelas 5 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017-2018.docx

    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Contoh RPP PJOK Kelas 5 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017-2018. Semoga bisa bermanfaat.

    Lihat juga beberapa informasi dan berkas dengan kategori RPP, Silabus dan Perangkat Pembelajaran lainnya di bawah ini.


    Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1

    Diposting oleh Pada 12/11/2017 01:47:00 AM dengan No comments

    Berikut ini adalah Buku PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) SD/MI Kurikulum 2013 Kelas 1. Download file PDF.

    Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1
    Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1

    Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1

    Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1 ini terdiri dari Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1 Tema 1 - Gerak Dasar, Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1 Tema 2 - Sikap Tubuh, Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1 Tema 3 - Gerak Keseimbangan, Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1 Tema 4 - Gerak Berirama, dan Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1 Tema 5 - Budaya Hidup Sehat.

      Download Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1 Tema 1, Tema 2, Tema 3, Tema 4, Tema 5

      Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:











      Download File:

      Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1 Tema 1 - Gerak Dasar.pdf
      Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1 Tema 2 - Sikap Tubuh.pdf
      Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1 Tema 3 - Gerak Keseimbangan.pdf
      Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1 Tema 4 - Gerak Berirama.pdf
      Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1 Tema 5 - Budaya Hidup Sehat.pdf


      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku PJOK SD MI Kurikulum 2013 Kelas 1. Semoga bisa bermanfaat.
      RPP Silabus Kelas 4 SD MI Revisi 2017 Kurikulum 2013

      Diposting oleh Pada 11/14/2017 07:19:00 PM dengan No comments

      Berikut ini adalah berkas RPP Silabus Kelas 4 (IV) SD MI Revisi 2017 Kurikulum 2013 Semester 1 dan Semester 2. Download file format .doc atau .docx Microsoft Word.

      RPP Silabus Kelas 4 SD MI Revisi 2017 Kurikulum 2013
      RPP Silabus Kelas 4 SD MI Revisi 2017 Kurikulum 2013

      RPP Silabus Kelas 4 (IV) SD MI Revisi 2017 Kurikulum 2013

      Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas RPP Silabus Kelas 4 (IV) SD MI Revisi 2017 Kurikulum 2013 ini silahkan lihat preview salah satu file dan unduh file lainnya pada link di bawah ini:



      Download File:

      RPP Silabus Kelas 4 SD MI Revisi 2017 Kurikulum 2013 Semester 1 dan 2.zip
      RPP Silabus Prota Promes Matematika Semester 1 dan  2.zip
      RPP PJOK Kelas 4 SD MI Revisi 2017 Kurikulum 2013.zip
      RPP Silabus Prota Promes PAI Budi Pekerti.zip


      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file RPP Silabus Kelas 4 SD MI Revisi 2017 Kurikulum 2013. Semoga bisa bermanfaat.
      Silabus PJOK Revisi 2017 SD Kelas 3 Kurikulum 2013

      Diposting oleh Pada 11/04/2017 11:10:00 AM dengan No comments

      Berikut ini adalah berkas Silabus PJOK Revisi 2017 SD Kelas 3 Kurikulum 2013 untuk Semester 1 dan 2. Download file format .doc atau .docx Microsoft Word.

      Silabus PJOK Revisi 2017 SD Kelas 3 Kurikulum 2013
      Silabus PJOK Revisi 2017 SD Kelas 3 Kurikulum 2013

      Silabus PJOK Revisi 2017 SD Kelas 3 Kurikulum 2013

      Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Silabus PJOK Revisi 2017 SD Kelas 3 Kurikulum 2013 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

      Silabus PJOK Revisi 2017 SD Kelas 3 Kurikulum 2013



      Download File:

      Silabus PJOK Kelas 3 Semester 1.doc
      Silabus PJOK Kelas 3 Semester 2.doc


      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Silabus PJOK Revisi 2017 SD Kelas 3 Kurikulum 2013. Semoga bisa bermanfaat.
      RPP PJOK Kelas 1 SD MI Kurikulum 2013

      Diposting oleh Pada 10/18/2017 05:51:00 AM dengan No comments

      Berikut ini adalah berkas contoh RPP PJOK Kelas 1 SD MI Kurikulum 2013. Download file format .docx Microsoft Word.

      RPP PJOK Kelas 1 SD MI Kurikulum 2013
      RPP PJOK Kelas 1 SD MI Kurikulum 2013

      RPP PJOK Kelas 1 SD MI Kurikulum 2013

      Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas RPP PJOK Kelas 1 SD MI Kurikulum 2013 ini silahkan lihat preview salah satu contoh RPP dan unduh file lainnya pada link di bawah ini:

      Contoh RPP PJOK Kelas 1 SD MI Kurikulum 2013



      Download File:

      RPP PENJAS ORKES KLS 1 SD-MI.zip
      Rincian File:


      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file RPP PJOK Kelas 1 SD MI Kurikulum 2013. Semoga bisa bermanfaat.
      Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK untuk SD MI Kurikulum 2013

      Diposting oleh Pada 8/09/2017 11:42:00 PM dengan No comments

      Berikut ini adalah berkas buku Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK untuk SD/MI Kurikulum 2013. Disusun/diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Pusat Kurikulum Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Download file PDF.

      Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK untuk SD/MI Kurikulum 2013
      Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK untuk SD/MI Kurikulum 2013

      Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK untuk SD/MI Kurikulum 2013

      Berikut ini kutipan teks dari isi berkas buku Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK untuk SD/MI Kurikulum 2013:

      Salah satu keberhasilan pendidikan ditentukan oleh kurikulum pendidikan yang disusun berdasarkan kebutuhan zaman. Pada era abad 21 ini dibutuhkan kurikulum yang dapat mendorong pembelajaran yang menghasilkan siswa yang dapat memiliki kemampuan untuk mempertahankan hidupnya serta mampu menghadapi tantangan era globalisasi tanpa kehilangan nilai-nilai kepribadian dan budaya bangsa.Kurikulum 2013 menjawab kebutuhan zaman tersebut.

      Penerapan Kurikulum 2013 pada proses pembelajaran di Sekolah Dasar menggunakan pendekatan tematik terpadu. Pada perkembangannya, untuk kelas tinggi (IV, V, dan VI) mata pelajaran Matematika dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) dipisahkan dari Buku Tematik Terpadu. Pemisahan tersebut dikarenakan perubahan muatan pelajaran matematika serasa dangkal sehingga siswa tidak mendapatkan konsep matematika secara mendalam dan PJOK memiliki karakteristik objek kajian dan metode yang berbeda dengan mata pelajaran lain. Objek kajian PJOK berupa gerak, pembelajaran PJOK banyak dilakukan melalui observasi, mencontoh/menirukan, melatihkan secara berulang.

      Berdasarkan beberapa alasan tersebut, maka Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Pusat Kurikulum Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyusun Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Matematika dan PJOK.

      Panduan ini sebagai acuan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran Matematika dan PJOK serta dapat membantu dalam memecahkan beberapa permasalahan dalam pembelajaran.

      Latar Belakang
      Keberhasilan pendidikan salah satunya ditentukan oleh kurikulum pendidikan yang disusun berdasarkan kebutuhan zaman. Era abad ke-21 merupakan era globalisasi. Pada era ini dibutuhkan kurikulum yang dapat mendorong pembelajaran yang menghasilkan siswa yang tangguh. Artinya, siswa yang dapat memiliki kemampuan untuk mempertahankan hidupnya (human survival). Selain itu, pendidikan juga harus menyiapkan sumberdaya manusia yang mampu menghadapi tantangan era globalisasi tanpa kehilangan nilai-nilai kepribadian dan budaya bangsa.

      Kurikulum 2013 disusun untuk menjawab kebutuhan zaman. Kurikulum 2013 dikembangkan dalam bentuk Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. Kompetensi Inti terdiri atas empat dimensi yang terkait satu sama lain. Keempat dimensi tersebut adalah: sikap spiritual (KI 1), sikap sosial (KI 2), pengetahuan (KI 3), dan keterampilan (KI 4). Pengembangan Kompetensi Dasar untuk KI 1 dan KI 2 hanya terdapat pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti serta PPKn. 


      Kurikulum yang mengedepankan pencapaian kompetensi tersebut membawa konsekuensi bahwa pembelajaran harus berpusat pada siswa. Siswa didorong untuk terlibat aktif dan komprehensif dalam pembelajaran. Keterlibatan siswa secara aktif dan komprehensif tersebut akan memberikan pemahaman mendalam dan peluang besar pada pengalaman belajar yang berada di long term memory.

      Penerapan Kurikulum 2013 pada proses pembelajaran di sekolah dasar menggunakan pendekatan tematik terpadu. Salah satu pendukung proses pembelajaran adalah buku Tematik Terpadu yang diterbitkan oleh Pemerintah. Mata pelajaran yang dapat dipadukan adalah PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Seni Budaya dan Prakarya (SBdP), dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK).

      Pada perkembangannya, untuk kelas tinggi (IV, V, dan VI) mata pelajaran Matematika dan PJOK dipisahkan dari Buku Tematik Terpadu. Keputusan pemisahan mata pelajaran tersebut ada berbagai alas an, diantaranya adalah materi/pembahasan muatan Matematika pada buku tersebut terasa dangkal. Oleh karena itu, siswa tidak mendapatkan pemahaman konsep matematika secara mendalam. Dengan demikian, perlu digunakan buku Matematika secara terpisah. Alasan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

      a. Matematika memiliki karakteristik objek kajian dan metode yang berbeda dengan mata pelajaran lain. Objek kajian matematika bersifat abstrak, metode untuk melakukan kajian terhadap objek matematika bersifat deduktif, tentunya dengan tidak mengabaikan pengembangan kecakapan 4 C (Critical, Creative, Colaboratif, Dan Communication).

      b. Kebermaknaan pembelajaran matematika di SD/MI salah satunya dapat ditingkatkan melalui pembelajaran matematika dalam konteks dunia nyata siswa. Pembelajaran dengan mengambil konteks kehidupan nyata tersebut dapat dicapai melalui pembelajaran tematik terpadu.

      c. Kebermaknaan pembelajaran merupakan energi bagi peningkatan motivasi belajar siswa, ketika motivasi sudah dimiliki pembelajaran tidak harus selalu dikaitkan dengan dunia nyata/tema, karena pembelajaran matematika dengan tema memiliki keterbatasan dalam mengakomodir struktur dan konten matematika secara utuh. Oleh karena itu, ketika konteks sudah diperoleh, pembelajaran Matematika dapat dilakukan dengan pemahaman konsep matematika secara utuh.

      Demikian juga alasan yang serupa diambil untuk menjelaskan mengapa mata pelajaran PJOK harus diajarkan dengan buku terpisah. Alasan tersebut adalah sebagai berikut:

      a. PJOK memiliki karakteristik objek kajian dan metode yang berbeda dengan mata pelajaran lain. Objek kajian PJOK berupa gerak, pembelajaran PJOK banyak dilakukan melalui mengobservasi dan mencontoh, kemudian melatihkannya secara berulang, tentunya dengan tidak mengabaikan pengembangan kecakapan 4C (Critical, Creative, Colaboratif, Dan Communication).

      b. Kebermaknaan pembelajaran PJOK di SD/MI salah satunya dapat ditingkatkan melalui pembelajaran PJOK dalam konteks dunia nyata siswa, hal ini salah satunya dapat dilakukan melalui pembelajaran tematik.

      c. Kebermaknaan pembelajaran merupakan energi bagi peningkatan motivasi belajar siswa. Namun ketika dikaitkan dengan tema, terdapat beberapa materi pembelajaran PJOK yang memiliki keterbatasan dalam mengakomodir struktur dan konten PJOK secara utuh. Oleh karena itu, tidak semua materi yang berkaitan dengan KD dapat diakomodir secara cukup oleh buku tematik.

      d. Pembelajaran PJOK banyak dilakukan dengan gerakan anggota tubuh yang harus dimulai dengan pemanasan terlebih dahulu, sehingga membutuhkan waktu yang relatif lama.

      e. Banyak gerakan-gerakan dalam pembelajaran PJOK yang tidak dipahami sepenuhnya oleh guru kelas, sehingga dapat mengakibatkan cedera bagi siswa.

      f. Pada umumnya pembelajaran PJOK mengakibatkan siswa berkeringat, sehingga mengganggu proses pembelajaran lain bila terintegrasi.

      g. Untuk memberdayakan keberadaan guru mata pelajaran PJOK yang tersedia hampir di semua SD.

      Berdasarkan alasan-alasan tersebut maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah menetapkan buku teks pelajaran yang layak digunakan dalam proses pembelajaran untuk mata pelajaran Matematika dan PJOK yang disajikan secara terpisah dari Buku Tematik Terpadu. Oleh karena itu, diperlukan panduan pelaksanaan pembelajaran matematika dan PJOK untuk SD/MI di kelas IV, V dan VI.

      Panduan ini secara keseluruhan memuat penjelasan tentang latar belakang, tujuan, dan sasaran diterbitkannya panduan ini; karakteristik mata pelajaran Matematika dan PJOK; perancangan dan pembelajaran Matematika dan PJOK.

      Tujuan
      Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK ini bertujuan untuk:
      a. Membantu guru dalam mengatur alokasi waktu Matematika dan PJOK dalam pembelajaran agar sesuai dengan struktur kurikulum;

      b. Membantu guru dalam merancang pembelajaran Matematika dan PJOK yang terpisah dari Tematik Terpadu agar tetap bermakna;

      c. Membantu guru dalam proses pembelajaran Matematika dan PJOK yang terpisah dari Tematik Terpadu agar berpusat pada siswa, kontekstual, dan bermakna. 

      d. Membantu kepala sekolah, pengawas dan pihak lain yang terkait dalam mendukung proses pembelajaran Matematika dan PJOK yang terpisah dari Tematik Terpadu agar berpusat pada siswa, kontekstual, dan bermakna.

      Sasaran
      Buku Panduan ini disusun agar proses pembelajaran di sekolah dasar dapat berjalan sesuai dengan harapan. Oleh karena itu, sasaran pengguna buku ini adalah unsur- unsur yang terlibat pada proses pembelajaran di sekolah dasar. Sasarannya adalah
      a. Guru kelas yang mengampu pembelajaran di kelas tinggi (kelas IV, V, dan VI);
      b. Guru PJOK
      c. Kepala Sekolah Dasar;
      d. Pengawas Sekolah Dasar 
      e. Dinas Pendidikan.

        Download Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK untuk SD/MI Kurikulum 2013

        Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas buku Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK untuk SD/MI Kurikulum 2013 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

        Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK untuk SD/MI Kurikulum 2013



        Download File:

        Buku Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK untuk SD/MI Kurikulum 2013.pdf

        Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file buku Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK untuk SD/MI Kurikulum 2013. Semoga bisa bermanfaat.
        Buku PJOK Kelas 8 SMP MTS Kurikulum 2013 Revisi 2017

        Diposting oleh Pada 7/18/2017 07:24:00 PM dengan No comments

        Berikut ini adalah berkas Buku PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) untuk Guru dan Siswa Kelas VIII (8) SMP/MTS Kurikulum 2013 Revisi 2017. Diterbitkan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Download file PDF.

        Buku PJOK Guru dan Siswa Kelas VIII (8) SMP/MTS Kurikulum 2013 Revisi 2017
        Buku PJOK Guru dan Siswa Kelas VIII (8) SMP/MTS Kurikulum 2013 Revisi 2017

        Buku PJOK Kelas VIII (8) SMP/MTS Kurikulum 2013 Revisi 2017

        Berikut ini kutipan teks dari isi kata pengantar pada Buku PJOK Guru Kelas VIII (8) SMP/MTS Kurikulum 2013 Revisi 2017:

        Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi peserta didik dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Keutuhan tersebut menjadi dasar dalam perumusan kompetensi dasar tiap mata pelajaran, sehingga kompetensi dasar tiap mata pelajaran mencakup kompetensi dasar kelompok sikap, kompetensi dasar kelompok pengetahuan, dan kompetensi dasar kelompok keterampilan.Semua mata pelajaran dirancang mengikuti rumusan tersebut.

        Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan(PJOK) untuk Kelas VIII SMP/MTs yang disajikan dalam buku ini juga tunduk pada ketentuan tersebut. PJOK bukan mata pelajaran olahraga sebagaimana dipahami selama ini dan juga bukan materi pembelajaran yang dirancang hanya untuk mengasah kompetensi keterampilan olahraga peserta didik.PJOK adalah mata pelajaran yang membekali peserta didik dengan kemampuan untuk memiliki kebugaran dan keterampilan jasmani yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Memiliki tujuan supaya peserta didik dapat memperoleh perubahan perilaku gerak, perilaku berolahraga dan perilaku sehat.Pada akhirnya aktivitas jasmani dibarengi dengan sikap yang sesuai sehingga hasil yang diperoleh adalah optimal.

        Pembelajarannya dirancang berbasis aktivitas terkait dengan sejumlah jenis gerak jasmani/olahraga dan usaha-usaha menjaga kesehatan yang sesuai untuk peserta didik Kelas VIII SMP/MTs. Aktivitas-aktivitas tersebut dirancang untuk membuat peserta didik terbiasa melakukan gerak jasmani dan berolahraga dengan senang hati karena merasa perlu melakukannya dan sadar akan pentingnya menjaga kesehatan jasmani baik melalui gerak jasmani dan olahraga maupun dengan memperhatikan faktor-faktor kesehatan yang memengaruhinya.

        Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, peserta didik diajak menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap peserta didik dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.

          Download Buku PJOK Kelas VIII (8) SMP/MTS Kurikulum 2013 Revisi 2017

          Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku PJOK Guru dan Siswa Kelas VIII (8) SMP/MTS Kurikulum 2013 Revisi 2017 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:





          Download File:

          Buku PJOK Guru Kelas VIII (8) SMP/MTS Kurikulum 2013 Revisi 2017.pdf
          Buku PJOK Siswa Kelas VIII (8) SMP/MTS Kurikulum 2013 Revisi 2017.pdf


          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku PJOK Guru dan Siswa Kelas VIII (8) SMP/MTS Kurikulum 2013 Revisi 2017. Semoga bisa bermanfaat.
          Modul PKB PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) SD Revisi 2017

          Diposting oleh Pada 7/13/2017 11:57:00 PM dengan No comments

          Berikut ini adalah berkas Modul PKB PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) SD Revisi 2017. Download file PDF. Modul PKB PJOK SD Revisi 2017 ini diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

          Modul PKB PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) SD Revisi 2017
          Modul PKB PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) SD Revisi 2017

          Download Modul PKB PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) SD Revisi 2017

          Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Modul PKB PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) SD Revisi 2017 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

          Download File:

          Modul PKB PJOK SD 2017 Kelompok Kompetensi A.pdf
          Modul PKB PJOK SD 2017 Kelompok Kompetensi B.pdf
          Modul PKB PJOK SD 2017 Kelompok Kompetensi C.pdf
          Modul PKB PJOK SD 2017 Kelompok Kompetensi D.pdf
          Modul PKB PJOK SD 2017 Kelompok Kompetensi E.pdf
          Modul PKB PJOK SD 2017 Kelompok Kompetensi G.pdf
          Modul PKB PJOK SD 2017 Kelompok Kompetensi H.pdf
          Modul PKB PJOK SD 2017 Kelompok Kompetensi F.pdf
          Modul PKB PJOK SD 2017 Kelompok Kompetensi I.pdf
          Modul PKB PJOK SD 2017 Kelompok Kompetensi J.pdf


          Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Modul PKB PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) SD Revisi 2017. Semoga bisa bermanfaat.
          Silabus RPP PJOK SMP MTs Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX

          Diposting oleh Pada 5/24/2017 05:30:00 PM dengan No comments

          Berikut ini adalah berkas Silabus RPP PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) SMP MTs Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX. Download file format .docx Microsoft Word dan PDF.

          Silabus RPP PJOK SMP MTs Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX
          Silabus RPP PJOK SMP MTs Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX

          Silabus RPP PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) SMP MTs Kurikulum 2013 Kelas 7, 8, 9

          Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Silabus RPP PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) SMP MTs Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX:

          DAFTAR ISI
          I. PENDAHULUAN
          A. Rasional
          B. Kompetensi yang Diharapkan Setelah Siswa Mempelajari Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
          C. Kompetensi yang Diharapkan Setelah Siswa Mempelajari Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiah
          D. Kerangka Pengembangan Kurikulum Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiah
          E. Pembelajaran dan Penilaian
          F. Kontekstualisasi Pembelajaran Sesuai dengan Kondisi Lingkungan dan Siswa

          II. KOMPETENSI DASAR, MATERI PEMBELAJARAN, DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
          A. Kelas VII
          B. Kelas VIII
          C. Kelas IX

          III. MODEL SILABUS SATUAN PENDIDIKAN
          A. Contoh Silabus Satuan Pendidikan Kelas VII
          B. Contoh Silabus Satuan Pendidikan Kelas VIII
          C. Contoh Silabus Satuan Pendidikan Kelas IX

          IV. MODEL RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
          A. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas VII
          B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas VIII
          C. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas IX

          Rasional
          Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) merupakan salah satu mata pelajaran pada Kurikulum 2013. PJOK merupakan bagian integral dari program pendidikan nasional, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui pembekalan pengalaman belajar menggunakan aktivitas jasmani terpilih yang dilakukan secara sistematis yang dilandasi nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

          Silabus ini merupakan acuan bagi guru dalam melakukan pembelajaran agar siswa mampu mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih sesuai dengan tujuan.

          Silabus ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkannya lagi sesuai kebutuhan dan mengakomodasi keungulan- keunggulan lokal. Atas dasar prinsip tersebut, komponen silabus mencakup kompetensi dasar, materi pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran yang terdapat dalam silabus merupakan alternatif kegiatan yang dirancang untuk mencapai kompetensi dasar yang diharapkan. Kegiatan pembelajaran yang termuat di dalam silabus ini merupakan alternatif dan inspiratif sehingga guru dapat mengembangkan berbagai kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan tingkat perkembangan siswa.

          Kompetensi yang Diharapkan Setelah Siswa Mempelajari Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
          Setelah mengikuti pembelajaran PJOK, siswa memiliki sikap, pengetahuan, keterampilan gerak, serta meningkatnya derajat kebugaran jasmani yang dapat digunakan/berguna untuk aktivitas hidup keseharian, rekreasi, dan menyalurkan bakat dan minat berolahraga, hidup sehat dan aktif sepanjang hayat yang dilandasi oleh nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Esa, disiplin, menghargai perbedaan, kerja sama, sportif, tanggung jawab, dan jujur, serta kearifan lokal yang relevan.

          Kompetensi yang Diharapkan Setelah Siswa Mempelajari PJOK di Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiah
          Pengembangan kompetensi mata pelajaran PJOK didasarkan pada perkembangan sikap, pengetahuan, keterampilan siswa. Khusus untuk pengembangan kompetensi pada ranah fisik dan motorik, pengembangan kompetensi mata pelajaran PJOK didasarkan pada prinsip pertumbuhan dan perkembangan fisik dan gerak.

          Kompetensi Yang Diharapkan
          Tercapainya kompetensi pengembangan gerak spesifik dan pengembangan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui permainan bola besar, permainan bola kecil, atletik, beladiri, senam, gerak berirama, aktivitas air, dan materi kesehatan.

          Kerangka Pengembangan Kurikulum Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiah

          Kerangka pengembangan kurikulum PJOK SMP/MTs kelas VII s.d IX mengikuti elemen pengorganisasi kompetensi dasar yaitu: Kompetensi Inti (Kompetensi Inti pada kelas VII sd IX). Kompetensi Inti dijadikan sebagai payung untuk menjabarkan kompetensi dasar mata pelajaran.

          Kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran PJOK serta kebutuhan dan kondisi siswa. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut.

          Pengembangan Kompetensi Dasar (KD) mengacu pada Kompetensi Inti (KI) yang disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran PJOK dan psiko-pedagogi.

          Ruang lingkup pembelajaran PJOK untuk SMP/MTs terdiri dari:
          1. Aktivitas permainan bola besar dan bola kecil
          2. Aktivitas beladiri
          3. Aktivitas atletik
          4. Aktivitas pengembangan kebugaran jasmani
          5. Aktivitas senam
          6. Aktivitas gerak berirama
          7. Aktivitas air dan keselamatan diri
          8. Kesehatan
          Pembelajaran
          Mata pelajaran PJOK SMP/MTs dijabarkan ke dalam 8 ruang lingkup (strand). Pada ruang lingkup permainan bola besar dan bola kecil sekolah dapat memilih satu atau beberapa jenis permainan bola besar maupun bola kecil sesuai dengan kondisi sarana dan prasarana yang tersedia dan kemampuan guru dalam mengajar. Pada kompetensi dasar seni beladiri, sekolah dapat memilih sesuai dengan kemampuan guru dan kesukaan siswa, dan untuk ruang lingkup renang, apabila sekolah tidak memiliki sarana dan prasarana maka boleh tidak diajarkan di sekolah.

          Kompetensi dasar mata pelajaran PJOK meliputi kompetensi dasar Sikap (spiritual dan sosial), kompetensi dasar pengetahuan dan kompetensi dasar keterampilan. Kompetensi dasar pengetahuan dan kompetensi dasar keterampilan harus diajarkan secara bersamaan dalam pembelajaran praktik. Hal ini terkait pula dengan ketersedian waktu pembelajaran PJOK di SMP/MTs, yaitu tiga jam pembelajaran (@ 40 menit) per minggu. Tiga jam pembelajaran per minggu tersebut dapat diatur sebagai berikut:
          a. Melakukan kegiatan belajar mengajar dalam 1 kali pertemuan, setiap pertemuan alokasi waktunya adalah 120 menit.
          b. Melakukan kegiatan belajar mengajar dalam 2 kali pertemuan dalam satu minggu, pertemuan pertama 2 jam pelajaran dan pertemuan kedua 1 jam pelajaran atau sebaliknya, misalnya: pada Hari Selasa 2 jam pelajaran dan Kamis 1 jam pelajaran, atau sebaliknya (1 jam pembelajaran tidak harus digunakan sebagai jam pembelajaran untuk teori).
          c. Melakukan kegiatan belajar mengajar 2 kali pertemuan dalam satu hari, pertemuan pertama 2 jam pelajaran dan pertemuan kedua 1 jam pelajaran atau sebaliknya, misalnya: pada Hari Selasa, 2 jam pelajaran pertama dan kedua, kemudian dilanjutkan dengan 1 jam pelajaran pada jam ketujuh (1 jam pembelajaran tidak harus digunakan sebagai jam pembelajaran untuk teori).

          Pembelajaran mata pelajaran PJOK dapat menggunakan berbagai pendekatan, diantaranya adalah pendekatan saintifik, Contoh penerapan pendekatan saintifik pada Kompetensi Dasar: 3.1 Memahami konsep gerak spesifik dalam berbagai permainan bola besar sederhana dan atau tradisional dan 4.1 Mempraktikkan gerak spesifik dalam berbagai permainan bola besar sederhana dan atau tradisional.

          Aktivitas pembelajaran:
          a. Mengamati gerakan menendang bola menggunakan berbagai bagian kaki yang dilakukan teman/guru atau tayangan video.
          b. Mempertanyakan tentang gerak spesifik menendang bola, misalnya; bagaimana pergerakan bola apabila bola ditendang pada titik bawah/tengah/atas bola, jenis tendangan manakah yang lebih akurat mencapai sasaran, dengan kaki bagian manakah yang paling jauh tendangannya.
          c. Memperagakan gerak menendang bola secara berpasangan atau berkelompok untuk menemukan jawaban pertanyaan sebelumnya dengan menunjukkan sikap kerjasama, toleransi, dan disiplin.
          d. Menerapkan berbagai keterampilan menendang dalam permainan sepakbola dengan peraturan yang dimodifikasi.

          Selain pendekatan saintifik, yang lazim digunakan di dalam pembelajaran PJOK juga dapat diterapkan gaya mengajar komando, penugasan, resiprokal, periksa sendiri, inklusi, penemuan terbimbing, divergen, dan berprogram individual. 

          Setiap gaya mengajar tersebut memiliki anatomi, karakteristik, serta langkah-langkah yang berbeda, misalnya penggunaan model pembelajaran dengan gaya komando yang hanya sekedar memberi contoh melalui demonstrasi lalu kemudian siswa melakukan sesuai komando, hal ini berbeda dengan langkah yang ada pada gaya mengajar resiprokal misalnya. Setiap pelaksanaan pembelajaran dimulai dari penjelasan mengenai tujuan, dan skenario pembelajaran kepada siswa, dilanjutkan dengan langkah-langkah operasional inti pembelajaran dengan berbagai model, pendekatan, metode, strategi, dan gaya mengajar, serta penilaian, penyimpulan, dan refleksi. Berikut adalah gambaran langkah langkah inti berbagai gaya mengajar yang mudah untuk digunakan dalam pembelajaran PJOK.
          a. Komando, dimulai dari pemberian informasi dan peragaan berbagai keterampilan yang akan dipelajari, memberi kesempatan siswa untuk mencoba, mengatur giliran untuk mempraktikkan berbagai keterampilan, dan memberikan komando kepada siswa untuk bergerak sesuai gilirannya. Guru memberikan umpan balik secara langsung maupun tertunda kepada siswa yang memerlukan secara klasikal.
          b. Latihan/penugasan, diperlukan bahan ajar berupa lembar tugas yang harus dipersiapkan oleh guru. Langkah pembelajaran dimulai dari membagi dan memberi kesempatan kepada siswa untuk mempelajari tugas yang harus dikerjakan. Siswa melakukan tugas gerak sesuai dengan petunjuk yang ada pada lembar tugas. Guru memberikan umpan balik secara langsung kepada siswa selama proses pelaksanaan tugas berlangsung. Siswa dapat diorganisir secara perorangan, berpasangan, berkelompok, maupun klasikal dalam melaksanakan tugas/latihan.
          c. Resiprokal, pembelajaran diawali dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah pembelajan. Langkah selanjutnya siswa dengan pasangannya membaca teks dan mengamati gambar berbagai keterampilan pada lembar kerja yang dibagikan guru, Pemeran pelaku mencobakan keterampilan yang terdapat di dalam lembar kerja, dan pengamat melakukan pengamatan terhadap keterampilan yang dilakukan oleh pelaku. Jika terjadi kesalahan (keterampilan yang tidak sesuai dengan LKS) tugas pengamat memberikan masukan untuk dilakukan perbaikan. Langkah yang sama dilakukan setelah terjadi pergantian peran siswa yang semula menjadi pelaku akan berperan sebagai pengamat, demikian juga sebaliknya. Umpan balik dalam pembelajaran ini diperoleh dari sesama siswa (pasangannya).
          d. Periksa sendiri (selfcheck), gaya mengajar ini memberi kesempatan kepada siswa untuk memeriksa kemampuan dirinya dibandingkan dengan tugas gerak yang ada pada lembar periksa sendiri. Pernyataan ini berimplikasi bahwa guru harus menyediakan lembar periksa sendiri sebelum pembelajaran dilaksanakan. Lembar ini dibagikan, siswa menerima dan mempelajari serta mempraktikkan sesuai jumlah pengulangan yang disarankan. Jika siswa telah menguasai keterampilan ke-1, maka dipersilahkan untuk melanjutkan menuju keterampilan selanjutnya, dan jika belum maka harus mengulang kembali keterampilan tersebut. Demikian selanjutnya hingga keterampilan ke-n. Umpan balik dengan menggunakan gaya mengajar ini disediakan dalam lembar periksa sendiri, dan secara intrinsik (intrinsic feedback) oleh siswa.
          e. Inklusi, gaya mengajar ini memerlukan analisis faktor-faktor modifikasi sebelum diterapkan. Faktor-faktor modifikasi diperlukan untuk memfasilitasi siswa agar dapat belajar secara aktif sesuai dengan kemampuannya. Memiringkan mistar dalam pembelajaran lompat tinggi, mendekatkan jarak garis dalam permainan bolavoli, menurunkan keranjang pada pembelajaran shooting bolabasket merupakan contoh modifikasi agar seluruh siswa dapat belajar.

          Dari penerapan berbagai gaya mengajar tersebut nilai-nilai yang dapat dikembangkan adalah disiplin, tanggung jawab, kerja sama, sportivitas, selain kecakapan hidup dalam berkomunikasi dengan orang lain baik sebagai pembicara maupun pendengar yang baik, serta nillai-nilai lain sebagai efek samping (nurturant effect) dalam proses pembelajaran.

          Penilaian
          Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan yang dilakukan selama pembelajaran berlangsung (penilaian proses) dan setelah pembelajaran usai dilaksanakan (penilaian hasil/produk). Kebijakan penilaian untuk implementasi Kurikulum 2013 menggunakan penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam proses dan hasil.

          Substansi sikap dinilai melalui observasi selama proses pembelajaran adalah perilaku sportif, jujur, kompetitif, sungguh-sungguh, bertanggung jawab, menghargai perbedaan, disiplin, kerja sama, percaya diri, dan berani yang dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa. Substansi pengetahuan yang dinilai adalah prinsip, konsep dan prosedur gerak. Sedangkan untuk keterampilan yang dinilai adalah kecakapan dalam melakukan satu keterampilan gerak.

          Selain itu, yang perlu diperhatikan oleh guru dalam penilaian pembelajaran adalah penilaian terhadap derajat kesehatan dan kebugaran jasmani siswa, serta sarana dan prasarana pembelajaran untuk menjamin keamanan dan keselamatan siswa. Penilaian kesehatan, kebugaran, dan sarana prasarana dilakukan secara periodik, dimulai di awal tahun pelajaran sebagai bagian dari proses diagnosis, serta pada pertengahan dan akhir tahun pelajaran untuk melihat perkembangan dan sebagai dasar penyusunan program selanjutnya.

          Kontekstualisasi Pembelajaran Sesuai dengan Kondisi Lingkungan dan Siswa
          Kegiatan Pembelajaran pada silabus ini dapat disesuaikan dan diperkaya dengan konteks lokal atau sekolah, serta konteks global untuk mencapai kualitas optimal hasil belajar pada siswa terhadap Kompetensi Dasar. Kontekstualisasi pembelajaran tersebut dilakukan agar siswa tetap berada pada budayanya, mengenal dan mencintai alam dan sosial di sekitarnya, dengan perspektif global sekaligus menjadi pewaris bangsa sehingga akan menjadi generasi tangguh dan berbudaya Indonesia. Sejalan dengan karakteristik pendidikan abad 21 yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, pembelajaran PJOK dalam Kurikulum 2013 juga memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media dan sumber belajar di samping buku guru dan buku siswa yang saat ini juga masih dapat dipegunakan. Pemanfaatan TIK mendorong siswa dalam mengembangkan kreativitas dan berinovasi serta meningkatkan pemahaman dan pengetahuan. Penerapan IT dalam pembelajaran PJOK seperti: pengamatan melalui tanyangan video, pengamatan melalui internet, pemberian tugas melalui internet dan pengumpulan tugas melalui internet.

          Bahan ajar lain yang digunakan dalam pembelajaran PJOK adalah Lembar Kerja Siswa (LKS). LKS berisi pedoman bagi siswa untuk melakukan kegiatan yang terprogram. Setiap LKS berisikan antara lain: uraian singkat materi, tujuan kegiatan, alat/bahan yang diperlukan dalam kegiatan, langkah kerja pertanyaan-pertanyaan untuk didiskusikan, kesimpulan hasil diskusi, dan latihan ulangan. LKS berbentuk lembaran yang berisi tugas- tugas guru kepada siswa yang disesuaikan dengan kompetensi dasar dan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Atau dapat dikatakan juga bahwa LKS adalah panduan kerja siswa untuk mempermudah siswa dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bukan hanya kumpulan soal-soal. 

            Download Silabus RPP IPA SMP MTs Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX

            Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Silabus RPP PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) SMP MTs Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

            Silabus RPP PJOK SMP MTs Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX



            Download File:

            Silabus RPP PJOK SMP MTs Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX.pdf
            Silabus RPP PJOK SMP MTs Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX.docx


            Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Silabus RPP PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) SMP MTs Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX. Semoga bisa bermanfaat.
            Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK SD

            Diposting oleh Pada 5/16/2017 07:14:00 PM dengan No comments

            Berikut ini adalah berkas buku Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) SD. Download file PDF di akhir posting ini. Buku ini diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar 2016. Berkas buku Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK SD ini merupakan salah satu bahan materi suplemen dalam Materi Diklat Guru Sasaran Implementasi Kurikulum 2013 Tahun 2017 untuk SD.

            Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK SD
            Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK SD

            Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK SD

            Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Matematika dan PJOK merupakan acuan bagi guru kelas dan guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas tinggi (IV, V, dan VI), guru dapat mengembangkan model dan pendekatan pembelajaran sesuai kebutuhan, karakteristik, dan materi yang akan diajarkan kepada siswa. Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi buku Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK SD:

            Salah satu keberhasilan pendidikan ditentukan oleh kurikulum pendidikan yang disusun berdasarkan kebutuhan zaman. Pada era abad 21 ini dibutuhkan kurikulum yang dapat mendorong pembelajaran yang menghasilkan siswa yang dapat memiliki kemampuan untuk mempertahankan hidupnya serta mampu menghadapi tantangan era globalisasi tanpa kehilangan nilai-nilai kepribadian dan budaya bangsa.Kurikulum 2013 menjawab kebutuhan zaman tersebut.

            Penerapan Kurikulum 2013 pada proses pembelajaran di Sekolah Dasar menggunakan pendekatan tematik terpadu. Pada perkembangannya, untuk kelas tinggi (IV, V, dan VI) mata pelajaran Matematika dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) dipisahkan dari Buku Tematik Terpadu. Pemisahan tersebut dikarenakan perubahan muatan pelajaran matematika serasa dangkal sehingga siswa tidak mendapatkan konsep matematika secara mendalam dan PJOK memiliki karakteristik objek kajian dan metode yang berbeda dengan mata pelajaran lain. Objek kajian PJOK berupa gerak, pembelajaran PJOK banyak dilakukan melalui observasi, mencontoh/menirukan, melatihkan secara berulang.

            Berdasarkan beberapa alasan tersebut, maka Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Pusat Kurikulum Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyusun Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Matematika dan PJOK.

            Panduan ini sebagai acuan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran Matematika dan PJOK serta dapat membantu dalam memecahkan beberapa permasalahan dalam pembelajaran.

            DAFTAR ISI 

            BAB I PENDAHULUAN 
            A. Latar Belakang 
            B. Tujuan 
            C. Sasaran 

            BAB II KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SEKOLAH DASAR (SD) 
            A. Karakteristik dan Kompetensi Mata Pelajaran Matematika pada Kurikulum 2013 
            B. Karakteristik dan Kompetensi Mata Pelajaran PJOK pada Kurikulum 2013 

            BAB III PEMBELAJARAN MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SEKOLAH DASAR (SD) 
            A. Pembelajaran Matematika untuk Mencapai Keterampilan Abad 21 
            B. Pembelajaran PJOK untuk mencapai keterampilan abad 21 
            C. Penjadwalan Pembelajaran Matematika dan PJOK 

            BAB IV PENUTUP 

            Latar Belakang
            Keberhasilan pendidikan salah satunya ditentukan oleh kurikulum pendidikan yang disusun berdasarkan kebutuhan zaman. Era abad ke-21 merupakan era globalisasi. Pada era ini dibutuhkan kurikulum yang dapat mendorong pembelajaran yang menghasilkan siswa yang tangguh. Artinya, siswa yang dapat memiliki kemampuan untuk mempertahankan hidupnya (human survival). Selain itu, pendidikan juga harus menyiapkan sumberdaya manusia yang mampu menghadapi tantangan era globalisasi tanpa kehilangan nilai-nilai kepribadian dan budaya bangsa.

            Kurikulum 2013 disusun untuk menjawab kebutuhan zaman. Kurikulum 2013 dikembangkan dalam bentuk Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. Kompetensi Inti terdiri atas empat dimensi yang terkait satu sama lain. Keempat dimensi tersebut adalah: sikap spiritual (KI 1), sikap sosial (KI 2), pengetahuan (KI 3), dan keterampilan (KI 4). Pengembangan Kompetensi Dasar untuk KI 1 dan KI 2 hanya terdapat pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti serta PPKn. 


            Kurikulum yang mengedepankan pencapaian kompetensi tersebut membawa konsekuensi bahwa pembelajaran harus berpusat pada siswa. Siswa didorong untuk terlibat aktif dan komprehensif dalam pembelajaran. Keterlibatan siswa secara aktif dan komprehensif tersebut akan memberikan pemahaman mendalam dan peluang besar pada pengalaman belajar yang berada di long term memory.

            Penerapan Kurikulum 2013 pada proses pembelajaran di sekolah dasar menggunakan pendekatan tematik terpadu. Salah satu pendukung proses pembelajaran adalah buku Tematik Terpadu yang diterbitkan oleh Pemerintah. Mata pelajaran yang dapat dipadukan adalah PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Seni Budaya dan Prakarya (SBdP), dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK).

            Pada perkembangannya, untuk kelas tinggi (IV, V, dan VI) mata pelajaran Matematika dan PJOK dipisahkan dari Buku Tematik Terpadu. Keputusan pemisahan mata pelajaran tersebut ada berbagai alas an, diantaranya adalah materi/pembahasan muatan Matematika pada buku tersebut terasa dangkal. Oleh karena itu, siswa tidak mendapatkan pemahaman konsep matematika secara mendalam. Dengan demikian, perlu digunakan buku Matematika secara terpisah. Alasan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

            a. Matematika memiliki karakteristik objek kajian dan metode yang berbeda dengan mata pelajaran lain. Objek kajian matematika bersifat abstrak, metode untuk melakukan kajian terhadap objek matematika bersifat deduktif, tentunya dengan tidak mengabaikan pengembangan kecakapan 4 C (Critical, Creative, Colaboratif, Dan Communication).

            b. Kebermaknaan pembelajaran matematika di SD/MI salah satunya dapat ditingkatkan melalui pembelajaran matematika dalam konteks dunia nyata siswa. Pembelajaran dengan mengambil konteks kehidupan nyata tersebut dapat dicapai melalui pembelajaran tematik terpadu.

            c. Kebermaknaan pembelajaran merupakan energi bagi peningkatan motivasi belajar siswa, ketika motivasi sudah dimiliki pembelajaran tidak harus selalu dikaitkan dengan dunia nyata/tema, karena pembelajaran matematika dengan tema memiliki keterbatasan dalam mengakomodir struktur dan konten matematika secara utuh. Oleh karena itu, ketika konteks sudah diperoleh, pembelajaran Matematika dapat dilakukan dengan pemahaman konsep matematika secara utuh.

            Demikian juga alasan yang serupa diambil untuk menjelaskan mengapa mata pelajaran PJOK harus diajarkan dengan buku terpisah. Alasan tersebut adalah sebagai berikut:

            a. PJOK memiliki karakteristik objek kajian dan metode yang berbeda dengan mata pelajaran lain. Objek kajian PJOK berupa gerak, pembelajaran PJOK banyak dilakukan melalui mengobservasi dan mencontoh, kemudian melatihkannya secara berulang, tentunya dengan tidak mengabaikan pengembangan kecakapan 4C (Critical, Creative, Colaboratif, Dan Communication).

            b. Kebermaknaan pembelajaran PJOK di SD/MI salah satunya dapat ditingkatkan melalui pembelajaran PJOK dalam konteks dunia nyata siswa, hal ini salah satunya dapat dilakukan melalui pembelajaran tematik.

            c. Kebermaknaan pembelajaran merupakan energi bagi peningkatan motivasi belajar siswa. Namun ketika dikaitkan dengan tema, terdapat beberapa materi pembelajaran PJOK yang memiliki keterbatasan dalam mengakomodir struktur dan konten PJOK secara utuh. Oleh karena itu, tidak semua materi yang berkaitan dengan KD dapat diakomodir secara cukup oleh buku tematik.

            d. Pembelajaran PJOK banyak dilakukan dengan gerakan anggota tubuh yang harus dimulai dengan pemanasan terlebih dahulu, sehingga membutuhkan waktu yang relatif lama.

            e. Banyak gerakan-gerakan dalam pembelajaran PJOK yang tidak dipahami sepenuhnya oleh guru kelas, sehingga dapat mengakibatkan cedera bagi siswa.

            f. Pada umumnya pembelajaran PJOK mengakibatkan siswa berkeringat, sehingga mengganggu proses pembelajaran lain bila terintegrasi.

            g. Untuk memberdayakan keberadaan guru mata pelajaran PJOK yang tersedia hampir di semua SD.

            Berdasarkan alasan-alasan tersebut maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah menetapkan buku teks pelajaran yang layak digunakan dalam proses pembelajaran untuk mata pelajaran Matematika dan PJOK yang disajikan secara terpisah dari Buku Tematik Terpadu. Oleh karena itu, diperlukan panduan pelaksanaan pembelajaran matematika dan PJOK untuk SD/MI di kelas IV, V dan VI.

            Panduan ini secara keseluruhan memuat penjelasan tentang latar belakang, tujuan, dan sasaran diterbitkannya panduan ini; karakteristik mata pelajaran Matematika dan PJOK; perancangan dan pembelajaran Matematika dan PJOK.

            Tujuan
            Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK ini bertujuan untuk
            a. Membantu guru dalam mengatur alokasi waktu Matematika dan PJOK dalam pembelajaran agar sesuai dengan struktur kurikulum;

            b. Membantu guru dalam merancang pembelajaran Matematika dan PJOK yang terpisah dari Tematik Terpadu agar tetap bermakna;

            c. Membantu guru dalam proses pembelajaran Matematika dan PJOK yang terpisah dari Tematik Terpadu agar berpusat pada siswa, kontekstual, dan bermakna. 

            d. Membantu kepala sekolah, pengawas dan pihak lain yang terkait dalam mendukung proses pembelajaran Matematika dan PJOK yang terpisah dari Tematik Terpadu agar berpusat pada siswa, kontekstual, dan bermakna.

            Sasaran
            Buku Panduan ini disusun agar proses pembelajaran di sekolah dasar dapat berjalan sesuai dengan harapan. Oleh karena itu, sasaran pengguna buku ini adalah unsur- unsur yang terlibat pada proses pembelajaran di sekolah dasar. Sasarannya adalah:
            a. Guru kelas yang mengampu pembelajaran di kelas tinggi (kelas IV, V, dan VI);
            b. Guru PJOK;
            c. Kepala Sekolah Dasar;
            d. Pengawas Sekolah Dasar;
            e. Dinas Pendidikan. 

            Karakteristik dan Kompetensi Mata Pelajaran Matematika pada Kurikulum 2013
            Matematika merupakan ilmu universal yang berguna bagi kehidupan manusia dan juga mendasari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, serta mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin untuk meningkatkan dan mengembangkan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang, dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan menciptakan teknologi di masa depan, diperlukan penguasaan dan pemahaman atas matematika yang kuat sejak dini. Objek kajian matematika bersifat asbtrak, metode untuk melakukan kajian terhadap objek matematika bersifat deduktif, sehingga kebermaknaan pembelajaran matematika di SD salah satunya dapat ditingkatkan melalui pembelajaran matematika dalam konteks dunia nyata siswa.

            Pengembangan kompetensi matematika diarahkan untuk meningkatkan kecakapan hidup (life skill), terutama dalam membangun kreatifitas, kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi atau bekerjasama dan keterampilan berkomunikasi yang menjadi tuntutan keterampilan abad 21. Selain itu, pengembangan kompetensi matematika juga menekankan kemahiran atau keterampilan menggunakan perangkat teknologi untuk melakukan perhitungan teknis (komputasi) dan penyajian dalam bentuk gambar dan grafik (visualisasi), yang penting untuk mendukung keterampilan lainnya yang bersifat keterampilan lintas disiplin ilmu dan keterampilan yang bersifat nonkognitif serta pengembangan nilai, norma dan etika (soft skill).

            Dukungan pembelajaran matematika dalam kaitan pengembangan sikap spiritual dan sikap sosial dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran tidak langsung/indirect teaching, berupa pembiasaan-pembiasaan perilaku baik, keteladanan, dan tindakan perbaikan secara langsung untuk mengembangkan, membangun atau meningkatkan perilaku positif siswa. 

            Cakupan materi matematika di SD meliputi bilangan asli, bulat, dan pecahan, geometri dan pengukuran sederhana, dan statistika sederhana. Pendidikan matematika di sekolah diharapkan memberikan kontribusi dalam mendukung pencapaian kompetensi lulusan pendidikan dasar dan pendidikan menengah melalui pengalaman belajar, agar mampu:
            1. Memahami konsep dan menerapkan prosedur matematika dalam kehidupan sehari-hari;
            2. Melakukan operasi matematika dalam bentuk operasi hitung, menganalisis komponen atau sifat dari suatu ekspresi atau kalimat matematika serta menyederhanakan ekspresi matematika untuk menyelesaikan masalah;
            3. Berpikir kritis melalui penalaran matematis yang meliputi membuat generalisasi berdasarkan pola, fakta, fenomena atau data yang ada, membuat dugaan dan memverifikasinya, menjelaskan alasan dalam mengklasifikasi berbagai benda berdasar bentuk, warna, kemiripan, dan perbedaan berdasar kriteria tertentu;
            4. Memecahkan masalah dan mengomunikasikan gagasan melalui simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah;
            5. Menumbuhkan sikap positif seperti sikap logis, kritis, cermat, teliti, dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah, sebagai wujud implementasi kebiasaan dalam inkuiri dan eksplorasi matematika;
            6. Memiliki rasa ingin tahu, percaya diri, dan ketertarikan pada matematika, yang terbentuk melalui pengalaman belajar. 

            Karakteristik dan Kompetensi Mata Pelajaran PJOK pada Kurikulum 2013
            Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional. PJOK memperlakukan anak sebagai sebuah kesatuan utuh, makhluk total, daripada hanya menganggapnya sebagai seseorang yang terpisah kualitas fisik dan mentalnya.

            PJOK membantu siswa mengembangkan pemahaman tentang apa yang mereka perlukan untuk membuat komitmen seumur hidup tentang arti penting hidup sehat dan aktif mengembangkan kapasitas untuk menjalani kehidupan yang memuaskan dan produktif. Hal ini berdampak pada meningkatkan produktivitas dan kesiapan untuk belajar, meningkatkan semangat, mengurangi ketidakhadiran, mengurangi biaya perawatan kesehatan, penurunan kelakuan anti-sosial seperti bullying dan kekerasan, mempromosikan hubungan yang aman dan sehat, dan meningkatkan kepuasan pribadi.

            Karakteristik Perkembangan Gerak Anak Usia SD
            Karakteristik perkembangan gerak anak turut mempengaruhi penentuan kompetensi mata pelajaran PJOK. Karakteristik gerak tersebut dibedakan menurut usia anak, seperti berikut.
            a. Pada usia antara 7-8 tahun, anak sedang memasuki perkembangan gerak dasar dan memasuki tahap awal perkembangan gerak spesifik. Karakteristik awal perkembangan gerak spesifik dapat diidentifikasi dengan makin sempurnanya kemampuan melakukan berbagai kemampuan gerak dasar yang menuntut kemampuan koordinasi dan keseimbangan agak kompleks. Oleh karenanya, keterampilan gerak yang dimiliki anak telah dapat diorientasikan pada berbagai bentuk, jenis dan tingkat permainan yang lebih kompleks.
            b. Pada anak berusia antara 9 s.d 10 tahun, anak telah dapat mengunjukkerjakan rangkaian gerak yang multipleks-kompleks dengan tingkat koordinasi yang makin baik. Kualitas kemampuan pada tahap ini dipengaruhi oleh ketepatan rekayasa dan stimulasi lingkungan yang diberikan kepada anak pada usia sebelumnya. Pada tahap ini, anak laki-laki dan perempuan telah memasuki masa awal masa remaja. Dengan pengaruh perkembangan hormonal pada usia ini, mereka akan mengalami pertumbuhan fisik dan perkembangan fungsi motorik yang sangat cepat.

            Ruang Lingkup Materi Mata Pelajaran PJOK Kelas IV, V, dan VI adalah Sebagai Berikut:
            a. Pola Gerak Dasar, meliputi: a) pola gerak dasar lokomotor atau gerakan berpindah tempat, misalnya; berjalan, berlari, melompat, berguling, b) pola gerak non-lokomotor atau bergerak di tempat, misalnya; membungkuk, meregang, berputar, mengayun, mengelak, berhenti, c) Pola gerak manipulatif atau mengendalikan/mengontrol objek, misalnya; melempar bola, menangkap bola, memukul bola menggunakan tongkat, menendang bola.
            b. Aktivitas Permainan Bola Besar misalnya: sepakbola, bolavoli, bolabasket, bolatangan dan/atau permainan tradisonal dan sederhana lainnya.
            c. Aktivitas Permainan Bola Kecil misalnya: rounders, kasti, softball, dan/atau permainan tradisonal dan sederhana lainnya.
            d. Aktivitas Atletik misalnya: jalan, lari, lompat, dan lempar, dan/atau permainan tradisonal dan sederhana lainnya.
            e. Aktivitas Beladiri misalnya: seni beladiri pencak silat, karate, taekwondo, dan/atau beladiri lainnya.
            f. Aktivitas Pengembangan Kebugaran Jasmani, meliputi sikap tubuh, pengembangan komponen kebugaran berkaitan dengan kesehatan dan keterampilan, serta pengukurannya secara sederhana.
            g. Aktivitas Senam meliputi: pola gerak dominan dengan dan tanpa alat.
            h. Aktivitas Gerak Berirama meliputi: pola gerak dasar langkah, gerak dan ayunan lengan, musikalitas serta apresiasi terhadap kualitas estetika gerakan.
            i. Aktivitas Air, meliputi: pengenalan air, keselamatan dan pertolongan di air, dan beberapa gaya renang.
            j. Kesehatan, meliputi; bagian-bagian tubuh, manfaat pemanasan dan pendinginan, kebersihan lingkungan, manfaat istirahat dan pengisian waktu luang, makanan bergizi dan jajanan sehat, jenis cidera dan cara penanggulangannya, perilaku terpuji, kebersihan alat reproduksi, NAPZA, pemeliharaan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular. 

            Pembelajaran Matematika untuk Mencapai Keterampilan Abad 21
            Kemampuan dan keterampilan yang perlu dikembangkan dalam proses pembelajaran matematika dalam rangka mencapai keterampilan abad 21 adalah:

            1. Kreativitas dan inovasi.
            a. Membandingkan beberapa cara dalam menyelesaikan masalah matematika, untuk mendapatkan solusi inovatif dengan menggunakan contoh-contoh praktis yang sesuai. Dalam konteks ini siswa dimungkinkan untuk mencari solusi tersebut melalui berbagai media termasuk internet,
            b. Memperhatikan dan mengevaluasi argumen dari rekannya untuk koreksi dan perbaikan untuk menghasilkan argumen yang mendukung. Mereka menerima umpan balik untuk terus menemukan pemecahan masalah,
            c. Secara kreatif menemukan pola, menyederhanakan, dan mengeneralisasi untuk memecahkan masalah,
            d. Mengembangkan wawasan dan mampu mengomunikasikan hasilnya bagi pemahamam matematika sebagai upaya kreatif yang dibangun pengetahuan sebelumnya.

            2. Berpikir kritis dan memecahkan masalah.
            a. Menemukan struktur logis untuk menghadapi tantangan matematika serta mampu membuat beberapa alternatif dan membangun argumen untuk mempertahankan pilihannya,
            b. Mengidentifikasi dan mengajukan pertanyaan penting tentang matematika serta menganalisis jawaban yang diajukan,
            c. Memahami masalah matematika terapan melalui analisis dan sintesis untuk menemukan solusinya,
            d. Mmenganalisis bagian-bagian dari suatu sistem matematika yang saling berinteraksi.

            3. Komunikasi dan kolaborasi. 
            a. Mengartikulasikan ide dan pemikiran matematika secara lisan dan tertulis dengan menggunakan abstraksi dan penalaran kuantitatif untuk membangun argumen yang layak,
            b. Menyimak argumen secara efektif serta menjelaskan ulang dalam rangka menjelaskan solusi dari suatu permasalahan matematika,
            c. Bekerja sama dalam tim yang berbeda, saling menghargai, mengungkapkan ide dan pemikiran matematik secara efektif,
            d. Mmengomunikasikan baik secara lisan, tulisan, atau mendemonstrasikan kegunaan matematika dalam permasalahan secara luas.

            4. Pengetahuan informasi.
            a. Mengidentifikasi, mengakses, mengevaluasi, serta mengeksplorasi sumber- sumber untuk menjawab pertanyaan penting terkait permasalahan keseharian,
            b. Mengeksplorasi topik-topik matematika yang baru dan aplikasinya, serta mampu berbagi pengetahuan yang diperolehnya,
            c. Siswa belajar tentang matematika melalui sumber-sumber informasi yang terpercaya serta mampu berbagi pengetahuan yang diperolehnya.

            5. Pengetahuan media.
            a. Memahami statistika, peluang dan pesan media yang dihasilkan bagi kegunaan sosial, dan dapat diinterpretasikan secara berbeda oleh individu,
            b. Memeriksa tujuan, alat, karakteristik dan kaidah statistika yang digunakan, serta implikasi media yang mempengaruhi keyakinan dan perilaku,
            c. Mendapatkan pemahaman yang mendasar tentang masalah aturan dan etika mengenai akses, penggunaan, dan potensi dari distorsi informasi matematika,
            d. Menyajikan informasi statistik untuk mendukung suatu pandangan atau membantu individu lain dalam memahami suatu informasi.

            6. Menggunakan teknologi, informasi dan komunikasi.
            a. Menggunakan peralatan elektronik seperti kalkulator, komputer, gawai (gadget), dan sumber daya online secara tepat dan efektif, 
            b. Menggunakan teknologi untuk mengkomunikasikan wawasan matematika dengan menggunakan representasi grafis dari fungsi dan data.

            7. Fleksibilitas dan kemampuan adaptasi.
            Menghadapi tantangan matematika berkaitan dengan peran dan tanggungjawab dalam perubahan iklim dan perubahan prioritas, secara individu dan berkelompok.

            8. Inisiatif dan pengarahan diri.
            a. Memahami permasalah, mendefinisikan, memprioritaskan, dan menyelesaikan tugas secara mandiri dengan menyeimbangkan antara taktik dan tujuan strategis dalam menyelesaikan, memecahkan masalah matematika,
            b. Secara kritis mampu melakukan refleksi terhadap pengalaman memecahkan masalah matematika di masa lalu serta mengaitkan untuk menyelesaikan tantangan matematika mendatang.

            9. Ketrampilan sosial dan lintas budaya.
            a. Menggunakan matematika dalam berbagai lingkup budaya, seperti penggunaan ukuran panjang atau ukuran berat yang berbeda-beda antara daerah atau negara,
            b. Menerapkan matematika sebagai alat untuk menganalisis data statitika untuk memahami permasalahan antar budaya.

            10. Produktivitas dan akuntabilitas.
            Menetapkan tujuan, prioritas, penjadwalan dan bekerja sesuai dengan jadwal yang telah dibuat.

            11. Kepemimpinan dan tanggung jawab.
            a. Menggunakan kemampuan interpersonal dan penyelesaian masalah untuk menyakinkan pentingnya kebersamaan dan memecahkan masalah penting di masyarakat,
            b. Mempertimbangkan implikasi etis dalam pengambilan keputusan secara matematis. 

            Pembelajaran matematika bertujuan agar siswa memiliki kecakapan atau kemahiran matematika, sebagai bagian dari kecakapan hidup yang harus dimiliki siswa dalam mencapai keterampilan abad 21 terutama dalam pengembangan berpikir kritis melalui penalaran yang masuk akal dalam menyusun, mengungkapkan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah; peningkatan kreatifitas untuk mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan- gagasan baru, bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda; keterampilan memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia; bekerjasama berkelompok dan kepemimpinan, beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab, bekerja secara produktif, berempati, dan menghormati perbedaan perspektif.

            Semua bidang studi memerlukan keterampilan matematika yang sesuai, merupakan sarana komunikasi yang logis, singkat dan jelas, dapat digunakan untuk menyajikan informasi dalam berbagai cara, meningkatkan kemampuan berpikir logis, ketelitian dan kesadaran keruangan, memberikan kepuasan terhadap usaha memecahkan masalah yang menantang, mengembangkan kreativitas, dan sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

            Dengan belajar matematika siswa diharapkan akan memperoleh manfaat sebagai berikut.
            1. Mampu berpikir secara sistematis melalui urutan-urutan yang teratur dan tertentu, terbiasa untuk memecahkan masalah secara sistematis, sehingga dapat menerapkannya dalam kehidupan nyata, dan bisa menyelesaikan setiap masalah dengan lebih mudah.
            2. Mampu berpikir secara deduktif dan induktif untuk membangun dan mengembangkan penalaran matematika yang bersifat deduktif.
            3. Mampu membentuk sikap yang lebih teliti, cermat, akurat dalam bertindak, taat pada aturan dan prosedur.
            4. Mampu menggunakan dan mengaplikasikan matematika dalam kehidupan nyata.

            Pendekatan saintifik disesuaikan dengan materi yang ada pada mata pelajaran matematika dimana siswa mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir dan keterampilan psikomotorik melalui interaksi langsung dengan sumber belajar yang dirancang dalam Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berupa kegiatan-kegiatan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran saintifik, yaitu:
            a. Kegiatan mengamati kejadian, peristwa, situasi, pola, fenomena yang terkait dengan matematika dan mulai dikenalkan pemodelan matematika dalam berbagai bentuk;
            b. Menanya atau mempertanyakan mengapa atau bagaimana fenomena bisa terjadi;
            c. Mengumpulkan atau menggali informasi melalui mencoba, percobaan, mengkaji, mendiskusikan untuk mendalami konsep yang terkait dengan fenomena tersebut;
            d. Melakukan asosiasi atau menganalisis secara kritis dalam menjelaskan keterkaitan antar konsep dan menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur/algoritma yang sesuai, menyusun penalaran dan generalisasi; dan
            e. Mengomunikasikan apa yang sudah ditemukannya dalam kegiatan analisis.

            Selain menggunakan pendekatan saintifik, guru dapat menggunakan model pembelajaran lain seperti: model pembelajaran kooperatif; pembelajaran kontekstual; model pembelajaran penemuan terbimbing; pembelajaran berbasis proyek; dan pembelajaran berbasis masalah. Dalam pembelajaran matematika hal yang perlu ditekankan:
            a. Aktivitas belajar di bawah bimbingan guru maupun mandiri dengan menggunakan konsep dan prosedur secara benar dan sistematis.
            b. Melatih kemampuan berpikir untuk membuat generalisasi dari fakta, data, fenomena yang ada.
            c. Melatih keterampilan melakukan operasi atau manipulasi matematika untuk menyederhanakan model atau kalimat matematika dalam rangka menyelesaikan masalah.
            d. Pembelajaran berbasis pemecahan masalah.

            Pembelajaran matematika hendaknya berangkat dari hal-hal yang bersifat konkret menuju abstrak. Berdasarkan hal tersebut, dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar guru dituntut lebih banyak menggunakan benda kongkrit, media dan alat peraga yang menarik yang sesuai dengan tuntutan kompetensi, atau dimulai dengan pemecahan masalah sederhana sehari-hari dan menantang untuk membangun pola berpikir kritis siswa. Beberapa teknik untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran :
            1. Teknik menjelaskan, teknik ini sangat perlu dikuasai guru, namun perlu dibatasi untuk lebih fokus pada aktifitas utama siswa dalam kegiatan pembelajaran. Teknik menjelaskan diterapkan terutama pada saat mengatur urutan dan aktifitas belajar dan melakukan konfirmasi.
            a. Gunakan bahasa yang sederhana, jelas dan mudah dimengerti serta komunikatif
            b. Ucapan hendaknya terdengar dengan jelas , lengkap tertentu, dengan intonasi yang tepat
            c. Bahan disiapkan dengan sistematis mengarah ke tujuan
            d. Penampilan guru hendaknya menarik diselingi dengan gerak dan humor sehat
            e. Adanya variasi atau selingan dengan metode lain, misalnya tanya jawab, menggunakan alat bantu seperti lembar peraga(chart)

            2. Teknik bertanya, untuk menggunakan tanya-jawab, perlu diketahui tujuan mengajukan pertanyaan, jenis dan tingkat pertanyaan, serta teknik mengajukan pertanyaan. Pertanyaan tertutup (bersifat konvergen) memiliki jawaban tertentu, hanya ada satu jawaban. Pertanyaan terbuka (bersifat divergen) memiliki jawaban terbuka dan diharapkan menghasilkan banyak cara untuk menjawabnya dan jawabnya lebih dari satu. Pertanyaan tingkat rendah hanya mengukur ingatan saja, sedangkan pertanyaan tingkat tinggi setidak-tidaknya menuntut pemahaman atau pemikiran siswa, misalnya dalam memberikan alasan atau dalam membuat suatu kesimpulan. Pertanyaan tingkat tinggi seperti inilah yang diharapkan lebih dikembangkan guru. Tujuan pertanyaan adalah:
            a. Memotivasi siswa
            b. Menyegarkan memori/ingatan siswa 
            c. Mengawali diskusi
            d. Mendorong siswa agar berpikir
            e. Mengarahkan perhatian siswa 
            f. Menggalakkan penyelidikan (inkuiri, investigasi)
            g. Mendiagnosis/memeriksa tanggapan siswa h. Menarik perhatian siswa
            i. Mengundang pertanyaan siswa

            3. Teknik peragaan /demonstrasi, yaitu menunjukkan atau memperlihatkan suatu model atau suatu proses. Teknik ini hanya efektif bila digunakan hanya sebagai bagian dari kegiatan lain yang memberikan kemungkinan kepada siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Misalnya teknik bertanya perlu merupakan bagian integral dari demonstrasi guru. Demonstrasi digunakan utamanya bila (1) siswa tidak terampil menggunakannya, atau alat itu dapat “membahayakan” siswa atau (2) karena keterbatasan banyaknya alat. Namun ukuran bahan atau alat demonstrasi seharusnya memungkinkan siswa untuk melihat apa yang guru demonstrasikan.

            4. Percobaan (eksperimen) dengan alat secara individual atau kelompok. Di sini siswa lebih aktif dan diharapkan mereka menemukan berbagai hal yang terkait dengan pembelajaran baik kognitif, psikomotorik maupun afektif. Kegiatan lain yang melibatkan kegiatan praktik atau eksperimen adalah hands on mathematics (matematika dengan sentuhan tangan atau pengutak-atikan obyek dengan tangan). Ini merupakan kegiatan “pengalaman belajar” dalam rangka penemuan konsep atau prinsip matematika melalui kegiatan eksplorasi, investigasi, dan konklusi yang melibatkan aktivitas fisik, mental dan emosional dengan melibatkan ada aktivitas fisik.

            5. Teknik pemecahan masalah, yaitu pertanyaan yang harus dijawab atau direspon namun jawaban atau strategi untuk menyelesaikannya tidak segera diketahui. Suatu pertanyaan akan menjadi masalah hanya jika pertanyaan itu dipandang merupakan suatu tantangan yang tidak dapat dipecahkan oleh suatu prosedur rutin yang sudah diketahui dan perlu diselesaikan. Cara yang sering digunakan orang dan sering berhasil pada proses pemecahan masalah inilah yang disebut dengan Strategi pemecahan masalah. Strategi ini akan sangat bermanfaat jika dipelajari para siswa maupun guru agar dapat digunakan dalam kehidupan nyata mereka didalam mereka menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Beberapa strategi yang sering digunakan adalah:
            a. Membuat diagram, strategi ini berkait dengan pembuatan sketsa atau gambar corat-coret yang membantu/mempermudah pemahaman terhadap masalahnya dan mempermudah mendapatkan gambaran umum penyelesaiannya.
            b. Mencobakan pada soal yang lebih sederhana, strategi ini berkait dengan penggunaan contoh khusus tertentu pada masalah tersebut agar lebih mudah dipelajari, sehingga gambaran umum penyelesaian yang sebenarnya dapat ditemukan.
            c. Membuat tabel, strategi ini digunakan untuk membantu menganalisis permasalahan atau jalan pikiran kita, sehingga segala sesuatunya tidak dibayangkan hanya oleh otak yang kemampuannya sangat terbatas, dan dapat terlihat berbagai kecenderungan yang terdapat dalam table itu.
            d. Menemukan pola, strategi ini berkaitan dengan keteraturan yang terlihat dalam suatu situasi (misalnya susunan sekumpulan bilangan) dilanjutkan dengan pencarian aturan-aturan itu. Keteraturan tersebut akan memudahkan kita menemukan penyelesainnya dan bukan tidak mungkin untuk kita memunculembarkerjaan adanya aturan lainnya.
            e. Memecah tujuan, strategi ini berkait dengan pemecahan tujuan umum yang hendak kita capai menjadi satu atau beberapa tujuan bagian. Tujuan bagian ini dapat digunakan sebagai batu loncatan untuk mencapai tujuan yang sesungguhnya. Hal ini dikarenakan bahwa seringkali suatu situasi yang amat kompleks dan permasalahannya juga tidak sederhana.
            f. Memperhitungkan setiap kemungkinan, strategi ini berkait dengan penggunaan aturan-aturan yang dibuat sendiri oleh si pelaku selama proses pemecahan masalah sehingga tidak akan ada satupun alternatif yang terabaikan.
            g. Berpikir logis, strategi ini berkaitan dengan penggunaan penalaran maupun penarikan kesimpulan yang sah atau valid dari berbagai informasi atau data yang ada.
            h. Bergerak dari belakang, strategi ini dimulai dengan menganalisis bagaimana cara mendapatkan tujuan yang hendak dicapai. Dengan strategi ini, kita bergerak dari yang diinginkan lalu menyesuaikannya dengan yang diketahui.
            i. Mengabaikan (mengelimiasi) hal yang tidak mungkin, dari berbagai alternatif yang ada, alternatif yang sudah jelas-jelas tidak mungkin hendaknya dicoret/diabaikan sehingga perhatian dapat tercurah sepenuhnya untuk hal-hal yang tersisa dan masih mungkin saja.
            j. Mencoba-coba, strategi ini biasanya digunakan untuk mendapatkan gambaran umum pemecahan masalahnya dengan mencoba-coba berdasarkan informasi yang diketahui.

            6. Teknik penemuan terbimbing, dalam teknik ini, peranan guru adalah: menyatakan persoalan, kemudian membimbing siswa untuk menemukan penyelesaian dari persoalan itu dengan perintah-perintah atau dengan penggunaan lembar kerja (LK). Siswa mengikuti pertunjuk yang tersedia dalam lembar kerja dan menemukan sendiri penyelesaiannya. Penemuan terbimbing biasanya dilakukan berkaitan dengan bahan ajar yang pembelajarannya dikembangkan secara induktif. Guru harus yakin benar bahwa bahan “yang ditemukan” sungguh secara matematis dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

            Kedalaman tingkat pemikiran yang harus digunakan untuk isian atau jawaban siswa, tergantung dari keadaan kelas secara umum atau tingkat kemampuan siswa yang akan mengerjakannya. Jika siswanya berkemampuan tinggi, pertanyaannya juga berbobot untuk memberikan rangsangan yang masih terjangkau siswa dan tidak sangat mudah bagi mereka. Jika siswanya berkemampuan kurang, pertanyan atau tempat kosong yang harus diisi siswa cenderung pada hal-hal yang memerlukan tingkat pemikiran tidak terlalu tinggi. Jika LK digunakan secara klasikal, maka pertanyaan atau tugas isian yang bervariasi, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah tingkat kesukarannya sehingga dapat dikerjakan oleh sebagian besar siswa. Untuk sebuah kelas dapat disusun beberapa jenis tingkat kesukaran LK dengan muatan yang bertujuan sama di titik akhirnya. Perbedaannya adalah terutama pada tingkat dan banyaknya isian atau jawaban yang dituntut atas pertanyaannya. Setiap kelompok siswa mengerjakan LK yang berbeda sesuai tingkat kemampuan masing-masing.

            Mekanisme pelaksanaan pembelajaran mencakup perencanaan, pelaksanaan (termasuk didalamnya kegiatan evaluasi), dan pertimbangan daya dukung. Tahap pertama, perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan kegiatan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara mandiri dan/atau berkelompok di sekolah dikoordinasi, difasilitasi, dan disupervisi oleh kepala sekolah. Pengembangan RPP dapat juga dilakukan oleh guru secara berkelompok antarsekolah atau antarwilayah dikoordinasi, difasilitasi, dan disupervisi oleh dinas pendidikan setempat.

            Pelaksanaan pembelajaran didahului dengan penyiapan RPP yang dikembangkan oleh guru baik secara individual maupun kelompok yang mengacu pada silabus. Guru dalam merancang pembelajaran dan menyediakan sumber belajar seperti sarana dan prasarana pembelajaran, alat peraga, bahan, media, sumber belajar lingkungan sosial dan alam, maupun sumber belajar lainnya, hendaknya memperhatikan: (1) kondisi, kebutuhan, kapasitas dan karakteristik sekolah dan masyarakatnya, dan (2) mengelola beban dan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Matematika, dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan dan pembelajaran tematik terpadu yang efektif dan berkualitas.

            Prinsip penyusunan RPP adalah sebagai berikut:
            1. Setiap RPP harus secara utuh memuat kompetensi pengetahuan dan keterampilan dalam proses pembelajaran serta membangun, mengembangkan, meningkatkan sikap spiritual dan sikap sosial.
            2. Satu RPP dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.
            3. Memperhatikan perbedaan individu siswa. RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan siswa.
            4. Berpusat pada siswa. Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada siswa untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar, menggunakan berbagai pendekatan/model.
            5. Berbasis konteks yang menekankan pada proses pembelajaran yang menjadikan lingkungan sekitarnya sebagai sumber belajar.
            6. Berorientasi kekinian. Pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan nilai-nilai kehidupan masa kini.
            7. Mengembangkan kemandirian belajar. Pembelajaran yang memfasilitasi siswa untuk belajar secara mandiri.
            8. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut pembelajaran. RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi. Pembelajaran pengayaan dan remidi dilakukan setelah evaluasi terhadap hasil belajar siswa dilakukan.
            9. Memiliki keterkaitan dan keterpaduan antarkompetensi dan/atau antarmuatan. RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara KI, KD, indikator pencapaian kompetensi, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
            10. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasidan komunikasisecara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.
            Saat ini, pemerintah bersama penerbit swasta telah menghasilkan buku guru dan buku teks untuk pembelajaran tematik, buku teks pelajaran untuk pendidikan agama, matematika dan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan yang dapat diperkaya, dilengkapi dan disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan.

            Untuk merancang pembelajaran yang efektif, guru perlu melakukan tahapan analisis kompetensi dalam kurikulum, KTSP, silabus dan buku teks pelajaran sebagai berikut:
            1. Mengkaji dokumen I KTSP meliputi kajian visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan pendidikan, alokasi waktu dan beban belajar, kalender pendidikan untuk merancang RPP yang proporsional sesuai dengan alokasi tersedia.
            2. Mengkaji dokumen II KTSP yang berisi silabus. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu mata pelajaran atau tema tertentu dalam pelaksanaan kurikulum. Kajian secara kontekstual, faktual dan aktual dilakukan untuk diperkaya, dilengkapi, disesuaikan atau ditata ulang secara kontekstual karakteristik tiap daerah, satuan pendidikan dan siswa.
            3. Menentukan dan membuat pemetaan beban belajar dan alokasi waktu untuk pembelajaran tematik terpadu, pendidikan agama dan budi pekerti, matematika dan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan untuk tiap minggu, semester dan satu tahun pelajaran.
            4. Materi pembelajaran dari silabus matematika dirinci ke dalam materi-materi pembelajaran pada masing-masing RPP. Tujuannya agar keseluruhan materi dan kompetensi dasar terbagi habis ke RPP dalam satu semester atau satu tahun pembelajaran.
            5. Mengkaji buku guru untuk diperkaya, dilengkapi, disesuaikan atau ditata ulang secara kontekstual, faktual dan aktual sesuai kondisi, kebutuhan, potensi, situasi, sosial ekonomi dan budaya serta karakteristik siswa, satuan pendidikan dan daerah. Buku guru berisi pedoman yang memuat strategi pembelajaran, metode pembelajaran, teknik pembelajaran, dan penilaian untuk setiap mata pelajaran dan/atau tema pembelajaran. Materi pembelajaran matematika yang terdapat dalam buku tematik terpadu digunakan sebagai konteks pembelajaran dengan mengikuti struktur materi yang terdapat dalam buku teks pelajaran matematika.
            6. Mengkaji buku teks pelajaran untuk siswa untuk diperkaya, dilengkapi, disesuaikan atau ditata ulang secara kontekstual, faktual dan aktual sesuai kondisi, kebutuhan, potensi, situasi, sosial ekonomi dan budaya serta karakteristik siswa, satuan pendidikan dan daerah. Buku siswa memuat rencana pembelajaran berbasis aktivitas. Didalamnya memuat urutan pembelajaran yang dinyatakan dalam kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan siswa. Buku ini mengarahkan yang harus dilakukan siswa bersama guru untuk mencapai kompetensi tertentu, bukan buku yang materinya dibaca, diisi, atau dihafal. Buku siswa merupakan buku panduan sekaligus buku aktivitas yang akan memudahkan para siswa terlibat aktif dalam pembelajaran. Kegiatan pembelajaran yang ada di buku siswa lebih merupakan contoh kegiatan yang dapat dipilih guru dalam melaksanakan pembelajaran untuk mencapai kompetensi tertentu. Guru diharapkan mampu mengembangkan ide-ide kreatif lebih lanjut dengan memanfaatkan alternatif kegiatan yang ditawarkan di dalam buku guru, atau mengembangkan ide-ide pembelajaran sendiri.
            7. Menyusun RPP dan lampiran RPP yang meliputi: alat dan rubrik penilaian, bahan ajar, lembar kerja, dan perangkat sumber belajar Prinsip tersebut diwujudkan dan diimplementasikan baik dalam bentuk pembelajaran reguler, pengayaan, maupun remedial.
            RPP paling sedikit memuat:
            a. Identitas sekolah/madrasah, mata pelajaran atau tema, kelas/semester, dan alokasi waktu;
            b. Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, dan indikator pencapaian kompetensi. Indikator pencapaian kompetensi merupakan kemampuan berpikir, bertindak, atau berperilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar (KD) tertentu dan digunakan sebagai acuan penilaian untuk mengarahkan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran dan penilaian yang lebih spesifik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan indikator kompetensi adalah sebagai berikut.
            1) Untuk satu KD dirumuskan minimal ke dalam dua indikator kompetensi.
            Banyak dan variasi rumusan indikator disesuaikan dengan karakteristik, kedalaman, dan keluasan KD, serta disesuaikan dengan karakteristik siswa, tema, dan satuan pendidikan/kelompok belajar.
            2) Perumusan indikator dalam bentuk kata kerja operasional yang dapat diukur atau diamati kinerjanya melalui penilaian 
            3) Rumusan indikator hendaknya relevan dan merinci kompetensi dasar sehingga dapat digunakan sebagai acuan pembelajaran dan penilaian dalam mencapai kompetensi Indikator memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam mengembangkan pencapaian kompetensi dan berfungsi sebagai acuan dalam: (1) mengembangkan bahan pembelajaran; (2) mendesain kegiatan pembelajaran yang efektif; (3) merancang bentuk dan jenis penilaian yang akurat dan dapat diterapkan dalam proses penilaian yang efektif sesuai kondisi, kebutuhan, dan kapasitas kelompok belajar.

            c. Materi pembelajaran, yang memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi, yang berasal dari buku teks pelajaran dan buku panduan guru, sumber belajar lain berupa muatan lokal, materi kekinian, konteks pembelajaran dari lingkungan sekitar yang dikelompokkan menjadi materi untuk pembelajaran reguler, pengayaan, dan remedial.
            d. Kegiatan pembelajaran yang meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup;
            e. Penilaian, pembelajaran remedial, dan pengayaan. Pembelajaran remedial dirancang dengan waktu tersendiri dengan metode dan media yang berbeda, belajar mandiri atau bimbingan khusus, pemberian tugas/latihan, atau belajar kelompok dengan bimbingan alumni atau tutor sebaya, dan diakhiri dengan penilaian. Diagnosis yang harus dilakukan untuk membuat program remedial adalah: (1) Identifikasi siswa berkesulitan belajar, (2) lokalisir jenis dan sifat kesulitan, jenis factor dan sifat kesulitan, (3) rancang kemungkinan bantuan, cara mengatasi dan buatkan program tindak lanjut. Pembelajaran pengayaan dirancang untuk siswa yang memiliki kemampuan belajar lebih tinggi berupa pemecahan masalah nyata dengan menggunakan pendekatan investigatif. Pelaksanaannya dapat dilakukan dalam bentuk kerja kelompok mengerjakan tugas sesuai dengan minat kelompok atau tema tertentu, kerja mandiri, atau pemberian pembelajaran untuk kompetensi tertentu yang belum dipelajari, dan diakhiri dengan penilaian
            f. Media, alat, bahan, dan sumber belajar. 

              Download Buku Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK SD

              Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas buku Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK SD ini silahkan lihat di bawah ini:

              Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK SD



              Download File:
              Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK SD.pdf
              Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file buku Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK SD. Semoga bisa bermanfaat.

              Formulir Kontak

              Nama

              Email *

              Pesan *